Ghost Of Chanyeol| part 2| Baekyeol ff|yaoi

Ghost of Chanyeol

T/T+/M

Romance, Fantasy, Suspense

Chanyeol yang patah hati karena Ia di tolak yeoja pujaannya. Akhirnya tanpa ia sadari, ia tertabrak mobil. Menyebabkan semua orang tak dapat melihantnya. Kecuali Baekhyun yang mempunyai perasaan khusus padanya. Akankah Chanyeol kembali hidup lagi

Warning: Typos, OOC, abal, dll

a/n: Terinspirasi dari komik bishojou,. Tapi saya lupa judulnya apa. Dan ini adalah repost ulang dari FF sebelumnya, yang sudah di rombak ^^ baca author note saya di bawah buat penjelasan hantunya

Park Chanyeol X Byun Baekhyun

Oh Sehun X Xi Luhan

EnJOY!

Happy Reading ^^

oOo

 

Seorang namja berperawakan imut itu, berlari di koridor Rumah sakit terkenal yang ada di Seoul. Namja manis ini- Byun Baekhyun, mengigit bibir bawahnya gelisah. Berlari tanpa memperhatikan jalan yang Ia lalui. Untung saja tak ada orang yang hampir tertabrak olehnya. Sampai kakinya terhenti ketika mata cantiknya melihat Sehun yang tengah berdiri menunggu kehadirannya. Baekhyun menatap Sehun penuh tanya. Terlihat jelas dimanik cantiknya itu- Ia benar-benar khawatir tentang Chanyeol.

 

“Hah,, hah,, Bagaimana keadaannya Sehunie? Apakah Chanyeol baik-baik saja?” Baekhyun mencoba menstabilkan nafasnya. Dari tadi Ia berlari kesetanan sampai ke rumah sakit, ketika mendengar kabar dari Sehun bahwa Chanyeol di rawat di rumah sakit.

 

“Dia koma hyung. Mungkin akan sadar, tapi dokter tak dapat memastikan Ia bisa segera membuka matanya atau tidak. ” Ujar Sehun yang kini tengah mengusap kepala Baekhyun lembut. Seolah menenangkannya. Sementara tubuh Baekhyun menegang saat mendengar kenyataan pahit seperti ini. Kenapa harus Chanyeol yang mengalami hal seperti ini? Kenapa bukan dirinya saja?

 

“Ta-tapi, tadi Chanyeol menemuiku. Bahkan Ia sekarang bersamaku Sehunie.” Lirih Baekhyun , masih tidak percaya. Matanya masih membulat tak percaya saat melihat Chanyeol yang berada di sisinya. Tentu saja, sedari tadi Chanyeol mengikutinya terus.

“Aku tahu itu, Hyung. Aku juga bisa melihat Chanyeol Hyung yang sekarang tengah menatapku.” Sehun menampilkan seringaian andalannya, dan menatap Chanyeol seakan mengatakan ‘Halo Hyung-ah!’

 

“Ya! Sehun, kenapa kau tak bilang jika bisa melihatku??” Chanyeol yang sedari tadi diam, kini angkat bicara. Menatap Sehun tajam, seolah tatapannya bisa menguliti kulit albino pria bermarga Oh itu.

 

“Ternyata kau bukan hantu Chanyeolie. Ah, aku senang sekali. Sehun juga bisa melihatmu.” Mendengar bahwa Sehun bisa melihat Chanyeol. Sudut bibir Baekhyun tertarik. Namja manis itu menghela nafas lega. Sesuai dugaannya Chanyeol bukanlah hantu.

Dengan cepat Baekhyun langsung memeluk Chanyeol erat. Mungkin jika kita lihat, Baekhyun seperti memeluk angin. Karena Chanyeol hanya bisa di lihat oleh Baekhyun, dan orang-orang yang mempunyai indra keenam, seperti Sehun. Tentu saja, Keluarga Sehun adalah penyihir atau yang orang kenal sekarang adalah Paranormal. Maka dari itu, semua keluarga Oh terkadang berpenampilan misterius dan mempunyai kemampuan khusus. Termasuk Sehun.

 

“Baekie Hyung, kau terlihat seperti orang gila jika memeluk Chanyeol hyung seperti itu.” Sehun menyilangkan kedua tanganya di dadanya. Menatap Baekhyun yang sekarang mengernyitkan alisnya bingung. Bukankah Chanyeol yang di sampingnya memang nyata kan?

 

“E-eh? Kenapa?” Baekhyun memiringkan kepalanya bingung. Sementara Sehun, harus bersabar menghadapi Hyungnya ini.

“Baekie Hyung, kau itu polos atau apa sih?? Chanyeol Hyung itu kini sudah berwujud roh, Ia bukan manusia lagi.” Baekhyun yang mendengar ucapan Sehun, segera melepaskan pelukannya pada Chanyeol. Maniknya bergantian menatap Chanyeol yang di sampingnya, dan juga Chanyeol yang masih berbaring tak berdaya di ruang perawatan.

 

“Jinjja??” Baekhyun mengerjapkan matanya dengan polos. Sungguh Ia terlihat imut kali ini.

 

“Sehun kau jangan membodohiku. Lihat lah, aku masih hidup. Kau bahkan bisa melihatku.” Chanyeol yang sejak tadi tidak mengerti angkat bicara. Ia tidak terima jika Sehun mengatakan bahwa dirinya adalah roh. Ayolah, hal seperti itu sama sekali tidak nyata kan?

 

“Baekie Hyung, kau lihat kan ruangan itu. Dari sini juga terlihat tubuh Chanyeol sedang terlelap.” Sehun melangkahkan kakinya menuju kamar Chanyeol, diikuti oleh Baekhyun dan hantu Chanyeol tentunya.

 

Cekllekkk

 

Sehun membuka pintu itu perlahan. Ruangan bercat putih ini, benar-benar bau dengan obat-obatan. Memperlihatkan seorang namja tampan yang berbaring tak berdaya di ranjang rumah sakit itu. Tubuh Chanyeol dan Baekhyun menegang bersamaan saat melihatnya. Ini benar-benar konyol dan tidak masuk akal!

 

“See !! itu Chanyeol hyung.” Sehun menarik tangan Baekhyun untuk mendekat ke arah dimana Chanyeol sedang berbaring.

 

“Ji-jinjaa? Ini kau Chanyeolie?” Baekhyun menutup mulutnya dengan tangan kirinya. Sementara tangan kanannya terulur untuk mengelus wajah tampan Chanyeol.

 

“Sehun-ah, kenapa aku ada di situ?” Chanyeol menatap sendu dirinya sendiri yang tengah berbaring di ranjang itu. Jujur saja, Ia masih tidak percaya dengan penglihatannya. Tolong katakan, bahwa retinanya sudah rusak karena bisa melihat dirinya sendiri terbaring seperti itu. Ayolah! Ini bukanlah film horor yang pernah Ia tonton kan?

 

“Kau terbarak mobil hyung, makanya kau koma sekarang.”

 

“Apa aku bisa kembali ke dalam tubuhku? Aku masih ingin hidup.” Chanyeol menatap nanar tubuhnya. Tangannya terulur untuk menyentuh tubuhnya. Tapi sayang, tangannya sendiri bahkan tak dapat menyentuh tubuhnya.

 

“Mungkin bisa, jika kau memang menginginkan untuk hidup.” Sehun mengangkat bahunya acuh tak acuh. Jujur saja, Ia tidak ingin terlibat. Sehun pun tahu kabar Chanyeol mengalami kecelakaan dari kekasihnya- Luhan- yang merupakan sepupu pria jangkung itu. Tapi sayangnya, kekasih cantiknya itu tidak berada di sini sekarang.

 

“Kalau begitu kau harus membantuku, begitu juga kau Baekie.” Chanyeol menatap Baekhyun dan Sehun penuh harap. Sungguh Ia masih ingin hidup. Masih terlalu muda jika Ia mati sekarang. Ia masih mempunyai banyak mimpi yang harus di gapai.

Baekhyun perlahan mendekat ke arah arwah Chanyeol. Menggenggam erat tangannya. Seolah memberinya semangat. Entahlah, jika Baekhyun yang menyentuhnya. Kehangatan sentuhan dari pria berwajah manis itu menjalar keseluruh tubuhnya. Seakan Baekhyun itu memang satu makhluk dengan Chanyeol.

 

“Tentu aku akan membantumu, Chanyeol-ah. Sehun juga akan membantumu.” Mendengar ucapan seenaknya dari Baekhyun, Sehun hanya bisa memutar bola matanya pasrah. Mau bagaimana lagi? Ia tidak mungkin menolak keinginan sahabat baiknya itu.

 

“Gomawo Baekie-ah, Sehun-ah .” Chanyeol memberikan senyum terbaiknya pada Baekhyun. Baru kali ini, Chanyeol merasakan kelegaan dalam hidupnya.

 

“Berjanjilah untuk tetap hidup, Chanyeol-ah.”

 

“Tentu saja. Banyak hal yang belum ku capai di dunia ini.”

 

“Baiklah, ini sudah malam Baekie hyung. Kita harus pulang.” Sehun menginstrupsi kegiatan ChanBaek. Sungguh, Sehun jengah menatap drama di hadapannya. Jika melihat ChanBaek, Sehun jadi ingin Luhan berada di sampingnya sekarang. Baekhyun menghela nafas pelan, sebelum melepaskan genggaman tangannya pada Chanyeol.

 

“Yeolie, kami pulang ne!”

 

“Apa?? Lalu aku sendiri disini? Tidak Baek, rumah sakit itu menakutkan. Aku tidak mau sendiri. Sehun-ah, izinkan aku menginap di rumahmu !!” Chanyeol kembali mengeluarkan tatapan happy virusnya itu. Berharap Sehun akan mengizinkannya untuk menginap. Jujur saja, Chanyeol itu penakut dan Ia sangat membenci rumah sakit.

 

“Aku yakin kau akan lebih ketakutan jika berada di rumahku. Hantu di rumahku lebih banyak daripada hantu yang ada rumah sakit ini.” Sehun menolak permintaan Chanyeol. Tak ada seorang pun, yang pernah kerumahnya. Luhan yang termasuk kekasihnya pun tak pernah Ia izinkan masuk.

 

“Kau kan temanku Sehun, tega sekali kau padaku.” Sebenarnya Chanyeol tahu jika rumah keluarga Oh itu penuh hantu. Tapi Ia tidak punya pilihan lain kan? Satu-satunya harapan agar Ia tidak diam di rumah sakit ini adalah menginap di rumah Sehun.

 

“Jika kau ingin bertemu dengan hantu yang menakutkan di rumahku, aku akan membawamu pulang bersamaku.”

Chanyeol menelan salivanya takut, ketika mendengar pilihan yang diberikan oleh Sehun. Tidak! Chanyeol lebih baik mati dari pada harus tinggal di rumah Sehun bersama para hantu miliknya. Tidak bisakah Sehun menghilangkan semua hantunya barang sehari?

“Hah,” Chanyeol menghela nafasnya pelan. Sebelum menatap Baekhyun penuh harap. “Aku menginap di rumahmu, Baekie.” Dan Baekhyun membelalakan matanya kaget, mendengar permintaan Chanyeol.

 

“A-apa??”

 

“Kau bilang ingin membantuku. Maka dari itu, kau harus mengizinkanku untuk tinggal di rumahmu. Aku tidak ingin berada di rumah Sehun.”

 

“Ba-baiklah.” Ucap Baekhyun pasrah. Tidak mungkin juga kan Ia menarik kata-katanya kembali. Tapi ini benar-benar di luar dugaannya. Chanyeol yang notabene di sukai olehnya, kini akan menginap di rumahnya. Pasti nanti malam kau tidak akan bisa tidur Baekie-ah.

 

oOo

Baekhyun dan Chanyeol kini sudah berada di kamar bernuansa biru muda milik Baekhyun. Kamar ini memang cukup besar. Baekhyun memang bukanlah dari keluarga kaya raya seperti Chanyeol dan Sehun. Jadi kamar miliknya pasti terlalu kecil jika di bandingkan milik Chanyeol.

Baekhyun menghela nafas lelah. Sungguh, hari ini benar-benar melelahkan. Tubuhnya serasa remuk efek berlarian ke rumah sakit tadi.

“Chanyeol-ah, a-aku akan mandi dulu. Kau bisa tidur duluan.” Baekhyun menundukan wajahnya. Enggan melihat Chanyeol yang sekarang berbaring di ranjang king size miliknya.

“Baiklah, Baek.” Tanpa menunggu lagi, dengan cepat Baekhyun melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar mandi. Menutup pintu kamar mandi itu. Baekhyun menjatuhkan tubuhnya di balik pintu. Menyandarkan kepalanya pada pintu, sambil menutup matanya. Mencoba menikmati degupan jantungnya yang bertalu dengan keras sekarang.

“Jika seperti ini terus, jantungku bisa meledak.” Baekhyun mengerucutkan bibirnya kesal. Bahkan sampai saat ini jantungnya masih berdetak tak karuan. Padahal Chanyeol sudah tidak berada di sampingnya.

“L-lebih baik aku mandi untuk menghilangkan debaran ini.” Baekhyun berdiri pelan. Ia melangkahkan kaki mungilnya menuju bathup. Baekhyun masuk ke dalam bathup yang sudah di beri sabun beraroma vanilla itu. Rasa hangat menjalar ke seluruh tubuhnya, saat air berbusa itu menyentuh kulitnya. Ah- ini benar-benar nyaman.

Hanya butuh waktu 20 menit untuk Baekhyun menyelesaikan acara mandinya. Ia keluar dari bathup, dan mengambil bathrobe yang sudah Ia gantung. Kebiasan buruk! Baekhyun lupa membawa piyamanya ke dalam kamar mandi.

Dengan ragu, Baekhyun keluar dari kamar mandi. Ia dapat melihat Chanyeol yang sekarang masih berbaring di ranjangnya. Tanpa menyadari keberadaan dari Baekhyun. Kaki telanjangnya, berjalan ke arah lemari. Ia membuka lemari itu, sehingga menghasilkan bunyi berderit yang cukup keras untuk membangunkan Chanyeol. Dengan refleks, Chanyeol terbangun sambil teruduk di ranjang. Manik obsidiannya membulat, ketika retinanya menatap pemandangan indah di hadapannya. Byun Baekhyun yang hanya mengenakan bathrobe putih yang hanya menutupi setengah pahanya itu benar-benar menggoda. Bahkan Chanyeol harus menelan salivanya dalam-dalam ketika Baekhyun berbalik dan mengerjapkan matanya polos.

“M-maaf, membangunkanmu Yeol. Aku hanya mengambil piyamaku.” Menunduk perlahan, sebelum dengan kecepatan kilat mengambil piyama bercorak birunya dari dalam lemari. Dan secepat kilat juga, Baekhyun kembali ke dalam kamar mandi untuk memakai piyamanya. Meninggalkan Chanyeol yang masih mematung, menatap tubuh mungilnya menjauh.

‘Sial, kenapa hanya melihat Baekhyun seperti itu membuatku memikirkan hal aneh seperti ini.’ Ah, sungguh Chanyeol ingin melakukan onani sekarang!

Setelah lima menit, akhirnya Baekhyun keluar dari kamar mandinya. Dengan piyama bercorak biru, membuat Baekhyun tampak manis di mata seorang predator seperti Chanyeol. Sadarlah, Yeol. Kau itu hanya seorang hantu yang bahkan tidak bisa menyentuh Baekhyun sedikit pun.

“Ah, segar sekali. Chanyeol-ah, aku tidur duluan ne.” Baekhyun menghempaskan tubuhnya ke ranjang miliknya. Baekhyun berbaring di ranjangnya, dengan Chanyeol yang duduk di tepi ranjang sambil menatap intens ke arahnya. Jujur saja, jantungnya berdetak tak karuan ketika di tatap seperti itu oleh Chanyeol. Rasanya, jantungnya bisa meledak kapan saja jika Chanyeol berada di sampingnya.

 

“Ah, me-melelahkan sekali hari ini.” Baekhyun menggeliatkan tubuhnya, merengangkan ototnya yang terasa pegal. Chanyeol tersenyum geli melihat kelakuan Baekhyun. Rasanya jika melihat Baekhyun seperti ini, bisa melupakan niatan nistanya.

 

“Istirahatlah Baek. Terima kasih untuk hari ini.” Chanyeol tersenyum tulus melihat Baekhyun yang kini tengah berbaring di sampingnya. Entah kenapa setiap melihat wajah Baekhyun, perasaannya selalu hangat. Ada yang tidak beres jika menatap wajah Baekhyun.

 

“Hehe, baiklah. Jaljayo Yeol, aku harap hari ini adalah mimpi, dan besok aku masih bisa melihat mu dalam wujud nyata.” Baekhyun mulai menutup matanya, menuju alam dunia mimpi. Meninggalkan Chanyeol yang masih terjaga.

Chanyeol tidak pernah lelah, untuk menatap wajah manis Baekhyun. Ini pertama kalinya Chanyeol tidak bosan jika menatap wajah seseorang.

 

“Tentu saja, kau pasti akan melihatku besok.” Chanyeol mengusap wajah Baekhyun dengan lembut. Mengusap pipinya pelan, sehingga membuat Baekhyun sedikit menggeliat dari tidurnya.

 

“Baekhyun-ah, kenapa sekarang jika bersama denganmu selalu membuatku berdebar tak karuan seperti ini?” Chanyeol mendekatkan wajahnya pada Baekhyun, menatap wajah damai Baekhyun yang kini tengah tertidur pulas. Nafas hangat Baekhyun menerpa wajah Chanyeol. Aroma vanilla yang menguar dari tubuh Baekhyun membuat Chanyeol semakin merasakan debaran yang semakin kencang. Perlahan Chanyeol mendekatkan wajahnya pada Baekhyun.

 

Cuupp

 

Bibir Chanyeol menempel di bibir kissable milik Baekhyun. Rasa manis dari bibir Baekhyun terasa oleh Chanyeol. Rasanya benar-benar enak dan juga sangat lembut. Dengan refleks, kini Chanyeol berani mengulum dan menghisap bibir Baekhyun. Membuat Baekhyun mengerang kecil, karena ciuman sepihak yang di lakukan Chanyeol. Sial! Bibir Baekhyun benar-benar seperti zat adiktif baginya.

 

“Enghh,,” Dengan berat hati Chanyeol melepaskan pangutan bibirnya dengan Baekhyun. Ia tidak mau jika, nanti Baekhyun terbangun olehnya. Dan merasa kaget, karena Ia mencuri ciuman dari namja manis itu.

 

“Sial! Kenapa aku menciumnya seperti itu?Park Chanyeol, sadarlah dia itu namja !! Kau masih menyukai Eunji kan?” Chanyeol mengacak-acak rambutnya frustasi. Sungguh Ia benar-benar bingung dengan perasannya kali ini. Tidak seharusnya Ia mencium Baekhyun. Tubuhnya refleks untuk mendekat ke arah Baekhyun. Ini benar-benar aneh. Seharusnya Chanyeol tidak tertarik pada Baekhyun kan?

 

To Be Continued ^^

a/n: Jadi gini, makhluk astral itu kalo nyentuh manusia itu bisa. Dan emang kerasa sentuhan. Disini Chanyeol bisa nyentuh Baekhyun. Dan Baekhyun bisa ngerasainnya. Tapi kalo diliat oleh orang yang berkemampuan bakal keliatan nembus. Soalnya makluk astral itu gak akan terasa kalo di sentuh orang. Pernah kan disentuh makluk astral? Kerasa kan sentuhannya? Hahaha

Mind To Review?

Astia Morichan ^^

 

Advertisements

15 thoughts on “Ghost Of Chanyeol| part 2| Baekyeol ff|yaoi

  1. ADUH PENASARAN AMA AKHIRNYA>\\\\<baekyeol ayo cepet cepet ngapain kek gitu /plak/ hahaha kidding thor.keep writing yaa

  2. Hah? Ternyata sehun juga bisa liat ckckck
    Gpp sih jadi nya baekhyun g sendirian yang bisa liat chanyeol ahaha

    Hayo hayo chanyeol udah berani cium cium padahalkan hantu ahahahaha

  3. new readers thor, baru baca dan sumpah bkin nagih pen lanjutin. kaya udah takdir ajh gt chanyeol ama baeknya 😀

  4. annyeong^^ readers baru thor. waah, telat bnget baca nya😄 ff nya seru, keren, cetar membahana bangeetttt. yeolli jadi hantu tamvan yak 😀 :* kalau boleh, minta pass buat chap 3-end nya dong thor^^ gomawo 🙂 :*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s