promise U| KyuMin FF|Yaoi

0

Title: Promise To Marry U

Author: Astia Morichan

Rate : T

Genre: Romance, Fluff, Drama

Lenght: One Shoot

 

Summarry: Janji masa kecil seorang Cho Kyuhyun kepada Lee Sungmin yang selalu menemaninya. Kyuhyun berjanji akan menikah dengan Sungmin di masa ketika Ia dewasa nanti. Akankah pernikahan itu terwujud?/sequel pure of love/

 

Disclameir: KyuMin itu saling memiliki selamanya. Kyuhyun milik Sungmin, dan Sungmin milik Kyuhyun. Maka dari itu saya tak dapat memilki Kyuhyun (?)

 

Warning: Typo’s, YAOI, NO SIDERS , Abal, Ooc, Gaje, garing, dll

 

Pair: Kyuhyun X Sungmin

 

Cast :  Cho Kyuhyun

Lee Sungmin

And other cast

 

A/N: this Fanfic is dedicated for Cho Kyuhyun. Happy Birthday Kyuhyun Oppa..  FF ini sedikit terispirasi kembali akibat junjou romantica bagian Nowaki ._.  Tulisan di ITALIC itu FLASHBACK yah !! juga yang di italic blod itu isi hati Kyuhyun ^^

saengilCukahae, Otanjobi Omedetou for Cho Kyuhyun. \(´`)/

 

Happy Reading

 

KyuMin Is Real

 

enJOY !!!

.

.

.

.

.

 

“Kyunie, apa yang kau tulis?” Seorang anak laki-laki yang sangat manis itu- Sungmin mengadahkan kepalanya melihat teman yang seumuran dengannya kini tengah sibuk dengan bukunya. Kini mereka tengah berada di sebuah bukit yang ada di belakang sekolah.

 

“Hanya sebuah kata-kata” ucap anak laki-laki yang berparas tampan itu –Cho  Kyuhyun tanpa menatap Sungmin.

 

“Aishh,, kau mengacuhkan ku lagi” Sungmin mempoutkan bibirnya kesal, yang terlihat sangat lucu di mata Kyuhyun.

 

“Aku tak bermaksud seperti itu Minnie-ah” Kyuhyun menutup bukunya, dan menatap Sungmin dengan tatapan yang seolah selalu membuat Sungmin terjerat dalam obsidian itu. Sampai terdengar suara yang membuat Kyuhyun langsung  menindih tubuh Sungmin agar bersembunyi di bawah semak-semak.

 

“Tuan Muda Cho ! Tuan Muda Cho kau di mana? Tuan Muda Cho !”

 

 

Brukkkk

 

“Aishh,, waeyo? Kenapa sembunyi?” bisik sungmin sangat pelan di telinga Kyuhyun.  Sungguh Sungmin sangat kaget ketika Kyuhyun menindih tubuhnya agar tidak terlihat oleh seseorang yang seperti berpakaian seperti Bodyguard yang kini memanggil Kyuhyun.

 

“pssstt,, diamlah. Aku akan menjelaskannya nanti” Balas Kyuhyun dengan berbisik di telinga Sungmin.

 

‘Dia benar-benar tampan. Wajahnya putih, bagaikan malaikat. Aku baru kali ini melihat wajahnya sedekat ini’ ucap Sungmin dalam hati mengagumi ketampanan Kyuhyun, yang memang jarak mereka sangat dekat.

 

“Tuan Muda Cho ! Tuan Muda Cho ! aish,, bisa gawat jika aku tidak menemukannya” Pria dewasa yang berpakaian seperti bodyguard itu terus berteriak memanggil Kyuhyun, dan kemudian Pria itu segera pergi meninggalkan Bukit. Membuat Kyuhyun mengehmbuskan nafas lega.

 

“Huahh,, siapa dia Kyu? Kenapa mencarimu? Dan kenapa dia tahu tempat ini?” Sungmin segera mendudukan dirinya. Entah kenapa jika dekat dengan Kyuhyun Ia selalu menjadi gugup.

 

“Dia pesuruh Appaku, mungkin dia tahu tempat ini karena ini adalah rumahku” Kyuhyun  kembali mendudukan dirinya di bawah pohon. Menyenderkan tubuhnya di pohon yang cukup rindang itu.

 

“eh?? Rumahmu?”

 

“Uhm,,  tempat ini adalah rumahku  Minnie-ah” Kyuhyun kembali membuka bukunya, dan mulai menuliskan sesuatu di buku itu.

 

“Arraseo, uhmm,, Kyunie aku pulang ne. Ini sudah sore” Sungmin membereskan bukunya yang berserakan di hamparan rumput, dan mulai memasukannya ke dalam tas.

 

“ne, kau pulanglah”

 

“Tak ingin ikut denganku ? kau bisa tinggal di rumahku kalau mau” Sungmin kembali menatap Kyuhyun. Berharap Kyuhyun bisa ikut ke rumahnya. Sungguh Ia tidak mungkin tega jika harus membiarkan Kyuhyun sendirian di bukit belakang sekolah  ini. Apalagi hari sudah hampir malam.

 

“Eh? Bolehkah?”

 

“ne, tentu saja boleh Kyunie”

.

.

.

.

 

“Eomma, Aku pulang” Seorang anak laki-laki itu berteriak kencang ketika Ia baru saja masuk ke dalam rumahnya , menggandeng seseorang di sampingnya. Dan langsung di sambut oleh seorang wanita paruh baya yang sangat cantik.

 

“Kau sudah pulang Miniie-ah? Dari mana saja ? ibu mencemaskanmu” raut wajah wanita itu terlihat sangat khawatir. Sudah sejak dua jam yang lalu Ia menunggu putranya pulang.

 

“Mianhae Eomma,  Aku tidak menghubungimu. Tadi aku terlalu asyik bermain dengan Kyunie. Kenalkan eomma, dia temanku Cho Kyuhyun” Anak laki-laki itu –Sungmin, memperkenalkan seseorang anak laki-laki yang seumuran dengannya, yang sedari tadi ada di sampingnya. Kyuhyun langsung membungkukkan badannya. Sebagai rasa hormat pada Eomma Sungmin.

 

“Annyeonghaseyo, Cho Kyuhyu Imnida”

 

“Aigoo,, Minnie-ah, temanmu tampan sekali. Kenapa kau baru membawanya ke sini??” Eomma Sungmin berjongkok, mensejajarkan tubuhnya dengan Kyuhyun. Menatap lekat wajah tampan Kyuhyun. Kyuhyun hanya tersenyum mendengar pujian dari Eomma Sungmin.

 

“Ah iya, Eomma bolehkah Kyuhyun menginap malam ini? Ia bilang ingin menginap di rumahku” Sungmin menatap Eommanya penuh harap.

 

“Ne, Kyunie boleh menginap disini. Kalau begitu kalian mandilah. Eomma sudah menyiapkan makanan untuk kalian” Eomma Sungmin lalu berdiri, dan pergi meninggalkan KyuMin.

 

“Benarkah aku boleh menginap?” Tanya Kyuhyun setelah Eomma Sungmin pergi meninggalkan mereka.

 

“Tentu saja boleh, kau jangan sungkan Kyunie” Sungmin tersenyum senang, dan segera menarik tangan Kyuhyun untuk ke kamarnya.

.

.

.

“Gamshamnida, telah mengizinkanku menginap” Kyuhyun membungkukan tubuhnya, sebagai rasa terimakasih kepada Eomma Sungmin.

 

“Ne, Kyunie. Sekarang kau istirahatlah” Eomma Sungmiin tersenyum senang ketika melihat Kyuhyun keluar dari kamar mandi dengan setelan baju piyama milik Sungmin.

 

“Gamshamnida” Kyuhyun sekali lagi membungkukan badannya, dan mulai meninggalkan Eomma Sungmin, dan Sungmin di sana.

 

“Untung saja piyamamu cukup untuknya Minnie”

 

“tentu saja, karna Eomma waktu itu membelinya kebesaran” Sungmin membasuh mulutnya dengan air. Ia baru saja selesai sikat gigi.

 

“Hahah , kau benar. Ah-iya, Minnie-ah kau harus berteman baik dengannya. Kyuhyun itu anak baik”

 

“ne, arraseo Eomma”

 

.

.

.

CEKLEKKK

 

Sungmin membuka pintu kamarnya perlahan. Dilihatnya kini, Kyuhyun tengah asyik berbaring di atas futon (kasur lipat) sambil membaca buku yang ada di rak buku Sungmin. Sungmin dengan perlahan mendekati Kyuhyun, dan mulai berbaring di futon miliknya.

 

“Aku kira kau sudah tidur” Sungmin membuka percakapannya dengan Kyuhyun.

 

“Ahni, aku menunggumu Ming” Kyuhyun masih saja membaca bukunya, tanpa melihat ke arah Sungmin.

 

“Ya !! lihat aku jika aku bicara denganmu Kyu !”

 

“Hmm, Arraseo” Kyuhyun pun dengan cepat menutup bukunya dan mulai melihat ke arah Sungmin yang tengah berbaring di sampingnya, yang kini tengah mengerucutkan bibirnya.

 

“Nah, begitu lebih baik” Sungmin tersenyum senang, ketika Kyuhyun menatapnya.

 

“Hmm- Minnie-ah, aku minta maaf karena merepotkan keluargamu” Kyuhyun menundukan kepalanya. Sungguh Ia sangat jarang merasakan kehangatan sebuah keluarga seperti ini. Orang tuanya tak pernah ada di rumah. Sibuk dengan pekerjaan mereka yang ada di luar negeri.  Membuat Kyuhyun selalu sendirian, dan hanya di temani oleh pelayan rumahnya.

 

“Aniya, kau sama sekali tak merepotkan Kyu. Aku senang kau menginap di rumahku”

 

“Gomawo, Minnie-ah aku janji jika kita sudah besar nanti, aku akan menjadi pacarmu”  entah kenapa Kyuhyun mengucapkan hal itu. Ia benar-benar sudah jatuh cinta pada Sungmin yang selalu menemaninya setiap saat.

 

“Eh?? Kau bilang apa??”  Sungmin membelalakan matanya tidak percaya ketika Kyuhyun mengucapkan kata-kata sakral itu.

 

“kau dan aku setelah besar nanti akan menikah, aku akan mewujudkan janji itu” Kyuhyun menatap Sungmin dengan onyx nya. Mata onyx Kyuhyun benar-benar selalu membuat Sungmin seperti terhipnotis.

 

“Mwo?? Kita ini namja Kyu, tidak mungkin menikah” Sungmin memalingkan wajahnya, tak ingin menatap Kyuhyun. Wajah Sungmin sudah terlihat merona, membuat Kyuhyun kembali menyunggingkan senyumannya.

 

“tapi, aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk menikah denganmu”

 

“Kau benar-benar aneh Kyu. Sebaiknya kita tidur” Sungmin menarik selimutnya, dan mulai mencoba memejamkan matanya.

 

‘Tapi aku akan menepati janjiku Min’

 

.

.

.

 

“Sungmin-ah Tunggu aku, aku harus bicara padamu” Kyuhyun berlari kecil mengejar seorang namja manis bernama Lee Sungmin, yang tengah mencoba menghindarinya.

 

“Berhenti mengikutiku, jangan menggangguku” Namja manis itu- Sungmin terus berlari menjauhi Kyuhyun. Ia benar-benar tak ingin di ganggu oleh siapa pun.

 

“Sungmin-ah, aku bilang berhenti di situ !!!” Suara Kyuhyun terdengar lebih keras dari sebelumnya. Kali ini terdengar seperti sebuah perintah. Membuat Sungmin berhenti saat itu juga. Sungguh Kyuhyun tidak pernah sekali pun membentaknya seperti ini.

 

“Sungmin-ah, dengarkan aku” Kali ini suara Kyuhyun terdengar lebih lembut. Kyuhyun semakin mendekat ke arah Sungmin, yang sekarang berdiam tak bergeming. Tubuhnya seperti bergetar, membuat Kyuhyun kaget ketika Ia membalikan tubuh Sungmin.

 

“Mi-Mianhae, aku tak bermaksud seperti itu” Kyuhyun dengan cepat menghapus air mata Sungmin yang sudah membasahi pipi chubby nya.

 

“Kaa !!  pergi Kyu !! aku tak mau melihatmu” Sungmin menghempaskan tangan Kyuhyun kasar.

 

“Aku akan menjelaskannya. Kau salah paham”

 

“Kaa !! aku bilang pergi Kyu !!!” Sungmin mendorong Kyuhyun untuk menjauh  darinya. Membuat Kyuhyun mau tak mau harus mengalah dan pergi membiarkan Sungmin sendiri.

 

‘Aishh,, kenapa jadi salah seperti ini? Menyebalkan’

 

.

.

.

FlashBack

 

“Aishh,, apa- apaan itu? Kenapa Kyuhyun bersama para yeoja genit itu?” Sungmin menggerutu kesal, ketika melihat Kyuhyun tengah membagikan bunga kepada para yeoja yang ada di cafe. Yah, memang benar Kyuhyun sekarang tengah mempunyai pekerjaan part time. Membuat Kyuhyun harus lebih giat supaya Ia cepat lulus dari Universitasnya. Karena itu memang adalah tugas akhirnya.

 

“Mwo?? Kenapa Kyuhyun harus memberikan  bunga itu padanya? Aku saja tak pernah di beri bunga olehnya” Sungmin mempoutkan bibirnya, sambil menatap Kyuhyun dengan kesal.

 

“Hmm, lebih baik aku menghampirinya saja” Sungmin mulai meninggalkan tempat persembunyiannya. Sedari tadi Ia memang sembunyi di balik pohon yang besar. Membuat Kyuhyun mungkin tidak menyadari keberadaannya.

 

Tapp Tapp tapp

 

Sungmin semakin melangkahkan kakinya, mendekati Kyuhyun yang tengah tersenyum sambil membagikan bunga pada yeoja-yeoja yang ada di cafe.

 

“Kyuhyun-shii, aku kira kau sedang bekerja. Ternyata tidak” Sungmin menyilangkan kedua tangannya di dada, dan menatap Kyuhyun dengan tatapan tajamnya.

 

“Minnie-ah, ternyata kau datang. Tunggu sebentar ne !” Kyuhyun melirik Sungmin sebentar yang kini sudah ada di sampingnya, dan kembali melanjutkan kegiatan memberikan bunga pada yeoja yang ada di depannya.

 

“Ya !! kau lebih mementingkan mereka dari pada aku. Menyebalkan” Sungmin dengan cepat pergi meninggalkan Kyuhyun yang kini tengah berteriak memanggilnya.

 

FlashBack OFF

 

.

.

.

 

“Aishh,, lebih baik aku segera menyelesaikan kesalahpahaman ini. Aku tidak tahan, jika Minnie mengabaikanku seperti ini. Dan membiarkan dia menunggu kejutannya” Kyuhyun kini tengah berdiri di depan pintu Apartement Sungmin. Menghela nafas perlahan. Berdoa supaya Sungmin tidak marah lagi padanya.

 

Took Tokk Tokk

 

Kyuhyun mengetuk pintu Apartement itu dengan keras.

 

“Nuguya???” Suara Sungmin berteriak dari dalam Apartementnya. Membuat Kyuhyun semakin berdebar tak karuan.

 

Cekkleekk

 

Perlahan pintu berwarna abu itu terbuka, hanya setengahnya. Tapi terlihat jelas setengah wajah Sungmin di balik pintu itu. Raut wajah Sungmin saat itu terlihat kaget, ketika melihat Kyuhyun ada di depan apartementnya. Membuat Sungmin refleks langsung menutup pintunya, tapi ditahan dengan cepat oleh Kyuhyun.

 

“Kau mau apa lagi, eoh?” Sungmin tetap berusaha menutup pintunya. Menghalangi Kyuhyun agar tidak masuk ke apartementnya. Sungmin memang kini tengah tinggal di Apartementnya. Ia meninggalkan rumah mewahnya hanya karena Ia ingin mandiri.

 

“menjelaskan semuanya Minnie-ah” Kyuhyun terus mendorong pintu itu, sampai akhirnya Ia bisa masuk ke dalam apartement Sungmin dan-,

 

Braaakk

 

Kyuhyun menendang pintu tak berdosa itu.

 

“kau merusak pintuku”

 

“Itu tak penting sekarang. Listen to me Cho Sungmin !!” Kyuhyun memegang bahu Sungmin. Membiarkan mata onyxnya bertemu dengan foxy milik Sungmin.

 

“katakan”

 

“Aku tahu kau cemburu” Kyuhyun tersenyum menggoda melihat wajah Sungmin kini sudah bersemu merah akibat ucapannya.

 

“T-Tidak” Sungmin memutuskan kontak matanya dengan Kyuhyun. Membuat Kyuhyun sedikit kecewa.

 

“Jangan marah padaku chagi, tadi itu adalah pekerjaanku. Tugasku hari ini adalah membagikan bunga kepada para pelanggan. Makanya kau tak perlu semarah itu” Kyuhyun menggesekan hidungnya, pada hidung Sungmin yang mancung.

 

“jinjja??” Kyuhyun hanya menganngguk mengiyakan.

 

“kau tahu? Aku hanya mencintaimu Sungmin-ah. Selalu mencintaimu sejak pertama kali kita bertemu” Kyuhyun menatap Sungmin lekat-lekat. Membuat Sungmin kembali terhipnotis oleh Kyuhyun.

 

Greeppp

 

Sungmin memeluk Kyuhyun erat. Seolah tak ingin Kyuhyun pergi darinya.

 

“Waeyo??”  Kyuhyun dengan cepat membalas pelukan Sungmin. Berbagi kehangatan, di Apartement ini.

 

“Kyunie, jeongmal saranghae”

 

“Nado saranghae Minnie-ah. Hmm, aku membuat kejutan untuk mu” Kyuhyun melepas pelukannya dan  berjongkok di hadapan Sungmin.

 

“Mwo?”

 

“Lee Sungmin Would you marry me?” Kyuhyun menggenggam tangan Sungmin, sesekali mencium punggung tangannya.

 

“eh?”

 

“Would You marry me Sungmin-ah?” Sungguh Sungmin sangat bahagia dengan apa yang Kyuhyun ucapkan. Dengan cepat Ia menggangguk, dan tak lupa tangis bahagia membasahi pipinya.

 

“I do, Kyunie” Kyuhyun berdiri, dan segera mendekap Sungmin dalam pelukan hangatnya.

.

.

.

.

 

Di hari yang sangat bersejarah untuknya, kini seorang Cho Kyuhyun tengah berlutut di hadapan seorang namja paruh baya. Seharusnya ini menjadi hari spesial untuknya, karena Ia tengah berulang tahun yang ke 26 (korea) . merayakannya dengan namjachingunya. Tapi sepertinya itu tidak mungkin.

 

“Aku mohon, izinkah aku menikahi putramu Tuan lee” Kyuhyun kini tengah berlutut di hadapan Tuan Lee. Meminta izin untuk menikahi putranya. Memang ini terdengar sangat tabu, bahkan tak masuk akal sama sekali. Tapi apa daya, kekuatan cinta yang membuat seorang Cho Kyuhyun rela berlutut di hadapan seseorang.

 

‘Ya Tuhan, karena ini adalah hari Ulangtahun ku. Aku hanya memohon padamu, untuk mempermudah lamaranku pada Sungmin. Berikan aku kemudahan untuk mendapatkan restu tuan Lee. Aku hanya menginginkan kado itu’

 

 

“Aku mohon. Izinkan aku menikah dengan Sungmin”

 

“Kau gila, dia itu Namja sama seperti mu. Kalian tidak mungkin bisa menikah.  Di Korea tidak pernah ada pernikahan sesama jenis Kyuhyun-shii” Tuan Lee kini menatap Kyuhyun dengan tatapan tajamnya. Sungmin yang sedari tadi bersembunyi di balik tembok, melihat Kyuhyun yang berhadapan dengan ayahnya terkikik geli. Sungmin sangat terharu melihat Kyuhyun rela berlutut di hadapan Ayahnya. Ia sama sekali tidak pernah membayangkan Kyuhyun akan melakukan hal seperti itu. Tentu saja, keluarga Cho adalah keluarga yang mempunyai harga diri tinggi. Tapi mau bagaimana lagi, ini adalah rencana kejutan untuk Kyuhyun.

 

“Aku akan membawanya ke Amerika. Kami tidak akan menikah disini” Kyuhyun menatap Tuan Lee mantap. Mencoba menyakinkan namja paruh baya itu.

 

“Tidak bisa, Sungmin sudah aku jodohkan dengan yeoja yang sudahku pilihkan” Tuan Lee tersenyum simpul melihat kegigihan Kyuhyun di hadapannya.

 

“mwo?? Kalau begitu aku akan membawa kabur putramu” Kyuhyun berdiri, dan mulai menatap Tuan Lee tidak suka.

 

“Aku akan melaporkanmu atas kasus  penculikan Kyuhyun-shii”

 

‘Aishh,, Ya Tuhan, aku mohon berilah kadomu sekarang’

 

“Tuan Lee, aku mohon padamu. Biarkan aku menikahi Sungmin”

 

“Apa kau serius mencintainya Kyuhyun-shi?”

 

“Tentu saja, aku sangat mencintainya melebihi diriku sendiri”

 

“Hahahah, Baiklah. Aku mengerti” Tuan Lee berdiri dari duduknya dan mulai mendekati Kyuhyun. Matanya berisyarat pada tiga orang yang ada di balik tembok itu. Membuat ketiga orang yang tengah bersembunyi itu melangkahkan kakinya perlahan mendekati Tuan Lee. Tanpa di sadari oleh Kyuhyun.

 

“Aku me,-“

 

Tuuuttt- tuuttttt- tuuuuttt–treeeettt

 

Ucapan Tuan Lee terhenti oleh suara terompet yang sangat keras. Membuat Kyuhyun menoleh ke arah suara tersebut yang memang  ke arah yang ada di belakangnya.

 

“Saengilcukahamnida Cho Kyuhyuniiee” Namja manis itu- Sungmin membawa Kue tart yang ada di genggamannya kehadapan Kyuhyun.

 

 

Tuuuttt Tuuutttt

 

Sungjin masih saja asyik meniup terompet itu. Sementara Eomma Sungmin mendekati Tuan Lee yang menyunggingkan senyumannya, melihat KyuMin.

 

“eh? Ke-Kenapa ? aku hanya butuh izinmu Tuan Lee” Kyuhyun membalikan badannya lagi, menghadap ke arah Tuan Lee yang ada di hadapannya.

 

“Aku sudah mengizinkanmu  untuk menikahi putraku Cho Kyuhyun. Itu adalah hadiahku untuk Ulangtahunmu” Kyuhyun membelalakan matanya tidak percaya pada ucapan Tuan Lee. Sungguh Ia sangat bingung, tadi Tuan Lee tak mengizinkan. Dan sekarang Ia tersenyum lebar memberikan restunya.

 

“Gamshamnida, jeongmal Gamshamnida” Kyuhyun  membukukkan kembali badannya. Sungguh Ia sangat senang. Ini adalah hadiah ulangtahun terindah untuknya.

 

“Tiup Lilin mu Kyunie” Sungmin tersenyum senang melihat Kyuhyun yang kini terlihat bahagia. Kyuhyun dengan cepat membalikan badannya. Dan .-

 

Greepp

 

Memeluk Sungmin erat, sampai Kue yang di pegang Sungmin hampir terjatuh. Untung saja ada Sungjin di samping Sungmin yang langsung dengan refleks memegang Kue Tart itu.

 

“Minnie-ah,, kita menikah. Kita akan menikah chagiya. Aku benar-benar senang” Kyuhyun memeluk Sungmin dengan sangat erat, sampai membuat Sungmin sedikit sesak.

 

“nado Kyunie” Sungmin pun membalas pelukan Kyuhyun. Menyampaikan perasaan bahagianya.

 

“Baiklah, Tiup lilinmu dan buat permohonan. Setelah itu kita akan membicarakan soal pernikahan kalian” Eomma Sungmin menginstrupsi kegiatan KyuMin. Membuat KyuMin melepaskan pelukan mereka, dan tersipu malu.

 

“Ne, Eomma” Sungmin mengambil Kue Tart dari tangan Sungjin. Dan mulai menghadapkannya pada Kyuhyun.

 

“buat permohonanmu, Kyunie” Kyuhyun mengannguk, dan mulai menutup matanya. Berdoa dengan khusyu kepada Tuhan.

 

‘Ya Tuhan, hanya satu permintaanku. Aku hanya mohon padamu untuk selalu membiarkan ku dan Sungmin selalu bersama selamanya. Aku tahu hubungan kami salah, tapi aku mohon kabulkan permintaanku’

 

Setelah selesai berdoa, Kyuhyun dengan cepat meniup lilin yang ada di kue tart itu.

 

“Selesai”

 

“kau memohon apa Kyunie?”

 

“rahasia chagiya”

 

.

.

.

.

 

“ Kalau begitu kita bicarakan untuk pernikahanmu dengan Sungmin Kyu”  Kini semua keluarga Sungmin dan Kyuhyun tengah berada di ruang tengah rumah megah Keluarga Lee. Senyum terus mengembang di wajah Kyuhyun. Ia tak peduli jika sudah dikatai tidak waras. Yang jelas, Ia sangat senang.

 

“Ne,  Appa. Bolehkah pernikahan kami Hari Minggu ini?” Kyuhyun bertanya ragu pada tuan Lee. Memang benar, setelah acara perayaan Ulangtahun Kyuhyun. Tuan Lee dan Nyonya Lee menyuruhnya untuk memanggil mereka Eomma dan Appa. Bagaimana pun juga, Kyuhyun sebentar lagi akan menjadi anak mereka juga. Sungguh Kyuhyun sudah lama sekali tidak menyebut sesorang dengan sebutan Eomma, dan Appa. Yah,, orang tua Kyuhyun sudah tidak ada lagi. Mereka meninggal akibat kecelakaan pesawat. Membuat Kyuhyun harus hidup sendiri. Memimpin Cho Cooperation di tangannya.

 

“Eh? Mwoo? Minggu ini??” Sungmin yang duduk di samping Kyuhyun menatap Kyuhyun kaget. Sungguh Ia tak pernah membayangkan akan secepat ini.

 

“Ne, Minggu ini chagi. Aku sudah menyiapkan semua”

 

“kau tak salah Kyu? Itu terlalu cepat” Tuan Lee Kembali menatap Kyuhyun. Mencoba mencari keseriusan di mata onyx itu. ?”

 

“ne, Appa.  Aku sudah menyiapkan semua pernikahanku dengan Sungmin di Amerika. Semua sudah di siapkan olehku”

 

“Baiklah semua terserah kau, Kyu. Tapi Kau kan belum lulus Kuliah Kyu !!”

 

“Tak apa,, Appa. Aku kan sebentar lagi juga akan lulus. Tugas kerja part time ku sudah selesai. Tinggal menunggu kelulusan saja. Jadi Bagaimana  chagiya? Kau setuju?” Kyuhyun  kembali menatap Sungmin yang ada di sampingnya. Berharap Sungmin menyetujui keinginanya untuk menikah minggu ini.

 

“Ne, Kyunie. Kita menikah minggu ini”

 

.

.

.

.

Gereja yang cukup besar ini terlihat sangat mewah. Dekorasi gaya eropa terlihat jelas di setiap dinding gera itu. Bunga-bunga pun terlihat menghiasi gereja itu. Kini seorang pemuda nan manis, memakai toxedo putih yang pas di tubuhnya. Dengan lengan yang di apit oleh namja paruh baya yang tak lain adalah Ayahnya berjalan melalui altar. Namja itu- Sungmin tersenyum senang ketika melihat  sosok namja jangkung yang tampan yang mengenakan toxedo berwarna hitam menyambut di depan altar. Mengulurkan tangannya, ketika Sungmin sudah mendekat. Lalu Sungmin menggenggam erat tangan Kyuhyun ketika Kyuhyun membawanya ke depan Pendeta yang tengah menatap mereka. Sungmin sangat berdebar ketika sang Pendeta mulai berbicara, dan membacakan beberapa doa.

 

“Cho Kyuhyun, apa kau bersedia menerima dengan Lee Sungmin. Menerimanya sebagai pasangan hidupmu, dalam duka maupun suka. Dalam pujian atau hinaan, dalam sakit atau pun sehat. Menjaganya selamanya dalam ikatan Tuhan?”

 

“Aku, Cho Kyuhyun, bersedia menerima Lee Sungmin sebagai pasangan Hidupku. Dalam duka maupun suka, dalam pujian ataupun hinaan, dalam sakit ataupun sehat. Menjaganya selamanya”  Kyuhyun menatap Sungmin lembut, tatapan yang hanya mengisyaratkan ketulusan disana. Sungguh Sungmin sangat bahagia. Ini adalah moment paling membahagiakan yan pernah Ia dapatkan. Kyuhyun benar-benar anugerah yang Tuhan berikan untuknya.

 

“Aku Lee Sungmin, menerima Cho Kyuhyun sebagai pendamping hidupku selamanya. Selamanya mencintainya, dan hanya akan ada dia yang yang paling ku cintai selamanya”   Pendeta itu tersenyum. Turut merasakan kebahagian yang Kyuhyun dan Sungmin rasakan.

 

“Cium pasanganmu Tuan Cho” Kyuhyun dengan cepat menarik Sungmin dalam pelukannya. Mencium lembut bibir plum Sungmin yang selalu menjadi candu untuknya. Ciuman yang penuh ketulusan tanpa adanya rasa nafsu disana. Sungmin tersenyum dalam ciumannya dengan Kyuhyun. Ini adalah moment paling bahagia untuknya.

 

Prookk Prrookkk

 

Semua yang ada di gereja megah itu bertepuk tangan melihat Kyuhyun dan Sungmin kini sudah saling teriikat. Memang yang ada di sana tidak banyak. Kyuhyun dan Sungmin hanya mengundang kerabat terdekat mereka.

 

“akhirnya mereka menikah juga” Ryeowook menangis haru ketika melihat Sungmin dan Kyuhyun yang masih menikmati moment mereka.

 

“Ne, Wookie-ah. Mereka sudah bahagia, seperti kita” Yesung memeluk pinggang Ryeowook dan kembali melihat KyuMin yang masih berada di depan altar.

 

“Minnie-ah, saranghae. Aku mencintaimu selamanya” Kyuhyun melepaskan pangutan bibirnya, dan kembali menatap Sungmin dengan lembut. Kembali membuat seorang Cho Sungmin hanyut dalam tatapan Cho Kyuhyun.

 

“Nado sarangahae, Kyuhyunie. Aku akan selalu mencintaimu. Karena kau yang terpenting dalam hidupku”  Sungmin kembali memeluk Kyuhyun dengan erat. Tidak memperdulikan semua orang yang melihat mereka.

 

FIN ^^

 

Mianhae kalau pas bagian ikrar pernikahannya kaya gitu. Soalnya aku gak tau 😥

Semoga aja kaya gitu, abisnya aku Cumaliat di Film doang XD

FF ini adalah sequel FF Pure of love. Yang minta sequelnya, yah ini ^^

Di mohon untuk Reviewnya

Gamsha ^^

FF ini special untuk  bias kesayangan aku ‘Cho Kyuhyun’ yang paling tampan seantreo bumi ini (?). special untuk seme nya Sungmin chagi yang ultah tanggal 3 februari ini

Saengilcukahae Kyuhyun Oppa :*

 

Ghost Of Chanyeol| part 2| Baekyeol ff|yaoi

15

Ghost of Chanyeol

T/T+/M

Romance, Fantasy, Suspense

Chanyeol yang patah hati karena Ia di tolak yeoja pujaannya. Akhirnya tanpa ia sadari, ia tertabrak mobil. Menyebabkan semua orang tak dapat melihantnya. Kecuali Baekhyun yang mempunyai perasaan khusus padanya. Akankah Chanyeol kembali hidup lagi

Warning: Typos, OOC, abal, dll

a/n: Terinspirasi dari komik bishojou,. Tapi saya lupa judulnya apa. Dan ini adalah repost ulang dari FF sebelumnya, yang sudah di rombak ^^ baca author note saya di bawah buat penjelasan hantunya

Park Chanyeol X Byun Baekhyun

Oh Sehun X Xi Luhan

EnJOY!

Happy Reading ^^

oOo

 

Seorang namja berperawakan imut itu, berlari di koridor Rumah sakit terkenal yang ada di Seoul. Namja manis ini- Byun Baekhyun, mengigit bibir bawahnya gelisah. Berlari tanpa memperhatikan jalan yang Ia lalui. Untung saja tak ada orang yang hampir tertabrak olehnya. Sampai kakinya terhenti ketika mata cantiknya melihat Sehun yang tengah berdiri menunggu kehadirannya. Baekhyun menatap Sehun penuh tanya. Terlihat jelas dimanik cantiknya itu- Ia benar-benar khawatir tentang Chanyeol.

 

“Hah,, hah,, Bagaimana keadaannya Sehunie? Apakah Chanyeol baik-baik saja?” Baekhyun mencoba menstabilkan nafasnya. Dari tadi Ia berlari kesetanan sampai ke rumah sakit, ketika mendengar kabar dari Sehun bahwa Chanyeol di rawat di rumah sakit.

 

“Dia koma hyung. Mungkin akan sadar, tapi dokter tak dapat memastikan Ia bisa segera membuka matanya atau tidak. ” Ujar Sehun yang kini tengah mengusap kepala Baekhyun lembut. Seolah menenangkannya. Sementara tubuh Baekhyun menegang saat mendengar kenyataan pahit seperti ini. Kenapa harus Chanyeol yang mengalami hal seperti ini? Kenapa bukan dirinya saja?

 

“Ta-tapi, tadi Chanyeol menemuiku. Bahkan Ia sekarang bersamaku Sehunie.” Lirih Baekhyun , masih tidak percaya. Matanya masih membulat tak percaya saat melihat Chanyeol yang berada di sisinya. Tentu saja, sedari tadi Chanyeol mengikutinya terus.

“Aku tahu itu, Hyung. Aku juga bisa melihat Chanyeol Hyung yang sekarang tengah menatapku.” Sehun menampilkan seringaian andalannya, dan menatap Chanyeol seakan mengatakan ‘Halo Hyung-ah!’

 

“Ya! Sehun, kenapa kau tak bilang jika bisa melihatku??” Chanyeol yang sedari tadi diam, kini angkat bicara. Menatap Sehun tajam, seolah tatapannya bisa menguliti kulit albino pria bermarga Oh itu.

 

“Ternyata kau bukan hantu Chanyeolie. Ah, aku senang sekali. Sehun juga bisa melihatmu.” Mendengar bahwa Sehun bisa melihat Chanyeol. Sudut bibir Baekhyun tertarik. Namja manis itu menghela nafas lega. Sesuai dugaannya Chanyeol bukanlah hantu.

Dengan cepat Baekhyun langsung memeluk Chanyeol erat. Mungkin jika kita lihat, Baekhyun seperti memeluk angin. Karena Chanyeol hanya bisa di lihat oleh Baekhyun, dan orang-orang yang mempunyai indra keenam, seperti Sehun. Tentu saja, Keluarga Sehun adalah penyihir atau yang orang kenal sekarang adalah Paranormal. Maka dari itu, semua keluarga Oh terkadang berpenampilan misterius dan mempunyai kemampuan khusus. Termasuk Sehun.

 

“Baekie Hyung, kau terlihat seperti orang gila jika memeluk Chanyeol hyung seperti itu.” Sehun menyilangkan kedua tanganya di dadanya. Menatap Baekhyun yang sekarang mengernyitkan alisnya bingung. Bukankah Chanyeol yang di sampingnya memang nyata kan?

 

“E-eh? Kenapa?” Baekhyun memiringkan kepalanya bingung. Sementara Sehun, harus bersabar menghadapi Hyungnya ini.

“Baekie Hyung, kau itu polos atau apa sih?? Chanyeol Hyung itu kini sudah berwujud roh, Ia bukan manusia lagi.” Baekhyun yang mendengar ucapan Sehun, segera melepaskan pelukannya pada Chanyeol. Maniknya bergantian menatap Chanyeol yang di sampingnya, dan juga Chanyeol yang masih berbaring tak berdaya di ruang perawatan.

 

“Jinjja??” Baekhyun mengerjapkan matanya dengan polos. Sungguh Ia terlihat imut kali ini.

 

“Sehun kau jangan membodohiku. Lihat lah, aku masih hidup. Kau bahkan bisa melihatku.” Chanyeol yang sejak tadi tidak mengerti angkat bicara. Ia tidak terima jika Sehun mengatakan bahwa dirinya adalah roh. Ayolah, hal seperti itu sama sekali tidak nyata kan?

 

“Baekie Hyung, kau lihat kan ruangan itu. Dari sini juga terlihat tubuh Chanyeol sedang terlelap.” Sehun melangkahkan kakinya menuju kamar Chanyeol, diikuti oleh Baekhyun dan hantu Chanyeol tentunya.

 

Cekllekkk

 

Sehun membuka pintu itu perlahan. Ruangan bercat putih ini, benar-benar bau dengan obat-obatan. Memperlihatkan seorang namja tampan yang berbaring tak berdaya di ranjang rumah sakit itu. Tubuh Chanyeol dan Baekhyun menegang bersamaan saat melihatnya. Ini benar-benar konyol dan tidak masuk akal!

 

“See !! itu Chanyeol hyung.” Sehun menarik tangan Baekhyun untuk mendekat ke arah dimana Chanyeol sedang berbaring.

 

“Ji-jinjaa? Ini kau Chanyeolie?” Baekhyun menutup mulutnya dengan tangan kirinya. Sementara tangan kanannya terulur untuk mengelus wajah tampan Chanyeol.

 

“Sehun-ah, kenapa aku ada di situ?” Chanyeol menatap sendu dirinya sendiri yang tengah berbaring di ranjang itu. Jujur saja, Ia masih tidak percaya dengan penglihatannya. Tolong katakan, bahwa retinanya sudah rusak karena bisa melihat dirinya sendiri terbaring seperti itu. Ayolah! Ini bukanlah film horor yang pernah Ia tonton kan?

 

“Kau terbarak mobil hyung, makanya kau koma sekarang.”

 

“Apa aku bisa kembali ke dalam tubuhku? Aku masih ingin hidup.” Chanyeol menatap nanar tubuhnya. Tangannya terulur untuk menyentuh tubuhnya. Tapi sayang, tangannya sendiri bahkan tak dapat menyentuh tubuhnya.

 

“Mungkin bisa, jika kau memang menginginkan untuk hidup.” Sehun mengangkat bahunya acuh tak acuh. Jujur saja, Ia tidak ingin terlibat. Sehun pun tahu kabar Chanyeol mengalami kecelakaan dari kekasihnya- Luhan- yang merupakan sepupu pria jangkung itu. Tapi sayangnya, kekasih cantiknya itu tidak berada di sini sekarang.

 

“Kalau begitu kau harus membantuku, begitu juga kau Baekie.” Chanyeol menatap Baekhyun dan Sehun penuh harap. Sungguh Ia masih ingin hidup. Masih terlalu muda jika Ia mati sekarang. Ia masih mempunyai banyak mimpi yang harus di gapai.

Baekhyun perlahan mendekat ke arah arwah Chanyeol. Menggenggam erat tangannya. Seolah memberinya semangat. Entahlah, jika Baekhyun yang menyentuhnya. Kehangatan sentuhan dari pria berwajah manis itu menjalar keseluruh tubuhnya. Seakan Baekhyun itu memang satu makhluk dengan Chanyeol.

 

“Tentu aku akan membantumu, Chanyeol-ah. Sehun juga akan membantumu.” Mendengar ucapan seenaknya dari Baekhyun, Sehun hanya bisa memutar bola matanya pasrah. Mau bagaimana lagi? Ia tidak mungkin menolak keinginan sahabat baiknya itu.

 

“Gomawo Baekie-ah, Sehun-ah .” Chanyeol memberikan senyum terbaiknya pada Baekhyun. Baru kali ini, Chanyeol merasakan kelegaan dalam hidupnya.

 

“Berjanjilah untuk tetap hidup, Chanyeol-ah.”

 

“Tentu saja. Banyak hal yang belum ku capai di dunia ini.”

 

“Baiklah, ini sudah malam Baekie hyung. Kita harus pulang.” Sehun menginstrupsi kegiatan ChanBaek. Sungguh, Sehun jengah menatap drama di hadapannya. Jika melihat ChanBaek, Sehun jadi ingin Luhan berada di sampingnya sekarang. Baekhyun menghela nafas pelan, sebelum melepaskan genggaman tangannya pada Chanyeol.

 

“Yeolie, kami pulang ne!”

 

“Apa?? Lalu aku sendiri disini? Tidak Baek, rumah sakit itu menakutkan. Aku tidak mau sendiri. Sehun-ah, izinkan aku menginap di rumahmu !!” Chanyeol kembali mengeluarkan tatapan happy virusnya itu. Berharap Sehun akan mengizinkannya untuk menginap. Jujur saja, Chanyeol itu penakut dan Ia sangat membenci rumah sakit.

 

“Aku yakin kau akan lebih ketakutan jika berada di rumahku. Hantu di rumahku lebih banyak daripada hantu yang ada rumah sakit ini.” Sehun menolak permintaan Chanyeol. Tak ada seorang pun, yang pernah kerumahnya. Luhan yang termasuk kekasihnya pun tak pernah Ia izinkan masuk.

 

“Kau kan temanku Sehun, tega sekali kau padaku.” Sebenarnya Chanyeol tahu jika rumah keluarga Oh itu penuh hantu. Tapi Ia tidak punya pilihan lain kan? Satu-satunya harapan agar Ia tidak diam di rumah sakit ini adalah menginap di rumah Sehun.

 

“Jika kau ingin bertemu dengan hantu yang menakutkan di rumahku, aku akan membawamu pulang bersamaku.”

Chanyeol menelan salivanya takut, ketika mendengar pilihan yang diberikan oleh Sehun. Tidak! Chanyeol lebih baik mati dari pada harus tinggal di rumah Sehun bersama para hantu miliknya. Tidak bisakah Sehun menghilangkan semua hantunya barang sehari?

“Hah,” Chanyeol menghela nafasnya pelan. Sebelum menatap Baekhyun penuh harap. “Aku menginap di rumahmu, Baekie.” Dan Baekhyun membelalakan matanya kaget, mendengar permintaan Chanyeol.

 

“A-apa??”

 

“Kau bilang ingin membantuku. Maka dari itu, kau harus mengizinkanku untuk tinggal di rumahmu. Aku tidak ingin berada di rumah Sehun.”

 

“Ba-baiklah.” Ucap Baekhyun pasrah. Tidak mungkin juga kan Ia menarik kata-katanya kembali. Tapi ini benar-benar di luar dugaannya. Chanyeol yang notabene di sukai olehnya, kini akan menginap di rumahnya. Pasti nanti malam kau tidak akan bisa tidur Baekie-ah.

 

oOo

Baekhyun dan Chanyeol kini sudah berada di kamar bernuansa biru muda milik Baekhyun. Kamar ini memang cukup besar. Baekhyun memang bukanlah dari keluarga kaya raya seperti Chanyeol dan Sehun. Jadi kamar miliknya pasti terlalu kecil jika di bandingkan milik Chanyeol.

Baekhyun menghela nafas lelah. Sungguh, hari ini benar-benar melelahkan. Tubuhnya serasa remuk efek berlarian ke rumah sakit tadi.

“Chanyeol-ah, a-aku akan mandi dulu. Kau bisa tidur duluan.” Baekhyun menundukan wajahnya. Enggan melihat Chanyeol yang sekarang berbaring di ranjang king size miliknya.

“Baiklah, Baek.” Tanpa menunggu lagi, dengan cepat Baekhyun melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar mandi. Menutup pintu kamar mandi itu. Baekhyun menjatuhkan tubuhnya di balik pintu. Menyandarkan kepalanya pada pintu, sambil menutup matanya. Mencoba menikmati degupan jantungnya yang bertalu dengan keras sekarang.

“Jika seperti ini terus, jantungku bisa meledak.” Baekhyun mengerucutkan bibirnya kesal. Bahkan sampai saat ini jantungnya masih berdetak tak karuan. Padahal Chanyeol sudah tidak berada di sampingnya.

“L-lebih baik aku mandi untuk menghilangkan debaran ini.” Baekhyun berdiri pelan. Ia melangkahkan kaki mungilnya menuju bathup. Baekhyun masuk ke dalam bathup yang sudah di beri sabun beraroma vanilla itu. Rasa hangat menjalar ke seluruh tubuhnya, saat air berbusa itu menyentuh kulitnya. Ah- ini benar-benar nyaman.

Hanya butuh waktu 20 menit untuk Baekhyun menyelesaikan acara mandinya. Ia keluar dari bathup, dan mengambil bathrobe yang sudah Ia gantung. Kebiasan buruk! Baekhyun lupa membawa piyamanya ke dalam kamar mandi.

Dengan ragu, Baekhyun keluar dari kamar mandi. Ia dapat melihat Chanyeol yang sekarang masih berbaring di ranjangnya. Tanpa menyadari keberadaan dari Baekhyun. Kaki telanjangnya, berjalan ke arah lemari. Ia membuka lemari itu, sehingga menghasilkan bunyi berderit yang cukup keras untuk membangunkan Chanyeol. Dengan refleks, Chanyeol terbangun sambil teruduk di ranjang. Manik obsidiannya membulat, ketika retinanya menatap pemandangan indah di hadapannya. Byun Baekhyun yang hanya mengenakan bathrobe putih yang hanya menutupi setengah pahanya itu benar-benar menggoda. Bahkan Chanyeol harus menelan salivanya dalam-dalam ketika Baekhyun berbalik dan mengerjapkan matanya polos.

“M-maaf, membangunkanmu Yeol. Aku hanya mengambil piyamaku.” Menunduk perlahan, sebelum dengan kecepatan kilat mengambil piyama bercorak birunya dari dalam lemari. Dan secepat kilat juga, Baekhyun kembali ke dalam kamar mandi untuk memakai piyamanya. Meninggalkan Chanyeol yang masih mematung, menatap tubuh mungilnya menjauh.

‘Sial, kenapa hanya melihat Baekhyun seperti itu membuatku memikirkan hal aneh seperti ini.’ Ah, sungguh Chanyeol ingin melakukan onani sekarang!

Setelah lima menit, akhirnya Baekhyun keluar dari kamar mandinya. Dengan piyama bercorak biru, membuat Baekhyun tampak manis di mata seorang predator seperti Chanyeol. Sadarlah, Yeol. Kau itu hanya seorang hantu yang bahkan tidak bisa menyentuh Baekhyun sedikit pun.

“Ah, segar sekali. Chanyeol-ah, aku tidur duluan ne.” Baekhyun menghempaskan tubuhnya ke ranjang miliknya. Baekhyun berbaring di ranjangnya, dengan Chanyeol yang duduk di tepi ranjang sambil menatap intens ke arahnya. Jujur saja, jantungnya berdetak tak karuan ketika di tatap seperti itu oleh Chanyeol. Rasanya, jantungnya bisa meledak kapan saja jika Chanyeol berada di sampingnya.

 

“Ah, me-melelahkan sekali hari ini.” Baekhyun menggeliatkan tubuhnya, merengangkan ototnya yang terasa pegal. Chanyeol tersenyum geli melihat kelakuan Baekhyun. Rasanya jika melihat Baekhyun seperti ini, bisa melupakan niatan nistanya.

 

“Istirahatlah Baek. Terima kasih untuk hari ini.” Chanyeol tersenyum tulus melihat Baekhyun yang kini tengah berbaring di sampingnya. Entah kenapa setiap melihat wajah Baekhyun, perasaannya selalu hangat. Ada yang tidak beres jika menatap wajah Baekhyun.

 

“Hehe, baiklah. Jaljayo Yeol, aku harap hari ini adalah mimpi, dan besok aku masih bisa melihat mu dalam wujud nyata.” Baekhyun mulai menutup matanya, menuju alam dunia mimpi. Meninggalkan Chanyeol yang masih terjaga.

Chanyeol tidak pernah lelah, untuk menatap wajah manis Baekhyun. Ini pertama kalinya Chanyeol tidak bosan jika menatap wajah seseorang.

 

“Tentu saja, kau pasti akan melihatku besok.” Chanyeol mengusap wajah Baekhyun dengan lembut. Mengusap pipinya pelan, sehingga membuat Baekhyun sedikit menggeliat dari tidurnya.

 

“Baekhyun-ah, kenapa sekarang jika bersama denganmu selalu membuatku berdebar tak karuan seperti ini?” Chanyeol mendekatkan wajahnya pada Baekhyun, menatap wajah damai Baekhyun yang kini tengah tertidur pulas. Nafas hangat Baekhyun menerpa wajah Chanyeol. Aroma vanilla yang menguar dari tubuh Baekhyun membuat Chanyeol semakin merasakan debaran yang semakin kencang. Perlahan Chanyeol mendekatkan wajahnya pada Baekhyun.

 

Cuupp

 

Bibir Chanyeol menempel di bibir kissable milik Baekhyun. Rasa manis dari bibir Baekhyun terasa oleh Chanyeol. Rasanya benar-benar enak dan juga sangat lembut. Dengan refleks, kini Chanyeol berani mengulum dan menghisap bibir Baekhyun. Membuat Baekhyun mengerang kecil, karena ciuman sepihak yang di lakukan Chanyeol. Sial! Bibir Baekhyun benar-benar seperti zat adiktif baginya.

 

“Enghh,,” Dengan berat hati Chanyeol melepaskan pangutan bibirnya dengan Baekhyun. Ia tidak mau jika, nanti Baekhyun terbangun olehnya. Dan merasa kaget, karena Ia mencuri ciuman dari namja manis itu.

 

“Sial! Kenapa aku menciumnya seperti itu?Park Chanyeol, sadarlah dia itu namja !! Kau masih menyukai Eunji kan?” Chanyeol mengacak-acak rambutnya frustasi. Sungguh Ia benar-benar bingung dengan perasannya kali ini. Tidak seharusnya Ia mencium Baekhyun. Tubuhnya refleks untuk mendekat ke arah Baekhyun. Ini benar-benar aneh. Seharusnya Chanyeol tidak tertarik pada Baekhyun kan?

 

To Be Continued ^^

a/n: Jadi gini, makhluk astral itu kalo nyentuh manusia itu bisa. Dan emang kerasa sentuhan. Disini Chanyeol bisa nyentuh Baekhyun. Dan Baekhyun bisa ngerasainnya. Tapi kalo diliat oleh orang yang berkemampuan bakal keliatan nembus. Soalnya makluk astral itu gak akan terasa kalo di sentuh orang. Pernah kan disentuh makluk astral? Kerasa kan sentuhannya? Hahaha

Mind To Review?

Astia Morichan ^^