I Love Your Moan, Yeol !!| BaekYeol FF| NC| Yaoi

I Love your Moan, Yeol!!

RM18!

Romance, Drama, school life

Warning! OOC, TYPO, ABAL, ALUR CEPET, YAOI, Please Be Patient With me ^^

Chanyeol sangat menyukai Baekhyun. Hal yang terlintas dibenaknya adalah supaya Baekhyun selalu melihatnya dengan memarahinya setiap saat!! Dan suatu hari Baekhyun tanpa sengaja menyentuh ****. Sehingga Chanyeol meminta pertanggung jawabannya !!!

a/n: untuk Chapter ini warning!!! Yang belom cukup umur Jangan baca. Dosa tanggung masing-masing ok?!! ^^

Chanyeol X Baekhyun

Jadilah Readers yang baik dengan meninggalkan jejak anda walaupun hanya setitik. Sungguh, itu sangat berarti bagi saya ^^

EnJOY^^

.

.

.

Seoul International School, adalah Sekolah yang paling Favorite di Korea. Byun Baekhyun sangat beruntung masuk ke sekolah ini. Namja manis yang kini berumur 17 tahun itu, tengah berada di Ruang Osis. Ia adalah sekertaris organisasi yang terkenal di sekolahnya itu. Kini terlihat Baekhyun tengah melipatkan tangannya di dada. Bertanda bahwa Ia sangat kesal.

 

“Kau yangmenyusun laporan ini kan Baek?? Kenapa urutannya berantakan sekali? Bisa tidak kau bekerja dengan benar, Hah??!!” Namja berparas tampan yang mempunyai tinggi badan bak tiang itu memarahi Baekhyun. Ia- Park Chanyeol sangat marah ketika melihat hasil kerja dari anggotanya.

 

“Ya, memang kenapa kalau aku yang menyusunnya ?? aku pikir itu sudah benar.” Baekhyun mengerucutkan bibirnya kesal. Ia sangat benci pada Chanyeol yang sangat suka memarahinya tiap saat. Benar-benar menyebalkan !!

 

“Apa kau bodoh? Teliti baik-baik.” Chanyeol melemparkan laporan yang sudah susah-susah Baekhyun kerjakan di atas mejanya.

 

“Yahh!! Park Chanyeol!! Aku ini pintar. Dan aku akan menyelesaikan laporan ini sekarang!!” Baekhyun dengan cepat mengambil kertas yang sudah berserakan itu dan mulai pergi ke mejanya.

 

‘Liat saja, akan ku balas kau tiang bodoh!!!’ Baekhyun hanya bisa mengumpat dalam hati dan mulai memperbaiki laporannya.

 

“Yang lain boleh pulang, aku akan disini bersama si pendek Byun itu.” Chanyeol tersenyum- ah tidak lebih tepatnya Ia menyeringai dan mulai memperhatikan Baekhyun yang tengah berkutat dengan laporanya.

 

“Ne, Kami akan pulang. Annyeong.” ucap Luhan seaakan mewakili anggota yang lain dan mulai meninggalkan Chanyeol dan Baekhyun di ruang osis itu.

 

Dan Tentu saja, kini tinggal Chanyeol dan Baekhyun yang berdua disana. Baekhyun yang sibuk mengerjakan laporan itu. Sungguh Ia ingin segera menyelesaikan laopran sialan itu dari pada harus diam di ruangan ini berdua saja dengan Chanyeol.

Chanyeol yang sedari tadi mendekati memperhatikan Baekhyun mulai mendekati namja manis itu. Suara langkahnya Ia buat sepelan mungkin agar Baekhyun tak menyadari kehadirannya yang kini sudah berada di belakangnya.

 

Grepp

 

Chanyeol memegang bahu Baekhyun. Dengan refleks Baekhyun membalikan badannya karna kaget dan tanpa sengaja pensil yang Ia pegang mengenai. Ehm- Titik sensitive Chanyeol. Sehingga membuat Chanyeol mengeluarkan suara yang tak pernah Ia keluarkan sebelumnya di depan orang lain.

 

“Ennghh,,,” Suara lengguhan itu lolos dari mulut Chanyeol. Wajahnya memerah sempurna dan tubuhnya menjadi panas tak karuan karna Baekhyun yang tanpa dengan sengaja menyentuhnya.

 

“Ehh?? Kau kenapa Yeol??” Baekhyun mengerjapkan matanya polos. Ia sangat kaget melihat Chanyeol dengan wajahnya yang memerah. Ia takut namja tiang itu sakit. Nanti bisa-bisa Ia yang disalahkan.

 

“Aku tak apa.” Ucap Chanyeol sambil memalingkan mukannya. Sial, Baekhyun membuatnya ‘Turn on’ dengan tanpa sengaja menyentuh nipplenya dengan pensil.

 

“Benarkah?? Kau terlihat seperti orang sakit dengan wajah merahmu.” Baekhyun kembali berkutat dengan laporannya. Tanpa memperhatikan Chanyeol yang mulai bergerak gelisah.

 

“Sebenarnya tidak. Ini adalah salahmu Baek.” Ucap Chanyeol sarkatik dan mulai duduk di samping Baekhyun sambil menatapnya intens. Baekhyun benci ditatapi itu seperti Chanyeol. Tatapan matanya seaakan mengulitinya hidup-hidup.

 

“Mwo?? Aku tak melakukan apapun padamu Tiang Bodoh.” Baekhyun membalikan badannya, dan mulai menatap sangar Chanyeol.

“Kau harus tanggung jawab.”

 

“Aku harus Tanggung jawab apa?? Aku tak melakukan apapun padamu.” Ingin sekali Baekhyun menjitak kepala Chanyeol yang terlampau jenius itu. Rasanya menyebalkan !! Walaupun Ia sudah dekat dari dulu dengan Chanyeol, tapi Ia juga membenci namja jangkung yang selalu memarahinya ini. Itu benar-benar membuatnya selalu kesal.

 

“Buat dia tidur.” Chanyeol mulai menarik tangan Baekhyun agar mendekat. Kini Baekhyun sudah ada dalam pangkuan Chanyeol. Ditatapnya mata cantik Baekhyun dengan mata obsidian miliknya. Terkadang Baekhyun seolah terjerat jika menatap mata Chanyeol yang selalu bisa dengan ampuh menghipnotisnya itu.

 

“Dia?? Siapa ? Disini hanya ada kita.” Baekhyun memalingkah wajahnya. Ia kesal pada Chanyeol.

 

“Kau membuatnya bangun Baekie-ah. Sekarang kau harus bertanggung jawab untuk menidurkannya kembali.” Chanyeol berbisik seduktif. Nafas hangatnya menerpa telinganya, hingga membuat Baekhyun geli karnannya.

 

“Aku tak mengerti maksudnya. Sebaiknya kau lepaskan aku agar aku bisa mengerjakan laporan sialan yang kau berikan.” Baekhyun kembali mengerucutkan bibirnya. Ah- bibir kissable itu seakan membuat Chanyeol untuk segera melumatnya.

 

“Aku tahu kau mengerti Baek.” Chanyeol kembali berbisik di telinga Baekhyun. Kini namja itu mulai menjilat telinga Baekhyun. Lidah Chanyeol yang hangat dan basah mulai mengulum telinga Baekhyun.

 

“Enghh,, Yeolhh,,,” Erangan itu lolos tanpa Baekhyun sadari. Chanyeol menghentikan aksinya. Kini Chanyeol mulai turun dan menghisap leher mulus Baekhyun. Sehingga menciptakan kissmark disana.

 

“Buat penisku tidur kembali Baekie-ah.” Ucap Chanyeol disela-sela kecupannya. Chanyeol benar-benar menyukai Baekhyun walaupun Baekhyun tidak pernah tau akan hal itu. Sejak dulu, Chanyeol benar-benar terobsesi pada namja yang tengah Ia ciumi sekarang.

 

“uhh Yeollhh,, kau gi-gilaaa. Ahhhh,,” Baekhyun menggelinjangkan tubuhnya. Rasa panas kini sudah menjalar akibat ciuman yang Chanyeol berikan pada lehernya.

 

“Kau yang membuatku gila dengan desahanmu, Baek. Aku menginginkanmu sekarang.” Chanyeol melepaskan ciumannya dan kembali menatap Baekhyun yang terengah. Namja itu mencoba menstabilkan deru nafasnya.

“Kau gila!! Aku membencimu Park Chanyeol yang selalu memarahiku setiap hari sejak dulu. Aku benci padamu!!” Baekhyun mulai melepaskan dirinya dari pelukannya Chanyeol.

 

Chanyeol terdiam. Ia tak tahu jika Baekhyun akan membencinya seperti itu. Padahal Ia melakukan hal yang membuat Baekhyun marah agar namja itu memperhatikannya saja. Apa itu salah?

 

“Yah, aku gila karna mu. Maaf karna aku selalu memarahimu Baek.” Chanyeol mulai berdiri. Ia mengambil tasnya dan keluar dari ruang osis itu. Meninggalkan Baekhyun yang kini terdiam.

 

“Park Chanyeol. Dia benar-benar membuatku gila!!” Baekhyun mengacak rambutnya frustasi, dan kembali mengingat kejadian yang baru saja Ia lakukan dengan Chanyeol. Ah- Entahlah Baekhyun menginginkannya lagi. Ia tahu Itu benar-benar tak masuk akal. Sepertinya otaknya kerasukan sesuatu.

 

.

oOo

.

Pagi hari datang terlalu cepat. Membuat Baekhyun melangkahkan kakinya enggan memasuki gerbang Seoul International School. Ia malas masuk sekolah. Ia tak ingin bertemu Chanyeol saat ini. Ahh-jika mengingat hal kemarin itu selalu membuatnya berdebar. Menyebalkan!!

Baekhyun terus melangkah kearah kelasnya, sambil meminum susu kotak di tangannya. Ia tak sempat sarapan dirumah. Tanpa memperhatikan jalan yang di depannya, seseorang namja tengah berlari berlawanan arah dan-

 

Brukkk

 

Baekhyun terjatuh diatas tubuh namja itu. Namja yang hari ini ingin Ia hindari-Park Chanyeol!! Its so awesome!! Susu kotak itu tumpah membasahi seragam Chanyeol.

“Ahhh,, mian yeol. Aku tak sengaja.” Baekhyun yang sadar akan posisinya, segera bangkit dari tubuh Chanyeol. Aishh, Ini benar-benar adalah hari sial mu Byun.

“Tak apa.” Ucap Chanyeol dingin. Tak seperti biasanya Chanyeol bersikap dingin seperti itu padanya. Biasanya Chanyeol akan langsung memarahinya. Entah kenapa Baekhyun menginginkan Chanyeol memarahinya detik ini juga.

 

“Biar aku bersihkan di ruang osis. Ayo ikut.” Baekhyun dengan cepat menarik tangan Chanyeol ke arah ruang osis. Membuat Chanyeol menyeringai melihat tingkah Baekhyun, tanpa namja manis itu sadari. Berhati-hatilah Byun!!

 

Ceklek

 

Baekhyun membuka pintu ruang osis itu. Seperti dugaannya. Pagi ini tak akan ada yang masuk ke ruang osis. Pasalnya ruang osis hanya ramai didatangi ketika jam istirahat dan jam pulang.

 

“Duduklah, biar aku bersihkan.” Baekhyun mendudukan Chanyeol di sofa ruang osis itu. Dan entah setan apa yang merasuki Baekhyun. Kini Baekhyun malah duduk di pangkuan Chanyeol!!

 

“Mianhae, Yeolie.” Chanyeol hanya terdiam melihat aksi Baekhyun. Ini benar-benar jauh diluar prediksinya!!

 

Baekhyun mulai mengeluarkan sapu tangannya. Tangannya mulai bergerak membersihkan noda susu yang basah di seragam chanyeol.

 

“Tak apa. Aku yang salah.” Ujar Chanyeol dengan tatapan dinginnya. Baekhyun terdiam. Ia bingung apa yang harus dilakukannya. Ia tak ingin Chanyeol memarahinya seperti ini. Sejak di Junior High School, Chanyeol tak pernah mendiamkannya seperti ini. Entahlah, Ini terasa menyakitkan.

 

“Kau marah padaku?? A-Aku bercanda. Aku tak pernah membencimu.” Baekhyun menatap Chanyeol dengan tatapan sayunya. Tangannya kini mulai mencoba melepaskan kancing di seragam Chanyeol.

 

“Kau menggodaku??” Bukannya menjawab, Chanyeol malah balik bertanya.

 

“Menurutmu??” Baekhyun tersenyum senang, Ia mulai mengalungkan lengannya di leher Chanyeol. Nafasnya yang hangat menerpa wajah Chanyeol.

 

“Tidak. Kau bahkan membenciku. Jadi itu adalah hal yang tak mungkin terjadi.”

 

“Yah!! Park Chanyeol pabbo!!!” Baekhyun mencubit pipi Chanyeol dengan keras. Sehingga membuat Chanyeol meringis kesakitan.

 

“Aishh, Appoo.” Chanyeol mendelik marah. Tangannya mulai bergerak ke arah pinggang Baekhyun. Dan mencoba menurunkan namja manis ini dari pangkuannya. Tapi sayang, baekhyun menahannya dengan cepat dengan mengeratkan pelukannya pada leher Chanyeol.

 

“Jangan mendiamkan aku seperti ini Yeol. Aku lebih suka jika kau marah saja padaku.” Baekhyun mulai menurunkan kepalanya, dan mencium, menjilat leher Chanyeol.

 

“Kau benar-benar menggodaku Byun Baekhyun?” Chanyeol yang memang sejak tadi menunggu kesempatan ini(?) mulai mengelus paha Baekhyun yang masih terbalut oleh celana seragamnya.

 

“Ehmm,, Tidak..” Baekhyun segera berdiri dan melepaskan dirinya dari Chanyeol. Membuat Chanyeol menatap Baekhyun heran.

“Mempermainkanku, eoh??” Dan Chanyeol kembali menarik Baekhyun agar berbaring di sofa, dan mulai menindih badan mungilnya.

 

“Tidak juga.”

 

“Aku akan memberimu hukuman, Baek” Dan Chanyeol menampilkan seringaiannya, sehingga membuat Baekhyun menyesal telah menggoda Chanyeol seperti ini.

 

T.B.C

Mind To Review?

 

Astia Morichan ^^

 

 

 

 

Advertisements

17 thoughts on “I Love Your Moan, Yeol !!| BaekYeol FF| NC| Yaoi

  1. annyeong thor.., mian bru coment 😀 ak readers bru dsini 🙂

    btw, bleh minta Pw next chapter nya?? jeball ne..? s ak penasaran bgt lanjutan ny gmana..

    jd jeball ne minta pw ny?? -gomawo 🙂

  2. Aaaa~ ini keren dan seru^^ sebenernya sih udah baca dr kemaren2 tp baru sempet komen^^ mianhae^^ bahkan sering aku ulang bacanya^^ semangat kakak author ini^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s