You last in my life

Title: You last in my life
Author: Astia Kishimoto
Rate : T
Genre : Romance, Angst, Comfort (?)
Summary: Seorang Cho Kyuhyun, hidup dengan batas waktu tertentu. Dan Ia berjanji yang sangat tidak mungkin Ia tepati , pada seorang namja yg Ia cintai- Sungmin. Ia akan menikah dengannya. Akankah Ia menepati janjinya? Atau Mati sesuai vonis yang Ia terima??
Cast: Cho Kyuhyun
Lee Sungmin
Lee donghae
Choi Siwon
a/n: ff ini terinspirasi, ketika saya baca komik serial cantik yang berjudul ‘I give my first love for you’ Hope you like it.
Warning ; Typo bertebaran, OOC, YAOI, alur cepet dlll

**********************************

“Berjanjilah di umur 21 tahun nanti, kau harus menikah denganku Ming!!” Bocah laki-laki itu menatap lurus namja imut yang masih kecil yang ada di hadapannya.
“ya. Aku akan menikah denganmu, Kyu. Tapi kau harus berjanji, hiks, padaku untuk sembuh” Namja kecil bernama Sungminitu, langsung memeluk Bocah bernama Kyuhyun erat.
“Ya,, aku yakin aku akan sembuh untuk mu” Bocah bernama Kyuhyun itu, membalas pelukan erat, Sungmin..

“Maaf,, mungkin aku tak akan bisa menepati janji ku padamu, Sungmin. Hidupku hanya tersisa 2 tahun lagi” Namja yang kini tengah terduduk di ranjang big size nya itu, bergumam pelan. Saat mimpi itu terus menerus datang. Yah,, Kyuhyun berjanji pada namja yang sangat Ia cintai bahwa Ia akan menikahinya ketika umur mereka 21 tahun. Sungguh,, itu janji yang benar-benar kejam. Hidup Namja ini, benar-benar tidak adil. Kyuhyun mempunyai waktu hidup hanya sampai umurnya 21 tahun. Penyakit jantung yang Ia derita sejak kecil, mengakibatkan hidupnya pendek seperti ini.

“Kyu,, kajja kita pergi” seorangnamja yang memiliki aegyo tiada tara langsung masuk ke kamar Kyuhyun yang memang tidak di kunci.
“…..”
“Kyu, kenapa kau belum bersiap pergi ke kampus?” namja itu menatap Kyuhyun, yang sama sekali tidak bergeming dari tempatnya. Sungmin mencondongkaan tubuhnya dan
*Chhuuuu*
Sebuah kecupan singkat di pipi Kyuhyun, membuat Kyuhyun kembali ke alam sadarnya.
“Kau melamun Kyu” namja itu mempoutkan bibirnya.
“Mianhae, aku hanya memikirkan tentang suatu hal”
“mworago?”
“kau tak perlu tahu, Sungmin” Kyuhyun mengacak-acak lembut rambut blonde sungmin.
“arraseo,, Kau sudah minum obatmmu?? Ingatlah jangan terlalu cape Kyu” Sungmin mengingatkan Kyuhyun perihal obat. Namja itu selalu memperhatikan Kyuhyun, sejak Kyuhyun masuk rumah sakit pertama kali. Ayah Sungmin-Lee Donghae, adalah Dokter khusus spesialis jantung yang merawat Kyuhyun. Maka dari itu,, sejak kecil Sungmin selalu menemani Kyuhyun di rumah sakit. Dan sejak saat itu juga, Kyuhyun selalu menyukai Sungmin sampai saat ini.
“arra, aku sudah meminumnya. Kau tenang saja” Kyuhyun mendekatkan wajahnya, hingga nafasnya benar- benar menerpa wajah Minhyun.
“kau terlalu dekat” Sungmin mendorong dada Kyuhyun, supaya menjauh. Tapi hasilnya sangat tidak berhasil.
“Wae?? Kita biasa seperti ini’ Kyuhyun berbisik pelan, di telinga Sungmin.
“Kau mesum Kyu!!” Sungmin mendorong Kyuhyun hingga terjatuh, dari ranjangnya. Dan pergi menjauh, supaya tidak dekat dengan kurungan evil itu.

#KYUHYUN POV#
Maaf aku selalu membohongimu, Ming. Sungguh, aku sama sekali tidak ingin membuatmu khawatir padaku. Aku hanya akan selalu membuatmu menangis. Seandainya, Tuhan memberi suatu keajaibaan nanti. Jika aku masih hidup di umur 21 nanti, aku pasti akan melamarmu. Menjadikanmu istriku. Sungguh, aku benar-benar memimpikan saat itu. Aku tersenyum miris, mengingat umurku yang tinggal di hitung tahun. 2 tahun, itu waktu yang sangat singkat. Aku terus memikirkan perasaan Sungmin, nanti.
#KYUHYUN POV END#
“Aku sudah selesai, Kajja” Kyuhyun menggandeng tangan Sungmin.
“ne, kajja”Sungmin, membalas genggaman tangan Kyuhyun. Kyuhyun pun langsung melanjukan mobil sport merahnya.
“Berjanjilah, untuk terus bertahan Kyu” Entah apa yang membuat namja imut ini- Sungmin, berkata seperti itu. Yang membuat Kyuhyun, sontak mengerem mobilnya mendadak.
“Pasti, aku kan bertahan untukmu” Kyuhyun tersenyum miris, ketika Ia mengatakan hal itu. Terlihat jelas Ia sedang berbohong kali ini. Kyuhyun memang sudah terbiasa berbohong pada Sungmin. Semenjak, Ia tahu penyakitnya tidak dapat di sembuhkan. Dan terutama 1 hal, Ia tidak bisa hidup lebih dari 21 tahun. Sungguh menyedihkan bila, mengingat kejadian ketika Ia mengetahui dirinya akan mati. Dan tidak bisa menepati janjinya.
“Gomawo, teruslah berada di sisikku Kyu. Karna walaupun kau menghindar seperti dulu, kau tetap tidak akan bisa melarikan diri dari ku” Sungmin menatap lurus obsidian milik Kyuhyun.
“arra” Kyuhyun tersenyum penuh kebohongan lagi, dan langsung melesatkan mobilnya menuju Kyunghee University. Tanpa melihat tatapan foxy Sungmin yang dalam itu. Sungguh, Ia tidak mau menyakiti Sungmin lebih dari ini.

Kyuhyun dan Sungmin kini sudah sampai di kampusnya.
“Kyu, aku duluan ne!” Setelah Sungmin turun dari mobil Kyu, Sungmin melambaikan tangannya pada Kyuhyun, dan mulai menjauh.
“Mianhae” Kyuhyun tersenyum gentir, melihat Sungmin yang sudah menghilang ditelan kerumunan orang-orang.
Kyuhyun berjalan gontai, menelusuri koridor universitasnya. Sayang, langkahnya terhenti, ketika seorang memanggilnya.
“Kyuuu” sapa seorang namja, yang tanpa Kyuhyun sadari, sudah ada di sampingnya. Namja yang lebih tinggi dari Kyuhyun itu, menyeringai kecil. Tangannya Ia masukan ke dalam sakunya.
“wae?” Tanya Kyuhyun datar, tanpa melihat namja yang ada di sampingnya.
“Jauhi, Sungmin , Kyu”
“Apa masalah mu Siwon-ssi” Kyuhyun mulai menatap tajam namja yang ada di depannya.
“Jangan membuatnya terluka. Aku tidak mau kau menyakitinya. Jika kau meninggal nanti, dia pasti akan terluka. Karna itu, sebelum kau meninggal. Kau harus membuatnya, melupakanmu” Siwon membalas tatapan tajam Kyuhyun. Sungguh perkataan Siwon barusan, membuat Kyuhyun menyadari bahwa Ia akan membuat Sungmin terluka lagi.
“Apa yang akan kau lakukan, eoh” siwon tersenyum meremehkan.
“…..” Kyuhyun masih diam tak bergeming, dengan ucapan namja tinggi itu.
“Kau harus memutuskannya, Jika tak ingin menyakitinya Kyu” kata-kata yang terlontar dari siwon sungguh membuat Kyuhyun ingin membungkam mulutnya. Yah,, Kyuhyun sangat menyadari bahwa apa yang di katakan Siwon itu memang benar. Masih tak bergeming, Kyuhyun tetap diam. Dan itu membuat Siwon kesal.
“Ingat apa kataku, Kyu” Siwon pergi menjauh meninggalkan Kyuhyun yang masih berdiri, dengan pandangan kosong.

“Kau benar, aku memang akan mati. Dan pasti akan membuatnya terluka. Menyedihkan sekali” Kyuhyun bergumam pelan, dan mulai berjalan dengan tatapan datar lagi.
.
.
.

“Wae? Kenapa kau mengajakku ke sini Kyu??” Tanya Sungmin, ketika pergelangannya di tarik oleh Kyuhyun ke taman belakang yang terletak di rumah sakit. Tempat Kyuhyun, melakukan checkup jantungnya.
“Mianhae” Sungmin menatap bingung Kyuhyun.
“Untuk apa Kyu??”
“Lupakan tentang janji kita dulu, Ming. Itu hanya janji masa kecil, lupakanlah. Karna aku sudah tidak menyukaimu lagi” Kyuhyun berbalik, dan mulai akan melangkahkan kakinya. Tapi, dengan cepat Sungmin memeluk Kyuhyun dari belakang,
“Waeyo??’ Bibirnya bergetar, menahan isak tangis yang akan tumpah itu. Memeluk tubuh Kyuhyun erat.
“Mianhae” Sungguh, Kyuhyun benar-benar berat mengucapkan kata itu. Tapi Ia benar-benar tidak ingin Sungmin terluka akan kematiannya nanti.
“Aku tak akan mendengarnya, 1000 tahun lebih cepat jika kau bisa menjauh dariku Cho Kyuhyun” Sungmin memeluk erat tubuh Kyuhyun. Kyuhyun membalikan badannya, menatap foxy milik Sungmin dengan onyx kelamnya.
“Jeongmal mianhae” Kyuhyun melepas pelukan Sungmin, dan berbalik menjauh. Meninggalkan Sungmin yang kini sudah terisak. Air matanya sudah mengalir membasahi pipi mulusnya.

“Mianhae, saranghae lee Sungmin”
.
.
.

“Maaf,, Hanya itu yang bisa ku lakukan untuk mu. Kau harus mendapatkan seseorang yang lebih baik dariku. Yang bisa menjagamu sampai kapanpun. Sungguh, aku benar-benar tak ingin menyakiti mu. Ketika aku pergi meninggalkanmu nanti” Hanya ada itu yang ada di pikiran namja yang kini tengah berbaring tak berdaya di Rumah sakit ternama di Seoul.
“Mianhae, Jeongmal Mianhae” Namja itu terus bergumam pelan, tanpa menyadari air mata nya sudah membasahi kedua pipinya. Namja itu terus bergumam, sampai Ia tak menyadari seseorang tengah berdiri di dekatnya.
“Kyu” Suara yang sangat terlihat pelan itu, mencoba memanggil namja yang ada di depannya- Cho Kyuhyun.
“,,,,,,”
“Kyu” Sekali lagi, namja imut itu memanggilnya dengan suara lirih.
“,,,,”
“huffttt,,” Namja imut itu, mendesah pelan. Kesabarannya sudah habis. Karna namja satu ini, tidak menggubrisnya.
“Kyuu,, Lihat akuuu” Namja imut itu, kini berteriak sangat kencang di telinga Kyuhyun. Suara nya yang sangat melengking mampu mengembalikan Kyuhyun, kedunia nyata.
“ah,, wookie-ah. Sejak kapan kau disini?” Kyuhyun mengalihkan pandangannya, melihat namja imut yang di sampingnya- Kim Ryeowook.
“Aku sejak tadi memanggilmu. Tapi kau sama sekali tidak mendengarkanku” Ryeowook mempoutkan bibirnya, sebagai tanda dia sangat kesal kali ini.
“Mianhae, aku benar-benar tidak mendengarnyaa”
“Ya sudahlah. Bagaimana kalau kita makan bersama lagi. Oemma ku membuatkan aku masakannya. Aku terlalu bosan dengan makanan rumah sakit ini. Selalu seperti itu” Wajah Ryeowook benar-benar terlihat kesal kali ini, setelah Ia mengingat bagaimana rasanya makanan Rumah sakit. Ryeowook juga termasuk salah satu pasien yang menderita penyakit jantung yang sama dengan Kyuhyun. Mungkin karena merasa senasib dengannya, Kyuhyun pun tak sungkan untuk dekat dengan namja imut ini.
“Baiklah, Apa kau bawa makanannya?”
“Tentu, Ini” Ryeowook menunjukan bekalnya yang sedari tadi, Ia sembunyikan di balik tubuh kurusnya.
“Ne, Ayo kita makan” Kyuhyun tersenyum tulus pada Ryeowook. Dan memberinya isyarat supaya duduk di samping ranjangnya.
“Ne” Ryeowook tersenyum senang, dan segera duduk di samping Kyuhyun. Ryeowook membuka kotak bekal, yang sedari tadi Ia genggam. Terdapat ikan, Telur, Sushi, dan banyak makanan berprotein lainnya.
“Gomawo, Wookie-ah. Sudah membawakan bekal ini untuk ku” Kyuhyun mengambil sekotak bekal yang Ryeowook berikan.
“Cheonma, Kyu. Aku pun tak mungkin menghabiskan ini sendirian” Ryeowook memakan bekalnya dengan lahap.
“ne” Kyuhyun kembali memakan bekalnya. Kebetulan sekali, Ia sangat lapar kali ini. Mereka terus berbincang berbagai hal, dan tertawa bersama. Sampai tak menyadari sepasang mata foxy menatap mereka berdua dengan tatapan sendu.
“Kyuu”
*BLAMMM*
Terdengar suara pintu tertutup dengan sangat keras, yang membuat Kyuhyun yang Ryeowook berbalik melihat ke arah pintu.
“Nugu?? Tidak sopan sekali” Celetuk Ryeowook tiba-tiba tanpa menyadari raut wajah Kyuhyun yang berubah.
“sungmin” gumam Kyuhyun pelan, dan langsung beranjak dari ranjang pasien nya, meninggalkan Ryeowook yang terus memanggilnya.
“Kyuu, Kau mau kemana??” Kyuhyun terus berlari menelusuri koridor rumah sakit, tanpa menggubris Ryeowook yang terus memanggilnya.
“Sungmin” Kyuhyun berteriak di seluruh koridor rumah sakit, mencari keberadaan namja yang Ia cintai.
“sungmin,, Kau dimana??”
“sungmin, jawab aku”
“sungmin”
Kyuhyun terus berteriak memanggil Sungmin, di seluruh koridor rumah sakit, sampai kaki nya melangkah menuju atap rumah sakit itu. Entah, perasaan apa yang membuatnya untuk melangkah kan kakinya keruang itu. Walaupun pintu atap itu masih tertutup, Kyuhyun merasakan bahwa Sungmin ada di sana. Tempat itu, adalah Tempat persembunyian mereka ketika masih kecil.
*Ceklek*
Kyuhyun dengan sangat hati-hati membuka pintu itu. Terlihat dengan mata obsidiannya bahwa kini, seorang Lee Sungmin tengah berdiri memandangi sekeliling rumah sakit, dengan air mata yang sudah membasahi pipi chuby nya. Kyuhyun mendekati Sungmin dengan perlahan. Entah kenapa membuat Sungmin menangis kembali karena nya, membuat Kyuhyun semakin sakit. Sungguh, Kyuhyun hanya ingin yang terbaik untuk sungmin. Satu-satunya cara adalah menjauh darinya. Tapi mungkin tidak akan bisa Ia lakukan kali ini.
*GREEP*
Setelah jaraknya dengan Sungmin cukup dekat. Kyuhyun langsung memeluk Sungmin dari belakang, yang membuat namja manis ini tersentak. Dan kaget sekaligus.
“Mianhae” Bisik Kyuhyun di telinga Sungmin. Suara yang tentunnya sangat familiar di telinga Sungmin.
“Kyu” Badan Sungmin bergetar, ketika Kyuhyun semakin memeluknya.
“Mianhae, Jeongmal Mianhae” Kyuhyun bergumam lirih. Sungguh Ia sangat tidak bisa menjauh dari Sungmin lagi.
“Kyuu” Sungmin membalikan tubuhnya, menatap tajam onyx milik Kyuhyun. Menangkupkan kedua tangannya di pipi Kyuhyun.
*CHUUP*
Sungmin mengecup pelan bibir Kyuhyun, Hanya sebentar. Hingga membuat Kyuhyun kehilangan kata-katanya.
“Jangan pernah sekali-kali lagi menjauh dari ku. Kau tahu, kemarin kau membuatku sakit Kyu” Sungmin langsung memeluk Kyuhyun dengan erat, menyembunyikan wajahnya di dada bidang milik Kyuhyun.
“Mianhae”
“jangan mengulaginya lagi Kyu” sungmin membentak Kyuhyun, dalam pelukannya.
“……”
“Jawab aku” Bukannya menjawab, Kyuhyun malah mengangkat dagu sungmin untuk melihat ke arahnya. Mempertemukan onyxnya dengan foxy unik milik Sungmin.
*CHUUU
Kyuhyun mengecup pelan bibir sungmin, hanya ciuman biasa. Tak ada niat untuk melanjutkan nafsu nya, yang terselubung (?). Kyuhyun mulai akan melepas ciumannya kali ini. Tapi sayang, niatnya tidak berhasil. Sungmin mengalungkan tangannya di leher Kyuhyun, dan memperdalam ciumannya. Entah apa yang membuat Sungmin menjadi seperti ini. Sungmin melumat bibir Kyuhyun, berharap Kyuhyun akan membalasnya. Sungmin terus menjilat bibir atas, dan bawah Kyuhyun bergantian. Tapi sayang, Kyuhyun masih belum membalas lumatan kelinci imut ini. Kyuhyun hanya menyeringai kecil di sela-sela ciuman Sungmin. Sungmin mendesah kecewa, karena pasoka udara yang sangat Ia butuhkan. Sungmin pun melepaskan tautan bibirnya. Belum sempat Sungmin bernafas satu detik, Kyuhyun langsung melumat habis bibir Sungmin. Menyapu seluruh permukaan bibir Sungmin dengan bibirnya.
“Hmmpphh,,,, Kyuu” Sungguh Sungmin membutuhkan pasokan oksigen kali ini. Tapi sayang, Kyuhyun sama sekali tidak melepaskan tautan bibir mereka.
‘Kenapa dia menciumku ganas sekarang?? Tadi dia tidak membalas ciumanku, dan sekarang. Hell yeah, tamat riwayatku’ Batin Sungmin memohon supaya Kyuhyun melepasnya.
“Ky,,Hmpphhh,,, Kyuu” Sungmin mencoba melepas ciumannya. Lagi-lagi usahanya gagal. Akhirnya ketika Kyuhyun yang juga membutuhkan oksigen yang sama. Kyuhyunlangsung meleppas tautan bibir mereka. Dengan saliva yang masih terlihat di sudut bibir mereka.
“Hah,,,hhh,, K,,yu Hmmpphhttt” Baru beberapa detik Sungmin menghirup oksigen yang Ia butuhkan. Kyuhyun kembali menciumnya dengan ganas. Tapi kali ini Sungmin, sama sekali tidak menolaknya. Sungmin menikmati sapuan lembut di bibirnya. Kyuhyun menyapu semua yang ada dalam bibir Sungmin dengan lembut.
“Enghh,,,” sungmin mendesah pelan di sela-sela ciumannya. Sungmin mengalungkan tangannya ke leher Kyuhyun. Mereka terus berciuman , walaupun saliva sudah terlihat di sudut-sudut bibir Kyuhyun dan Sungmin. Sayang, udara kembali mereka butuhkan. Kyuhyun melepas tautan bibir mereka lagi. Menatap Sungmin, dengan tatapan lembut.
“May I bite You, Minnie??” Bisik Kyuhyun, sesekali menjilat bibir telinga Sungmin.
“,,,,”
“Aku tak akan berbuat lebih dari pada itu. Percayalah”
.
.
.
.
.
.
“May I bite You, Minnie??” Bisik Kyuhyun, sesekali menjilat bibir telinga Sungmin.
“,,,,”
“Aku tak akan berbuat lebih dari pada itu. Percayalah” Kyuhyun menatap Sungmin penuh harap.
“Ba-Baiklah” Sungmin menundukan wajahnya, untuk menyembunyikan rona merah yang menghiasi wajahnya itu. Akibat permintaan dari Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum senang, lebih tepatnya menyeringai mendengar jawaban dari Bunny Boy nya itu.
“Percaya padaku” Kyuhyun kembali mencium bibir plum milik Sungmin, melumatnya sampai habis. Sungmin hanya bisa melenguh nikmat. Menikmati sentuhan yang Kyuhyun berikan.
“eungh,..” erangan kecil lolos keluar dari bibir Sungmin.
Setelah cukup puas melumat habis bibir Sungmin, Kyuhyun langsung menyerang leher putih putih Sungmin. Sesuai apa yang Ia inginkan, Kyuhyun mengigit dan menjilat leher Sungmin. Hingga membuat tanda kepemilikan di sana.
“nghhh…” Sungmin memeluk kepala Kyuhyun, agar terus menciumi lehernya. Kyuhyun yang mengerti itu, segera memberikan banyak tanda di sekitar leher Sungmin. Tanpa Sungmin sadari, kini tangan kiri Kyuhyun berhasil masuk ke dalam bajunya. Mencari sesuatu yang ada di dalamnya.
“Gotcha” batin Kyuhyun senang, berhasil menemukan apa yang Ia cari di balik baju Sungmin.
“Eungh,, Kyu..” Kyuhyun terus menciumi leher Sungmin, dan tangan nya kini tengah asyik bergerliya memelintir nipple Sungmin. Membuat Sungmin menngeliat nikmat Kyuhyun terus melakukan aktifasnya itu. Hebatnya, Sungmin masih belum menyadari apa yang setan ini lakukan padanya. Kyuhyun mengehentikan aktifasnya di leher Sungmin. Dan mulai berpindah untuk hal yang lebih.
“Wae,, Kyu. Nghh…” Tangan Kyuhyun masih tetap diam di nipple Sungmin, yang sudah menegang.
“….” Masih diam, dan tetap memelIntir nippple Sungmin, yang masih menegang itu.
“Yaaa.. Kyu.. Apa yang Kau lakukan??” Akhirnya Bunny Boy sadar apa yang Kyuhyun lakukan padanya. Sebenarnya sungmin, masih ingin melanjutkannya. Tapi begitu mengingat Kyuhyun mengingkari janjinya dengan tidak akan melakukan hal lebih selain ‘bite’ maka lebih baik Sungmin menghindarinya. Dan Sungmin baru sadar bahwa Ia- dan Kyuhyun masih berada di atap rumah sakit.
Sungmin mulai menjauhkan tangan Kyuhyun yang masih berdiam diri di nipplenya(?).
“Wae, minnie??” Kyuhyun menjilat telinga Sungmin seduktif.
“Kau bilang tidak akan lebih Kyu” Sungmin mempouutkan bibirnya, tanpa Ia sadari aksinya malah membuat sesuatu menegang di bawah sana.
“oh,, Shiitt.. Kau membuatku gila Minnie” batin Kyuhyun mengumpat keaegyo’an yang Sungmin tunjukan padanya. Sungguh Little Cho sudah berdiri tegak di sana.
“Tapi kau menikmatinya, ming” Sungmin yang mendengar balasan dari Kyuhyun hanya tertunduk malu. Dan berfikir balasan apa yang tepat untuk membalas ucapan Kyuhyun. Sungmin kembali mendongkakkan kepalanya.
‘Bersabarlah Little Cho’ Batin Kyuhyun penuh harap
“Tapi, kau tetap malenggar janjimu Kyu”
“Tapi aku ingin melanjutkannya” Sungmin menatap Kyuhyun tajam. Tak sadarkah Ia, bahwa Sungmin masih butuh penjelasan.
“Ahni,, kau harus menjelaskan sesuatu padaku”
“Mworago??” Sungguh Kyuhyun benar-benar ingin menerkam Sungmin sekarang.
“Kau lupa bahwa ini di rumah sakit, Kyu, dan tentunya kau masih sakit”
“Aku akansembuh, jika melakukan ‘itu’ denganmu” Kyuhyun tetap bersikeras membujuk Sungmin.
“Aniyo, itu tidak perlu Kyu. Kau hanya butuh istirahat, dan minum obatmu dengan teratur. Ingat apa kata Appa, Kyu” Sungmin tersenyum penuh kemenangan, melihat Kyuhyun yang kini memelas padanya. Jujur Sungmin hanya ingin mengerjai Kyuhyun. Walaupun Ia juga ingin melanjutkannya.
“Tidak, aku hanya ingin kau, Minnie”
“Tidak sekarang Kyu. Kau masih belum menjelaskan siapa namja yang tadi bersamamu. Ah,, ya sepertinya aku harus segera bertemu Appa. Kau harus kembali ke kamarmu, Kyu” Sungmin menjauhkan tubuhnya dari Kyuhyun, dan langsung berlari menuju pintu atap.
“YA.. LEE SUNGMIN, KAU MENYIKSAKU KALI INI” Kyuhyun berteriak frutasi, setelah melihat Sungmin yang sudah menjauh.
“bersabarlah, Little Cho. Mungkin ini belum waktu yang tepat” gumam Kyuhyun lirih, sambil mengelus pelan Little Cho nya yang sudah menegang. /Poor Kyu/

.
.
.
.
“Kau melupakan janjimu, Kyu” Seorang namja tinggi, kini tengah berdiri di ambang pintu kamar pasien Kyuhyun.
“Apa?? Aku tak pernah berjanji apa-apa padamu Hyung” Kyuhyun bangkit dari ranjang pasiennya, dan mendudukan dirinya. Menatap tajam pada namja yang tengah berdiri santai itu.
“Jauhi Sungmin, Kyu. Kau hanya akan membuatnya menangis” Namja itu berjalan mendekati Kyuhyun.
“Itu bukan urusanmu, Siwon Hyung” ucap Kyuhyun penuh penekanan.
“Aku hanya tidak mau, Sungmin menangis jika kau meninggalkannya Kyu” Namja itu- Choi Siwon kini melipat kedua tangannya dengan angkuh.
“Kenapa kau sangat bersekeras Hyung??”
“Ibuku, di tinggal ayahku. Karna penyakit yang sama denganmu Kyu. Aku hanya tidak ingin membuat semua orang menangis lagi” Kini tatapan Siwon berubah menjadi sendu.
“Ayahmu??” Tanya Kyuhyun penasaran.
“Appa ku, meninggal karna mempunyai penyakit yang sama denganmu. Transplantasi jantung, berjalan tidak lancar. Operasinya gagal”
“……”
“Aku hanya tidak ingin melihat Ibu ku menangis, Kyu. Dan sekarang aku hanya ingi melindungi Sungmin”
“Aku mengerti, Hyung. Aku akan mencobanya” Kyuhyun memalingkan wajahnya, tanpa melihat Siwon yang kini tengah menangis.
.
.
.
.
Sungmin berjalan riang menuju koridor rumah sakit. Ia sudah sangat tidak sabar, untuk bertemu dengan Kyuhyun. Sungmin terus menelusuri koridor itu, sampai mata foxy nya kini mengarah pada kamar 232. Sungmin mendekati kamaritu perlahan. Mata foxy nya kini tengah menatap Kyuhyun bersama namja yang kemarin Ia lihat- Kim ryeowook. Sungmin diam di ambang pintu, mendengar pembicaraan mereka. Sungmin tahu ini sangat tidak sopan, tapi entah apa yang membuatnya nekat untuk mendengar pembicaraan Kyuhyun dengan Ryeowook.
“Aku akan mati, setelah operasi ini di lakukan, Kyu” Ryeowook menatap Kyuhyun sendu.
“Percayalah, bahwa ini akan berhasil wookie-ah” Kyuhyun mencoba memberikan semangat pada Ryeowook.
“Apa kau pernah merasakan cinta, Kyu??” Kyuhyun menatap Ryeowook tidak mengerti, yang langsung mengalihkan pembicaraannya.
“ya, Sungmin yang memberikan cinta padaku”
“Di dalam Hidup, ku. Aku sama sekali belum merasakan hal itu. Ingin sekali aku merasakan hal manis seperti itu” Ryeowook tersenyum miris, mengingat bahwa Ia selalu menutup dirinya. Ketika ada namja atau yeoja yang ingin dekat dengannya.
“Kau pasti akan mendapatkannya, percayalah Wookie”
“Cium aku Kyu” Kyuhyun yang mendengar permintaan Ryeowook, hanya bisa diam.
“Aku hanya ingin merasakan cinta, sebelum aku mati Kyu” Ryeowook menatap Kyuhyun penuh harap. Kyuhyun merasa iba, pada Ryeowook. Akhirnya Kyuhyun berdiri, dan mendekatkan wajahnya pada Ryeowook. Kyuhyun mengcup pelan bibir Ryeowook, hanya sebentar. Lalu Kyuhyun melepas tautannya.
“Gomawo” Ryeowook tersenyum senang, setelah Kyuhyun menciumnya.
*Blaam*
Suara pintu tertutup, menandakan bahwa ada seseorang yang melihat apa yang Kyuhyun dan Ryeowook lakukan.
“Sungmin”

T.B.C

T.B.C

Advertisements

2 thoughts on “You last in my life

  1. min sepertinya tdk mngrti dgn keadaan wookie….
    Bukannya min jg sdh dngr klu yg kyu cintai cm min..
    Apa kyumin bakalan terpisah???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s