Kebencian gua sama Johnny’s Ent

0

Di sini gua mau cerita tentang rumot kemarin di twitter yang katanya Ryuu keluar dari JUMP. Sumpah pass denger itu gua nangis.. gak percaya sama apa yang di katain info itu. seriusan gua benci Johnnys Ent. itu kakek2 tua yang demen PHP. errr,, gua benci tuh agency. Dan gua sumpah, bersyukur banget kalo Ryuu out dari Johhnys. secara masih banyak agency lain yang mau nampung suami gua. contohnya AVEX. agency itu lebih mutu dr JE. Walaupun sedih gak akan ada 10 JUMP lagi. tpi kan yang penting Ryuu balik ke dunia entertain. gua kangen suaranya, kangen wajahnya, kangen semua tentang dia. Ryuu itu multi talent. See !! Suara dia lebih bagus dari Chinen. itu menurut gua yah !! Johhnys jarang tuh nyuruh ryuu nyanyi banyak part. dia sengaja kayanya mau tutupin kebagusan ryuu. HELL YAH !!! FUCK it !!!1

dan gua harap abis Ryuu Lulus di Hori dia cepet balik ke dunia Entertain, walaupun gak di JE.. err,, gua benci tuh aki2 yang kaga inget umur.. kalo gua ada di Jepang, udh gua bunuh tuh si aki sialan.. -.-
tuh aki2 demennya PHP mulu. woyy,, kaga nyadar tuh Fans butuh kepastian yang nunggu 2 tahu.. njirr,, 2 tahun itu lama brohhh !! gua bencii,, sangat bencii sama Johhnnysss… sialan tuh kakek2 rempong…. gua santet tau rasa lu !!!

Dead Or Kiss | Chap 2|KyuMin FF

21

Author:  Love Minki  (@astia_joyer)

Title: Dead Or Kiss

Rate :  T (+) This chap

Genre: Romance, fluff

Lenght: dikit kayanya gk akan panjang

Warning: Typos, Yaoi, Abal, Ooc ,alur kecepatan kaya kereta, dll

Summary:  Sungmin yang mulai bisa dekat dengan seorang Choi Siwon. Tapi karena mantra Ren-adik Sungmin gagal. Sungmin harus berhubungan dengan Cho Kyuhyun. Yang lebih parahnya lagi, Sungmin harus selalu mencium kyuhyun jika sesak. Jika tidak Ia akan meninggal. Tapi Sungmin sangat benci Kyuhyun yang playboy. Akankah Sungmin berpaling pada Kyuhyun nanti?

Pair: Kyuhyun X Sungmin

Slight: Siwon X Sungmin

Minki (Ren) X Minhyun

A/N: Istrinya Choi Minki disini ‘-‘)/ tepatin janji update FF minggu ini. Ini FF remake dari komik dengan judul yang sama, karya Hibiki Ai. Saya Cuma mau ramein FFn aja dengan FF kyumin yaoi. Pas liat FFn selalu banyak craik dan gs.

Happy reading

KyuMin Is Real

enJOY!!

.

.

.

 

 

Kini Sungmin dan Siwon tengah berjalan di keramaian kota Seoul. Mereka baru saja selesai menonton sebuah Film action di Bioskop.  Kini mereka berencana untuk, makan di restoran Jepang.

 

“Filmnya bagus yah, Ming” Siwon mencoba mencairkan suasana. Tentu saja, dari tadi mereka hanya terdiam.

 

“Iya, aku jadi ingin bertarung dengan para Zombie” Sungmin menyahut dengan senang. Ia benar-benar menyukai Film action yang berjudul Resident evil itu.

 

“haha, kau ini ada-ada saja Ming” Siwon mengacak-acak rambut hitam milik Sungmin. Membuat Sungmin mempoutkan bibirnya.

 

“Ya ! nanti  rambutku rusak” Sungmin menata rambutnya. Membuat Siwon terkikik geli melihat tingkah lucu Sungmin.

 

“Mianhae, Kajja kita pergi” Siwon menggenggam tangan Sungmin, Menggandengnya .

 

Degg

 

Degg

 

“Ne, Tapi si-,” Ucapan Sungmin langsung terhenti ketika Ia kembali merasakan sesak. Dengan refleks Sungmin melepaskan genggaman Siwon.  Membuat Siwon mengernyitkan dahinya.

 

‘Aishh,, gawat. Kenapa harus kambuh di saat seperti ini. Aku harus menghubungi Kyu’

 

Sungmin pun dengan cepat mengeluarkan I-Phone putihnya, dan mengetik pesan singkat.

 

To: Kyu Pervert(?)

 

Kyu, tolong aku. Aku sesak nafasku kambuh.

Temui aku di taman yang dekat dengan Mall SI.

 Cepatlah, Jebal !!

 

 

“Maaf, aku  harus segera pulang Wonnie” Ucap Sungmin dengan susah payah. Wajahnya kini terlihat memerah. Sungguh Ia benar-benar tidak bisa bernafas saat ini.

 

“Benarkah? tapi kau terlihat pucat Min. Sebaiknya kita ke rumah sakit di dekat sini” Raut wajah Siwon terlihat khawatir, ketika melihat wajah Sungmin yang semakin pucat.

 

“Ti-Tidak usah Wonie, aku baik-baik saja” Sungmin menolak Siwon secara halus. Ia tidak ingin nanti Siwon harus melihatnya dengan Kyuhyun ciuman di sini. “Sebaiknya kau pulang saja duluan”

 

‘Sebentar lagi Kyuhyun pasti datang. Aish,, ini benar-benar sesak’

 

“Kau Yakin? Aku akan mengantarmu”

 

 

Tapp- tappp

 

Seorang namja tampan berlari dengan cepat mendekati sosok yang Ia cari sedari tai. Nafasnya memburu ketika melihat namja yang Ia cari sedang berada dengan namja lain.

 

“Sungminnie !!” Namja itu-Kyuhyun berteriak dengan keras. Membuat Siwon dan Sungmin menoleh padanya. Kyuhyun semakin mendekat ke arah mereka.

 

‘Akhirnya dia datang’

 

“Mianhae, Wonnie. Aku harus pu-,,” belum sempat ucapan Sungmin selesai. Kini Ia ambruk. Sungguh Ia sangat sesak kali ini. Untung saja, ada Kyuhyun yang langsung dengan cepat menangkap tubuh montok Sungmin.

“Dasar kau ini Ming. Aku kan sudah bilang jangan jauh dari ku” Kini Kyuhyun menggendong Sungmin ala Bridal. Ia tahu Sungmin sudah tidak akan kuat berdiri.

 

“Siapa kau?” Siwon bertanya dengan heran pada Kyuhyun yang kini tengah menggendong Sungmin.

 

“Berisik, aku datang kesini karena di panggil olehnya” Kyuhyun memberika tatapan membunuhnya pada Siwon. Ia benar-benar tidak terima, jika Sungmin pergi dengan namja lain.

 

“Tidak mungkin. Sungmin tak mungkin memanggilmu”

 

“Bagaimana kalau kita perlihatkan pada namja ini tujuan kau memanggilku, Ming?” Kyuhyun mendekatkan wajahnya pada Sungmin. Nafas hangatnya benar-benar sudah menerpa wajah Sungmin.

 

‘Aku mohon jangan menciumku di depannya Kyu” bisik Sungmin pelan. Wajahnya kini sudah memerah. Ia benar-benar butuh bernafas.

 

“Kalau kau menolak, maka aku tak akan menolongmu lagi” Kyuhyun menyeringai melihat wajah Sungmin yang sudah panik.

 

‘Menyebalkan. Seandainya Ren tak memasukan rambutku. Aku tak akan mengalami hal ini’

 

“Lakukan” Dengan pasrah, Sungmin akhirnya menutup matanya. Dan-,

 

Cuuppp

 

Kyuhyun mencium bibir Sungmin kasar. Melumat bibir Sungmin, membuat Sungmin merasakankeringanan di tubuhnya.

 

“eungh,,” Tanpa sadar Sungmin melengguh ketika Kyuhyun menekan tengkuknya. Kyuhyun mulai menggigit bibir bawah Sungmin. Membuat Sungmin dengan refleks membuka mulutnya. Dan dengan lihai lidah Kyuhyun masuk dalam gua hangat milik Sungmin, dan mulai mengeksplorasi apa yang ada di dalamnya.

 

“Apa ini benar-benar terjadi?” Gumam Siwon yang terdengar jelas di telinga Kyuhyun, membuat Kyuhyun menyeringai diantara ciuman panasnya dengan Sungmin.

 

‘Aku mohon jangan melihantnya Wonie’

 

“nghh,,,”

 

“A-Aku pulang Min” Siwon yang sudah tak tahan melihat pemandangan di depannya, dengan cepat membalikan tubuhnya dan mulai menjauh dari Sungmin.

 

.

.

.

“Kau jahat Kyu !!” Sungmin berteriak marah. Ia benar-benar tak menyangka bahwa Siwon akan melihatnya berciuman. Terlebih lagi dengan seorang Namja.

 

“Diam !! kau yang melanggar peraturan Min. Jika kau melanggarnya lagi, tak akanku maafkan !!” Kyuhyun memberikan tatapan marahnya pada Sungmin. Membuat Sungmin menundukan kepalanya takut.

 

“Aku pulang” Kyuhyun membalikan badannya, berjalan menjauh. Meninggalkan Sungmin, yang masih terduduk di taman itu.

 

‘jahat. Aku membencinya. Dia sengaja melakukannya di depan Siwon. Cho Kyuhyun adalah hal yang paling ku benci di Dunia ini !’

 

.

.

.

Kini Sungmin  sedang bersama Kyuhyun di atap Sekolah. Kyuhyun menatap Sungmin dengan tatapan mengintimidasi.

 

“Ada apa kau memanggilku?” Kyuhyun mulai bertanya pada Sungmin. Menatap Sungmin dengan onyx tajamnya.

 

“Maaf. Maafkan aku tentang kejadian kemarin  Kyu” Sungmin membungkukan tubuhnya. Kejadian kemarin itu memang kesalahannya. “Aku yang salah, karena tak memberitahumu aku pergi kemana. Maafkan aku Kyu”

 

“Kau pikir ini akan selesai dengan minta maaf saja?” Kyuhyun menyeringai setan.

 
“eh?” Sungmin  mendongkakan kepalanya, mengerjapkan matanya lucu ketika melihat Kyuhyun menyeringai padanya.

 

Bruuukkk

 

Kyuhyun mendorong tubuh Sungmin ke dinding. Mencengkram pergelangan tangannya erat.

 

“Ya !! apa yang kau lakukan?” Sungmin menatap Kyuhyun sangar, ketika Kyuhyun terus menatapnya tajam. Perlahan wajah Kyuhyun semakin mendekat ke arahnya. Dan-,

 

“nghh,, Tu-tungguh Kyuhh” Sungmin sedikit mendesah ketika dengan tiba-tiba Kyuhyun mengulum telinganya. Sentuhan Kyuhyun benar-benar selalu membuat Sungmin kehilangan dirinya sendiri.

 

“Sudahlah, aku sudah memaafkanmu” Kyuhyun berbisik pelan di telinga Sungmin.

 

“Pokoknya  mulai sekarang dan seterusnya, nasib kita saling berhubungan”

 

“A-Araseo, uhm Kyu ada yang ingin ku katakan lagi”

 

“Mwo?”

 

“Besok aku ada pertandingan karate di Mokpo, dan bisa kah kau ikut denganku? Aku takut nanti aku kambuh di sana” Sungmin menatap Kyuhyun penuh harap. Sungguh Ia benar-benar ingin mengikuti pertandingan ini.

 

“Sepertinya tidak bisa” Ucap Kyuhyun, tanpa melihat tatapan mata memelas Sungmin.

 

“Ya !! pokoknya kau harus bisa, Kyu”

 

“Aish,, baiklah. Aku akan datang” Sungmin tersenyum senang mendengar kata final dari Kyuhyun.

 

Greep

 

“Gomawo Kyuniie” Sungmin memeluk tubuh Kyuhyun. Melampiaskan rasa senangnya, yang membuncah.

 

“Tapi kau harus menang nanti”

 

“tentu saja”

.

.

.

Keesokan Harinya

 

Di ruangan Dojo yang cukup besar ini, kini  banyak sekali orang-orang yang tengah menonton pertandingan karate.

 

“Hyung, berusahalah. Kau pasti menang !” seorang namja tampan itu- Ren (?) menyemangati Hyungnya- Sungmin. Yang hari ini akan ikut pertandingan karate.

 

“Kau harus berkonsentrasi, Min. Aku yakin kau pasti bisa!!” Siwon yang dari tadi terdiam, ikut menyemangati Sungmin. Setelah kejadian kencan dengan Sungmin waktu itu, Siwon ternyata tak pernah menganggap kejadian Kyuhyun dan Sungmin ciuman terjadi. Maka dari itu, Siwon  masih berteman dengan Sungmin.

 

“Gomawo Ren, Siwonie. Aku akan berusaha keras supaya menang” Sungmin mengepalkan tangannya. Dan mulai meninggalkan Ren dan Siwon, menuju area pertarungan.

 

“Un,, berjuanglah Hyung !!”  Teriak Ren dengan sangat keras. Membuat Sungmin terkekeh kecil.

 

Sungmin mengedarkan pandangannya ke arah penonton. Mata foxy nya tengah mencari seseorang yang Ia tunggu sedari tadi. Dan-,

 

‘Kyuhyun, dia datang’

 

Sungmin tersenyum pada Kyuhyun, yang kini tengah duduk di deretan pertama. Mata onyx Kyuhyun terus menatap Sungmin. Seolah mengatakan ‘Berjuanglah Min’

 

“Pertandingan pertama dimulai. Peserta pertama yaitu Jung Yunho melawan Lee Sungmin” Suara Mc itu terdengar jelas. Dengan cepat Sungmin segera masuk ke area pertandingan. Kini sudah terlihat dengan jelas, Yunho ada di sana.

 

“Baiklah kita mulai”

 

Sungmin dan Yunho sama-sama membungkukan badannya, sebelum pertandingan ini di mulai.

 

Prriiiitttt

 

Dan bunyi peluit terdengar menandakan pertandingan sudah dimulai.

 

Sungmin menatap Yunho dengan serius, kini kakinya sudah memasang kuda-kuda yang kuat.

 

Sreettt

 

Sungmin akan memukul wajah Yunho, tapi sayang di tangkis cepat oleh Yunho.

 

‘Sial, harusnya kena’

 

Bughhh

 

Sungmin mencoba memukul perut Yunho, tapi sayang Yunho dengan cepat menghindar. Dan malah Yunho memukul perut Sungmin, tanpa Sungmin bisa menghindarinya. Membuat Sungmin terpental cukup jauh.

 

“uhuukk,, uhuukkk,, aishhh” Sungmin terbatuk, ketika merasakan pukulan Yunho. Dan entah kenapa kini kepalanya menjadi pusing, dan Ia susah sekali untuk bernafas.

 

‘Sial, kambuh lagi’

 

Sungmin dengan cepat melambaikan tangannya. Ia harus dengan terpaksa, mengalah akan pertandingan ini akibat sesak nafasnya kabuh. Tidak mungkin, kan jika Ia harus berciuman dengan Kyuhyun di tempat yang seramai ini.

 

“Baiklah, Pemenangnya adalah Jung Yunho” Sungmin keluar dari area pertandingan. Kyuhyun kini terlihat sudah ada di hadapannya.

 

“gwaenchana? Kau kambuh?” tanya Kyuhyun khawatir melihat wajah Sungmin, yang kini sudah pucat.

 

“Hyung, gwaenchanyo?” Ren belari dengan cepat ke arah Sungmin. Dan memberika death glare gratis pada Kyuhyun yang berdiri di samping hyungnya. Sepertinya Ren memang dendam terhadap Kyu. Kkkk~

 

“gwaenchana, maaf hyung kalah” Sungmin menundukan kepalanya. Ia merasa kecewa karena ini.

 

“Tak apa yang penting, kau sudah berusaha Hyung” Ren memeluk Sungmin, mencoba menenangkan kesedihan Sungmin. Tanpa menyadari  Sungmin, yang kini sudah sesak nafas.

 

“ungh,, Kyu. Cium aku, tapi jangan disini” ucap Sungmin pelan, ketika pelukannya dengan Ren terlepas.

 

“Baiklah”Kyuhyun pun dengan cepat menarik tangan Sungmin. Membuat Ren harus mempoutkan bibirnya lucu, karena di tinggal KyuMIn.

.

.

.

“nghh,,,” Sungmin melengguh pelan, ketika Kyuhyun kini tengah melumat bibirnya lembut. Menjilat bibir atas dan bawahnya bergantian membuat Sungmin kembali merasakan debaran aneh, ketika Kyuhyun melakukan ini padanya. Kini mereka tengah berada di kamar hotel, yang memang sudah di sediakan oleh Dojo ini.

 

“ehmm,,” Sungmin memukul pelan dada bidang Kyuhyun. Kyuhyun yang mengerti itu, segera melepaskan pangutan bibirnya.

 

“gwaenchana? Jika kau ingin menangis, menangislah Min” Kyuhyun menatap Sungmin dengan tatapan lembutnya.

 

“Ahni, aku itu namja. Jadi tidak boleh menangis” Sungmin mempoutkan bibirnya lucu. Entahlah, setiap berada di sisi Kyuhyun, Ia akan selalu merasakan nyaman seperti ini.

 

Greepp

 

Kyuhyun membawa Sungmin, kedalam pelukan hangatnya. Membuat Sungmin terdiam.

 

“Min, cium aku” bisik Kyuhyun di telinga Sungmin.

 

“Shireoo” Sungmin semakin mengeratkan pelukannya. Ia menenggelamkan wajahnya di dada Kyuhyun. Menyamankan posisinya, dengan mata tertutup. Sungguh Ia sangat lelah.

 

“Min”

 

“…..”

 

“Min, cium aku” karena kesal Sungmin tak menyahuytnya. Kyuhyun  menatap Sungmin yang ternyata sudah tertidur di dalam dekapannya.

 

“Aishh,, padahal kau sudah membangunkan Little Cho ku” Gumam Kyuhyun frustasi, menyadari Sungmin yang sudah tertidur lelap. Dan Little Cho yang sudah mengembang layaknya adonan donat (?).

 

T.B.C aja yah.. wkwwkw.

 

Mind To review?

 

For next chap

 

“Hyung, aku sudah menemukan cara agar kutukan itu bisa hilang”

 

“caranya bagaimana Ren?”

 

“kau harus melakukan hal yang lebih dari pada ciuman dengan Kyuhyun”

 

“Mwo?”

 

Review Juseyo ^^

 

Sign

Love Minki :3

 

Can I Love You |Chap 2| KyuMIn

3

Author: Astia Morichan

Rate: T

Genre: romance/ hurt (?) drama

Diclamair: KyuMin belong to God

Summary: sungmin yang terpaksa menerima perjodohannya dengan cho kyuhyun. Setelah sungmin mulai mencintainya, tapi kyuhyun ternyata mempunyai sesorang yang masih ia cintai. Siapa yg kyu pilih?/ KyuMin/Yaoi

Pair: KyuMin

Slight: Simin

a/n: FF ini  tercipta akibat kegalauan RPW. Maaf jika cerita pasaran banget. Abisnya ini emang kejadian sama saya di dunia RPW :’)

Happy Reading ^^

.

.

.

Seorang namja kini tengah berbaring tengkurap di ranjang big size nya itu. Alunan lagu terdengar dengan sangat keras di  ruangan bernuansa pink ini.

 

“huhftt,, lupakan semua itu Lee Sungmin. Lagi pula, di antara kau dan Kyuhyun tidak pernah terikat dengan namanya cinta” Namja berwajah tampan ini-Sungmin, bergumam pelan. Terdengar sangat lirih, jika kalian mendengarnya mungkin kalian bisa merasakan sendiri kesakitan yang di alami namja manis itu.

 

Tookk-Tookk-Took

 

Suara pintu terdengar di ketuk dari luar. Membuat Sungmin tersentak kaget, dan dengan refleks mendudukan dirinya di ranjang.

 

Cekleekk

 

Pintu itu terbuka, tanpa seizin dari pemiliknya. Seorang namja tampan berperawakan tinggi dengan senyum menawannya, masuk ke dalam kamar Sungmin.

 

“Minnie-ah,, Kajja kita pergi ! hari ini kita harus memilih toxedo untuk pernikahan nanti”  Namja itu-Kyuhyun berjalan mendekati Sungmin. Duduk di sisi ranjang Sungmin. Memperhatikan namja manis itu, yang masih terus menatap.

 

“Sekarang?”

 

“Ne, sekarang Ming. Bersiaplah, aku akan menunggumu di bawah” Kyuhyun mengecup dahi Sungmin, sebelum Ia meninggalkan kamar.

 

‘Kenapa kau terlalu baik padaku, Kyu? Ini lebih menyakitkan’

.

.

.

“Kau mau memilih yang mana Tuan Lee?” Seorang pelayan wanita itu, bertanya pada Sungmin yang kini tengah memilih Tuxedo pernikahan bersama Kyuhyun. Sungmin melihat beberapa setelan tuxedo yang menurutnya bagus dan cocok untuknya. Sementara Kyuhyun, hanya tersenyum melihat Sungmin yang kini terlihat antusias.

 

“Aku pilih yang berwarna putih itu” Sungmin menunjuk setelan toxedo berwarna putih, yang terkesan sederhana tapi terlihat sangat cantik.

 

“Ah, Baiklah. Saya akan menyiapkannya untuk anda” Pelayan wanita itu membungkuk hormat.

 

“Kyu, kau pilih yang mana?” Sungmin bertanya pada Kyuhyun, yang sedari tadi hanya tersenyum.

 

“Aku sudah memilihnya. Toxedo berwarna hitam” Ucap Kyuhyun dengan senyuman lembutnya. Ia memang sudah membeli toxedo itu bulan lalu. Tentu saja, itu untuk pernikahannya dengan yeoja impiannya. Hanya saja, keinginan itu tak sampai terwujud.

 

“Arraseo” Sungmin hanya bisa mengangguk, dan kembali melihat-lihat toxedo yang ada di sana.

 

“Ming, titip Handphone ku sebentar ne. Aku ingin ke toilet” Kyuhyun menyerahkan I-Phone berwarna hitamnya pada Sungmin. Sungmin hanya mengangguk, dan menerima I-Phone Kyuhyun.

 

“Jangan lama-lama. Aku ingin segera pulang”

 

“Ne, arra” Kyuhyun pun melangkahkan kakinya ke toilet. Meninggalkan Sungmin yang asyik kembali melihat toxedo di Toko itu.

 

Dreeetttt Dreetttt

 

Ponsel Kyuhyun bergetar, menandakan ada pesan masuk. Dengan refleks Sungmin membuka pesan itu.

 

From: Chagiya

 

Oppa, aku menunggu mu di Apartement ku nanti Sore.

Jangan lupa, nanti sore ne ^^

 

Love :*

 

Teks singkat itu kembali membuat perasaan Sungmin, kembali  merasakan sakit.  Entah kenapa itu terasa sangat menyakitkan.

 

‘Mungkinkah ini yeoja yang kemarin aku lihat?’

 

Sungmin kembali menutup pesan itu, setelah membukanya. Kembali mencoba fokus pada beberapa setelan toxedo di sana. Walaupun pikirannya entah melayang kemana. Perasaan ini menyakirkan. Sungguh Sungmin, tidak menginginkan semua ini. Jika bukan karena Appa nya, Ia tidak akan mungkin terjebak dalam pernikahan yang membuatnya merasakan hal menyakitkan.

 

Kyuhyun kini sudah kembali ke toko itu. Ia kini berdiri di samping Sungmin, yang tengah menatap kosong toxedo yang ada di hadapannya.

 

“Min-ah, gwaenchana?” Kyuhyun menepuk pelan bahu Sungmin. Membuat Sungmin tersentak kaget ketika melihat wajah Kyuhyun kini hanya berjarak beberapa centi di hadapannya.

 

“Na-nan, gwaenchana” Dengan gugup, Sungmin kembali mencoba memasang wajah datarnya lagi. Tanpa memperdulikan Kyuhyun yang terlihat khawatir.

 

“Baiklah, Kajja kita pulang. Semua sudah di urus oleh Eomma ku” Kyuhyun menggandeng tangan Sungmin. Dan mulai keluar dari toko butik pernikahan itu. Menggenggam tangan Sungmin erat, seakan tak ingin melepaskannya.

 

‘Hangat, bisakah kita seperti ini terus? Aku sangat menginginkanmu menggandeng tanganku seperti sekarang’

 

Sungmin mengeratkan genggaman tangannya pada Kyuhyun. Tersenyum manis, ketika Ia merasakan kehangatan yang di salurkan oleh Kyuhyun.

.

.

.

 

Sungmin kini tengah berguling-guling di ranjangnya. Wajahnya terlihat sangat gelisah. Perasaannya campur aduk saat ini. Sedih, gelisah, ah, yang jelas Ia tengah galau kali ini (?). tentu saja, Kyuhyun kini telah pergi meninggalkannya setelah mengantarkannya ke rumah. Sungmin tahu, mungkin Kyuhyun sekarang tengah berada di Apartement yeoja itu. Dan itu lah yang sedari tadi mengganggu pikirannya. Apa yang Kyuhyun lakukan dengan Yeoja itu?

 

“Hah,, lupakan itu Lee Sungmin. Ingatlah, kau bukan siapa-siapa dari Kyuhyun” Sungmin bergumam pelan. Memeluk gulingnya erat. Mencoba menghilangkan semua pikirannya tentang Kyuhyun. Entah sejak kapan, Kyuhyun selalu menghantui pikirannya. Sungmin yang dulu tidak menginginkan pernikahan ini, kini begitu saja menerimanya ketika melihat sosok Kyuhyun. Senyuman Kyuhyun, dan tatapan matanya selalu membuat Sungmin terhipnotis.

 

‘Mungkinkah Ia sudah menyukai Kyuhyun?’ Pertanyaan itu selalu keluar dari benaknya.

 

“Mungkin akan lebih baik, jika aku pergi lagi ke taman atau club? Ah, lebih baik aku pergi ke Club saja. Pasti menyenangkan” Sungmin pun mulai beranjak dari tidurnya. Mengganti pakaiannya, dengan celana jeans, dan kaos putih yang terkesan sederhana, tapi justru  Membuatnya terlihat sangat imut. Sungmin mengambil kunci mobilnya, dan mulai meninggalkan kamarnya.

 

.

.

.

 

Mobil honda civic berwarna putih itu, berhenti di sebuah Club malam yang cukup terkenal. Seorang pemuda berparas manis, turun dari mobil itu. Pemuda manis itu-Sungmin, melangkahkan kakinya untuk masuk ke tempat club yang biasa Ia datangi bersama teman-temannya. Hanya saja, untuk kali ini Ia harus pergi ke tempat nista itu sendiri.

 

Sungmin kini tengah terduduk di dekat bar tender yang melayaniinya.

 

“Anda ingin pesan apa Tuan?” Pelayan itu bertanya ramah pada Sungmin.

 

“Aku ingin whisky yang paling enak” seru Sungmin dengan sedikit berteriak.  Pelayan itu hanya mengangguk. Dan dengan cekatan, Ia menuangkan sebuah whisky ke dalam gelas kecil. Membawakannya untuk Sungmin.

 

“Ini pesanan anda” Sungmin hanya mengangguk, sambil mengambil gelas berisi whisky itu. Sungmin meneguknya sedikit. Pandangannya kini beralih pada orang-orang yang tengah menari di lantai dansa itu. Banyak sekali yeoja yang mungkin murahan tenngah bersama namja asing yang kini meliukan tubuh mereka. Tangan-tangan nakal itu memegang ke sembarang arah. Ah, benar-benar terlihat sangat nista. Sungmin yang melihat hal seperti itu, hanya bisa tersenyum melihat hal seperti itu.

 

Sungmin kembali meneguk whisky itu sampai habis.

 

“Lagi” Sungmin menyodorkan gelas yang kosong itu pada Bar tender, sang Bar tender hanya bisa mengangguk dan kembali menuangkan whisky dengan kadar Alkohol yang sangat tinggi itu.

 

“ugh,,” Sungmin kembali meneguk whisky itu. Sampai pandangannya kini terlihat sangat kabur saat ini. Sungmin menumpukan kedua tangannya ketika kepalanya berdenyut sakit.

 

“Hey,,” Seorang namja menyapa Sungmin, yang tanpa di sadari sudah duduk di sampingnya. Membuat Sungmin mengangkat wajahnya, dan melihat ke arah namja itu.

 

“nuguya?” dengan suara yang parau, sungmin mencoba melihat namja yang menyapanya.

 

“Ya !! Ini aku Minnie-chagi. Masa kau lupa padaku!” Namja itu berteriak di tepat di telinga Sungmin. Membuat kesadaran Sungmin yang tadi sudah hilang, kini kembali lagi. Sungmin mengerjapkan matanya lucu. Menatap namja yang kini ada di sampingnya.

 

“eh? Si-Siwonnie,, hikkk,, hikk,,” Sungmin segera memeluk namja berperawakan tinggi itu. Ah, sepertinya Sungmin sudah mabuk lagi.

 

“Kau mabuk, Ming” Siwon membalas pelukan Sungmin, tersenyum senang ketika menyadari Sungmin mengingatnya. Ia benar-benar tak menyangka bisa bertemu dengan Sungmin di tempat ini. Ia benar-benar merindukan namja manis ini. Enam bulan tak bertemu dengan Sungmin, sudah terasa seperti empat tahun saja. Tentu, Siwon memang menyukai Sungmin sejak pertama Ia mengenalnya. Walaupun Sungmin terus menganggapnya hanya sebagai sahabat.

 

“Ahni,, hikk,, aku tidak mabuk,, hikk,,” Sungmin mencoba berbicara dengan benar.

 

“Bagaimana kaburmu, hmm?” Siwon mengelus rambut hitam milik Sungmin.

 

“Buruk, sangat buruk Wonnie” Sungmin melepaskan pelukannya pada Siwon.

 

“Wae? Aku kira kau baik-baik saja selama aku tak ada”

 

“Kau tahu? Sebentar lagi aku akan menikah Wonnie” Ucapan Sungmin itu, membuat Siwon terdiam. Rahangnya mengeras, ketika tahu Namja yang Ia cintai akan menikah dengan orang lain.

 

“Siapa yang akan menikah dengan mu? Apa dia yeoja yang cantik?” Tanya Siwon berusaha tenang.

“haha, di bukan yeoja Wonnie. Tapi Namja”

 

“Mwo? Namja? Kau akan menikah dengan Namja?” Siwon membelalakan matanya kaget. Ia tak menyangka jika Sungmin sudah tidak straight lagi.

 

“Kau tidak straight lagi, Ming?” Sungguh Siwon sangat senang, mendengar kabar tentang ini. Masih ada kesempatan untuk membuat Sungmin menjadi miliknya.

 

“Mungkin saja. Aku juga tak yakin soal itu” Sungmin kembali meneguk whisky di gelasnya.

 

“Kapan kau akan menikah?” Siwon kembali ke bertanya. Ia benar-benar ketinggalan informasi tentang Sungmin.

 

“Minggu depan”

 

“Mwo? Minggu depan? Tidak boleh, Min. Aku tak akan setuju” Siwon menatap Sungmin dengan tatapan yang sulit di artikan. Mulai berdiri dari duduknya, dan menatap Sungmin yang masih terus meneguk whisky itu.

 

“Hm,, aku juga tidak setuju” Sungmin kembali bergumam sambil memainkan gelas yang sudah kosong itu.

 

“Kenapa kau tidak menolaknya?”

 

“Aku tak bisa membantahnya”

 

“Kalau begitu kau ikut denganku. Aku akan membawamu pergi dari sini”

 

T.B.C

 

Kenapa jdi kaya gini yah?? -.-

Salahkan otak saya yang mulai ngawur.

 

Ada yang tanya kan, ini berdasarkan kisah nyata aku, dan aku juga di jodohin. Sebenernya bukan gitu. Kejadian ini memang terjadi sama aku tapi di dunia RolePlayer. Bukan di Real Life.

 

Big Thanks, untuk yang mereview. Maaf telat publish, soalnya saya udah mulai sibuk.

 

And then Review Juseyo ^^

 

Sign

Ryutaro Wife’s (?)

 

 

 

 

 

Ghost of Chanyeol| BaekYeol FF| Yaoi

15

Ghost of Chanyeol

T/T+/M

Romance, Fantasy, Suspense

Chanyeol yang patah hati karena Ia di tolak yeoja pujaannya. Akhirnya tanpa ia sadari, ia tertabrak mobil. Menyebabkan semua orang tak dapat melihantnya. Kecuali Baekhyun yang mempunyai perasaan khusus padanya. Akankah Chanyeol kembali hidup lagi

Warning: Typos, OOC, abal, dll

a/n: Terinspirasi dari komik bishojou,. Tapi saya lupa judulnya apa. Dan ini adalah repost ulang dari FF sebelumnya, yang sudah di rombak ^^

Park Chanyeol X Byun Baekhyun

Oh Sehun X Xi Luhan

EnJOY!

Happy Reading ^^

oOo

Seorang namja berperawakan mungil itu menatap miris pemandangan yang ada di hadapannya. Bagaimana Ia tidak menatap nanar pemandangan itu? Pemuda yang sudah Ia sukai sejak setahun lalu itu tengah berpelukan dengan seorang yeoja tercantik di sekolahnya. Pupus sudah harapan Byun Baekhyun. Padahal Ia sangat berharap jika Park Chanyeol itu Gay sepertinya. Tapi Tuhan tidak mengizinkannya. Pemuda yang di sukainya itu normal. Tidak sepertinya.

“Hwuahh,, kenapa sulit sekali membuatnya menyukaiku?” Baekhyu hanya bisa menghela nafas pelan. Jujur saja, perasaannya sudah hancur sekarang. Ia sangat yakin jika Chanyeol dan yeoja itu berpacaran sekarang.

“Huh,, Yeolie,, apa kau benar-benar menyukai yeoja itu?” Namja berperawakan imut itu mengerucutkan bibirnya kesal, dan mulai meninggalkan tempat itu. Berharap Ia tidak melihat kembali kelanjutan kemesraan itu. Sudah, hatinya sudah sakit hati melihat pemandangan di depannya.

oOo

“Kyaaa,, Chanyeol-ah, kau tahu? Aku di terima olehnya. Kini aku sudah menjadi yeojachingu Jonghyun Oppa. Ah,,aku senang sekali” seorang yeoja yang terlihat cantik itu- Eunji, memeluk leher Chanyeol erat. Melampiaskan kesenangan yang membuncah dihatinya. Tentu saja, impiannya tersampaikan. Pemuda yang di sukainya, ternyata menyukainya juga.

Sementara Chanyeol, hanya bisa tersenyum miris mendengarnya. Ini sungguh menyakitkan untuknya. Demi apapun Ia sangat menyukai yeoja ini. Tapi sepertinya harapannya sia-sia. Hatinya hancur sekarang. Sudah tidak ada harapan baginya untuk memiliki Eunji.

“Selamat, Eunji-ah.” Chanyeol mencoba tersenyum sebisa mungkin pada Eunji. Menyembunyikan kesedihannya.

 

“Ne, oppa. Gomawo, kalau begitu aku duluan ne! Jongie Oppa sudah menungguku.” Eunji melepaskan pelukannya. Melambaikan tangannya sebelum menjauh dari pandangan Chanyeol.

 

“Mungkin aku sudah terlambat. Seharusnya aku menyatakan perasaanku sejak awal.” gumam Chanyeol pelan, ketika melihat Eunji sudah mulai menghilang dari pandangannya. Sia-sia Chanyeol berharap pada keajaiban. Dewi Fortuna bahkan sama sekali tidak memihak dirinya.

oOo

Kini langit malam Kota Seoul di hiasi oleh bintang dan bulan, yang terlihat sangat indah. Semua orang berbondong-bondong untuk pulang ke rumah. Rasa lelah membuat semua orang ingin segera sampai ke rumah mereka. Begitu juga dengan namja tampan ini yang tengah melajukan sepedanya di tengah jalan. ia ingin segera pulang, dan tertidur di kamar hangatnya. Berharap rasa sakitnya akan menghilang keesokan harinya jika Ia tertidur. Chanyeol Menyusuri jalanan yang memang ramai oleh kendaraan. Chanyeol menuntun sepedanya dengan pandangan kosongnya. Melamun ketika mengingat kembali bahwa Ia tengah mengalami patah hati. Sampai Ia sendiri tak menyadari bahwa lampu hijau masih menyala. Chanyeol bahkan terus menuntun sepedanya tanpa menyadari sebuah mobil Honda civic merah yang melaju ke arahnya. Dan -,

 

Brakk

 

Sepeda Chanyeol terhempas begitu saja, tak lupa dengan tubuh Chanyeol yang ikut terpental akibat hantaman mobil itu. Hataman itu cukup keras. Semua orang yang melihat kejadian itu bahkan, refleks menjerit karena kaget. Berlari kearah korban, yang sekarang tampak jauh dari kata baik.

 

Darah berwarna merah pekat itu, kini sudah mengalir membasahi wajahnya. Kini wajah tampan itu terlihat menyeramkan karena darah. Luka memar juga terlihat di bagian tubuhnya. Tubuh Chanyeol benar-benar terlihat rusak oleh luka. Semua orang yang melihat kejadian itu, langsung mengerumuni Chanyeol yang tengah berbaring tak berdaya. Mencoba menolongnya dengan memanggil ambulan.

 

“Eh? Kenapa aku berbaring di sana? Hey ! aku baik-baik saja. Lihat aku disini!” Chanyeol kini sudah berubah menjadi sedikit lebih ringan ini menatap Chanyeol yang mungkin merupakan jasadnya yang tengah terbaring lemah di jalanan itu. Mengernyit heran, saat melihat tubuhnya tergeletak penuh darah. Itu bukan dirinya kan? Dirinya ini baik-baik saja!

 

“Aishh,, aku baik-baik saja. Hey ! aku mau di bawa kemana?” Chanyeol berteriak kencang melihat tubuhnya yang mulai di bawa oleh petugas berpakaian putih itu. Tapi sayang, tak ada satupun yang menggubris ucapannya. Chanyeol mencoba menggapai bahu seseorang. Ia berniat untuk bertanya. Tapi nihil, tangannya tembus. Tangannya transparan. Ia tidak dapat menyentuh apapapun.

 

“Kenapa aku tidak bisa menyentuhnya. Seperti menyentuh angin saja. Mungkinkah aku sudah mati?” Chanyeol terus berusaha menyentuh seorang yeoja yang tengah ada didekatnya. Tapi sayang, sentuhannya tak terasa oleh yeoja itu. Semua orang yang ada di sana, sudah Chanyeol sentuh. Bahkan Chanyeol sudah berteriak tak menentu saat ini.

 

Chanyeol putus asa. Ia lelah, karena ucapannya sama sekali tidak di gubris oleh semua orang yang sudah Ia coba tanya. Akhirnya dengan langkah gontai. Ia mulai mengitari jalanan itu. Berharap akan ada seseorang yang bisa menolongnya, dan dapat melihatnya. Sampai telinganya mendengar suara orang berteriak kencang, meminta tolong.

 

“Ya !! lepaskan aku !! Tolong,, siapapun tolong aku!” Suara teriakan namja terdengar sangat jelas di telinga Chanyeol. Dengan cepat Chanyeol segera menuju ke arah suara itu berasal.

 

“Tolong aku, Ya lepaskan tangan kotormu itu dari tubuhku!!” Namja itu terus berteriak histeris. Mencoba melawan kedua namja yang berbadan kekar yang tengah mencengkram lengannya. Menarik tubuh namja mungil itu agar semakin merapat ke arahnya. Sang pria yang memegangi Baekhyun memegangi tubuhnya erat agar tidak berontak. Sementara pria satunya lagi menggerayangi tubuh Baekhyun. Berharap namja manis ini mempunyai uang.

 

“Hey !! serahkan uangmu.” Namja yang berwajah sangar itu mengeratkan cengkramannya. Ia mencengkram dagu Baekhyun erat. Baekhyun meringis kesakitan, akibat cengkraman itu.

 

“Aku tak punya uang. Lepaskan aku,” Lirih Baekhyun pelan. Entahlah ia sudah pasrah sekarang. kekuatannya tidak seimbang dengan kedua pria yang ada di hadapannya. Tanpa sengaja, matanya melihat ke arah sosok yang sangat di kenalnya. Baekhyun tau siapa dia. Oh, Tuhan memang sangat baik padanya.

“Hey kau !! Chanyeol-shii,, tolong aku!” Baekhyun terus berteriak, ketika melihat Chanyeol yang kini sudah berada di dekatnya. Mengernyit heran, ketika melihat Chanyeol hanya terdiam menatapnya. “Tolong Chanyeol-ah!!” dan teriakan kedua Baekhyun membuat Chanyeol tersenyum senang. Ternyata ada juga yang menyadari keberdaannya. Baekhyun bisa melihatnya sekarang.

“Lepaskan dia.” Chanyeol dengan cepat memukul wajah namja yang menggerayangi tubuh Baekhyun, hingga terpental jauh. Ah,, bahkan kini terlihat ada kilatan listrik ketika Chanyeol memukul wajahnya. Sampai namja itu terbaring tak berdaya. Sementara namja yang memegangi Baekhyun, mengernyit heran melihat temannya yang terjatuh tanpa sebab.

“Giliranmu,” Tersenyum licik, sebelum Chanyeol menarik Baekhyun sehingga namja mungil itu berada di pelukannya. Dan dengan cekatan, Chanyeol kembali memukul namja yang tadi memegang Baekhyun. Darah segar terlihat di sudut bibir namja itu.

 

“Aww,, sakit. Siapa yang memukul ku? Aishh,, kau menakutkan. Jangan-jangan temanmu hantu?” Namja beringas itu menyeka darahnya. Sungguh tak ada yang memukulnya tadi. Tapi sangat jelas terasa ada yang memukulnya saat ini. Padahal namja berwajah imut yang tengah di todong olehnya tak melakukan apapun. Bahkan sekarang namja manis itu sudah tak ada dalam cengkramnya.

 

“Dia yang memukulmu.” Baekhyun menunjuk Chanyeol. Membuat Chanyeol tersenyum bangga. Padahal Ia jarang sekali bisa menang berkelahi. Jujur saja, baru kali ini Chanyeol memenangkan perkelahian.

 

“Ya ! mengerikan, hanya ada aku dan kau disini.” Namja itu dengan cepat bangkit, dan mulai meninggalkan Baekhyun yang mengenyit heran mendengar ucapan penodong tadi. Apa pria itu buta? Sudah jelas sekali kan Chanyeol berada di sampingnya.

 

“Gomawo Chanyeol-shii,, kau sudah menolongku. ” Baekhyun membungkukkan tubuhnya. Sungguh sangat manis sekali. Membuat Chanyeol merasakan desiran aneh di dalam tubuhnya.

Menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal, sebelum tersenyum bahagia ke arah Baekhyun.

 

“Kau Baekhyun kan? Akhirnya ada juga yang bisa melihatku. Sejak tadi semua orang terlihat aneh.” Chanyeol tersenyum senang, dan menggenggam erat tangan Baekhyun.

 

“Ne, Byun Baekhyun imnida. Memangnya kenapa bisa terjadi seperti itu Chanyeol-ah?”

 

“Apa kau tak sadar? Bahkan namja yang menodongmu saja tak bisa melihatku. Hanya kau yang bisa melihatku, Baek.” Mendengar penuturan dari Chanyeol, kembali membuat Baekhyun mengernyit heran. Ah, ini membingungkan. Baekhyun sama sekali tidak mengerti kejadian aneh ini.

 

“Apa yang terjadi dengan mu ?”

 

“Tadi aku tertabrak mobil. Lalu semua orang menjadi tak bisa melihatku. Padahal aku baik-baik saja. Kau lihat kan? Aku bahkan tidak terluka sama sekali.” Baekhyun mengamati tubuh Chanyeol dengan seksama. Memang benar, Chanyeol terlihat sangat baik-baik saja. Tidak ada luka sedikit pun di tubuhnya.

 

“Tapi kenapa aku bisa melihatmu? Mungkin kah kau hantu?”

 

“Itu tidak mungkin. Aku masih manusia. Kau saja bisa melihatku Baek.”

 

“Hehe, kau benar juga Chanyeol-ah.” Baekhyun tersenyum senang ke arah Chanyeol. Ah, Ia benar-benar bahagia. Sungguh ini adalah pertama kalinya Ia bisa mengobrol dengan Chanyeol. Jarang sekali, Ia bisa berbincang dengan pujaan hatinya.

 

“Kau bisa memban–” Dan ucapan Chanyeol pun terhenti, ketika ponsel Baekhyun berdering.

 

Munchewaseo,, Munchewaseo,,,

“Sebentar.” Baekhyun membuka ponsel flip putihny. Jari mungilnya, menekan tombol pesan. Dan Ia membuka pesan yang datang dari Sehun- Sahabatnya.

 

From: Sehuniee

Baekiee Hyung,, Chanyeol koma.

Sekarang Ia ada di rumah sakit kau harus melihatnya.

 

 

Tubuh Baekhyun menengang saat membaca pesan singkat itu. Matanya membelalak kaget. Tak percaya dengan apa yang sudah Ia baca. Sesekali matanya menatap Chanyeol, yang sekarang menatapnya heran karena tak bicara sedikit pun.

‘Jadi, yang bersamaku adalah hantunya Chanyeol?’

 

To Be Continued ^^

 

Astia Morichan ^^

Died Or Kiss | KyuMin FF| Warning|

4

 

Author: Astia Morichan

Title: Dead Or Kiss

Rate :  T (+) This chap

Genre: Romance, fluff

Lenght: dikit kayanya gk akan panjang

Warning: Typos, Yaoi, Abal, Ooc , dll

Summary:  Sungmin yang mulai bisa dekat dengan seorang Choi Siwon. Tapi karena mantra Ren-adik Sungmin gagal. Sungmin harus berhubungan dengan Cho Kyuhyun. Yang lebih parahnya lagi, Sungmin harus selalu mencium kyuhyun jika sesak. Jika tidak Ia akan meninggal. Tapi Sungmin sangat benci Kyuhyun yang playboy. Akankah Sungmin berpaling pada Kyuhyun nanti?

Pair: Kyuhyun X Sungmin

Slight: Siwon X Sungmin

Minki (Ren) X Minhyun

A/N: Annyeong semua.. kkk~ aku dateng lagi nih bawa FF. Ini FF pengganti FF ‘My Lovely Pet’ yah !! soalnya aku belum nemu inspirasi FF itu sih. Jadi aja bikin FF ini. Ini FF remake dari komik dengan judul yang sama, karya Hibiki Ai. Saya Cuma mau ramein FFn aja dengan FF kyumin yaoi. Pas liat FFn selalu banyak craik dan gs. AKUN FFN AKU KEBLOCK 😥

 

Happy Reading

KyuMin Is Real

enJOY!

.

.

.

.

“nghhh” Namja manis ini- Sungmin melengguh ketika seorang namja tampan kini mencium bibirnya. Melumatnnya dengan lembut, dan mengeksplorasi apa yang ada di goa hangat milik Sungmin. Hingga membuat Sungmin merasakan sensasi aneh yang belum pernah Ia rasakan.

 

‘Sial,, kenapa aku harus melakukan  ini. Seandainya Minki tidak membuat kutukan  aneh itu, pasti aku tidak akan pernah berhubungan dengan namja ini’

 

FlashBack

 

Semuanya bermulai sejak kemarin.

 

DUAAGHHH

 

Sungmin memukul rahang lawannya, hingga membuat  namja yang lebih besar darinya tersungkur akibat tendangannya.

 

“Yah, latihan selesai. Kau hebat Sungmin-shii. Kau baru grade 2 tapi sudah menjadi harapan untuk Dojo karate ini”seorang namja paruh baya tersenyum banngga melihat Sungmin sudah mengalahkan lawannya.

 

“ne, gamshamnida seongsaeng”

 

“Baiklah, kau bisa istirahat dan pulang”

 

“Ne” Sungmin pun mulai beranjak dari tempat Dojo, membereskan semua peralatannya dan pulang ke rumahnya.

 

.

.

.

“Aku pulang” Sungmin membuka pintu rumahnya perlahan, dan mulai memasuki rumah megahnya itu.

 

“hueehhhh,, Hyung. Gawat Hyung, ini Gawat” Seorang namja yang sangat cantik melebihi yeoja itu langsung berteriak histeris ketika Sungmin masuk ke dalam rumah. Membuat Sungmin mengernyitkan dahinya bingung.

 

 

Grreepp

 

“Hyunngg,, ini gawatttt. Kutukan ku gagal lagi. Huehhhh” Namja cantik itu  langsung memeluk Sungmin, dan menangis.

 

“Aishh,, lagi-lagi kau mengutuk orang Minki-ah. Hentikan hal seperti itu” Sungmin mememeluk Minki (Ren) mencoba menenangkan adiknya itu. Adiknya ini memang tidak bisa menghilangkan hobinya dari sihir.

 

“Siapa lagi yang kau kutuk, hmm?”

 

“Cho Kyuhyun. Dia menertawaiku karena aku mirip sekali yeoja. Huehh, padahal aku kan tampan. Minhyun saja mengakui ketampananku. Dia mengejekku mirip yeoja. Akhirnya aku mengutuknya. Tapi gagal Hyung” Ren melepaskan pelukannya pada Sungmin. Menatap Sungmin takut.

 

“Lalu? Apanya yang harus di khawatirkan?”

 

“Ketika aku mengutuknya, aku salah mantra hyung. Di tambah lagi, aku tidak sengaja memasukan rambutku” Ren menunduk takut.

 

“MWO???”

 

“ne, Hyung. Intinya kau ikut terkutuk juga”

 

“Kutukan apa yang kau berikan?” Sungmin menatap Ren tajam.

 

“Tadinya aku ingin mengutuk Kyuhyun Hyung, yang playboy itu supaya tidak bisa mencium yeoja manapun. Tapi karena salah mantra, jadi kebalikannya”

 

“Maksudmu?”

 

“intinya jika Hyung dan Kyuhyun tidak ciuman, maka kalian akan menderita sesak nafas”

 

“Mwo? Kenapa harus ciuman?”

 

“Karena rambut hyung ikut tercampur maka hyung harus ciuman dengannya. Siapapun yang sesak nafas duluan, kalian harus ciuman. Atau nyawa kalian,-“

 

“MWO?? JANGAN BERCANDA MINKI !!” Sungmin menatap sangar Ren, yang mulai mejauhkan jaraknya.

 

“aku akan mencari cara agar kutukan itu hilang, Hyung. Kau tenang saja. Dan sebaiknya kau bertemu dengan Kyuhyun besok”

 

.

.

.

Bughhhh,, Bughhh

 

Sungmin kini tengah berada di Dojo tempat biasa Ia berlatih. Kini Sungmin tengah menunggu seseorang, siapa lagi jika bukan Kyuhyun. Karena bosan akhirnya Ia memukul bantalan tinju yang ada di sana (?).

 

“Sepertinya Dia tidak akan datang” Sungmin terus memukul, sampai entah kenapa dadanya kini terasa sesak.

 

DEGG

 

DEGG

 

‘Apa ini? Kenapa sesak sekali? Aku tidak bisa bernafas. Inikah kutukan itu? Kenapa datang cepat sekali?’

 

Kriiiitttt

 

Suara pintu terbuka, menandakan ada seseorang yang masuk.

 

“Maaf, aku terlambat” suara bariton seorang namja terdengar, membuat Sungmin membalikan badannya dan melihat ke arah pintu. Terpampanglah seorang namja jangkung yang sangat tampan berdiri di hadapannya.

 

“Katanya kau ingin bicara padaku, hmms Sungmin-shii?” Namja tampan itu menatap Sungmin dengan tatapan tajamnya.

 

‘Syukurlah dia datang’

 

“Be-benar, I-Itu. Aishh,, tak ada waktu lagi. Cepat cium aku” Sungmin menatap namja tampan itu-Kyuhyun penuh harap. Sungguh dadanya sangat sesak. Badannya sungguh terasa berat.

 

‘Sungguh aku masih ingin hidup’

 

“Kenapa? Aku tak tertarik dengan namja”

 

“akan ku jelaskan nanti, yang jelas cepat cium aku”

 

“Setidaknya lakukan gerakan yang membuatku tertarik padamu” Kyuhyun  menyeringai melihat  wajah Sungmin yang  kini sudah memerah sempurna. Entah karena malu atau marah.

 

‘Sialan namja ini, menyebalkan sekali’

 

Dengan pasrah akhirnya Sungmin mencoba menuruti keinginan namja ini. Sungmin mulai menurunkan baju karatenya setengah. Hingga terpampanglah bahu mulus seorang Lee Sungmin. Membuat Kyuhyun dengan susah hati, menelan salivanya melihat pemandangan di depannya.

 

“Baiklah, sudah cukup”

 

Sreeett

 

Kyuhyun menarik tangan Sungmin hingga kini jarak mereka sangat dekat. Memeluk Sungmin dengan posesive dan-,

 

Cuuppp

 

Kyuhyun mengecup bibir Sungmin dengan lembut. Menyapu permukaan bibir Sungmin dengan lidahnya. Kyuhyun melumat bibir Sungmin. Membuat Sungmin merasakan sensasi aneh yang baru Ia rasakan. Badannya kini sudah terasa ringan.

 

‘ah,, untung saja aku tidak  mati’

 

“akhhh,,” Sungmin dengan refleks membuka mulutnya, ketika Kyuhyun menggigit bibirnya. Dan dengan lihai, akhirnya Kyuhyun melesakan lidahnya ke dalam gua hangat Sungmin. Mengeksplorasi semua yang ada di sana.

 

“nghh,,” Sungmin melennguh pelan, ketika Kyuhyun terus menekan tengkuknya untuk memperdalam ciuman mereka.

 

Sial, aku tidak meminta ciuman yang seperti ini’

 

“hah,, hah,, Go-Gomawo” kyuhyun melepaskan pangutan bibinya. dengan wajah yang memerah Sungmin mencoba menatap onyx milik Kyuhyun yang menatapnya tajam.

 

“Badanmu sensitive sekali Sungmin-shii. Baiklah aku akan membuat hal ini menjadi lebih menyenangkan” Kyuhyun kembali menyeringai melihat wajah Sungmin yang terlihat kaget. Tangannya kini sudah mulai naik, dan meremas bongkahan padat milik Sungmin.

 

“Ya !! Lepaskan tangan kotormu dari pantatku. Siapa juga yang ingin melanjutkan hal gila ini. Kau benar-benar tidak waras Tuan Cho !!” Sungmin berteriak di hadapan Kyuhyun. Menatap Kyuhyun sangar dengan tatapan yang Ia punya.

 

“Bukankah kau yang duluan memintanya?”

 

“Itu ada alasannya Tuan Cho Bodoh”

 

“Aishh,, namja aneh” Kyuhyun pun mulai membalikan badannya, dan menjauh dari Sungmin yang masih mengumpatnya kasar. Sungguh Ia sangat kesal melihat tingkah Sungmin yang seperti itu.

.

.

.

Keesokan harinya

 

“hahh,, hah,, cium aku Sungmin-shii. Aku benar-benar tidak menduga akan sesesak ini” Kyuhyun terlihat kesulitan untuk bernafas. Wajahnya kini sudah memerah sempurna.

 

“Ku kira ada apa kau memanggilku ke atap sekolah” Sungmin mulai mendekatkan tubuhnya pada Kyuhyun. Nafas Sungmin kini sudah menerpa permukaan wajah Kyuhyun.

 

“Ingatlah nasib kita saling berhubungan sekarang”

 

Cuupp

 

Sungmin mulai mencium bibir Kyuhyun. Melumatnya perlahan, hingga kini Kyuhyun yang sudah mulai sembuh dari sesaknya. Mulai mendominasi ciuman basah itu.

 

FlashBack OFF

.

.

.

“Sungminiie, kita menonton yuk ! sudah lama kita tidak menonton bioskop berasama” seorang namja tinggi nan tampan berlesung pipit iti menghampiri Sungmin yang kini tengah duduk di kursi yang ada di Dojo.

 

“eh? Siwonnie? Apa nonton bersamamu?” Sungmin menatap Siwon tak percaya. Sungguh sangat jarang sekali Siwon mengajaknya untuk pergi bersama.

 

‘Aishh,, sial. aku bau ingat, jika aku tak bisa pergi jauh jika Kyuhyun tidak ada’

 

“Tidak bisa?” Siwon kembali bertanya pada Sungmin.

 

“Baiklah, kita pergi minggu ini” Sungmin mencoba tersenyum kepada Siwon. Walaupun hatinya berkata lain.

 

‘Mungkin aku akan sesak nafas di jalan. Tapi tak apa kan jika setengah hari saja?’

 

T.B.C

 

Jika review ngena ke saya, bakal di update minggu depan kok ^^

 

Review Juseyo ^^

Because Of Drunk |NC|straight|Jump FF

3

Author: Astia Morichan
Title: Because Of Drunk
Rate : M (NC-17 (˚☐˚!!))
Genre: Romance, Fluff
Warning: Typos, NC, abal dll. Yang gak suka NC jangan baca. Dosa tanggung sendiri
Cast : Yuto Nakajima X Akira Tachibana (other cast)
Summary: karena mabuk, seorang nakajima Yuto harus melakukan Do This and That dengan pacarnya (˚☐˚!!)
Disclameir: All cast belong to God. This fict and Ryutaro is Mine (˚☐˚!!)
A/N: FF iseng, hanya ingin mencoba saya bisa gak buat NC straight. Maaf kalo NC nya garing. Seriusan ini NC kedua straight buatan aku yang pertama sih cast nya Ryuu tp gk saya post. Kebiasaan Yaoi kalo buat NC ._.
Happy Reading ^^
.
.
.
“eunghh, Yuto-kunhhh,, Lephasshh” Seorang gadis berperawakan mungil, kini tengah mencoba melepaskan dirinya dari kungkungan lengan pemuda berperawakan tinggi yang memeluk dirinya erat. Pandangan gadis ini sudah mulai kabur, akibat tadi meminum Wine dengan kadar alkohol yang cukup tinggi. Begitu pun juga dengan pemuda yang ada di sampingnya.

Mereka kini tengah berada di depan pintu love Hotel. Tentu saja, pegawai Bar di sana menyeret mereka untuk diam di hotel kecil itu. Karena keadaan keduanya sudah sangat parah.

Brakkkk

Pintu Hotel itu kini tertutup. Yuto menendangnya dengan keras. Membuat Akira terseret ke dalam kamar itu bersamanya.

“Aku tak akan melepasmu” Pemuda itu semakin mengencangkan dekapannya pada gadis itu- Akira. Berbisik pelan di telinganya, yang membuat gadis itu kembali merasakan getaran aneh di tubuhnya.

“enghh,, aku mau pulang” dengan sekuat tenaga yang Ia punya, gadis itu kembali mendorong dada Yuto supaya menjauh darinya.

“Tidak boleh” Dengan gerakan cepat, Yuto menggendong gadis itu dengan ala bridal, dan membaringakannya di tempat tidur yang ada di hotel itu.

“akhh,, Itteiiii” Pandangan gadis itu sudah mulai kabur, ketika tanpa Ia sadari Yuto sudah menindih tubuh mungilnya.

“Apa mau mu Yu—Hmmpptt” ucapan Akira terhenti ketika benda lembut nan basah mendarat di bibirnya.

Cuupp

Yuto mencium Akira. Bibir hangatnya menyapu permukaan bibir gadis itu. Melumatnya dengan lembut, hingga membuat gadis itu terdiam. Yuto menjilat bibir Akira bergantian, mencoba meminta izin lebih jauh.

“Akhhh,,” Yuto menggigit bibir bawah Akira, membuat gadis itu dengan refleks membuka mulutnya. Dengan cepat Yuto melesakan lidahnya ke gua hangat Akira. Mengeksplorasi apa yang ada di sana. Mengabsen titik sensitive yang ada di gua hangat Akira.

“eunghh,,” Akira melengguh dalam ciuman basahnya dengan Yuto. Tanpa sadar Ia mulai menikmati ciuman itu. Tangannya kini sudah bertengger manis di leher pemuda tampan itu. Menekan tengkuk Yuto untuk semakin memperdalam ciumannya.

Yuto tersenyum dalam ciumannya, dengan gerakan cepat. Tangan nakal Yuto mulai mengelus punggung gadis itu. Tangannya mulai melepaskan gaun berwarna hitam yang melekat di tubuh gadis itu.

“eughhmmpp” Akira memukul dada Yuto, sungguh Ia sangat membutuhkan oksigen. Yuto tahu maksud gadis ini, akhirnya Ia melepaskan pangutan bibir Mereka. Hanya benang saliva yang terlihat memnghubungkan mereka. Akira menarik nafas sebisanya. Dadanya naik turun untuk mencoba mendapatkan pasokan udara. Membuat Yuto menyeringai melihatnya. Dan -,

Sreeettt

Dengan tidak sabaran Yuto merobek gaun yang di pakai gadis itu. Hingga terpampanglah apa yang tersembunyi di dalamnya.

“Naniii??” Akira terlihat kaget ketika Yuto merobek gaunnya. Mendelik marah pada pemuda itu.

“Kau milikku sekarang” Yuto kembali menindih tubuh Akira. Dan dengan cepat mencium bibir gadis itu. Tangannya kini mulai kembali menjalar ke belakang. Mencoba membuka pengait bra gadis itu.

Sreeett

Yuto membuangnya kesembarang arah ketika Ia sudah melepaskan pengait bra itu.

“eungghh” Akira melengguh pelan, ketika ciuman Yuto turun ke leher jenjangnya. Yuto menjilat, dan menghisap leher gadis itu. Hingga membuat banyak tanda di sana. Tangannya kini sudah meremas dada akira. Membuat Akira kembali merasakan sensasi aneh yang pernah Ia alami.

“Eungsshhh” Akira kembali mendesah ketika tangan Yuto mulai bermain di nipplenya. Membuat Akira melengkingkan tubuhnya ke atas akibat sentuhan Yuto.

“euhmm” Akira menutup matanya rapat-rapat ketika tangan Yuto mulai menyentuh bagian Miss V nya yang sudah tereskpos (?)

“kau menikmatinya” Yuto berbisik seduktif di telinga Akira. Membuat Akira kembali merasakan tubuhnya semakin panas ketika Yuto sudah menjilat telinga kanannya.

“eughhh,, yameteshhh,, ouhshh,,” Akira kembali mendesah dengan sangat keras ketika Yuto semakin memainkan jarinya di daerah Miss V gadis itu.

Tangan Yuto kembali meremas dan memilin nipple gadis itu. Hingga gadis itu merasa ada ratusan kupu-kupu yang mulai keluar dari tubuhnya, dan-,

“Akhhhh,, yutoohhhh,,” Akira berteriak keras, ketika Ia sudah mengalami orgasme yang pertama kalinya. Membuat tubuhnya kini terasa lemas.

“Baiklah, aku akan melanjutkannya” Yuto tersenyum penuh kemenangan, ketika melihat Akira sudah orgasme. Entahlah, efek minuman alkohol atau memang niatnya yang membuat Yuto hilang arah.

Dengan cepat Yuto melepaskan semua pakainnya. Hingga Full Naked, sama seperti Akira sekarang.

“Na-nani? Aku lelah Yuto” Dengan gugup Akira menatap Yuto yang sudah naked. Membuat Akira menelan salivanya ketika melihat tubuh kekasihnya itu. Memang benar, Akira dan Yuto sering melakukan ‘this and that’ Tapi tidak dalam keadaan mabuk.

Bruukk

Yuto kembali menindih Akiira, membuat Akira kembali merasakan sensasi panas pada tubuhnya.

.
.
.

“akhh,, itteeiii,,,,”Akira berteriak keras ketika Yuto memasuki tubuhnya.

“tahanlah” Yuto terus berusaha memasuki Akira. Kini Ia kembali mecium bibir Akira, untuk menghilangkan sakit gadis ini.

“enghh,,,” Akira kembali terbuai oleh ciuman Yuto. Dan mulai melupakan rasa sakitnya. Hingga,-

Jleeebb

Yuto berhasil masuk sepenuhnya. Yuto mulai mendiamkan Juniornya yang kini sudah di jepit oleh Miss V Akira. Mendiamkan sampai menerima anggukan dari Akira.

“Move” Yuto tersenyum ketika Akira, sudah mengizinkannya untuk bergerak dalam tubuhnya. Dengan perlahan, Yuto mulai bergerak dalam tubuh Akira. Membuat Akira kembali mendesah.
.
.
.
“oushh,, moresshh yutooshh,, fashhhtershhh,,” Akira mendesah tak karuan, ketika Yuto terus bergerak dalam tubuhnya. Membuat Yuto kembali menyeringai mendengar permintaan gadis itu. Yuto dengan cepat menambah tempo genjotannya (?). bergerak cepat ketika juniornya terus dijepit oleh Akira.
“enghhshh, youre so tighhsshh,, Akiraa” Yuto terus mempercepat temponya, Hingga membuat Akira kembali mendesah hebat ketika junior Yuto mengenai Sweetpotnya.

“ouhsshh,, deeppersshh,,” Akira ikut menggerakan pinggulnya, supaya Yuto bergerak lebih dalam. Hinnga Akira dan Yuto merasakan bahwa Junior Yuto sudah mulai berkedut di dalam tubuh Akira. Dan,-

“Akhh,, Yuttooo/ Akiraaa” Keduanya orgasme bersamaan. Yuto melepaskan juniornya, dan mulai berbaring di samping gadis itu.

“hah,, hah,,” Akira terkulai lemas, dan mencoba menetralkan deru nafasnya. Yuto kembali memeluk Akira erat. Mencoba menyalurkan kehangatan yang ada.

“Arigatou for tonight. Aishiteru Akira Nakajima” Yuto mengecup pipi Akira, membuat Akira tersipu malu dan hanya bisa mengangguk.

“unn,, oyasumi Yuto-kun”
.
.
.
Matahari mulai menampakan sinarnya. Membuat sepasang mata foxy milik Akira terbuka.

“eunghh” Akira mencoba membuka matanya. Mengumpulkan nyawanya ketika sinar matahari menerpa wajah cantiknya.

“huah, kenapa tubuhku seperti remuk” Akira mulai merenggakan otot-ototnya tanpa menyadari sepasang onyx menatapnya.

“eh? Kyyaaaa” Akira berteriak kencang ketika menyadari bahwa tubuhnya tak terbalut apapun. Membuat seorang pemuda di sampingnya kembali menyeringai.

Bruuukkkk

Pemuda itu- Yuto kembali menindih tubuh Akira. Membuat Akira kaget ketika melihat wajah pemuda itu yang sudah terlihat jelas dihadapannya.

“Do this and that again fo this morning?” Yuto berbisik seduktif, membuat Akira merinding (?)

“Iiiieeeeee”

Fin ^^

Wkwkwk,, ini FF apaan yah?? (˚☐˚!!)

Nista amat perasaan. Kkk~ yang gak sengaja ke tag maaf yah !!maaf kalo NC nya gaje, soalnya fic ini iseng gua buat dlm waktu sejam -,- maaf kalo ceritanya pasaran. Soalnya ini emang oneshoot yang sengaja di center NC nya doang.. aoakakak

RCL yah !!

Sign

Ryutaro Wife’s