Love Is Blind | KyuMin| Yaoi

0

Title: Love Is Blind

Rate: T

Genre: Romance, Hurt, Angst/?

Disclamair : KyuMin belong each other

Summary: Cinta itu buta, dan aku mengalami hal itu. Walaupun disakiti oleh Kyuhyun, tanganku selalu terbuka lebar ketika Ia kembali padaku

Warning: TYPO, OOC, ALUR KECEPETAN, ABAL, YAOI, BL, DLL

Pair : Kyuhyun X Sungmin

a/n: FF yang terinspirasi ketika lagi galau akut

Happy Reading

EnJOY

.

.

.

Sungmin POV

 

Cinta itu buta. Itu yang semua orang bilang. Dan sepertinya aku mengalami hal tentang cinta yang buta padanya- Cho Kyuhyun. Namja tampan yang di gilai yeoja, atau pun namja di manapun. Mungkin aku salah satu orang yang paling beruntung, karna aku bisa memiliki Kyuhyun.

Aku pikir membuat cerita cinta dengan Kyuhyun akan membuatku selalu bahagia. Tapi nyatanya, aku salah. Aku salah berpikir tentang itu. Kalian tau? Terkadang Kyuhyun selalu membuatku sakit hati. Ah- tidak, mungkin sering menyakitiku tanpa Kyuhyun sadari. Bahkan aku selalu bertanya-tanya, apakah benar Kyuhyun itu mencintainya? Aku pikir hanya aku saja yang mencintainya sepihak, sedangkan Kyuhyun sama sekali tidak mencintaiku. Seperti saat ini.

 

Aku duduk mematung, berhadapan dengan Kyuhyun yang sedari tadi memasang wajah dinginnya setelah apa yang Ia ucapakan beberapa detik yang lalu, sehingga membuatku seperti ini.

 

“Ming, sebaiknya kita putus saja”

 

Rasanya aku ingin terjun kejurang saat itu juga, ketika Kyuhyun mengatakan hal itu. Putus?? Semudah itu Ia mengatakan hal itu. Hubungan kami padahal sudah terjalin hampir 2 tahun. Dan di akhir cerita cinta ini, Kyuhyun memutuskanku.

Aku mendongkakkan kepalaku. Mata foxyku menatap mata obsidiannya dalam. Seolah mencari tahu bahwa itu hanya lah sebuah lelucon yang Ia buat. Tapi nyatanya tidak, yang aku lihat mata obsidian yang selalu bisa menghipnotisku itu tidak berbohong padaku.

Lidahku kelu, aku tak bisa mengucapkan apapun padanya. Rasanya sakit. Sungguh ini benar-benar menyakitkan!! Rasanya aku sudah tak tahan untuk menangis di depan Kyuhyun. Tanpa aku sadari, air mataku sudah tumpah membasahi pipiku.

 

“Hiks,, Waeyo,, Kyu??” Aku bertanya dengan sedikit terisak. Walaupun suaraku pelan, aku yakin Kyuhyun mendengarku.

 

“Tak apa, aku hanya ingin putus denganmu Ming” Kyuhyun berkata dengan datar. Namja tampan itu, kini berdiri dari duduknya.

 

“Selamat tinggal, Ming” Dan Kyuhyun pergi meninggalkan ku sediri di Cafe itu. Kyuhyun pergi tanpa menoleh kepadaku yang tengah menangis meraung-raung memanggilnya agar kembali padaku.

.

.

Kini aku sudah berada di kamar ku. Eunhyuk yang merupakan sahabat terbaikku, membawaku kembali ke apartement ku. Tentu saja, namja pemilik gummy smile itu melihatku tengah menangis di Cafe dan Ia mengantarku pulang.

Aku merebahkan diriku di tempat tidur. Rasanya ini masih terasa sakit. Walaupun Kyuhyun sering menyakitiku, dan kami selalu bertengkar hanya dengan sebuah hal sepele- ah tidak hal yang memang sangat sulit dimaafkan. Tapi Ia tak pernah mengucapkan kata putus padaku.

 

“Apakah Ia kembali kepada selingkuhannya?” Aku bergumam kecil, ketika mengingat bahwa memang Kyuhyun pernah menduakanku.

Sedih? Tentu saja itu menyakitkan mengetahui orang yang kita cintai bermain di belakang kita. Haha, aku bodoh kan? Setelah mengetahui Kyuhyun selingkuh. Aku sama sekali tak marah. Aku terus mencoba tersenyum walaupun itu sangat menyakitkan. Berulang kali Kyuhyun meminta maaf padaku atas tindakannya. Aku hanya bisa mengangguk, memaafkan Kyuhyun. Agar namja itu tidak meninggalkanku. Kalian mungkin akan menganggapku bodoh karna dengan mudah menerima Kyuhyun kembali. Aku sudah mengatakannya kan. Cinta itu buta!

Walaupun Kyuhyun selalu menyakitiku, tapi aku selalu menerimanya karna aku benar-benar mencintainya. Aku benar-benar menyedihkan bukan?

 

Dreett Drettt

 

Ponselku berdering. Aku segera mengeceknya dan melihat sebuah pesan masuk.

 

Min-ah, aku akan ke apartementmu, sebentar lagi aku sampai.

Tunggu aku di sana. Arrachi?

 

Kim Ryeowook

 

Pesan dari Ryeowook membuatku tersenyum. Mungkin Eunhyuk memberitahukan tentang hal ini pada Ryeowook untuk menemaniku yang tengah terpuruk akan kesedihan ini. Eunhyuk memang tak bisa menemaniku setelah mengantarku pulang. Ia harus tetap bekerja jika tak ingin di pecat dari kerja sambilannya.

 

Sambil menunggu Ryeowook datang, aku memainkan handphoneku. Entahlah, tanganku bergerak memencet tombol galery. Di folder itu semua isinya adalah fotoku bersama dengan Kyuhyun ketika kami masih bersama. Aku terpaku menatap foto dimana Kyuhyun tengah mencium pipi ku, dan aku tersenyum bahagia disana. Aku mengingat momen itu!

 

“Kyuhyun-ah?” Aku menatap mata Kyuhyun dalam, kini aku sudah berada dalam pelukan namja tampan itu.

 

“Waeyo?” Kyuhyun mengusap pipiku lembut, dan semakin mengeratkan pelukannya.

 

“Aku sangat mencintaimu Kyu. Aku takut jika kau meninggalkanku. Jangan tinggalkan aku ne?” Aku menatap Kyuhyun penuh harap. Aku benar-benar takut jika suatu saat Kyuhyun akan meninggalkanku. Itu akan membuatku sulit untuk hidup tanpanya.

 

“Aku lebih mencintaimu, Ming. Aku berjanji tak akan meninggalkanmu sebelum kau yang meninggalkanku duluan” Aku tersenyum mendengar Kyuhyun mengucapkan hal itu.

 

“Kau tahu? Aku tak akan pernah meninggalkanmu” Aku berjinjit pelan untuk menggapai bibirnya. Yah- aku mencium bibir tebal Kyuhyun, dan Kyuhyun membalas ciumanku hingga aku lupa dunia akibat ciuman hangatnya pada bibirku.

 

Aku tersenyum miris ketika mengingat momen itu. Mana janjimu Kyu? Kau bilang kau tak akan pernah meninggalkanku. Tapi nyatanya, kau meninggalkanku tanpa sebuah alasan yang jelas!!

Aku kembali menangis meraung-raung di kamarku. Mungkin kali ini mataku sudah bengkak, karna sedari tadi menangis.

 

TeT

 

Suara pintu apartement ku yang berhasil di buka terdengar. Membuatku menoleh ke arah pintu, dan melihat sosok Kim Ryeowook yang tengah menghampiriku dengan menatapku penuh rasa khawatir. Tentu saja Ryeowook sudah mengetahui password apartementku. Dia orang ketiga yang mengetahui password apartementku selain Kyuhyun dan Eunhyuk.

 

Grep

 

Ryeowook menerjangku setelah jaraknya denganku sudah dekat. Ia langsung memelukku erat. Namja manis itu kini menangis.

 

“Min ah, gwaenchana??” Ucap Ryeowook sambil terus memelukku. Kali ini, aku menangis dalam pelukan Ryeowook untuk pertama kali. Aku yang selalu terlihat kuat oleh semua orang, kini hancur hanya karna seorang Cho Kyuhyun yang memutuskanku.

 

“Hikss,, Wookie-ah,, I-Ini,, Hikss,, sakitthh, hatiku sakit Wookie-ah. Aku tak tahu harus bagaimana. A-Aku tak bisa tanpanya” Aku semakin memeluk Ryeowook erat, menumpahkan semua beban pikiranku padanya. Ini sakit!! Dan aku perlu seseorang untuk membagi semua rasa sakitku.

 

“Aku tahu Min. Kau harus kuat ne” Ryeowook melepaskan pelukannya. Kini Ryeowook mengusap airmataku penuh sayang.

“Kau tahu? Kalau kau menangis kau terlihat jelek, Min” Ryeowook mencubit pipiku gemas. Hingga kini membuatku tersenyum karna tingkahnya.

 

“Kau harus melupakan Kyuhyun. Kau harus bisa melupakannya. Dia sangat bodoh meninggalkanmu seperti ini. Aku pastikan, Cho Kyuhyun akan aku hajar ketika bertemu dengannya” Ryeowook mengepalkan tangannya seolah Ia bisa menghajar Kyuhyun.

 

“Ya, aku akan mencoba melupkannya. Walaupun mungkin butuh waktu yang lama” Aku mengusap air mataku, dan berusaha tersenyum.

“Itu baru Lee Sungmin yang ku kenal. Kajja, lebih baik kita makan dan menonton acara BBC kesukaan kita” Ryeowook tersenyum padaku sambil menunjukkan kantung kresek yang berisi makanan ringan padaku. Aku membalas senyum, dan berusaha melupakan Kyuhyun dengan cara ini. Ryeowook benar, aku harus melupakan Kyuhyun. Aku harus membuktikan padanya, bahwa aku bisa tanpanya.

.

.

.

Hari ini, aku memutuskan untuk menerima ajakan Eunhyuk dan Ryeowook untuk menonton film horor terbaru di bioskop. Kini aku dan Ryeowook tengah menunggu Eunhyuk yang belum terlihat batang hidungnya di Cafe Starbucks.

“Hyukie lama sekali” Ryeowook mempoutkan bibirnya, sambil mengaduk kopi manis yang Ia pesan.

 

“Mungkin sebentar lagi” Aku hanya bisa tersenyum melihat tingkah Ryeowook yang terlihat sangat menggemaskan dimataku.

 

Sambil menunggu Eunhyuk yang belum datang. Aku mengedarkan mataku ke depan jalan raya. Melihat orang berlalu lalang di trotoar dan mobil yang melintas. Sampai padangan mataku terhenti ketika melihat sosok yang sangat aku rindukan. Ia Cho Kyuhyun yang tengah menggandeng tangan seorang yeoja dengan senyum yang bertengger di wajah tampannya. Demi apapun aku sangat merindukan senyum menawannya, yang selalu Ia berikan padaku. Tidak pada orang lain, seperti yeoja yang tengah di gandeng.

 

Tanpa aku sadari, air mataku sudah membasahi pipiku. Ryeowook yang melihatku menangis, langsung menoleh ke arah yang sedari tadi aku pandangi.

“Min-ah, kajja. Sebaiknya kita pergi dari sendiri” Ryeowook menggenggam tanganku, dan menarikku pergi menjauh dari Kyuhyun.

 

Rasa sakitku kini terasa lagi. Ini benar-benar menyakitkan. Apa Kyuhyun memutuskanku karna yeoja itu. Apa yeoja itu lebih baik dariku? Siapa yeoja itu?

 

T.B.C

 

Mind to review?

 

Lagi galau nih 😥 jadi buat cerita ini.

Bentar lagi kann puasa jadi gak mungkin kalo aku lanjut FF rate M. Jd aku buat FF ini. Ini gak akan panjang2 kok chapternya Cuma dikit kayanya :”(

 

Astia_Morichan

 

I Love U Papa Chap 4| KyuMin Fanfict| Yaoi| warn

3

Title: I Love You Papa

Rate: M

Genre: Romance, Family, Freindship

Disclamair: KYUMIN bukan punya aku ._. tapi FF ini punya aku.

Summarry: Kyuhyun dan Sungmin adalah seorang ayah dan anak. Tapi mereka melakukan hal kelewat batas melebihi batas ayah dan anak.

WARNING: YAOI, BL, TYPO, OOC, alur kecepetan DLL
A/N: INIi FF REMAKE DARI PAPA TO KISS IN THE DARK !!! INI REMAKE DARI ANIME OVANYA !! AKU GEGARA BUAT ITU PENGEN BUAT VERSI KYUMINNYA. DISINI KYUHYUN PEDO ._.

Flame? Boleh kok cinta ❤

Sesuai voting review yah. hehe

KYUHYUN :28 TAHUN

SUNGMIN: 16 TAHUN

SEMOGA SUKA ^^

HAPPY READING

KYUMIN IS REAL^^

enJOY

.

.

.

Prev

“Dan aku-“

 

“Eh, Hyuk-ah?”

 

“ mencintaimu Lee Sungmin” Ucap Eunhyuk membuat Sungmin tersentak mendengar penuturan dari sahabat kecilnya itu.

.

.

.

Namja manis itu-Sungmin terdiam setelah mendengar penuturan dari sahabatnya- Lee Hyuk Jae. Sungguh Ia sama sekali tidak menyangka bahwa Eunhyuk menyukainya selama ini. Apakah harus Ia terima cinta Eunhyuk? Tentu saja tidak mungkin, karna Sungmin sangat mencintai Kyuhyun. Tapi Sungmin tak ingin membuat Eunhyuk patah hati.

 

“Hyuk-ah, Lepaskan aku. Kau membuatku takut” Cicit Sungmin pelan sambil mendorong tubuh Eunhyuk perlahan. Berharap Eunhyuk berhenti menindihnya yang seakan-akan menerkam Sungmin saat itu juga.

 

“Maafkan aku Ming” Tatap Eunhyuk penuh penyesalan. Sungguh, demi apapun Eunhyuk sama sekali tidak berniat membuat Sungmin ketakutan. Akhirnya Eunhyuk melepaskan Sungmin. Kini Eunhyuk tengah terduduk di ranjangnya sambil menatap Sungmin yang mulai menampilkan senyum kelincinya.

 

“Tak apa, Hyuk-ah” Sungmin pun ikut duduk di ranjang Eunhyuk sambil menatap sahabatnya itu.

 

“Ming, boleh kah aku bertanya sesuatu?” Tanya Eunhyuk sambil tetap menatap Sungmin dalam.

 

“Tentu, kau ingin menanyakan apa Hyuk-ah?” Sungmin memiringkan kepalanya bingung. Apa Eunhyuk meminta jawaban atas perasaannya? Semoga saja tidak.

 

“Kita sudah sangat lama bersama dan aku lihat kau seperti mencintai ayahmu- Kyuhyun. Dan pada akhirnya tidak ada yang dapat kulakukan untuk merebutmu dari ayahmu, Ming. Jadi, aku sudah menyiapkan diriku untuk menerima kenyataan bahwa kau sangat mencintai Kyuhyun. Tapi aku sudah membuat resolusi untuk semua ini” Ucap Eunhyuk sambil mengepalkan tangannya penuh semangat.

 

“Eh,, Maksudmu??” Sungmin kembali memiringkan kepalanya bingung. Ia benar-benar tidak mengerti apa yang diucapkan sahabatnya ini. Resolusi apa maksudnya? Eunhyuk benar-benar membuatnya bingung.

 

“Aku akan memutuskan untuk selalu mencintaimu, Min” Eunhyuk kembali menatap Sungmin intens. Berharap Sungmin dapat membalas perasaannya. Walaupun Ia tahu itu semua sangat tidak mungkin.

 

“Kita kan teman baik Hyuk-ah. Kau adalah sahabatku. Kita tidak bisa melakukan semua ini. Aku tak ingin merusak persahabatan yang sudah kita jalin Hyuk-ah” Sungmin memalingkan wajahnya. Ia tak sanggup untuk melihat wajah terluka Eunhyuk. Sungguh Sungmin sangat menyayangi Eunhyuk sebagai sahabat yang Ia punya.

 

“Haruskah aku menunggu agar kau membalas perasaanku, Ming?”Kini Eunhyuk menangkupkan pipi Sungmin. Mencoba membuat Sungmin menatap matanya.

 

“I-Itu” Sungmin kembali memalingkan wajahnya ketika mata foxynya menatap mata Eunhyuk.

 

Greep

 

Eunhyuk membawa Sungmin kedalam pelukannya. Namja pemilik gummy smile itu, memeluk Sungmin erat.

 

“Well, aku akan menunggu sampai kau membuka hatimu untukku, Ming. Walau itu memerlukan waktu yang sangat lama”

 

“Mianhae, Hyuk-ah” Ucap Sungmin pelan, sambil membalas pelukan Eunhyuk.

.

.

.

Sungmin kini tengah terduduk di meja makan. Ia sudah pulang dari apartement Eunhyuk sore tadi. Ia benar-benar tidak enak pada sahabatnya itu karna sudah menolak perasaannya. Tapi mau bagaimana lagi? Sungmin benar-benar tidak mencintai Eunhyuk.

 

Sungmin tersenyum ketika Ia membuka lembaran foto yang berisi dirinya yang ketika berumur 5 tahun dengan Kyuhyun yang tengah menggendongnya sambil memamerkan senyum tampannya. Sungmin kembali tersenyum ketika mengingat momen di pantai Osaka, Jepang bersama Kyuhyun. Tapi tatapanya terhenti ketika melihat foto dirinya tengah memeluk Kyuhyun. Tanpa Ia sadari airmata sudah membasahi pipi chubby Sungmin.

 

“Hikss,, Kyu. Apa yang harus aku lakukan sekarang??” Dan tangis Sungmin pecah saat itu juga, ketika Ia bingung apa yang harus ia lakukan. Sungguh Ia sangat takut jika Kyuhyun tau bahwa Sungmin bukan anaknya. Akankah Kyuhyun membuangnya ? Pikiran itu terus menghantui Sungmin. Sampai akhirnya Sungmin tertidur di meja makan sambil menggenggam foto dirinya dengan Kyuhyun.

 

Tapp Tapp

 

Kyuhyun berjalan ke arah Sungmin ketika menyadari Sungmin tengah duduk tertidur di meja makan. Kyuhyun tersenyum sambil mengecup kepala Sungmin berkali-kali. Berharap Sungmin segera bangun dari tidur nyenyaknya.

 

“Jika kau tidur disini, kau akan kedinginan Ming” Ucap Kyuhyun pelan sambil terus mencium pucuk kepala Sungmin. Hingga membuat Sungmin menggeliatkan kepalanya. Merasa tidurnya terganggu, akhirnya Sungmin membuka mata foxynya dan melihat Kyuhyun tengah tersenyum kearahnya.

 

“Nghh, Kyu ?” Sungmin mengusap mata foxynya agar Ia bisa melihat Kyuhyun dengan jelas. Kini Sungmin sudah duduk dengan tegak sambil menatap Kyuhyun yang tengah mengambil air minum di lemari es.

 

“Waeyo, Chagi? Kau harusnya tidur di kamarmu. Jika tidur disini, kau akan masuk angin Ming” Ucap Kyuhyun sambil menegak air minumnya sampai tandas.

 

“Ahni” Sungmin menatap sebuah jam dinding yang bertengger manis di depan matanya. Dan Ia tersenyum kecut ketika menyadari bahwa hari ini Kyuhyun telat pulang lagi. Ia pulang pukul 2 dini hari. Apa sih yang sebenarnya Kyuhyun lakukan??

 

“Kau telat pulang lagi, Kyu”

 

“Ya, setelah bekerja aku harus menemui seseorang”

 

“Benarkah??” Sungmin kini mengerucutkan bibirnya. Ia benar-benar kesal jika Kyuhyun terus saja pulang telat. Sungmin duduk di meja makan menunggu Kyuhyun seharian. Apa Ia pergi kencan dengan seseorang?

 

“Ne, chagi” Kyuhyun kembali menuangkan air minum dan meminumnya sampai habis.

 

“Uhm,, Tentang surat kesehatan keluarga kita-” Ucap Sungmin terpotong ketika Kyuhyun langsung menjawabnya.

 

“Oh, kau membutuhkan copyannya? Aku sudah menyerahkan beberapa hari yang lalu ke sekolahmu, Chagi. Kau tak usah khawatir lagi” Kini Kyuhyun tengah terduduk di nakas dapur sambil menulis beberapa file yang harus Ia serahkan besok.

 

“Ehm, Kyu” Ucap Sungmin membuat Kyuhyun menghentikan tulisannya

 

“Hm??” Gumam Kyuhyun sambil kembali meneruskan pekerjaannya.

 

“Hikss,,” Isak Sungmin pelan. Kyuhyun yang menyadari Sungmin menangis segera menghampiri Sungmin yang masih terduduk.

 

“Kenapa, hm? Apa kau kesepian berada di rumah tanpaku?” Kyuhyun mendekatkan wajahnya pada Sungmin dan menghapus airmatanya.

 

“Tentu saja aku tidak kesepian” Ucap Sungmin sambil menatap Kyuhyun yang tengah tersenyum padanya.

 

“lalu kenapa bunny kesayanganku menangis, hm??” Sungmin memejamkan matanya ketika Kyuhyun terus menatapnya. Ia mengalungkan lengannya pada leher Kyuhyun sehingga membuat Kyuhyun berdiri dan memegang pinggang Sungmin. Ketika Sungmin-

 

“Mhhhhh” Sungmin melengguh pelan akibat ciuman tiba-tiba yang Ia lakukan pada Kyuhyun. Dengan perlahan Sungmin melumat bibir Kyuhyun yang sudah menjadi candu tersendiri baginya. Kyuhyun yang kaget dengan ciuman tiba-tiba yang di berikan Sungmin, dengan cepat tanggap/? Membalas lumatan-lumatan lembut yang di lakukan Sungmin. Kyuhyun menghisap pelan bibir bawah Sungmin yang seolah membuat Sungmin seperti melayang akibat ulah Kyuhyun pada bibirnya. Tahu apa maksud Kyuhyun, Sungmin segera membuka mulutnya dan membiarkan lidah Kyuhyun masuk untuk mengeksplorasi gua hangatnya. Lidah Kyuhyun yang hangat menyapu semua titik-titik sensitiv di mulut Sungmin. Sehingga membuat Sungmin mendesah tertahan .

 

“Nghh,, Kyuhhh” Sungmin menjambak pelan rambut kecoklatan Kyuhyun, untuk melampiaskan rasa nikmat yang Kyuhyun berikan padanya.

Kyuhyun mengangkat tubuh Sungmin ala bridal ke kamar mereka tanpa melepaskan tautan panasnya. Kyuhyun membaringkan Sungmin perlahan, sambil melepaskan tautan bibirnya hingga hanya menyisakan benang saliva yang menghubungkan mereka.

 

“Hah,, hah,,” Sungmin mencoba menstabilkan deru nafasnya. Menghirup oksigen yang Ia bisa sebelum Kyuhyun kembali menginvasi bibirnya.

 

“Min, kau membuatku bergairah hanya dengan ciumanmu”Bisik Kyuhyun seduktif sambil menjilat leher Sungmin dan memberikan kiss mark yang tak akan hilang hanya dalam satu hari.

 

“Ahh,, Kyuhh,, pleasehhh” Sungmin menggeliatkan lehernya berharap Kyuhyun terus menciuminya.

 

“Apa alasanmu menggodaku, hm??” Kyuhyun kini menjilat telinga Sungmin. Sehingga membuat Sungmin kembali mendesah ketika Kyuhyun menyentuh selangkangannya dari luar.
“Ahh,, Kyuhh jangan mengodakuhh.. Nghhh” Sungmin semakin gila dengan permainan tangan Kyuhyun pada tubuhnya. Tanpa Ia sadari Kyuhyun sudah melepaskan semua pakaiannya. Hingga Sungmin polos tanpa sehelai benang apapun.

 

“Katakan Ming” Kyuhyun kini menghisap nipple merah muda Sungmin, Hingga membuat Sungmin menekan kepala Kyuhyun berharap Kyuhyun menghisapnya dengan cepat.

 

“J-Janganh membuangku, Kyuhh. Ahhh A-Aku Akanhh gila tanpamu. Nghh” Sungmin terus menggeliatkan tubuhnya ketika Kyuhyun semakin cepat menghisap nipple kanannya dan memilin nipple kirinya. Sungguh Kyuhyun benar-benar pintar memanjakan tubuh Sungmin.

 

“Kau tahu Ming? Kau adalah segalanya untukku. Aku tak akan pernah membuangmu chagi” Kyuhyun menghentikan isapannya pada nipple Sungmin. Kini namja tampan itu merangkak naik untuk menatap Sungmin yang tengah memandangnya sayu.

 

“Kyu, Cho Kyuhyun. Aku mencintaimu”Dan Sungmin kembali menarik Kyuhyun dalam ciuman panasnya dan tentu saja mereka kembali melakukan persetubuhan panas mereka. Sungmin berharap Ia bisa berjalan normal esok hari.

.

.

.

Pagi datang terlalu cepat. Setelah pergumulan panasnya dengan Sungmin, Kyuhyun masih saja tertidur lelap di ranjangnya. Sementara Sungmin kini tengah bersiap untuk kembali sekolah. Ia kini tengah bercermin. Menatap dirinya yang terbilang sangat cantik untuk ukuran seorang namja. Sungmin kini menatap lehernya yang memerah akibat Kissmark yang Kyuhyun buat tadi malam.

 

“Anak kandung Kyuhyun atau bukan. Aku tetap mencintainya” Ucap Sungmin dengan senyum manisnya dan kini tangannya mengancingkan kancing atas seragamnnya untuk menutup kissmark yang di buat Kyuhyun. Tentu saja kissmark itu harus tersembunyi.

 

“Okey, saatnya ke sekolah” Dengan senyum manisnya, Sungmin keluar rumah. Melangkahkan kakinya menuju sekolah terfavorite di Seoul.

.

.

Sungmin kini sudah sampai di gerbang sekolahnya- Seoul International School. Sebelum Sungmin kembali melangkahkan kakinya. Ia terhenti ketika mendengar suara yang sangat di kenalnya.

 

“Sungmin-ah” Panggil Eunhyuk dan Changmin bersamaan, sehingga membuat Sungmin menoleh dan memberikan senyum terbaiknya kepada sahabatnya. Changmin dan Eunhyuk berlari kecil agar bisa dekat Sungmin.

 

“Tumben kau tak telat, Chang?” Tanya Sungmin ketika jarak Eunhyuk dan Changmin sudah dekat.

 

“Sebenarnya aku hanya sebentar ke sekolah, nanti aku akan ke tempat syuting lagi” Jawab Changmin sambil menggaruk belakang kepalanya yang sama sekali tidak gatal. “Oh iya Ming. Apa benar ayahmu dan Sujin akan segera menikah??”

Pertanyaan Changmin membuat Sungmin menghentikan langkahnya.

“Semua orang tengah membicarakan itu, Ming. Apa kau tak tau? Sebenarnya beberapa hari yang lalu aku melihat Kyuhyun dan Sujin tengah bermesraan di sebuah stasiun TV” Changmin kembali bertanya dengan penasaran akan gosip itu.

 

“Itu hanya rumor, Chang. Kau tak usah mendengarkan rumor tak jelas seperti itu” Ucap Sungmin dingin. Demi apapun Sungmin benci rumor yang menyebutkan Kyuhyun akan menikah dengan yeoja cantik yang tengah naik daun itu. Kyuhyun hanya milik Sungmin, tak boleh ada yang mengambilnya.

 

“Benarkah?? aku kira itu benar” Changmin kembali bertanya dengan polosnya tanpa menyadari aura Sungmin yang sudah berubah sebelum Eunhyuk menyenggol bahu namja jangkung itu agar berhenti bertanya.

“Ah, benar. I-itu hanya rumor saja. Mungkin hanya sebuah kesalahpahaman. Ba-baiklah aku pergi duluan ne. Aku harus segera mengambil gitarku yang tertinggal di kelas dan kembali ke tempat syuting” Ucap Changmin gugup. Ia takut salah bicara kepada Sungmin. Jadi daripada Ia salah bicara lagi, lebih baik Ia segera pergi sebelum Eunhyuk memarahinya.

 

“Jangan khawatir tentang itu, Ming” Ucap Eunhyuk menenangkan Sungmin. Sungmin hanya mengangguk pelan.

 

“Uhm, Soal kemarin aku akan memberikan jawabanmu Hyuk-ah” Sungmin kini menundukan kepalanya, enggan menatap Eunhyuk.

 

“Kau bisa menjawabnya nanti, Ming. Sebaiknya kita masuk sebelum gerbang sekolah ditutup” Dan Eunhyuk dengan cepat menarik tangan Sungmin agar masuk ke sekolah. Jujur saja, Ia takut mendengar jawaban Sungmin yang menolaknya secara langsung. Tapi langkah mereka terhenti ketika suara bass yang Sungmin kenal, memanggil namja cantik itu.

 

“Sungmin-ah” Suara namja tampan itu- Siwon. Membuat Sungmin menoleh dan melepaskan genggaman tangan Eunhyuk. Dengan cepat Sungmin segera menghampiri Siwon, dan meninggalkan Eunhyuk yang kini menatap Siwon tak suka.

 

“Siwon Sunbae, Selamat pagi” Sapa Sungmin dengan senyum manisnya.

 

“Pagi, Ming. Bagaimana dengan kelasmu, Sungmin ah?” Tanya Siwon dengan senyum tampannya yang membuat beberapa siswi terpesona melihatnya.

 

“Ah, ya aku senang di kelas baruku sunbae. Dan juga aku sekelas dengan sahabat ku” Sungmin tersenyum ramah pada Siwon, sebelum menyadari bahwa Eunhyuk sudah menarik tangannya dan menatap Siwon garang.

 

“Ah, Sunbae. Kenalkan dia Lee HyukJae, sahabatku” ucap Sungmin tanpa menyadari aura tak suka dari Eunhyuk yang masih menatap Siwon tak suka.

 

“Hyuk-ah, dia adalah Sunbae kita. Siwon Hyung adalah ketua osis di sekolah kita. Ayo berkenalan dengannya”

 

“Senang bertemu denganmu, Eunhyuk-ssi” Siwon mengulurkan tangannya dengan senyum yang masih bertengger di wajah tampan pemilik lesung pipi itu. Berharap Eunhyuk menjabat tangannya. Tapi sayangnya, Eunhyuk tak membalas jabatan tangannya dan tetap menatap Siwon dengan tatapan membunuhnya.

 

Dengan berat hati, akhirnya Siwon menarik kembali tangannya. “Baiklah, sampai bertemu nanti Min-ah” Ucap Siwon sambil mencium pipi Sungmin pelan. Lalu berlalu meninggalkan Sungmin yang masih mencerna apa yang barusan Siwon lakukan padanya, dan Eunhyuk yang kini terlihat semakin ingin membunuh Siwon saat ini juga.

Eunhyuk dengan cepat menarik tangan Sungmin, dan mulai memeluk namja manis itu.

 

“Ya!! Hyuk-ah Wae?? Ini tak seperti dirimu saja. Lepaskan aku, Hyuk-ah” Sungmin mencoba melepaskan pelukan Eunhyuk.

 

“Jangan terlalu dekat dengannya, Min” Eunhyuk melepaskan pelukannya, dan kini memegang bahu Sungmin, agar namja manis itu bisa menatapnya yang kini tengah serius.

 

“Kenapa?? Siwon Sunbae adalah orang baik. Dia menolongku ketika aku tersesat” Ucap Sungmin sambil memiringkan kepalanya bingung.

 

“Apa kau bodoh, Ming? Siwon melihatmu itu seperti akan ‘memakan mu’ kau harus berhati-hati padanya” Ucap Eunhyuk dengan serius.

 

“Ah, Itu tidak mungkin”

 

“Dia hanya bagus berakting di hadapan mu, Ming. Tak tahu kah kau? Choi Siwon adalah anak dari artis terkenal yang di gosipkan dekat dengan Kyuhyun. Choi Sujin!” Dan ucapan Eunhyuk membuat Sungmin membelalakan matanya tak percaya dengan apa yang Ia dengar.

 

‘Siwon adalah anak dari Sujin?!’

 

T.B.C

 

Oke, TBC dulu yak. Nanti aku lanjut FF ini lagi kok. Tenang aja gak akan ngaret update lagi. Hehe.

Mind to Review?? ^^

 

Oh iya buat haters aku lope dulu nih ❤ gini deh gue jelasin yah. Gue itu KMS, yah walopun gue suka dengan beberapa pairing lainnya. Tapi OTP UTAMA gue itu KYUMIN. Catet tuh baik-baik!! Dan Fandom gue juga ELF!! Catet tuh cinta 😥 oh iya gue juga buat FF overall tentang Kyumin. Walo emang gue beberapa buat pair lain karna emang req dari temen RP gue. Apa itu salah?? Apa karna FF rate M gue ngaret lanjut akhirnya ngeflame?? Maaf gue gak update FF rate M, soalnya gue butuh inspirasi banyak untuk buat rate M, dan gue malah buat FF KyuMin dengan rate T aja. Jadi untuk haters gue, tolong catet tuh baik-baik. Otp gue KyuMin dan fandom gue ELF. Sini kenalan sama gue cinta ❤

 

Astia_Morichan ^^

.

.

I Love Ur Moan, Yeol! Chap 2| BaekYeol FF| Warn

101

I Love your Moan, Yeol!!

RM18!

Romance, Drama, school life

Warning! OOC, TYPO, ABAL, ALUR CEPET, YAOI, Please Be Patient With me ^^

Chanyeol sangat menyukai Baekhyun. Hal yang terlintas dibenaknya adalah supaya Baekhyun selalu melihatnya dengan memarahinya setiap saat!! Dan suatu hari Baekhyun tanpa sengaja menyentuh ****. Sehingga Chanyeol meminta pertanggung jawabannya !!!

a/n: untuk Chapter ini warning!!! Yang belom cukup umur Jangan baca. Dosa tanggung masing-masing ok?!! ^^

Chanyeol X Baekhyun

Jadilah Readers yang baik dengan meninggalkan jejak anda walaupun hanya setitik. Sungguh, itu sangat berarti bagi saya ^^

EnJOY^^

.

.

.

Prev

“Kau benar-benar menggodaku Byun Baekhyun?” Chanyeol yang memang sejak tadi menunggu kesempatan ini, mulai mengelus paha Baekhyun yang masih terbalut oleh celana seragamnya.

 

“Ehmm,, Tidak.” Baekhyun segera berdiri dan melepaskan dirinya dari Chanyeol. Membuat Chanyeol menatap Baekhyun heran.

“Mempermainkanku, eoh??” Dan Chanyeol kembali menarik Baekhyun agar berbaring di sofa, dan mulai menindih badan mungilnya.

 

“Tidak juga.”

 

“Aku akan memberimu hukuman, Baek.” Dan Chanyeol menampilkan seringaiannya, sehingga membuat Baekhyun menyesal telah menggoda Chanyeol seperti ini.

.

.

.

“Ahhh,,, Yeollhhh…” Suara desahan itu lolos dari mulut Baekhyun yang kini tengah terbaring pasrah dengan Chanyeol yang tengah menindih tubuh mungilnya. Tubuh Baekhyun kini tengah terekspos hampir seluruhnya, hingga menampakkan tubuh mulusnya yang kini sudah di penuhi banyak tanda karya seorang Park Chanyeol!

 

“Kau ingin aku berhenti hm?” Chanyeol menghentikan aksinya menjilati nipple menggoda milik Baekhyun. Menatap Baekhyun yang kini tengah mencoba menstabilkan deru nafasnya.

 

Baekhyun terdiam. Ia memalingkan wajahnya yang kini tengah merona. Namja manis ini enggan menatap Chanyeol yang kini menatapnya intens.

 

“Walaupun kau memintaku untuk berhenti, aku tak akan berhenti Baek. Karena kau harus menerima hukuman dariku.” Chanyeol mengangkat dagu Baekhyun agar Ia bisa menatap dengan jelas wajah cantik Baekhyun yang tengah merona.

“Yah!! Aku tak pernah berbuat salah padamu. Jadi kau tak bisa menghukumku.” Baekhyun mengerucutkan bibirnya lucu. Membuat Chanyeol dengan cepat meraup bibir kissable milik Baekhyun. Chanyeol mulai melumat pelan bibir bawah Baekhyun. Sehingga membuat Baekhyun mendesah tertahan akibat ciuman Chanyeol.

 

“Mhhhh…” Entah sejak kapan, kini lengan Baekhyun sudah melingkar indah di leher Chanyeol, hingga kini posisi mereka sudah saling menindih kembali di atas sofa empuk itu. Tangan Baekhyun mulai menjambak pelan rambut kecoklatan milik Chanyeol.

 

“Nghhmm,, Yeolhhh…” Chanyeol semakin membuat Baekhyun menggila dengan jari-jari panjangnya yang kini tengah memilin nipple Baekhyun. Semakin membuat Baekhyun menggelinjangkan tubuhnya ketika sesuatu yang bergejolak di dalam tubuhnya meminta keluar.

 

“Ahhh,, Yeolhhh..” Baekhyun mendapatkan orgasme pertamanya. Baekhyun menatap Chanyeol dengan tatapan sayunya, sambil mencoba menstabilkan deru nafasnya.

 

“Kau menyukainya, hm??” Tanya Chanyeol sambil mengelus pipi Baekhyun, sehingga membuat Baekhyun memejamkan matanya menikmati sentuhan tangan Chanyeol. Chanyeol yang menyadari Baekhyun menyukai permainannya, kini menampilkan kembali seringaiannya tampannnya. Baekhyun mempunyai perasaan yang sama dengannya, walaupun namja berparas imut itu belum mengakuinya. Chanyeol kembali melanjutkan aksinya. Kini Ia berniat untuk menyerang bibir Baekhyun. Tapi sayang sekali, dewi fortuna sepertinya tidak memihak padanya.

 

Tok-Tok

 

Suara ketukan pintu terdengar, membuat Baekhyun membelakan matanya kaget. Sungguh Ia sangat takut jika di pergoki tengah telanjang bulat bersama Chanyeol. Ah tidak, yang hanya naked itu Baekhyun. Sedangkan Chanyeol masih utuh memakai seragamnya, walaupun terlihat sangat berantakan.

 

“Apa ada orang di dalam?? Bukalah aku harus mengambil buku catatanku disana.” Suara Luhan terdengar dengan sangat jelas. Namja itu terus mengetuk pintu ruangan Osis. Ia yakin pasti ada seseorang disana, karna tadi Luhan mendengar suara Baekhyun di dalam.

 

“Aish,, Gawat Yeol. Nanti kita ketahuan.” Ucap Baekhyun ketakutan, sambil mengambil seragamnya dan memakainya dengan cepat.

 

“Sembunyi Baek, cepat rapikan pakaianmu.” Ucap Chanyeol sambil menyeret Baekhyun ke belakang pintu.

 

“Kau menyembunyikanku disini? Bagaimana kalau Luhan melihatku bodoh?”

 

“Ya!! Siapa di dalam?? Cepat buka pintunya !!” Luhan berteriak dengan sangat keras, sambil terus menggedor pintu laknat itu yang tak mau terbuka.

 

“Diam dan sembunyi saja disini, Luhan tak akan melihatmu.” Ucap Chanyeol pelan. Dan namja itu kini mulai membuka kenop pintu.

 

CKleek

 

Pintu itu terbuka, hingga kini yang Chanyeol lihat adalah sosok Luhan yang tengah kesal.

 

“Kenapa lama sekali?? Kau tahu? Aku hanya perlu mengambil buku catatan Kimia ku. Apa sih yang kau lakukan?” Tanya Luhan sambil masuk ke ruang Osis itu, dan mulai mencari buku catatannya di mejanya.

 

“Maafkan aku, tadi aku tertidur disini.” Ucap Chanyeol, berusaha seperti biasa. Pasalnya Ia sangat takut jika Luhan menyadari bahwa di lantai dekat sofa ada beberapa jejak sperma Baekhyun yang lupa Chanyeol bersihkan. Ah tidak- Bahkan Chanyeol baru ingat sekarang!

 

“Untung saja aku masuk kesini. Kalau tidak, kau akan tertinggal pelajaran Choi seongsaeng.” Luhan mengambil bukunya yang masih tersimpan rapi di mejanya. Ia segera memasukan buku itu ke tasnya. “Baiklah, Kajja kita ke kelas Yeol.” Luhan menarik tangan Chanyeol menuju pintu keluar. Tapi langkahnya terhenti ketika menyadari satu hal.

 

“Yeol, tadi aku mendengar suara Baekhyun. Kemana dia??” Luhan memiringkan kepalanya bingung. Ia edarkan pandangannya ke segala arah. Tapi nihil, namja dengan julukan rusa itu tidak menemukan jejak Baekhyun.

 

‘Ahh , sial. Luhan mendengarku. Aku harap dia tak melihatku.’

 

“Benarkah?? aku tak mendengar suara Baekhyun. Sebaiknya kita ke kelas sekarang.” Chanyeol dengan cepat menarik tangan Luhan agar Ia tak bisa melihat Baekhyun yang kini tengah bersembunyi di balik pintu yang akan Ia lewati.

 

“Ah, mungkinkah hanya perasaanku saja?” Gumam Luhan pelan, setelah di seret oleh Chanyeol ke luar.

 

“Jadi, kau kembalilah ke kelas, aku harus mencari bukuku yang tertinggal disini.” Chanyeol menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal. Ia berharap Luhan tak mengetahui kebohongannya.

 

“Arraseo, aku kembali ke kelas. Lagi pula Sehun sudah menungguku. Bye Yeol.” Luhan pun segera pergi menuju kelasnya meninggalkan Chanyeol yang kini tengah mendesah lega. Dengan cepat Chanyeol segera masuk ke ruang Osis itu, dan segera mengunci pintunya.

 

Pletakk

 

Jitakan mulus itu mendarat di kepala Chanyeol. Membuat sang empunya meringis kesakitan sambil mengelus kepalanya.

 

“Yah!! Apa kau bodoh?? Untung saja Luhan tak menyadari keberadaanku. Kalau dia menyadarinya kupastikan kau tak bisa merasakan indahnya kehidupan lagi Park Chanyeol!!” Baekhyun mengerucutkan bibirnya kesal. Ia menyilangkan tangannya di depan dadanya. Seolah membuat kesan bahwa Ia benar-benar kesal dengan Chanyeol.

 

“Aishh, tapi kau tak usah memukulku juga Baek. Kau mau aku menjadi bodoh apa? Menjitakku dengan keras seperti itu.” Ujar Chanyeol masih dengan mengelus kepalanya yang malang.

 

“Sudahlah, aku mau ke kelas.” Baekhyun menghentakkan kakinya kesal. Namja manis itu kini mengambil tasnya yang terbaring tak berdaya di lantai.

 

Sebelum Baekhyun berhasil keluar, Chanyeol menarik pinggang Baekhyun hingga kini namja manis itu berada dalam pelukan hangat Chanyeol.

 

“Ya!! Lepaskan aku, Yeol. Aku tak mau telat masuk kelas Choi Seongsaeng.” Baekhyun berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Chanyeol. Tapi sayangnya, namja jangkung itu memeluknya sangat erat.

 

“Baek, apa kau tak kasihan padaku? Lihatlah dia sudah bagun. Ayo sebaiknya kita lanjutkan saja.” Chanyeol menatap Baekhyun dengan tatapan memelasnya. Tentu saja genitalnya sudah bangun sejak Ia mencium Baekhyun dari awal. Dan apa yang Ia dapat? Ia sama sekali tak mendapatkan orgasmenya karena Luhan mengganngu aksinya. Sungguh penisnya sangat linu sekarang!!

 

“Yeol-ah, aku tak sepintar dirimu. Hari ini Choi Seongsaeng mengadaka quiz, dan aku tak mau mendapatkan nilai jelek lagi. Jadi bisakah kau menyelesaikannya sendiri?” Baekhyun mengecup pelan pipi Chanyeol, dan langsung pergi ke luar ketika Chanyeol melepaskan pelukannya.

 

“Kau harus membayarnya nanti, Baek!” Chanyeol mendesis pelan, sambil mengusap penisnya yang malang. Haruskah Ia onani sekarang? Poor Chanyeol 😥

.

.

Baekhyun terkikik geli ketika Ia sudah sampai di dalam kelas. Untung saja Choi seongsaeng belum masuk. Baekhyun kini tengah terduduk sambil membayangkan wajah Chanyeol yang memelas padanya tadi. Ah- Sungguh Baekhyun benar-benar suka menggoda namja jangkung itu sejak dulu. Walaupun Chanyeol sangat suka memarahinya, tapi Baekhyun akan selalu membalas ulah Chanyeol dengan membuat namja tampan itu horny. Sungguh itu sangat menyenangkan. Apalagi ketika Chanyeol berakhir, bermain solo di kamar mandi dengan mendesahkan namanya. Baekhyun yakin, sekarang Chanyeol tengah onani di toilet perpustakaan yang sepi!

 

“Sial,, akhhh Baekhh lebih cepathh,, ahhh” Suara itu membuat Baekhyun semakin mendekat ke arah kamar mandi Chanyeol. Ya, setelah Baekhyun sukses menggoda Chanyeol, namja manis itu segera pergi ke dapur mengambil beberapa cemilan. Tapi setelah Ia masuk kembali Chanyeol tidak ada. Hanya terdengar suara Chanyeol yang tengah mendesah dengan sangat hebat di dalam kamar mandi.

 

“Apa Chanyeol langsung onani begitu saja??” Baekhyun bergumam kecil, sambil mengintip ke dalam pintu kamar mandi yang memang tidak ditutup rapat oleh Chanyeol. Kini terlihat seorang Park Chanyeol tengah memainkan penisnya sendiri sambil mendesahkan nama Baekhyun. Sungguh saat itu Chanyeol terlihat sangat sexy dengan peluh yang membasahi pelipisnya, dan jangan lupakan penis Chanyeol yang panjang itu seolah menggodanya.

Untung Baekhyun masih dikuasi akal sehat, akhirnya mendapatkan sebuah ide jahil.

 

“kkk~ Kau sudah memarahiku tadi gara-gara aku menumpahkan susu ke buku matematikamu. Rasakan akibatnya jika kau memarahiku. Akan ku pastikan kau berakhir bermain solo sendiri, dan aku akan selalu menjahilimu”

 

Brakk

 

Baekhyun membuka pintu kamar mandi itu. Sehingga membuat Chanyeol membelakakan matanya kaget ketika melihat sosok Baekhyun yang tengah tersenyum polos menatapnya.

 

“Yeolie, aku pulang duluan ne. Eomma sudah menelpon ku tadi. Annyeong.” Dan Baekhyun langsung berlari kencang sebelum Chanyeol menerkammnya.

 

“Ya!! Byun Baekhyun!!”

 

“haha itu benar-benar lucu.” Baekhyun tertawa cukup keras, ketika mengingat kejadian di rumah Chanyeol. Tawa Baekhyun membuat Luhan yang duduk di depannya menoleh ke arah Baekhyun.

 

“Apa yang lucu Baek??” Tanya Luhan penasaran. Biasanya Baekhyun akan berbagi lelucon lucu padanya.

 

“Ahniya, Lu. Aku hanya teringat sesuatu.” Ucap Baekhyun mencoba menahan tawanya.

 

“Ayo ceritakan padaku!!” Luhan menatap Baekhyun dengan tatapan berbinar. Jujur saja, Luhan butuh hiburan sambil menunggu Choi Seongsaeng masuk.

 

“Kau pasti tidak akan kuat tertawa mendengar ceritaku Lu!”

 

“Aku pasti kuat menahan tawaku supaya tak kencang. Ayo ceritakan!”

 

“Rahasia. Hahaha.” Dan Baekhyun kembali tertawa ketika melihat Luhan yang kini mengerucutkan bibir.

 

“Ishh,, Baek. Oh iya kenapa bocah tiang itu belum masuk??” Tanya Luhan penasaran. Seharusnya Chanyeol sudah masuk dari tadi. Tapi kenapa tiang itu belum menunjukan batang hidungnya sama sekali??

 

“Eh?? Ch-chanyeol?? Aku tak melihatnya dari tadi Lu.” Baekhyun memalingkan wajahnya. Ia enggan menatap Luhan. Takut namja imut itu mengetahui dirinya tengah berbohong.

 

“Benarkah?? Seharusnya tiang itu sudah kembali dari tadi Baek. Ketika aku mengambil buku catatan kimia di ruang osis, aku mendengar suaramu Baek. Apa kau bersama Chanyeol??”

 

“Aku sejak tadi tidak bersamanya, Lu. Melihat saja tidak.”

 

‘Aku yakin tadi itu suara Baekhyun. Mereka pasti bermain di ruang osis.’ Pikir Luhan

 

“Mengaku sajalah Baek, kau pasti bermain dengan si ketua osis itu di ruang osis. Iya kan??” Tanya Luhan mencoba menggoda Baekhyun.

 

“Ya! Aku tak mungkin bermain dengannya di ruang osis.” Baekhyun merenggut kesal. Ah iya kesal kenapa Luhan bisa menebaknya? Apakah Luhan mempunyai indera ke enam? Well, sepertinya itu sangat tidak mungkin.

 

“Haha, aku bercanda Baek, kau jangan marah seperti itu.” Luhan mencubit hidung Baekhyun gemas.

 

“Baiklah, aku tak akan marah asal kau mentraktirku makan di kantin. Aku lapar.” Ucap Baekhyun dengan puppy eyes andalannya, yang membuat Luhan tersenyum menyetujui permintaan sahabatnya itu.

 

“Baik, aku akan mentraktirmu. Kajja! Sepertinya Choi Seongsaeng juga tak akan masuk.” Dan Luhan dengan cepat menyeret Baekhyun ke kantin.

.

oOo

.

Kini mereka tengah duduk di pojok kantin, sambil menunggu makanan yang Baekhyun dan Luhan pesan.

“Kenapa kau tak mengajak baby Sehun mu itu?” Baekhyun bertanya sambil menyeruput Jus jeruknya.

 

“Aku sedang marahan dengannya.” Ucap Luhan dengan raut kesal, ketika mengingat bahwa Sehun yang tak pernah peka padanya.

 

“Pantas saja, bersabarlah baby Lu.” Luhan hanya mengangguk mendengar ucapan Baekhyun yang memberinya semangat.

 

Tap Tapp

 

Langkah kaki terdengar mendekati meja Baekhyun dan Luhan. Luhan tersenyum ketika melihat sosok Chanyeol menghampirinya. Ketika Luhan akan menyapa Chanyeol, Chanyeol memberikan isyarat agar Luhan menutup mulutnya. Luhan pun hanya mengangguk kaku, sambil menunggu apa yang akan di lakukan oleh Chanyeol.

 

“kau melihat apa Lu? “ Tanya Baekhyun sambil memiringkan kepalanya.

 

“Ahni, aku tak melihat apapun.” jawab Luhan singkat, dan kemudian menyeruput colanya. Hingga membuat Baekhyun mengangguk dan kembali mengetuk-ngetuk meja. Berharap makanannya segera datang.

 

Greep

 

Jarak Chanyeol dengan Baekhyun semakin dekat. Dengan beberapa detik Chanyeol sudah memeluk Baekhyun dari belakang.

 

“Kena kau Baek! Ayo ikut aku.” Bisik Chanyeol seduktif, membuat Baekhyun meremang mendengarnya.

 

“Kyaaa, Yeol, lepaskan aku!” Baekhyun berusaha melepaskan Chanyeol yang masih memeluknya dari belakang.

 

“Tidak, kau harus ikut aku.” Dan tanpa persetujuan dari Baekhyun, kini Chanyeol menyeret Baekhyun agar mengikutinya.

 

“Luhan ge, selamatkan aku.” Teriak Baekhyun meminta pertolongan pada Luhan.

 

“Maaf Baek, aku tak ingin ikut campur masalahmu dengan Chanyeol.” Luhan menatap Baekhyun penuh penyesalan.

 

T.B.C

Ayo Baekhyun mau di baawa kemana?“~~

 

Aduh kok jadi gini yah FF nya? Wkwk maaf ini ide tiba-tiba masuk kaya gini. Absurd memang. Semoga kalian suka.

Terimakasih untuk yang review.

Sign

Astia Morichan^^

I Love U Papa Chap 3| KyuMin| Yaoi| Warn

2

Title: I Love You Papa

Rate: M

Genre: Romance, Family, Freindship

Disclamair: KYUMIN bukan punya aku ._. tapi FF ini punya aku.

Summarry: Kyuhyun dan Sungmin adalah seorang ayah dan anak. Tapi mereka melakukan hal kelewat batas melebihi batas ayah dan anak.

WARNING: YAOI, BL, TYPO, OOC, alur kecepetan DLL
A/N: INIi FF REMAKE DARI PAPA TO KISS IN THE DARK !!! INI REMAKE DARI ANIME OVANYA !! AKU GEGARA BUAT ITU PENGEN BUAT VERSI KYUMINNYA. DISINI KYUHYUN PEDO ._.

KYUHYUN :28 TAHUN

SUNGMIN: 16 TAHUN

SEMOGA SUKA ^^

HAPPY READING

KYUMIN IS REAL^^

enJOY

.

.

.

 

Namja manis itu-Sungmin kini tengah terduduk, wajahnya kini terlihat sangat cemas ketika membuka kertas yang baru saja Ia buka.

“Uhh, Sial! Aku lupa memberikan ini kepada Kyuhyun kemarin” Sungmin membelalakan mata foxynya tak percaya ketika Ia tak bisa membaca kalimat selanjutnya yang tertera di surat itu.

“Dan ini harus diserahkan minggu ini? Ah, sial! berarti aku hanya bisa menyerahkan ini sampai besok! Dan sepertinya kertas ini harus di ganti dengan yang baru. Ah, berarti harus kembali kesana” Sungmin kini merapikan kertas tersebut yang sedari tadi sudah terlihat lusuh akibat remasan tangannya beberapa hari yang lalu. Mencoba membuat kertas itu tidak terlihat lusuh lagi. Pasalnya Ia sangat malas jika harus kembali ke rumah sakit untuk mengambil hasil laboratorium antara dirinya dengan Kyuhyun. Tapi sialnya kertas itu benar-benar sudah tak terbaca akibat remasannya beberapa hari yang lalu.

 

Sungmin masih sibuk membuat kertas itu kembali rapi, tanpa menyadari bahwa sedari tadi Eunhyuk memperhatikannya sambil tersenyum melihat tingkah Sungmin yang lucu.

 

Tap Tap

 

Suara Langkah kaki terdengar di belakang Eunhyuk. Sehingga membuat namja tampan pemilik Gummy smile itu menoleh.

 

“Yo, Changmin-ah. Kau akan ke studio hari ini” Tanya Eunhyuk setelah melihat Changmin masuk kelas sambil menenteng gitarnya.

“Ya, aku ke studio hari ini” Ujar Changmin sambil melihat ke arah Sungmin yang tengah sibuk dengan kertas di tangannya yang sudah sobek. Changmin hanya terkekeh pelan melihat tingkah Sungmin.

 

“Well, aku harus segera pergi Hyuk” Pamit Changmin dengan senyum menawannya.

 

“Arraseo, semoga beruntung Chang!” Ujar Eunhyuk menyemangati Changmin yang kiini sudah melangkahkan kakinya keluar kelas.

Setelah Changmin keluar kelas, akhirnya Eunhyuk mulai mendekati Sungmin yang masih gusar memikirkan nasibnya besok.

 

“Ming, kau tak akan pulang??” Tanya Eunhyuk yang kini mulai menarik kursi untuk duduk bersebelahan di samping Sungmin.

“Hyuk-ah, bisakah kau mengantarku hari ini?” Tanya Sungmin dengan penuh harap. Namja manis itu mulai berdiri dari kursinya dan menggandeng Eunhyuk.

 

“Eh?? Tapi aku harus menyerahkan surat untuk mengikuti klub sepak bola hari ini Ming” Tolak Eunhyuk ketika dirinya sudah di seret paksa oleh Sungmin keluar sekolah.

“Kau bisa melakukan itu besok, Hyuk” Dan Sungmin semakin cepat menyeret Eunhyuk supaya namja itu tidak kabur dan mengantarnya ke rumah sakit.

.

.

.

“Uh, aku sangat tidak percaya jika harus membeli stempel seharga 300 won untuk mendapatkan kembali surat kesehatanku” Ujar Sungmin sambil menundukan kepalanya lemas. Kini mereka sudah berada di rumah sakit, dan menunggu hasil laboratorium keluar.

“Tak apalah, Ming. Kau kan banyak uang” Hibur Eunhyuk sambil menunjukan senyum gummy smile nya yang membuat siapapun yang melihatnya pasti akan terpesona detik itu juga.

“Oh, iya aku baru tahu bahwa ayahmu memainkan drama baru bersama Sujin yah, Ming?” Tanya Eunhyuk penasaran, jujur saja Kyuhyun adalah aktor favorit Eunhyuk dari dulu.

 

“Ya, Kyuhyun ikut dalam drama itu”

 

“Ah, aku yakin pasti ayahmu akan menyukai Sujin. Yeoja itu sangat cantik”

 

“Ya!! Pabbo. Mereka tidak akan saling mencintai. Kyuhyun hanya menyukaiku” Sungmin mulai mempoutkan bibirnya. Ia benar-benar kesal mendengar Eunhyuk berkata seperti itu. Tak tahukah Eunhyuk bahwa Kyuhyun hanya milik Sungmin seorang?

 

“Arraseo, Kyuhyun hanya menyukaimu. Jangan-jangan kalian saling menyukai??” Tanya Eunhyuk sambil mengacak-acak rambut Sungmin. Ia tahu bahwa Sungmin sangat menyayangi ayahnya sejak dulu.

 

Jujur saja pertanyaan Eunhyuk membuat Sungmin kaget.

 

“Eh, Waeyo Ming? Apa aku salah bicara?” Tanya Eunhyuk sambil memperhatikan raut wajah Sungmin yang terlihat kaget.

 

“Ah,, Ahniya Hyuk, aku tak apa. Bolehkah aku bertanya?” Ujar Sungmin sambil memamerkan senyum manisnya.

 

“Tentu saja, kau ingin tanya apa Ming?” ujar Eunhyuk heran, sambil menatap Sungmin penasaran.

 

“Uhm, Misalkan Ini antara aku dengan seseorang yang umurnya lebih tua dariku. Dan misalnya kami itu gay, apa itu tak masalah??” Tanya Sungmin sambil menundukkan kepalanya dalam-dalam. Enggan menatap wajah Eunhyuk.

 

“Ya! Bagaimana bisa kau memisalkan dirimu seperti itu, Ming?” Ucap Eunhyuk sambil mencubit gemas pipi chubby Sungmin.

 

“Ishh,, Appo Eunhyuk-ah” Ucap Sungmin dengan bibir yang kembali terpouty lucu.

 

Din Dong

 

Suara itu berbunyi, menandakan bahwa surat hasil pemeriksaan Kyuhyun dan Sungmin sudah keluar. Membuat Eunhyuk dan Sungmin menghentikan aksi saling bullynya. Dengan cepat Sungmin dan Eunhyuk menghampiri tempat pengambilan hasil laboratorium.

 

“Ini milikmu Sungmin-shi” Ucap perawat itu dengan tersenyum ramah.

 

“Kamshamnida” Sungmin pun mengambil surat itu, dan mengangguk senyum.

 

Karna penasaran dengan hasil labnya. Sungmin pun dengan cepat membuka surat hasil laboratorium. Sungmin pun mulai membaca hasil test itu dengan perlahan. Mata foxynya membelalak tak percaya dengan apa yang Ia baca. Tubuhnya menegang. Rasanya ia ingin menghilang di telan bumi sekarang.

 

“I-Ini Bohong kan? Hasil test ini pasti bohong” Ujar Sungmin meyakinkan dirinya, bahwa apa yang ia baca adalah sebuah kebohongan. Karna semua ini tidak mungkin terjadi.

“Waeyo, Ming?” Tanya Eunhyuk yang kini sudah berdiri di belakang Sungmin. Tubuh Sungmin kini menyadar pada dada bidang Eunhyuk.

 

“Hikss,, Hyuk-ah. A-Aku benar-benar bukan anak Kyuhyun, Hikss Aku bukan anaknya” Dan tangis Sungmin pecah seketika. Eunhyuk pun dengan cepat membawa Sungmin kedalam dekapannya. Berharap namja manis ini tak menangis lagi.

.

.

.

Kini Sungmin sudah berada di apartement milik Eunhyuk. Ia tak ingin menemui Kyuhyun sekarang. Sungmin tengah terduduk di ranjang besar milik Eunhyuk sambil terus menangis menatap hasil surat laboratorium itu.

 

“A-Aku bukan anak Kyuhyun. Apa aku di adopsi? Hikss, I-Itu tidak mungkin” Sungmin menghapus air matanya dan kini kertas itu ia lempar kesembarang arah. Membuat Eunhyuk memungut kertas itu, dan mulai mendekati Sungmin.

 

“Aku mohon, Ming. Jangan seperti ini. Jangan memperlihatkan wajah sedihmu, Ming” Ujar Eunhyuk yang kini sudah berada di samping Sungmin. Eunhyuk menatap Sungmin dalam, dan menghapus air mata Sungmin.

 

“Bahkan jika kamu bukan darah daging Kyuhyun. Kyuhyun tetaplah ayahmu, Ming” Eunhyuk mulai membawa Sungmin kedalam pelukannya. Ia kecup pipi Sungmin penuh sayang.

 

“Dan aku-“

 

“Eh, Hyuk-ah?”

 

Brukkk

 

Eunhyuk kini tengah menindih tubuh Sungmin. Eunhyuk menatap Sungmin intens. Eunhyuk mendekatkan wajahnya ke arah Sungmin. Ia mulai mencium leher Sungmin dan menyesap aroma vanilla yang menguar di tubuh Sungmin.

“ mencintaimu Lee Sungmin” Ucap Eunhyuk membuat Sungmin tersentak mendengar penuturan dari sahabat kecilnya itu.

 

T.B.C

 

Oke, saya minta maaf karna FF ini beneran ngaret banget. Ada yang nunggu? Maaf soalnya saya beneran sibuk. FF remake itu susah di buat sebenernya ._. apalagi ini FF incest pertama aku. Maaf yah telat. Oh iya aku janji bakal update Minggu depan.

 

Tadinya aku mau panjangin. Tapi mau nanya dulu ke kalian nih.

 

DI ANIMENYA ADA SCENE NC CRAICK PAIR. DAN APAKAH DI FF INI KALIAN MAU ADA SCENE NC EUNHYUK SAMA SUNGMIN??”

Votting yah biar aku tau mau gimana. Heheh

 

Astia_Morichan ^^