Can I Love You |Chap 2| KyuMIn

Author: Astia Morichan

Rate: T

Genre: romance/ hurt (?) drama

Diclamair: KyuMin belong to God

Summary: sungmin yang terpaksa menerima perjodohannya dengan cho kyuhyun. Setelah sungmin mulai mencintainya, tapi kyuhyun ternyata mempunyai sesorang yang masih ia cintai. Siapa yg kyu pilih?/ KyuMin/Yaoi

Pair: KyuMin

Slight: Simin

a/n: FF ini  tercipta akibat kegalauan RPW. Maaf jika cerita pasaran banget. Abisnya ini emang kejadian sama saya di dunia RPW :’)

Happy Reading ^^

.

.

.

Seorang namja kini tengah berbaring tengkurap di ranjang big size nya itu. Alunan lagu terdengar dengan sangat keras di  ruangan bernuansa pink ini.

 

“huhftt,, lupakan semua itu Lee Sungmin. Lagi pula, di antara kau dan Kyuhyun tidak pernah terikat dengan namanya cinta” Namja berwajah tampan ini-Sungmin, bergumam pelan. Terdengar sangat lirih, jika kalian mendengarnya mungkin kalian bisa merasakan sendiri kesakitan yang di alami namja manis itu.

 

Tookk-Tookk-Took

 

Suara pintu terdengar di ketuk dari luar. Membuat Sungmin tersentak kaget, dan dengan refleks mendudukan dirinya di ranjang.

 

Cekleekk

 

Pintu itu terbuka, tanpa seizin dari pemiliknya. Seorang namja tampan berperawakan tinggi dengan senyum menawannya, masuk ke dalam kamar Sungmin.

 

“Minnie-ah,, Kajja kita pergi ! hari ini kita harus memilih toxedo untuk pernikahan nanti”  Namja itu-Kyuhyun berjalan mendekati Sungmin. Duduk di sisi ranjang Sungmin. Memperhatikan namja manis itu, yang masih terus menatap.

 

“Sekarang?”

 

“Ne, sekarang Ming. Bersiaplah, aku akan menunggumu di bawah” Kyuhyun mengecup dahi Sungmin, sebelum Ia meninggalkan kamar.

 

‘Kenapa kau terlalu baik padaku, Kyu? Ini lebih menyakitkan’

.

.

.

“Kau mau memilih yang mana Tuan Lee?” Seorang pelayan wanita itu, bertanya pada Sungmin yang kini tengah memilih Tuxedo pernikahan bersama Kyuhyun. Sungmin melihat beberapa setelan tuxedo yang menurutnya bagus dan cocok untuknya. Sementara Kyuhyun, hanya tersenyum melihat Sungmin yang kini terlihat antusias.

 

“Aku pilih yang berwarna putih itu” Sungmin menunjuk setelan toxedo berwarna putih, yang terkesan sederhana tapi terlihat sangat cantik.

 

“Ah, Baiklah. Saya akan menyiapkannya untuk anda” Pelayan wanita itu membungkuk hormat.

 

“Kyu, kau pilih yang mana?” Sungmin bertanya pada Kyuhyun, yang sedari tadi hanya tersenyum.

 

“Aku sudah memilihnya. Toxedo berwarna hitam” Ucap Kyuhyun dengan senyuman lembutnya. Ia memang sudah membeli toxedo itu bulan lalu. Tentu saja, itu untuk pernikahannya dengan yeoja impiannya. Hanya saja, keinginan itu tak sampai terwujud.

 

“Arraseo” Sungmin hanya bisa mengangguk, dan kembali melihat-lihat toxedo yang ada di sana.

 

“Ming, titip Handphone ku sebentar ne. Aku ingin ke toilet” Kyuhyun menyerahkan I-Phone berwarna hitamnya pada Sungmin. Sungmin hanya mengangguk, dan menerima I-Phone Kyuhyun.

 

“Jangan lama-lama. Aku ingin segera pulang”

 

“Ne, arra” Kyuhyun pun melangkahkan kakinya ke toilet. Meninggalkan Sungmin yang asyik kembali melihat toxedo di Toko itu.

 

Dreeetttt Dreetttt

 

Ponsel Kyuhyun bergetar, menandakan ada pesan masuk. Dengan refleks Sungmin membuka pesan itu.

 

From: Chagiya

 

Oppa, aku menunggu mu di Apartement ku nanti Sore.

Jangan lupa, nanti sore ne ^^

 

Love :*

 

Teks singkat itu kembali membuat perasaan Sungmin, kembali  merasakan sakit.  Entah kenapa itu terasa sangat menyakitkan.

 

‘Mungkinkah ini yeoja yang kemarin aku lihat?’

 

Sungmin kembali menutup pesan itu, setelah membukanya. Kembali mencoba fokus pada beberapa setelan toxedo di sana. Walaupun pikirannya entah melayang kemana. Perasaan ini menyakirkan. Sungguh Sungmin, tidak menginginkan semua ini. Jika bukan karena Appa nya, Ia tidak akan mungkin terjebak dalam pernikahan yang membuatnya merasakan hal menyakitkan.

 

Kyuhyun kini sudah kembali ke toko itu. Ia kini berdiri di samping Sungmin, yang tengah menatap kosong toxedo yang ada di hadapannya.

 

“Min-ah, gwaenchana?” Kyuhyun menepuk pelan bahu Sungmin. Membuat Sungmin tersentak kaget ketika melihat wajah Kyuhyun kini hanya berjarak beberapa centi di hadapannya.

 

“Na-nan, gwaenchana” Dengan gugup, Sungmin kembali mencoba memasang wajah datarnya lagi. Tanpa memperdulikan Kyuhyun yang terlihat khawatir.

 

“Baiklah, Kajja kita pulang. Semua sudah di urus oleh Eomma ku” Kyuhyun menggandeng tangan Sungmin. Dan mulai keluar dari toko butik pernikahan itu. Menggenggam tangan Sungmin erat, seakan tak ingin melepaskannya.

 

‘Hangat, bisakah kita seperti ini terus? Aku sangat menginginkanmu menggandeng tanganku seperti sekarang’

 

Sungmin mengeratkan genggaman tangannya pada Kyuhyun. Tersenyum manis, ketika Ia merasakan kehangatan yang di salurkan oleh Kyuhyun.

.

.

.

 

Sungmin kini tengah berguling-guling di ranjangnya. Wajahnya terlihat sangat gelisah. Perasaannya campur aduk saat ini. Sedih, gelisah, ah, yang jelas Ia tengah galau kali ini (?). tentu saja, Kyuhyun kini telah pergi meninggalkannya setelah mengantarkannya ke rumah. Sungmin tahu, mungkin Kyuhyun sekarang tengah berada di Apartement yeoja itu. Dan itu lah yang sedari tadi mengganggu pikirannya. Apa yang Kyuhyun lakukan dengan Yeoja itu?

 

“Hah,, lupakan itu Lee Sungmin. Ingatlah, kau bukan siapa-siapa dari Kyuhyun” Sungmin bergumam pelan. Memeluk gulingnya erat. Mencoba menghilangkan semua pikirannya tentang Kyuhyun. Entah sejak kapan, Kyuhyun selalu menghantui pikirannya. Sungmin yang dulu tidak menginginkan pernikahan ini, kini begitu saja menerimanya ketika melihat sosok Kyuhyun. Senyuman Kyuhyun, dan tatapan matanya selalu membuat Sungmin terhipnotis.

 

‘Mungkinkah Ia sudah menyukai Kyuhyun?’ Pertanyaan itu selalu keluar dari benaknya.

 

“Mungkin akan lebih baik, jika aku pergi lagi ke taman atau club? Ah, lebih baik aku pergi ke Club saja. Pasti menyenangkan” Sungmin pun mulai beranjak dari tidurnya. Mengganti pakaiannya, dengan celana jeans, dan kaos putih yang terkesan sederhana, tapi justru  Membuatnya terlihat sangat imut. Sungmin mengambil kunci mobilnya, dan mulai meninggalkan kamarnya.

 

.

.

.

 

Mobil honda civic berwarna putih itu, berhenti di sebuah Club malam yang cukup terkenal. Seorang pemuda berparas manis, turun dari mobil itu. Pemuda manis itu-Sungmin, melangkahkan kakinya untuk masuk ke tempat club yang biasa Ia datangi bersama teman-temannya. Hanya saja, untuk kali ini Ia harus pergi ke tempat nista itu sendiri.

 

Sungmin kini tengah terduduk di dekat bar tender yang melayaniinya.

 

“Anda ingin pesan apa Tuan?” Pelayan itu bertanya ramah pada Sungmin.

 

“Aku ingin whisky yang paling enak” seru Sungmin dengan sedikit berteriak.  Pelayan itu hanya mengangguk. Dan dengan cekatan, Ia menuangkan sebuah whisky ke dalam gelas kecil. Membawakannya untuk Sungmin.

 

“Ini pesanan anda” Sungmin hanya mengangguk, sambil mengambil gelas berisi whisky itu. Sungmin meneguknya sedikit. Pandangannya kini beralih pada orang-orang yang tengah menari di lantai dansa itu. Banyak sekali yeoja yang mungkin murahan tenngah bersama namja asing yang kini meliukan tubuh mereka. Tangan-tangan nakal itu memegang ke sembarang arah. Ah, benar-benar terlihat sangat nista. Sungmin yang melihat hal seperti itu, hanya bisa tersenyum melihat hal seperti itu.

 

Sungmin kembali meneguk whisky itu sampai habis.

 

“Lagi” Sungmin menyodorkan gelas yang kosong itu pada Bar tender, sang Bar tender hanya bisa mengangguk dan kembali menuangkan whisky dengan kadar Alkohol yang sangat tinggi itu.

 

“ugh,,” Sungmin kembali meneguk whisky itu. Sampai pandangannya kini terlihat sangat kabur saat ini. Sungmin menumpukan kedua tangannya ketika kepalanya berdenyut sakit.

 

“Hey,,” Seorang namja menyapa Sungmin, yang tanpa di sadari sudah duduk di sampingnya. Membuat Sungmin mengangkat wajahnya, dan melihat ke arah namja itu.

 

“nuguya?” dengan suara yang parau, sungmin mencoba melihat namja yang menyapanya.

 

“Ya !! Ini aku Minnie-chagi. Masa kau lupa padaku!” Namja itu berteriak di tepat di telinga Sungmin. Membuat kesadaran Sungmin yang tadi sudah hilang, kini kembali lagi. Sungmin mengerjapkan matanya lucu. Menatap namja yang kini ada di sampingnya.

 

“eh? Si-Siwonnie,, hikkk,, hikk,,” Sungmin segera memeluk namja berperawakan tinggi itu. Ah, sepertinya Sungmin sudah mabuk lagi.

 

“Kau mabuk, Ming” Siwon membalas pelukan Sungmin, tersenyum senang ketika menyadari Sungmin mengingatnya. Ia benar-benar tak menyangka bisa bertemu dengan Sungmin di tempat ini. Ia benar-benar merindukan namja manis ini. Enam bulan tak bertemu dengan Sungmin, sudah terasa seperti empat tahun saja. Tentu, Siwon memang menyukai Sungmin sejak pertama Ia mengenalnya. Walaupun Sungmin terus menganggapnya hanya sebagai sahabat.

 

“Ahni,, hikk,, aku tidak mabuk,, hikk,,” Sungmin mencoba berbicara dengan benar.

 

“Bagaimana kaburmu, hmm?” Siwon mengelus rambut hitam milik Sungmin.

 

“Buruk, sangat buruk Wonnie” Sungmin melepaskan pelukannya pada Siwon.

 

“Wae? Aku kira kau baik-baik saja selama aku tak ada”

 

“Kau tahu? Sebentar lagi aku akan menikah Wonnie” Ucapan Sungmin itu, membuat Siwon terdiam. Rahangnya mengeras, ketika tahu Namja yang Ia cintai akan menikah dengan orang lain.

 

“Siapa yang akan menikah dengan mu? Apa dia yeoja yang cantik?” Tanya Siwon berusaha tenang.

“haha, di bukan yeoja Wonnie. Tapi Namja”

 

“Mwo? Namja? Kau akan menikah dengan Namja?” Siwon membelalakan matanya kaget. Ia tak menyangka jika Sungmin sudah tidak straight lagi.

 

“Kau tidak straight lagi, Ming?” Sungguh Siwon sangat senang, mendengar kabar tentang ini. Masih ada kesempatan untuk membuat Sungmin menjadi miliknya.

 

“Mungkin saja. Aku juga tak yakin soal itu” Sungmin kembali meneguk whisky di gelasnya.

 

“Kapan kau akan menikah?” Siwon kembali ke bertanya. Ia benar-benar ketinggalan informasi tentang Sungmin.

 

“Minggu depan”

 

“Mwo? Minggu depan? Tidak boleh, Min. Aku tak akan setuju” Siwon menatap Sungmin dengan tatapan yang sulit di artikan. Mulai berdiri dari duduknya, dan menatap Sungmin yang masih terus meneguk whisky itu.

 

“Hm,, aku juga tidak setuju” Sungmin kembali bergumam sambil memainkan gelas yang sudah kosong itu.

 

“Kenapa kau tidak menolaknya?”

 

“Aku tak bisa membantahnya”

 

“Kalau begitu kau ikut denganku. Aku akan membawamu pergi dari sini”

 

T.B.C

 

Kenapa jdi kaya gini yah?? -.-

Salahkan otak saya yang mulai ngawur.

 

Ada yang tanya kan, ini berdasarkan kisah nyata aku, dan aku juga di jodohin. Sebenernya bukan gitu. Kejadian ini memang terjadi sama aku tapi di dunia RolePlayer. Bukan di Real Life.

 

Big Thanks, untuk yang mereview. Maaf telat publish, soalnya saya udah mulai sibuk.

 

And then Review Juseyo ^^

 

Sign

Ryutaro Wife’s (?)

 

 

 

 

 

Advertisements

3 thoughts on “Can I Love You |Chap 2| KyuMIn

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s