I Got You | YeWook |Yaoi

2

Author: Astia Kishimoto

Title:  I got You

Rate : T

Genre : Romance, Drama

Disclamair : Yewook belong to God and this fict is mine

Summary : Dendam kedua orang tua mereka, yang mengharuskan seorang Kim JongWoon di benci oleh Kim Ryeowook yang selalu ia kagumi dari dulu. Tapi sayang orangtua Yesung tidak mengerti perasaan anaknya. Akankah Yesung terus megejar cintanya atau menurut pada orang tuanya?? /Read this fict/

Pair : Yesung >< Ryeowook

Warning: Typo, abal, Boys Love.

a/n: Aku buat ini untuk ngerayain YeWook Anniv >< Jika cerita mudah untuk di tebak, harap di maafkan. Karna saya hanya Author abal, yang demen bikin fict gaje. Bagi yang tidak sengaja ke tag, mohon dimaafkan juga yah.. !!!!!!!!!!!!!!

 

Happy Reading

 

.

.

.

 

 

Seorang  namja duduk termenung, memandangi pemandangan yang tersaji di balkon kamarnya. Tatapan matanya sungguh kosong. Seakan menyiratkan kesedihan.

“Kenapa ini harus terjadi padaku?? Tak bisakah mereka mengerti perasaan ku?? Tak bisakah mereka menghentikan semua dendamnya?? Sungguh, aku sangat lelah. Kenapa pula, aku harus di benci olehnya juga?” Namja itu bergumam pelan, masih dengan tatapan kosongnya.

“Aishhh,, menyebalkan. Memikirkannya, benar-benar membuatku gila” Namja itu kini  mengacak-acak rambutnya frustasi. Namja itu perlahan mendekat ke arah aquarium kecil miliknya, mengambil peliharaan kesayangannya.

“Dangkoo, apa yang harus aku lakukan kali ini??” Namja ini kini tengah mengelus-elus kura-kura kesayangannya.

“……”

“Bisakah kau bicara??” Mungkin namja ini benar-benar sudah gila, karena mengajak hewan bicara.

“….”

“Tak bisakah kau membantuku?? Aishh,, menyebalkan sekali” Namja itu terus menggeram kesal. Sungguh namja ini, benar-benar terlihat seperti orang gila kali ini.

“Yesungiee,, berhenti berteriak tidak jelas seperti itu” Kegiatan namja- Yesung  yang sedari tadi berteriak tidak jelas pada kura-kuranya, Kini harus terhenti karena suara nyaring milik Ibu nya.

“Aishh,, umma ku benar-benar tak bisa mengerti perasaanku” Yesung bergumam pelan, namun terlihat sangat jelas bahwa Ia kini tengah kesal.

“Ya !! Yesungiee”

“Ne, arraseo umma. Arra”

“Begitu lebih baik, dan cepat lah bergegas. Jam 7 malam nanti, kau harus memenangkan saham itu” Kini Umma Yesung  menyeringai yang sangat sulit di artikan.

“Aigoo,, Bisakah kau menghentikan semua ini umma??” Ucap Yesung memelas.

“Tidak mungkin, Yesungie. Kau harus mengalahkan rival mu itu”

“Aku bosan, Umma. Dari dulu dia selalu jadi rival ku” Yesung membantah keinginan Ibu-nya kali ini. Jujur, Ia sangat takut menghadapi Umma nya.

“Tidak bisa, Kau harus melakukannya. Kenapa kau sangat menolak kali ini??” Kini Umma Yesung menatap tajam putranya.

“Aku bilang kan bosan, umma. Tolong mengerti lah”

“Tidak bisa, jika untuk bisnis Yesung” umma Yesung kini membalikan badannya, dan mulai meninggalkan anaknya yang masih di balkon kamarnya.

“Umma, sungguh menyebalkan. Aku hanya tidak ingin Wookie semakin membenciku”

 

.

.

.

“Baiklah, jadi Siapa pemegang saham terbesar kali ini?? Pemegang saham terbesar bisa menjadi direktur untuk perusahan baru ini” Seorang namja paruh baya, menatap semua orang yang ada dalam ruangan VIP itu.

“Aku menyumbang  100 Jt Won” Seorang namja yang berparas sangat imut, yang sedari bungkam kini mulai berbicara.

“Aku 200 Jt Won” Kini Yesung yang sedari tadi memperhatikan namja manis itu kini mulai angkat bicara.

‘Mwo??’ Namja imut itu menatap tajam ke arah Yesung. Yesung hanya mengangkat bahunya, seraya mengatakan ‘Aku benar-benar harus melakukan ini Wookie’

“Baiklah ada yang lebih dari 200 Jt ??” Namja paruh baya tadi- Sooman. Kini menimbang-nimbang siapa yang berhak mendapatkan saham terbesar.

“Aku 250 Jt” Lagi, namja imut tadi- Kim Ryeowook kembali mengatakan nominal uang yang lebih besar dari Yesung.

“300 Jt” Ucap Yesung dingin, Jujur hati nya sangat ingin mengalah dari Ryeowook.

“350 Jt” Ryeowook kembali menambahkan, nominal uang yang ia punya.

“400 Jt”

‘mwo?? Dia benar-benar menyebalkan. Tak bisakah sekali-kali mengalah untuk ku??’ Batin Ryeowook, seakaan meratapi nasibnya. Jika Ia kalah lagi dengan Yesung.

“450 Jt” Ryeowook kembali menambahkan nominal uang yang Ia punya.

“500 Jt won” Yesung kembali menatap Ryeowook dengan senyuman khasnya. Tapi sangat di sayangkan, Wookie hanya menatapnya kesal.

‘Aigoo, bisa-bisa aku menghabiskan uangku jika begini’

“Eothee? Ryeowook-ssi . Apa kau akan menambah lagi??” Tawar Sooman dengan sopan. Ryeowook hanya diam, tak bergeming.

“Baiklah, kali ini saham perusahaan menjadi milikku lagi” Yesung berdiri dan mendekat ke arah Ryeowook. Ryeowook hanya bisa menatap Yesung kesal. Sungguh, ini sangat memalukan baginya.

“Baiklah, Kim Jongwoon-ssi. Anda mendapatkannya”

 

 

“Wookie-ah,, chakaaman” Yesung mencoba mengejar Ryeowook, yang sedari tadi menjauhinya. Sungguh, Ia hanya ingin minta maaf pada namja imut itu. Tapi kenapa sulit sekali?

“jangan mengikutiku. Kau telah merebut semuanya Hyung. Berhenti, mengikuti ku Dan menjauh dariku” Ryeowook membalikan badannya, menatap yesung sengit.

“Ahni, aku akan terus mengikuti mu”

“Apa yang kau mau, Hyung??”

“Mianhae, Aku benar-benar minta maaf” Yesung menatap Ryeowook dengan tatapan yang sangat lembut.

“Tak ada yang perlu dimaafkan, Hyung. Mungkin keluargamu memang lebih berkuasa” Ryeowook menundukan kepalanya, mengingat semua pertentangan yang pernah terjadi antara keluarganya dan Yesung. Sejak dulu, kedua orangtua mereka hanya memikirkan bisnis, terus bersaing untuk melihat siapa yang lebih baik.

“Ahniyo, aku yang salah Wookie. Jujur aku sangat takut melawan Umma. Bisa-bisa aku mati duluan” Yesung mencoba mencairkan suasana.

“Begitu juga, aku Hyung. Kenapa kau sangat senang merebut semuanya dari ku?? Aku sangat tidak ingin, Umma dan Appa ku kecewa”

“Sungguh, aku sangat tidak bermaksud seperti itu” Yesung mencoba mendekatkan jaraknya dengan Wookie.

“Arraseo, Hyung”

“kau memaafkanku, Wookie??” Yesung menatap Ryewook penuh harap.

“ne, Hyung. Tapi setidaknya buat aku sekali-kali menang melawanmu. Dan kau harus mengalah padaku. Jangan seperti tadi, itu membuatku kesal” entah kenapa Ryeowook kini terlihat manja terhadap Yesung.

‘Kenapa aku jadi seperti ini?? Pasti otakku sedang tidak beres’

“Gomawo, wookie-ah” Yesung tersenyum puas, dan menarik Ryeowook dalam pelukannya. Ryeowook hanya diam tak bergemiing dalam pelukan Yesung.

“Jeongmal gomawo” Yesung semakin mengeratkan pelukannya.

“Sesak, Hyung. Le-Lepaskan aku” Seakan sadar apa yang Yesung lakukan sekarang, Ryeowook berontak dalam pelukan namja jangkung ini.

“Shiroo, aku tak akan melepaskanmu. Sangat jarang sekali dapat memelukmu seperti ini” Yesung terus mengeratkan pelukannya. Semakin Ryeowook berontak, maka semakin eratlah pelukannya.

“Ya!! Hyung,, Lepaskan aku” Ryeowook terus mencoba mendorong tubuh Yesung, yang lebih besar darinya. Bukannya melepaskan pelukannya, tapi kini yang di rasakan oleh Ryeowook adalah benda lembut yang menempel di lehernya. Kali ini kepala Yesung, sudah ada di ceruk leher Wookie. Yesung mengigit, dan mengecup leher namja imut ini.

“ngghnn,, jebal. Le-lepaskan aku. Kau gila, Hyung!!!” Ryeowook terus mendorong tubuh Yesung, sampai akhirnya Yesung bisa menjauh darinya. Entah perasaan apa yang dirasakan Wookie, kali ini. Tapi sungguh, jantungnya berdebar tak karuan sejak Yesung ada di sampingnya. Yesung menatap lembut Ryeowook, dan tersenyum yang sulit di artikan.

“Saranghae, Kim-Ryeowook” Yesung menggengam erat tangan  Ryeowook.

‘Apa yang dia katakan? Apa dia gila? Tapi entah kenapa, aku sungguh merasa sangat senang’

“kau gila, Hyung” Jujur, Ryeowook sangat tidak ingin mengatakan ini. Tapi ego-nya lah yang membuatnya seperti ini.

“Karna kau, aku jadi seperti ini Wookie”

“Ini sungguh salah, Hyung. Aish,, kau menyebalkan” Ryeowook menghempaskan tangan Yesung kasar, dan mulai menjauh darinya.

 

‘Dia membuatku jantungan, seperti ini. Aishh,, ada apa denganku. Kenapa jadi seperti ini??’

 

 

“Kau hebat Yesungie, kau selalu membuatku bangga. Akhirnya kau mendapatkan saham itu” Seorang wanita paruh baya, kini menatap anaknya-Yesung dengan tatapan bangga.

“Arraseo, Umma. Tapi apa aku boleh meminta sesuatu dari mu??” Yesung menatap Umma nya dengan serius.

“ne, katakanlah”

“Apa Umma akan mengijinkanku, jika aku menyukai Kim Ryeowook??”

“Mwo?? Kau gila. Dia namja Kim JongWoon, sama seperti mu” Kini Umma Yesung  berteriak kaget.

“jangan berteriak, Umma. Aku serius”

“Jangan bercanda”

“Aniyo, aku benar-benar serius”

“Umma, tak akan mengizinkanmu. Dia rival mu, sejak dulu. Tidak mungkin, kau bisa bersatu dengannya”

“Tapi, aku benar-benar sudah menyukainya Umma. Dan kau harus mengizinkanku” Yesung menggengam tangan Umma nya dengan erat. Seakan menyakinkan Umma-nya bahwa Ia benar-benar serius.

“Tidak akan pernah terjadi”

“Ayolah, Umma. Kali ini, aku mohon kabulkan permintaanku. Kau selalu saja mengekangku, Umma. Setidaknya ini permintaanku, yang harus kau penuhi” Yesung sedikit memelas kali ini, yang membuat Umma nya menyadari, bahwa Ia terlalu mengekang Putra satu-satunya.

“Baiklah, Umma akan menuruti permintaan mu kali ini. Umma harap, kau benar-benar bahagia bersamanya. Masalah tentang saham, kau tetap harus melanjutkannya. Perusahaan ada di tanganmu, Kim Jongwoon” Yesung tersenyum lega, mendengarkan penuturan Umma-nya. Yesung langsung memeluk Umma-nya erat.

“Gomawo, Umma. Jeongmal gomawoyo”

 

.

.

.

.

*Kim Ryeowook POV*

‘Kenapa aku jadi seperti ini?? Ada apa denganku?? Kenapa sejak Yesung Hyung mengakatan itu, aku selalu berdebar seperti ini. Mungkinkah, aku benar-benar menyukainya?? Ahni,, itu tidak mungkin. Tapi kenapa terasa sangat menyenangkan, dan menenangkan ku. Ketika Ia mencium leherku tadi. Ini benar-benar tidak masuk akal’ Aku terus berguling-guling tidak jelas di atas kasur King size ku. Jujur saja, aku selalu memikirkan Yesung Hyung sejak tadi.

“Aish,, Mungkin aku memang sudah gila. Huft,, sebaiknya aku cepat-cepat tidur” Aku menarik selimutkku, sampai menutupi semua badan ku. Jujur saja, hari ini sangat melelahkan. Apalagi sejak kejadian bersama Yesung Hyung. Itu sangat membuatku jantungan. Aku mencoba memejamkan mataku. Tapi tiba-tiba saja ponsel ku, berbunyi. Dengan malas aku pun memencet tombol hijau, tanpa melihat siapa yang tengah malam menelpon ku.

“yoboseoyo”

“wookiee-ah,,” suara di sebrang telpon itu memanggilku dengan sangat nyaring. Tapi, aku seperti menyadari siapa pemilik suara ini. Aku pun, mencoba memastikannya.

“nuguseyo?”

“Kim Jongwoon. Aku Yesung, Wookie”

“Mwo?? Hyung? Untuk apa kau menelponku malam-malam begini??” Sungguh, aku sangat senang dia menelpon ku. Tapi sangat di sayangkan, aku terlalu mempertahankan ego-ku.

“Wookie-ah, besok temui aku di Lotte World jam 11 pagi. Kau harus datang di sana tepat waktu. Ada yang ingin aku katakan padamu”

“….”

“Mianhae, menggangu mu Wookie, kalau begitu selamat malam. Jaljayo”

*PIIIPP*

Sambungan terputus, jujur aku masih sangat ingin mendengarkan suaraya. Tapi kenapa mulutku malah berkata sebaliknya. Aishh,, menyebalkan. Sebaiknya aku tidur, dan menunggu besok. Aku sangat penasaran apa yang akan Ia katakan padaku.

*Kim Ryeowook POV End*

 

.

.

.

.

Matahari sudah menunjukan cahaya paginya. Kini namja nan imut, tengah menggeliat pelan di bawah selimutnya. Perlahan namja imut itu, mengerjapkan matanya. Mencoba mengumpulkan nyawanya, yang masih di alam sana (?)

“kenapa silau sekali, menyebalkan. Ini kan hari libur” Namja imut ini menggumam kesal, melihat tirai jendelanya sudah terbuka lebar.

“Pasti, Umma” Kini namja imut itu, melirik ke selilingnya. Pandangannya pun tertuju pada sebuah jam di samping kirinya.

“Mwoya?? Aku telat. Aigoo, kenapa Umma tidak membangunkanku?” Namja imut itu, dengan cepat bangkit dari tempat tidurnya.  Namja itu, kini lansung masuk ke dalam kamar mandi. Membersihkan tubuhnya, dan segera bersiap untuk pergi ke tempat yang tadi malam Ia sepakati.

 

.

.

.

“Kenapa Wookie, lama sekali. Aish,, ini sudah jam 12.00 kenapa dia belum datang?” Namja jangkung yang bernama Yesung kini bergumam kesal, sambil melirik arlojinya.

“lama sekali, apa Ia tidak niat untuk menemuiku?” Pikiran negative mulai, memasuki pikirannya. Akhirnya Yesung memutuskan untuk sabar menunggu, dan duduk manis di bangku taman. Headphone Ia kenakan, untuk menghilangkan rasa penat.

*after 15 minute*

“Hosh, Hosh,, Ah.. Mianhae Hyung. Aku terlambat” Seorang namja imut, dengan nafas terengah-engah mencoba menyadarkan namja yang sedang asyik mendengar music memalalui I-phone nya.

“Hyung,,,!!!” Kini namja nan imut ini, sudah berteriak dengan sangat kencang. Membuat seorang Kim Joongwon yang sedari asyik dengan dunianya sendiri, langsung melihat ke arahnya.

“Wookie-ah, akhirnya kau datang” Yesung langsung berdiri, dan dengan cepat memeluk Ryeowook.

“Hah,, lepaskan Hyung. Aku sesak” Ryeowook mencoba menjauhkan jarak dengan Yesung,

“mianhae” Yesung langsung melepaskan pelukannya

“gwaenchana’

“Wookie,, bagaimana Jika kita bermain terlebih dahulu?” Yesung tersenyum gaje, dan dengan cepat menyambar tangan Wookie. Di genggamnya erat, tangan namja imut itu. Seakaan tidak ingin melepaskannya.

Akhirnya kedua namja ini, asyik menikmati permainan yang ada di dalam LotteWorld. Mulai dari menaiki RoleCoaster, menonton berbagai pertunjukan, dan sebagainya. Tanpa menyadari sang matahari sudah mulai tenggelam.

“Wookie, untuk yang terakhir bagaimana jika kita naik bianglala??” Tangan Ryeowook, masih setia digenggam oleh Yesung.

“Baiklah”

 

Akhirnya mereka pun, naik bianglala untuk menikmati suasana matahari tenggelam dari atas.

“Indah sekali pemandangan di sini” Ryeowook menggumam takjub, melihat pemandangan dari atas

“Tentu, sangat indah. Tapi yang lebih indah itu, kau Wookie” Yesung menatap lembut Ryeowook, dan kembali menggenggam tangannya.

“Kau bercanda Hyung”Ryeowook memalingkan wajahnya, untuk menutupi rona merah yang menghiasi wajahnya.

“Aniyo, aku tidak bercanda Wookie. Saranghaeyo. Jeongmal saranghae” Yesung mengangkat dagu Ryeowook untuk menatapnya.

“mwo??”

“Saranghae” Sungguh, lidah Ryeowook terasa kelu kali ini. Untuk mengungkapkan perasaanya yang sama, akhirya Ryeowook memeluk Yesung dengat sangat erat.

“nado” gumamnya lirih. Yesung tersenyum puas, dan menatap wajah manis Ryeowook.

“Gomawo, jeongmal gomawo” Yesung mengecup bibir Ryeowook pelan. Tak ada paksaan untuk lebih. Hanya saling menyalurkan perasaan mereka masing-masing. Kini matahari tenggelam lah, yang menjadi saksi cinta mereka.

T.B.C or end

 

Next or del ??—“

Jiahahhaha, gaje nya  ini fict, doh.. maaf jika ama judul kaga sama. Maklum author abal. Jangan lupa RCL yah, sangat di tunggu Review nya. Wajib review

Sprout Remake KYUMIN VER part 2

4

Author: Astia Kishimoto

Title: Sprout Remake KYUMIN VER

Rate: T

Genre: romance, friendship

Disclamair: KyuMin belong to God, and this fict is mine, and inspiration is manga or dorama ‘SPROUT’

Summary: Lee Sungmin yang sangat mempercayai cinta pertamanya. Orang yang menolongnya pertama kali, Ia berharap menemukan orang yang menemukannya. Appa Sungmin menyewakan kamar kosong yang ada dirumahnya pada 3 orang namja Kyuhyun, Ren, dan Minhyun. Akankah Sungmin menemukan cinta pertamanya itu? Atau berpaling pada namja yang menciumnya-Yesung. RnR please, FF KYUMIN// YEMIN//KYUWOOK//MINHYUNREN/YEWOOK YAOI

Pair  : Kyuhyun Sungmin

Slight : KYUWOOK, YeMin, YEWOOK

A/N: FF ini remake dari dorama berjudul ‘Spourt’ karena saya suka ama ceritanya, jadi aku buat deh versi Kyumin nya. Dan jadilah fict ini.

Dont Like dont Read, DONT FLAME

Happy Reading

KyuMin Is Real

.

.

.

Namja berparas manis dan sangat imut ini, kini tengah menelusuri koridor sekolah yang memang terbilang luas. Namja manis ini berjalan gontai dengan beberapa umpatan yang keluar dari bibir pouty nya itu.

“Arghhhtt,, aku masih tak rela jika harus membagi rumahku pada namja-namja asing itu. Appa benar-benar menyebalkan” Namja manis ini- Sungmin kini mengumpat tak jelas. Tentu saja, Ia masih kesal dengan kejadian tempo hari di rumahnya. Siapa yang mau jika harus membagi fasilitas yang ada di rumahnya pada orang lain. Tentu saja tidak.

“Ming,,” Suara khas yang cukup melengking itu memanggil Sungmin dengan keras. Membuat Sungmin membuyarkan lamunannya, dan menatap namja yang berjalan menghampirinya.

“waeyo, Hyukie?” Sungmin menatap heran Eunhyuk- teman sekelasnya, yang kini memasang tampang heran Sungmin. Pasalnya Sungmin sangat jarang sekali mengumpat seperti saat ini.

“Aku sedang bad mod, Hyukie-ah. Kau tahu? Rumahku sekarang sudah di sewakan pada empat namja asing. Aishh, benar-benar menyebalkan” Sungmin mengacak-acak rambutnya frustasi, dan tetap meneruskan langkahnya bersama Hyukie menuju kelas.

“Eh? Jinjja? Rumahmu di sewakan Hyung?”

“Ne, itu benar-benar menyebalkan Hyukie. Dan nanti siang mereka mungkin akan berpesta merayakan kepindahannya bersama Eomma, dan Appa”

“Wah~ sepertinya sangat menyenangkan Ming. Aku ikut ke rumah mu ne?”

 

“Mwo? Tidak boleh”

 

“Ayolah, aku juga ingin tahu siapa yang menyewa kamar di rumah mu” Hyukie memasang tampang memelas. Mencoba membujuk Sungmin, agar Ia dapat kerumah Sungmin untuk pesta nanti.

“Cho Kyuhyun. Dia yang menyewa rumahku”

 

“Mwoya? Dia kan namja yang sangat populer disini?” Hyukie memasang wajah tak percaya, ketika Sungmin mengatakan bahwa Kyuhyun yang menyewa kamar di rumahnya. Masalahnya Kyuhyun adalah anak orang kaya. Bahkan orangtuannya pun pemegang saham terbesar di sekolah ini.

 

“ne, dia bilang akan tinggal di rumahku selama 3 bulan bahkan sampe selesai midtest akhir. Bagaimana menurutmu? Itu sangat menyebalkan kan?” Sungmin kembali memasang wajah kesal, ketika Ia kembali melihat Kyuhyun berjalan ke arahnya dengan menggandeng  seorang namja manis.

 

“kalau begitu kau sangat beruntung, bisa dengannya Ming” Hyukie berdecak kagum, ketika Sungmin menceritakan semuanya. Jika kalian tahu, Hyukie itu merupakan fans dari Kyuhyun.

 

“Ya !! Hyukie tutup mulut mu” Sungmin menyikut lengan Hyukie yang ada di sampingnya supaya diam, dan melihat kedepan.

 

“Wa-Waeyo?” Sebelum Hyukie melihat ke arah Sungmin. Sebuah suaranya menyapanya.

“Min, Sungminie, kau mau kemana?” Ya !! Kalian benar, yang menyapa Sungmin itu Cho Kyuhyun. Membuat Sungmin membatu ketika melihat Kyuhyun yang masih menggenggam tangan namja manis yang sedari tadi di sampingnya

 

“Ya ! Min, kau di panggilnya” Eunhyuk berbisik pelan pada Sungmin, yang entah kenapa tiba-tiba terdiam.

 

“Eh? M-Mwo?”

 

“Aishh, kau ini Min. Euhm, kenalkan ini Ryeowook. Dia namjachinguku” Kyuhyun menunjuk Ryeowook yang sedari tadi ada di sampingnya. Membuat Sungmin tersenyum miris. Entahlah, tapi hatinya berdeyut sakit ketika Kyuhyun menyatakan bahwa namja itu dekat dengan Kyuhyun. Memang benar juga, Hubungan sesama jenis di sekolah ini sudah banyak terjadi. Hanya beberapa orang saja yang straight.

 

“Annyeong, ryeowook imnida. Kalian bisa memanggilku Wookie. Bangapta” Ryeowook tersenyum tulus sambil mengulurkan tangannya pada Sungmin.

 

“A-Annyeong, Lee Sungmin imnida” Sungmin tersenyum kaku, dan membalas uluran tangan Wookie. Dan dengan cepat pula Ia melepasnya. Lalu Ryeowook tersenyum pada Eunhyuk, dan kembali mengulurkan tangannya.

“Lee Hyuk Jae imnida. Kau bisa memanggilku Hyukie jika mau” Hyukie pun membalas uluran tangan Ryewook.

 

“Ah- Kyu ada apa kau kemari?” Sungmin pun mencoba bertanya pada Kyuhyun. Jujur saja, Ia ingin segera pergi dari tempat ini. Hatinya terus berdenyut sakit ketika melihat Kyuhyun dan Ryeowook.

“Aku ingin meminta izin padamu supaya, Ryeowook di izinkan ke rumahmu nanti siang untuk bepesta” Kyuhyun pun menatap foxy milik Sungmin. Entah kenapa Ia selalu merasa tenang jika menatap mata foxy itu.

 

“tentu saja boleh. Kau bebas membawa siapa pun termasuk Wookie” Sungmin mencoba tersenyum setulus mungkin. Bagaimana pun juga, IA tidak boleh membenci Ryeowook yang tidak ada kaitannya dengan kepindahannya seorang Cho Kyuhyun.

 

“Wah~ kau baik sekali Min. Gomawo” Kyuhyun pun dengan cepat memeluk Sungmin erat. Bahkan sangat erat, seakan tidak mau melepaskannya.

 

‘kenapa nyaman sekali’

 

“Ya !! lepaskan aku, Kyu” Sungmin mendorong tubuh Kyuhyun keras, hingga membuat gelak tawa di sekelilingnya.

 

“Hahahah~ kalian lucu sekali” Tawa Ryeowook dan Eunhyuk bersamaan.

 

“Mi-Mianhae, Min. Aku terlalu senang tadi” Kyuhyun hanya tersenyum polos melihat wajah Sungmin yang kini tengah merona.

“A-Araseo, dan uhm aku harus segera pergi. Ada urusan di ruang Han seongsaeng. Sampai jumpa” Sungmin pun segera pergi dan meninggalkan KyuWookHyuk di sana.

 

‘Aishh,, kenapa denganku?’

 

.

.

.

“arghhtt,, kenapa aku jadi seperti ini? Kau membencinya Min. Tapi kenapa aku merasa kalau dia adalah orang yang selama ini aku cari?” Kini Sungmin tengah terduduk di atas atap sekolah. Hembusan angin yang bertiup cukup kencang, membuat helaian rambut Sungmin tertiup angin.

“Hah~ mungkin ini hanya perasaanku saja. Lagi pula aku sama sekali belum merasakan genggam tangannya” Sungmin melihat telapak tangan kanannya, yang terasa kosong. Tapi entah kenapa kehangatan seseorang itu selalu terasa.

 

“Hah~ menyebalkan sekali hari ini. Aku harus mengingat kejadian itu lagi” Sungmin menyembunyikan wajahnya di tumpuan kakinya itu. Tanpa menyadari seseorang kini tengah mendekat ke arahnya.

 

Hening

 

Hanya terdengar suara angin berhembus. Orang itu hanya duduk di samping Sungmin, tak berniat sama sekali untuk mengganggunya. Sampai Sungmin yang mulai merasa bosan, akhirnya berniat meninggalkan atap. Tapi-,

 

“Eh? Sejak kapan kau disini Yesung-shii?” Sungmin terlihat sangat kaget, ketika Ia mendapati Yesung yang duduk di sampingnya.

“Aku disini cukup lama. Sekitar 30 menit” jawab yesung yang mulai berdiri merapikan seragamnya.

“Mworago? Kau disini sudah 30 menit dan aku tak menyadarinya?” Sungmin menatap Yesung tidak percaya. Sungguh Ia sama sekali tidak menyadari keberadaan Yesung.

“Ne, sudah 30 menit”

 

‘Pabboya, kenapa aku tak menyadarinya sama sekali?’

 

“Mianhae. Uhmm lalu untuk apa kau menemuiku?” Sungmin mulai berdiri dan menatap Yesung yang terlihat sudah selesai merapikan seragamnya.

 

“Aku ingin mengungkapkan sesuatu pada mu” Yesung kini terlihat serius dan mulai menatap Sungmin intens. Menghimpit Sungmin pada tembok yang ada di belakangnya. Memejarakan Sungmin dengan lengannya agar tidak kabur.

 

“Mwo? K-Katakan sa-,” belum sempat Sungmin menyelesaikannya, sesuatu yang terasa lembut menyentuh bibirnya.

 

Cuuppp

 

Yesung mencium Sungmin singkat. Hanya mengecupnya pelan. Dan setelah itu melepaskannya kembali. Membuat sungmin sedikit kaget akan hal itu.

 

“Aku menyukaimu sejak pertama kali, kau melihatku berciuman waktu itu” Yesung pun tersenyum dan segera meninggalkan Sungmin yang masih membatu mencerna kejadian itu.

 

MWOYA? DIA MENCIUMKU?? ARGHHTTTT’

 

T.B.C

Maaf pendek,, soalnya pemberitahuan.. ini Cuma 1 kt

Pure of Love| KyuMin Fanfiction | Yaoi

0

Author: Astia Morichan (@astia_joyer)

Title: Pure of Love

Genre: Romance, Friendship

Rate: T

Summary: Hanya kisah pertemuan Kyuhyun dan Sungmin sewaktu mereka SMP hingga Sungmin merasakan sesuatu yang aneh padanya. /Remake Junjou Romantica eps 9/ KyuMin/ Yaoi/ RnR Juseyo

Warning: Typo, OOC, Abal dll

Pairing: Our Love Otp

Kyuhyun X Sungmin

a/n: karena saya sangat suka eps 9 Junjou Romantica. Akhirnya saya buat FF yg versi KyuMin nya. Disini KyuMIn itu masih kelas 2 SMP yang sama-sama polos. Yg di italic itu isi hati Sungmin yah..  Semoga suka yah..

Happy Reading

KyuMin Is Real

enJOY

.

.

.

Sungmin POV

 

 

“Sungmin-ah,, Ya !! cepat kembali” Aku berlari terus, tanpa menggubris teriakan Ibu ku yang memanggil ku. Aku kabur dari tempat Les ku. Sungguh aku sangat lelah. Kenapa mereka tidak pernah mengertiku sama sekali? Tak tahukah bahwa aku benar-benar sangat lelah harus melakukan aktifitas itu. Ketika  Senin aku harus ikut leas piano. Selasa berenang, Rabu Kendo dan material art, kamis Les kembali, Jumat Kaligrafi, Sabtu Minggu aku harus kembali belajar kendo. Sungguh aku sudah malas melakukan semua itu. Eomma benar-benar tidak mengerti aku. Aku benar-benar hanya ingin merilekskan pikiranku yang penat ini.

 

Langkahku terhenti disebuah taman yang berada di belakang sekolah. Taman ini adalah tempat persembuyianku. Setiap aku kesini aku akan selalu merasa nyaman. Disana, aku melihat seorang anak laki-laki seumuranku tengah tertidur di hamparan rumput dengan buku yang menutupi wajahnya.

 

Normal POV

 

Sungmin mendekati namja yang tengah tertidur itu. Dilihatnya wajah tampan anak laki-laki itu. Kulit yang sedikit pucat, tinggi, dan sangat terlihat sempurna dimata Sungmin. Anak itu seperti bukan orang Korea. Dia sangat berbeda.

Tanpa sadar, perlahan kelopak mata onyx anak laki-laki itu terbuka. Memperlihatkan mata onyx miliknya pada Sungmin yang masih menatapnya. Anak laki-laki itu kini mendudukan dirinya, tanpa melepaskan pandangannya pada Sungmin.

“Aku Cho Kyuhyun”

“Ya !! kenapa kau ada disini? Kau harus meminta izin terlibih dahulu. Ini adalah tempatku” Sungmin yang sedari tadi terpaku melihat ketampanan Kyuhyun. Kini menjadi sangat kesal ketika Ia menatapnya. Pasalnya tempat ini adalah tempat persembunyian Sungmin. Tak ada yang tahu tempat ini selain Ia sendiri.

“Maaf, tapi aku mohon. Izinkan aku tinggal disini” Kyuhyun kini menatap Sungmin penuh harap.

“T-Tidak bisa, kau harus pergi. Ini tempatku jika aku ingin menyendiri”

“Kalau begitu kau bisa tenang, aku tidak akan mengganggu. Kau juga bisa memberitahu apa masalahmu. Aku akan mendengarkannya” Kyuhyun terus mencoba membujuk Sungmin agar Ia tetap bisa diam di tempat ini.

“Ba-Baiklah” Akhirnya dengan terpaksa Sungmin harus mengizinkan Kyuhyun.

.

.

.

“Kau tahu, Kyu? Aku benar-benar kesal pada Eomma. Aku benar-benar sangat lelah untuk melakukan kegiatan yang Eomma suruh. Eomma benar-benar tidak mengerti aku” Sungmin bercerita dengan sangat semangat pada Kyuhyun yang baru beberapa menit yang lalu Ia temui. Seolah Kyuhyun benarbenar akan membuatnya melupakan kekesalan pada Eommanya. Tapi sepertinya Kyuhyun tidak mengubris ocehan Sungmin. Terlihat kini Ia tengah menulis pada buku kecil yang Ia bawa sedari tadi.

“Ya !! Kyu !! dengar kan  aku” Sungmin mempoutkan bibirnya kesal, ketika Kyuhyun terus menulis dengan wajah datar tanpa ekspresi.

“Aku mendengarkan mu, Min” ucap Kyuhyun singat, dan tetap meneruskan kegiatan..

“Ah- Kyu, kenapa kau bisa tahu tempat ini? Tidak ada yang tahu tempat ini selain aku Loh ” Sungmin kembali bertanya pada Kyuhyun. Dan berhasil membuat Kyuhyun menatap Sungmin.

“Aku mengikuti kucing putih yang sangat lucu, yang terus berlarian hingga sampai sini” Kyuhyun menjawabnya dengan sangat singkat, yang membuat Sungmin sedikit kesal.

“oh- aku kira kau menemukannya sendiri” dan kini terlihat Sungmin terus mengerucutkan bibirnya, ketika Kyuhyun melanjutkan untuk menulis.

 

Itulah awal pertemuan Seorang Lee Sungmin dan Cho Kyuhyun

 

.

.

.

“Anak-anak ibu akan memperkenalkan kalian pada murid baru. Dia adalah Cho Kyuhyun. Kyuhyun pindah dari Inggris ke Seoul. Semoga kalian bisa akrab dengannya” Guru wanita itu memperkenalkan Kyuhyun kepada semua murid yang ada di kelas.

 

‘Dia satu kelas denganku’         

 

“Kau bisa duduk dengan Sungmin, Kyu”

“Ne”  Kyuhyun berjalan melewati semua temannya, tanpa mengindahkan semua teriakan para yeoja yang ada di kelas itu.

“Kyaaaaaaaaaaa,, Kyuhyunnn kau sangat tampan. Ah~ kau benar-benar sempurna” Seperti itulah teriakan para yeoja yang ada di kelas. Beda dengan para namja yang terlihat kesal jika melihat Kyuhyun.

 

Setelah Kyuhyun satu kelas dengan Sungmin. Mereka menjadi sangat akrab. Setiap hari, Kyuhyun akan selalu mengajari Sungmin pelajaran yang Ia tidak bisa di belakang sekolah. Sungmin memang terkadang tidak bisa mempelajari matematika. Apalagi pelajaran aljabar. Maka dari itu, Sungmin selalu meminta Kyuhyun mengajarinya. Karena otak Kyuhyun benar-benar seperti pelajar SMA, bukan seperti pelajar SMP sepertinya.

Hari-hari terus mereka lewati seperti itu. Kyuhyun dan Sungmin benar-benar sudah sangat akrab.

.

.

.

“Minniie-ah,, Ya !! kau mau kemana?? Kembali” Teriakan Eomma Sungmin terus terdengar. Ya ! sungmin kabur lagi dari tempat les dengan alasan yang sama.

 

‘Eomma benar-benar kejam. Aku sungguh lelah’

 

Sungmin terus berlari, sampai Ia kini berada di belakan taman sekolahnya. Sungmin berdiri menatap pohon yang ada di depannya.

 

‘Untung saja Kyuhyun tidak ada disini. Sungguh aku ingin menangis. Aku tidak mau jika harus memperlihatkan wajahku yang sedang menangis pada Kyuhyun’

 

“Huahh~ Hikss,, Hikss,, Eomma jahattt,, hikss” Tangisan itu akhirnya keluar. Airmata yang sedari tadi ada di pelupuk mata nya sudah membasahi pipinya yang chubby.

 

Kreserrkk,, Kresseekkk

 

Suara semak-semak terdengar. Menandakan bahwa ada seseorang yang bersembunyi disana.

“Hikss,, Hiksss,, huahhh eommaa” Sungmin terus menangis tanpa memperdulkan suara semak-semak itu.

“Minnie-ah” Suara yang sangat sungmin kenal itu terdengar jelas. Membuat Sungmin membalikan badannya dan menoleh kearah suara itu.

“Hikss,, Hikss,,”

“Kenapa mata mu merah, eoh? Kau menangis?” Anak laki-laki itu- Cho Kyuhyun kini mendekati Sungmin.

“T-Tidak, Hiks,, Hiks,, Aku namja mana Mungkin menangis,, Hiks,, Hiks” Sungmin mengusap  kasar air matanya.

“Jelas-jelas menangis. Kau kenapa, eoh?”

“Eomma, menyuruhku mengikuti semua pertandingan. Piano, renang, kendo semuanya. Ia menyuruhku menang Kyu”

“Bukankah itu bagus?”

“Huahhh~ kau sama saja, hiks,, hiks,, aku lelah kyu,, kau benar- be-,” dan ucapan Sungmin terhenti saat itu juga

 

Cuupp

 

Kyuhyun mengecup pelan bibir plum Sungmin.

 

“Kyaaaaaaaaaaa,, A-Apa yang kau lakukan??” Sungmin menjauhkan jaraknya dengan Kyuhyun.

“Hanya menghentikan tangisanmu, Ming. Di Inggris sana, jika kita mau menyemangati seseorang kita harus menciumnnya” Ucap Kyuhyun dengan ekspresi datar nya, tanpa memperdulikan wajah Shock Sungmin.

 

‘Kyaaaa,, dia menciumku. Ciuman pertamaku. Seharusnya aku berciuman dengan yeoja’

 

“Kajja, kita pulang ini sudah sore. Aku akan mengantarmu” Kyuhyun dengan cepat berjalan ke depan dan diikuti oleh Sungmin.

.

.

.

“err, dingin sekali” Sungmin menggosokan telapak tangannya, supaya tercipta kehangatan disekelilingnya.

“Kau tak membawa sarung tangan?” Kyuhyun yang sedari tadi berjalan di sampingnya kini menoleh pada namja manis itu.

“Ani, ketika pergi tadi aku tak membawanya”

“Kalau begitu pakai punya ku” Kyuhyun melepaskan satu  sarung tangannya, dan menyodorkannya pada Sungmin.

“Kenapa tidak dua-duanya?” Tanya Sungmin heran sambil memasangkan sarung tangan itu ke tangankanannya.

 

“Kau bisa begandengan tangan denganku” Kyuhyun dengan segera menggandeng tangan Sungmin, dan membawa rasa hangat.

 

Deg !!

 

‘Kenapa aku berdebar?’            

 

“Kenapa harus gandengan? Aku itu namja, nanti ada yang lihat”

 

“Tak akan ada yang lihat Ming, Ini sudah malam. Dan yang terpenting Kau sudah hangat sekarang” Kyuhyun tersenyum tulus, dan terus menggandeng tangan Sungmin sampai kerumahnya.

 

Fin aja yah? ._.

Review Juseyo ^^

 

 

Baekyeol Fanfict | My Cool Boy| Yaoi

15

My Cool Boy
Rated M
Romance Drama
Remake dari komik To Love A Cool Boy by Sugishippo
Full Edited!!
Park Chanyeol X Byun Baekhyun
EnJOY!!
oOo
Suasana kelas 3-1 terlihat ramai. Tentu saja, karena ini adalah jam istirahat. Semua namja di sekolah asrama pria itu nampak mengerumuni satu orang siswa berbadan pendek. Sebut saja Byun Baekhyun yang sekarang tersenyum senang, tanpa perlu menggunakan jaket tebal beserta syal seperti teman-temannya yang lain. Baekhyun memang special, Ia mempunyai suhu tubuh yang berbeda dengan orang lain. Suhu tubuhnya 38 derajat. Jangan salah, dia tidak demam! Suhu tubuhnya memang seperti itu! Makanya Baekhyun sangat suka musim dingin seperti sekarang. Tapi jika di musim panas, itu akan menjadi neraka baginya.
“Ya ! Baekie-ah, Kenapa kau bisa menjadi hangat sekali di musim dingin? Pasti sangat enak di peluk oleh mu saat musim panas ini.” Do Kyungsoo kini tampak asik memeluk tubuh hangat Baekhyun. Membuat semua siswa terlihat iri padanya. Seperti seorang namja jangkung yang menatap mereka dengan intens.
“Hehe, itu lah enaknya jadi aku.” Baekhyun hanya bisa terkekeh pelan menanggapi ucapan sahabatnya itu, tanpa sadar namja yang memperhatikannya sejak tadi mendekat ke arahnya.

“ Byun Baekhyun ikut aku !!” Setelah jaraknya cukup dekat dengan Baekhyun. Namja jangkung itu -Park Chanyeol dengan cepat menarik Baekhyun untuk mengikutinya. Baekhyun mendelik tak suka kearahnya. Ia mencoba melepaskan cengkraman tangan Chanyeol. Tapi nihil, Baekhyun tidak bisa melepaskannya.

“Ya !! Park Chanyeol. Lepaskan aku !! ini sakit. Kyungsoo-ah tolong aku. ” Baekhyun kembali mencoba meronta melepaskan genggaman erat Chanyeol. Matanya menatap Kyungsoo dengan tatapan memelas, berharap sahabatnya itu bisa menolongnya. Tapi Kyungsoo bisa apa? Ia tidak berani melawan Park Chanyeol yang merupakan namja yang paling di takuti satu sekolah karena tampilannya.

“Ya !! Chanyeol, lepaskan Baekhyun. Dia kesakitan.” Kyungsoo yang sedari tadi melihat tatapan Baekhyun langsung angkat bicara. Jujur saja, Ia juga tidak tega melihat Chanyeol menyeret Baekhyun seperti itu. Walaupun Ia memang takut, tapi Kyungsoo tidak akan tinggal diam melihat sahabatnya di perlakukan seperti itu.
“Ini urusanku dengannya.” Chanyeol segera menoleh pada Kyungsoo, dan memberikan deathglare gratis, membuat Kyungsoo menutup mulutnya rapat. Tubuhnya kini menegang karena melihat tatapan tajam Chanyeol. Sungguh, Ia benar-benar takut dengan Chanyeol! Jadi Kyungsoo hanya bisa menatap Baekhyun dengan rasa bersalah karena tidak dapat membantunya.
‘Mianhae Baekie’ Dan dengan terpaksa Kyungsso harus melihat Baekhyun di seret oleh Chanyeol entah kemana.
oOo

BRAKKK

Suara pintu ditutup terdengar cukup keras, Park Chanyeol menendangnya dengan keras. Untung saja pintu itu tidak rusak. Baekhyun kembali menatap Chanyeol ngeri. Ini adalah pertama kalinya Ia berinteraksi dengan namja yang paling di takuti di sekolahnya. Sebenarnya Baekhyun tidak ingin berurusan dengan Chanyeol.
“Ya !! Apa yang kau lakukan, eoh? Lepaskan aku.” Genggaman tangan Chanyeol pada Baekhyun kini terlepas. Tapi sayangnya, namja jangkung itu belum berniat melepaskan Baekhyun. Sekarang Chanyeol mendorong tubuh mungil Baekhyun ke dinding. Merapatkan tubuhnya pada tubuh namja mungil itu, dan memenjarakan tubuh mungil Baekhyun dengan lengannya. Sehingga namja pendek itu tidak akan bisa kabur darinya. Jarak mereka benar-benar dekat. Baekhyun bahkan bisa merasakan hembusan nafas Chanyeol menerpa wajahnya. Ini gila! Jantungnya mulai berdetak tak karuan hanya karena jaraknya dengan Chanyeol sedekat ini!
“Mulai hari ini, kau harus menjadi penghangat tubuhku.” Chanyeol berbisik seduktif di telinganya. Butuh waktu lama untuk Baekhyun bisa mencerna apa yang Chanyeol maksud.
1 detik
2 detik
3 menit

“Eh?Mwo?? kau pikir aku barang apa. Seenaknya saja menyuruhku.” Baekhyun membulatkan matanya, menatap Chanyeol tidak mengerti. Jujur, Ia memang tidak mengerti. Apa maksudnya penghangat? Chanyeol kira Baekhyun selimut apa?
“Ikuti perintahku, Byun Baekhyun atau akan ku paksa kau menurutinya.” Chanyeol kembali berbisik pelan di telinga Baekhyun. Namja itu kini berani meniup telinganya pelan, hingga membuat Baekhyun merasa sensasi aneh yang baru pertama kali Ia rasakan. Perasaan yang menggelitik perutnya.
“Aku sama sekali tidak takut padamu Park Chanyeol.” Mencoba bersikap biasa, Baekhyun menatap geram pada Chanyeol yang sedari tadi belum melepaskan kungkungan tangannya.

“Benarkah?” Chanyeol bertanya sambil memamerkan seringaian di wajah tampannya itu. Bahkan Baekhyun harus menelan salivanya dalam ketika Chanyeol semakin menundukan wajahnya pada Baekhyun.
“Ya, Tentu saja. Memangnya kau si-,” Belum sempat Baekhyun menyelesaikan ucapannya kini sesuatu yang lembut menempel di bibirnya. Park Chanyeol menciumnya! Ciuman pertamanya di renggut oleh Chanyeol!! Mimpi apa Baekhyun semalam?? Seharusnya Ia berciuman dengan orang yang Ia sukai ! bukannya dengan orang pemaksa seperti Chanyeol!
Chanyeol mengecup bibir Baekhyun pelan, yang lama kelamaan menjadi lumatan kecil yang membuat Baekhyun mengerang kecil. ia masih belum sadar dan tidak mengerti kenapa Chanyeol menciumnya!
“Nghhh.” erangan Baekhyun terdengar jelas di telinga Chanyeol. Ketika Ia menekan tengkuk Baekhyun untuk memperdalam ciumanya. Menghisap bibir Baekhyun yang begitu lembut di bibirnya. Sungguh, baru pertama kali Ia merasakan sensasi yang memabukkan ketika berciuman.

‘Eh? Apa yang terjadi? Kenapa rasanya sangat nikmat seperti ini. Tidak kau jangan menikmatinya Baekhyun. Ingatlah kau itu namja’

“Ehmppptt,, Lephmmpassh,” Baekhyun mendorong keras Chanyeol, sehingga pangutannya terlepas. Ia benar-benar tidak percaya dengan apa yang di lakukannya dengan Chanyeol. Ayolah, kenapa Ia harus menikmati ciuman Chanyeol barusan?

“Ya !! neo micheseo !! aku itu namja!” Baekhyun mengusap bibirnya yang sudah basah oleh saliva yang entah punya siapa dengan ibu jarinya. Membuat Chanyeol kembali menatap Baekhyun seperti akan menerkam mangsanya. Dimata Chanyeol Baekhyun benar-benar menggoda.

“Aku tidak mau tahu. Kau tetap harus menjadi penghangat tubuhku selama musim dingin ini.” dan Ucapan Chanyeol terdengar mutlak di telinganya. Seperti terkena sihir, Baekhyun hanya bisa diam ketika Chanyeol kembali menariknya pergi.

oOo

Sudah tiga hari Baekhyun resmi menjadi penghangat tubuh Chanyeol. Kemana-kemana Chanyeol selalu menempel padanya. Tubuh namja jangkung itu memang tidak biasa. Suhu tubuhnya dingin seperti es! Pantas saja, jika Ia selalu memakai jaket tebal beserta syal yang melekat di tubuhnya. Sekarang lah Baekhyun yang harus menggantikan tugas para jaket tebal Chanyeol dengan tubuhnya. Kemana-kemana Chanyeol pasti akan selalu memeluk tubuhnya. Bahkan ketika jam pelajaran saja, Chanyeol tak segan untuk merangkulnya agar bisa tetap merasakan kehangat tubuhnya.

“Kalian mesra sekali. Kau pacaran dengannya Baekie?” Kyungsoo yang sedari diam kini menghampiri Baekhyun dan Chanyeol yang terlihat sangat mesra. Lihat saja, Baekhyun yang duduk di pangkuan Chanyeol, dengan tangan Chanyeol yang memeluk pinggang Baekhyun. Mereka benar-benar serasi, seperti pasangan kekasih.

“T-tidak, aku masih normal. Aku masih menyukai yeoja.” Baekhyun mendelik tak suka kearah Kyungsoo. Ayolah Baekhyun itu masih normal. Ia tidak mungkin menyukai Chanyeol si tukang pemaksa. Kini Baekhyun mencoba berdiri dari pangkuan Chanyeol, tapi sayang tubuhnya di tahan oleh Chanyeol. Sehingga Ia harus tetap duduk di pangkuan Chanyeol.

“Aku kira kau sudah merubah pikiranmu, Baekie. Tapi kalian terlihat sangat cocok.” Kyungsoo terkekeh pelan mendengar penolakan dari Baekhyun. Namja imut itu belum menerima penyimpangan orientasi sexnya!

“Mwo? Aish,, kau menyebalkan Kyungsoo-ah. Aku ini sedang menolongnya untuk menghangatkan suhu tubuhnya yang dingin seperti es ini.” Baekhyun mempoutkan bibirnya kesal. Tanpa menyadari hawa dingin dari arah belakangnya. Tubuh Chanyeol yang memeluknya menegang, bahkan rahangnya mengeras saat ini.
“Kyungsoo-ah, Baekhyun tidak straight lagi. Ia sudah benar-benar menyukaiku. Lihat ini.” Chanyeol yang sudah
terlihat kesal, kini membalikan tubuh Baekhyun agar berhadapannya dengannya. Sementara Baekhyun tersentak kaget dengan apa yang Chanyeol lakukan. Chanyeol menciumnya di depan umum! Chanyeol melumat kasar bibir Baekhyun. Menghisapnya dengan kasar. Hingga mereka benar-benar terlihat sedang melakukan French Kiss di hadapan semua orang yang ada di kelas. Bahkan Chanyeol tak segan untuk melesakan lidahnya mengeksplorasi rongga hangat Baekhyun. Mengajak lidah namja imut itu untuk membalas ciumannya! Kyungsoo yang sedari ada di hadapan BaekYeol terlihat kaget menatap pemandangan yang tersaji di hadapannya.

“uhmmpppptt” Baekhyun meronta ketika Chanyeol terus melumat bibirnya, dan mengabsen semua yang ada di mulutnya. Ini gila! Chanyeol benar-benar tidak waras! Chanyeol tidak mengubris rontaan Baekhyun. Namja jangkung itu malah terus memperdalam ciumannya.
Setelah cukup puas mengerjai bibir Baekhyun, Chanyeol melepaskan pautan bibirnya. Wajah Baekhyun sudah benar-benar memerah saat ini. Nafasnya tersenggal, akibat ciuman yang Chanyeol berikan.
“Lihatlah, dia benar-benar menikmatinya kan? Dia sudah menyukaiku Kyungsoo-ah” Chanyeol menyeringai ke arah Kyungsoo ynag masih menatap mereka dengan tatapan takjub.

Plakkk

Tamparan dari seorang Byun Baekhyun kini mendarat mulus di pipi seorang Park Chanyeol. Baekhyun dengan segera berdiri dari pangkuan Chanyeol. Menatap kesal Chanyeol karena seenaknya mempermalukannya di depan umum!
“Kau benar-benar gila Park Chanyeol. Aku membencimu. Aku tidak akan menolongmu lagi.” Baekhyun dengan cepat meninggalkan Chanyeol yang tengah mengusap pipinya yang sudah memerah. Menghela nafas keras, saat melihat punggung Baekhyun mulai menjauh dari pandangannya.
To Be Continued
Ada yang inget FF ini? Ini aku edit ulang karena cerita yang dulu aku hapus, dan jadi ini repost. Di edit karena kemarin amburadul banget menurut aku.
Dan ada juga yang inget FF Ghost of Chanyeol? Itu bakal aku rombak ulang juga ceritanya.
So Mind To Review?
Aku hanya ingin tau responnya aja. Kalo sedikit, ngga akan aku post di ffn kok.

Astia Morichan

MAKE YOU LOVE ME AGAIN | CHAP 2| KYUMIN| NC

4

PREVIOUS:

 

“Baiklah, Apa yang Ak-,,” Belum selesai Hyorin bicara. Kini yang tengah terlihat di hadapannya adalah,-

 

 

Cupp

 

 

Kyuhyun menempelkan bibirnya pada Sungmin, bukan hanya menempelkan. Tapi melumatnya dengan kasar, namun sangat lembut. Ciuman hangat yang membuat seorang Lee Sungmin membelalakan matanya lebar-lebar ketika menyadari Kyuhyun yang kini menciumnya di depan Hyorin. Kyuhyun terus melumat bibir Sungmin, bahkan menekan tengkuk Sungmin agar memperdalam ciumannya mereka. Tapi sungguh sangat disayangkan Sungmin berontak, dan itu membuat Kyuhyun terpaksa melepaskan tautan bibirnya.

 

“Seperti itulah yang namanya ciuman Hyorin-ah” Kyuhyun mengusap salivanya yang menempel di sudut bibirnya, dan kembali menatap Hyorin yang tengah cengo sekaligus kaget.

 

Dia Gilaaaaaaaa’ teriak Sungmin dalam hati. Miris sekali, nasibnya. Hari pertama bekerja, Ia harus dicium oleh seorang namja di depan umum. Lebih parahnya di depan seorang yeoja yang kini seperti kehilangannya jiwanya,,..

 

 

Author: Astia Kishimoto

Title: Make you love me again

Rate:  M

Genre: Romance, Humor (?), Drama

Disclamair: KyuMin belong to God. And this fict be Mine

Summary: seoraang Lee Sungmin yang mencoba melupakan cinta pertamanya ketika masih SMA dulu, kini harus  bekerja di sebuah perusahaan manga. Yang membuatnya bertemu dengan Cho Kyuhyun. Yang ternyata Namja yang membuat Sungmin jatuhcinta padanya, bahkan menyerahkan tubuhnya. Tapi itu dulu, dan kini Sungmin mencoba melupakan Kyuhyun. Akankah berhasil??// KYUMIN/YAOI/RNR PLEASE !!!

WANING: OOC, ABAL, TYPO DLL

Pair: Kyuhyun X Sungmin

And other cast

A/N; FF ini terinspirasi pas nonton Sekaiichi, anime yaoi gitu. Mungkin ceritanya bakal sama juga. Tapi tentu nya saya edit lagi.. di taruh di M karena ada NC nya nanti, sesuai animenya juga. Ceritanya sama kaya anime nya, sebut aja ini FF Cuma remake dari animenya. Cuma bakal di bedain dikit. Ada yang tanya ini dari anime apa? Ini dari anime SEKAIICHI HATSUKOI. Tonton deh, rame ceritanya. Seme nya ganteng semua, begitupun dengan uke nya kyeopta abbis ><

Okeh,, dari pada ngebacot gaje..

Happy Reading,,,…

KyuMin Is Real,,,,

enJOY

.

.

.

“nghhh,,,” Lenguhan pelan keluar dari bibir pouty namja manis yang kini tengah terbaring lemas di atas ranjang yang berukuran besar itu. Jangan lupakan dengan namja berparas tampan yang kini tengah menindih namja mungil itu, yang terus melakukan aktifitas yang membuat namja manis itu terus mendesah nikmat.

“uhmmphh,, fashhhterrhhssh” Namja mungil itu mendesah tertahan, tentu saja karena bibirnya terus di bungkam namja tampan yang sedang menggenjot tubuh mungilnya. Membuatnya menggeliatkan tubuhnya tak karuan.

“Akhh,,, evillhh,,” namja mungil ini menghempaskan tubuhnya, saat merasakan sesuatu yang sedari tertahan kini sudah keluar.

.

.

.

 

“Kyaaaa,,, kenapa aku memikirkan hal itu? Aishhh,, kau harus melupakannya Lee Sungmin. Dia juga mungkin tidak mengenalmu lagi” Namja mungil berparas imut ini, kini menggerutu kesal. Ketika mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu bersama Namja yang seharusnya Ia lupakan.

“Err,, kau tak boleh mengingatnya lagi” Sungmin menepuk pipi chubynya pelan, tanpa menyadari tatapan aneh dari mata onyx kelam yang sedaritadi menatapnya.

 

“Sungmin-shii, Apa yang kau lakukan? Berbicara sendiri seperti orang gila” Namja berperawakan tinggi dan berwajah tampan itu- Cho Kyuhyun, yang mampu membuat siapa saja bertekuk lutut dihadapannya. Kini tengah menyilangkan kedua tangan di depan dadanya, dan menatap Sungmin kesal.

 

“Ah, Cho Kyuhyun-sshii, ternyata kau sudah selesai dari meeting itu” Sungmin berdiri dan langsung membungkukan badannya, ketika menyadari bahwa namja yang memanggilnya tadi adalah Kyuhyun- Bos nya.

 

‘Huftt,, aku kira Ia akan minta maaf soal ciuman tadi’

 

“Yah, Aku sudah menyelesaikan semuanya dengan Hyorin tadi. Dan apa kah kau sudah menyelesaikan tugas mu Sungmin-shii?”

 

‘Ah,, sial. Aku sama sekali belum memikirkan tentang itu’

 

“Mi-Mianhae, aku sama sekali belum menemukan ide itu. Aku sama sekali tidak pernah mengalami kisah romatis seperti yang ada di komik itu” Sungmin kembali membungkukan tubuhnya.

“Gunakan imajinasimu Sungmin-shii. Banyak orang yang ingin bekerja di perusahaanku dengan sungguh-sungguh. Jika kau tidak bisa bekerja, kau bisa langsung keluar dari perusahaan ini. Ingat Sungmin-shii project ini benar-benar harus segera diselesaikan”

“Aku mengerti Kyuhyun-shii. Aku akan berusaha lebih keras lagi” ucap Sungmin sedikit senang mendengar saran sarkatik dari Bos nya. Baginya itu seperti sebuah motivasi untuk membuatnya menjadi yang lebih baik.

“Kerjakan tugasmu dengan baik” Senyum mengembang di wajah Boss muda itu- Kyuhyun ketika melihat wajah ceria Sungmin.

 

‘Senyumnya benar-benar mirip Ming, Ah- tapi sepertinya tidak mungkin’ Batin Kyuhyun, ketika melihat senyum Sungmin yang menawan.

 

“Apa kita pernah bertemu sebelumnya, Sungmin-shii?” Kyuhyun mencoba bertanya pada Sungmin, sebelum namja manis itu akan meninggalkan ruangannya. Senyum Sungmin benar-benar mengingatkannya pada sosok yang sangat Ia rindukan sampai sekarang.

“Sepertinya tidak, aku baru saja bertemu denganmu” Ucap Sungmin, dengan senyum semanis mungkin pada Bos nya itu. Walaupun sebenarnya Ia masih amat sangat kesal akibat kejadian ciuman tadi.

“Baiklah, kembali ke mejamu”

.

.

.

Glekk

“hah, leganya. Haus sekali” Sungmin meneguk kaleng coca bersoda  itu sampai isi nya tandas. Hari ini udara sangat panas, Ia benar-benar haus sekali. Sungmin mengusap bibir nya pelan dengan ibu jarinya. Membersihkan sisa soda yang menempel di sudut bibir menggodanya itu, tanpa menyadari seseorang yang menatapnya dengan intens. Siapa lagi kalo bukan Cho Kyuhyun.

“Ming” Gerakan kilat dilakukan Kyuhyun dengan menarik tangan Sungmin untuk berbalik ke arahnya. Membuat bibirnya dengan Sungmin bertubrukan.

 

Chuu

 

Kyuhyun mengecup pelan bibir Sungmin. Hanya ciuman lembut, yang lama kelamaan menjadi pangutan liar. Kyuhyun melumat bibir Sungmin dengan lembut. Hingga membuat Sungmin lupa siapa namja yang tengah menciumnya ini. Kecipak saliva terdengar sangat jelas, menandakan ciuman ini sangat panas. Lidah yang saling bertautan satu sama lain.

“nghhh,,,” Dan  desahan kecil yang lolos dari bibir pouty milik Sungmin

 

“Kyaaaaaaaaaaaaa,,, hah,, hah,,” Sungmin terbangun dari mimpinya yang menurutnya menyebalkan. Berteriak ketika menyadari bahwa mimpinya akan semakin berjalan dengan alur yang menurutnya akan semakin liar.

“Aishhh,,, kenapa aku bermimpi berciuman dengan Kyuhyun? Aigooo kau sudah benar-benar gila Lee Sungmin. Gara-gara mimpi itu aku harus terbangun. Padahal aku masih sangat mengantuk” Sungmin beranjak dari ranjang big size nya, sambil mengacak-acak rambutnya frustasi ketika mengingat mimpinya tadi.

“Sebaiknya aku mandi, dan bersiap bekerja. Dari pada harus memikirkan mimpi aneh itu” Sungmin beranjak ke kamar mandi, dan membersihkan tubuhnya. Bersiap sesegera mungkin untuk ke kantor nya atau menyiapkan barang-barang nya. Tentu saja. Sungmin sekarang akan pindah dari rumahnya ke sebuah apartement yang dekat dengan kantornya. Jarak rumahnya dengan kantornya sangat jauh. Maka dari itu, Ia memilih Apartement supaya lebih dekat. Walaupun terpaksa harus meninggalkan keluarga.

.

.

.

Sungmin berjalan gontai menelusuri perusahaan besar tempat Ia bekerja. Sungguh Ia masih sangat mengantuk. Kemarin malam Ia bergadang membaca komik Bishojou (serial cantik) sampai habis, hanya untuk mencari inspirasi untuknya sebagai seorang penulis manga. Dan itu cukup berhasil, akibat motivasi dari Bos nya- Kyuhyun. Sungmin berusaha untuk beerja lebih keras.

 

“A-Annyeong” Sungmin berujar pelan, ketika Ia memasuki ruangan kerjanya yang kini terlihat beda dengan yang kemarin.

“Annyeong Sungmin-shii. Hari ini adalah hari pertamamu bekerja di perusahaan ini. Semoga kau senang bekerja disini. Jika kau memerlukan sesuatu kau bisa bertanya pada kami” ujar namja berambut pirang, dengan senyum lima jarinya.

“Iya, kau bisa meminta bantuan kami berdua. Maafkan tentang kemarin. Keadaan ruangan ini benar-benar kacau, tapi lihatlah sekarang benar-benar rapi. Ini perayaan untukmu, karna bergabung dengan perusahaan ini” ucap namja manis  berambut hitam yang kini tersenyum bangga.

 

Kenapa jadi aneh seperti ini. Mungkinkah aku salah ruangan?’

 

“Kenalkan aku Lee Hyuk Jae, panggil saja Hyukie. Dan namja di sebelahku adalah Kim Ryeowook” ujar namja berambut pirang itu – Hyukie memperkenalkan dirinya dan Ryeowook pada Sungmin.

“Ah, ne. Lee Sungmin imnida. Tapi apakah, ini benar-benar ruangan kerja ku yang kemarin?” Sungmin bertanya dengan ragu, pada kedua namja yang ada di depan. Sungguh Ia sangat aneh melihat ruangan ini. Kini ruangan ini di dominasi dengan warna pink, dan banyak sekali asesoris yang sangat lucu, seperti boneka dan lainnya. Beda dengan ruangan yang kemarin Ia temui, sangat berantakan.

 

“Hehehe, ini memang benar ruanganmu Sungmin-shii. Kau sama sekali tidak salah ruangan” Ryeowook terkekeh pelan, sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

“Ah ne, Baiklah. Kalau begitu aku akan kembali bekerja. Senang berkenalan dengan kalian. Mohon bantuannya” Sungmin membungkukkan badannya, dan setelah itu Ia kembali ke mejanya untuk meneruskan beberapa gambar yang harus Ia selesaikan secepat mungkin.

“Ah- Sungmin Apa kau benar-benar senang bekerja disini?” Ryeowook menginstrupsi kegiatan Sungmin yang kini tengah menggambar beberapa chara untuk sebuah komik. Sungmin pun dengan cepat menoleh ke arah Ryeowook, senyum manis kini terukir jelas di wajah Sungmin.

“Tentu saja, dari dulu aku sangat senang membaca dan juga menggambar. Maka dari itu, aku senang bekerja di SUJU Publishing. Kau tahu, Wookie-ah? Aku bahkan hampir tahu 1000 judul buku yang diterbitkan perusahaan ini” Sungmin tersenyum senang, ketika mengingat hobi membacanya. Tanpa menyadari tatapan kaget seorang namja bermata onyx padanya.

Deg !

‘Mungkinkah Dugaanku memang benar?’

.

.

.

“huahhh~ Cape sekali. Akhirnya tugas ku selesai. Benar-benar melelahkan. Dan sekarang aku benar-benar mengantuk kali ini” Sungmin menghempaskan tubuhnya di sebuah sofa yang ada di ruangan rest room untuk karyawan perusahaan ini.

“Aishh, aku benar-benar mengantuk. Untung saja, Umma sudah mengirimkan semua barangku ke Apartement ku. Kalau tidak, pasti tubuhku sudah remuk” Sungmin merenggangkan otot-otonya yang terasa pegal. Bahkan Ia kini sama sekali tidak menyadari seorang namja tampan sudah duduk di sampingnya.

“Sungmin” Namja itu- Kyuhyun memanggil Sungmin pelan. Menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan. Membuat seorang Lee Sungmin menoleh kepadanya.

“K-Kyuhyun-shii” Sungmin mengadahkan kepalanya, menatap onyx milik Kyuhyun.

 

‘Kenapa aku selalu tidak pernah menyadari kalau dia selalu tiba-tiba ada di dekatku?’

 

“Kali ini kau berhasil, Sungmin. Pekerjaanmu sangat bagus” Kyuhyun menampilkan senyum andalannya, dan menyodorkan sekaleng coke pada Sungmin.

“Untuk mu”

“G-Gomawo” Mau tidak mau, Sungmin mengambil coke itu dari tangan Kyuhyun. Membuka coke itu, lalu meneguknya sama seperti Kyuhyun yang kini tengah meneguk coke itu.

‘Kenapa aku menjadi gugup jika berada di dekatnya?’

“Apa kita benar-benar tidak pernah bertemu sebelumnya?” Kyuhyun membuka pembicaraannya, menyimpan coke yang Ia pegang ke meja kecil yang ada didekatnya.

“Kau menayakan itu lagi, aku benar-benar tidak pernah bertemu denganmu. Aku baru bertemu pertama kali denganmu hanya kemarin” Sungmin mendengus kesal, pasalnya Kyuhyun selalu mengulang-ngulang pertanyaannya.

 

Brukk

 

“Benarkah? Apa kau sama sekali tidak mengenalku, Ming?” Kyuhyun kini menindih tubuh mungil Sungmin di atas Sofa. Membuat coke yang Sungmin pegang, terjatuh ke lantai.

“Ya !! Apa yang kau lakukan, eoh?” Sungmin menatap Kyuhyun kesal

“Aku akan mengingatkan mu”

 

Chuuu

 

Ucapan Kyuhyun berakhir dengan kecupan lembut di bibir Sungmin. Kyuhyun melumat bibir Sungmin kasar, yang membuat Sungmin berontak. Tanpa menindahkan rontaan Sungmin, Kyuhyun terus melumat bibir Sungmin. Menghisap dan digigitnya bibir itu.

“Akhhh” membuat Sungmin harus membuka mulutnya, dan membiarkan Kyuhyun mengeksplorasi semua yang ada mulutnya. Mengabsen setiap inchi yang ada di goa hangat Sungmin dengan lidahnya.

 

Setelah cukup mengerjai bibir Sungmin, kini cumbuan Kyuhyun turun ke leher jenjang milik Sungmin. Di kecupnya leher mulus itu dan dihisapnya hingga meninggalkan satu tanda kepemilikan disana.

“Ya ! Cho Kyuhyun Kau benar-benar  gila, aku ini namja. Kau tahu itu?” Sungmin menatap Kyuhyun kesal, setelah Kyuhyun sudah menandainya. Kini sungmin sudah membenarkan posisinya. Kembali duduk di sofa itu. Sedang Kyuhyun kini tengah berdiri dan menatap Sungmin.

“Kau bilang kau sangat mencintai ku. Kau bahkan rela melakukan apapun hanya untuk ku. Apa kau lupa, eoh?”

“Apa maksudmu??” sungguh Sungmin sangat bingung dengan penjelasan Kyuhyun.

“Aku adalah senior mu, Min. Aku di kenal sebagai Evil Cho. Apa kau masih lupa?”

 

‘Eh? MWO?? E- EVIL? E-VIL? BENARKAH? ANDWAEEEEEEEE’

 

“Aku akan membuatmu mengakui bahwa kau mencintaiku, Min. Aku akan membuatmu jatuh cinta kepada ku lagi” Kyuhyun membalikan tubuhnya, dan mulai meninggalkan Sungmin yang tengah mencerna semua ucapan Kyuhyun.

 

‘Mwoya?????  Apa benar Cho Evil itu adalah Cho Kyuhyun? Kenapa sangat beda. Rambutnya dulu berwarna hitam, dan sekarang Ia berwarna coklat. Kyaaaaaaaaaaaaaaa’

.

.

.

“Hufhhttt,, Untung saja barang-barang sudah ada di Apartement. Tinggal menatanya” Setelah kejadian tadi, Sungmin segera pulang ke Apartement nya. Sungguh kepalanya sangat penat, jika harus mengingat semua kejadian tentang Cho Kyuhyun. Mungkin Apartement ini akan melupakan sejenak penatnya akibat pekerjaannya dan juga perasaannya.

“Ah- Apa aku sebaiknya menyapa tetangga baruku? Seharusnya begitu, aku harus akrab dengannya. Baiklah aku akan menyapanya” Sungmin kini keluar dari pintu apartementnya. Tentu saja untuk menemui tetangga barunya itu.

 

Braakkk

 

Pintu ditutup keras oleh Sungmin, dan kini Ia melihat sepasang kaki ada di hadapannya.

Mungkinkah dia tetangga baruku?’

“Annyeonghaseyo, Lee Sungmin imnida. Aku tetangga baru mu disini. Mohon bantuannya” Sungmin langsung membungkukan badannya, tanpa menoleh kearah tetangga barunya itu.

“Ya, senang mengetahui bahwa kau kini menjadi tetangga baruku” Suara namja yang sangat Sungmin kenal membalas sapaanya, yang membuat Sungmin refleks medongkakkan kepalanya, dan,-

“Kyaaaaa,- C-Cho K-Kyuhyunn”

“Ne, Mohon bantuannya” seringaian kini terlihat menghiasi wajah stoic nya itu, ketika mengetahui tetangga barunya adalah namja yang Ia incar.

 

 

T.B.C