Love Is Blind | KyuMin| Yaoi

Title: Love Is Blind

Rate: T

Genre: Romance, Hurt, Angst/?

Disclamair : KyuMin belong each other

Summary: Cinta itu buta, dan aku mengalami hal itu. Walaupun disakiti oleh Kyuhyun, tanganku selalu terbuka lebar ketika Ia kembali padaku

Warning: TYPO, OOC, ALUR KECEPETAN, ABAL, YAOI, BL, DLL

Pair : Kyuhyun X Sungmin

a/n: FF yang terinspirasi ketika lagi galau akut

Happy Reading

EnJOY

.

.

.

Sungmin POV

 

Cinta itu buta. Itu yang semua orang bilang. Dan sepertinya aku mengalami hal tentang cinta yang buta padanya- Cho Kyuhyun. Namja tampan yang di gilai yeoja, atau pun namja di manapun. Mungkin aku salah satu orang yang paling beruntung, karna aku bisa memiliki Kyuhyun.

Aku pikir membuat cerita cinta dengan Kyuhyun akan membuatku selalu bahagia. Tapi nyatanya, aku salah. Aku salah berpikir tentang itu. Kalian tau? Terkadang Kyuhyun selalu membuatku sakit hati. Ah- tidak, mungkin sering menyakitiku tanpa Kyuhyun sadari. Bahkan aku selalu bertanya-tanya, apakah benar Kyuhyun itu mencintainya? Aku pikir hanya aku saja yang mencintainya sepihak, sedangkan Kyuhyun sama sekali tidak mencintaiku. Seperti saat ini.

 

Aku duduk mematung, berhadapan dengan Kyuhyun yang sedari tadi memasang wajah dinginnya setelah apa yang Ia ucapakan beberapa detik yang lalu, sehingga membuatku seperti ini.

 

“Ming, sebaiknya kita putus saja”

 

Rasanya aku ingin terjun kejurang saat itu juga, ketika Kyuhyun mengatakan hal itu. Putus?? Semudah itu Ia mengatakan hal itu. Hubungan kami padahal sudah terjalin hampir 2 tahun. Dan di akhir cerita cinta ini, Kyuhyun memutuskanku.

Aku mendongkakkan kepalaku. Mata foxyku menatap mata obsidiannya dalam. Seolah mencari tahu bahwa itu hanya lah sebuah lelucon yang Ia buat. Tapi nyatanya tidak, yang aku lihat mata obsidian yang selalu bisa menghipnotisku itu tidak berbohong padaku.

Lidahku kelu, aku tak bisa mengucapkan apapun padanya. Rasanya sakit. Sungguh ini benar-benar menyakitkan!! Rasanya aku sudah tak tahan untuk menangis di depan Kyuhyun. Tanpa aku sadari, air mataku sudah tumpah membasahi pipiku.

 

“Hiks,, Waeyo,, Kyu??” Aku bertanya dengan sedikit terisak. Walaupun suaraku pelan, aku yakin Kyuhyun mendengarku.

 

“Tak apa, aku hanya ingin putus denganmu Ming” Kyuhyun berkata dengan datar. Namja tampan itu, kini berdiri dari duduknya.

 

“Selamat tinggal, Ming” Dan Kyuhyun pergi meninggalkan ku sediri di Cafe itu. Kyuhyun pergi tanpa menoleh kepadaku yang tengah menangis meraung-raung memanggilnya agar kembali padaku.

.

.

Kini aku sudah berada di kamar ku. Eunhyuk yang merupakan sahabat terbaikku, membawaku kembali ke apartement ku. Tentu saja, namja pemilik gummy smile itu melihatku tengah menangis di Cafe dan Ia mengantarku pulang.

Aku merebahkan diriku di tempat tidur. Rasanya ini masih terasa sakit. Walaupun Kyuhyun sering menyakitiku, dan kami selalu bertengkar hanya dengan sebuah hal sepele- ah tidak hal yang memang sangat sulit dimaafkan. Tapi Ia tak pernah mengucapkan kata putus padaku.

 

“Apakah Ia kembali kepada selingkuhannya?” Aku bergumam kecil, ketika mengingat bahwa memang Kyuhyun pernah menduakanku.

Sedih? Tentu saja itu menyakitkan mengetahui orang yang kita cintai bermain di belakang kita. Haha, aku bodoh kan? Setelah mengetahui Kyuhyun selingkuh. Aku sama sekali tak marah. Aku terus mencoba tersenyum walaupun itu sangat menyakitkan. Berulang kali Kyuhyun meminta maaf padaku atas tindakannya. Aku hanya bisa mengangguk, memaafkan Kyuhyun. Agar namja itu tidak meninggalkanku. Kalian mungkin akan menganggapku bodoh karna dengan mudah menerima Kyuhyun kembali. Aku sudah mengatakannya kan. Cinta itu buta!

Walaupun Kyuhyun selalu menyakitiku, tapi aku selalu menerimanya karna aku benar-benar mencintainya. Aku benar-benar menyedihkan bukan?

 

Dreett Drettt

 

Ponselku berdering. Aku segera mengeceknya dan melihat sebuah pesan masuk.

 

Min-ah, aku akan ke apartementmu, sebentar lagi aku sampai.

Tunggu aku di sana. Arrachi?

 

Kim Ryeowook

 

Pesan dari Ryeowook membuatku tersenyum. Mungkin Eunhyuk memberitahukan tentang hal ini pada Ryeowook untuk menemaniku yang tengah terpuruk akan kesedihan ini. Eunhyuk memang tak bisa menemaniku setelah mengantarku pulang. Ia harus tetap bekerja jika tak ingin di pecat dari kerja sambilannya.

 

Sambil menunggu Ryeowook datang, aku memainkan handphoneku. Entahlah, tanganku bergerak memencet tombol galery. Di folder itu semua isinya adalah fotoku bersama dengan Kyuhyun ketika kami masih bersama. Aku terpaku menatap foto dimana Kyuhyun tengah mencium pipi ku, dan aku tersenyum bahagia disana. Aku mengingat momen itu!

 

“Kyuhyun-ah?” Aku menatap mata Kyuhyun dalam, kini aku sudah berada dalam pelukan namja tampan itu.

 

“Waeyo?” Kyuhyun mengusap pipiku lembut, dan semakin mengeratkan pelukannya.

 

“Aku sangat mencintaimu Kyu. Aku takut jika kau meninggalkanku. Jangan tinggalkan aku ne?” Aku menatap Kyuhyun penuh harap. Aku benar-benar takut jika suatu saat Kyuhyun akan meninggalkanku. Itu akan membuatku sulit untuk hidup tanpanya.

 

“Aku lebih mencintaimu, Ming. Aku berjanji tak akan meninggalkanmu sebelum kau yang meninggalkanku duluan” Aku tersenyum mendengar Kyuhyun mengucapkan hal itu.

 

“Kau tahu? Aku tak akan pernah meninggalkanmu” Aku berjinjit pelan untuk menggapai bibirnya. Yah- aku mencium bibir tebal Kyuhyun, dan Kyuhyun membalas ciumanku hingga aku lupa dunia akibat ciuman hangatnya pada bibirku.

 

Aku tersenyum miris ketika mengingat momen itu. Mana janjimu Kyu? Kau bilang kau tak akan pernah meninggalkanku. Tapi nyatanya, kau meninggalkanku tanpa sebuah alasan yang jelas!!

Aku kembali menangis meraung-raung di kamarku. Mungkin kali ini mataku sudah bengkak, karna sedari tadi menangis.

 

TeT

 

Suara pintu apartement ku yang berhasil di buka terdengar. Membuatku menoleh ke arah pintu, dan melihat sosok Kim Ryeowook yang tengah menghampiriku dengan menatapku penuh rasa khawatir. Tentu saja Ryeowook sudah mengetahui password apartementku. Dia orang ketiga yang mengetahui password apartementku selain Kyuhyun dan Eunhyuk.

 

Grep

 

Ryeowook menerjangku setelah jaraknya denganku sudah dekat. Ia langsung memelukku erat. Namja manis itu kini menangis.

 

“Min ah, gwaenchana??” Ucap Ryeowook sambil terus memelukku. Kali ini, aku menangis dalam pelukan Ryeowook untuk pertama kali. Aku yang selalu terlihat kuat oleh semua orang, kini hancur hanya karna seorang Cho Kyuhyun yang memutuskanku.

 

“Hikss,, Wookie-ah,, I-Ini,, Hikss,, sakitthh, hatiku sakit Wookie-ah. Aku tak tahu harus bagaimana. A-Aku tak bisa tanpanya” Aku semakin memeluk Ryeowook erat, menumpahkan semua beban pikiranku padanya. Ini sakit!! Dan aku perlu seseorang untuk membagi semua rasa sakitku.

 

“Aku tahu Min. Kau harus kuat ne” Ryeowook melepaskan pelukannya. Kini Ryeowook mengusap airmataku penuh sayang.

“Kau tahu? Kalau kau menangis kau terlihat jelek, Min” Ryeowook mencubit pipiku gemas. Hingga kini membuatku tersenyum karna tingkahnya.

 

“Kau harus melupakan Kyuhyun. Kau harus bisa melupakannya. Dia sangat bodoh meninggalkanmu seperti ini. Aku pastikan, Cho Kyuhyun akan aku hajar ketika bertemu dengannya” Ryeowook mengepalkan tangannya seolah Ia bisa menghajar Kyuhyun.

 

“Ya, aku akan mencoba melupkannya. Walaupun mungkin butuh waktu yang lama” Aku mengusap air mataku, dan berusaha tersenyum.

“Itu baru Lee Sungmin yang ku kenal. Kajja, lebih baik kita makan dan menonton acara BBC kesukaan kita” Ryeowook tersenyum padaku sambil menunjukkan kantung kresek yang berisi makanan ringan padaku. Aku membalas senyum, dan berusaha melupakan Kyuhyun dengan cara ini. Ryeowook benar, aku harus melupakan Kyuhyun. Aku harus membuktikan padanya, bahwa aku bisa tanpanya.

.

.

.

Hari ini, aku memutuskan untuk menerima ajakan Eunhyuk dan Ryeowook untuk menonton film horor terbaru di bioskop. Kini aku dan Ryeowook tengah menunggu Eunhyuk yang belum terlihat batang hidungnya di Cafe Starbucks.

“Hyukie lama sekali” Ryeowook mempoutkan bibirnya, sambil mengaduk kopi manis yang Ia pesan.

 

“Mungkin sebentar lagi” Aku hanya bisa tersenyum melihat tingkah Ryeowook yang terlihat sangat menggemaskan dimataku.

 

Sambil menunggu Eunhyuk yang belum datang. Aku mengedarkan mataku ke depan jalan raya. Melihat orang berlalu lalang di trotoar dan mobil yang melintas. Sampai padangan mataku terhenti ketika melihat sosok yang sangat aku rindukan. Ia Cho Kyuhyun yang tengah menggandeng tangan seorang yeoja dengan senyum yang bertengger di wajah tampannya. Demi apapun aku sangat merindukan senyum menawannya, yang selalu Ia berikan padaku. Tidak pada orang lain, seperti yeoja yang tengah di gandeng.

 

Tanpa aku sadari, air mataku sudah membasahi pipiku. Ryeowook yang melihatku menangis, langsung menoleh ke arah yang sedari tadi aku pandangi.

“Min-ah, kajja. Sebaiknya kita pergi dari sendiri” Ryeowook menggenggam tanganku, dan menarikku pergi menjauh dari Kyuhyun.

 

Rasa sakitku kini terasa lagi. Ini benar-benar menyakitkan. Apa Kyuhyun memutuskanku karna yeoja itu. Apa yeoja itu lebih baik dariku? Siapa yeoja itu?

 

T.B.C

 

Mind to review?

 

Lagi galau nih 😥 jadi buat cerita ini.

Bentar lagi kann puasa jadi gak mungkin kalo aku lanjut FF rate M. Jd aku buat FF ini. Ini gak akan panjang2 kok chapternya Cuma dikit kayanya :”(

 

Astia_Morichan

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s