MY PERVERT EVIL/YAOI/KYUMIN/CHAP 3

Author: Astia Morimoto

Title: My Pervert Evil

Rate:  M

Genre: Romance, Drama

Disclamair: KyuMin belong to God, and his parents. And this fict always be mine.

Summary: seorang Lee Sungmin yang sangat membenci anak dari teman Oemma nya, yang benar-benar menyebalkan seperti Iblis di matanya. Harus dengan terpaksa satu rumah dengan anak evil itu- Cho Kyuhyun selama satu bulan kedeppan. Akankah Sungmin bertahan dalam kungkungan setan pervert itu? Lets Read

WARNING: TYPO, OOC, ABAL , Bahasa Maksa (?)

Pair : Kyuhyun > < Sungmin

And other pairing

a/n : sungjin di sini tetep jdi adik sungmin, walaupun eomma nya leeteuk/ demi apa ngawur/ maaf kalo NC nya kemarin rada maksa,,  ;—; kemarin Kyuhyun ngelakuin ‘itu’ sama Sungmin atas dasar cinta kok. Jadi tenang aja.

Happy Reading

.

.

“Hyung, kau benar-benar mengangumkan. Akhirnya kau, menjadi milik ku. Aku sangat mencintaimu Hyung. Sejak pertama kali bertemu denganmu, aku sudah sangat mencintaimu. Karena itu, aku mengerjaimu. Supaya kau memperhatikan ku, Hyung” seorang namja yang kini tengah memeluk erat possesive namja mungil yang tak terbalut apapun.

“Saranghae, Minnie Hyung. Jeongmal saranghae, 1 bulan ini tak akan ku sia-siakan” namja itu- Kyuhyun mengecup pelan, bibir plum milik Hyungnya- sungmin. Dan mulai menutup matanya, untuk mencapai dunia mimpinya.

.

.

.

Cahaya matahari, mulai menerobos masuk melalu celah-celah jendela yang ada di kamar ini. Membuat seorang namja mungil itu- Sungmin, menggeliatkan tubuhnya pelan.

“Akh,, tubuhku seperti remuk” Sungmin  bergumam pelan, dan mencoba untuk bangkit dari tidurnya. Tapi sayang sekali, sesuatu menghentikannya lagi.

“Mwo? Si-siapa yang memeluk ku?” Sungmin mengadahkan wajahnya ke atas, ketika melihat sepasang lengan memeluknya posesive.

‘Kyyaaaa,, Omona Kyuhyun. Ja-jadi yang kemarin itu benar-benar nyata. Ah,, pasti tidak mungkin’ Sungmin memebendung teriakannya, ketika melihat Kyuhyun memeluknya. Tidak mungkin, jika Ia harus membangunkan singa yang tertidur.

“Pasti kemarin hanya mimpi, baiklah itu hanya mimpi. Mungkin juga, Kyuhyun hanya tak sengaja ketiduran di kamarku” Sungmin mencoba berfikiran positive, dan mulai mejauhkan tangan Kyuhyun. Mencoba berdiri dari tidurnya.

“kenapa lengket sekali, dan Akh,,, Appoo” Sungmin mencoba berdiri, dan tiba-tiba saja bagian bawahnya terasa sangat nyeri.

“Akh,, Appo.. Aku tak bisa berdiri” Sungmin kembali menghempaskan tubuhnya, di samping Kyuhyun.

“Huftt,, tubuhku kenapa lengket dan bau sekali?” Sungmin mencoba melihat tubuhnya, yang terasa sangat aneh, dan-,,

“Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa,,,,,,,,,,,, omonaaa,,,,, kemarin itu nyataaa” Sungmin berteriak dengan sangat keras, ketika melihat tubuhnya yang tak terbungkus sehelai kain pun. Dengan segera Sungmin mengambil selimut yang di pakai Kyuhyun, untuk menutup semua tubuhnya.  Sungguh sangat di sayangkan kembali, ternyata Sungmin sudah membangunkan setan yang tertidur.

“kenapa berteriak, Hyung? Berisik” Sungmin yang mendengar suara Kyuhyun, tiba-tiba terdiam. Tubuhnya terus bergerak mundur sampai terbentur dengan bantal yang ada di atasnya, terpojok di sudut ranjangnya.

“Lanjutkan tidurmu, Kyu” Dengan wajah bersemu merah, mengingat apa yang telah Ia lakukan kemarin. Sungmin mencoba bicara sebisa mungkin dengan Kyuhyun. Dengan rasa penasaran, dengan berat hati Kyuhyun harus membuka matanya yang dari tadi terpejam untuk melihat ke arah Sungmin.

“Waeyo??” merasa di tatapi dengan pandangan lapar, sungmin bertanya dengan takut.

“Ahni Hyung, kemarin kau benar-benar sangat hebat” Kyuhyun menyeringai puas, ketika melihat wajah Sungmiin yang sudah merah padam.

“Mwo? A-Aku Ta-Tak mengerti maksudmu Cho” Sungmin menggigit pelan bibir bawahnya, ketika Kyuhyun terduduk dan mulai mendekati Sungmin yang ada di sudut ranjang.

“Mwo??”

“Masa kau lupa, Hyung? Kemarin kita melakukannya sampai 7 ronde. Kau benar-benar hebat” Kyuhyun semakin mendekatkan jaraknya dengan Sungmin.

‘Mwo?? 7 Ronde? Pantas saja tubuhku remuk seperti ini, dan bokongku sangat sakit’

“Kau pasti berbohong kan, Kyu? Lebih baik kita ke sekolah, kita sudah terlambat” Dengan ragu, sungmin mulai berdiri dari duduknya, menyibakkan semua selimutnya yang membalut tubuh nakednya. Tentu saja hal itu, mengundang seorang Cho harus menelan salivanya.

“Hyung, kau membuatku kembali horny. Apa kau sengaja ??”

“Akhh,, A-Appo. Aish,, apa yang kau maksud Kyu??” dengan langkah tertatih menahan sakit, Sungmin mencoba melihat Kyuhyun yang masih menatapnya lapar.

“Kau pura-pura, atau memang sengaja menggodaku? Lihat tubuh mu, Hyung” Kyuhyun tetap menelan salivanya dengan berat. Sungguh, pemandangan seperti ini membuat sesuatu yang ada di bawahnya mengeras kembali.

Sungmin pun mencoba melihat tubuhnya dan-,

‘Aigoo,, aku lupa kalau sekarang full naked. Lebih baik menjauh, dari pada harus menjadi santapannya’

“Ah,, aku lupa Kyu” dengan polosnya sungmin segera berlari menjauh dari Kyuhyun, dan masuk ke dalam kamar mandinya.

“Ya !!! Hyung,,, jangan kabur dariku” Kyuhyun beranjak dari tidurnya dengan keadaan yang full naked tentunya, mengetuk pintu yang ada di kamar mandi.

“Aish,, benar-benar sakit. Sakit sekali, apa aku kuat berjalan hingga ke sekolah nanti? Dan bercak ungu ini, terlihat jelas di sekitar leherku. Aishh,, menyebalkan” sungmin terus bermonolog sendiri tanpa mengubris ketukan pintu yang terdengar sangat jelas dari Kyuhyun.

“Hyung !! bukalah, kau sudah terlanjur membuatku horny. Bertanggung jawablah, Hyung” Kyuhyun terus berteriak, sambil menggedor-gedor pintu kamar mandi, yang di dalamnya terdapat Sungmin.

“Berisik, Kyu. Kau mandilah, sebentar lagi kita harus berangkat sekolah”

“Kalau begitu kita mandi bersama saja, Hyung !! Ayolah, buka pintunya” Kyuhyun kembali menggedor pintu kamar mandi, sementara Sungmin asyik membersihkan tubuhnya di guyuran shower.

“mandi bersamanya sama saja dengan memberikan tubuhku lagi. Lagi pula kemarin sudah 7 ronde, tidak puaskah? Errr, tubuhku juga masih sakit” Sungmin terus membersihkan tubuhnya, membalurnya dengan sabun wewangian yang Ia pakai.

“Hyung,… Aishh,, terpaksa aku melakukannya sendiri” Kyuhyun tersenyum miris, dan mulai meninggalkan kamar mandi sungmin. Tentu saja kembali ke dalam kamarnya, dan membersihkan tubuhnya, dan satu lagi,- melakukan mastrubasi sendiri. Ckckck, kasihan sekali kau Cho..

.

.

.

“Ahh,, segarnya. Akhirnya selesai juga. Aku juga sudah tampan. Tapi tetap saja bokongku masih sakit, ah,, appoo” Sungmin keluar dari kamarnya, menyelusuri tangganya untuk sarapan paginya. Penampilannya kali ini terpaksa harus seperti orang sakit, padahal ini bukan musim dingin. Seragam sekolahnya dan Blazzer tetap Ia pakai seperti biasa, tapi harus dengan terpaksa Sungmin menggunakan syal untuk menutupi lehernya.

“Hyung, jangan kau tutupi” Kyuhyun yang ternyata sedang asyik memakan rotinya, tengah menatap sungmin yang masih berjalan tertatih ke bawah.

“wae? Itu semua ulahmu” Sungmin mempoutkan bibirnya, setelah Ia sampai di ruang makan. Duduk dengan manis dan mulai menyatantap sarapan paginya.

“mereka semua harus tahu, bahwa kau milik ku”

*Deg

Deg

Deg

‘Mwo?? Dia bicara apa?’

“sejak kapan aku menjadi milikmu, Kyu??” mencoba berbicara seperti biasa, dan tetap memakan rotinya. Sungmin dengan berat hati harus menetralkan detakan jantungnya, yang berpacu dua kali lipat dari biasanya.

“tentu saja sejak kemarin. Kau utuh milikku, selamanya” Kyuhyun beranjak dari duduknya, dan mendekati Sungmin yang masih asyik memakan rotinya. Memeluk leher sungmin dari belakang.

“sesak, Kyu. Lepaskan aku” Dengan terpaksa Sungmin harus menghentikan makannya, dan melepaskan tangan Kyuhyun yang melingkar manis di lehernya.

“Shireoo,, aku tak ingin melepasmu Hyung  Atau  kau mau ku hukum lagi?” Kyuhyun berbisik pelan, di telinga Sungmin. Melepaskan perlahan syal yang terpasang indah di leher Sungmin.

“kembalikan syalku”

“Biarkan semua melihatnya, Hyung. Jangan melawanku, atau ku hukum kau pagi ini” Kyuhyun kembali menghujani ciuman-ciuman kecil di leher Sungmin.

“Akh,, Kyuh..,,” Sungmin mendesah kembali, ketika Kyuhyun menghisap lehernya. Membuat tanda yang lebih jelas.

“kau menikmatinya, Hyung. Mendesahlah, itu berarti kita akan melanjutkannya lebih” Tubuh Sungmin menegang, dan Ia kembali ingat posisinya dengan Kyuhyun seperti apa.

‘Pabbo, kenapa aku menikmatinya lagi’

“Aish,, cepatlepaskan, Kyu. Kita harus berangkat ke sekolah” dengan berat hati Kyuhyun harus melepaskan pelukannya.

“Kajja, kita pergi” Kyuhyun mengambil tasnya, dan tas Sungmin. Mengandeng tangan Sungmin agar tak terjatuh. Sungmin menurut, dan mengikuti langkah Kyuhyun.

“Hyung,, Apakah sakit?” dengan raut wajah khawatir, Kyuhyun mencoba untuk bertanya.

“Tentu saja, bodoh”

.

.

.

Akhirnya dengan waktu yang singkat, Kyuhyun dan Sungmin sudah sampai di Seoul International High School. Kini Kyuhyun dan Sungmin menjadi pusat perhatian dari para seluruh siswa dan siswi. Tentu saja, karena  Kyuhyun menggandeng tangan Sungmin. Kyuhyun cukup populer di sekolah ini. Tampan, pintar, dan tentu saja kaya. Banyak sekali yang menyukainya, entah itu yeoja ataupun namja. Tapi sangat di sayangkan Kyuhyun selalu bersikap acuh. Tak pernah sekali pun, Kyuhyun terlihat dekat dengan seseorang. Karena Kyuhyun selalu menutup dirinya, terkecuali jika sudah berhadapan dengan Sungmin. Maka sifatnya kembali jahil. Tak seorangpun yang tahu, bahwa Kyuhyun dan Sungmin saling mengenal sejak kecil. Semua siswa hanya tahu, bahwa sungmin adalah fans Kyuhyun yang menggilainya. Maka dari itu, Kyuhyun mengerjainya, untuk menghilangkan rasa bosan. Tapi kini, semua siswa melihat Kyuhyun tersenyum senang, dan menggandeng tangan Sungmin dengan erat.

‘Aish,, kenapa semua melihatku?’

Kyuhyun semakin mengeratkan genggamannya, dan terus berjalan ke kelas Sungmin tanpa mengindahkan pandaangan membunuh semua siswa yang tertuju pada Sungmin.

‘pabbo, aku lupa dia populer. Aish,, pasti semua yang menyukainya memandangku aneh’

“Sudahlah, Kyu. Kembali ke kelasmu, aku bisa sendiri. Kelasku hanya beberapa lngkah lagi” Sungmin mencoba tersenyum, dan melepaskan genggaman tangan Kyuhyun.

“Baiklah” Kyuhyun pun kembali ke kelasnya, meninggalkan Sungmin yang masih menatapnya.

‘Kenapa sekarang aku merasa nyaman di dekatnya?’

.

.

.

“Minnie-ah,, kenapa dengan lehermu??” Seorang namja, yang termasuk sahabat Sungmin bertanya dengan ragu.

“Ah,, ini karena aku kedinginan semalam. Terlalu banyak berendam, dan lalu di digigit nyamuk. Makanya menjadi ungu seperti ini” Sungmin mencoba berbohong pada sahabatnya Lee Hyuk Jae. Tidak mungkin, Ia mengatakan ini adalah hasil karya Cho Kyuhyun.

“Jinjja?? Aku kira kau melakukan  making love” Ucapan Hyukie, benar-benar tepat sasaran. Membuat wajah Sungmin kembali memerah.

“Ahni,, kau selalu saja memikirkan hal seperti itu. Sudahlah, seongsang sudah datang” sungmin mencoba mengalihkan pembicaraan dan kembali memperhatikan guru yang ada di depannya. Sementara Hyukie, hanya mengerucutkan bibirnya sebal. Karena pertanyaannya masih belum di jawab dengan benar.

.

.

.

Bel sudah berbunyi, pertanda bahwa  sudah datangnya jam istirahat.

“minnie-ah, ayo kita makan bersama” seorang namja berperawakan tinggi, berlesung pipit yang teramat s angat tampan menghampiri Sungmin.

“Ah,, ne. Siwonie. Kajja “ Siwon pun duduk di bangku sebelah sungmin.

“hyukie-ah, kajja. Kita makan bersama” Sungmin mengajak Hyuk yang membereskan bukunya.

“Ahni, aku akan makan di kantin saja Hyung. Kau dengan Siwon saja”

“baiklah” Hyukie pun pergi meninggalkan Sungmin dan Siwon berdua di dalam kelas. Tentu saja, karena semua orang sedang berhamburan pergi ke kantin.

“Kau tidak bekal, Hyung??” Siwon membuka kotak bekalnya, yang Ia bawa. Namja ini memang sering membawa bekal dari rumah. Ia selalu berpikir, bahwa makanan di luar sana tidak higienis.

“Ahni,, aku tidak lapar. Kau makanlah”

‘Bagaimana aku mau buat bekal? Sarapanku saja di ganggu’

.

.

.

Kyuhyun menelusuri koridor sekolah, dengan seringaian yang sangat terukir jelas di wajahnya.

‘Aku kan mengajak Sungmin Hyung, makan bersama’

Dengan wajah yang masih ceria, Kyuhyun terus berjalan. Sampai Ia melihat Sungmin yang sedang duduk dengan seorang  namja yang Ia ketahui sebagai ketua Osis sekolah ini. Kyuhyun pun mendekati ruang kelas Sungmin berada. Semakin dekat, dan melihat Sungmin dengan namja itu sedang menyantap makanannya.

“baiklah, kau mau mencoba makanan ku?” Siwon menawarkan sebuah sandwich yang Ia bawa pada Sungmin.

“Aniyo, kau makan saja. Aku tak lapar” tolak Sungmin halus. Tapi siwon tidak menggubris Sungmin. Dengan cepat, siwon memasukan sandwich yang Ia pegang kedalam mulut Sungmin.

“Ya !! Wonnieee” Sungmin menggerutu sebal, ketika sandwich itu masuk dalam mulutnya.

“Hahaha, makanlah. Kau pasti lapar” siwon mengacak-acak rambut Sungmin lembut, tanpa menyadari pandangan membunuh dari sepasang onyx yang memandang mereka.

“Aishh,, Sungmin Hyung” seorang namja berambut ikal,yang di ketahui bernama Kyuhyun, tanpa ragu langsung masuk ke dalam kelas Sungmin dan menatap garang Siwon.

“Ah,, Kyu.. Wae?” sungmin bertanya dengan sangat polos, ketika Kyuhyun hadir di hadapannya.

“Ya !! Sungmin, Hyung ikut aku!!” Kyuhyun pun menarik tangan Sungmin, dan menjauh dari Siwon yang tengah memandangnya sengit.

.

.

“Aish,, apoo Kyu. Apa yang kau mau?” Sungmin bertanya dengan heran, ketika Kyuhyun sudah menariknya ke atap sekolah.

“Ya !! Hyung jangan dekat dengan namja itu” Kyuhyun mencengkranm lengan sungmin, dan menatap Sungmin dengan tatapan tajamnya.

“Wae? Dia temanku” Sungmin memberanikan diri menatap Kyuhyun.

“Jangan dekat dengannya”

“Wae? Ken-,,Hmmmpptttt” ucapan sungmin harus terhenti ketika Kyuhyun melumat bibirnya kasar.

 

T.B.C

REVIEW

Advertisements

6 thoughts on “MY PERVERT EVIL/YAOI/KYUMIN/CHAP 3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s