Love Is Blind Chap 2| KyuMin

Title: Love Is Blind

Rate: T

Genre: Romance, Hurt, Angst/?

Disclamair : KyuMin belong each other

Summary: Cinta itu buta, dan aku mengalami hal itu. Walaupun disakiti oleh Kyuhyun, tanganku selalu terbuka lebar ketika Ia kembali padaku

Warning: TYPO, OOC, ALUR KECEPETAN, ABAL, YAOI, BL, DLL

Pair : Kyuhyun X Sungmin

a/n: FF yang terinspirasi ketika lagi galau akut

Happy Reading

EnJOY

.

.

.

 

Terlihat seorang namja tampan berambut brunete kecoklatan itu tengah bertumpu dengan lututnya di hadapan seorang namja manis yang kini tengah mencoba tersenyum sebaik mungkin.

 

“Sungmin-ah, aku minta maaf. Aku sungguh menyesal atas perbuatanku. Aku mohon maafkan aku” Namja tampan itu- Kyuhyun terduduk, matanya terpejam penuh penyesalan.

Sementara Sungmin, tengah tersenyum miris mengetahui kenyataan bahwa namja yang sangat Ia cintai tengah menduakannya dengan seorang yeoja. Yeoja yang sudah Sungmin anggap sebagai sahabatnya itu mengkhianatinya bersama Kyuhyun. Jika bisa, rasanya Sungmin berharap bahwa Tuhan mencabut semua rasa sakit ini.

“Tak apa Kyuhyun-ah” Sungmin tersenyum seolah tak terjadi apa-apa. Sesungguhnya, namja manis ini menahan tangis yang ingin Ia keluarkan.

 

“Aku sungguh minta maaf, aku janji tak akan melakukan kesalahan yang sama. Aku mohon Ming, maafkan aku” Ucap Kyuhyun masih dengan terduduk penuh rasa bersalah.

 

“Aku sudah memaafkanmu, Kyu” Sungmin ikut bertumpu dengan lututnya. Tangannya menggapai wajah Kyuhyun dan menangkup pipi namja tampannya. Hingga kini mata foxynya bertatapan langsung dengan obsdian milik Kyuhyun.

Jujur saja, Sungmin sudah sangat ingin menangis sekarang. Rasanya, Ia sudah tidak kuat menahan air mata yang sudah berada di pelupuk matanya.

“Maafkan aku” Kyuhyun menghapus airmata yang sudah membasahi pipi chubby Sungmin. “Aku benar-benar menyesal Ming”

“Kyuhyun-ah, kau tahu? Ini sakit sekali. Hikss,,” Sungmin terisak pelan. Sungguh Ia sudah tak bisa menahan rasa sakit ini.

 

“Aku akan melakukan apapun supaya kau memaafkanku, tapi kau jangan meninggalkanku Ming” Kyuhyun mengenggam tangan mungil sungmin. Dikecupnya pelan punggung tangan Sungmin. Berharap namja manis yang Ia sayangi ini berhenti menangis.

 

“Benarkah?” Sungmin mengusap air matanya pelan. Ia menatap mata obsidian Kyuhyun dalam. Ia benar-benar berharap Kyuhyun serius dengan ucapannya kali ini.

 

“Tentu saja, apapun itu Ming”Kyuhyun kembali mengusap pipi ku penuh kasih sayang

 

“Jangan mengulanginya lagi, dan jangan pernah menyakitiku seperti ini, Kyu”

.

.

.

Kini Sungmin tengah melamun di tengah-tengah orang yang berisik, berteriak ketakutan. Setelah Ryeowook menariknya agar tidak melihat Kyuhyun lagi. Akhirnya Ryeowook memutuskan untuk menyuruh Eunhyuk langsung datang di depan bioskop. Dan sekarang berakhirlah seperti ini. Sungmin, Ryeowook, dan Eunhyuk menonton film horor yang direkomendasikan Ryeowook. Eunhyuk dan Ryeowook sangat memperhatikan adegan yang menakutkan itu. Sementara Sungmin, hanya diam. Pikirannya melayang pada saat-saat momen kebersamaannya dengan Kyuhyun.

Ia tidak bisa konsentrasi menikmati film itu, sementara kepalanya hanya memikirkan Kyuhyun, Kyuhyun, dan Kyuhyun.

 

‘Kyuhyun-ah, seandainya bisa aku tak akan mencintaimu sedalam ini. Cinta yang kau berikan menyakitkan Kyuhyun-ah’

 

“Min, lihat itu menakutkan sekali,, Kyaaa” Ryeowook dan Eunhyuk berteriak ketakutan melihat sosok hantu yang menakutkan di layar bioskop itu.

 

“Hmm” Sungmin hanya bergumam pelan, dan mencoba menikmati film itu. Sampai akhirnya, Ia bisa sedikit melupakan Kyuhyun dan ikut berteriak bersama Eunhyuk dan Ryeowook.

.

.

Kyuhyun POV

 

Kenapa aku harus merindukan Sungmin saat ini? Rasanya aku benar-benar merindukan bunny-ku sekarang. Apa aku harus menyusulnya ke bioskop, dan berbicara padanya? Tapi Apa dia mau berbicara padaku setelah aku menyakitinya seminggu yang lalu? Ah-sepertinya Sungmin enggan untuk bertemu denganku.

Jujur saja, aku tak pernah menyangka jika melepaskan Sungmin akan membuatku kembali merindukan sosoknya yang selalu ada untukku. Apa aku harus memintanya untuk kembali padaku?

Sepertinya Ya! aku harus memintanya untuk kembali dalam pelukanku. Semoga saja Sungmin dapat menerimaku kembali. Walaupun aku tahu sepertinya itu sangat tidak mungkin. Tapi setidaknya aku harus mencobanya bukan? Sungmin masih sangat mencintaiku! Aku yakin itu!

 

Dan sekarang aku sudah berada di depan bioskop yang Sungmin kunjungi bersama sahabatnya yang baru aku ketahui. Kalian menanyakan yeoja yang tadi bersamaku? Tenang saja, dia sudah pulang duluan ketika aku melihat sosok Sungmin di hadapanku, dan aku berniat segera mengikuti Sungmin.

.

.

Aku melihat ke sekeliling, berharap menemukan Sungmin di pintu keluar bioskop ini. Sudah setengah jam aku menunggu disini hanya demi Sungmin! Ini semua demi Sungmin!

 

Akhirnya, setelah satu jam lebih menunggu di pintu keluar. Aku dapat melihat sosok Sungmin yang tengah tertawa bersama kedua sahabatnya. Tawa manis Sungmin yang membuat sudut bibirku ikut tertarik menikmati pemandangan indah dihadapanku. Tanpa aku sadari kakiku melangkah untuk menghampirinya. Sepertinya Sungmin tidak menyadari keberadaanku, bahkan ketika jarakku dengannya hampir satu meter lagi darinya Sungmin tak menyadarinya. Mungkin Sungmin memang tak akan menyadari keberadaanku- Tidak sampai namja berperawakan lebih kecil dari Sungmin menghentikan langkahnya. Sepertinya Ia mengetahui tentangku dari Sungmin. Sungmin yang menyadari temannya- Ryeowook menghentikan langkahnya ikut terdiam di tempat bersama Eunhyuk dan mulai mengikuti arah pandang Ryeowook yang menatapku.

 

Aku melihat Sungmin membelalakan matanya kaget ketika melihatku. Sungmin menatapku penuh kerinduan. Aku benar-benar merindukannya sekarang. Ingin rasanya aku memeluknya erat dan aku tak akan pernah melepaskannya lagi sampai kapanpun!

 

“Hai, Sungmin-ah” Aku menyapanya. Entahlah aku menyapanya tanpa senyum tersungging diwajahku. Aku tak mau Sungmin mengetahui bahwa aku merindukannya. Ah- harga diriku benar-benar tinggi saat ini.

 

Sungmin masih tetap terdiam, menatapku. Begitu juga dengan kedua temannya yang menatapku dengan tatapan tak menyukaiku!

 

“Apa kabar?” Aku mencoba menanyakan kabarnya, masih dengan suara yang dingin. Entahlah kenapa bisa aku seperti ini. Aku hanya kesal melihat Sungmin yang tengah di gandeng oleh namja berambut merah itu.

 

“Baik” Akhirnya Sungmin menjawab pertanyaanku dengan singkat. Aku tahu Sungmin, masih marah padaku. Wajar jika Ia mendinginkanku seperti ini. Aku meninggalkannya tanpa sebuah alasan bukan? Aku tau aku sangat kejam padanya.

“Jangan mengganggunya. Dia namjachinguku” Suara dari namja berambut merah itu- Lee HyukJae. Membuat mataku terbelalak. Apa katanya? Sungmin sekarang kekasih namja berambut merah itu.

Ah- aku tak percaya pada ucapan namja sialan itu. Sungmin tak akan mungkin melupakanku secepat itu. Perlu diketahui oleh semua orang di dunia ini. Bahwa Sungmin sangat mencintai Cho Kyuhyun!!

 

“Bisakah kita bicara. Hanya berdua saja” Tanpa meminta persetujuan Sungmin, aku segera menarik tangannya untuk mengikutiku dan meninggalkan kedua temannya itu. Dapat aku dengar teriakan namja berambut merah yang mengaku pacar Sungmin itu mengumpat padaku dengan kencang.

 

.

.

.

Aku membawa Sungmin kesebuah cafe. Kini kami terduduk diam dengan secangkir buble tea yang tadi aku pesan. Yah- Sungmin sangat menyukai buble tea.

Suasana kami kini terasa canggung. Sejak aku menarik Sungmin ke cafe ini. Sungmin sama sekali tidak berbicara. Walaupun ketika aku menarik tangannya, Ia berusaha untuk melepaskan cengkaraman tanganku.

 

“Apa kau bahagia tanpaku?” Pertanyaan itu muncul begitu saja. Rasanya kesal ketika mendengar penuturan dari namja berambut merah itu.

 

“Tidak. Kau tahu, Kyu? Rasanya sangat menyakitkan mengetahui kenyataan bahwa kau bukan milikku lagi” Sungmin menjawab pertanyaanku dengan datar. Tatapannya kosong. Rasanya aku sangat bersalah telah membuat Sungmin seperti ini.

 

“Ck, aku tak percaya pada ucapanmu. Bukankah kau seharusnya bahagia sekarang karna sudah mendapatkan penggantiku? Aku yakin kau bahagia tanpaku Lee Sungmin! Tak ada yang bisa mengekangmu sekarang” Entah setan darimana, aku mengucapkan hal seperti itu pada Sungmin. Rasa cemburuku pada namja itu membuatku melampiaskan kemarahanku pada Sungmin.

 

“Kau percaya Eunhyuk namjachinguku?”

 

“Tentu saja aku percaya” Aku kembali menatap Sungmin dalam. Jujur, aku ingin mengatakan padanya bahwa kali ini, aku benar-benar merindukannya. Aku cemburu melihatnya dengan namja lain! Dan ingin Ia kembali padaku saat ini juga!!

 

“Terserah padamu, yang jelas aku masih mencintaimu Kyuhyun-ah, aku merindukanmu sangat” Sungmin menatapku sendu. Matanya sarat akan kerinduannya padaku. Aku tahu sekarang Ia tengah menahan tangisnya.

 

Ingin sekali rasanya aku menjawab ‘ Aku juga masih mencintaimu Sungmin dan aku sangat merindukanmu’

Tapi sepertinya egoku terlalu besar.

 

“Lupakan aku. Aku tidak bisa selalu bersamamu Lee Sungmin!” Aku menatap Sungmin tajam, sehingga membuat Sungmin menunduk enggan melihatku. Ingin rasanya aku merobek mulutku sendiri saat ini!!

 

“Ba-Baik, aku akan melupakanmu Kyuhyun-ah” Sungmin berdiri dari duduknya setelah mengucapkan hal yang sangat menyakitkan bagiku. Kini Ia meninggalkanku sendiri! Bisakah aku mengulang waktu dan berkata bahwa aku masih sangat mencintainya?!

 

T.B.C

 

Mind To Review??

 

Makasih buat yang udah review fanfict abal-abal buat aku. Mwah :*

Mau sad ending apa Happy ending chingudeul?

Tenang aja, aku bakal buat Kyuhyun nyesel kok 😥 Hikss 😥

 

Astia Morichan ^^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s