Love Is Blind Chap 3| KyuMin

0

Title: Love Is Blind

Rate: T

Genre: Romance, Hurt, Angst/?

Disclamair : KyuMin belong each other

Summary: Cinta itu buta, dan aku mengalami hal itu. Walaupun disakiti oleh Kyuhyun, tanganku selalu terbuka lebar ketika Ia kembali padaku

Warning: TYPO, OOC, ALUR KECEPETAN, ABAL, YAOI, BL, DLDR

Pair : Kyuhyun X Sungmin

a/n: Cerita ini sebagian adalah cerita pribadi gue. Jadi kalau gak suka. Harap jangan baca cinta udah gue warning nih :*

Blod sama Italic itu Flashback

Happy Reading

EnJOY

.

.

.

Seorang namja berparas manis itu, kini tengah berbaring di ranjangnya. Namja itu- Lee Sungmin terlihat sangat kesal. Setelah pertemuannya dengan Kyuhyun, Sungmin rasanya ingin menghancurkan seluruh isi apartementnya saat ini.

 

“Lihat saja kau Cho! Aku pastikan kau menyesal sudah memutuskanku! Dan aku akan mencari pengganti yang lebih baik darimu” Ucap Sungmin sambil menggigit bantal yang sedari tadi Ia peluk.

 

“Ishh,, menyebalkan. Ah- Lebih baik aku meminta bantuan Hyukie untuk pura-pura menjadi namjaku saja… Ta-Tapi sepertinya tidak mungkin. Hyukie kan uke seperti, dan jika si Ikan Donghae itu tau aku pasti akan di cincangnya. Lagi pula Hyukkie terlihat seperti seme hanya saat kemarin saja” Sungmin mempoutkan bibirnya lucu, mengingat bahwa kemarin Eunhyuk yang terlihat seperti seme dengan pakaian yang terlihat cocok di tubuhnya dan jangan lupakan rambut merah Eunhyuk yang membuat namja itu terlihat tampan. Tentu saja, Mungkin saat itu Eunhyuk kesal. Jadi namja pemilik gummy smile itu berinisiatif untuk mengaku sebagai pacar Sungmin. Tidak mungkin kan jika Ryeowook yang berparas imut mengaku sebagai seme Sungmin?

 

“Mungkin, aku harus menerima cinta Siwon yah?” Sungmin kembali berfikir mengingat tentang Choi Siwon. Namja tinggi yang berparas tampan itu, sebulan yang lalu menyatakan perasaannya pada Sungmin. Bahkan sampai sekarang Siwon masih saja mengejarnya. Apalagi setelah mengetahui bahwa Sungmin sudah putus dari Kyuhyun. Sayangnya, namja tampan itu hari ini tak sempat ikut bersamanya untuk menonton Film itu, karna harus menjemput Eomma nya yang baru pulang dari Italia.

 

“Tapi aku tak ingin menyakiti perasaan Siwon. Dia teman baikku” Sungmin kembali melayangkan pikirannya kepada Siwon yang suka menolongnya ketika ada kesulitan.

 

“Mungkin sebaiknya aku menceritakan semuanya. Siapa tahu, Siwon akan membantuku” Sungmin segera mengambil I-phone putihnya dan mulai mengetik sebuah pesan.

 

To : Siwon

Siwon-ah, bisakah besok kita bertemu?

Lee Sungmin

 

Beberapa detik setelah pesan itu terkirim, akhirnya ponsel Sungmin kembali bergetar. Menandakan sebuah pesan masuk. Dibukanya pesan itu dengan cepat.

 

From: Siwon

Tentu saja Minnie-ya. Dimana kita harus bertemu hm?

 

Sungmin tersenyum melihat jawaban dari Siwon. Ia pun kembali mengetik pesan untuk namja berlesung pipi itu.

 

To : Siwon

Bagaimana jika bertemu di Kona Beans jam satu siang?

Aku menunggumu nanti disana^^

 

Lee Sungmin

 

Dan hanya selang lima detik, balasan pesan dari Siwon sudah membuat ponsel Sungmin kembali bergetar.

 

From: Siwon

Baiklah, sampai ketemu nanti Miinie-ku ^^

 

Sungmin kembali tersenyum melihat balasan pesan Siwon. Semoga saja Siwon dapat membantunya nanti.

.

.

.

 

Kyuhyun POV

 

Aku kesal. Sangat teramat kesal dengan mulutku yang terlalu kasar ini pada Sungmin. Astaga, kenapa aku bisa berkata seperti itu pada Sungmin. Rasanya aku benar-benar ingin membunuh diriku saat ini. Tapi sepertinya tidak bisa, waktuku mungkin hanya sebentar lagi juga kan?

 

Aku membanting semua benda yang ada di kamarku dengan kesal. Sehingga membuat suara yang keras benda berjatuhan. Aku sudah tak peduli lagi. Demi apapun, aku kesal dan benci pada diriku yang egois ini. Ya Tuhan, mungkin lebih baik kau segera mencabut nyawaku saja dari pada aku tak dapat memiliki kembali Sungmin.

 

Brakk

 

Tanpa aku sadari, pintu kamarku di buka paksa. Terlihat Ahra-Nuna menatapku kaget. Ah ya- aku belum menceritakan siapa Ahra Nuna. Dia adalah Nuna ku satu-satunya. Dia juga yeoja yang dilihat Sungmin hari ini. Sungmin sama sekali tidak mengetahui siapa Ahra Nuna. Karena Nunaku baru saja pulang dari Amerika setelah mengetahui kondisiku dari Eomma. Well, Mungkin Sungmin salah sangka, mengira bahwa Ahra Nuna adalah pacarku. Sungmin sama sekali tidak mengetahui siapa Ahra-Nuna.

 

“Kau kenapa Kyu?” Ahra Nuna mendekati. Ia duduk di sampingku. Menatapku penuh kekhwatiran. Mungkinkah aku harus menceritakannya pada Ahra Nuna tentang kebodohanku??

 

“Apa ini tentang Lee Sungmin itu?” Ahra Nuna kembali bertanya, membuatku menatapnya. Aku hanya bisa mengangguk. Rasanya aku ingin menangis mengetahui nasib burukku saat ini.

 

“Kenapa kau meninggalkannya Kyuhyun-ah?”

 

“Aku tak mau dia sedih ketika mengetahui penyakitku, Nuna. Aku tak mau membuatnya menangis. Tapi rasanya aku seperti akan kehilangan nyawaku setelah melepaskannya. Nuna, aku benar-benar mencintainya” Aku menundukkan kepalaku. Hidupku miris sekali bukan? Di vonis sebuah penyakit sialan yang membuatku harus selalu check up ke Rumah Sakit. Gara-gara penyakit sialan ini aku harus meninggalkan Sungmin. Aku pikir dengan meninggalkan Sungmin, akan membuatku baik-baik saja. Tapi kenyataannya tidak sama sekali!

 

“Kyuhyun-ah, seharusnya kau tak meninggalkannya seperti itu. Jika Ia mencintaimu, Ia akan menerima mu apa adanya walaupun kau sakit Kyu. Kau menyakitinya”

 

“Aku tahu, Nuna. Aku tahu. Dan aku benar-benar menyesal. Sungguh aku menyesal”

 

“Lebih baik kau meminta maaf padanya. Ceritakan semuanya”

 

“Tidak Nuna. Aku tak ingin Sungmin mengetahui tentang penyakitku Nuna” Aku menggeleng cepat, mendengar saran Nunaku. Aku benar-benar tak ingin Sungmin mengetahui penyakitku.

 

“Well, mungkin lebih baik kau meminta maaf padanya. Jangan membuat kesalahan yang sama Kyuhyun-ah atau dirimu akan lebih menyesal dari ini” Ahra Nuna berdiri dari duduknya dan pergi meninggalkan ku sendiri di kamarku yang sekarang telihat seperti kapal pecah.

 

Mungkin Ahra Nuna benar. Aku memang harus meminta maaf pada Sungmin, dan memintanya kembali padaku. Kali ini aku tak boleh menjadi egois dan mementingkan harga diriku. Cintaku pada Sungmin lebih penting dari semua ego yang aku punya. Aku hanya bisa berharap supaya Tuhan membantuku kali ini. Dan dengan baik hati membuat Sungmin kembali padaku. Apapun caranya!

Besok aku harus bertemu dengan Sungmin, dan benar-benar meminta maaf padanya. Aku harap Sungmin bisa memaafkanku.

 

.

.

.

Esok hari datang begitu cepat. Hari ini aku sudah memutuskan untuk bertemu dengan Sungmin. Aku akan ke apartementnya hari ini. Seharusnya siang ini adalah jadwalku untuk melakukan check up di rumah sakit. Tapi aku lebih ingin bertemu dengan Sungmin kali ini.

Aku kini sudah sampai di Apartement Sungmin. Aku berniat untuk memarkirkan mobil sport merah kesayanganku ini. Tapi mata obsidianku terpaku menatap sosok Sungmin yang kini sudah naik sebuah taksi. Tanpa pikir panjang, aku segera mengikuti Sungmin dengan mobilku yang mengekor di belakang taksi yang Sungmin tumpangi.

Mobil itu kini terhenti di sebuah Cafe yang sudah terkenal di Korea – Kona Beans. Terlihat Sungmin turun dari mobilnya. Sungmin benar-benar tidak berubah. Ia selalu terlihat mempesona kemanapun Ia pergi.

Aku baru saja berniat melangkahkan kakiku keluar dari mobilku. Tapi pandanganku terpaku melihat pemandangan tidak mengenakan!

Terlihat Sungmin yang sudah terduduk di cafe itu bersama seorang namja yang aku kenal- Choi Siwon!! Aku memukul setir mobil ku. Aku kesal melihat Sungmin bersama Siwon. Sungmin kini tengah tersenyum bersama namja itu. Sungminnya bersama Siwon yang aku tahu bahwa namja itu selalu mengejar-ngejar Sungmin. Bahkan sudah mengatakan perasaannya pada Sungmin.

 

‘Apa kali ini aku benar-benar sudah terlambat untuk membuat Sungmin kembali pada ku? Apakah aku tak dapat memilki Sungmin kembali?’

 

Pikiran itu terlintas begitu saja, aku menggelengkan kepalaku. Tidak! Walaupun Sungmin sudah mempunyai penggantiku tapi aku akan tetap membuatnya bersamaku kembali. Aku akan membuat Sungmin menjadi milikku kembali!

.

.

Sudah dua jam aku menunggu Sungmin di dalam mobilkku. Menyaksikan pemandangan yang menyakitkan untuk hatiku. Ah- rasanya aku ingin pergi saja. Sungguh aku ingin pergi menjauh agar tak usah melihat Sungmin bersama namja lain. Tapi aku ingin bersama Sungmin sampai kapan pun.

 

Kini terlihat Sungmin sudah berdiri dari duduknya di iikuti dengan Siwon. Mereka berdua masuk ke dalam mobil Honda hitam milik Siwon. Aku dengan cepat menyalakan mesin mobilku dan mulai mengikuti arah mobil Siwon dari belakang. Sepertinya kali ini aku terlihat seperti seorang stalker.

 

Mobil itu kini sampai di Apartement Sungmin. Sungmin turun dari mobil Siwon. Ia tersenyum pada Siwon dan aku yakin Siwon membalas senyum manis Sungmin. Kini mobil Honda hitam itu mulai melaju meninggalkan Apartement Sungmin. Terlihat Sungmin masih melambaikan tangannya menunggu Siwon agar hilang dari pandangannya.

Aku tersenyum melihat Siwon sudah pergi dari kawasan Apartement Sungmin. Dengan cepat aku turun dari mobilku. Dan mulai mendekati Sungmin.

 

Grep

 

Aku menggenggam tangan Sungmin, ketika namja manis itu akan masuk ke dalam Apartementnya. Tapi sepertinya keinginannya itu tidak terkabul karna aku sudah mencegahnya. Hingga Ia berbalik dan menatapku kaget.

 

“Aku ingin bicara denganmu Sungmin-ah”

 

 

T.B.C

Mind To Review? ^^

 

Nih gue mau jawab pertanyaan haters tercinta :*

Di cerita ini Kyuhyun bukan penjahat kelamin. Ya elah, gue ngeri lu bilang Kyuhyun penjahat kelamin di sini. Apanya yang penjahat kelamin cinta? Disini Kyuhyun gak akan khianatin Sungmin dua kali. di chap ini udah diceritain siapa yeoja itu.

Kedua. Sungmin bukan pengemis cinta. Gue kan bilang cinta itu buta sayang. Di saat cinta datang lo gak bisa milih apa yang lo mau walaupun lo terasa sakit. Cinta itu manis tapi disaat yang sama juga nyakitin.

 

Well, jadi mending buat yang gak suka cerita gue yah jangan baca, apa susahnya? Ini FF GENRE NYA KAN HURT YAH OTOMATIS KAYA GINI CERITANYA. Idup lu di bawa ribet dah. Udah tau kagak suka tapi maksain baca -_- idup itu bawa enJOY cinta :* Mwah :*

Oh iya gue ingetin nih JANGAN PANGGIL GUE AUTHOR. KARNA GUE GAK LAYAK DI PANGGIL AUTHOR ^^

Special thanks : Cho Adah Joyers, LiveLoveKyumin,, reiasia95, zen liu,, dewikaa, abilhikmah, gyumin4ever, rahma lau 137, fitri, sissy, 5351, All Guest ^^

Advertisements

Love Is Blind Chap 2| KyuMin

0

Title: Love Is Blind

Rate: T

Genre: Romance, Hurt, Angst/?

Disclamair : KyuMin belong each other

Summary: Cinta itu buta, dan aku mengalami hal itu. Walaupun disakiti oleh Kyuhyun, tanganku selalu terbuka lebar ketika Ia kembali padaku

Warning: TYPO, OOC, ALUR KECEPETAN, ABAL, YAOI, BL, DLL

Pair : Kyuhyun X Sungmin

a/n: FF yang terinspirasi ketika lagi galau akut

Happy Reading

EnJOY

.

.

.

 

Terlihat seorang namja tampan berambut brunete kecoklatan itu tengah bertumpu dengan lututnya di hadapan seorang namja manis yang kini tengah mencoba tersenyum sebaik mungkin.

 

“Sungmin-ah, aku minta maaf. Aku sungguh menyesal atas perbuatanku. Aku mohon maafkan aku” Namja tampan itu- Kyuhyun terduduk, matanya terpejam penuh penyesalan.

Sementara Sungmin, tengah tersenyum miris mengetahui kenyataan bahwa namja yang sangat Ia cintai tengah menduakannya dengan seorang yeoja. Yeoja yang sudah Sungmin anggap sebagai sahabatnya itu mengkhianatinya bersama Kyuhyun. Jika bisa, rasanya Sungmin berharap bahwa Tuhan mencabut semua rasa sakit ini.

“Tak apa Kyuhyun-ah” Sungmin tersenyum seolah tak terjadi apa-apa. Sesungguhnya, namja manis ini menahan tangis yang ingin Ia keluarkan.

 

“Aku sungguh minta maaf, aku janji tak akan melakukan kesalahan yang sama. Aku mohon Ming, maafkan aku” Ucap Kyuhyun masih dengan terduduk penuh rasa bersalah.

 

“Aku sudah memaafkanmu, Kyu” Sungmin ikut bertumpu dengan lututnya. Tangannya menggapai wajah Kyuhyun dan menangkup pipi namja tampannya. Hingga kini mata foxynya bertatapan langsung dengan obsdian milik Kyuhyun.

Jujur saja, Sungmin sudah sangat ingin menangis sekarang. Rasanya, Ia sudah tidak kuat menahan air mata yang sudah berada di pelupuk matanya.

“Maafkan aku” Kyuhyun menghapus airmata yang sudah membasahi pipi chubby Sungmin. “Aku benar-benar menyesal Ming”

“Kyuhyun-ah, kau tahu? Ini sakit sekali. Hikss,,” Sungmin terisak pelan. Sungguh Ia sudah tak bisa menahan rasa sakit ini.

 

“Aku akan melakukan apapun supaya kau memaafkanku, tapi kau jangan meninggalkanku Ming” Kyuhyun mengenggam tangan mungil sungmin. Dikecupnya pelan punggung tangan Sungmin. Berharap namja manis yang Ia sayangi ini berhenti menangis.

 

“Benarkah?” Sungmin mengusap air matanya pelan. Ia menatap mata obsidian Kyuhyun dalam. Ia benar-benar berharap Kyuhyun serius dengan ucapannya kali ini.

 

“Tentu saja, apapun itu Ming”Kyuhyun kembali mengusap pipi ku penuh kasih sayang

 

“Jangan mengulanginya lagi, dan jangan pernah menyakitiku seperti ini, Kyu”

.

.

.

Kini Sungmin tengah melamun di tengah-tengah orang yang berisik, berteriak ketakutan. Setelah Ryeowook menariknya agar tidak melihat Kyuhyun lagi. Akhirnya Ryeowook memutuskan untuk menyuruh Eunhyuk langsung datang di depan bioskop. Dan sekarang berakhirlah seperti ini. Sungmin, Ryeowook, dan Eunhyuk menonton film horor yang direkomendasikan Ryeowook. Eunhyuk dan Ryeowook sangat memperhatikan adegan yang menakutkan itu. Sementara Sungmin, hanya diam. Pikirannya melayang pada saat-saat momen kebersamaannya dengan Kyuhyun.

Ia tidak bisa konsentrasi menikmati film itu, sementara kepalanya hanya memikirkan Kyuhyun, Kyuhyun, dan Kyuhyun.

 

‘Kyuhyun-ah, seandainya bisa aku tak akan mencintaimu sedalam ini. Cinta yang kau berikan menyakitkan Kyuhyun-ah’

 

“Min, lihat itu menakutkan sekali,, Kyaaa” Ryeowook dan Eunhyuk berteriak ketakutan melihat sosok hantu yang menakutkan di layar bioskop itu.

 

“Hmm” Sungmin hanya bergumam pelan, dan mencoba menikmati film itu. Sampai akhirnya, Ia bisa sedikit melupakan Kyuhyun dan ikut berteriak bersama Eunhyuk dan Ryeowook.

.

.

Kyuhyun POV

 

Kenapa aku harus merindukan Sungmin saat ini? Rasanya aku benar-benar merindukan bunny-ku sekarang. Apa aku harus menyusulnya ke bioskop, dan berbicara padanya? Tapi Apa dia mau berbicara padaku setelah aku menyakitinya seminggu yang lalu? Ah-sepertinya Sungmin enggan untuk bertemu denganku.

Jujur saja, aku tak pernah menyangka jika melepaskan Sungmin akan membuatku kembali merindukan sosoknya yang selalu ada untukku. Apa aku harus memintanya untuk kembali padaku?

Sepertinya Ya! aku harus memintanya untuk kembali dalam pelukanku. Semoga saja Sungmin dapat menerimaku kembali. Walaupun aku tahu sepertinya itu sangat tidak mungkin. Tapi setidaknya aku harus mencobanya bukan? Sungmin masih sangat mencintaiku! Aku yakin itu!

 

Dan sekarang aku sudah berada di depan bioskop yang Sungmin kunjungi bersama sahabatnya yang baru aku ketahui. Kalian menanyakan yeoja yang tadi bersamaku? Tenang saja, dia sudah pulang duluan ketika aku melihat sosok Sungmin di hadapanku, dan aku berniat segera mengikuti Sungmin.

.

.

Aku melihat ke sekeliling, berharap menemukan Sungmin di pintu keluar bioskop ini. Sudah setengah jam aku menunggu disini hanya demi Sungmin! Ini semua demi Sungmin!

 

Akhirnya, setelah satu jam lebih menunggu di pintu keluar. Aku dapat melihat sosok Sungmin yang tengah tertawa bersama kedua sahabatnya. Tawa manis Sungmin yang membuat sudut bibirku ikut tertarik menikmati pemandangan indah dihadapanku. Tanpa aku sadari kakiku melangkah untuk menghampirinya. Sepertinya Sungmin tidak menyadari keberadaanku, bahkan ketika jarakku dengannya hampir satu meter lagi darinya Sungmin tak menyadarinya. Mungkin Sungmin memang tak akan menyadari keberadaanku- Tidak sampai namja berperawakan lebih kecil dari Sungmin menghentikan langkahnya. Sepertinya Ia mengetahui tentangku dari Sungmin. Sungmin yang menyadari temannya- Ryeowook menghentikan langkahnya ikut terdiam di tempat bersama Eunhyuk dan mulai mengikuti arah pandang Ryeowook yang menatapku.

 

Aku melihat Sungmin membelalakan matanya kaget ketika melihatku. Sungmin menatapku penuh kerinduan. Aku benar-benar merindukannya sekarang. Ingin rasanya aku memeluknya erat dan aku tak akan pernah melepaskannya lagi sampai kapanpun!

 

“Hai, Sungmin-ah” Aku menyapanya. Entahlah aku menyapanya tanpa senyum tersungging diwajahku. Aku tak mau Sungmin mengetahui bahwa aku merindukannya. Ah- harga diriku benar-benar tinggi saat ini.

 

Sungmin masih tetap terdiam, menatapku. Begitu juga dengan kedua temannya yang menatapku dengan tatapan tak menyukaiku!

 

“Apa kabar?” Aku mencoba menanyakan kabarnya, masih dengan suara yang dingin. Entahlah kenapa bisa aku seperti ini. Aku hanya kesal melihat Sungmin yang tengah di gandeng oleh namja berambut merah itu.

 

“Baik” Akhirnya Sungmin menjawab pertanyaanku dengan singkat. Aku tahu Sungmin, masih marah padaku. Wajar jika Ia mendinginkanku seperti ini. Aku meninggalkannya tanpa sebuah alasan bukan? Aku tau aku sangat kejam padanya.

“Jangan mengganggunya. Dia namjachinguku” Suara dari namja berambut merah itu- Lee HyukJae. Membuat mataku terbelalak. Apa katanya? Sungmin sekarang kekasih namja berambut merah itu.

Ah- aku tak percaya pada ucapan namja sialan itu. Sungmin tak akan mungkin melupakanku secepat itu. Perlu diketahui oleh semua orang di dunia ini. Bahwa Sungmin sangat mencintai Cho Kyuhyun!!

 

“Bisakah kita bicara. Hanya berdua saja” Tanpa meminta persetujuan Sungmin, aku segera menarik tangannya untuk mengikutiku dan meninggalkan kedua temannya itu. Dapat aku dengar teriakan namja berambut merah yang mengaku pacar Sungmin itu mengumpat padaku dengan kencang.

 

.

.

.

Aku membawa Sungmin kesebuah cafe. Kini kami terduduk diam dengan secangkir buble tea yang tadi aku pesan. Yah- Sungmin sangat menyukai buble tea.

Suasana kami kini terasa canggung. Sejak aku menarik Sungmin ke cafe ini. Sungmin sama sekali tidak berbicara. Walaupun ketika aku menarik tangannya, Ia berusaha untuk melepaskan cengkaraman tanganku.

 

“Apa kau bahagia tanpaku?” Pertanyaan itu muncul begitu saja. Rasanya kesal ketika mendengar penuturan dari namja berambut merah itu.

 

“Tidak. Kau tahu, Kyu? Rasanya sangat menyakitkan mengetahui kenyataan bahwa kau bukan milikku lagi” Sungmin menjawab pertanyaanku dengan datar. Tatapannya kosong. Rasanya aku sangat bersalah telah membuat Sungmin seperti ini.

 

“Ck, aku tak percaya pada ucapanmu. Bukankah kau seharusnya bahagia sekarang karna sudah mendapatkan penggantiku? Aku yakin kau bahagia tanpaku Lee Sungmin! Tak ada yang bisa mengekangmu sekarang” Entah setan darimana, aku mengucapkan hal seperti itu pada Sungmin. Rasa cemburuku pada namja itu membuatku melampiaskan kemarahanku pada Sungmin.

 

“Kau percaya Eunhyuk namjachinguku?”

 

“Tentu saja aku percaya” Aku kembali menatap Sungmin dalam. Jujur, aku ingin mengatakan padanya bahwa kali ini, aku benar-benar merindukannya. Aku cemburu melihatnya dengan namja lain! Dan ingin Ia kembali padaku saat ini juga!!

 

“Terserah padamu, yang jelas aku masih mencintaimu Kyuhyun-ah, aku merindukanmu sangat” Sungmin menatapku sendu. Matanya sarat akan kerinduannya padaku. Aku tahu sekarang Ia tengah menahan tangisnya.

 

Ingin sekali rasanya aku menjawab ‘ Aku juga masih mencintaimu Sungmin dan aku sangat merindukanmu’

Tapi sepertinya egoku terlalu besar.

 

“Lupakan aku. Aku tidak bisa selalu bersamamu Lee Sungmin!” Aku menatap Sungmin tajam, sehingga membuat Sungmin menunduk enggan melihatku. Ingin rasanya aku merobek mulutku sendiri saat ini!!

 

“Ba-Baik, aku akan melupakanmu Kyuhyun-ah” Sungmin berdiri dari duduknya setelah mengucapkan hal yang sangat menyakitkan bagiku. Kini Ia meninggalkanku sendiri! Bisakah aku mengulang waktu dan berkata bahwa aku masih sangat mencintainya?!

 

T.B.C

 

Mind To Review??

 

Makasih buat yang udah review fanfict abal-abal buat aku. Mwah :*

Mau sad ending apa Happy ending chingudeul?

Tenang aja, aku bakal buat Kyuhyun nyesel kok 😥 Hikss 😥

 

Astia Morichan ^^