MY PERVERT EVIL 5

1

Author: Astia Kishimoto

Title: My Pervert Evil

Rate:  M

Genre: Romance, Drama

Disclamair: KyuMin belong to God, and his parents. And this fict always be mine.

Summary: seorang Lee Sungmin yang sangat membenci anak dari teman Oemma nya, yang benar-benar menyebalkan seperti Iblis di matanya. Harus dengan terpaksa satu rumah dengan anak evil itu- Cho Kyuhyun selama satu bulan kedeppan. Akankah Sungmin bertahan dalam kungkungan setan pervert itu? Lets Read

WARNING: TYPO, OOC, ABAL , Bahasa Maksa (?)

Pair : Kyuhyun > < Sungmin

And other pairing

a/n: ini aku lanjut. Sebenernya ceritanya emang bakal panjang. Konfliknya emang disini. Kyu juga kan baru 2 hr tinggal di rumahnya ming.  Oke deh…

Happy Reading

.

.

Drrtt…. Drttt… Drttt…

Suara getaran itu, terdengar sangat jelas. Mengganggu seorang namja yang kini tengah berbaring di ranjangnya.

Drttt..Drttt…

Getaran itu semakin terdegar sangat jelas, membuat namja tampan ini terusik. Tentu saja, Ia baru akan sampai di alam mimpinya. Kini harus kembali terjaga, benar-benar menyebalkan.

“Aishhh,, siapa yang berani menelponku tengah malam seperti ini? Benar-benar menyebalkan” dengan sangat berat hati, namja tampan itu- sebut saja Cho Kyuhyun. Mengambil I-phone nya yang ada di sampingnya.

“Yoboseo” Dengan cepat dan tidak sabaran, Kyuhyun mengangkat telfon itu. Sungguh Ia ingin sekali kembali tidur.

‘Opppaaaaaaaaaaaaaaa,,,, ini aku Seohyun. Bogoshipoyooo Opaa’ Suara yeoja, yang tengah membisingkan pendengar Cho Kyuhyun membuat namja yang setengah sadar itu, mencerna apa yang Ia dengar.

“………….”

‘Oppa, apa kau tak mendengarku? Oppaa..

Suaran yeoja yang sangat dikenali Kyuhyun, kini terdengar kembali. Membuat Kyuhyun sadar, dengan siapa Ia berbicara.

“Seohyun?” Kyuhyun menjawab dengan ragu, hanya untuk memastikan.

ne, oppa. Kau pikir siapa lagi selain aku. Aku hanya ingin memberitahumu Oppa, besok aku sudah sampai di Korea. Aku akan kembali bersamamu lagi,Oppa. Kau pasti senang kan? Heechul Eomma sudah mengizinkanku untuk bertemu denganmu. Aku benar- benar beruntung mempunyai calon mertua sepertinya’

“Kenapa kau kemari, hah?? Aish,, kau mengangguku” Kyuhyun menggerutu kesal dalam telfonnya.

Oppa, kau tak senang aku pulang?? Lagi pula, aku akan bertemu denganmu kan? Seharusnya kau senang Oppa. Lagi pula pertunangan kita akan dilaksanakan minggu depan, setelah Heechul eomma pulang kembali ke Korea’ suara Seohyun kini terdengar lirih, mungkin kecewa. Walaupun niat yang sebenarnya buka bertemu dengan Kyuhyun.

‘Tentu saja aku tidak suka, kau dekat-dekat dengan Minnie Hyung lagi, Seo. Dan apa itu pertunangna? Menyebalkan’

“Arraseo, nanti aku akan menjemputmu” Dengan sangat terpaksa, Kyuhyun menyetujuinya. Jujur saja, Ia tidak terlalu serius mendengar ucapan pertunangan dari Seohyun. Walaupun benar tentu Kyuhyun akan menolak mentah-mentah. Tapi sepertinya, pertunangan ini bisa dijadikan senjata olehnya.

Akhirnya, aku bisa bertemu denganmu dan juga dengan Sungmin Oppa.. Ah,, aku sangat ingin bertemu dengan Minnie oppa. Pasti dia terlihat sangat tampan. Apalagi nanti ketika aku pulang, aku akan serumah dengannya’

“Mwooo?? Bagaimana kau tahu aku tinggal dirumah Sungmin Hyung??”

‘Tentu saja, dari Heechul Eomma. Aku juga akan tinggal di rumah Sungmin Oppa, kan? Tenang saja, aku kan tetap bersamamu ini Oppa’

“Tidak bisa, pokonya kau tidak boleh tinggal bersamaku dan Sungmin Hyung”

shireooo,, aku tetap akan tinggal dengan Sungmin Oppa. Baiklah jaljya, Kyu. Sampai nanti,’

*Plippp*

Sambungan telefon pun tertutup. Menandakan bahwa Seohyun sudah menutupnya.

“Aishh,, menyebalkan. Kenapa yeoja jadi-jadian itu harus kembali? Aigoo,, aku tidak akan pernah membiarkan dekat-dekat dengan Minnie-ku. Sainganku kini bertambah dua orang, menyebalkan” Kyuhyun kembali membaringkan tubuhnya di ranjangnya, sambil mengumpat tidak jelas. Membuat seseorang yang ada di sampingnya sedikit terganggu.

“Ya !! pelankan suaramu” Suara yang terdengar seperti membentak itu, namun terlihat sangat merdu di telinga Kyuhyun ini mampu menghentikan Kyuhyun yang sedaritadi mengumpat tak jelas. Kyuhyun pun menatap namja yang ada di sampingnya, yang kembali tidur dengan pulas.

“Ming,, buka matamu dan lihat aku” Kyuhyun mendekatkan wajahnya pada Sungmin, dan berbisik pelan.

“…………….”

“Hyung,, ayolah. Ada yang harus aku bicarakan padamu” Sungmin tetap tak bergeming, sepertinya masih menjelajahi alam mimpi. Sehingga suara Kyuhyun tak terdengar lagi.

“……………..”

“Hyung, Bangunlah ada hal gawat” Kyuhyun kembali mencoba membangunkan Sungmin. Tapi sekali lagi, Ia gagal.

“……..”

“Apa yang harus kulakukan agar kau bangun, Hyung??” Kyuhyun pun terdiam, dan mencoba berpikir cara yang tepat untuk membangunkan Hyung nya itu.

“Ah,,, arra.. arraa,, sepertinya memang harus dengan cara itu” Kyuhyun tersenyum tipis, dalam artian menyeringai. Dengan cepat Kyuhyun mendekatkan kembali wajahnya pada Sungmin. Meneliti setiap lekuk wajah Sungmin yang sangat sempurna. Menyentuh setiap lekuk wajah Hyung yang Ia cintai.

“Kau benar-benar sempurna Hyung. Saranghanda Cho Sungmin” Kyuhyun menempelkan bibirnya pada bibir plum Sungmin. Mengklaimnya dengan sempurna. Perlahan, bukan hanya menempelkan yang evil ini lakukan. Tetapi melumat bibir plum itu yang sedikit terbuka. Menghisap dan menggigit lembut bibir Sungmin. Kyuhyun terus melumat bibir Sungmin dengan lembut. Hingga membuat Sungmin menggeliat pelan.

“Eumpphhtt” Sungmin mendesah pelan, di sela-sela ciuman Kyuhyun. Wajahnya kini sudah merah padam. Karena membutuhkan sesuatu yang bernama oksigen. Sungmin pun perlahan membuka matanya. Jujur Ia benar-benar tak menemukan oksigen yang seharusnya ada disekelilingnya. Tetapi yang terlihat dari mata foxy nya itu, sesorang namja yang Ia kenal sebagai-Kyuhyun. Kini mencium bibirnya.

‘Pantas saja, aku kehabisan nafas’

Sungmin pun mulai berontak, dan memukul pelan dada bidang Kyuhyun. Kyuhyun yang sadar akan berontakan Sungmin, kini melepaskan tautannya. Usahanya benar-benar berhasil.

“kkk-, akhirmya kau, bangun Hyung” dengan wajah tanpa dosa, Kyuhyun terkekeh pelan.

“hah,, hah,, K-Kau be-benar-benar berniat membunuhku Kyu” Sungmin mendudukan dirinya di ranjang itu, dan menatap Kyuhyun sengit.

“Mianhae, habisnya kau tak bangun Hyung”

“Lalu, apa yang akan kau katakan Kyu??” Sungmin pun bertanya sedikit penasaran. Jujur saja, Ia ingin melanjutkan penjelajahan di alam mimpinya.

“Kau tahu, Seohyun??” Sungmin pun mengangguk, tanda Ia memang tahu tentang Seohyun. Yeoja yang menurutnya sangat mengerikan.

“Dia akan pulang besok ke Seoul, Hyung. Eomma menyuruhnya untuk kesini, dan tinggal di rumahmu” Sungmin membelalakan matanya kaget, sunngguh Ia sangat tidak percaya dengan ucapan Kyuhyun.

“Mwo??? Kau bercanda kan, Kyu?? Kau tahu jika dia bertemu denganku, akulah yang diserang olehnya” Jujur Sungmin sangat takut, jika harus dekat dengan Seohyun. Bagaimana tidak, yeoja itu setiap bertemu dengan Sungmin pasti akan terus menempel dengannya.

“Aku serius, Hyung. Eomma yang menyuruhnya. Dan juga, eomma akan pulang satu minggu lagi, untuk mengurus pertunangan” Kyuhyun menatap Sungmin dengan serius, kata ‘pertunangan’ sengaja Ia sebutkan, hanya ingin melihat reaksi Sungmin nantinya. Walaupun pertunangan itu benar, tapi tentu saja Ia akan menolaknya. Ini hanya sebagian rencana liciknya, untuk Sungmin.

“Pertunangan siapa, Kyu?” dengan sedikit rasa takut, Sungmin bertanya ragu. Entahlah, perasaannya mengatakan akan terjadi hal buruk.

“Aku dan Seohyun”

“A-Apa??” perdengaran Sungmin seperti tersumbat ketika mendengar ucapan Kyuhyun. Dadanya terasa sesak, sungguh Ia tak ingin mendengarnya lagi.

“Ne, aku akanbertunangan dengan Seohyun” Kyuhyun kembali mengulang ucapanya. Melihat ekspresi kaget Sungmin. Sepertinya, rencananya benar-benar berhasil kali ini.

Kali ini bagaikan mendapatkan batu yang runtuh, dan listrik yang menghantam ulu hatinya. Sungmin hanya bisa diam, menahan apa yang ada di matanya, supaya tidak jatuh.

“Ah,,” hanya itu, yang keluar dari bibir plumnya. Sungmin pun segera beranjak dari ranjang tidur.

“Kau mau kemana, Hyung??” Kyuhyun yang kali ini terlihat sangat khawatir melihat perubahan sifat Sungmin. Tapi Ia tidak mungkin, menggagalkan rencananya. Ini masih awal dari permainanya.

“A-Aku hanya ingin ke kamar mandi Kyu” Sungmin pun segera beranjak dari kamarnya, dan mulai masuk kedalam kamar mandinya itu. Meninggalkan Kyuhyun yang masih terduduk di ranjangnya.

‘Ada apa denganku? Bodoh, harusnya kau tak seperti ini Lee Sungmin. Kenapa terasa sangat sakit, ketika Ia mengucapkannya. Aku benar-benar bodoh. Apa yang terjadi sebenarnya pada ku? Kenapa sakit sekali? Hiks,, hiks,, aku tidak ingin itu terjadi. Bisakah satu bulan ini, hanya ada aku dengannya. Tanpa harus ada orang lain? Kenapa waktu semakin sempit saja?’

 

T.B.C

Big thanks untuk yang meriview di chap kemarin. Jeongmal gomawo readeer,, \(‘o’)/

Tanpa review kalian, mungkin ff ini tak akan berjalan. Big Love for Reader.. :*

And last Mind to review????

SPOURT REMAKE/ KYUMIN VER

2

Author: Astia Kishimoto
Title: Sprout Remake KYUMIN VER
Rate: T
Genre: romance, friendship
Disclamair: KyuMin belong to God, and this fict is mine, and inspiration is manga or dorama ‘SPROUT’
Summary: Lee Sungmin yang sangat mempercayai cinta pertamanya. Orang yang menolongnya pertama kali, Ia berharap menemukan orang yang menemukannya. Appa Sungmin menyewakan kamar kosong yang ada dirumahnya pada 3 orang namja Kyuhyun, Ren, dan Minhyun. Akankah Sungmin menemukan cinta pertamanya itu? Atau berpaling pada namja yang menciumnya-Yesung. RnR please, FF KYUMIN// YEMIN//KYUWOOK//MINHYUNREN/YEWOOK YAOI
Pair : Kyuhyun Sungmin
Slight : KYUWOOK
YeMin
YEWOOK
A/N: FF ini remake dari dorama berjudul ‘Spourt’ karena saya suka ama ceritanya, jadi aku buat deh versi Kyumin nya. Dan jadilah fict ini.
Dont Like dont Read, DONT FLAME
Happy Reading
KyuMin Is Real
.
.
.
“A-ppo,, Ah,, aku tak bisa berdiri” Seorang namja manis, kini tengah terduduk di depan gerbang sekolahnnya. Namja berpenampilan manis ini, kini tengah menyembunyikan wajah manisnya di antara lututnya yang Ia tekuk. Terlihat sangat jelas celana panjang yang merupakan seragamnya itu, sobek akibat terjatuh. Kini lututnyalah yang menjadi korbannya.
“A-appo, sakit sekali. Padahal hari ini adalah upacara pembukan di sekolah ini. Menyebalkan” namja manis ini terus bergumam kesal, sesekali merutuki nasibnya yang buruk.
“A-Appo, sepertinya juga terkilir. Aish,, seseorang tolong aku” masih menyembunyikan wajah manisnya, diantara lututnya itu. Kini kesadarannya sedikit demi sedikit mulai berkurang. Pandangannya sedikit buram.
“Ah,, kepalaku” namja manis ini meringis kesakitan, kepalanya benar-benar pusing.
Tanpa Ia sadari, kini ada mata onyx yang menatapnya khawatir.
“gwaenchana??” Suara seorang namja, terdengar sangat jelas. Membuat namja manis ini, membuka matanya untuk melihat siapa yang mengajaknya berbicara ini. Tapi sayang, pandangannya terlihat buram. Ia hanya bisa melihat seorang namja kini mengulurkan tangannya. Dengan sedikit ragu, namja manis ini menggenggam tangan namja yang kini tengah menolongnya.
‘Genggaman tangannya hangat, mungkinkah Ia cinta pertamau? Takdirku ?’
“kau sakit, aku akan mengantarmu ke UKS” Namja itu dengan segera mengangkat namja manis itu ala bridal style. Membopongya ke UKS, supaya mendapatkan perawatan yang cukup.
.
.
.
“Bagaimana keadaannya? Apa baik-baik saja??” Namja itu bertanya pada seorang perawat UKS, yang telah memeriksa keadaan namja berwajah manis itu.
“Ya, dia baik-baik saja. Kau bisa kembali ke upacara pembukaan di Aula” perawat itu, tersenyum lembut.
“Ne, Gomapshimnida” namja itu membungkukan badannya, dan mulai meninggalkan ruang UKS itu, sambil melirik namja manis yang kini tengah berbaring tak berdaya di UKS.
.
.
.
“Minnie Hyung, apa kau masih memkirkan cinta pertama mu itu??? Bahkan kau tak tau siapa dia, dan wajahnya seperti apa” suara seorang namja yang cukup manis itu yang membawa tumpukan buku, membuyarkan namja manis yang tengah melamun sambil berjalan di sampingnya itu.
“Tentu saja, Hyukkie. Aku percaya pada cinta pertama ku, yang waktu itu menolongku. Aku yakin dia adalah takdirku, dan aku akan menemukannya” Namja yang dipanggil Minnie itu- atau sebut saja Sungmin kini tersenyum bangga, ketika mengingat seseorang yang tengah menolongnya.
“Terserah kau saja lah. Ah, aku sampai lupa. Aku harus mengantarkan buku ini ruang guru. Kau duluan saja, ke kelas” Hyukie pun tampa menndengarkan jawaban dari Sungmin, langsung berlari meninggalkan Sungmin yang memanggilnya.
“Ya !! Hyukiiee,,,” Sungmin berdecak sebal, ketika Hyuk langsung meninggalkannya. Dengan terpaksa Sungmin pun melanjutkan perjalanannya menuju kelas. Sesekali mata foxynya itu melirik kesana kemari untuk mencari pemandangan. Dan bingo, Ia mendapatkan pemandangan yang menarik.

Kim Jong Woon, seorang namja playboy yang selalu mengencani banyak yeoja ataupun namja, kini tengah berciuman mesra dengan seorang namja yang lebih pendek darinya. Jika sungmin ingat, namja yang mencium Joong Woon itu- ah panggil saja Yesung. Yang menciumnya adalah Key. Ingatlah Key seorang namja, yang pintar juga kaya kini tengah nekad mencium Yesung di koridor Sekolah. Memang, koridor ini sepi karena masih ada yang belajar. Terkecuali namja manis bernama Sungmin ini, yang masih membelalakan matanya. Melihat seseorang yang tengah berciuman. Jujur saja, Ia baru pertama kali melihat secara LIVE yang seperti itu. Mata foxy itu terus saja menatap pemandangan cukup mengotori mata nya (?).
‘Aigoo,, apa itu yang dimanakan berciuman??’
Pandangan mata foxy Sungmin masih berfokus kearah Yesung. Dan kini yesung menatap tajam Sungmin, walaupun bibirnya dengan Key masih bertautan.
‘Gawat, dia melihatku. Sepertinya aku harus pergi’
Merasa tertangkap basah, akhirnya Sungmin berlari tergesa-gesa. Meninggalkan Yesung yang masih mencium Key di koridor itu. Sungmin terus berjalan, tanpa melihat yang ada di depan sampai-,
*Bruk*
“A-Appo” Sungmin jatuh terduduk dengan tidak elitnya. Mengusap lutunya yang terasa nyeri.
“Gwaenchana??” suara yang terdengar asing itu, membuat Sungmin mendongkakkan kepalanya.
“ah, ne gwaenchana” Sungmin pun segera berdiri, dan membersihkan seragamnya yang kotor.
“Kau Lee Sungmin??” Namja berperawakan jangkung, yang tadi menabrak Sungmin ini bertanya penuh selidik.
“ne, aku Lee Sungmin” Sungmin tersenyum kaku, entahlah IA merasa sangat canggung.
“Aku Cho Kyuhyun. Aku akan tinggal di rumahmu beberapa hari kedepan. Mohon bantuannya” Namja jangkung itu-Cho Kyuhyun membungkukan badannya dan sedikit menyunggingkan senyumannya,
“Eh? MWO???????????”

.
.
.
“Appa, apa maksudmu akan menyewakan beberapa kamar di rumah ini?” Sungmin berteriak cukup keras, dengan raut wajah yang di tekuk. Tentu saja, sangat menyebalkan jika tiba-tiba harus membagi rumahmu dengan oranglain.
“Mianhae, minnie. Sebenarnya Appa terpaksa melakukan ini. Kau tahu? Rumah ini cukup besar, dan banyak sekali kamar kosong. Maka dari itu, Appa menyewakan kamar itu” Yunho- Appa Sungmin tersenyum melihat putranya yang kini kesal.
“Aku tidak setuju, Eomma ayolah. Jangan menyewekana rumah ini, jebal” Sungmin melirik Eommanya- Jaejoong yang kini masih berkutat di dapur.
“Keputusan ada di Appa mu, Minnie” Jaejoong menyahut pertanyaan putranya, dan tetap berkutat di dapur.
“Mianhae, Minnie. Ini sudah keputusan Appa. Tak apa kan menyewakan rumah ini, uangnya juga bisa kita simpan untuk nanti kau masuk universitas Minnie. Maka dari kau harus setuju”
“Tapi Appa, kau tahukan kita hanya mempunyai satu kamar mandi? Aku tidak mau membaginya bersama mereka”
“cobalah, Minnie. Kau belum mencobanya kan? Keputusan Appa sudah bulat, chagi” Yunho menatap putranya tajam.
“Appa, kau menyebalkan” Sungmin pun beranjak dari duduknya, dan mulai meninggalkan Yunho beserta jaejoong.
‘Aku tidak mau membagi rumahku’
.
.
.
*Ting Tong*
Suara bel rumah terdengar menggema di rumah yang cukup megah ini.
“Minnie, buka kan pintunya. Mungkin iitu, adalah orang-orang yang menyewa kamar” suara nyaring Jaejoong terdengar keras, yang membuat Sungmin dengan terpaksa menuruti permintaanya.
“Ne, tunggu sebentar” sungmin pun segera melesat ke ruang tamu, dan membuka pintu.
*Ceklek*
“Annyeong” Seorang namja tampan yang diketahui bernama Kyuhyun kini sudah berdiri di depan pintu Rumahnya. Bersama seorang namja yang cukup Sungmin kenali kemaarin- Kim Joong Woon.
“Hm,, annyeong” sapa sungmin sekenanya.
“baiklah, mohon bantuannya Sungmin-shii. Dan perkenalkan dia Kim Joong Woon, atau kau bisa memanggilnya Yesung. Dia adalah sahabatku, yang membantuku kali ini” Sungmin pun hanya bisa mengangguk mendengar penuturan Kyuhyun.
“Kyuhyun-ssii, Eomma ku bilang kamarmu ada di lantai dua, paling pojok” sungmin menunjukan kamar Kyuhyun, yang ternyata bersebelahan dengan kamarnya.
“Ne, dan kau bisa memangilku Kyu. Jangan seformal itu”
“baiklah” sungmin kembali tersenyum, ketika melihat Kyuhyun. Entahlah jantungnya kini berpacu lebih cepat dari biasanya.
*Brukkk*
“eh?” sontak sungmin, Kyuhyun, Yesung mengalihkan pandangannya ke arah suara benda terjatuh.
“eh? Nuguya??” sungmin bertanya dengan ragu, ketika ada seorang namja yang cukup cantik, bahkan sangat cantik kini terjatuh tepat di depan pintu rumahnya.
Sontak namja itu pun berdiri, dan menatap Sungmin.
“Aku Cho Minki, panggil saja Ren. Aku menyewa sebuah kamar di rumah ini. Mohon bantuannya” namja berparas cantik itu membungkukkan badannya.
“Ah ne, Mohon bantuannya” seru Kyuhyun dengan cepat. Tentu saja Ia harus akrab dengan semua penghuni rumah di sini.
“Annyeong” Kini ke 4 orang namja tadi kembali beralih pada sebuah suara yang ada di depan mereka.
“Nuguya??” Sungmin kembali bertanya pada seorang namja yang kali ini terlihat tampan juga tampang inocentnya.
“Aku Minhyun, senang berkenal dengan kalian semua. Aku juga menyewa kamar di rumah ini. Mohon bantuannya” namja bernama Minhyun itu, membungkukkan badannya dan tersenyum kepada semua orang yang ada di sana.
“ne,,,,” Kyuhyun, Yesung, Ren pun serentak menjawab. Terkecuali Sungmin yang menengkuk wajahnya.
‘Apa harus aku membagi rumahku dengan ketiga namja ini? Menyebalkan. Untung saja, namja bernama Yesung itu tidak ikut numpang di rumahku. Pasti akan menakutkan’

T.B.C
Untuk kelancaran fic ini mohon REVIEW nya dengan sangat.

Make you love me again/ KYUMIN/YAOI

1

Author: Astia Kishimoto

Title: Make you love me again

Rate: T+ ( M for safe, karena nantinya akan ada enceh -,-)

Genre: Romance, Humor (?), Drama

Disclamair: KyuMin belong to God. And this fict be Mine

Summary: seoraang Lee Sungmin yang mencoba melupakan cinta pertamanya ketika masih SMA dulu, kini harus  bekerja di sebuah perusahaan manga. Yang membuatnya bertemu dengan Cho Kyuhyun. Yang ternyata Namja yang membuat Sungmin jatuhcinta padanya, bahkan menyerahkan tubuhnya. Tapi itu dulu, dan kini Sungmin mencoba melupakan Kyuhyun. Akankah berhasil??// KYUMIN/YAOI/RNR PLEASE !!!

Pair: Kyuhyun > < Sungmin

And other cast

A/N; Ff ini terinspirasi pas nonton Sekaiichi, anime yaoi gitu. Mungkin ceritanya bakal sama juga. Tapi tentu nya saya edit lagi.. di taruh di M karena ada NC nya nanti, sesuai animenya juga -,-

Okeh,, dari pada ngebacot gaje..

Happy Reading,,,…

KyuMin Is Real,,,,

 

.

.

.

 

*10 years ago*

 

“akhirnya aku menemukannya” seorang namja berawakan pendek, tapi terlihat sangat manis berseru riang. Buku yang Ia cari, ternyata Ia temukan.

 

“ini buku ku, aku lebih duluan mengambilnya” Tanpa menyadari ternyata, ada seorang namja yang tengah memegang bukunya. Namja manis itu pun menoleh ke arah sumber suara. Berani sekali, mengambil bukunya. Itulah yang ada di pikiran namja manis ini.

 

Deg

Deg

Deg

 

“E-evil??” Namja manis ini, terlihat sangat terkejut dengan kehadiran namja tampan yang kini sudah ada di sampingnya. Dengan cepat namja manis ini pun, melepaskan tangannya yang masih memegang buku itu.

 

“ne? Kau tahu namaku??” Namja tampan bernama Evil itu, menatap namja manis yang kini tengah menundukan kepalanya.

 

“Ya, A-Aku tahu itu”

 

“Ah,, Baiklah siapa namamu??” Evil mendekatkan wajahnya, pada namja manis ini. Sehingga Ia bisa melihat dengan jelas, mata foxy yang terus enggan memandangnya.

 

“Lee Sungmin” Jawab namja manis itu, sungguh Sungmin sangat ingin lari dari tempat ini. Debaran jantungnya semakin kencang.

 

“Ne, Kenapa kau tak mau melihatku??” Evil bertanya dengan sangat pelan, tapi tetap terdengar oleh Sungmin. Bayangkan saja,  jarak mereka hanya 2 cm. Hembusan nafaspun sangat terasa. Itu semakin, membuat Sungmin gugup.

 

“I-Itu, A-Ada yang Ingin aku sampaikan padamu” Entah apa yang membuat Sungmin berkata seperti itu.

 

“Ne? Kau ingin bicara apa??” Evil pun kini terlihat serius, dan mulai menjauhkan jaraknya dari Sungmin.

 

“Sa-Saranghae”

.

.

.

“Huah,, Aku harus berjuang keras kali ini. Ini hari pertamaku sebagai editor. Hwaiting Lee Sungmin” Sungmin, seorang namja manis kini tengah menyemangati dirinya sendiri. Tentu saja ini adalah hari pertamanya sebagai seorang editor. Kini Ia tengah menggapai mimpi nya sebagai seorang author manga. Impiannya sejak kecil. Tentu saja, Ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang diberi Tuhan padanya. SUJU Publishing, adalah tempat nya berkerja kali ini.

 

“ Anda, Lee Sungmin??” sebuah suara khas seorang yeoja, membuat Sungmin menengok ke arahnya.

 

“Ne, Saya Lee Sungmin” Sungmin membungkkan badannya, sebagai rasa hormat. Tentu saja, IA harus ramah kepada semua pegawai disini. Ia yakin, wanita ini salah satu pegawai di SUJU Publishing.

 

“Kalau begitu, Anda ikut saya. Saya akan mengantar anda ke ruangan tempat anda bekerja Sungmin-shii. Tuan Cho juga sepertinya, masih ada di tempat itu” Yeoja itu terus berjalan melewati koridor yang ada di perusahaan ini. Tentu saja, dengan sungmin yang setia mengekorinya dibelakang. Menyimak apa yang yeoja ini katakan. Tentu saja, Ia tidak ingin membuat masalah ditempat Ia bekerja.

 

“Siapa itu Tuan Cho??”

 

“Tuan Cho, adalah Boss mu Sungmin-shii” Sungmin hanya mengannguk tanda mengerti, dan tetap mengekori yeoja cantik ini. Yeoja cantik ini pun berhenti, di sebuah ruangan yang cukup besar. Membuat Sungmin, mau tidak mau ikut berhenti juga.

 

“Ini adalah ruangan kerjamu, Sungmin-shii. Masuklah” Sungmin pun mengangguk patuh, dan mulai membuka kenop pintu tersebut.

 

*Ceklek*

 

Pintu pun di buka oleh Sungmin. Sungmin tersenyum bangga, ketika memasuki ruaangan itu. Tapi sungguh disayangkan orang-orang yang ada di sana terlihat seperti tidak bernyawa.

 

‘Mwo? Apa-Apaan ini? Kenapa tempat ini, sangat berantakan?? Dan kenapa orang-orang disini seperti mayat hidup???’ Teriak Sungmin frustasi, ketika melihat ruangan ini sangat berantakan.

 

Sungmin pun mencoba mendekati seseorang yang kini tengah terduduk di meja kerjanya dengan penampilan yang acak-acakan.

 

“Cho-Chogiyo” Sungmin hendak menyentuh pundak orang itu, tapi ,-

 

*Brukkkk*

 

Orang itu terjatuh dengan tidak elit, menyentuh lantai yang tak berdosa.

 

“Aigoooo,, tempat apa ini? Mengapa semua terlihat aneh” Sungmin menatap ngeri namja itu, yang masih menutup matanya. Tak merasakan kesakitan sama sekali, ketika terjatuh dengan tidak elitnya.

 

“Hey,, Hey.. Bangunlah” Sungmin berjongkok dan menguncangkan bahu namja itu. Usahanya berhasil, namja itu sedikit membuka matanya.

 

“Waeyo???”

 

“E-Eto,, Aku pegawai baru di sini. Aku Lee Sungmin” Sungmin membungkukan badannya, dan kembali menatap namja itu yang kini terlihat senang.

 

“Akhirnya, kau datang juga” Namja yang tadi tertidur di lantai itu segera bangkit, dan menggenggam erat tangan Sungmin.

 

“Ne,,” Mencoba tersenyum, Sungmin pun menatap heran namja yang ada di depannya.

 

“Heyyy,, Boss.. dia datang” Namja yang ada di samping sungmin itu berteriak kencang. Membuat seorang namja yang sedari tadi terduduk dengan mata terpejam dan terhalangi buku itu membuka matanya. Mengangkat buku itu, dan melihat kearah Sungmin.

 

“Sudah datang kau rupanya. Cepat kerjakan pekerjaanmu” Tanpa basa basi Namja yang di panggil Bos itu berdiri, dan menatap Sungmin dengan onyx tajamnnya langsung menyuruh Sungmin melakukan pekerjaannya.

“Ba-Baiklah” Sungmin pun dengan cepat bergegas untuk duduk di meja kosong yang sudah di siapkan pegawai lain untuknya.

 

“Aku Cho Kyuhyun. Aku adalah bos mu disini, Sungmin” Kyuhyun tersenyum tipis, ah ralat bukan tersenyum. Melainkan menyeringai ketika melihat Sungmin. Kyuhyun pun segera mendekati Sungmin yang kini mulai membuka alat-alat menggambarnya. Sedangkan pegawai lain, melanjutkan pekerjaannya yang hampir tertunda.

 

“Apa kita pernah bertemu??” Sungmin kembali mendongkakan kepala nya untuk melihat Kyuhyun yang kini sudah ada dihadapannya.

 

“Aku rasa tidak, Kyuhyun-shii” Sungmin pun kembali meneruskan pekerjaannya.

 

“begitukah??” Kyuhyun kembali bertanya, dan terus mempersempit jaraknya.

 

“ne, sepertinya tidak” Sungmin pun segera berdiri, jujur jaraknya dengan Kyuhyun sangat dekat. Membuatnya tak karuan.

 

“Baiklah,, Ah iya, aku hampir saja lupa. Sungmin, bantu aku menemui Author manga yang akan kita publish minggu depan. Kita harus secepatnya menerbitkan komik buatannya” Kyuhyun kembali menatap Sungmin dengan tajam, dan mulai menarik tangan Sungmin untuk keluar dari perusahaan itu. Dan segera bergegas untuk, menemui clien nya.

.

.

.

“Kyuhyun-shhii,, aku benar-benar tidak tahu jalan ceritanya harus seperti apa. Aku benar-benar belum mengalami hal seperti itu” Seorang yeoja berambut panjang, berparas cantik itu kini terlihat sangat bingung.

 

“Aishh,, Hyorin-ah,, apa kau benar- benar belum mengalami yang namanya ciuman??” Kyuhyun sedikit membentak yeoja bernama Hyorin ini. Tentu saja, Ia marah. Project manga buatan Hyorin belum selesai. Sedangkan deadline nya hanya tinggal satu minggu lagi. Lebih parahnya lagi, masalah yang di hadapi Hyorin hhanya karena Ia tidak bisa membayangkan seseorang berciuman.

 

“Miahae,, aku benar-benar tidak bisa membayangkannya Kyuhyun-shhii” Hyorin tertunduk takut, ketika Ia terus saja dihujani death glare oleh kyuhyun.

 

“A-Apakah benar-benar tidak bisa Hyorin-shhi?” Sungmin yang sedari tadi diam, Kini mulai bertanya.

 

“Aku benar-benar tidak bisa” Hyorin mengacak-acak rambut panjangnya frustasi. Ia benar-benar sudah bingung.

 

“Kalau begitu kau lihat ini, Hyo” Kyuhyun menarik Sungmin yang masih terduduk untuk berdiri sampingnya.

 

“Baiklah, Apa yang Ak-,,” Belum selesai Hyorin bicara. Kini yang tengah terlihat di hadapannya adalah,-

 

 

*Cupp

 

 

Kyuhyun menempelkan bibirnya pada Sungmin, bukan hanya menempelkan. Tapi melumatnya dengan kasar, namun sangat lembut. Ciuman hangat yang membuat seorang Lee Sungmin membelalakan matanya lebar-lebar ketika menyadari Kyuhyun yang kini menciumnya di depan Hyorin. Kyuhyun terus melumat bibir Sungmin, bahkan menekan tengkuk Sungmin agar memperdalam ciumannya mereka. Tapi sungguh sangat disayangkan Sungmin berontak, dan itu membuat Kyuhyun terpaksa melepaskan tautan bibirnya.

 

“Seperti itulah yang namanya ciuman Hyorin-ah” Kyuhyun mengusap salivanya yang menempel di sudut bibirnya, dan kembali menatap Hyorin yang tengah cengo sekaligus kaget.

 

Dia Gilaaaaaaaa’ teriak Sungmin dalam hati. Miris sekali, nasibnya. Hari pertama bekerja, Ia harus dicium oleh seorang namja di depan umum. Lebih parahnya di depan seorang yeoja yang kini seperti kehilangannya jiwanya,,..

 

T.BC

 

And last mind to review please?? 😀

 

\entah lah tiba-tiba niat buat cerita kaya begonia. Gara-gara itu anime.. kkk,, yg udh nonton anime nya pasti tau…

MY PERVERT EVIL/YAOI/KYUMIN/CHAP 3

6

Author: Astia Morimoto

Title: My Pervert Evil

Rate:  M

Genre: Romance, Drama

Disclamair: KyuMin belong to God, and his parents. And this fict always be mine.

Summary: seorang Lee Sungmin yang sangat membenci anak dari teman Oemma nya, yang benar-benar menyebalkan seperti Iblis di matanya. Harus dengan terpaksa satu rumah dengan anak evil itu- Cho Kyuhyun selama satu bulan kedeppan. Akankah Sungmin bertahan dalam kungkungan setan pervert itu? Lets Read

WARNING: TYPO, OOC, ABAL , Bahasa Maksa (?)

Pair : Kyuhyun > < Sungmin

And other pairing

a/n : sungjin di sini tetep jdi adik sungmin, walaupun eomma nya leeteuk/ demi apa ngawur/ maaf kalo NC nya kemarin rada maksa,,  ;—; kemarin Kyuhyun ngelakuin ‘itu’ sama Sungmin atas dasar cinta kok. Jadi tenang aja.

Happy Reading

.

.

“Hyung, kau benar-benar mengangumkan. Akhirnya kau, menjadi milik ku. Aku sangat mencintaimu Hyung. Sejak pertama kali bertemu denganmu, aku sudah sangat mencintaimu. Karena itu, aku mengerjaimu. Supaya kau memperhatikan ku, Hyung” seorang namja yang kini tengah memeluk erat possesive namja mungil yang tak terbalut apapun.

“Saranghae, Minnie Hyung. Jeongmal saranghae, 1 bulan ini tak akan ku sia-siakan” namja itu- Kyuhyun mengecup pelan, bibir plum milik Hyungnya- sungmin. Dan mulai menutup matanya, untuk mencapai dunia mimpinya.

.

.

.

Cahaya matahari, mulai menerobos masuk melalu celah-celah jendela yang ada di kamar ini. Membuat seorang namja mungil itu- Sungmin, menggeliatkan tubuhnya pelan.

“Akh,, tubuhku seperti remuk” Sungmin  bergumam pelan, dan mencoba untuk bangkit dari tidurnya. Tapi sayang sekali, sesuatu menghentikannya lagi.

“Mwo? Si-siapa yang memeluk ku?” Sungmin mengadahkan wajahnya ke atas, ketika melihat sepasang lengan memeluknya posesive.

‘Kyyaaaa,, Omona Kyuhyun. Ja-jadi yang kemarin itu benar-benar nyata. Ah,, pasti tidak mungkin’ Sungmin memebendung teriakannya, ketika melihat Kyuhyun memeluknya. Tidak mungkin, jika Ia harus membangunkan singa yang tertidur.

“Pasti kemarin hanya mimpi, baiklah itu hanya mimpi. Mungkin juga, Kyuhyun hanya tak sengaja ketiduran di kamarku” Sungmin mencoba berfikiran positive, dan mulai mejauhkan tangan Kyuhyun. Mencoba berdiri dari tidurnya.

“kenapa lengket sekali, dan Akh,,, Appoo” Sungmin mencoba berdiri, dan tiba-tiba saja bagian bawahnya terasa sangat nyeri.

“Akh,, Appo.. Aku tak bisa berdiri” Sungmin kembali menghempaskan tubuhnya, di samping Kyuhyun.

“Huftt,, tubuhku kenapa lengket dan bau sekali?” Sungmin mencoba melihat tubuhnya, yang terasa sangat aneh, dan-,,

“Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa,,,,,,,,,,,, omonaaa,,,,, kemarin itu nyataaa” Sungmin berteriak dengan sangat keras, ketika melihat tubuhnya yang tak terbungkus sehelai kain pun. Dengan segera Sungmin mengambil selimut yang di pakai Kyuhyun, untuk menutup semua tubuhnya.  Sungguh sangat di sayangkan kembali, ternyata Sungmin sudah membangunkan setan yang tertidur.

“kenapa berteriak, Hyung? Berisik” Sungmin yang mendengar suara Kyuhyun, tiba-tiba terdiam. Tubuhnya terus bergerak mundur sampai terbentur dengan bantal yang ada di atasnya, terpojok di sudut ranjangnya.

“Lanjutkan tidurmu, Kyu” Dengan wajah bersemu merah, mengingat apa yang telah Ia lakukan kemarin. Sungmin mencoba bicara sebisa mungkin dengan Kyuhyun. Dengan rasa penasaran, dengan berat hati Kyuhyun harus membuka matanya yang dari tadi terpejam untuk melihat ke arah Sungmin.

“Waeyo??” merasa di tatapi dengan pandangan lapar, sungmin bertanya dengan takut.

“Ahni Hyung, kemarin kau benar-benar sangat hebat” Kyuhyun menyeringai puas, ketika melihat wajah Sungmiin yang sudah merah padam.

“Mwo? A-Aku Ta-Tak mengerti maksudmu Cho” Sungmin menggigit pelan bibir bawahnya, ketika Kyuhyun terduduk dan mulai mendekati Sungmin yang ada di sudut ranjang.

“Mwo??”

“Masa kau lupa, Hyung? Kemarin kita melakukannya sampai 7 ronde. Kau benar-benar hebat” Kyuhyun semakin mendekatkan jaraknya dengan Sungmin.

‘Mwo?? 7 Ronde? Pantas saja tubuhku remuk seperti ini, dan bokongku sangat sakit’

“Kau pasti berbohong kan, Kyu? Lebih baik kita ke sekolah, kita sudah terlambat” Dengan ragu, sungmin mulai berdiri dari duduknya, menyibakkan semua selimutnya yang membalut tubuh nakednya. Tentu saja hal itu, mengundang seorang Cho harus menelan salivanya.

“Hyung, kau membuatku kembali horny. Apa kau sengaja ??”

“Akhh,, A-Appo. Aish,, apa yang kau maksud Kyu??” dengan langkah tertatih menahan sakit, Sungmin mencoba melihat Kyuhyun yang masih menatapnya lapar.

“Kau pura-pura, atau memang sengaja menggodaku? Lihat tubuh mu, Hyung” Kyuhyun tetap menelan salivanya dengan berat. Sungguh, pemandangan seperti ini membuat sesuatu yang ada di bawahnya mengeras kembali.

Sungmin pun mencoba melihat tubuhnya dan-,

‘Aigoo,, aku lupa kalau sekarang full naked. Lebih baik menjauh, dari pada harus menjadi santapannya’

“Ah,, aku lupa Kyu” dengan polosnya sungmin segera berlari menjauh dari Kyuhyun, dan masuk ke dalam kamar mandinya.

“Ya !!! Hyung,,, jangan kabur dariku” Kyuhyun beranjak dari tidurnya dengan keadaan yang full naked tentunya, mengetuk pintu yang ada di kamar mandi.

“Aish,, benar-benar sakit. Sakit sekali, apa aku kuat berjalan hingga ke sekolah nanti? Dan bercak ungu ini, terlihat jelas di sekitar leherku. Aishh,, menyebalkan” sungmin terus bermonolog sendiri tanpa mengubris ketukan pintu yang terdengar sangat jelas dari Kyuhyun.

“Hyung !! bukalah, kau sudah terlanjur membuatku horny. Bertanggung jawablah, Hyung” Kyuhyun terus berteriak, sambil menggedor-gedor pintu kamar mandi, yang di dalamnya terdapat Sungmin.

“Berisik, Kyu. Kau mandilah, sebentar lagi kita harus berangkat sekolah”

“Kalau begitu kita mandi bersama saja, Hyung !! Ayolah, buka pintunya” Kyuhyun kembali menggedor pintu kamar mandi, sementara Sungmin asyik membersihkan tubuhnya di guyuran shower.

“mandi bersamanya sama saja dengan memberikan tubuhku lagi. Lagi pula kemarin sudah 7 ronde, tidak puaskah? Errr, tubuhku juga masih sakit” Sungmin terus membersihkan tubuhnya, membalurnya dengan sabun wewangian yang Ia pakai.

“Hyung,… Aishh,, terpaksa aku melakukannya sendiri” Kyuhyun tersenyum miris, dan mulai meninggalkan kamar mandi sungmin. Tentu saja kembali ke dalam kamarnya, dan membersihkan tubuhnya, dan satu lagi,- melakukan mastrubasi sendiri. Ckckck, kasihan sekali kau Cho..

.

.

.

“Ahh,, segarnya. Akhirnya selesai juga. Aku juga sudah tampan. Tapi tetap saja bokongku masih sakit, ah,, appoo” Sungmin keluar dari kamarnya, menyelusuri tangganya untuk sarapan paginya. Penampilannya kali ini terpaksa harus seperti orang sakit, padahal ini bukan musim dingin. Seragam sekolahnya dan Blazzer tetap Ia pakai seperti biasa, tapi harus dengan terpaksa Sungmin menggunakan syal untuk menutupi lehernya.

“Hyung, jangan kau tutupi” Kyuhyun yang ternyata sedang asyik memakan rotinya, tengah menatap sungmin yang masih berjalan tertatih ke bawah.

“wae? Itu semua ulahmu” Sungmin mempoutkan bibirnya, setelah Ia sampai di ruang makan. Duduk dengan manis dan mulai menyatantap sarapan paginya.

“mereka semua harus tahu, bahwa kau milik ku”

*Deg

Deg

Deg

‘Mwo?? Dia bicara apa?’

“sejak kapan aku menjadi milikmu, Kyu??” mencoba berbicara seperti biasa, dan tetap memakan rotinya. Sungmin dengan berat hati harus menetralkan detakan jantungnya, yang berpacu dua kali lipat dari biasanya.

“tentu saja sejak kemarin. Kau utuh milikku, selamanya” Kyuhyun beranjak dari duduknya, dan mendekati Sungmin yang masih asyik memakan rotinya. Memeluk leher sungmin dari belakang.

“sesak, Kyu. Lepaskan aku” Dengan terpaksa Sungmin harus menghentikan makannya, dan melepaskan tangan Kyuhyun yang melingkar manis di lehernya.

“Shireoo,, aku tak ingin melepasmu Hyung  Atau  kau mau ku hukum lagi?” Kyuhyun berbisik pelan, di telinga Sungmin. Melepaskan perlahan syal yang terpasang indah di leher Sungmin.

“kembalikan syalku”

“Biarkan semua melihatnya, Hyung. Jangan melawanku, atau ku hukum kau pagi ini” Kyuhyun kembali menghujani ciuman-ciuman kecil di leher Sungmin.

“Akh,, Kyuh..,,” Sungmin mendesah kembali, ketika Kyuhyun menghisap lehernya. Membuat tanda yang lebih jelas.

“kau menikmatinya, Hyung. Mendesahlah, itu berarti kita akan melanjutkannya lebih” Tubuh Sungmin menegang, dan Ia kembali ingat posisinya dengan Kyuhyun seperti apa.

‘Pabbo, kenapa aku menikmatinya lagi’

“Aish,, cepatlepaskan, Kyu. Kita harus berangkat ke sekolah” dengan berat hati Kyuhyun harus melepaskan pelukannya.

“Kajja, kita pergi” Kyuhyun mengambil tasnya, dan tas Sungmin. Mengandeng tangan Sungmin agar tak terjatuh. Sungmin menurut, dan mengikuti langkah Kyuhyun.

“Hyung,, Apakah sakit?” dengan raut wajah khawatir, Kyuhyun mencoba untuk bertanya.

“Tentu saja, bodoh”

.

.

.

Akhirnya dengan waktu yang singkat, Kyuhyun dan Sungmin sudah sampai di Seoul International High School. Kini Kyuhyun dan Sungmin menjadi pusat perhatian dari para seluruh siswa dan siswi. Tentu saja, karena  Kyuhyun menggandeng tangan Sungmin. Kyuhyun cukup populer di sekolah ini. Tampan, pintar, dan tentu saja kaya. Banyak sekali yang menyukainya, entah itu yeoja ataupun namja. Tapi sangat di sayangkan Kyuhyun selalu bersikap acuh. Tak pernah sekali pun, Kyuhyun terlihat dekat dengan seseorang. Karena Kyuhyun selalu menutup dirinya, terkecuali jika sudah berhadapan dengan Sungmin. Maka sifatnya kembali jahil. Tak seorangpun yang tahu, bahwa Kyuhyun dan Sungmin saling mengenal sejak kecil. Semua siswa hanya tahu, bahwa sungmin adalah fans Kyuhyun yang menggilainya. Maka dari itu, Kyuhyun mengerjainya, untuk menghilangkan rasa bosan. Tapi kini, semua siswa melihat Kyuhyun tersenyum senang, dan menggandeng tangan Sungmin dengan erat.

‘Aish,, kenapa semua melihatku?’

Kyuhyun semakin mengeratkan genggamannya, dan terus berjalan ke kelas Sungmin tanpa mengindahkan pandaangan membunuh semua siswa yang tertuju pada Sungmin.

‘pabbo, aku lupa dia populer. Aish,, pasti semua yang menyukainya memandangku aneh’

“Sudahlah, Kyu. Kembali ke kelasmu, aku bisa sendiri. Kelasku hanya beberapa lngkah lagi” Sungmin mencoba tersenyum, dan melepaskan genggaman tangan Kyuhyun.

“Baiklah” Kyuhyun pun kembali ke kelasnya, meninggalkan Sungmin yang masih menatapnya.

‘Kenapa sekarang aku merasa nyaman di dekatnya?’

.

.

.

“Minnie-ah,, kenapa dengan lehermu??” Seorang namja, yang termasuk sahabat Sungmin bertanya dengan ragu.

“Ah,, ini karena aku kedinginan semalam. Terlalu banyak berendam, dan lalu di digigit nyamuk. Makanya menjadi ungu seperti ini” Sungmin mencoba berbohong pada sahabatnya Lee Hyuk Jae. Tidak mungkin, Ia mengatakan ini adalah hasil karya Cho Kyuhyun.

“Jinjja?? Aku kira kau melakukan  making love” Ucapan Hyukie, benar-benar tepat sasaran. Membuat wajah Sungmin kembali memerah.

“Ahni,, kau selalu saja memikirkan hal seperti itu. Sudahlah, seongsang sudah datang” sungmin mencoba mengalihkan pembicaraan dan kembali memperhatikan guru yang ada di depannya. Sementara Hyukie, hanya mengerucutkan bibirnya sebal. Karena pertanyaannya masih belum di jawab dengan benar.

.

.

.

Bel sudah berbunyi, pertanda bahwa  sudah datangnya jam istirahat.

“minnie-ah, ayo kita makan bersama” seorang namja berperawakan tinggi, berlesung pipit yang teramat s angat tampan menghampiri Sungmin.

“Ah,, ne. Siwonie. Kajja “ Siwon pun duduk di bangku sebelah sungmin.

“hyukie-ah, kajja. Kita makan bersama” Sungmin mengajak Hyuk yang membereskan bukunya.

“Ahni, aku akan makan di kantin saja Hyung. Kau dengan Siwon saja”

“baiklah” Hyukie pun pergi meninggalkan Sungmin dan Siwon berdua di dalam kelas. Tentu saja, karena semua orang sedang berhamburan pergi ke kantin.

“Kau tidak bekal, Hyung??” Siwon membuka kotak bekalnya, yang Ia bawa. Namja ini memang sering membawa bekal dari rumah. Ia selalu berpikir, bahwa makanan di luar sana tidak higienis.

“Ahni,, aku tidak lapar. Kau makanlah”

‘Bagaimana aku mau buat bekal? Sarapanku saja di ganggu’

.

.

.

Kyuhyun menelusuri koridor sekolah, dengan seringaian yang sangat terukir jelas di wajahnya.

‘Aku kan mengajak Sungmin Hyung, makan bersama’

Dengan wajah yang masih ceria, Kyuhyun terus berjalan. Sampai Ia melihat Sungmin yang sedang duduk dengan seorang  namja yang Ia ketahui sebagai ketua Osis sekolah ini. Kyuhyun pun mendekati ruang kelas Sungmin berada. Semakin dekat, dan melihat Sungmin dengan namja itu sedang menyantap makanannya.

“baiklah, kau mau mencoba makanan ku?” Siwon menawarkan sebuah sandwich yang Ia bawa pada Sungmin.

“Aniyo, kau makan saja. Aku tak lapar” tolak Sungmin halus. Tapi siwon tidak menggubris Sungmin. Dengan cepat, siwon memasukan sandwich yang Ia pegang kedalam mulut Sungmin.

“Ya !! Wonnieee” Sungmin menggerutu sebal, ketika sandwich itu masuk dalam mulutnya.

“Hahaha, makanlah. Kau pasti lapar” siwon mengacak-acak rambut Sungmin lembut, tanpa menyadari pandangan membunuh dari sepasang onyx yang memandang mereka.

“Aishh,, Sungmin Hyung” seorang namja berambut ikal,yang di ketahui bernama Kyuhyun, tanpa ragu langsung masuk ke dalam kelas Sungmin dan menatap garang Siwon.

“Ah,, Kyu.. Wae?” sungmin bertanya dengan sangat polos, ketika Kyuhyun hadir di hadapannya.

“Ya !! Sungmin, Hyung ikut aku!!” Kyuhyun pun menarik tangan Sungmin, dan menjauh dari Siwon yang tengah memandangnya sengit.

.

.

“Aish,, apoo Kyu. Apa yang kau mau?” Sungmin bertanya dengan heran, ketika Kyuhyun sudah menariknya ke atap sekolah.

“Ya !! Hyung jangan dekat dengan namja itu” Kyuhyun mencengkranm lengan sungmin, dan menatap Sungmin dengan tatapan tajamnya.

“Wae? Dia temanku” Sungmin memberanikan diri menatap Kyuhyun.

“Jangan dekat dengannya”

“Wae? Ken-,,Hmmmpptttt” ucapan sungmin harus terhenti ketika Kyuhyun melumat bibirnya kasar.

 

T.B.C

REVIEW

I hate you my lovely vampire/ chap 2 end

0

Title: I Hate You, My lovely Vampire

Author : Astia Kishimoto

twitter : astia_morichan (mention for follback)

Rate : T

Genre : Romance, Fantasy

Disclameir: Fanfic ini 100% milik saya.

Summarry: Seorang Vampire bernama Cho Kyuhyun, di utus ke dunia. untuk membawa kembali belahan jiwanya yang bernama Minhyun. akankah misinya berhasil?

Cast : Cho Kyuhyun

Kim Minhyun

SUJU OTHER MEMBER

WARNING :OOC, ABAL, MAYBE TYPO. BUT RCL PLEASE.

“Dengar Minhyun-ah, suatu saat nanti, pasti akan ada seorang namja yang mengincarmu. Ketika kau beranjak remaja nanti” Ucap wanita, yang sudah renta. Melihat sendu pada gadis kecil yang ada di hadapannya.
“maksud halmoeni apa? Aku tidak mengerti” tanya gadis kecil yang bernama Minhyun itu, sambil memiringkan kepalanya.
“vampire, Kau akan di incar oleh mereka” Halmoeni itu mengelus puncak kepala Minhyun, dengan lembut.
“lalu apa aku harus ikut bersama mereka?” tanya Minhyun polos
“Jika mereka mengancammu, atau membuatmu takut. Tunjukan kalung ini pada mereka” Halmoeni memberikan kalung berbentuk salib, pada Minhyun kecil itu.
“Baiklah, aku mengerti. Lalu kalau aku menyukai vampire yang mengincarku bagaimana?” Minhyun mengambil kalung itu dari tangan halmoeni nya.
“itu semua ada di tangan mu. Kekuatan Cinta yang dapat memberikan jawabannya”

Minhyun masih tercegang kaget mengingat memori masa lalu nya, yang berputar di otaknya.
“tidak, ini pasti mustahil. Tidak mungkin ada vampire di dunia ini. Tapi melihat Kyuhyun, aku jadi percaya apa yang halmoeni katakan dulu” gumam Minhyun pelan, yang masih terduduk di tanah.
“baiklah, jika itu mau mu Cho Kyuhyun. Aku tidak akan pernah jatuh dalam pelukanmu. Ingat itu” Minhyun menyeringai kecil, dan mulai berdiri. Merapikan rok, dan blazer nya yang sedikit kotor.

.

.

“eonnie,, kenapa eonnie pulang telat? Aku dari tadi menunggu eonnie” teriak seorang gadis kecil, yang langsung berlari memeluk sosok Minhyun, yang baru terlihat di depan gerbang rumahnya.
“Mianhae, Taehyun. Eonnie, ada banyak urusan tadi di sekolah” Minhyun tersenyum dan membalas pelukan Taehyun, adik kesayangannya itu.
“eonnie, ayo masuk. Ada namja tampan, yang sedang menunggu eonnie di dalam” Taehyun menarik tangan Minhyun untuk mengikutinya.
“jinja? siapa?” tanya Minhyun, yang masih tetap mengekori punggung adiknya itu.
“pokoknya lihat saja” jawab Taehyun, yang tersenyum jahil.

.

.

“Siapa yang mau bertemu eonnie, Taehyun?”
“itu..” Taehyun mengarahkan telunjuknya dan Minhyun pun melihat ke arah yang di tunjuk adiknya itu.

“Hyaaa,, Cho Kyuhyun… Kenapa kau berada di sini? Pergi dari rumahku sekarang” Minhyun berteriak, mendekati Kyuhyun. Dan mencengkram lengannya.
“Kau tak sopan sekali. Kepada tamu berteriak seperti itu” Cibir Kyuhyun, yang sudah berdiri karna di tarik Minhyun.
“tentu saja, karna kau membahayakanku. Kaa, pulang lah” Minhyun segera membuka pintu, dan siap mendorong tubuh Kyuhyun keluar. Tapi niatnya gagal.

.

.

“Minhyun~ah, jangan seperti itu pada Kyuhyun. Dia calon suami mu” Seorang wanita paruh baya sudah duduk di sofa ruangan, dan membawa beberapa cangkir minum. Tentu saja untuk tamu tampan itu.

“heh? Eomma bilang apa tadi?” Tanya Minhyun yang belum mencerna perkataan Ibunya itu, dan dengan cepat melepaskan cengkraman tangannya pada Kyuhyun.

“Nde, dia calon suami mu. Eomma sudah setuju jika kau menikah dengannya. Karna sejak dulu Keluarga kita sudah berhutang budi pada keluarga Cho. Tapi semua keputusan ada di tanganmu” Jawab Eomma Minhyun santai, sambil menyeruput teh yang Ia buat tadi. Sementara Kyuhyun, hanya menyeringai tipis. Penuh kemenangan.

“Oemma pasti bercanda, tidak mungkin namja jelek ini jadi suami ku. Oemma pasti bercanda iya kan?” Tanya Minhyun dengan wajah yang meminta penjelasan pada Oemma nya itu.
“anni, oemma tidak bercanda”Jawab Oemma Minhyun santai

“Oemma bohong, pasti bohong”Minhyun beranjak dari ruang tamu, menuju kamarnya. Meninggalkan Oemma nya, Kyuhyun, dan Taehyun.

.

.

*MINHYUN POV*

Aku benar-benar tidak percaya dengan apa yang Oemma katakan. Vampire yang beberapa saat lalu akan mengambil nyawaku, dengan menggigitku di taman belakang sekolah. Kinni menjadi calon suami ku. Apa maksudnya? Aku benar-benar tidak percaya. Ini sangat tidak masuk akal.

Aku merebahkan tubuhku di king size milik ku. Tak lupa mengunci pintu kamarku supaya tidak ada yang berani masuk. Terutama Cho Kyuhyun itu. Sampai lupa bahwa kamarku gelap.

*MINHYUN POV END*

“Dia benar~benar gila. Vampire gila itu, membuat mood ku buruk, seharian ini. Mungkin ini hari sialku. Tuhan, aku mohon bangunkan aku dari mimpi buruk ini” Minhyun mengumpat Kyuhyun, tanpa Ia sadari ada seorang namja yang duduk di sampingnya.

“Ini bukan Mimpi Minhyun-ah, Ini nyata” Suara yang sangat Minhyun kenal beberapa saat yang lalu mengema di kamarnya.

“Dan sekarang, suara namja jelek itu terdengar lagi. Ini benar-benar buruk”Minhyun terus mengumpat kesal, apalagi mendengar suara namja yang selalu membuatnya bad mood seharian.

“Hey- Kau tidak berhalusinasi. Ini aku Vampire terganteng yang akan menjadi calon suami mu nanti” suara itu terus menggema di sudut ruangan kamar Minhyun.

“Kenapa suaara itu membalas perkataan ku terus? Mungkin aku sudah gila kali ini” Minhyun terus bermonolog sendiri.

“Tentu, karna aku Cho Kyuhyun ada di samping mu Pabbo” Kyuhyun mendengus kesal, melihat Minhyun yang masih terdiam mencerna perkataan yang tadi ia ucapkan.

Selang beberapa menit, akhirnya Minhyun membalikan badannya. Mencoba melihat dan menajamkan pendengarannya. Ke arah suara itu berasal.

“Hyaaaa, Kyuhyun… Kenapa kau bisa ada di kamarku, eoh?” Tanya Minhyun panik, dan mulai terduduk di tepi ranjangnya.

“Tentu, karna aku Vampire. Ingat itu. Aku bisa melakukan apapun sesuka ku” Jawab Kyuhyun datar, dan tersenyum tipis. Melihat Minhyun yang sedikit ketakutan.

“Ne, Kau vampire jahat yang mengincarku. Cepat pergi dari sini. Atau aku akan mengeluarkan kalungku lagi”

“Tidak ada cahaya di sini Minhyun~ah. Maka kalung itu tidak akan berfungsi”

“baiklah, akan kunyalakan lampu kamarku” Minhyun segera menekan tombol yang ada di samping ranjangnya itu.

“baik, aku menyerah. Aku tidak akan menyerangmu. Karna sudah ku pastikan Kau akan menjadi milik ku Cho Minhyun” Kyuhyun tersenyum penuh kemenangan.

“Mwo? Maksud mu apa hah? Cho Minhyun? Jangan harap” Ucap Minhyun ketus.
“hahaha, liat saja nanti”

“baiklah, liat saja. Aku tidak akan menyukai mu Kyu”

“Sebagai permintaan maaf, membuat mood mu buruk, bagaimana kalau kita jalan~jalan?” Tawar Kyuhyun, yang kali ini tersenyum tulus.

“Tidak, nanti kau akan memakanku di tengah jalan” Tolak Minhyun, dengan mempout kan bibirnya.

“Tidak akan, aku janji tidak akan memakanmu. Aku kan ingin menjadikan mu milik ku. Tidak mungkin aku melakukan itu, pada calon istriku”

“Berhenti mengatakan bahwa ‘Aku adalah Calon istri mu’ Cho Kyuhyun”

“baiklah, Ikou. Kita pergi. Aku sudah meminta izin pada Oemma mu” Kyuhyun langsung menarik tangan Minhyun, tanpa meminta persetujuan dari sang pemilik.

.

.

Kyuhyun, dan Minhyun terus berjalan di sekitar Taman. Taman itu biasanya di penuhi oleh anak kecil setiap pagi. Mungkin karna sekarang sudah malam, taman itu menjadi sangat sepi.

Minhyun duduk di ayunan, dan Kyuhyun pun mengikutinya. Duduk di salah satu ayunan yang ada di dekatnya.

“Kyuhyun~ah” Minhyun mencoba membuka pembicaraan, Ia berniat untuk menayakan hal penting yang terus terngiang di pikirannya sedari tadi.

“Nde”

“boleh aku bertanya sesuatu padamu?”

“Tentu, Mau tanya tentang apa Minhyun?” Kyuhyun menyunggingkan senyumannya. Kyuhyun merasakan bahwa ‘Yeoja yang di incar nya ini, mulai membuka hatinya untuk seorang Cho Kyuhyun’

“Kyu, sebenarnya kenapa kau mengincarku?”

“Karna itu Misi yang di berikan Appa ku”

“Lalu kenapa Oemma ku mengenalimu?”

“Karna, Oemma mu sudah mengetahui bahwa kau di incar oleh vampire setampanku”

“Ish,, Oemma benar-benar kejam padaku” Minhyun semakin mempoutkan bibirnya, mendengar penuturan dari seorang Vampire yang ada di sampingnya.

“Tidak, Oemma mu tidak kejam. Oemma mu hanya ingin menepati janji nya di masa lalu, pada keluarga ku. Maka dari itu, aku di utus untuk membawa mu kembali ke dunia vampire”

“Jadi, sebenarnya aku adalah seorang penghisap darah yang sama seperti mu?” Tanya Minhyun, yang semakin tidak mengerti dengan cerita Kyuhyun.

“Nde, Ketika kau berumur 18 tahun, bulan purnama nanti. Aku akan mengubahmu Utuh menjadi seorang Vampire, seperti ku”

“Adwae,, 1 bulan lagi aku genap 18 tahun. Dan aku tidak ingin menjadi seorang penghisap darah” Tanpa Minhyun sadari, air matanya sudah melesat dari ekor matanya.

“Itu adalah takdir mu Minhyun” Kyuhyun mulai berdiri, dari ayunan nya dan berjongkok di hadapan Minhyun.
“Ta_Tapi Kyu, aku benar-benar tidak ingin menjadi vampire sepertimu” Minhyun semakin terisak. Tangisnya semakin tumpah.
“Tapi itu sudah takdir Mu Minhyun” Kyuhyun mulai mendekap Minhyun dalam pelukannya.

“Tapi halmoeni bilang padaku bahwa, aku bebas memilih. Untuk bersama mu atau tetap di duniaku” Minhyun masih menangis dalam pelukan hangat Kyuhyun.

“Mungkin nenek mu tidak ingin, Kau menjadi vampire seperti ku. Maka dari itu nenek mu berbicara seperti itu padamu” Kyuhyun mengelus helaian rambut Minhyun, Tanpa Kyuhyun sadari taring nya sudah muncul di sudut-sudut bibirnya.

“Tapi Oemma ku kenapa setuju Kyu?”

“Oemma mu hanya ingin menepati janjinya” Taring Kyuhyun semakin panjang, keluar dari sudut bibirnya. Jika ada orang yang melihat Mungkin mereka bilang ‘ Pemburu yang siap menangkap mangsa nya’

“Gomawo Kyu, kau sudah menjelaskan semuanya” Minhyun tersenyum tulus dalam pelukan Kyuhyun. Dan Kyuhyun pun akhirnya sadar akan taringnya itu. Tubuhnya sungguh tidak bisa di kendalikan. Tapi setelah mendengar suara Minhyun, akhirnya Kyuhyun dapat melepaskan pelukannya.

“PERGI SEKAARANG MINHYUN, CEPAT. KAA. ATAU AKU AKAN MENYERANG MU. CEPAT PERGI” Kyuhyun langsung membalikan tubuhnya tanpa melihat Minhyun yang terlihat kaget.

“waeyo?” Tanya Minhyun kaget

“PERGI. ATAU AKU AKAN MENYERANGMU. CEPAT LAH PERGI” Kyuhyun semakin berteriak, dan mencoba menghilangkan taringnya. Tapi nihil Ia tidak bisa menghilangkannya. Niat Kyuhyun saat ini, hanya ingin menjaga Minhyun. Sampai Minhyun, menerima nya Kyuhyun akan siap menghisap yeoja yang sudah menarik perhatiannya itu.

“baiklah” Ucap Minhyun pasrah, dan langsung pergi meninggalkan Kyuhyun.

 

Aku terus berlari, dalam kegelapan. Sungguh, aku benar-benar takut. Dia – Cho Kyuhyun terus mengejarku, dengan gigi taringnya yang panjang, yang sudah muncul di sudut bibirnya. Aku benar-benar takut. Kyuhyun terus mengejarku, seperti akan ‘MENERKAM MANGSA NYA’ Aku benar-benar takut. Kyuhyun terus mengejarku. Aku terus berlari, tapi tidak ada cahaya yang menerangi jalan ku. Aku bingung, aku lelah.

BUKKK

Aku pun terjatuh, meringis kesakitan. Kaki ku tidak bisa di gerakan. Dan Kyuhyun semakin dekat dengan ku. Aku benar-benar takut melihatnya sekarang.

Jarak Kyuhyun, dengan ku sekarang benar-benar menipis. Kyuhyun sudah ada di depanku, dia menyeringai. Taringnya semakin panjang. Aku menangis, aku ingin sekali bergerak, tapi ntah kenapa sangat sulit. Kyuhyun menghilangkan jaraknya denganku. Nafasnya benar-benar terasa, nafas memburu, Aku hanya bisa terdiam, ketika Kyuhyun menciumku. Sungguh, aku ingin berontak.

.

.

“Kau milik ku, Minhyun” Kyuhyun menyeringai, dan tanpa aba-aba dari ku -..

*SREETTTT*

Kyuhyun menghisap darahku, dan pandanganku menjadi gelap setelah itu.

.

.

Peluh bercucuran di sekujur tubuh Minhyun, Wajah ketakutan, tergambar di wajah cantiknya.

“Adwae,, Kenapa kau menggigitku?” Minhyun berteriak ketakutan, di sela-sela tidurnya.

“eonni, eonnie, ireona, Taehyun di sini, tidak akan ada yang menggigitmu eonnie, Ireona” Taehyun, menggoncangkan tubuh Minhyun, supaya kakak nya itu terbangun.

Perlahan, Minhyun membuka matanya. Memeluk adiknya dengan cepat.
“Taehyun-na,, eonnie, takut” Minhyun terisak dalam pelukan Taehyun.
“gwaenchana eonnie, tidak akan ada yang menggigitmu” Taehyun membalas pelukan adiknya erat.
“ne, gomawo Taehyun” Minhyun melepas pelukan adiknya.
“ne, Kaa, cepatlah mandi. Eonnie, harus berangkat sekolah” Taehyun tersenyum, meninggalkan kamar Minhyun.

.

.

“Minhyun, cepatlah. Sudah ada yang menunggu mu” Teriak eomma Minhyun, dari bawah.
“nuguya?” Minhyun berjalan santai, melewati tangga, sesekali merapikan blazer nya.
“Lihat sendiri saja”

.

.

Sungguh ketika Minhyun sudah mendekat ke arah eomma nya. Pandangan nya beralih pada seseorang, yang kini menatapnya dengan intens. Ingin dia berlari sekencang-kencangnya saat ini, dan berteriak. Tapi itu tidak mungkin.

“annyeong, Minhyun” Dia_ pemuda yang Minhyun takuti. Cho Kyuhyun, kini sudah berada di rumahnya.
What the-

“Kyuhyun, akan menjaga mu selama kau di sekolah. Mulai hari ini Kyuhyun selalu menjemput dan mengantarkan mu” Eomma Minhyun, menginstrupsi, keadaan Minhyun yang masih kaget.

“Shirooo,, aku bisa pergi sendiri eomma”Bantah Minhyun sedikit menaikan beberapa oktaf suaranya.

“Tidak, tetap bersama Kyuhyun. Kyuhyun-ssi, antar Minhyun ke sekolah. Kau juga sekolah di tempat sama kan?” Kyuhyun hanya mengangguk mengiyakan, dan mengandeng tangan Minhyun. Tentu saja Minhyun berontak, tidak ingin dekat dengan Kyuhyun. Takut kejadian yang ada di mimpi terjadi. Sungguh Minhyun sangat takut. Ketika Ia di bawa oleh Kyuhyun, menjauh dari rumahnya.

“Jangan takut, Aku tidak akan menyakitimu” ucap Kyuhyun lembut. Seolah bisa membaca pikiran Minhyun. Hey,, tentu saaja bisa. Kyuhyun seorang vampire.

“Ma_maksudmu?” ucap Minhyun terbata

“Aku tau, kau takut padaku. Tenang saja, aku tak akan menyakitimu” Kyuhyun menggenggam erat tangan Minhyun erat. Seolah sebagai bukti, bahwa Ia ingin menjaganya. Minhyun hanya menggangguk, takut-takut Ia mengandahkan wajahnya yang sedari tadi tertunduk. Menghindar dari mata onyx milik Kyuhyun.

Menatap onyx milik Kyuhyun. Mencoba mencari keseriusan di sana.

“Wae?” Tanya Kyuhyun yang sedikit bingung, di perhatikan seperti itu.

“ahni,, ayo cepat. Nanti kita telat” Minhyun, berlari cepat meninggalkan Kyuhyun yang masih di belakangnya.

‘Apa MungkiN Minhyun melihat, taring ku muncul kemarin? Tapi aku sudah menutupinya. Tidak mungkin Ia melihatnya. Lalu kenapa dia takut padaku?” Geram Kyuhyun pelan, dan mulai mengikuti langkah Minhyun.

.

.

Semua anak SUJU SHS, kini sedang memperhatikan pelajaran yang sedang di berikan seongsanim. Kecuaali namja tampan, satu ini. Cho Kyuhyun. Namja ini asyik tertidur, di kelasnya. Untung saja, seongsanim tidak terlalu memperhatikan seluruh muridnya.

“Hey,, Bangun Kyu,, atau kau akan kena marah” Bisik Donghae, yang sudah menjadi teman sebangku Kyuhyun, sejak kemarin.

“Berisik, itu ursanku, Kau saja perhatikan guru itu” gumam Kyuhyun, dalam tidurnya. Sesungguhnya Kyuhyun tidak tidur, Ia hanya memejamkan matanya. Tentu saja, mana ada vampire tidur? TIdak mungkin kan? Kyuhyun hanya ingin membaca seluruh pikiran orang-orang yang ada di kelas itu. Dan satu yang membuat Kyuhyun kaget. Minhyun.

‘Aku sangat Takut, jika berada di dekat Kyuhyun. Aku takut Jika dia menghisap ku. Dan menjadikan ku vampire, aku takut melihat taringnya. Sungguh, aku benar-benar takut’

Itu lah pikiran Minhyun yang terbaca oleh Kyuhyun .

“pantas saja, Minhyun sedikit takut padaku. Tapi, lihat saja. Aku akan membuatmu menyukaiku” Kyuhyun bergumam kecil, sambil menyeringai. Tentu saja matanya tertutup. Secara dia, terlihat tertidur dengan lelap.

.

.

Bel berbunyi, menandakan, pelajaran telah usai di SUJU SHS. Tentu saja semua murid, berbondong-bondong untuk pulang.

“Minhyun, chakkaman” Kyuhyun menggenggam erat tangan Minhyun, ketika Minhyun akan melewati pintu kelas nya.

“Kau pulang bersamaku” Kyuhyun menggenggam erat tangan Minhyun, membawa Minhyun keluar dari gerbang sekolah. Entah kenapa Minhyun, menjadi menurut kali ini. Tentu saja karna ulah CHO KYUHYUN. Dia yang membuat Minhyun menurut padanya.

.

.

Langkah Kyuhyun terhenti di taman, tempat Minhyun, menangis kemarin. Hari memang sudah sore. Tidak seharusnya Kyuhyun membawa Minhyun ke tempat seperti ini.

“Hana, Dul, Set” Gumam Kyuhyun pelan.

“Hyaaa, CHO KYUHYUN, KENAPA AKU ADA DI SINI EOH?” Tanya Minhyun, kaget, melihat dirinya langsung berada di taman. Seingatnya, Ia tidak bersama Kyuhyun tadi.

“Kenapa kau berteriak seperti itu Minhyun?” Kyuhyun menyeringai, mempersempit jarak antarnya dengan Minhyun. Mengapit Minhyun, dengan kedua lengannya. Mempenjarakannya, supaya Minhyun tak bisa kabur darinya. Minhyun tidak bisa berkutik, Ia ingin menangis, tapi tidak mungkin, menangis lagi di hadapan Kyuhyun.

‘YOU ARE MY TARGET’

Kyuhyun mempersempit jarak, menipiskan jarak antar Kyuhyun, dengan Minhyun. Yah, Kyuhyun mencium Bibir Minhyun. Bibir dingin itu mencium Minhyun. Tanpa di sadari butiran kristal sudah melesat rapi di pipi mulus Minhyun.
‘Shiittt, Kenapa aku tidak bisa berhenti menciumnya. Kenapa tidak bisa melepasnya. Aku tak ingin Minhyun menangis’ geram Kyuhyun dalam hati, yang masih mencium Minhyun, melumat habis bibirnya. Minhyun, berontak dalam pelukan Kyuhyun. Takut kejadian ini, akan berakhir seperti dalam mimpi nya.

 

Minhyun, menutup rapat matanya. Mungkin kali ini Ia sudah pasrah. Tapi ntah kenapa, jantungnya kali ini berpacu lebih cepat. Ketika Kyuhyun terrus menciumnya. Minhyun, memukul dada bidang Kyuhyun. Sungguh, Ia tidak bisa bernafas. Kyuhyun pun melepaskan tautan bibir mereka. Taringnya kini memanjang. Entah Setan apa yang sudah merasuki tubuhnya. Kyuhyun memiringkan kepalanya, mendekati ceruk leher jenjang Minhyun. Minhyun, semakin takut saat ini.

“Kyu_Kyuhyun Apa kau akan menyakiti orang yang yang kau sayangi?”

*Degg*

Kata-kata yang keluar dari Minhyun seolah sihir, yang bisa mematahkan kekuatan vampire seorang Cho Kyuhyun. Entah kenapa, taring yang sudah muncul di sudut bibir Kyuhyun, kini menghilang.

“Aku tanya sekali lagi, Cho Kyuhyun. Apa kau akan menyakiti, seorang yang kau cintai?” ulang Minhyun, dengan nafas yang sedikit terengah-engah tapi sangat jelas di telinga seorang Cho Kyuhyun.

Kyuhyun menatap sendu, wajah Minhyun. Memperlihatkan onyx nya, yang sangat tajam.

“Tidak” jawab Kyuhyun singkat.

“Lalu kenapa kau menyakiti ku? Aku yakin kau pasti tidak mencintaiku kan?” Entah apa yang membuat Minhyun, bisa mengatakan hal itu. Kyuhyun hanya diam mematung, mencoba menjawab pertanyaaan dari Minhyun.

“A_aku_ hanya ingin Kau bersamaku Minhyun, dan menjalankan tugas ini sebagaimana mestinya” jawab Kyuhyun datar, tapi matanya memancarkan kesedihan. Kyuhyun mendekap erat Minhyun, yang masih terisak.

“Tapi Kau menyakiti orang yang kau sukai Cho Kyuhyun” Minhyun berontak dalam pelukan Kyuhyun, meronta supaya Kyuhyun melepasnya.

“Tidak, Apa Kau tau bagaimana jika aku gagal dalam misi ini?”

“KENAPA KAU MENGALIHKAN PEMBICARAN KYUHYUN-AH…” Minhyun menaikan beberapa oktaf suaranya.

“Aku akan berubah menjadi debu, dan menghilang selamanya” ucap Kyuhyun lirih, menundukan kepalanya, menyembunyikan raut wajah sendunya itu.

#JDEERRR#

Bagaikan tombak yang menghantai elu hatinya, ntah knapa Minhyun sangat sesak mendengar kalimat terakhir Kyuhyun.

“A_Apa?” Ucap Minhyun, dengan bibir yang bergetar.

“ya, aku akan hancur sperti debu, dan menghilang selamanya. Tak akan dapat berenkarnasi sekalipun”

“Lalu Kenapa harus aku Cho Kyuhyun?” Air mata Minhyun, kini sudah membasahi pipinya tanpa Ia sadari. Sungguh, Kyuhyun benci jika ada yang menangis, di dekatnya.

“ulljima, berhenti lah menangis Minhyun” Kyuhyun mendekap Minhyun, dalam pelukannya lagi. Membawa kepala Minhyun, di dada bidangnya.

“Ceritakan padaku Kyu- Kenapa harus aku?” Masih terisak, dalam dekapan Kyuhyun. Tanpa Minhyun, sadari Ia membalas erat pelukan Kyuhyun.

#FLASHBACK#

17 TAHUN 11 BULAN YANG LALU

“sedikit lagi nyoya, berusahalah” seorang wanita, berpakaian serba putih itu, yang tidak lain adalah dokter Yejin, terus berusaha mengeluarkan bayi yang ada dalam kandungan pasiennya.

“yo_yoboe,, ” wanita, yang sedang berusah keras itu, menggenggam jemari suaminya erat, mencoba meminta kekuatan, supaya tetap bertahan.

“bertahanlah, sedikit lagi” , suami dari ini terus memberi semnagat pada istri yang Ia cintai.

“ooeeee”

“hah, hah,”

“Kau berhasil, istriku” Tn Kim, mencium kening istrinya, dengan penuh kebahagaian. Sementara Bayi mereka, masih dalam balutan darah, di bawa oleh dokter Yejin.

“oeeee”

“Selamat, anak anda perempuan” Senyum mengembang di wajah cantik, dokter muda itu.

“…”
“….”

Selang 30 detik sang bayi tidak mengeluarkan suaranya lagi. Nafas pun, hampir tak dapat terdekteksi.

“Kenapa anakku berhenti menangis dok?” tanya , khawatir begitu mengetahui, bayi yang sudah di lahirkannya berhenti menangis.

Senyum yang tadi mengembang di wajah cantik Dokter Yejin menghilang, setelah mengetahui, bahwa bayi yang di gendongnya, sama sekali tak terasa detak jantungnya.

“CEPAT SIAPKAN SUNTIKAN PENGUAT PARU-PARU” ucap Dokter Yejin dengan tegas pada sluruh perawat yang ada di ruangan.

“Baik dok” jawab salah satu perawat.

“A_aku mohon selamatkan Anak saya, Dok” ucap yang masih terisak.

“Kami akan berusaha semaksimal mungkin” Dokter Yejin memberikan bayi yang dalam gendongannya itu pada salah satu perawat. Dengan cekatan Dokter Yejin menyuntik tangan bayi itu, supaya dapat menguatkan paru-paru nya. Tentu saja, Bayi tidak akan kuat, jika melahirkan di di usia kandungan yang baru genap 7 bulan itu. Sangat sulit, untuk keselamatan sang bayi.

Selang beberapa menit, Dokter Yejin menghentikan kegiatannya.

“Maaf, Bayi anda tidak bisa kami selamatkan. Kondisi bayi anda tidak cukup kuat, untuk bertahan hidup” Dokter Yejin, tertunduk sendu, begitu mengetahui Bayi yang di lahirkan tak dapat di selamatkan.

“Yo_Yoboe,, Ti_tidak mungkin” menangis Terisak, begitu mengetahui bahwa anaknya tak dapat di selamatkan.

“TIDAK DOK, ANAK SAYA HARUS HIDUP” langsung menggendong bayi yang ada di pangkuan salah seorang perawat, dan membawa Bayi nya pergi. Meninggalkan yang masih terisak, di ranjang pasien.

**********************

“saya mohon, tolong bantu saya. Saya bisa melakukan apapun, asalkan anak saya selamat” berlutut, pada seorang pria, berjubah hitam, yang ada di hadapannya.
“Baiklah, Tapi ada satu syarat yang harus kau penuhi” ucap pria berjubah hitam itu dengan tegas.
“Saya bisa melakukan apapun, asalkan anak ku selamat” ucap dengan penuh keyakinan.

“Baiklah, pada umur 18 tahun, anak mu akan ku bawa ke dunia vampire, dan kujadikan istri untuk putraku”

“Tak apa, asalkan putriku tak kau sakiti”

“Tentu saja, putrimu akan selamat di tanganku. Siapa nama putri mu?”

“Kim Minhyun, Dia putri pertamaku, Dan aku ingin putriku selamat”

“Baiklah, aku setuju, dan akan menyelamatkan putri mu” Pria berjubah hitam itu, segera mengambil Minhyun dari gendongan

“Apa yang akan kau lakukan pada putriku Cho Kangin?” Tn. Kim menaikan beberapa oktaf suaranya, Ketika melihat putrinya, seperti akan di mangsa oleh pria itu-Kangin.

“Percayalah padaku, aku akan membuat putrimu Hidup. Kim Young Woon” Kangin menatap tajam , agar diam.

“baiklah, saya percaya kepada anda” menunduk takut.

Kangin, semakin mendekatkan wajah Bayi kecil itu-Minhyun, dan tanpa aba-aba lagi-..

*sreettt*

setetes Darah keluar dari lengan kecil Minhyun, dan di sela-sela bibir Kangin, terdapat sisa-sisa darah. Tentu saja, karna Kangin menghisap darah Minhyun.

“OEEEEEE”

Suara Tangisan, kembali terdengar dari Minhyun kecil. yang masih terkejut, tiba-tiba tersenyum senang.

“Terimakasih, Kau sudah menghidupkan putriku” membungkukan badannya sebagai rasa hormat.

“Tentu, Tapi kau harus ingat janji mu. 18 tahun yang akan datang. Putra ku- Cho Kyuhyun, akan datang menjemput Putrimu-MInhyun.

“Ya, saya akan selalu ingat janji itu” segera menggendong Minhyun ke dalam pangkuannya.

“Janji mu Harus benar-benar kau tepati Kim Young Woon” Kangin menghilang bagaikan angin setelah menyelesaikan perkataan terakhirnya.

“Terimakasih” pun segera keluar dari Hutan lebat yang Ia gunakan untuk bertemu Vampire-Kangin itu. Dan membawa Minhyun, menjauh dari tempat itu

*Flasback end*

 

Minhyun, menggeliatkan tubuhnya. Merasa posisinya kurang nyaman. Apalagi dengan di desak, oleh cahaya matahari, yang mulai menerobos masuk. Melalu celah-celah jendela kamar Minhyun. Minhyun menggerjapkan matanya perlahan, melihat ke sekeliling arah, tempat Ia terbaring saat ini.

“mwo? kenapa aku sudah ada di sini?” Setelah kesadaran Minhyun terkumpul. Akhirnya, Ia menyadari bahwa sekarang. Minhyun sudah berada di kamarnya. Padahal seingatnya, Ia bersama Kyuhyun.

“eonnie, sudah bangun? Tidurmu nyenyak sekali” Taehyun, menghampiri kakaknya, yang masih duduk termenung di atas ranjang king size, miliknya.

“eonnie!” panggilnya, tapi sayang sang kakak masih tidak menggubrisnya.

‘Kyuhyun, apa kau benar-benar akan hilang seperti debu?’ batin Minhyun, bertanya-tanya sedari tadi. Tak menanggapi panggilan adiknya itu.

“Ishhh, eonnie!” Taehyun, mulai menaikan beberapa oktaf suaranya. Yang akhirnya dapat memulihkan lamunan Minhyun.

“eh? waeyo? sejak kapan kau di sini, Taehyun?” Tanya Minhyun kaget, mendapati adiknya yang sudah ada di depannya saat ini. Dengan raut wajah yang terlihat sedih kesal.

“Aku memanggilmu dari tadi, eon!” Taehyun berdecak kesal, melihat perubahan aneh kakaknya. Semenjak Kyuhyun, hadir dalam kehidupan kakaknya itu.

“Mianhae, tadi kakak melamun”

“nugu? Kyuhyun oppa?” Minhyun hanya bisa menggangguk sebagai, jawaban untuk adiknya.

“wae? apa yang terjadi sebenarnya?” Tanya Taehyun, yang mulai terlihat khawatir, melihat kondisi kakaknya itu.

“Jika kau di beri pilihan untuk, melepas orang yang kau cintai, asalkan dia bahagia. Tapi kau harus mati. Atau Kau harus menjalakan sebuah tugas berat, tp harus menyebabkan orang yang kau cintai, terluka. Apa yang akan kau pilih, Taehyun?”

“kenapa mengalihkan pembicaran, eon?”

“jawab saja, pilihan 1 atau 2”

“aku pilih yang pertama, karna kita harus melakukan segala hal, asalkan orang yang kita cintai bahagia” jawab Taehyun mantap.

“Lalu, jika aku mencintai seseorang, tapi aku tidak ingin mengikuti jalan pemikirannya. Apa yang akan kau lakukan?” Tanya Minhyun lagi, dengan raut wajah yang terlihat cemas.

“aku akan mengikuti jalan orang yang kucintai, karna mungkin jika dia tak ada, sama saja aku seperti mayat hidup” Minhyun, nampak sedikit berpikir, dengan jawaban adiknya kali ini.

“ah, ne, gomawo Taehyun-na” Minhyun, memeluk adiknya dengan sangat erat.

“lepaskan aku eon, aku sulit bernapas” Taehyun sedikit berontak, ketika Minhyun memeluknya.

“gwaenchana, aku tak akan membunuhmu Taehyun”

“Ishh, eonni, seram. Lepaskan aku” Teriak Taehyun, yang di selingi dengan tawa

“shirooo” Seperti anak kecil, yang tak ingin di tinggal, Minhyun semakin mengeratkan pelukannya.

“Eonnie, di tunggu tamu di bawah! Cepat ke bawah, dan lepaskan aku!” Minhyun pun melonggarkan pelukannya.

“nugu?’ tanya Minhyun, penasaran. Seketika perasaan tak enak, muncul kembali.

“Kyu oppa” jawab Minhyun singkat, dan langsung pergi meninggalkan kakaknya.

“untuk apa dia kemari?” Tanya Minhyun sedikit kaget, jujur, Ia masih takut untuk menghadapi seorang Cho Kyuhyun. Tapi, sungguh hati nya benar-benar merindukan sosok Kyuhyun.

“Entah lah, yang pasti Kyu oppa, menunggu unni di bawah” Taehyun, segera keluar dari kamar kakaknya itu.

.

.

“untuk apa kau kemari, Kyu?” Tanya Minhyun sarskatik, Ketika Ia sudah berhadapan dengan Seorang Cho Kyuhyun.

“Tak bisa kah, kau mengucapkan terimakasih terlebih dahulu?” Kyuhyun mempersempit jarak antara Ia dengan Minhyun.

*DEGGG* DEGG*

“Perasaan apa ini? Kenapa? Kenapa dengan Jantung ku? Tak bisa di ajak kerjasama sama sekali” Batin Minhyun, merutuki Jantungnya yang 10 X lebih cepat dari biasanya, ketika Jaraknya dengan Kyuhyun hanya terpaut 3 cm.

“u_untuk a_apa? Kenapa harus berterimakasih padamu?” Jawab Minhyun, sedikit tergagap antara jaraknya dengan Kyuhyun.
“Aku menceritakan semua, yang ingin kau ketahui, Dan jangan lupakan, bahwa aku tak jadi mengigitmu saat itu” Kyuhyun berbisik pelan di telinga Minhyun. Tentu saja terdengar sangat jelas.

“Men_menjauh dari ku, Cho Kyuhyun” Minhyun mendorong tubuh Kyuhyun, sekuat yang Ia bisa. Tapi sayangnya, kekuatannya tak cukup kuat, untuk melawan seorang Vampire tampan itu.

“Kau gugup di hadapanku” Kyuhyun mempertahankan posisinya, supaya tetap berada di jarak yang sempit seperti ini.
‘lucu sekali wajahnya, merona seperti tomat di hadapanku’ Batin Kyuhyun tersenyum, senang melihat Minhyun seperti itu. Tentu saja, tidak Ia perlihatkan. Tetap mempertahankan wajah stoic nya.

“Ti_Tidak, Aku Tidak gugup”

“Kau berbohong”

“Tidak, aku tidak berbohong. Jika kau tak percaya padaku. Jangan, ke_kemari lagi” Minhyun mencoba membalikan tubuhnya, dan pergi meninggalkan Kyuhyun. Tapi sayang, Kyuhyun lebih dulu menggenggam tangannya cepat.

“Ikut aku”

“chakaman, Kyu.. Hari ini kita harus sekolah!”

“Kau lupa hari ini libur, eoh?”

“jinja?”

“hn, ikou”

“Kenapa kau mengajakku ke taman ini lagi, Kyu?” Minhyun, menghentakan tangannya, mecoba melepaskan genggaman, tangan Kyu.

“Kau menyukai ku! ” Kyuhyun menatap intens Minhyun.

“mwo? itu tidak mungkin” Sanggah Minhyun, mencoba menghindar dari tatapan tajam milik Kyuhyun.

“Tatap aku, Minhyun. Aku hanya perlu, memastikan semuanya”

“Shiroo,, jangan menatap ku seakan kau akan menerjangku Kyu! Aku membenci mu. Aku membencimu ketika kau melihatku seperti itu. Menyeringai ketika melihatku. Aku benci Kyu! Aku benci di saat kau tak ada untukku Kyu!” Entah sadar atau tidak, air mata Minhyun sudah melesat jauh, membashi pipinya.

“arraseo, arraseo.. Saranghae Kim Minhyun” Kyuhyun membawa Minhyun dalam pelukan hangatnya. Minhyun, hanya bisa menangis, di dalam pelukan hangat Kyuhyun. Entah apa yang membuat Minhyun, mengatakan hal tadi, Dan membuatnya Menangis lagi seperti sekarang. Nyaman, Hangat. Itu yang Minhyun, rasakan. Dan Ia, tak ingin melepas kehangatan seorang Cho Kyuhyun.

“Aku tidak menyukai mu, Cho Kyuhyun” Bantah Minhyun, di sela-sela isak tangisnya.
“Kau berbohong. Sudahlah, akui saja” Kyuhyun menyeringai, Entah apa yang akan Ia lakukan pada Minhyun kali ini.

“Waktu ku tinggal 10 hari lagi, Minhyun. Jika aku benar-benar tak bisa mengubahmu. Maka aku akan tetap menjadi debu”

“itu bukan urusanku, Kyu” Minhyun memalingkan pandangannya.

“Baiklah jika itu mau mu. Jangan salahkan aku jika aku menghilang dari mu, Minhyun” Kyuhyun melepas pelukannya, Dan tentu saja seringaian itu masih terpampang dengan jelas.

“Itu bukan urusanku”

“Hn_ arraseo. Aku pergi. Jaljayo” Kyuhyun, tiba-tiba pergi menghilang seperti angin. Itu membuat Minhyun, entah kenapa menangis, terduduk di antara rerumputan taman itu.

“nado saranghae Cho Kyuhyun”

*******

Sudah 2 hari, sejak kejadian di taman kemarin. Minhyun, sama sekali tak melihat sosok Cho Kyuhyun Evil itu. Sungguh, dalam benak Minhyun. Ia sangat merindukan Cho Kyuhyun.

“Kemana dia? Apa dia serius dengan kata-kata nya?” Batin Minhyun, terus bertanya akan kehadiran Kyuhyun.

Sungguh, hari ini Minhyun sangat malas, untuk pergi ke sekolahnya. Tanpa ada sosok Kyuhyun, yang selalu menemani, dan terkadang mengganggunya. Sungguh, sangat menyebalkan.

“Tak tahu kah Kyu, Aku sangat membenci, ketika kau tak ada di dekat ku?” Teriak Minhyun, di atas atap sekolah yang sepi. Angin, yang mnyeruak dingin. Membuat rambutnya yang terurai, tertiup.

“Aku membenci mu CHO KYUHYUN…”

“Benarkah?”

*DEGG* DEG*

“suara itu, yah suara itu” Batin Minhyun bergejolak, mendengar suara yang ada di belakangnya. Suara langkah kaki yang juga semakin dekat menuju ke arahnya.

“Jangan-jangan…”

Suara derap kaki terdengar mendekati sosok Minhyun. Yah,, sangat dekat. Sontak Minhyun merasakan tubuhnya membeku.

“Kau mencari ku,eoh?” langkah kaki itu semakin dekat, suara lembut yang memang Minhyun rindukan semenjak 2 hari yang lalu. Minhyun membalikan badannya gugup. Yah,, sosok yang Ia cari ada di hadapannya, tepat 10 cm di dekatnya. Tapi justu yang membuat Minhyun kaget adalah soosk yang ada di belakang Kyuhyun.

“kyu-na,, “Rasanya tenggorokan Minhyun benar-benar tercekat, sunggu Ia benci hal ini.

“ah,, kenalkan ini Jihyun. Pacarku” seolah bisa menebak apa yang ada di pikiran Minhyun. Kyuhyun langsung mengenalkan yeoja yang sedari tadi ada di dekatnya.

“bayak yang ingin aku katakan Kyu, tapi sepertinya tidak untuk sekarang” Minhyun tersenyum hambar, dan mulai meninggalkan Kyuhyun, dan yeoja itu- Jihyun. Tapi sayang pergelangan tangan Minhyun di genggam cepat oleh Kyuhyun.

“kau, cemburu pada ku” Kyuhyun berbisik pelan di telinga Minhyun

“ahnii,, aku tidak cemburu padamu Kyu, jangan harapkan itu” Minhyun mencoba melepaskna pergelangan tangannya yang terasa sakit, akibat ulah Kyuhyun.

“Jinja?” ucap Kyuhyun yang sudah melepaskan genggaman tangan Minhyun

“unn_ ne, Kyu” Minhyun melesat pergi meninggalkan Kyuhyun dan Yeoja itu.

#MINHYUN POV#

Kenapa? Kenapa Kyu bersama yeoja itu? Waeyo? Kyu bilang, dia menyukaiku, tapi kenapa? Kenapa bersamanya? Aku sudah tak bisa memikirkan apa-apa lagi. Sungguh, aku ingin pergi dan pulang segera ke rumah. Aku berjalan gontai menyesuri koridor sekolah, dengan wajah tertunduk, menahan isak tangis yang mungkin sebentar lagi akan pecah. Ku gigit bibir bawahku untuk mengurangi isak tangisku. Berlari menjauh, tanpa arah sampai akhirnya, aku ada di belakang sekolah. Yah,, tempat dimana aku dan Kyuhyun bertemu pertama kali. Aku duduk di bawah pohon yang sedikit rindang. Yah,, isakan tangisku mulai pecah. Aku takut, bila Kyuhyun menghilang, tidak,, yang paling aku takuti adalah bahwa dia bersama yeoj lain. Seandainya waktu bisa berputar, aku ingin kembali disaat Kyuhyun menciumku, dan aku mengaku bahwa aku mencintainya. Tapi sayang, semua sudah berakhir.

#Minhyun Pov End#

.

.

.

.

.

.

“hiks,, hiks,, waeyo? Kenapa aku hanya bisa menyesali semuanya?” Minhyun menangis, di bawah pohon itu, sedikit menaikan beberapa oktaf suaranya, untuk menghilangkan rasa kesal, yang ada di hatinya.

“Ulljima” Suara pelan, tapi terdengar sangat jelas di telinga Minhyun. Yah,, suara yang mungkin ada di balik pohon itu.

Tapi, benar-benar terdengar sangat jelas. Bahwa suara itu, suara yang sangat Minhyun kenal.

Minhyun hanya diam, tak bergerak. Tubuhnya seakan takut, ketika orang yang ada di belakangnya berdiri, dan mendekati Minhyun yang terduduk. Minhyun menutup matanya, berharap ini bukan lah Mimpi. Sosok itu ikut terduduk di hadapan Minhyun. Mengusap helaian rambut Minhyun yang tergerai.

“uljima, jangan menangis untukku. Aku tak ingin kau menangis Minhyun” sosok itu, mengusap jejak air mata Minhyun.

“Kyu,, saranghae, jeongmal saranghae Kyuhyun” Minhyun memeluk sosok itu –Kyuhyun. Sungguh Minhyun tak ingin melepaskan pelukannya dari namja jangkung ini.

“nado, Minhyun” kyuhyun membalas pelukan Minhyun, menyeringai

“Tapi,, Kau mencintai yeoja itu Kyu” Minhyun semakin mengeratkan pelukannya. Seakan Kyu itu benar-benar sangat berharga untuknya saat ini.

“Dia, bukan pacarku” jawab Kyuhyun datar.

“tadi kau, bilang dia itu pacarmu, Kyu?” Minhyun menatap Kyuhyun kesal, karna alasan dia menangis kali ini, hanya gara-gara cemburu pada yeoja itu.

“Sepertinya kau terperangkap jebakanku” Kyuhyun memeluk kembali tubuh mungil Minhyun.

“YAK,, CHO KYUHYUN, AKU SERIUS,, HIKS,,” Minhyun kembali terisak, dalam dekapan Kyuhyun.

“Mianhae, aku hanya ingin kau jujur padaku. Dia itu sepupuku Cho Jihyun. Aku menyuruhnya supaya dia menjadi pacarku, dan sepertinya rencanaku benar-benar berhasil tanpa cacat”

“KAU KEJAM KYU…” Minhyun berontak, mecoba melepaskan jeratan pelukan Kyuhyun.

“Tapi kau cemburu, dan berkata jujur padaku”

“arraseo,, rencana licikmu itu benar-benar berhasil” ucap Minhyun sarkatik

“hahaha, mianhae, aku benar-benar mencintaimu. Mungkin hari ini hari terakhirku disini, karna sepertinya appa, sudah murka padaku”Kyuhyun mengacak-acak pelan rambut Minhyun.

“kau akan menghilang?”

“yah,, misi ku gagal, dan aku harus menerima hukuman itu”

“shirooo,, kau tak boleh pergi Cho Kyuhyun. Kau harus tetap di sampingku” Minhyun memeluk kembali Kyuhyun dengan sangat erat.

“Mianhae, saranghae” Kyuhyun melepaskan pelukan Minhyun, mendekatkan wajahnya sampai nafas mereka benar-benar terasa.

“Mianhae, aku harus pergi” Kyuhyun menjauhkan wajahnya, dan mulai berbalik.

“shiroo, jangan pergi, dan gigit aku Kyu, ayo gigit aku” Minhyun menahan tangan Kyuhyun supaya Kyu tidak menjauh.

“Aku mohon Kyu,, gigit aku, dan ubah aku menjadi vampire sepertimu”

“Mianhae,, aku tak mau kau terluka”

“Tidak,, aku tak apa-apa Kyu. Aku mohon”

“Percaya padaku, Kyu. Nan gwaenchana” Minhyun menggenggam erat tangan Kyuhyun. Kyuhyun menempelkan keningnya pada Minhyun, sehingga nafas merereka saling terasa satu sama lain.

“Kau yakin?” nafas Kyuhyun menerpa wajah Minhyun, Minhyun hanya bisa mengangguk sebagai jawaban. Kyuhyun tersenyum tulus, mellihat keseriusan Minhyun. Taring yang dulu, Minhyun takuti. Kini sudah muncul, di sudut-sudut bibir Kyuhyun. Minhyun pasrah, menutup matanya rapat-rapat. Ketika Kyuhyun sudah memiringkan kepalanya, dan berada di ceruk leher jenjang Minhyun.

“BERHENTI DI SITU CHOI SIWON” Suara yang terdengar sangat kencang, dan penuh ambisi itu. Mampu membuka mata Minhyun lagi.

“cih,,” Kyuhyun yang ada di sebelah Minhyun berdecak kesal. Membuat Minhyun otomatis, mengalihkan pandangannya ke arah suara teriakan itu. Sungguh Minhyun sangat kaget, ketika melihat ada sosok CHO KYUHYUN lagi, yang berjarak 50 cm di hadapannya.

“Lepaskan dia Choi Siwon, dan kau Menjauh darinya Minhyun” Kyuhyun yang berteriak tadi mulai mendekat ke arah Minhyun.

“Kenapa Kyuhyun ada dua?” Minhyun memundurkan langkahnya, menjauhi sosok dua Kyuhyun itu.

“percaya padaku Minhyun, dia hanya berbohong. Aku adalah Kyuhyun asli mu” Kyuhyun yang ada di samping Minhyun menatap Minhyun penuh keyakinan. Minhyun tetap berjalan mundur ke belakang. Menjauh dari sosok yang ada di dekatnya tadi. Sungguh Ia bingung menentukan, mana yang asli atau tidak.

“Dia hanya menyangkal Minhyun. Dia adalah Choi Siwon. Vampire biadab yang ingin membunuh mu” Kini giliran Kyuhyun terus melangkahkan kakinya untuk menghampiri lagi sosok Minhyun, dan tentu kembaran yang tadi Ia- panggil Siwon.

“Tidak,, Dia palsu. Percaya padaku Minhyun” Sosok Kyuhyun yang ada di sebelah Minhyun menatapnya tajam.

“NEO!” Kyuhyun yang terus melangkah mendekati sosok yang mirip dengannya dengan Minhyun. Kini menerjang sosok yang mirip persis dengannya.

*BUAKK*

Sebuah pukulan telak, mengenai sosok Kyuhyun yang Ia pukul. Tentu saja yang mirip dengannya.

“JANGAN MENYAMAR SEPERTI ITU LAGI, CHOI SIWON. KARNA KAU BERBEDA DENGANKU”

Minhyun yang melihat pertengkaran kedua Kyuhyun itu, hanya bisa diam membatu. Mencoba memikirkan, siapa Kyuhyun yang asli.

“cih,, berani sekali kau memukulku, Kyu” yah,, sosok yang tadi Kyuhyun pukul- yang di panggil Siwon jatuh hingga tersungkruk. Tiba-tiba wajahnya berbeda, tak mirip lagi dengan Kyuhyun. Kini sosok Kyuhyun hanya satu.

“Kyuuuuu”Minhyun berlari ke arah sosok Kyuhyun, yang asli. Tapi sayang pergelangan tangan Minhyun, di genggam oleh sosok yang ada di belakangnya. Siapa lagi, selain namja yang sudah menyamar menjadi Kyuhyun- dia,, Choi Siwon.

“Lepaskan Dia” ucap Kyuhyun dengan geram. Minhyun yang sedang kesakitan, mencoba melepaskan genggaman namja jangkung ini.

“tak akan semudah itu, Kyu” Siwon semakin menggeratkan genggamannya. Taringnya sudah muncul di sudut-sudut bibirnya.

“sial, tak akan ku biarkan kau menyentuhnya” Kyuhyun, mengeluarkan taring yang sama persis dengan Siwon. Jangan lupakan dengan mata merahnya, yang sudah siap untuk membunuh. Kyuhyun menerjang tubuh Siwon, dan siap untuk memukulnya. Otomatis, Minhyun sudah lepas dari genggaman namja bernama Siwon.

“Kaa,, pergilah menjauh Minhyun” Kyuhyun sedikit berteriak, menyuruh Minhyun pergi dari tempat Ia akan membunuh namja yang sudah Ia tahan sekuat tenaga.

“shiroo,, aku hanya ingin bersamamu Kyu!” Minhyun sedikit menjauh, dan diam di balik pohon.

“diam di situ, Kim Minhyun” Minhyun hanya menggangguk takut melihat Kyuhyun seperti itu.

“kasian sekali kau, Kyu. Menyedihkan. Menggigit seorang yeoja saja, kau tak bisa” Siwon tersenyum meremehkan. Kyuhyun yang mendengar itu, langsung berdelik melihat Siwon. Dan langsung mencekik lehernya.

“lepaskan”

“tak akan ku lepaskan. Karena aku akan membunuhmu” Kyuhyun semakin mengencangkan cekikannya.

BERHENTI DI SITU CHO KYUHYUN, CHOI SIWON!” suara yang sedikit menggelegar, yang lumayan memekakan telinga terdengar seperti orang murka. Yang bisa membuat dua pemuda ini diam membatu. Sayangnya tak ada seseorag yang berteriak itu. Hanya sebuah suara.

“cih,, kakek itu mengganggu saja” Kyuhyun berdecak kesal, dan menghempaskan tubuh Siwon kasar.

Kembali ke tempatmu Siwon-ssi. Jangan mengganggu Misi yang telah ku berikan untuk, Kyuhyun”

“arrraseo”Siwon bangkit berdiri dan mulai menghilang, bersama suara menggelegar itu.

“gwaenchana?” Kyuhyun Langsung menghampiri Minhyun, yang terduduk di bawah pohon.

“kyuuuu” Minhyun langsung memeluk Kyuhyun, menangis, menumpahkan segala ketakutannya.

“semuanya baik-baik saja, Minhyun” Kyuhyun membalas pelukan Minhyun.

“aku takut, kau benar-benar meninggalkanku, Kyu”

“aku tak akan pernah meninggalkanmu, Minhyun”

“jeongmal?” Minhyun mengadahkan kepapalanya, menatap wajah tampan Kyuhyun. Kyuhyun semakin mempersempit jaraknya dengan Minhyun. Menempelkan keningnya dengan Kening Minhyun.

“Hn_aku tak akan pergi kemana pun” Kyuhyun mempertemukan bibirnya dengan bibir Minhyun. Mengecap rasa manis, bibir bibir plum, Minhyun. Bibir mereka terus bertautan, dan melepasnya ketika mereka membutuhkan pasokan oksigen. Kyuhyun menempelkan keningnya lagi, mempertemukan onyx nya dengan emerland Minhyun.

‘gigit aku, Kyu. Buat aku menjadi sepertimu. Aku mohon, aku tak mau jika kau pergi menghilang dari sisiku”

“Kau yakin? Aku benar-benar tak ingin kau terluka”

“ya, akuyakin” Minhyun menatap Kyuhyun penuh keyakinan. Kyuhyun hanya tersenyum tulus.

“baiklah, akan ku buat kau menjadi sama sepertiku” Kyuhyun mengecup bibir Minhyun singkat.

“saranghae”

Setelah mengucapkan itu, tanpa aba-aba lagi. Kyuhyun sudah menghisap darah Minhyun. Mencampurkan salivanya, dengan darah Minhyun. Yah,, sedikit terkontaminasi, dengan darahnya. Selang satu menit. Kyuhyun melepaskan gigitannya, dan tepat saat itu. Minhyun langsung kehilangan kesadarannya, dan jatuh di pelukan Cho Kyuhyun.

.

.

.

.

.

Minhyun membuka matanya perlahan. Mengerjapkan matanya berkali-kali. Setelah kesadarannya penuh. Ingatan Minhyun mulai bisa mencerna semuanya. Ingatan tentang ketika Kyuhyun mengubahnya. Minhyun tersenyum mengigat bahwa ia sudah seperti Kyuhyun. Tapi Minhyun sedikit kaget, ketika Ia menyadari bahwa ini bukanlah kamarnya. Sedikit membuat Minhyun tersentak, Ketika Ia menyadari lagi. Ada lengan yang melingkar di pinggangnya.

“chakaman,, nugu?” tanya Minhyun dalam hati, dan ia pun langsung mengadahkan kepalanya ke atas. Sungguh serasa jantungnya ingin keluar dari rongganya. Namja yang memeluknya kini menggeliat tak nyaman, dan semakin mengeratkan pelukannya pada Minhyun.

“K_Kyu-na, Kyu,, lepaskan aku” Minhyun berbisik pelan di telinga Kyuhyun. Mencoba mendorong dada Kyuhyun, supaya menjauh darinya. Ini terlalu dekat, bisa-bisa Minhyun pingsan di tempat. Jika jaraknya dengan Kyuhyun sedekat ini.

“kyuuuu” Minhyun menaikan bebrapa oktaf suaranya, supaya terdengar oleh Kyuhyun.

“waeyo?” Bukannya melepaskan pelukannya, Namja jangkun bermarga Cho ini, malah memeluknya erat.

“Lepaskan aku Kyu”

“shiroo,, kau tetap berada di sampingku”

“se_sesak Kyu”

“shiroo”

“Yak,, Kyu. Lepaskan, atau aku akan pergi dari sini”

“Kau tidak bisa kabur, Minhyun. Karna sekarang kau sudah ada di duniaku. Welcome to Vampire World” Kyuhyun mencium kening Minhyun, dan mengeratkan pelukannya. Supaya Minhyun diam, dan terus berada di sisinya.

*FIN*