Summer In Firework | KyuMin FF| OS| Yaoi

0

Title: Summer In Firework

Rate: T

Lenght: OneShot

Genre: Romance, angst

Disclamair: All Chara belong to God. And this fic is mine

Warning : Typo ! OOC! Boys Love!!

Pair: Kyuhyun X Sungmin

Summary: Musim panas, dan kembang api yang selalu mengingatkan Sungmin pada namja yang sangat Ia cintai. Namja itu- Kyuhyun yang menciumnya ketika kembang api dinyalakan.

Song: Supercell- Utakata Hanabi

a/n: lebih enak kalian baca ini sambil denger lagu ini deh. Soalnya ceritanya juga berdasarkan lagu ini ^^ semoga suka ^^

 

EnJOY!

.

.

.

 

Musim panas. Sungmin sangat menyukai musim panas dan festifal kembang api yang selalu terjadi satu tahun sekali. Musim panas dan kembang api selalu mengingatkannya pada sahabat masa kecilnya-yang juga namja yang selalu Ia cintai. Namja itu adalah Kyuhyun. Sungmin sangat mencintai Kyuhyun, tapi sayang takdir berkata lain membuat mereka tak dapat bersama.

 

Seandainya kau ada disini bersamaku, Cho Kyuhyun’

 

Flashback

 

Seorang namja manis memakai pakaian tradisional Korea- Hanbok berwarna silver yang terlihat cocok di tubuh mungilnya. Namja berparas cantik itu nampak gelisah. Sesekali mata foxynya melirik ke arah jam tangan yang melingkar di tangan kirinya.

 

“Kau kemana Kyu? Apa kau tak akan datang?” Gumam namja manis itu- Sungmin. Mata foxynya terus mencari sosok Kyuhyun diantara banyak orang yang berlalu lalang di festifal kembang api yang sudah menjadi tradisi setiap tahunnya.

 

“Hah,,  mungkin Kyuhyun tidak akan datang” Sungmin menghela nafas panjang, sampai Ia merasakan sebuah tangan memegang bahunya.

 

“Aku datang, Ming” namja itu- Kyuhyun berbisik pelan. Nafasnya menerpa tengkuk Sungmin. Membuat Sungmin geli karena hembusan nafas Kyuhyun dibelakangnya.

 

“Kyunie, aku kira kau tak akan datang” Sungmin membalikan badammya dan mulai mempoutkan bibirnya lucu. Sungguh pemandangan yang menggemaskan.

 

“Aku sudah berjanji pada mu, Ming. Sudah pasti aku datang” Kyuhyun menyunggingkan senyumnya sambil mengacak-acak pelan rambut Sungmin. Membuat Sungmin sedikit kesal karena Kyuhyun membuat rambutnya sedikit berantakan.

 

“Kajja, kita bersenang-senang disini” Kyuhyun menarik tangan Sungmin agar mengikutinya. Sungmin hanya bisa tersenyum bahagia dan mengkuti Kyuhyun dari belakang.

 

Terlihat banyak sekali stand permainan dan jajanan di sepanjang jalan. Kyuhyun dan Sungmin mencoba satu persatu permainan yang ada disana. Kyuhyun selalu bisa memenangkan permainan, hingga membuat banyak orang yang ada di stand permainan iri melihat keahlian Kyuhyun. Kyuhyun dan Sungmin selalu tertawa bahagia ketika mereka  dapat membuat yang lainnya iri. Sungguh ini adalah hal yang paling menyenangkan.

 

“Kyunnie sebentar lagi kembang api akan di segara dinyalakan. Ayo kita kesana” Sungmin dengan semangat menarik tangan Kyuhyun untuk segera sampai di tempat di nyalakan kembang api. Baru saja mereka melangkah, terdengar suara yang menggelegar di sekitar mereka.

 

Byaarrr

 

Doorrrr

 

Bunyi itu terdengar dengan terlihatnya percikan percikan api berwarna warni yang menghiasi langit malam Kota Seoul. Kyuhyun dan Sungmin dengan refleks menghentikan langkahnya. Mereka melihat keatas langit dan mulai terkagum-kagum melihat banyaknya kembang api yang menghiasi langit.

 

“Indah sekali yah, Ming” Kyuhyun masih memandangi langit, melihat takjud kembang api yang masih saja hadir menghiasi langit malam. Sementara Sungmin, mata foxynya hanya memandangi wajah tampan Kyuhyun yang tengah tersenyum menatap langit.

 

Aku mencintai namja Cho ini’

 

“Kenapa kau  memandangiku, Ming? Terpesona padaku, eoh?” Suara bariton Kyuhyun membuyarkan lamunan Sungmin.

 

“Ya, aku terpesona padamu Kyu. Aku mencintaimu Kyu” Kyuhyun terdiam setelah mendengar pengakuan Sungmin. Namja manis itu gugup, sehingga Sungmin hanya menundukan kepalanya dalam-dalam. Ia takut jika Kyuhyun akan menjauh darinya.

 

“A-Ah, Lu-Lupakan saja, A-Aku hanya bercanda” Dengan gugurp Sungmin mulai mengangkat kepalanya dan menatap mata obsidian Kyuhyun yang selalu membuatnya terhipnotis.

 

“Aku harap kau tidak bercanda Ming. Karna aku juga mencintaimu Lee Sungmin” Sungmin tercegang mendengar ucapan Kyuhyun. Debaran jantungnya berpacu dua kali lipat dari biasanya. Apalagi ketika Kyuhyun semakin memperempit jaraknya dengan Sungmin. Tangan Kyuhyun terulur menyentuh pipi chubby Sungmin yang sudah pasti memerah sempurna.

 

“Saranghaeyo Lee Sungmin” Dan kini bibir Kyuhyun sudah menempel di bibir plum Sungmin. Kyuhyun menghisapnya pelan seperti permen yang Ia sukai. Kyuhyun melumat pelan bibir bawah Sungmin, seakan takut jika Sungmin tidak menyukai ciumannya.

 

“Mmhh…” Sungmin mengerang tertahan akibat ciuman Kyuhyun yang seakan membuat melayang. Sungmin mencengkram bagian hanbok depan Kyuhyun, ketika namja tampan itu semakin memperdalam ciuman mereka. Kini kembang api di langit malam kota Seoul menjadi saksi atas cinta Kyuhyun dan Sungmin.

 

“hahh.. hahh” Kyuhyun melepaskan ciumannya. Ia menempelkan dahinya pada dahi Sungmin. Mata obsidian Kyuhyun kembali membuat mata foxy Sungmin terjerat karena pesonannya.

 

“Apa kau menyukai ciumanku, hm??” Kyuhyun bertanya sambil mengecup pipi Sungmin. Sungmin hanya bisa menganggukan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan Kyuhyun.

 

“Baiklah, nanti aku akan sering menciummu chagi. Tapi sebaiknya kita pulang sekarang. Eomma mu pasti sudah sangat khawatir” Kyuhyun menggengam tangan Sungmin erat seolah Ia tak ingin melepasnya.

 

“Oh iya, Kyunie tunggu, aku ingin beli itu” Sungmin menunjuk seorang penjual permen kapas yang ada di sebrang jalan.

 

“Baiklah, kau tunggu disini chagi. Aku akan membelikannya untuk mu” Sungmin mengangguk tanda setuju. Ia tidak tahu jika nasib buruk akan terjadi.

Kyuhyun mulai mulai menyebrang jalan  tanpa melihat ke arah kanan dimana sebuah truk berjalan dengan kecepatan yang sangat tinggi. Dan-

 

Brrukkk

 

Tubuh Kyuhyun terpental beberapa meter akibat tabrakan truk itu, dan truk sialan itu kabur dengan tidak bertanggung jawab setelah menabrak Kyuhyun.

 

Sungmin diam membatu menyaksikan kejadian itu. Seolah tidak percaya dengan kejadian yang baru saja terjadi. Selang beberapa detik Sungmin segera tersadar dan mulai berlari beberapa meter ke arah Kyuhyun yang kini terkapar tak berdaya.  Darah segar terlihat dari pelipis Kyuhyun dan semua tubuh Kyuhyun sekarang sudah bersimbahan darah berwarna merah pekat. Sungmin jatuh terduduk, air matanya mengalir begitu saja.

 

“hikkkss,, Kyuuuu,,, bangunnn,,, hiksss jangannh tinggalkanh aku,, hikss, Kyuniiee,,” Sungmmin terisak, bahunya bergetar hebat. Tangannya mengahpus darah yang terus saja mengalir dari pelipis Kyuhyun.

 

“Aku mencintaimu Lee Sungmin. Ma-maaf a-aku… Tak sempat membelikanmu permen kapas itu..” kalimat panjang yang lambat itu keluar dengan sangat pelan dari mulut Kyuhyun. Setelah ucapannya selesai, kini mata obsidian yang selalu menghipnotis seorang Lee Sungmin sejak kecil menutup sempurna.

“Kyuuu !!! Yaaa!! Cho Kyuhyun!! Bangun !!! jangan tutup matamu !! bangun aku mohon bangun!! Bertahan demi aku Kyu. Sebentar lagi ambulance akan datang. Kyuuu bangunnnnnn!!” Sungmin berteriak histeris, Ia berharap jika Ia terus berteriak Kyuhyun tidak akan tertidur. Ia akan tetap membuka matanya. Orang-orang yang mengelilingi Sungmin hanya bisa menatap iba namja manis itu.

 

Ckittttttt

 

Suara rem mobil terdengar, dan keliuar lah 3 orang laki-laki memakai pakain putih dengan rtandu di tangan mereka. Mereka mendekat ke arah Sungmin.

 

“Hikksss,, Tolonggg,,, aku mohon selamatkan Kyuhyunn !!!” Sungmin menatap salah satu namja dari tim medis itu yang mulai memeriksa Kyuhyun. Namja itu mulai menggenggam pergelangan tangan Kyuhyun. Dan-

 

“Maaf, dia tidak sempat tertolong” kalimat itu seolah membuat Sungmin tersambar petih. Hatinya hancur. Seandainya Ia tidak meminta permen kapas itu, Kyuhyun pasti akan ada disisinya. Memeluknya dengan sangat erat. Sungguh jika bisa Sungmin ingin mengulang waktu, agar Kyuhyun selalu disisinya.

 

Flashback Off

 

Sejak kehilangan Kyuhyun, Sungmin seperti mati. Hatinya seolah hilang. Sungmin sudah sangat sering ingin melakukan bunuh diri agar Ia bisa bersama Kyuhyun di surga sana. Tapi Sungjin dan Eommanya selalu bisa menghalangi tindakan Sungmin. Akhirnya Sungmin tidak pernah tertawa lagi, kecuali ketika musim panas datang dan Ia melihat kembang api di atas langit. Sungmin akan tersenyum mengingat festifal kembang apinya bersama Kyuhyun. Namja yang sangat Ia cintai sampai sekarang dan selamanya.

 

FIN

Oke jangan timpuk saya chingu kalo akhirnya sad ending ;_;  semoga feelnya dapet yah chingu 😥

 

Oh iya, maaf ini FF pendek juga 😥

Dan aku lupa mau lanjutin ff series ku yang mana? Ada saran? Ada yang mau pilihin FF mana yang mau aku lanjut?

 

Mind To Review

 

Astia_Morichan

You Must Love Me Chap 2| SasuHina Fict| Warning

8

You Must Love Me!

Rate M

Romance, School Life, Drama

Disclamair: All Chara belong ‘Masashi Kishomoto’ and over all this fict is mine

Warning: OOC, TYPOS, DLL. DONT LIKE DONT READ YO!! Please be patient with me ^^

Sasuke X Hinata

Nasib Hinata berubah 180 derajat gegara Sasuke yang mengetahui rahasia terbesarnya. Karena tak ingin rahasianya terbongkar, Hinata harus menuruti semua kemauan Uchiha Sasuke!!

Happy Reading!

Enjoy!!

.

.

.

Seorang gadis berambut indigo itu berjalan gontai memasuki kelasnya. Entahlah, Hinata merasa sangat malas untuk diam di kelas mulai hari ini. Alasan utamanya hanya satu, menjauh dari pemuda tampan yang digilai para gadis di Konoha Gakuen- Uchiha Sasuke. Yah, Hinata sangat benci jika harus dekat-dekat dengan Sasuke. Sinyal merah menandakan bahaya selalu berbunyi jika sang Uchiha itu berada di dekatnya, seperti sekarang ini,

Sasuke menarik pergelangan tangan Hinata. Hingga membuat Sang Hyuuga itu mau tidak mau tertarik ke arahnya. Mata lavendernya membulat lebar ketika menyadari bahwa Sasuke lah yang menarik tangannya. Sasuke menariknya dalam pelukan hangat pemuda itu.

“Ikut aku,” Sasuke berucap pelan sambil terus menarik tangan Hinata. Hingga Hinata terpaksa mengikuti langkah Sasuke. Sasuke melangkahkan kakinya ke arah atap sekolah. Ingin sekali dirinya menolak, dan menghempaskan tangan Sasuke. Tapi dia bisa apa? Ia sudah terjerat sepenuhnya oleh perjanjian yang dibuatnya dengan Sasuke. Jadi seperti sekarang, Hinata hanya terdiam sambil mengikuti dari belakang. Berdoa pada Kami-sama agar Ia baik-baik saja.

 

‘Selamatkan aku Kami-Sama.’

 

Brakk

 

Sasuke menutup pintu atap sekolah dengan kasar. Ia menguncinya dan memasukan kunci itu ke dalam saku celananya. Jangan tanya Sasuke mendapatkan kunci itu dari mana. Karena memang pria ini lah yang mengusai sekolah ini, dan mempunyai banyak akses yang ia inginkan.

“Ke-kenapa k-kau kunci Sasuke-san??” Hinata mulai panik ketika Sasuke sudah berhasil mengurungnya disini. Perasaannya semakin tidak enak sekarang. Sasuke semakin terlihat sangat berbahaya kali ini. Mata onyx sehitam malam miliknya menatapnya penuh intimidasi, seakan bisa mengulitinya hidup-hidup.

 

“Aku hanya ingin berduaan denganmu. Kau tahu? Aku sangat merindukanmu Hyuuga,” Sasuke berjalan perlahan mendekati Hinata. Serangaian khas milik pemuda itu terus menghiasi wajah tampannya. Dengan refleks Hinata memundurkan langkahnya ke belakang. Sampai punggungnya menyentuh tembok yang ada di belakangnya.

 

“M-mau apa kau?” Hinata mencoba untuk menghilangkan rasa gugupnya dihadapan Sasuke. Sasuke yang melihat tingkah Hinata hanya tersenyum tipis. Sungguh Ia sangat merindukan saat Hinata seperti ini, yang takluk di dalam jeratannya. Bagaikan sang mangsa yang siap di terkam oleh predator.

 

“Hanya ingin melihatmu dari dekat.” Lengan Sasuke kini sukses memenjarakan tubuh mungil Hinata. Tangannya membelai pipi Hinata perlahan. Membuat sang gadis menahan nafasnya, saat merasakan sentuhan dari Sasuke.

 

“L-lepaskan a-aku,” Jantungnya seaakan berpacu dengan cepat ketika melihat Sasuke dengan jarak seperti ini. Wajah Hinata merah padam saat Ia merasakan hembusan nafas hangat Sasuke menerpa wajahnya. Wangi mint milik pemuda itu, bisa Hinata cium dengan jelas. Wangi itu benar-benar memabukan!

Sasuke dengan perlahan mendekatkan bibirnya pada bibir kissable milik Hinata. Hinata dengan refleks memejamkan matanya. Ia hanya takut dengan apa yang akan terjadi.

 

“Kenapa kau menutup matamu, Hm?” Sasuke berbisik sambil menempelkan bibirnya di bibir Hinata. Ketika merasakan tidak adanya sentuhan apapun di bibirnya. Putri Sulung Hiashi itu membuka matanya tepat. Tapi saat Ia membukanya, dan matanya sudah terjerat oleh tatapan dari onyx milik Sasuke. Hinata hanya bisa terdiam, ketika Sasuke melumat bibirnyanya pelan, membuat Hinata merasakan desiran aneh ketika Sasuke menciumnya.

“mmhhh…” Hinata mendesah pelan ketika Sasuke menghisap bibir bawahnya. Tenaganya seolah habis hanya dengan ciuman Sasuke. Sasuke menarik pinggang Hinata agar gadis itu tak jatuh. Semakin memperdalam ciuman mereka ketika Sasuke menarik tengkuk Hinata, dan mulai menekan lidahnya, agar Hinata mengizinkannya untuk mengekspolarasi semuanya.

 

“nghhh” Hinata terus melengguh pelan dalam ciumannya dengan Sasuke. Entah apa yang membuatnya seperti saat ini sekarang. Ciuman Sasuke seakan menghipnotisnya untuk menikmati semua sentuhan yang diberikan pemuda tampan ini. Kini Sasuke berhasil mengeksplorasi apa yang ada di mulut Hinata. Lidah Sasuke dengan lihai mengabsen satu persatu gigi putih Hinata, dan tak lupa Ia mengajak lidah Hinata agar gadis itu Ikut dalam permainan lidahnya yang panas.

 

“mmmhhh…. Sashh…” Sasuke semakin merapatkan pelukannya pada Hinata. Entah sejak kapan, kini lengan Hinata sudah bertengger manis di leher si tampan Uchiha. Hinata menjambak pelan rambut raven itu, seolah menikmati permainan Sasuke. Hinata benar-benar hilang akal sekarang!

 

“Kau menikmatinya Hinata,” Sasuke berbisik di atas bibir Hinata. Bibir mereka masih menempel satu sama lain, membuat wajah Hinata merah padam ketika menyadari bahwa Ia tadi menyukai ciuman Sasuke.

 

“T-tidak.” Hinata membuang muka, enggan untuk menatap onyx Sasuke yang sedari tadi menatapnya. Apalagi ketika melihat pemuda itu menyeringai penuh kemenangan.

 

“Kau tidak bisa berbohong padaku.” Sasuke menarik dagu Hinata. Hinata hanya diam ketika pandangannya terkunci pada wajah tampan Sasuke. Entah sihir apa yang sudah Sasuke lakukan padanya. Tapi yang pasti, tubuhnya sama sekali tidak bisa di gerakan saat ini.

 

“Sudah puas memandangi wajah tampanku, hmm??” Sasuke kini mengeluarkan kembali lidahnya, dan mulai menjilat leher Hinata. Diciumnya leher mulus Hinata hingga terciptalah sebuah kissmark yang jelas disana. Hinata hanya bisa diam. Mencoba menggigit bibir bawahnya, agar Ia tidak mengeluarkan desahan memalukannya. Ia bingung, dan tidak mengerti. Seharusnya Ia bisa mendorong tubuh Sasuke untuk menjauh. Tapi yang Ia lakukan hanya bisa diam tak berdaya ketika Sasuke berkuasa atas kontrol tubuhnya.

 

“Ahh…” Sasuke kembali melancarkan serangannya, kini tangannya membuka satu kancing seragam Hinata. Ciuman Sasuke kini turun ke bawah, Ia mulai mencumi dada atas Hinata dan menjilatnya. Ah,, sungguh Sasuke bisa gila jika menyentuh Hinata.

 

“shh,,J-Janganhhh.. ahh” Hinata tak bisa menahan desahannya ketika Sasuke kembali menggigit lehernya. Tubuhnya serasa panas ketika Sasuke terus menyentuh bagian sensitive tubuhnya. Hinata baru pertama kali merasakan hal seperti ini. Tubuhnya panas sekarang.

 

“Kau manis, aku suka.” Sasuke kembali membuka kancing atas Hinata, hingga seragam yang di pakai Hinata berantakan. Wangi lavender menguar menggoda Sasuke untuk kembali menciumi semua tubuh molek Hinata.

 

“Hikss,, Le-Lepaskan aku.. Hikss.. Jangan Sasuke.. Hikss” Hinata mulai menangis ketika Sasuke semakin liar menginvasi tubuhnya. Sasuke terdiam. Ia tidak ingin membuat Hinata menangis. Demi Kami-sama, Sasuke tidak ingin menyakiti gadis itu!

 

“Arghhh,, ma-maafkan aku Hinata.” Sasuke menjambak rambut ravennya frustasi. Ia kira Hinata menikmati semua sentuhannya. Tapi Ia salah, Hinata sama sekali tidak menyukainya. Dengan tatapa bersalahnya, Ia mencoba menatap Hinata yang sekarang tampak kacau. Seragam yang seharusnya rapi, kini berantakan dengan tiga kancing atas yang terbuka, roknya bahkan sudah tertarik ke atas, sehingga memperlihatkan paha mulus dari Hyuuga Hinata. Siapa yang tahan jika di suguhi pemandangan seperti ini?

 

“Jangan menangis. Maafkan aku.” Sasuke mengancingkan kembali seragam Hinata. Hinata terlihat rapi lagi. Tapi tidak dengan tubuhnya yang bergetar menahan tangis, dan juga wajahnya yangsudah sembab. Sasuke yang melihatnya seakan tertohok. Ini bukan yang Sasuke inginkan. Pemuda berambut raven itu memeluk Hinata dengan erat. Berharap gadis itu menghentikan tangisnya. Tak lupa juga, Ia mengumamkan kata maaf beberapa kali.

 

“Maaf, aku tak bermaksud seperti itu. Maafkan aku.” Sasuke mengeratkan pelukannya. Sungguh Ia takut jika Hinata semakin membencinya. Ia tidak ingin membuat Hinata menangis. Sadar tubuh Hinata sudah tidak bergetar lagi, Sasuke melonggarkan pelukannya.

 

“ Su-sudahlah, aku ingin kembali ke kelas Sasuke-san. Le-lepaskan aku,” Hinata menunduk menyembunyikan wajahnya, sambil mendorong tubuh Sasuke. Hingga pelukan mereka terlepas.

 

“Baiklah, kembali lah ke kelas Hinata.” Sasuke melepaska pelukannya pada Hinata. Hinata bernafas lega ketika Sasuke memberikan kunci untuk keluar dari atap. Tanpa basa-basi Hinata langsung mengambilnya.

 

“K-kau juga kembalilah ke kelas. Sa-sampai jumpa lagi Sasuke-san.” Dan Hinata pun keluar dari atap meninggalkan Sasuke disana.

 

‘Akan ku buat kau mencintaiku Hinata.’

 

oOo

Hinata berlari di lorong sekolah dengan terburu-buru. Ia sudah telat 20 menit pada pelajaran Kurenai Sensei. Semua ini karna Sasuke! Ah Hinata benci pemuda itu. Semoga saja Sasuke tidak berniat masuk kelas. Ia malu jika bertemu dengan Sasuke sekarang. Apalagi jika mengingat kejadian barusan. Wajah Hinata pasti akan memerah sempurna.

 

Brakkk

 

Hinata terjatuh dengan sangat tidak elit. Gadis itu baru saja menabrak seorang Pria berambut blonde yang kini mengaduh kesakitan akibat di tindih Hinata.

 

“Ahh,, Itaiiii.” Pemuda itu meringis kesakitan. Hinata hanya bisa terdiam melihat pemuda yang ada di bawahnya itu. Amethys gadis itu membulat sempurna saat ini.

 

“Hey, bisakah kau menyingkir.” Suara pemuda itu terdengar jelas sekarang.

 

‘Jika terus dalam keadaan seperti ini, gadis ini bisa membangunkan sesuatu dibawah sana. Kami-Sama jangan membuatku menyerang gadis lugu ini.’ pemuda berambut blonde ini membantin pasrah, melihat Hinata yang hanya diam memandangi wajahnya.

 

“Hey, Bangunlah. Jangan menindihku seperti ini.” pemuda itu mengencangkan suaranya, agar Hinata sadar dari lamunannya. Dan Bingo ! gadis itu bangun dari tubuh pemuda itu dengan wajah merah padam. Ia lalu terduduk sambil menundukan kepalanya.

 

“Aaaa Go-gomenasai. Aku tak sengaja. Maafkan aku Uzumaki-san.” Hinata membungkuk minta maaf. Sungguh Ia sangat malu. Baru kali ini Ia bisa menatap wajah Naruto dengan dekat, dan berbicara dengannya.

 

“Eh? Kenapa kau tahu namaku? Setauku aku tidak mengenalmu.” Naruto ikut berdiri dan mulai menatap Hinata dengan heran.

 

“E-etto k-kau kan t-terkenal di sekolah ini. J-Jadi a-aku mengetahui namamu.” Hinata menundukan wajahnya agar Naruto tidak dapat melihat wajahnya sekarang.

 

“Aku tak terlalu kenal. Hehehe.” Naruto tersipu malu. Jujur Ia tidak terkenal di sekolah ini seperti Sasuke. Tapi gadis di hadapannya ini menarik.

 

“Siapa namamu??”

 

“H-hyuuga Hinata.” Jawab Hinata pelan seperti berbisik ketika Naruto bertanya namanya. Gadis itu masih menundukan wajahnya.

 

“Nama yang indah, kau jangan selalu menunduk Hinata-chan. Aku jadi tak bisa melihat wajahmu.” Naruto menarik pelan dagu Hinata. Hingga amethys dan sapphire itu saling bertemu satu sama lain.

 

“Eh? B-baiklah N-naruto-kun.”

 

“Bagus, kembalilah ke kelas Hinata-chan” Naruto mengacak-acak pelan rambut indigo Hinata. Hinata hanya mengangguk dan mulai menjauh dari Naruto. Takut jika Naruto dapat mendengarkan debaran jantungnya.

 

Tanpa Hinata sadari sepasang mata onyx kelam, menatap tidak suka.

To Be Continued ^^

 

Mind to review??

 

Astia morichan