I hate you my lovely vampire/ chap 2 end

Title: I Hate You, My lovely Vampire

Author : Astia Kishimoto

twitter : astia_morichan (mention for follback)

Rate : T

Genre : Romance, Fantasy

Disclameir: Fanfic ini 100% milik saya.

Summarry: Seorang Vampire bernama Cho Kyuhyun, di utus ke dunia. untuk membawa kembali belahan jiwanya yang bernama Minhyun. akankah misinya berhasil?

Cast : Cho Kyuhyun

Kim Minhyun

SUJU OTHER MEMBER

WARNING :OOC, ABAL, MAYBE TYPO. BUT RCL PLEASE.

“Dengar Minhyun-ah, suatu saat nanti, pasti akan ada seorang namja yang mengincarmu. Ketika kau beranjak remaja nanti” Ucap wanita, yang sudah renta. Melihat sendu pada gadis kecil yang ada di hadapannya.
“maksud halmoeni apa? Aku tidak mengerti” tanya gadis kecil yang bernama Minhyun itu, sambil memiringkan kepalanya.
“vampire, Kau akan di incar oleh mereka” Halmoeni itu mengelus puncak kepala Minhyun, dengan lembut.
“lalu apa aku harus ikut bersama mereka?” tanya Minhyun polos
“Jika mereka mengancammu, atau membuatmu takut. Tunjukan kalung ini pada mereka” Halmoeni memberikan kalung berbentuk salib, pada Minhyun kecil itu.
“Baiklah, aku mengerti. Lalu kalau aku menyukai vampire yang mengincarku bagaimana?” Minhyun mengambil kalung itu dari tangan halmoeni nya.
“itu semua ada di tangan mu. Kekuatan Cinta yang dapat memberikan jawabannya”

Minhyun masih tercegang kaget mengingat memori masa lalu nya, yang berputar di otaknya.
“tidak, ini pasti mustahil. Tidak mungkin ada vampire di dunia ini. Tapi melihat Kyuhyun, aku jadi percaya apa yang halmoeni katakan dulu” gumam Minhyun pelan, yang masih terduduk di tanah.
“baiklah, jika itu mau mu Cho Kyuhyun. Aku tidak akan pernah jatuh dalam pelukanmu. Ingat itu” Minhyun menyeringai kecil, dan mulai berdiri. Merapikan rok, dan blazer nya yang sedikit kotor.

.

.

“eonnie,, kenapa eonnie pulang telat? Aku dari tadi menunggu eonnie” teriak seorang gadis kecil, yang langsung berlari memeluk sosok Minhyun, yang baru terlihat di depan gerbang rumahnya.
“Mianhae, Taehyun. Eonnie, ada banyak urusan tadi di sekolah” Minhyun tersenyum dan membalas pelukan Taehyun, adik kesayangannya itu.
“eonnie, ayo masuk. Ada namja tampan, yang sedang menunggu eonnie di dalam” Taehyun menarik tangan Minhyun untuk mengikutinya.
“jinja? siapa?” tanya Minhyun, yang masih tetap mengekori punggung adiknya itu.
“pokoknya lihat saja” jawab Taehyun, yang tersenyum jahil.

.

.

“Siapa yang mau bertemu eonnie, Taehyun?”
“itu..” Taehyun mengarahkan telunjuknya dan Minhyun pun melihat ke arah yang di tunjuk adiknya itu.

“Hyaaa,, Cho Kyuhyun… Kenapa kau berada di sini? Pergi dari rumahku sekarang” Minhyun berteriak, mendekati Kyuhyun. Dan mencengkram lengannya.
“Kau tak sopan sekali. Kepada tamu berteriak seperti itu” Cibir Kyuhyun, yang sudah berdiri karna di tarik Minhyun.
“tentu saja, karna kau membahayakanku. Kaa, pulang lah” Minhyun segera membuka pintu, dan siap mendorong tubuh Kyuhyun keluar. Tapi niatnya gagal.

.

.

“Minhyun~ah, jangan seperti itu pada Kyuhyun. Dia calon suami mu” Seorang wanita paruh baya sudah duduk di sofa ruangan, dan membawa beberapa cangkir minum. Tentu saja untuk tamu tampan itu.

“heh? Eomma bilang apa tadi?” Tanya Minhyun yang belum mencerna perkataan Ibunya itu, dan dengan cepat melepaskan cengkraman tangannya pada Kyuhyun.

“Nde, dia calon suami mu. Eomma sudah setuju jika kau menikah dengannya. Karna sejak dulu Keluarga kita sudah berhutang budi pada keluarga Cho. Tapi semua keputusan ada di tanganmu” Jawab Eomma Minhyun santai, sambil menyeruput teh yang Ia buat tadi. Sementara Kyuhyun, hanya menyeringai tipis. Penuh kemenangan.

“Oemma pasti bercanda, tidak mungkin namja jelek ini jadi suami ku. Oemma pasti bercanda iya kan?” Tanya Minhyun dengan wajah yang meminta penjelasan pada Oemma nya itu.
“anni, oemma tidak bercanda”Jawab Oemma Minhyun santai

“Oemma bohong, pasti bohong”Minhyun beranjak dari ruang tamu, menuju kamarnya. Meninggalkan Oemma nya, Kyuhyun, dan Taehyun.

.

.

*MINHYUN POV*

Aku benar-benar tidak percaya dengan apa yang Oemma katakan. Vampire yang beberapa saat lalu akan mengambil nyawaku, dengan menggigitku di taman belakang sekolah. Kinni menjadi calon suami ku. Apa maksudnya? Aku benar-benar tidak percaya. Ini sangat tidak masuk akal.

Aku merebahkan tubuhku di king size milik ku. Tak lupa mengunci pintu kamarku supaya tidak ada yang berani masuk. Terutama Cho Kyuhyun itu. Sampai lupa bahwa kamarku gelap.

*MINHYUN POV END*

“Dia benar~benar gila. Vampire gila itu, membuat mood ku buruk, seharian ini. Mungkin ini hari sialku. Tuhan, aku mohon bangunkan aku dari mimpi buruk ini” Minhyun mengumpat Kyuhyun, tanpa Ia sadari ada seorang namja yang duduk di sampingnya.

“Ini bukan Mimpi Minhyun-ah, Ini nyata” Suara yang sangat Minhyun kenal beberapa saat yang lalu mengema di kamarnya.

“Dan sekarang, suara namja jelek itu terdengar lagi. Ini benar-benar buruk”Minhyun terus mengumpat kesal, apalagi mendengar suara namja yang selalu membuatnya bad mood seharian.

“Hey- Kau tidak berhalusinasi. Ini aku Vampire terganteng yang akan menjadi calon suami mu nanti” suara itu terus menggema di sudut ruangan kamar Minhyun.

“Kenapa suaara itu membalas perkataan ku terus? Mungkin aku sudah gila kali ini” Minhyun terus bermonolog sendiri.

“Tentu, karna aku Cho Kyuhyun ada di samping mu Pabbo” Kyuhyun mendengus kesal, melihat Minhyun yang masih terdiam mencerna perkataan yang tadi ia ucapkan.

Selang beberapa menit, akhirnya Minhyun membalikan badannya. Mencoba melihat dan menajamkan pendengarannya. Ke arah suara itu berasal.

“Hyaaaa, Kyuhyun… Kenapa kau bisa ada di kamarku, eoh?” Tanya Minhyun panik, dan mulai terduduk di tepi ranjangnya.

“Tentu, karna aku Vampire. Ingat itu. Aku bisa melakukan apapun sesuka ku” Jawab Kyuhyun datar, dan tersenyum tipis. Melihat Minhyun yang sedikit ketakutan.

“Ne, Kau vampire jahat yang mengincarku. Cepat pergi dari sini. Atau aku akan mengeluarkan kalungku lagi”

“Tidak ada cahaya di sini Minhyun~ah. Maka kalung itu tidak akan berfungsi”

“baiklah, akan kunyalakan lampu kamarku” Minhyun segera menekan tombol yang ada di samping ranjangnya itu.

“baik, aku menyerah. Aku tidak akan menyerangmu. Karna sudah ku pastikan Kau akan menjadi milik ku Cho Minhyun” Kyuhyun tersenyum penuh kemenangan.

“Mwo? Maksud mu apa hah? Cho Minhyun? Jangan harap” Ucap Minhyun ketus.
“hahaha, liat saja nanti”

“baiklah, liat saja. Aku tidak akan menyukai mu Kyu”

“Sebagai permintaan maaf, membuat mood mu buruk, bagaimana kalau kita jalan~jalan?” Tawar Kyuhyun, yang kali ini tersenyum tulus.

“Tidak, nanti kau akan memakanku di tengah jalan” Tolak Minhyun, dengan mempout kan bibirnya.

“Tidak akan, aku janji tidak akan memakanmu. Aku kan ingin menjadikan mu milik ku. Tidak mungkin aku melakukan itu, pada calon istriku”

“Berhenti mengatakan bahwa ‘Aku adalah Calon istri mu’ Cho Kyuhyun”

“baiklah, Ikou. Kita pergi. Aku sudah meminta izin pada Oemma mu” Kyuhyun langsung menarik tangan Minhyun, tanpa meminta persetujuan dari sang pemilik.

.

.

Kyuhyun, dan Minhyun terus berjalan di sekitar Taman. Taman itu biasanya di penuhi oleh anak kecil setiap pagi. Mungkin karna sekarang sudah malam, taman itu menjadi sangat sepi.

Minhyun duduk di ayunan, dan Kyuhyun pun mengikutinya. Duduk di salah satu ayunan yang ada di dekatnya.

“Kyuhyun~ah” Minhyun mencoba membuka pembicaraan, Ia berniat untuk menayakan hal penting yang terus terngiang di pikirannya sedari tadi.

“Nde”

“boleh aku bertanya sesuatu padamu?”

“Tentu, Mau tanya tentang apa Minhyun?” Kyuhyun menyunggingkan senyumannya. Kyuhyun merasakan bahwa ‘Yeoja yang di incar nya ini, mulai membuka hatinya untuk seorang Cho Kyuhyun’

“Kyu, sebenarnya kenapa kau mengincarku?”

“Karna itu Misi yang di berikan Appa ku”

“Lalu kenapa Oemma ku mengenalimu?”

“Karna, Oemma mu sudah mengetahui bahwa kau di incar oleh vampire setampanku”

“Ish,, Oemma benar-benar kejam padaku” Minhyun semakin mempoutkan bibirnya, mendengar penuturan dari seorang Vampire yang ada di sampingnya.

“Tidak, Oemma mu tidak kejam. Oemma mu hanya ingin menepati janji nya di masa lalu, pada keluarga ku. Maka dari itu, aku di utus untuk membawa mu kembali ke dunia vampire”

“Jadi, sebenarnya aku adalah seorang penghisap darah yang sama seperti mu?” Tanya Minhyun, yang semakin tidak mengerti dengan cerita Kyuhyun.

“Nde, Ketika kau berumur 18 tahun, bulan purnama nanti. Aku akan mengubahmu Utuh menjadi seorang Vampire, seperti ku”

“Adwae,, 1 bulan lagi aku genap 18 tahun. Dan aku tidak ingin menjadi seorang penghisap darah” Tanpa Minhyun sadari, air matanya sudah melesat dari ekor matanya.

“Itu adalah takdir mu Minhyun” Kyuhyun mulai berdiri, dari ayunan nya dan berjongkok di hadapan Minhyun.
“Ta_Tapi Kyu, aku benar-benar tidak ingin menjadi vampire sepertimu” Minhyun semakin terisak. Tangisnya semakin tumpah.
“Tapi itu sudah takdir Mu Minhyun” Kyuhyun mulai mendekap Minhyun dalam pelukannya.

“Tapi halmoeni bilang padaku bahwa, aku bebas memilih. Untuk bersama mu atau tetap di duniaku” Minhyun masih menangis dalam pelukan hangat Kyuhyun.

“Mungkin nenek mu tidak ingin, Kau menjadi vampire seperti ku. Maka dari itu nenek mu berbicara seperti itu padamu” Kyuhyun mengelus helaian rambut Minhyun, Tanpa Kyuhyun sadari taring nya sudah muncul di sudut-sudut bibirnya.

“Tapi Oemma ku kenapa setuju Kyu?”

“Oemma mu hanya ingin menepati janjinya” Taring Kyuhyun semakin panjang, keluar dari sudut bibirnya. Jika ada orang yang melihat Mungkin mereka bilang ‘ Pemburu yang siap menangkap mangsa nya’

“Gomawo Kyu, kau sudah menjelaskan semuanya” Minhyun tersenyum tulus dalam pelukan Kyuhyun. Dan Kyuhyun pun akhirnya sadar akan taringnya itu. Tubuhnya sungguh tidak bisa di kendalikan. Tapi setelah mendengar suara Minhyun, akhirnya Kyuhyun dapat melepaskan pelukannya.

“PERGI SEKAARANG MINHYUN, CEPAT. KAA. ATAU AKU AKAN MENYERANG MU. CEPAT PERGI” Kyuhyun langsung membalikan tubuhnya tanpa melihat Minhyun yang terlihat kaget.

“waeyo?” Tanya Minhyun kaget

“PERGI. ATAU AKU AKAN MENYERANGMU. CEPAT LAH PERGI” Kyuhyun semakin berteriak, dan mencoba menghilangkan taringnya. Tapi nihil Ia tidak bisa menghilangkannya. Niat Kyuhyun saat ini, hanya ingin menjaga Minhyun. Sampai Minhyun, menerima nya Kyuhyun akan siap menghisap yeoja yang sudah menarik perhatiannya itu.

“baiklah” Ucap Minhyun pasrah, dan langsung pergi meninggalkan Kyuhyun.

 

Aku terus berlari, dalam kegelapan. Sungguh, aku benar-benar takut. Dia – Cho Kyuhyun terus mengejarku, dengan gigi taringnya yang panjang, yang sudah muncul di sudut bibirnya. Aku benar-benar takut. Kyuhyun terus mengejarku, seperti akan ‘MENERKAM MANGSA NYA’ Aku benar-benar takut. Kyuhyun terus mengejarku. Aku terus berlari, tapi tidak ada cahaya yang menerangi jalan ku. Aku bingung, aku lelah.

BUKKK

Aku pun terjatuh, meringis kesakitan. Kaki ku tidak bisa di gerakan. Dan Kyuhyun semakin dekat dengan ku. Aku benar-benar takut melihatnya sekarang.

Jarak Kyuhyun, dengan ku sekarang benar-benar menipis. Kyuhyun sudah ada di depanku, dia menyeringai. Taringnya semakin panjang. Aku menangis, aku ingin sekali bergerak, tapi ntah kenapa sangat sulit. Kyuhyun menghilangkan jaraknya denganku. Nafasnya benar-benar terasa, nafas memburu, Aku hanya bisa terdiam, ketika Kyuhyun menciumku. Sungguh, aku ingin berontak.

.

.

“Kau milik ku, Minhyun” Kyuhyun menyeringai, dan tanpa aba-aba dari ku -..

*SREETTTT*

Kyuhyun menghisap darahku, dan pandanganku menjadi gelap setelah itu.

.

.

Peluh bercucuran di sekujur tubuh Minhyun, Wajah ketakutan, tergambar di wajah cantiknya.

“Adwae,, Kenapa kau menggigitku?” Minhyun berteriak ketakutan, di sela-sela tidurnya.

“eonni, eonnie, ireona, Taehyun di sini, tidak akan ada yang menggigitmu eonnie, Ireona” Taehyun, menggoncangkan tubuh Minhyun, supaya kakak nya itu terbangun.

Perlahan, Minhyun membuka matanya. Memeluk adiknya dengan cepat.
“Taehyun-na,, eonnie, takut” Minhyun terisak dalam pelukan Taehyun.
“gwaenchana eonnie, tidak akan ada yang menggigitmu” Taehyun membalas pelukan adiknya erat.
“ne, gomawo Taehyun” Minhyun melepas pelukan adiknya.
“ne, Kaa, cepatlah mandi. Eonnie, harus berangkat sekolah” Taehyun tersenyum, meninggalkan kamar Minhyun.

.

.

“Minhyun, cepatlah. Sudah ada yang menunggu mu” Teriak eomma Minhyun, dari bawah.
“nuguya?” Minhyun berjalan santai, melewati tangga, sesekali merapikan blazer nya.
“Lihat sendiri saja”

.

.

Sungguh ketika Minhyun sudah mendekat ke arah eomma nya. Pandangan nya beralih pada seseorang, yang kini menatapnya dengan intens. Ingin dia berlari sekencang-kencangnya saat ini, dan berteriak. Tapi itu tidak mungkin.

“annyeong, Minhyun” Dia_ pemuda yang Minhyun takuti. Cho Kyuhyun, kini sudah berada di rumahnya.
What the-

“Kyuhyun, akan menjaga mu selama kau di sekolah. Mulai hari ini Kyuhyun selalu menjemput dan mengantarkan mu” Eomma Minhyun, menginstrupsi, keadaan Minhyun yang masih kaget.

“Shirooo,, aku bisa pergi sendiri eomma”Bantah Minhyun sedikit menaikan beberapa oktaf suaranya.

“Tidak, tetap bersama Kyuhyun. Kyuhyun-ssi, antar Minhyun ke sekolah. Kau juga sekolah di tempat sama kan?” Kyuhyun hanya mengangguk mengiyakan, dan mengandeng tangan Minhyun. Tentu saja Minhyun berontak, tidak ingin dekat dengan Kyuhyun. Takut kejadian yang ada di mimpi terjadi. Sungguh Minhyun sangat takut. Ketika Ia di bawa oleh Kyuhyun, menjauh dari rumahnya.

“Jangan takut, Aku tidak akan menyakitimu” ucap Kyuhyun lembut. Seolah bisa membaca pikiran Minhyun. Hey,, tentu saaja bisa. Kyuhyun seorang vampire.

“Ma_maksudmu?” ucap Minhyun terbata

“Aku tau, kau takut padaku. Tenang saja, aku tak akan menyakitimu” Kyuhyun menggenggam erat tangan Minhyun erat. Seolah sebagai bukti, bahwa Ia ingin menjaganya. Minhyun hanya menggangguk, takut-takut Ia mengandahkan wajahnya yang sedari tadi tertunduk. Menghindar dari mata onyx milik Kyuhyun.

Menatap onyx milik Kyuhyun. Mencoba mencari keseriusan di sana.

“Wae?” Tanya Kyuhyun yang sedikit bingung, di perhatikan seperti itu.

“ahni,, ayo cepat. Nanti kita telat” Minhyun, berlari cepat meninggalkan Kyuhyun yang masih di belakangnya.

‘Apa MungkiN Minhyun melihat, taring ku muncul kemarin? Tapi aku sudah menutupinya. Tidak mungkin Ia melihatnya. Lalu kenapa dia takut padaku?” Geram Kyuhyun pelan, dan mulai mengikuti langkah Minhyun.

.

.

Semua anak SUJU SHS, kini sedang memperhatikan pelajaran yang sedang di berikan seongsanim. Kecuaali namja tampan, satu ini. Cho Kyuhyun. Namja ini asyik tertidur, di kelasnya. Untung saja, seongsanim tidak terlalu memperhatikan seluruh muridnya.

“Hey,, Bangun Kyu,, atau kau akan kena marah” Bisik Donghae, yang sudah menjadi teman sebangku Kyuhyun, sejak kemarin.

“Berisik, itu ursanku, Kau saja perhatikan guru itu” gumam Kyuhyun, dalam tidurnya. Sesungguhnya Kyuhyun tidak tidur, Ia hanya memejamkan matanya. Tentu saja, mana ada vampire tidur? TIdak mungkin kan? Kyuhyun hanya ingin membaca seluruh pikiran orang-orang yang ada di kelas itu. Dan satu yang membuat Kyuhyun kaget. Minhyun.

‘Aku sangat Takut, jika berada di dekat Kyuhyun. Aku takut Jika dia menghisap ku. Dan menjadikan ku vampire, aku takut melihat taringnya. Sungguh, aku benar-benar takut’

Itu lah pikiran Minhyun yang terbaca oleh Kyuhyun .

“pantas saja, Minhyun sedikit takut padaku. Tapi, lihat saja. Aku akan membuatmu menyukaiku” Kyuhyun bergumam kecil, sambil menyeringai. Tentu saja matanya tertutup. Secara dia, terlihat tertidur dengan lelap.

.

.

Bel berbunyi, menandakan, pelajaran telah usai di SUJU SHS. Tentu saja semua murid, berbondong-bondong untuk pulang.

“Minhyun, chakkaman” Kyuhyun menggenggam erat tangan Minhyun, ketika Minhyun akan melewati pintu kelas nya.

“Kau pulang bersamaku” Kyuhyun menggenggam erat tangan Minhyun, membawa Minhyun keluar dari gerbang sekolah. Entah kenapa Minhyun, menjadi menurut kali ini. Tentu saja karna ulah CHO KYUHYUN. Dia yang membuat Minhyun menurut padanya.

.

.

Langkah Kyuhyun terhenti di taman, tempat Minhyun, menangis kemarin. Hari memang sudah sore. Tidak seharusnya Kyuhyun membawa Minhyun ke tempat seperti ini.

“Hana, Dul, Set” Gumam Kyuhyun pelan.

“Hyaaa, CHO KYUHYUN, KENAPA AKU ADA DI SINI EOH?” Tanya Minhyun, kaget, melihat dirinya langsung berada di taman. Seingatnya, Ia tidak bersama Kyuhyun tadi.

“Kenapa kau berteriak seperti itu Minhyun?” Kyuhyun menyeringai, mempersempit jarak antarnya dengan Minhyun. Mengapit Minhyun, dengan kedua lengannya. Mempenjarakannya, supaya Minhyun tak bisa kabur darinya. Minhyun tidak bisa berkutik, Ia ingin menangis, tapi tidak mungkin, menangis lagi di hadapan Kyuhyun.

‘YOU ARE MY TARGET’

Kyuhyun mempersempit jarak, menipiskan jarak antar Kyuhyun, dengan Minhyun. Yah, Kyuhyun mencium Bibir Minhyun. Bibir dingin itu mencium Minhyun. Tanpa di sadari butiran kristal sudah melesat rapi di pipi mulus Minhyun.
‘Shiittt, Kenapa aku tidak bisa berhenti menciumnya. Kenapa tidak bisa melepasnya. Aku tak ingin Minhyun menangis’ geram Kyuhyun dalam hati, yang masih mencium Minhyun, melumat habis bibirnya. Minhyun, berontak dalam pelukan Kyuhyun. Takut kejadian ini, akan berakhir seperti dalam mimpi nya.

 

Minhyun, menutup rapat matanya. Mungkin kali ini Ia sudah pasrah. Tapi ntah kenapa, jantungnya kali ini berpacu lebih cepat. Ketika Kyuhyun terrus menciumnya. Minhyun, memukul dada bidang Kyuhyun. Sungguh, Ia tidak bisa bernafas. Kyuhyun pun melepaskan tautan bibir mereka. Taringnya kini memanjang. Entah Setan apa yang sudah merasuki tubuhnya. Kyuhyun memiringkan kepalanya, mendekati ceruk leher jenjang Minhyun. Minhyun, semakin takut saat ini.

“Kyu_Kyuhyun Apa kau akan menyakiti orang yang yang kau sayangi?”

*Degg*

Kata-kata yang keluar dari Minhyun seolah sihir, yang bisa mematahkan kekuatan vampire seorang Cho Kyuhyun. Entah kenapa, taring yang sudah muncul di sudut bibir Kyuhyun, kini menghilang.

“Aku tanya sekali lagi, Cho Kyuhyun. Apa kau akan menyakiti, seorang yang kau cintai?” ulang Minhyun, dengan nafas yang sedikit terengah-engah tapi sangat jelas di telinga seorang Cho Kyuhyun.

Kyuhyun menatap sendu, wajah Minhyun. Memperlihatkan onyx nya, yang sangat tajam.

“Tidak” jawab Kyuhyun singkat.

“Lalu kenapa kau menyakiti ku? Aku yakin kau pasti tidak mencintaiku kan?” Entah apa yang membuat Minhyun, bisa mengatakan hal itu. Kyuhyun hanya diam mematung, mencoba menjawab pertanyaaan dari Minhyun.

“A_aku_ hanya ingin Kau bersamaku Minhyun, dan menjalankan tugas ini sebagaimana mestinya” jawab Kyuhyun datar, tapi matanya memancarkan kesedihan. Kyuhyun mendekap erat Minhyun, yang masih terisak.

“Tapi Kau menyakiti orang yang kau sukai Cho Kyuhyun” Minhyun berontak dalam pelukan Kyuhyun, meronta supaya Kyuhyun melepasnya.

“Tidak, Apa Kau tau bagaimana jika aku gagal dalam misi ini?”

“KENAPA KAU MENGALIHKAN PEMBICARAN KYUHYUN-AH…” Minhyun menaikan beberapa oktaf suaranya.

“Aku akan berubah menjadi debu, dan menghilang selamanya” ucap Kyuhyun lirih, menundukan kepalanya, menyembunyikan raut wajah sendunya itu.

#JDEERRR#

Bagaikan tombak yang menghantai elu hatinya, ntah knapa Minhyun sangat sesak mendengar kalimat terakhir Kyuhyun.

“A_Apa?” Ucap Minhyun, dengan bibir yang bergetar.

“ya, aku akan hancur sperti debu, dan menghilang selamanya. Tak akan dapat berenkarnasi sekalipun”

“Lalu Kenapa harus aku Cho Kyuhyun?” Air mata Minhyun, kini sudah membasahi pipinya tanpa Ia sadari. Sungguh, Kyuhyun benci jika ada yang menangis, di dekatnya.

“ulljima, berhenti lah menangis Minhyun” Kyuhyun mendekap Minhyun, dalam pelukannya lagi. Membawa kepala Minhyun, di dada bidangnya.

“Ceritakan padaku Kyu- Kenapa harus aku?” Masih terisak, dalam dekapan Kyuhyun. Tanpa Minhyun, sadari Ia membalas erat pelukan Kyuhyun.

#FLASHBACK#

17 TAHUN 11 BULAN YANG LALU

“sedikit lagi nyoya, berusahalah” seorang wanita, berpakaian serba putih itu, yang tidak lain adalah dokter Yejin, terus berusaha mengeluarkan bayi yang ada dalam kandungan pasiennya.

“yo_yoboe,, ” wanita, yang sedang berusah keras itu, menggenggam jemari suaminya erat, mencoba meminta kekuatan, supaya tetap bertahan.

“bertahanlah, sedikit lagi” , suami dari ini terus memberi semnagat pada istri yang Ia cintai.

“ooeeee”

“hah, hah,”

“Kau berhasil, istriku” Tn Kim, mencium kening istrinya, dengan penuh kebahagaian. Sementara Bayi mereka, masih dalam balutan darah, di bawa oleh dokter Yejin.

“oeeee”

“Selamat, anak anda perempuan” Senyum mengembang di wajah cantik, dokter muda itu.

“…”
“….”

Selang 30 detik sang bayi tidak mengeluarkan suaranya lagi. Nafas pun, hampir tak dapat terdekteksi.

“Kenapa anakku berhenti menangis dok?” tanya , khawatir begitu mengetahui, bayi yang sudah di lahirkannya berhenti menangis.

Senyum yang tadi mengembang di wajah cantik Dokter Yejin menghilang, setelah mengetahui, bahwa bayi yang di gendongnya, sama sekali tak terasa detak jantungnya.

“CEPAT SIAPKAN SUNTIKAN PENGUAT PARU-PARU” ucap Dokter Yejin dengan tegas pada sluruh perawat yang ada di ruangan.

“Baik dok” jawab salah satu perawat.

“A_aku mohon selamatkan Anak saya, Dok” ucap yang masih terisak.

“Kami akan berusaha semaksimal mungkin” Dokter Yejin memberikan bayi yang dalam gendongannya itu pada salah satu perawat. Dengan cekatan Dokter Yejin menyuntik tangan bayi itu, supaya dapat menguatkan paru-paru nya. Tentu saja, Bayi tidak akan kuat, jika melahirkan di di usia kandungan yang baru genap 7 bulan itu. Sangat sulit, untuk keselamatan sang bayi.

Selang beberapa menit, Dokter Yejin menghentikan kegiatannya.

“Maaf, Bayi anda tidak bisa kami selamatkan. Kondisi bayi anda tidak cukup kuat, untuk bertahan hidup” Dokter Yejin, tertunduk sendu, begitu mengetahui Bayi yang di lahirkan tak dapat di selamatkan.

“Yo_Yoboe,, Ti_tidak mungkin” menangis Terisak, begitu mengetahui bahwa anaknya tak dapat di selamatkan.

“TIDAK DOK, ANAK SAYA HARUS HIDUP” langsung menggendong bayi yang ada di pangkuan salah seorang perawat, dan membawa Bayi nya pergi. Meninggalkan yang masih terisak, di ranjang pasien.

**********************

“saya mohon, tolong bantu saya. Saya bisa melakukan apapun, asalkan anak saya selamat” berlutut, pada seorang pria, berjubah hitam, yang ada di hadapannya.
“Baiklah, Tapi ada satu syarat yang harus kau penuhi” ucap pria berjubah hitam itu dengan tegas.
“Saya bisa melakukan apapun, asalkan anak ku selamat” ucap dengan penuh keyakinan.

“Baiklah, pada umur 18 tahun, anak mu akan ku bawa ke dunia vampire, dan kujadikan istri untuk putraku”

“Tak apa, asalkan putriku tak kau sakiti”

“Tentu saja, putrimu akan selamat di tanganku. Siapa nama putri mu?”

“Kim Minhyun, Dia putri pertamaku, Dan aku ingin putriku selamat”

“Baiklah, aku setuju, dan akan menyelamatkan putri mu” Pria berjubah hitam itu, segera mengambil Minhyun dari gendongan

“Apa yang akan kau lakukan pada putriku Cho Kangin?” Tn. Kim menaikan beberapa oktaf suaranya, Ketika melihat putrinya, seperti akan di mangsa oleh pria itu-Kangin.

“Percayalah padaku, aku akan membuat putrimu Hidup. Kim Young Woon” Kangin menatap tajam , agar diam.

“baiklah, saya percaya kepada anda” menunduk takut.

Kangin, semakin mendekatkan wajah Bayi kecil itu-Minhyun, dan tanpa aba-aba lagi-..

*sreettt*

setetes Darah keluar dari lengan kecil Minhyun, dan di sela-sela bibir Kangin, terdapat sisa-sisa darah. Tentu saja, karna Kangin menghisap darah Minhyun.

“OEEEEEE”

Suara Tangisan, kembali terdengar dari Minhyun kecil. yang masih terkejut, tiba-tiba tersenyum senang.

“Terimakasih, Kau sudah menghidupkan putriku” membungkukan badannya sebagai rasa hormat.

“Tentu, Tapi kau harus ingat janji mu. 18 tahun yang akan datang. Putra ku- Cho Kyuhyun, akan datang menjemput Putrimu-MInhyun.

“Ya, saya akan selalu ingat janji itu” segera menggendong Minhyun ke dalam pangkuannya.

“Janji mu Harus benar-benar kau tepati Kim Young Woon” Kangin menghilang bagaikan angin setelah menyelesaikan perkataan terakhirnya.

“Terimakasih” pun segera keluar dari Hutan lebat yang Ia gunakan untuk bertemu Vampire-Kangin itu. Dan membawa Minhyun, menjauh dari tempat itu

*Flasback end*

 

Minhyun, menggeliatkan tubuhnya. Merasa posisinya kurang nyaman. Apalagi dengan di desak, oleh cahaya matahari, yang mulai menerobos masuk. Melalu celah-celah jendela kamar Minhyun. Minhyun menggerjapkan matanya perlahan, melihat ke sekeliling arah, tempat Ia terbaring saat ini.

“mwo? kenapa aku sudah ada di sini?” Setelah kesadaran Minhyun terkumpul. Akhirnya, Ia menyadari bahwa sekarang. Minhyun sudah berada di kamarnya. Padahal seingatnya, Ia bersama Kyuhyun.

“eonnie, sudah bangun? Tidurmu nyenyak sekali” Taehyun, menghampiri kakaknya, yang masih duduk termenung di atas ranjang king size, miliknya.

“eonnie!” panggilnya, tapi sayang sang kakak masih tidak menggubrisnya.

‘Kyuhyun, apa kau benar-benar akan hilang seperti debu?’ batin Minhyun, bertanya-tanya sedari tadi. Tak menanggapi panggilan adiknya itu.

“Ishhh, eonnie!” Taehyun, mulai menaikan beberapa oktaf suaranya. Yang akhirnya dapat memulihkan lamunan Minhyun.

“eh? waeyo? sejak kapan kau di sini, Taehyun?” Tanya Minhyun kaget, mendapati adiknya yang sudah ada di depannya saat ini. Dengan raut wajah yang terlihat sedih kesal.

“Aku memanggilmu dari tadi, eon!” Taehyun berdecak kesal, melihat perubahan aneh kakaknya. Semenjak Kyuhyun, hadir dalam kehidupan kakaknya itu.

“Mianhae, tadi kakak melamun”

“nugu? Kyuhyun oppa?” Minhyun hanya bisa menggangguk sebagai, jawaban untuk adiknya.

“wae? apa yang terjadi sebenarnya?” Tanya Taehyun, yang mulai terlihat khawatir, melihat kondisi kakaknya itu.

“Jika kau di beri pilihan untuk, melepas orang yang kau cintai, asalkan dia bahagia. Tapi kau harus mati. Atau Kau harus menjalakan sebuah tugas berat, tp harus menyebabkan orang yang kau cintai, terluka. Apa yang akan kau pilih, Taehyun?”

“kenapa mengalihkan pembicaran, eon?”

“jawab saja, pilihan 1 atau 2”

“aku pilih yang pertama, karna kita harus melakukan segala hal, asalkan orang yang kita cintai bahagia” jawab Taehyun mantap.

“Lalu, jika aku mencintai seseorang, tapi aku tidak ingin mengikuti jalan pemikirannya. Apa yang akan kau lakukan?” Tanya Minhyun lagi, dengan raut wajah yang terlihat cemas.

“aku akan mengikuti jalan orang yang kucintai, karna mungkin jika dia tak ada, sama saja aku seperti mayat hidup” Minhyun, nampak sedikit berpikir, dengan jawaban adiknya kali ini.

“ah, ne, gomawo Taehyun-na” Minhyun, memeluk adiknya dengan sangat erat.

“lepaskan aku eon, aku sulit bernapas” Taehyun sedikit berontak, ketika Minhyun memeluknya.

“gwaenchana, aku tak akan membunuhmu Taehyun”

“Ishh, eonni, seram. Lepaskan aku” Teriak Taehyun, yang di selingi dengan tawa

“shirooo” Seperti anak kecil, yang tak ingin di tinggal, Minhyun semakin mengeratkan pelukannya.

“Eonnie, di tunggu tamu di bawah! Cepat ke bawah, dan lepaskan aku!” Minhyun pun melonggarkan pelukannya.

“nugu?’ tanya Minhyun, penasaran. Seketika perasaan tak enak, muncul kembali.

“Kyu oppa” jawab Minhyun singkat, dan langsung pergi meninggalkan kakaknya.

“untuk apa dia kemari?” Tanya Minhyun sedikit kaget, jujur, Ia masih takut untuk menghadapi seorang Cho Kyuhyun. Tapi, sungguh hati nya benar-benar merindukan sosok Kyuhyun.

“Entah lah, yang pasti Kyu oppa, menunggu unni di bawah” Taehyun, segera keluar dari kamar kakaknya itu.

.

.

“untuk apa kau kemari, Kyu?” Tanya Minhyun sarskatik, Ketika Ia sudah berhadapan dengan Seorang Cho Kyuhyun.

“Tak bisa kah, kau mengucapkan terimakasih terlebih dahulu?” Kyuhyun mempersempit jarak antara Ia dengan Minhyun.

*DEGGG* DEGG*

“Perasaan apa ini? Kenapa? Kenapa dengan Jantung ku? Tak bisa di ajak kerjasama sama sekali” Batin Minhyun, merutuki Jantungnya yang 10 X lebih cepat dari biasanya, ketika Jaraknya dengan Kyuhyun hanya terpaut 3 cm.

“u_untuk a_apa? Kenapa harus berterimakasih padamu?” Jawab Minhyun, sedikit tergagap antara jaraknya dengan Kyuhyun.
“Aku menceritakan semua, yang ingin kau ketahui, Dan jangan lupakan, bahwa aku tak jadi mengigitmu saat itu” Kyuhyun berbisik pelan di telinga Minhyun. Tentu saja terdengar sangat jelas.

“Men_menjauh dari ku, Cho Kyuhyun” Minhyun mendorong tubuh Kyuhyun, sekuat yang Ia bisa. Tapi sayangnya, kekuatannya tak cukup kuat, untuk melawan seorang Vampire tampan itu.

“Kau gugup di hadapanku” Kyuhyun mempertahankan posisinya, supaya tetap berada di jarak yang sempit seperti ini.
‘lucu sekali wajahnya, merona seperti tomat di hadapanku’ Batin Kyuhyun tersenyum, senang melihat Minhyun seperti itu. Tentu saja, tidak Ia perlihatkan. Tetap mempertahankan wajah stoic nya.

“Ti_Tidak, Aku Tidak gugup”

“Kau berbohong”

“Tidak, aku tidak berbohong. Jika kau tak percaya padaku. Jangan, ke_kemari lagi” Minhyun mencoba membalikan tubuhnya, dan pergi meninggalkan Kyuhyun. Tapi sayang, Kyuhyun lebih dulu menggenggam tangannya cepat.

“Ikut aku”

“chakaman, Kyu.. Hari ini kita harus sekolah!”

“Kau lupa hari ini libur, eoh?”

“jinja?”

“hn, ikou”

“Kenapa kau mengajakku ke taman ini lagi, Kyu?” Minhyun, menghentakan tangannya, mecoba melepaskan genggaman, tangan Kyu.

“Kau menyukai ku! ” Kyuhyun menatap intens Minhyun.

“mwo? itu tidak mungkin” Sanggah Minhyun, mencoba menghindar dari tatapan tajam milik Kyuhyun.

“Tatap aku, Minhyun. Aku hanya perlu, memastikan semuanya”

“Shiroo,, jangan menatap ku seakan kau akan menerjangku Kyu! Aku membenci mu. Aku membencimu ketika kau melihatku seperti itu. Menyeringai ketika melihatku. Aku benci Kyu! Aku benci di saat kau tak ada untukku Kyu!” Entah sadar atau tidak, air mata Minhyun sudah melesat jauh, membashi pipinya.

“arraseo, arraseo.. Saranghae Kim Minhyun” Kyuhyun membawa Minhyun dalam pelukan hangatnya. Minhyun, hanya bisa menangis, di dalam pelukan hangat Kyuhyun. Entah apa yang membuat Minhyun, mengatakan hal tadi, Dan membuatnya Menangis lagi seperti sekarang. Nyaman, Hangat. Itu yang Minhyun, rasakan. Dan Ia, tak ingin melepas kehangatan seorang Cho Kyuhyun.

“Aku tidak menyukai mu, Cho Kyuhyun” Bantah Minhyun, di sela-sela isak tangisnya.
“Kau berbohong. Sudahlah, akui saja” Kyuhyun menyeringai, Entah apa yang akan Ia lakukan pada Minhyun kali ini.

“Waktu ku tinggal 10 hari lagi, Minhyun. Jika aku benar-benar tak bisa mengubahmu. Maka aku akan tetap menjadi debu”

“itu bukan urusanku, Kyu” Minhyun memalingkan pandangannya.

“Baiklah jika itu mau mu. Jangan salahkan aku jika aku menghilang dari mu, Minhyun” Kyuhyun melepas pelukannya, Dan tentu saja seringaian itu masih terpampang dengan jelas.

“Itu bukan urusanku”

“Hn_ arraseo. Aku pergi. Jaljayo” Kyuhyun, tiba-tiba pergi menghilang seperti angin. Itu membuat Minhyun, entah kenapa menangis, terduduk di antara rerumputan taman itu.

“nado saranghae Cho Kyuhyun”

*******

Sudah 2 hari, sejak kejadian di taman kemarin. Minhyun, sama sekali tak melihat sosok Cho Kyuhyun Evil itu. Sungguh, dalam benak Minhyun. Ia sangat merindukan Cho Kyuhyun.

“Kemana dia? Apa dia serius dengan kata-kata nya?” Batin Minhyun, terus bertanya akan kehadiran Kyuhyun.

Sungguh, hari ini Minhyun sangat malas, untuk pergi ke sekolahnya. Tanpa ada sosok Kyuhyun, yang selalu menemani, dan terkadang mengganggunya. Sungguh, sangat menyebalkan.

“Tak tahu kah Kyu, Aku sangat membenci, ketika kau tak ada di dekat ku?” Teriak Minhyun, di atas atap sekolah yang sepi. Angin, yang mnyeruak dingin. Membuat rambutnya yang terurai, tertiup.

“Aku membenci mu CHO KYUHYUN…”

“Benarkah?”

*DEGG* DEG*

“suara itu, yah suara itu” Batin Minhyun bergejolak, mendengar suara yang ada di belakangnya. Suara langkah kaki yang juga semakin dekat menuju ke arahnya.

“Jangan-jangan…”

Suara derap kaki terdengar mendekati sosok Minhyun. Yah,, sangat dekat. Sontak Minhyun merasakan tubuhnya membeku.

“Kau mencari ku,eoh?” langkah kaki itu semakin dekat, suara lembut yang memang Minhyun rindukan semenjak 2 hari yang lalu. Minhyun membalikan badannya gugup. Yah,, sosok yang Ia cari ada di hadapannya, tepat 10 cm di dekatnya. Tapi justu yang membuat Minhyun kaget adalah soosk yang ada di belakang Kyuhyun.

“kyu-na,, “Rasanya tenggorokan Minhyun benar-benar tercekat, sunggu Ia benci hal ini.

“ah,, kenalkan ini Jihyun. Pacarku” seolah bisa menebak apa yang ada di pikiran Minhyun. Kyuhyun langsung mengenalkan yeoja yang sedari tadi ada di dekatnya.

“bayak yang ingin aku katakan Kyu, tapi sepertinya tidak untuk sekarang” Minhyun tersenyum hambar, dan mulai meninggalkan Kyuhyun, dan yeoja itu- Jihyun. Tapi sayang pergelangan tangan Minhyun di genggam cepat oleh Kyuhyun.

“kau, cemburu pada ku” Kyuhyun berbisik pelan di telinga Minhyun

“ahnii,, aku tidak cemburu padamu Kyu, jangan harapkan itu” Minhyun mencoba melepaskna pergelangan tangannya yang terasa sakit, akibat ulah Kyuhyun.

“Jinja?” ucap Kyuhyun yang sudah melepaskan genggaman tangan Minhyun

“unn_ ne, Kyu” Minhyun melesat pergi meninggalkan Kyuhyun dan Yeoja itu.

#MINHYUN POV#

Kenapa? Kenapa Kyu bersama yeoja itu? Waeyo? Kyu bilang, dia menyukaiku, tapi kenapa? Kenapa bersamanya? Aku sudah tak bisa memikirkan apa-apa lagi. Sungguh, aku ingin pergi dan pulang segera ke rumah. Aku berjalan gontai menyesuri koridor sekolah, dengan wajah tertunduk, menahan isak tangis yang mungkin sebentar lagi akan pecah. Ku gigit bibir bawahku untuk mengurangi isak tangisku. Berlari menjauh, tanpa arah sampai akhirnya, aku ada di belakang sekolah. Yah,, tempat dimana aku dan Kyuhyun bertemu pertama kali. Aku duduk di bawah pohon yang sedikit rindang. Yah,, isakan tangisku mulai pecah. Aku takut, bila Kyuhyun menghilang, tidak,, yang paling aku takuti adalah bahwa dia bersama yeoj lain. Seandainya waktu bisa berputar, aku ingin kembali disaat Kyuhyun menciumku, dan aku mengaku bahwa aku mencintainya. Tapi sayang, semua sudah berakhir.

#Minhyun Pov End#

.

.

.

.

.

.

“hiks,, hiks,, waeyo? Kenapa aku hanya bisa menyesali semuanya?” Minhyun menangis, di bawah pohon itu, sedikit menaikan beberapa oktaf suaranya, untuk menghilangkan rasa kesal, yang ada di hatinya.

“Ulljima” Suara pelan, tapi terdengar sangat jelas di telinga Minhyun. Yah,, suara yang mungkin ada di balik pohon itu.

Tapi, benar-benar terdengar sangat jelas. Bahwa suara itu, suara yang sangat Minhyun kenal.

Minhyun hanya diam, tak bergerak. Tubuhnya seakan takut, ketika orang yang ada di belakangnya berdiri, dan mendekati Minhyun yang terduduk. Minhyun menutup matanya, berharap ini bukan lah Mimpi. Sosok itu ikut terduduk di hadapan Minhyun. Mengusap helaian rambut Minhyun yang tergerai.

“uljima, jangan menangis untukku. Aku tak ingin kau menangis Minhyun” sosok itu, mengusap jejak air mata Minhyun.

“Kyu,, saranghae, jeongmal saranghae Kyuhyun” Minhyun memeluk sosok itu –Kyuhyun. Sungguh Minhyun tak ingin melepaskan pelukannya dari namja jangkung ini.

“nado, Minhyun” kyuhyun membalas pelukan Minhyun, menyeringai

“Tapi,, Kau mencintai yeoja itu Kyu” Minhyun semakin mengeratkan pelukannya. Seakan Kyu itu benar-benar sangat berharga untuknya saat ini.

“Dia, bukan pacarku” jawab Kyuhyun datar.

“tadi kau, bilang dia itu pacarmu, Kyu?” Minhyun menatap Kyuhyun kesal, karna alasan dia menangis kali ini, hanya gara-gara cemburu pada yeoja itu.

“Sepertinya kau terperangkap jebakanku” Kyuhyun memeluk kembali tubuh mungil Minhyun.

“YAK,, CHO KYUHYUN, AKU SERIUS,, HIKS,,” Minhyun kembali terisak, dalam dekapan Kyuhyun.

“Mianhae, aku hanya ingin kau jujur padaku. Dia itu sepupuku Cho Jihyun. Aku menyuruhnya supaya dia menjadi pacarku, dan sepertinya rencanaku benar-benar berhasil tanpa cacat”

“KAU KEJAM KYU…” Minhyun berontak, mecoba melepaskan jeratan pelukan Kyuhyun.

“Tapi kau cemburu, dan berkata jujur padaku”

“arraseo,, rencana licikmu itu benar-benar berhasil” ucap Minhyun sarkatik

“hahaha, mianhae, aku benar-benar mencintaimu. Mungkin hari ini hari terakhirku disini, karna sepertinya appa, sudah murka padaku”Kyuhyun mengacak-acak pelan rambut Minhyun.

“kau akan menghilang?”

“yah,, misi ku gagal, dan aku harus menerima hukuman itu”

“shirooo,, kau tak boleh pergi Cho Kyuhyun. Kau harus tetap di sampingku” Minhyun memeluk kembali Kyuhyun dengan sangat erat.

“Mianhae, saranghae” Kyuhyun melepaskan pelukan Minhyun, mendekatkan wajahnya sampai nafas mereka benar-benar terasa.

“Mianhae, aku harus pergi” Kyuhyun menjauhkan wajahnya, dan mulai berbalik.

“shiroo, jangan pergi, dan gigit aku Kyu, ayo gigit aku” Minhyun menahan tangan Kyuhyun supaya Kyu tidak menjauh.

“Aku mohon Kyu,, gigit aku, dan ubah aku menjadi vampire sepertimu”

“Mianhae,, aku tak mau kau terluka”

“Tidak,, aku tak apa-apa Kyu. Aku mohon”

“Percaya padaku, Kyu. Nan gwaenchana” Minhyun menggenggam erat tangan Kyuhyun. Kyuhyun menempelkan keningnya pada Minhyun, sehingga nafas merereka saling terasa satu sama lain.

“Kau yakin?” nafas Kyuhyun menerpa wajah Minhyun, Minhyun hanya bisa mengangguk sebagai jawaban. Kyuhyun tersenyum tulus, mellihat keseriusan Minhyun. Taring yang dulu, Minhyun takuti. Kini sudah muncul, di sudut-sudut bibir Kyuhyun. Minhyun pasrah, menutup matanya rapat-rapat. Ketika Kyuhyun sudah memiringkan kepalanya, dan berada di ceruk leher jenjang Minhyun.

“BERHENTI DI SITU CHOI SIWON” Suara yang terdengar sangat kencang, dan penuh ambisi itu. Mampu membuka mata Minhyun lagi.

“cih,,” Kyuhyun yang ada di sebelah Minhyun berdecak kesal. Membuat Minhyun otomatis, mengalihkan pandangannya ke arah suara teriakan itu. Sungguh Minhyun sangat kaget, ketika melihat ada sosok CHO KYUHYUN lagi, yang berjarak 50 cm di hadapannya.

“Lepaskan dia Choi Siwon, dan kau Menjauh darinya Minhyun” Kyuhyun yang berteriak tadi mulai mendekat ke arah Minhyun.

“Kenapa Kyuhyun ada dua?” Minhyun memundurkan langkahnya, menjauhi sosok dua Kyuhyun itu.

“percaya padaku Minhyun, dia hanya berbohong. Aku adalah Kyuhyun asli mu” Kyuhyun yang ada di samping Minhyun menatap Minhyun penuh keyakinan. Minhyun tetap berjalan mundur ke belakang. Menjauh dari sosok yang ada di dekatnya tadi. Sungguh Ia bingung menentukan, mana yang asli atau tidak.

“Dia hanya menyangkal Minhyun. Dia adalah Choi Siwon. Vampire biadab yang ingin membunuh mu” Kini giliran Kyuhyun terus melangkahkan kakinya untuk menghampiri lagi sosok Minhyun, dan tentu kembaran yang tadi Ia- panggil Siwon.

“Tidak,, Dia palsu. Percaya padaku Minhyun” Sosok Kyuhyun yang ada di sebelah Minhyun menatapnya tajam.

“NEO!” Kyuhyun yang terus melangkah mendekati sosok yang mirip dengannya dengan Minhyun. Kini menerjang sosok yang mirip persis dengannya.

*BUAKK*

Sebuah pukulan telak, mengenai sosok Kyuhyun yang Ia pukul. Tentu saja yang mirip dengannya.

“JANGAN MENYAMAR SEPERTI ITU LAGI, CHOI SIWON. KARNA KAU BERBEDA DENGANKU”

Minhyun yang melihat pertengkaran kedua Kyuhyun itu, hanya bisa diam membatu. Mencoba memikirkan, siapa Kyuhyun yang asli.

“cih,, berani sekali kau memukulku, Kyu” yah,, sosok yang tadi Kyuhyun pukul- yang di panggil Siwon jatuh hingga tersungkruk. Tiba-tiba wajahnya berbeda, tak mirip lagi dengan Kyuhyun. Kini sosok Kyuhyun hanya satu.

“Kyuuuuu”Minhyun berlari ke arah sosok Kyuhyun, yang asli. Tapi sayang pergelangan tangan Minhyun, di genggam oleh sosok yang ada di belakangnya. Siapa lagi, selain namja yang sudah menyamar menjadi Kyuhyun- dia,, Choi Siwon.

“Lepaskan Dia” ucap Kyuhyun dengan geram. Minhyun yang sedang kesakitan, mencoba melepaskan genggaman namja jangkung ini.

“tak akan semudah itu, Kyu” Siwon semakin menggeratkan genggamannya. Taringnya sudah muncul di sudut-sudut bibirnya.

“sial, tak akan ku biarkan kau menyentuhnya” Kyuhyun, mengeluarkan taring yang sama persis dengan Siwon. Jangan lupakan dengan mata merahnya, yang sudah siap untuk membunuh. Kyuhyun menerjang tubuh Siwon, dan siap untuk memukulnya. Otomatis, Minhyun sudah lepas dari genggaman namja bernama Siwon.

“Kaa,, pergilah menjauh Minhyun” Kyuhyun sedikit berteriak, menyuruh Minhyun pergi dari tempat Ia akan membunuh namja yang sudah Ia tahan sekuat tenaga.

“shiroo,, aku hanya ingin bersamamu Kyu!” Minhyun sedikit menjauh, dan diam di balik pohon.

“diam di situ, Kim Minhyun” Minhyun hanya menggangguk takut melihat Kyuhyun seperti itu.

“kasian sekali kau, Kyu. Menyedihkan. Menggigit seorang yeoja saja, kau tak bisa” Siwon tersenyum meremehkan. Kyuhyun yang mendengar itu, langsung berdelik melihat Siwon. Dan langsung mencekik lehernya.

“lepaskan”

“tak akan ku lepaskan. Karena aku akan membunuhmu” Kyuhyun semakin mengencangkan cekikannya.

BERHENTI DI SITU CHO KYUHYUN, CHOI SIWON!” suara yang sedikit menggelegar, yang lumayan memekakan telinga terdengar seperti orang murka. Yang bisa membuat dua pemuda ini diam membatu. Sayangnya tak ada seseorag yang berteriak itu. Hanya sebuah suara.

“cih,, kakek itu mengganggu saja” Kyuhyun berdecak kesal, dan menghempaskan tubuh Siwon kasar.

Kembali ke tempatmu Siwon-ssi. Jangan mengganggu Misi yang telah ku berikan untuk, Kyuhyun”

“arrraseo”Siwon bangkit berdiri dan mulai menghilang, bersama suara menggelegar itu.

“gwaenchana?” Kyuhyun Langsung menghampiri Minhyun, yang terduduk di bawah pohon.

“kyuuuu” Minhyun langsung memeluk Kyuhyun, menangis, menumpahkan segala ketakutannya.

“semuanya baik-baik saja, Minhyun” Kyuhyun membalas pelukan Minhyun.

“aku takut, kau benar-benar meninggalkanku, Kyu”

“aku tak akan pernah meninggalkanmu, Minhyun”

“jeongmal?” Minhyun mengadahkan kepapalanya, menatap wajah tampan Kyuhyun. Kyuhyun semakin mempersempit jaraknya dengan Minhyun. Menempelkan keningnya dengan Kening Minhyun.

“Hn_aku tak akan pergi kemana pun” Kyuhyun mempertemukan bibirnya dengan bibir Minhyun. Mengecap rasa manis, bibir bibir plum, Minhyun. Bibir mereka terus bertautan, dan melepasnya ketika mereka membutuhkan pasokan oksigen. Kyuhyun menempelkan keningnya lagi, mempertemukan onyx nya dengan emerland Minhyun.

‘gigit aku, Kyu. Buat aku menjadi sepertimu. Aku mohon, aku tak mau jika kau pergi menghilang dari sisiku”

“Kau yakin? Aku benar-benar tak ingin kau terluka”

“ya, akuyakin” Minhyun menatap Kyuhyun penuh keyakinan. Kyuhyun hanya tersenyum tulus.

“baiklah, akan ku buat kau menjadi sama sepertiku” Kyuhyun mengecup bibir Minhyun singkat.

“saranghae”

Setelah mengucapkan itu, tanpa aba-aba lagi. Kyuhyun sudah menghisap darah Minhyun. Mencampurkan salivanya, dengan darah Minhyun. Yah,, sedikit terkontaminasi, dengan darahnya. Selang satu menit. Kyuhyun melepaskan gigitannya, dan tepat saat itu. Minhyun langsung kehilangan kesadarannya, dan jatuh di pelukan Cho Kyuhyun.

.

.

.

.

.

Minhyun membuka matanya perlahan. Mengerjapkan matanya berkali-kali. Setelah kesadarannya penuh. Ingatan Minhyun mulai bisa mencerna semuanya. Ingatan tentang ketika Kyuhyun mengubahnya. Minhyun tersenyum mengigat bahwa ia sudah seperti Kyuhyun. Tapi Minhyun sedikit kaget, ketika Ia menyadari bahwa ini bukanlah kamarnya. Sedikit membuat Minhyun tersentak, Ketika Ia menyadari lagi. Ada lengan yang melingkar di pinggangnya.

“chakaman,, nugu?” tanya Minhyun dalam hati, dan ia pun langsung mengadahkan kepalanya ke atas. Sungguh serasa jantungnya ingin keluar dari rongganya. Namja yang memeluknya kini menggeliat tak nyaman, dan semakin mengeratkan pelukannya pada Minhyun.

“K_Kyu-na, Kyu,, lepaskan aku” Minhyun berbisik pelan di telinga Kyuhyun. Mencoba mendorong dada Kyuhyun, supaya menjauh darinya. Ini terlalu dekat, bisa-bisa Minhyun pingsan di tempat. Jika jaraknya dengan Kyuhyun sedekat ini.

“kyuuuu” Minhyun menaikan bebrapa oktaf suaranya, supaya terdengar oleh Kyuhyun.

“waeyo?” Bukannya melepaskan pelukannya, Namja jangkun bermarga Cho ini, malah memeluknya erat.

“Lepaskan aku Kyu”

“shiroo,, kau tetap berada di sampingku”

“se_sesak Kyu”

“shiroo”

“Yak,, Kyu. Lepaskan, atau aku akan pergi dari sini”

“Kau tidak bisa kabur, Minhyun. Karna sekarang kau sudah ada di duniaku. Welcome to Vampire World” Kyuhyun mencium kening Minhyun, dan mengeratkan pelukannya. Supaya Minhyun diam, dan terus berada di sisinya.

*FIN*

 
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s