I Love Ur Moan, Yeol! Chap 2| BaekYeol FF| Warn

I Love your Moan, Yeol!!

RM18!

Romance, Drama, school life

Warning! OOC, TYPO, ABAL, ALUR CEPET, YAOI, Please Be Patient With me ^^

Chanyeol sangat menyukai Baekhyun. Hal yang terlintas dibenaknya adalah supaya Baekhyun selalu melihatnya dengan memarahinya setiap saat!! Dan suatu hari Baekhyun tanpa sengaja menyentuh ****. Sehingga Chanyeol meminta pertanggung jawabannya !!!

a/n: untuk Chapter ini warning!!! Yang belom cukup umur Jangan baca. Dosa tanggung masing-masing ok?!! ^^

Chanyeol X Baekhyun

Jadilah Readers yang baik dengan meninggalkan jejak anda walaupun hanya setitik. Sungguh, itu sangat berarti bagi saya ^^

EnJOY^^

.

.

.

Prev

“Kau benar-benar menggodaku Byun Baekhyun?” Chanyeol yang memang sejak tadi menunggu kesempatan ini, mulai mengelus paha Baekhyun yang masih terbalut oleh celana seragamnya.

 

“Ehmm,, Tidak.” Baekhyun segera berdiri dan melepaskan dirinya dari Chanyeol. Membuat Chanyeol menatap Baekhyun heran.

“Mempermainkanku, eoh??” Dan Chanyeol kembali menarik Baekhyun agar berbaring di sofa, dan mulai menindih badan mungilnya.

 

“Tidak juga.”

 

“Aku akan memberimu hukuman, Baek.” Dan Chanyeol menampilkan seringaiannya, sehingga membuat Baekhyun menyesal telah menggoda Chanyeol seperti ini.

.

.

.

“Ahhh,,, Yeollhhh…” Suara desahan itu lolos dari mulut Baekhyun yang kini tengah terbaring pasrah dengan Chanyeol yang tengah menindih tubuh mungilnya. Tubuh Baekhyun kini tengah terekspos hampir seluruhnya, hingga menampakkan tubuh mulusnya yang kini sudah di penuhi banyak tanda karya seorang Park Chanyeol!

 

“Kau ingin aku berhenti hm?” Chanyeol menghentikan aksinya menjilati nipple menggoda milik Baekhyun. Menatap Baekhyun yang kini tengah mencoba menstabilkan deru nafasnya.

 

Baekhyun terdiam. Ia memalingkan wajahnya yang kini tengah merona. Namja manis ini enggan menatap Chanyeol yang kini menatapnya intens.

 

“Walaupun kau memintaku untuk berhenti, aku tak akan berhenti Baek. Karena kau harus menerima hukuman dariku.” Chanyeol mengangkat dagu Baekhyun agar Ia bisa menatap dengan jelas wajah cantik Baekhyun yang tengah merona.

“Yah!! Aku tak pernah berbuat salah padamu. Jadi kau tak bisa menghukumku.” Baekhyun mengerucutkan bibirnya lucu. Membuat Chanyeol dengan cepat meraup bibir kissable milik Baekhyun. Chanyeol mulai melumat pelan bibir bawah Baekhyun. Sehingga membuat Baekhyun mendesah tertahan akibat ciuman Chanyeol.

 

“Mhhhh…” Entah sejak kapan, kini lengan Baekhyun sudah melingkar indah di leher Chanyeol, hingga kini posisi mereka sudah saling menindih kembali di atas sofa empuk itu. Tangan Baekhyun mulai menjambak pelan rambut kecoklatan milik Chanyeol.

 

“Nghhmm,, Yeolhhh…” Chanyeol semakin membuat Baekhyun menggila dengan jari-jari panjangnya yang kini tengah memilin nipple Baekhyun. Semakin membuat Baekhyun menggelinjangkan tubuhnya ketika sesuatu yang bergejolak di dalam tubuhnya meminta keluar.

 

“Ahhh,, Yeolhhh..” Baekhyun mendapatkan orgasme pertamanya. Baekhyun menatap Chanyeol dengan tatapan sayunya, sambil mencoba menstabilkan deru nafasnya.

 

“Kau menyukainya, hm??” Tanya Chanyeol sambil mengelus pipi Baekhyun, sehingga membuat Baekhyun memejamkan matanya menikmati sentuhan tangan Chanyeol. Chanyeol yang menyadari Baekhyun menyukai permainannya, kini menampilkan kembali seringaiannya tampannnya. Baekhyun mempunyai perasaan yang sama dengannya, walaupun namja berparas imut itu belum mengakuinya. Chanyeol kembali melanjutkan aksinya. Kini Ia berniat untuk menyerang bibir Baekhyun. Tapi sayang sekali, dewi fortuna sepertinya tidak memihak padanya.

 

Tok-Tok

 

Suara ketukan pintu terdengar, membuat Baekhyun membelakan matanya kaget. Sungguh Ia sangat takut jika di pergoki tengah telanjang bulat bersama Chanyeol. Ah tidak, yang hanya naked itu Baekhyun. Sedangkan Chanyeol masih utuh memakai seragamnya, walaupun terlihat sangat berantakan.

 

“Apa ada orang di dalam?? Bukalah aku harus mengambil buku catatanku disana.” Suara Luhan terdengar dengan sangat jelas. Namja itu terus mengetuk pintu ruangan Osis. Ia yakin pasti ada seseorang disana, karna tadi Luhan mendengar suara Baekhyun di dalam.

 

“Aish,, Gawat Yeol. Nanti kita ketahuan.” Ucap Baekhyun ketakutan, sambil mengambil seragamnya dan memakainya dengan cepat.

 

“Sembunyi Baek, cepat rapikan pakaianmu.” Ucap Chanyeol sambil menyeret Baekhyun ke belakang pintu.

 

“Kau menyembunyikanku disini? Bagaimana kalau Luhan melihatku bodoh?”

 

“Ya!! Siapa di dalam?? Cepat buka pintunya !!” Luhan berteriak dengan sangat keras, sambil terus menggedor pintu laknat itu yang tak mau terbuka.

 

“Diam dan sembunyi saja disini, Luhan tak akan melihatmu.” Ucap Chanyeol pelan. Dan namja itu kini mulai membuka kenop pintu.

 

CKleek

 

Pintu itu terbuka, hingga kini yang Chanyeol lihat adalah sosok Luhan yang tengah kesal.

 

“Kenapa lama sekali?? Kau tahu? Aku hanya perlu mengambil buku catatan Kimia ku. Apa sih yang kau lakukan?” Tanya Luhan sambil masuk ke ruang Osis itu, dan mulai mencari buku catatannya di mejanya.

 

“Maafkan aku, tadi aku tertidur disini.” Ucap Chanyeol, berusaha seperti biasa. Pasalnya Ia sangat takut jika Luhan menyadari bahwa di lantai dekat sofa ada beberapa jejak sperma Baekhyun yang lupa Chanyeol bersihkan. Ah tidak- Bahkan Chanyeol baru ingat sekarang!

 

“Untung saja aku masuk kesini. Kalau tidak, kau akan tertinggal pelajaran Choi seongsaeng.” Luhan mengambil bukunya yang masih tersimpan rapi di mejanya. Ia segera memasukan buku itu ke tasnya. “Baiklah, Kajja kita ke kelas Yeol.” Luhan menarik tangan Chanyeol menuju pintu keluar. Tapi langkahnya terhenti ketika menyadari satu hal.

 

“Yeol, tadi aku mendengar suara Baekhyun. Kemana dia??” Luhan memiringkan kepalanya bingung. Ia edarkan pandangannya ke segala arah. Tapi nihil, namja dengan julukan rusa itu tidak menemukan jejak Baekhyun.

 

‘Ahh , sial. Luhan mendengarku. Aku harap dia tak melihatku.’

 

“Benarkah?? aku tak mendengar suara Baekhyun. Sebaiknya kita ke kelas sekarang.” Chanyeol dengan cepat menarik tangan Luhan agar Ia tak bisa melihat Baekhyun yang kini tengah bersembunyi di balik pintu yang akan Ia lewati.

 

“Ah, mungkinkah hanya perasaanku saja?” Gumam Luhan pelan, setelah di seret oleh Chanyeol ke luar.

 

“Jadi, kau kembalilah ke kelas, aku harus mencari bukuku yang tertinggal disini.” Chanyeol menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal. Ia berharap Luhan tak mengetahui kebohongannya.

 

“Arraseo, aku kembali ke kelas. Lagi pula Sehun sudah menungguku. Bye Yeol.” Luhan pun segera pergi menuju kelasnya meninggalkan Chanyeol yang kini tengah mendesah lega. Dengan cepat Chanyeol segera masuk ke ruang Osis itu, dan segera mengunci pintunya.

 

Pletakk

 

Jitakan mulus itu mendarat di kepala Chanyeol. Membuat sang empunya meringis kesakitan sambil mengelus kepalanya.

 

“Yah!! Apa kau bodoh?? Untung saja Luhan tak menyadari keberadaanku. Kalau dia menyadarinya kupastikan kau tak bisa merasakan indahnya kehidupan lagi Park Chanyeol!!” Baekhyun mengerucutkan bibirnya kesal. Ia menyilangkan tangannya di depan dadanya. Seolah membuat kesan bahwa Ia benar-benar kesal dengan Chanyeol.

 

“Aishh, tapi kau tak usah memukulku juga Baek. Kau mau aku menjadi bodoh apa? Menjitakku dengan keras seperti itu.” Ujar Chanyeol masih dengan mengelus kepalanya yang malang.

 

“Sudahlah, aku mau ke kelas.” Baekhyun menghentakkan kakinya kesal. Namja manis itu kini mengambil tasnya yang terbaring tak berdaya di lantai.

 

Sebelum Baekhyun berhasil keluar, Chanyeol menarik pinggang Baekhyun hingga kini namja manis itu berada dalam pelukan hangat Chanyeol.

 

“Ya!! Lepaskan aku, Yeol. Aku tak mau telat masuk kelas Choi Seongsaeng.” Baekhyun berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Chanyeol. Tapi sayangnya, namja jangkung itu memeluknya sangat erat.

 

“Baek, apa kau tak kasihan padaku? Lihatlah dia sudah bagun. Ayo sebaiknya kita lanjutkan saja.” Chanyeol menatap Baekhyun dengan tatapan memelasnya. Tentu saja genitalnya sudah bangun sejak Ia mencium Baekhyun dari awal. Dan apa yang Ia dapat? Ia sama sekali tak mendapatkan orgasmenya karena Luhan mengganngu aksinya. Sungguh penisnya sangat linu sekarang!!

 

“Yeol-ah, aku tak sepintar dirimu. Hari ini Choi Seongsaeng mengadaka quiz, dan aku tak mau mendapatkan nilai jelek lagi. Jadi bisakah kau menyelesaikannya sendiri?” Baekhyun mengecup pelan pipi Chanyeol, dan langsung pergi ke luar ketika Chanyeol melepaskan pelukannya.

 

“Kau harus membayarnya nanti, Baek!” Chanyeol mendesis pelan, sambil mengusap penisnya yang malang. Haruskah Ia onani sekarang? Poor Chanyeol 😥

.

.

Baekhyun terkikik geli ketika Ia sudah sampai di dalam kelas. Untung saja Choi seongsaeng belum masuk. Baekhyun kini tengah terduduk sambil membayangkan wajah Chanyeol yang memelas padanya tadi. Ah- Sungguh Baekhyun benar-benar suka menggoda namja jangkung itu sejak dulu. Walaupun Chanyeol sangat suka memarahinya, tapi Baekhyun akan selalu membalas ulah Chanyeol dengan membuat namja tampan itu horny. Sungguh itu sangat menyenangkan. Apalagi ketika Chanyeol berakhir, bermain solo di kamar mandi dengan mendesahkan namanya. Baekhyun yakin, sekarang Chanyeol tengah onani di toilet perpustakaan yang sepi!

 

“Sial,, akhhh Baekhh lebih cepathh,, ahhh” Suara itu membuat Baekhyun semakin mendekat ke arah kamar mandi Chanyeol. Ya, setelah Baekhyun sukses menggoda Chanyeol, namja manis itu segera pergi ke dapur mengambil beberapa cemilan. Tapi setelah Ia masuk kembali Chanyeol tidak ada. Hanya terdengar suara Chanyeol yang tengah mendesah dengan sangat hebat di dalam kamar mandi.

 

“Apa Chanyeol langsung onani begitu saja??” Baekhyun bergumam kecil, sambil mengintip ke dalam pintu kamar mandi yang memang tidak ditutup rapat oleh Chanyeol. Kini terlihat seorang Park Chanyeol tengah memainkan penisnya sendiri sambil mendesahkan nama Baekhyun. Sungguh saat itu Chanyeol terlihat sangat sexy dengan peluh yang membasahi pelipisnya, dan jangan lupakan penis Chanyeol yang panjang itu seolah menggodanya.

Untung Baekhyun masih dikuasi akal sehat, akhirnya mendapatkan sebuah ide jahil.

 

“kkk~ Kau sudah memarahiku tadi gara-gara aku menumpahkan susu ke buku matematikamu. Rasakan akibatnya jika kau memarahiku. Akan ku pastikan kau berakhir bermain solo sendiri, dan aku akan selalu menjahilimu”

 

Brakk

 

Baekhyun membuka pintu kamar mandi itu. Sehingga membuat Chanyeol membelakakan matanya kaget ketika melihat sosok Baekhyun yang tengah tersenyum polos menatapnya.

 

“Yeolie, aku pulang duluan ne. Eomma sudah menelpon ku tadi. Annyeong.” Dan Baekhyun langsung berlari kencang sebelum Chanyeol menerkammnya.

 

“Ya!! Byun Baekhyun!!”

 

“haha itu benar-benar lucu.” Baekhyun tertawa cukup keras, ketika mengingat kejadian di rumah Chanyeol. Tawa Baekhyun membuat Luhan yang duduk di depannya menoleh ke arah Baekhyun.

 

“Apa yang lucu Baek??” Tanya Luhan penasaran. Biasanya Baekhyun akan berbagi lelucon lucu padanya.

 

“Ahniya, Lu. Aku hanya teringat sesuatu.” Ucap Baekhyun mencoba menahan tawanya.

 

“Ayo ceritakan padaku!!” Luhan menatap Baekhyun dengan tatapan berbinar. Jujur saja, Luhan butuh hiburan sambil menunggu Choi Seongsaeng masuk.

 

“Kau pasti tidak akan kuat tertawa mendengar ceritaku Lu!”

 

“Aku pasti kuat menahan tawaku supaya tak kencang. Ayo ceritakan!”

 

“Rahasia. Hahaha.” Dan Baekhyun kembali tertawa ketika melihat Luhan yang kini mengerucutkan bibir.

 

“Ishh,, Baek. Oh iya kenapa bocah tiang itu belum masuk??” Tanya Luhan penasaran. Seharusnya Chanyeol sudah masuk dari tadi. Tapi kenapa tiang itu belum menunjukan batang hidungnya sama sekali??

 

“Eh?? Ch-chanyeol?? Aku tak melihatnya dari tadi Lu.” Baekhyun memalingkan wajahnya. Ia enggan menatap Luhan. Takut namja imut itu mengetahui dirinya tengah berbohong.

 

“Benarkah?? Seharusnya tiang itu sudah kembali dari tadi Baek. Ketika aku mengambil buku catatan kimia di ruang osis, aku mendengar suaramu Baek. Apa kau bersama Chanyeol??”

 

“Aku sejak tadi tidak bersamanya, Lu. Melihat saja tidak.”

 

‘Aku yakin tadi itu suara Baekhyun. Mereka pasti bermain di ruang osis.’ Pikir Luhan

 

“Mengaku sajalah Baek, kau pasti bermain dengan si ketua osis itu di ruang osis. Iya kan??” Tanya Luhan mencoba menggoda Baekhyun.

 

“Ya! Aku tak mungkin bermain dengannya di ruang osis.” Baekhyun merenggut kesal. Ah iya kesal kenapa Luhan bisa menebaknya? Apakah Luhan mempunyai indera ke enam? Well, sepertinya itu sangat tidak mungkin.

 

“Haha, aku bercanda Baek, kau jangan marah seperti itu.” Luhan mencubit hidung Baekhyun gemas.

 

“Baiklah, aku tak akan marah asal kau mentraktirku makan di kantin. Aku lapar.” Ucap Baekhyun dengan puppy eyes andalannya, yang membuat Luhan tersenyum menyetujui permintaan sahabatnya itu.

 

“Baik, aku akan mentraktirmu. Kajja! Sepertinya Choi Seongsaeng juga tak akan masuk.” Dan Luhan dengan cepat menyeret Baekhyun ke kantin.

.

oOo

.

Kini mereka tengah duduk di pojok kantin, sambil menunggu makanan yang Baekhyun dan Luhan pesan.

“Kenapa kau tak mengajak baby Sehun mu itu?” Baekhyun bertanya sambil menyeruput Jus jeruknya.

 

“Aku sedang marahan dengannya.” Ucap Luhan dengan raut kesal, ketika mengingat bahwa Sehun yang tak pernah peka padanya.

 

“Pantas saja, bersabarlah baby Lu.” Luhan hanya mengangguk mendengar ucapan Baekhyun yang memberinya semangat.

 

Tap Tapp

 

Langkah kaki terdengar mendekati meja Baekhyun dan Luhan. Luhan tersenyum ketika melihat sosok Chanyeol menghampirinya. Ketika Luhan akan menyapa Chanyeol, Chanyeol memberikan isyarat agar Luhan menutup mulutnya. Luhan pun hanya mengangguk kaku, sambil menunggu apa yang akan di lakukan oleh Chanyeol.

 

“kau melihat apa Lu? “ Tanya Baekhyun sambil memiringkan kepalanya.

 

“Ahni, aku tak melihat apapun.” jawab Luhan singkat, dan kemudian menyeruput colanya. Hingga membuat Baekhyun mengangguk dan kembali mengetuk-ngetuk meja. Berharap makanannya segera datang.

 

Greep

 

Jarak Chanyeol dengan Baekhyun semakin dekat. Dengan beberapa detik Chanyeol sudah memeluk Baekhyun dari belakang.

 

“Kena kau Baek! Ayo ikut aku.” Bisik Chanyeol seduktif, membuat Baekhyun meremang mendengarnya.

 

“Kyaaa, Yeol, lepaskan aku!” Baekhyun berusaha melepaskan Chanyeol yang masih memeluknya dari belakang.

 

“Tidak, kau harus ikut aku.” Dan tanpa persetujuan dari Baekhyun, kini Chanyeol menyeret Baekhyun agar mengikutinya.

 

“Luhan ge, selamatkan aku.” Teriak Baekhyun meminta pertolongan pada Luhan.

 

“Maaf Baek, aku tak ingin ikut campur masalahmu dengan Chanyeol.” Luhan menatap Baekhyun penuh penyesalan.

 

T.B.C

Ayo Baekhyun mau di baawa kemana?“~~

 

Aduh kok jadi gini yah FF nya? Wkwk maaf ini ide tiba-tiba masuk kaya gini. Absurd memang. Semoga kalian suka.

Terimakasih untuk yang review.

Sign

Astia Morichan^^

Advertisements

101 thoughts on “I Love Ur Moan, Yeol! Chap 2| BaekYeol FF| Warn

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s