I Must Kill You, But I Love You | Chap 2| KyuMin| Yaoi

1

Title : I Must Kill You, But I Love You

Rate: Maybe T+ alias semi M

Genre: Romance, fantasi

Disclamair: KyuMin Belong Each Other

Warning: Typo, OOC, Yaoi, DLDR, absurd dll.

Summary: Kyuhyun merupakan putra Hanggeng sang Zeus di Olympus. Kyuhyun di turunkan ke bumi untuk melaksanakan misi membunuh Lee Sungmin- sang manusia dewa yang merupakan Putra Kangin-Sang Dewa Tantalos.Bisakah Kyuhyun membunuh Sungmin atau terpikat pada pesona namja manis itu?

Pair : Kyuhyun X Sungmin

a/n: Bosen dong kalo baca FF Fantasy isinya vampire atau werewolf. Jadi aku buat beginian. Inget yah Dont Like Dont Read!!

NO SIDERS!!

Enjoy^^

Happy Reading

.

.

.

Kyuhyun adalah Sang Dewa Apollo atau Dewa Matahari. Dewa Apollo itu satu-satunya Dewa yang masih perjaka di Olympus. Lambang Apollo adalah panah, musik, obat-obatan, tikus dan Lira.

Apollo adalah anak Zeus. Apollo adalah Dewa matahari sedangkan Artemis yang merupakan adik Apollo yang merupakan kembarannya sang Dewi Bulan. Tapi dalam cerita ini aku buat Artemis menjadi- Cho Ahra yang merupakan Kakak Kyuhyun.

Dionynus adalah Dewa anggur . yang merupakan anak Zeus juga. Terus Dionynus itu hilang sampai saat ini belum ditemukan. Dionynus di cerita ini itu Shindong. Dewa itu gak bisa di bunuh jadi di cerita ini aku buat Dionynus hilang oleh bangsa Titan yaitu Tantalos.

Ares adalah Dewa Perang. Dia juga anak Zeus yang berarti saudaranya Apollo.

Sekian pengertian beberapa Dewa dalam chap ini.

.

.

.

 

 

Tubuh Kyuhyun terdiam. Namja berperawakan tinggi itu masih mencoba mencerna nama

namja cantik yang melebih Dewi Aprodhite itu. Well, Kyuhyun benar-benar tidak percaya

dengan apa yang di dengarnya kali ini. Namja cantik nan manis ini bernama Lee Sungmin?!

Astaga Demi Zeus! Kyuhyun tak tega jika harus membunuh namja cantik ini.

 

“Hey kau kenapa Kyuhyun-ah? ” Sungmin menghentikan langkahnya dan berbalik menatap

Kyuhyun yang berdiri kaku di belakangnya. Sungmin kira Kyuhyun tengah pingsan, untung saja namja itu masih berdiri tegak dan baik-baik saja. Ah- ralat. Namja tampan yang baru 5 menit lalu bertemu dengannya itu tengah melamun.

 

“Hey, Jawab aku. Apa kau baik-baik saja? ” Sungmin memiringkan kepalanya lucu sambil

mengerjapkan matanya. Membuat Kyuhyun segera tersadar akibat lamunannya.

 

“Hm, Aku baik-baik saja” Kyuhyun kembali berjalan mendahului Sungmin. Membuat Sungmin menyinggungkan senyum manisnya dan mengikuti Kyuhyun dari belakang.

 

Tak terasa langkah mereka sudah sampai di ruang guru. Sungmin mendesah lega, karena meja Choi Seongsaeng tepat di depan matanya. Dengan cepat Sungmin meninggalkan Kyuhyun yang terlihat kebingungan dan berjalan menuju meja Choi Seongsaeng.

 

“Kyunie, Simpan bukunya di meja ini” Kyuhyun terdiam mendengar panggilan yang di lontarkan Sungmin untuknya. Kyunie? Hey! Nama panggilan itu terlalu manis untuknya.

 

“Kau tak boleh mengganti nama orang seenaknya” Ucap Kyuhyun sarkatik ketika Ia sudah sampai di meja Choi Seongsaeng, dan menyimpan buku-buku yang Ia bawa.

 

“Hey, nama itu sangat lucu untukmu, Kyunie” Sungmin tersenyum lucu sambil mencubit pipi Kyuhyun pelan. Membuat Kyuhyun terdiam, ketika merasakan kulit lembut Sungmin menyentuh wajahnya. Astaga, kulitnya pun seperti bayi baru lahir! Kenapa bisa ada manusia sesempurna ini di Dunia?!! Well, Kyuhyun harus membuat Sungmin menjadi Dewi di Olympus agar namja itu bisa mengalahkan kecantikan milik Dewi Aprodhite!

 

“Baiklah, kalau begitu aku akan memanggilmu Minnie-ya? Itu sangat cocok untukmu” Kyuhyun menyentuh tangan Sungmin yang masih menempel di pipinya dan menurunkan tangan Sungmin. Di genggamnya tangan Sungmin, sehingga membuat Sungmin merona hanya karna Kyuhyun menggenggam tangannya saja.

 

‘Astaga, kenapa namja ini bisa membuatku berdebar seperti ini’ Batin Sungmin merutuki dirinya yang bisa berdebar di dekat Kyuhyun- namja yang baru saja bertemu dengannya.

 

“Ya! Aku ini namja. Nama panggilanmu membuatku seperti yeoja” Sungmin mengerucutkan bibirnya lucu. Namja manis ini menggerutu kesal karna panggilan yang di berikan Kyuhyun.

 

“Kkh,, Baiklah, Minnie-ya” Kyuhyun terkekeh pelan, tangannya terulur untuk mengacak-acak rambut Sungmin. Membuat Sungmin kembali merenggut kesal.

 

“Baiklah, baiklah. Kau bisa memanggilku sesukamu Kyunie. Uhm, baiklah sekarang kita harus ke tempat Hwang Seongsaeng karena kau murid baru” Malas berdebat lebih lanjut dengan Kyuhyun, Sungmin memilih untuk menyeret namja tampan itu ke ruangan Hwang Seongsaeng.

.

.

Tokk-Tokk

 

“Masuklah” Suara yeoja paruh baya terdengar dari dalam ruangan itu. Membuat Kyuhyun otomatis langsung menolehkan pandangannya ke arah pintu yang tertutup di depannya.

 

Ceklek

 

Pintu itu di buka oleh Sungmin. Namja manis iitu kembali menarik tangan Kyuhyun masuk ke dalam ruangan yang disana terdapat seorang yeoja paruh baya tengah terduduk anggun di meja kerjanya.

 

“Annyeong, Seongsaengnim” Sungmin membungkukan kepalanya hormat.

 

“Ada apa Sungmin-shii?” Tanya yeoja itu lembut, sambil memicingkan matanya ke arah Kyuhyun. Well, Wanita ini terpesona melihat Kyuhyun yang sangat luar biasa tampan.

 

“Aku mengantarkan murid baru Seongsaeng-nim”

 

“Ah, ya. Kau sudah datang, Hmm Cho K-Kyuhyun-shii? Aku sudah menunggumu” Yeoja itu mengembangkan kembali senyumnya dan mulai berdiri menghampiri Kyuhyun dan Sungmin.

 

“Ne” Kyuhyun hanya berujar singkat. Oh- ayolah Ia malas berada di ruangan ini.

 

“Baiklah, aku akan memberitahu kelasmu. Kau berada di kelas 3-A. Dan ini adalah jadwal kelasmu” Yeoja itu lalu memberikan Kyuhyun beberapa kertas yang sedari tadi Ia pegang kepada Kyuhyun.

 

“Kamshamnida” Kyuhyun mengambil kertas dari tangannya lalu membungkuk hormat.

 

“Sungmin-shi, bisakah kau ajak Kyuhyun berkeliling sekolah ini? Kebetulan kau juga kelas 3-B yang bersebelahan dengan kelasnya kan?”

 

“Ne, seongsaeng. Aku akan mengantarnya” Sungmin kembali membungkuk hormat, di ikuti dengan Kyuhyun. Mereka kembali keluar dari ruangan itu.

 

“Terimakasih sudah mengantarku” ucap Kyuhyun pelan

 

“Sama-sama. Kau ingin berkeliling sekarang? Aku bisa mengantarmu Kyunie” Ucap Sungmin penuh harap. Entahlah Sungmin sangat menyukai berada disisi Kyuhyun.

 

“Tak usah Minnie. Aku bisa sendiri” Dan Kyuhyun kembali melangkahkan kaki panjangnya. Meninggalkan Sungmin yang masih menatapnya dari kejauhan.

.

.

.

“Sial! Tak seharusnya aku merasakan berdebar seperti ini dengan Sungmin!” Kyuhyun menonjok pohon besar di hadapannya, sampai batang pohon itu setengah hancur!

 

“Seharusnya aku membunuhnya tadi. Demi Zeus! Dia terlalu mempesona. Astaga !!” Kyuhyun mengacak-acak rambutnya frustasi. Apakah Ia sudah jatuh cinta dengan Sungmin? Hanya dalam waktu satu jam Sungmin bisa membuat Kyuhyun berdebar-debar seperti ini. Ini adalah hal pertama yang membuat Kyuhyun bisa merasakan berdebar, sekaligus nyaman. Bahkan para Dewi di olympus tak ada yang bisa menaklukan Kyuhyun untuk menjadi pasangannya. Dan sekarang Ia terpesona dengan seorang namja yang memang kecantikannya melebihi seorang Dewi!

 

Dreettt

 

Ponsel Kyuhyun bergetar di saku celananya. Well, Ponsel canggih ini Changmin yang memberikannya. Hanya untuk berjaga-jaga jika saudaranya ini butuh bantuan.

Dengan cepat Kyuhyun mengangkat panggilan telpon dari I-Phone hitamnya.

 

“Apa?” Kyuhyun menjawab panggilan itu dengan suara yang dingin

 

“Hey! Kyuhyun-ah. Kenapa suaramu seperti itu? Baru sebentar saja kau di Bumi sudah seperti itu. Apa yang terjadi?” Suara Changmin di sebrang sana terdengar, namja itu bertanya pada Kyuhyun dengan beruntun.

 

“Tak ada yang terjadi” Kyuhyun kembali berucap dingin. Ayolah, Ia enggan di jadikan bahan tertawaan oleh Changmin. Well, tak pernah ada yang bisa menaklukan Kyuhyun di Olympus. Sekarang? Hanya dalam waktu hitungan detik Sungmin sudah menaklukan Kyuhyun! Padahal Namja itu hanyalah Seorang HalfBlood!

 

“Kau berbohong Kyu. Ayolah jujur padaku. Apa kau jatuh cinta pada Lee Sungmin, eoh?”

 

Sial!! Kenapa Changmin bisa menebaknya dengan sangat cepat?!

 

“Tidak, aku tidak jatuh cinta padanya”
“Aku saja sempat terpesona dengan Sungmin. Apa kau benar tidak terpesona sedikitpun, Kyu?”

 

“Tidak, dan aku akan segera membunuhnya!!”

“Well, aku yakin kau akan jatuh cinta sepenuhnya pada namja itu. Ah-ya Kyu aku sudah mengirimkan sebuah mobil lambhorgini orange yang sudah terparkir di parkiran sekolah dan di dalam mobil ada alamat untuk apartement barumu. Ingatlah kau manusia sekarang, jangan gunakan kekuatanmu disini” Ujar Changmin di sebrang mengingatkan saudaranya ini. Yah-Kyuhyun terkadang tidak bisa mengendalikan kekuatannya.

 

“Hm, aku akan bersikap baik dan segera menyelesaikan misiku”

 

PIP

 

Panggilan itu Kyuhyun matikan. Ia enggan harus mendengarkan celotehan Changmin. Well, Lebih baik Kyuhyun langsung masuk kelas matematika. Ia harus berlaku baik sebagai manusia bukan? Mungkin Ia bisa bertemu dengan Sungmin di kelas Matematika.

 

Dengan cepat, Kyuhyun segera melangkahkan kakinya ke kelas Matematika yang berada di lantai 2 sebelah utara gedung sekolah ini. Butuh waktu 10 menit untuk Kyuhyun sampai kesana. Tentu saja, sekolah ini benar-benar sangat luas seperti kastil.

Kyuhyun pun masuk ke dalam kelas. Namja tampan itu kini duduk di paling belakang. Semua orang yang ada dalam ruangan kelas itu menatap Kyuhyun tanpa berkedip. Bahkan beberapa yeoja ada yang langsung menghampiri Kyuhyun. Tapi sayangnya tak satupun Kyuhyun gubris godaan yeoja itu. Menurut namja manis ini tak ada yang bisa membuatnya terpesona selain Lee Sungmin! Sungguh Kyuhyun mengharapkan kehadiran Sungmin sekarang.

 

Tepat setelah yeoja terakhir yang mencoba mengajak Kyuhyun berkencan kembali ke tempat duduknya. Bel berbunyi tanda pelajaran Matematika akan segera dimulai. Tepat saat itu juga, sosok yang sudah Kyuhyun tunggu sedari tadi datang dengan nafas yang tersenggal. Ya- Lee Sungmin tengah berlari-lari untuk sampai ke kelas ini. Namja manis itu kini mulai mengedarkan pandangannya, untuk mencari beberapa meja yang kosong. Ya! Hanya satu meja yang kosong. Meja itu di samping Kyuhyun! Dengan senyuman manisnya, Sungmin melangkahkan kakinya menghampiri meja yang bersebelahan dengan namja yang beberapa jam lalu membuatnya berdebar. Senyum itu merekah diwajah cantiknya. Membuat Kyuhyun yang melihat pandangan itu pun tersenyum.

 

Sreettt

 

Kursi itu di tarik oleh Sungmin. Namja manis itu pun duduk dengan tatapan yang masih menatap Kyuhyun penuh kagum. Ah- ketampanan Kyuhyun selalu membuatnya lupa apapun.

 

“Kyunie, kita bertemu lagi” Sapa Sungmin dengan wajah yang merona. Saat ini jantungnya benar-benar berdebar tak karuan.

 

“Minnie cukup panggil aku Kyu aja, arra?” Kyuhyun berdiri sedikit dan mencondongkan tubuhnya ke arah Sungmin. Sehingga Sungmin bisa merasakan nafas Kyuhyun yang menerpa wajahnya.

“Panggil aku, Kyu” Bisik Kyuhyun yang terdengar menggoda di telinga Sungmin. Sungguh, dengan jarak 3 cm di depan wajahnya Kyuhyun bisa membuat Sungmin berdebar dan tak bisa bernafas!

“Ayo panggil aku Kyu, Minnie-ya”Kyuhyun semakin mempersempit jaraknya dengan Sungmin. Sehingga kening dan hidung mereka saling bersentuhan. Ah- wajah Sungmin kini sudah terlihat seperti kepiting rebus di hadapan Kyuhyun. Dengan cepat namja manis itu mengangguk patuh. Sungguh, berdekatan dengan Kyuhyun sangat berbahaya bagi jantungnya!!

 

“Hm, Kyu” Ucap Sungmin pelan sambil memalingkan wajahnya. Membuat Kyuhyun langsung menjauhkan jarak mereka dan tersenyum penuh arti pada Sungmin.

 

Tepat saat itu juga Park Seongsaeng masuk kedalam kelas. Mereka pun kembali fokus untuk memperhatikan pelajaran Park Seongsaeng yang menerangkan tentang kalkulus dasar. Kyuhyun hanya diam menatap Park Seongsaeng dan mulai mengerti apa yang namja paruh baya itu katakan tentang pelajaran kalkulus yang menurut Kyuhyun membosankan.

 

Sudah hampir tiga jam Park seongsaeng berceloteh sambil memberikan beberapa soal untuk latihan. Dan kini Park seongsaeng mulai kembali berbicara untuk membagi murid yang berisikan 20 orang untuk dijadikan beberapa kelompok.

 

“Kalian akan melakukan tugas dariku berpasangan. Tugas ini harus di kumpulkan besok. Dan aku akan membagi kalian 10 pasangan. Baiklah dengarkan!” Namja paruh baya itu berdehem sebelum melanjutkan kembali ucapannya.

 

“Victoria dan Sulli. Eunhyuk dan Donghae. Minhyun dan Minki. Yooara dan Yooyoung. Sooyoung dan Yoona. Naeun dan Eunji. Zhoumi dan Henry. Ryeowook dan Yesung. Chorong dan Hayoung dan yang terakhir Sungmin dan Kyuhyun. Kalian harus membuat makalah tentang kalkulus dan besok sudah harus di kumpulkan! Baiklah kelas selesai” Dan Park Seongsaeng pun keluar kelas setelah memberikan pengumuman tentang tugas yang harus diselesaikan muridnya.

 

“Aku bersamamu Minnie” Ucap Kyuhyun yang kini sudah berdiri di samping Sungmin. Sehingga membuat Sungmin mengadahkan kepalanya untuk menatap Kyuhyun.

 

“Bagaimana kalau hari ini di apartementku? Pulang sekolah nanti tunggu aku di tempat parkir” Sungmin hanya mengangguk sambil mencoba menstabilkan debaran jantungnya.

 

“Baiklah, aku harus ke kelas fisika. Sampai jumpa Minnie” Dan Kyuhyun pun melangkahkan kakinya keluar dari kelas dengan senyum mengerikan yang menghiasi wajah tampannya.

 

‘Aku harus membunuh Sungmin di Apartement nanti’

.

.

.

Tak terasa bel tanda pulang sudah berbunyi. Membuat semua siswa dan siswi Suju Senior High School sudah berhamburan keluar kelas. Termasuk Kyuhyun yang kini sudah melangkahkan kakinya keluar dari kelas Kimia. Kyuhyun sudah tak sabar ingin bertemu Sungmin. Ia sungguh ingin misinya cepat selesai. Walaupun enggan harus membunuh namja secantik Sungmin tapi Kyuhyun tidak punya pilihan lainkan? Satu-satunya cara agar Zeus tidak menghukumnya dengan menjadi manusia adalah membunuh Sungmin. Ia harus menghilangkan perasaannya pada Sungmin.

 

Langkah Kyuhyun kini sudah sampai di parkiran. Kyuhyun mengedarkan pandangannya untuk mencari mobil lamborghini yang sudah Changmin siapkan. Akhirnya mata obsidiannya menemukan objek yang tengah dikerumuni oleh beberapa siswa. Kyuhyun pun dengan cepat masuk kedalam kerumunan yang tengah mengerumuni mobil mewahnya. Dengan cepat dibukanya pintu mobil itu dan namja tampan itu segera masuk untuk menunggu Sungmin, tanpa menggubris tatapan iri yang Ia dapat.

Setelah lima menit akhirnya Sungmin menunjukan batang hidungnya. Namja manis itu berlari kecil untuk menghampiri Kyuhyun. Well, memang Kyuhyun sedari tadi menatap Sungmin lewat kaca mobilnya dan mata foxy namja manis itu menangkap tatapannya.

Kini Sungmin sudah di depan pintu mobilnya. Kyuhyun pun keluar dan membukakan pintu untuk Sungmin. Sungmin tersenyum manis dan masuk kedalam lamborghini milik Kyuhyun. Membuat para siswi yang melihatnya iri dengan Sungmin yang di perlakukan manis oleh Kyuhyun.

“Maafkan aku karena terlambat” Ucap Sungmin penu penyesalan

 

“Tak apa Minnie. Sekarang kita ke apartementku?” Kyuhyun tersenyum penuh arti pada Sungmin. Namja tampan itu pun mulai menyalakan mesin mobilnya dan melaju ke apartement miliknya. Berhati-hatilah Sungmin!

 

T.B.C

 

Mind To Review?

 

Astia Morichan^^

Advertisements

I Must Kill You But I Love You | KyuMin| Yaoi

0

Title : I Must Kill You, But I Love You

Rate: Maybe T+ alias semi M

Genre: Romance, fantasi

Disclamair: KyuMin Belong Each Other

Warning: Typo, OOC, Yaoi, DLDR, absurd dll.

Summary: Kyuhyun merupakan putra Hanggeng sang Zeus di Olympus. Kyuhyun di turunkan ke bumi untuk melaksanakan misi membunuh Lee Sungmin- sang manusia dewa yang merupakan Putra Kangin-Sang Dewa Tantalos.Bisakah Kyuhyun membunuh Sungmin atau terpikat pada pesona namja manis itu?

Pair : KyuMin

a/n: Bosen dong kalo baca FF Fantasy isinya vampire atau werewolf. Jadi aku buat beginian. Inget yah Dont Like Dont Read!!

Enjoy^^

Happy Reading

.

.

.

Kyuhyun adalah Sang Dewa Apollo atau Dewa Matahari. Dewa Apollo itu satu-satunya Dewa yang masih perjaka di Olympus. Lambang Apollo adalah panah, musik, obat-obatan, tikus dan Lira.

Apollo adalah anak Zeus. Apollo adalah Dewa matahari sedangkan Artemis yang merupakan adik Apollo yang merupakan kembarannya sang Dewi Bulan. Tapi dalam cerita ini aku buat Artemis menjadi- Cho Ahra yang merupakan Kakak Kyuhyun.

Dionynus adalah Dewa anggur . yang merupakan anak Zeus juga. Terus Dionynus itu hilang sampai saat ini belum ditemukan. Dionynus di cerita ini itu Shindong. Dewa itu gak bisa di bunuh jadi di cerita ini aku buat Dionynus hilang oleh bangsa Titan yaitu Tantalos.

Ares adalah Dewa Perang. Dia juga anak Zeus yang berarti saudaranya Apollo.

Sekian pengertian beberapa Dewa dalam chap ini.

.

.

.

“Tidak appa, aku tak mau ke Bumi!!” Kyuhyun berteriak dengan lantang kepada sang ayah yang merupakan Dewa Zeus.

 

“Kau harus, Kyu! Jika tidak bisa, kau tidak akan mewarisi tahtaku” Suara menggelegar bak petir itu membuat Kyuhyun terdiam. Entahlah Kyuhyun sangat tidak menyukai suara ayahnya yang sedang marah.

 

“Tapi, Appa. Aku tak mungkin membunuh manusia setengah dewa itu!!” Kyuhyun mencoba melawan. Walaupun Ia tahu bahwa Ia tak akan menang melawan Ayahnya selaku penguasa Olympus!

 

“Tantalos telah membuat Dionysus meninggal. Kau harus membalaskan kematian saudaramu Kyu!” Hanggeng sang Dewa Zeus menatap tajam putra semata wayangnya.

 

“Manusia setengah dewa itu tak bersalah. Lagipula kau sudah menghukum Tantalos di Tartaros selamanya!” Tentu saja pikiran Kyuhyun masih waras. Ia sama sekali tidak di butakan dendam seperti ayahnya yang memang berniat memusnahkan semua yang berhubungan dengan Tantalos.

 

“Jika kau tidak menuruti perintahku, kau akan ku usir dari Olympus selamanya! Dan menjadi manusia di bumi” Hanggeng mengancam anaknya dengan satu-satunya cara yang jitu. Tentu saja Hanggeng tahu bahwa Kyuhyun sangat mencintai Olympus.

Ucapan Hanggeng membuat sekujur tubuh Kyuhyun kaku. Namja tampan itu terdiam.

“Turunlah kau ke bumi Kyu. Kau harus lakukan perintah Ayahmu” Suara merdu Heechul yang merupakan Dewi Hera di Olympus itu mengelus kepala anaknya penuh sayang.

 

Kyuhyun hanya menunduk sambil memikirkan apa yang harus Ia lakukan. Sungguh, Ia tak mau keluar dari Olympius dan menyamar sebagai manusia untuk membunuh anak Kangin atau yang lebih dikenal Tantalos yang merupakan musuh Hanggeng selaku Dewa Zeus sang penguasa alam semesta. Padahal Kangin sudah di hukum di Tartaros(Neraka dunia bawah) selamanya, walaupun memang namja paruh baya itu tidak di bunuh Sang Zeus. Well, Dewa itu abadi.

 

“Kau boleh kembali ke Olympus setelah kau membunuh Lee Sungmin” Ucap Hanggeng final, dan lalu melenggang pergi dari singasananya.

 

“Baiklah, aku turun ke bumi” Kyuhyun menghela nafas panjang setelah berpikir bahwa Ia memang harus turun ke Bumi dan membunuh Putra Kangin- Lee Sungmin.

.

.

.

Kyuhyun kini tengah memandang pemandangan di depannya. Ya! Kyuhyun telah turun ke Bumi untuk menyelesaikan misinya. Namja tampan ini kini tengah terduduk sambil menatap pemandangan kota Seoul yang memang sangat indah. Walaupun tak seindah Olympus tentunya.

 

“Sudah lama sekali aku tak turun ke Bumi” Kyuhyun bergumam pelan. Namja tampan itu kini tengah memikirkan semua hal yang berhubungan dengan Lee Sungmin. Kyuhyun sudah merencanakan semuanya dari awal. Dari informasi yang Ia dapat dari Changmin yang merupakan Dewa Ares, Lee Sungmin tinggal di Kota Seoul dan bersekolah di SuJu Senior High School. Well, Changmin memang bisa sangat di andalkan. Tentu saja, Changmin selalu turun ke bumi untuk bertemu seseorang yang Ia sukai. Maka dari itu Changmin mengetahui seluk beluk Lee Sungmin, setelah menyelidikinya. Dari yang Kyuhyun ketahui, Lee Sungmin adalah manusia setengah dewa. Tentu saja Sungmin tidak mengetahui hal itu karna Ia dilahirkan dari seorang manusia biasa- Leeteuk.

 

“Tapi aku tak tau wajah Lee Sungmin” Kyuhyun mengacak-acak surai kecoklatannya frustasi. Rupanya memang Leeteuk selaku Ibu Sungmin yang mengetahui anaknya mungkin akan dincar oleh Dewa Olympus sangat pintar menyembunyikan Sungmin. Sehingga tak seorang dewa pun dapat mengenal Sungmin selain Changmin yang memang sudah menyelidiki Sungmin sejak dulu. Well, seharusnya Kyuhyun membawa namja itu agar misinya di bumi cepat terselesaikan.

 

“Sebaiknya aku segera ke sekolah itu, dan mendapatkan Lee Sungmin” Kyuhyun mulai berdiri dari duduknya, dan melangkahkan kaki panjangnya menuju Suju Senior High School. Hari ini, Kyuhyun harus menyamar sebaik mungkin sebagai siswa di sana.

 

Tak terasa langkah Kyuhyun sudah sampai disebuah sekolah yang sangat besar. Namja tampan itu mendongkakkan kepalanya sebentar dan mulai berjalan masuk kesekolah yang memang sangat terkenal di Seoul. Ia bahkan tak mengubris pandangan kagum dari beberapa siswi atau siswa yang menatapnya tanpa berkedip. Tentu saja, Kyuhyun sangat tampan! Wajah tampan Kyuhyun memang selalu menghipnotis setiap manusia yang melihatnya.

 

Langkah namja tampan itu kini terhenti di sebuah koridor panjang sekolah ini. Kyuhyun yang memang bingung dengan konsep sekolah yang ada di bumi memikirkan apa yang harus Ia lakukan. Semua keperluan di sekolah ini, memang sudah di urus oleh Changmin. Jadi Kyuhyun sama sekali tidak mengetahui apapun selain masuk dan menyamar menjadi salah satu siswa di sekolah ini.

 

Brukk

 

Tanpa Kyuhyun sadari seorang namja manis dengan tumpukan buku yang Ia pegang berjalan kepadanya. Sehingga membuat Kyuhyun dan namja manis itu jatuh dengan Kyuhyun yang menindih tubuh namja manis itu dengan sangat tidak elit di sertai buku yang berceceran dimana-mana.

 

“Ahh,, Appo” Suara rintihan pelan keluar dari mulut namja manis pemilik bibir bershape M itu. Sehingga membuat Kyuhyun yang sedari tadi melihat pemandangan indah di hadapannya itu segera tersadar. Namja manis ini bahkan lebih cantik dari Dewi yang berada di Olympus. Well, sepertinya Kyuhyun akan betah tinggal di Bumi.

 

“Bisakah kau menyingkir?” Suara itu kembali membuat Kyuhyun mengingat posisi mereka yang saling tindih di koridor sekolah. Sehingga membuat beberapa orang yang berada di sana menatap iri namja manis itu. Kyuhyun yang memang sadar dengan tatapan para murid itu dengan cepat berdiri dari tubuh namja manis itu.

 

Namja manis itu pun mulai terduduk dan membereskan tumpukan buku yang berceceran dimana-mana.

 

“Bisakah kau membantuku?” Ucap namja manis itu sarkatik sambil menatap Kyuhyun tajam dengan mata foxy yang tadi sempat membuat Kyuhyun terhipnotis beberapa detik.

 

“Hn” Kyuhyun hanya bergumam pelan dan mulai berjongkok sambil memunguti buku-buku yang namja manis itu. Sesekali menatap namja wajah namja manis itu yang kini tengah mengerucutkan bibirnya kesal.

 

“Kau murid baru disini?” namja manis itu bertanya setelah buku-buku yang tadi berserakan sudah mulai terlihat rapi lagi.

 

“Ya, aku baru disini”

 

“Aku akan mengantarmu ke ruang guru. Uhm sekalian kau bawakan buku ku ne?” namja manis itu menatap Kyuhyun penuh harap. Tentu saja, buku yang Ia bawa sangat banyak sekali. Salahkan Choi Seongsaeng yang membuatnya membawa buku-buku sialan itu ke ruang guru!

 

“Baiklah, aku pun tak terlalu tahu tentang sekolah ini” Kyuhyun mengangguk pelan, dan tentu saja membuat namja manis itu tersenyum sangat menawan ketika mendengar jawaban Kyuhyun.

 

“Baiklah ayo ke ruang guru” Namja manis itu mulai membawa sebagain buku dan diikuti dengan Kyuhyun yang mengambil sebagian buku terkutuk itu. Mereka pun berjalan beriringan ke arah ruang guru.

 

“Siapa namamu?” Namja manis itu mulai memecahkan keheningan yang sedari tadi menyelimuti perjalanan ke ruang guru. Well namja manis ini sangat benci kesunyian.

 

“Cho Kyuhyun” Kyuhyun menjawab pertanyaan Sungmin dengan singkat. Entahlah, sejak bertemu dengan namja manis ini. Kyuhyun seperti terkena sengatan listrik kecil yang menggetarkan jantungnya sehingga membuat berdetak tak karuan.

 

“Nama ku Lee Sungmin. Jika ada apa-apa kau bisa mengatakannya padaku”Dan ucapan namja manis itu- Lee Sungmin. Membuat Kyuhyun menghentikan langkahnya. Kyuhyun Menatap Sungmin tak percaya bahwa Sungmin adalah seseorang yang harus Ia bunuh. Astaga, Hanggeng tega sekali membuatnya harus membunuh namja cantik yang memang sama sekali tidak bersalah. Apa aku harus membunuh Sungmin ?!

 

T.B.C

 

Mind To Review.

 

Entahlah tiba-tiba buat beginian, setelah inget novel novel percy jackson wkwk.

 

Astia Morichan ^^

Love Is Blind| Chap 4| KyuMin| Yaoi

0

 

Title: Love Is Blind

Rate: T

Genre: Romance, Hurt, Angst/?

Disclamair : KyuMin belong each other

Summary: Cinta itu buta, dan aku mengalami hal itu. Walaupun disakiti oleh Kyuhyun, tanganku selalu terbuka lebar ketika Ia kembali padaku

Warning: TYPO, OOC, ALUR KECEPETAN, ABAL, YAOI, BL, DLDR

Pair : Kyuhyun X Sungmin

a/n: Cerita ini sebagian adalah cerita pribadi gue. Jadi kalau gak suka. Harap jangan baca cinta udah gue warning nih :*

Blod sama Italic itu Flashback

Happy Reading

EnJOY

.

.

.

Sungmin kini tengah duduk di sebuah cafe. Sesuai janjinya, Ia akan bertemu dengan Siwon disini. Namja manis itu kini menatap Siwon yang duduk di sebrangnya.

“Kau mau pesan apa hm? Aku akan mentraktirmu” Siwon memamerkan senyum tampannya. Sungmin tersenyum pada Siwon yang memang selalu perhatian padanya.

 

“Ehmm, Bubble tea dan kentang ?” Sungmin mengerjapkan matanya lucu, berharap Siwon mengabulkan permintaannya itu.

 

“Baiklah” Siwon mencubit hidung Sungmin gemas. Tangan namja tampan itu terangkat sedikit, menandakan bahwa Ia akan memesan sesuatu. Beberapa saat kemudian, seorang Butler datang dan menatap Siwon dan Sungmin bergantian.

 

“Ada yang bisa saya bantu?” Sang Buttler bertanya sopan di penuhi dengan senyum anggunnya.

 

“Ya, aku pesan dua buble tea dua kentang goreng. Hmm.. Kibum-Sii?” Ucap Siwon setelah menyipitkan matanya untuk melihat nametag yang tertera di pakain sang buttler itu.

 

Sang buttler hanya tersenyum lalu mengangguk, sambil menulis pesanan Siwon di note kecilnya.

“Ada pesanan lain?” Kibum kembali bertanya menatap Siwon dan Sungmin bergantian

 

“Untuk saat ini itu saja”Ucap Siwon kembali tersenyum menatap Kibum. Sang buttler manis itu hanya tersenyum sambil membungkuk hormat lalu berjalan pergi meninggalkan Siwon dan Sungmin.

 

“Jadi apa yang akan kau bicarakan, Min?” Siwon menatap Sungmin intens sambil memangkukan dagunya degan kedua tangannya. Sungmin hanya tersenyum dan menatap mata kelam milik namja tinggi itu.

 

“Kyuhyun”

 

“Apa namja itu menyakitimu lagi, Min?”Nada suara Siwon kini terdengar marah ketika nama namja itu disebutkan oleh Sungmin.

 

“Tidak. Hanya saja, bisakah kau membantuku?” Sungmin menatap Siwon penuh harap. Sungguh, Sungmin benar-benar membutuhkan bantuan dari Siwon.

 

“Tentu, apapun untukmu Min. Aku pasti akan membantumu” Tangan Siwon terulur dan mengacak rambut Sungmin gemas. Sungmin hanya meregut kesal saat menyadari rambutnya sudah acak-acakan. Sementara Siwon hanya tertawa melihat tingkah Sungmin yang sangat menggemaskan ketika sedang kesal.

 

Kegiatan mereka terhenti ketika seorang buttler manis itu datang lagi ke meja mereka, membawa senampan makanan yang sudah di pesan. Sang buttler bernama Kibum itu kembali memamerkan senyum manisnya. Ia kemudian menyimpan makanan yang sudah di pesan Sungmin dan Siwon ke meja mereka.

 

“Silahkan menikmati” Kibum kembali tersenyum lalu membungkuk hormat

 

“Terimakasih” Ucap Sungmin membalas senyum Kibum. Sang Buttler hanya membalas senyum Sungmin dan kembali tersenyum pada Siwon lalu pergi meninggalkan meja mereka.

 

“Namja itu manis” gumam Siwon pelan, tetapi Sungmin masih bisa mendengarnya.

 

“kau menyukai Kibum?” Sungmin bertanya antusias disertai senyum manisnya.

 

“Eh, Tidak. Ah-Lupakan saja yang aku ucapkan Min. Ayo katakan apa yang harus kulakukan untuk menolongmu” Tanya Siwon sambil meminum bubble tea miliknya.

 

Sungmin hanya mengaduk bubble tea miliknya sambil menatap Siwon.

“Bisakah kau berpura-pura menjadi namjachinguku di depan Kyuhyun?” Siwon berhenti menyesap minumannya, dan kembali menatap Sungmin intens.

 

“jadi namjachingumu yang asli juga tak apa Min”

 

“Siwon-ah, kau tahu aku tak ingin menyakitimu”Sungmin menatap Siwon penuh harap, agar namja itu mengerti kenapa Ia harus melakukan ini. “Kyuhyun bilang aku harus melupakannya, dan aku harus membuktikan padanya kalau aku bisa tanpanya dan mendapatkan penggantinya. Aku meminta bantuanmu bukan untuk memberimu harapan palsu Siwon-ah, aku hanya ingin kau membantuku sebagai temanku. Kau tahu? Kau adalah teman terbaikku yang aku punya selain Eunhyuk dan Ryeowook. Kau juga pasti tahu aku sangat menyayangimu sebagai temanku, dan aku minta maaf padamu karna aku sejak dulu tak dapat membalas perasaanmu Siwon-ah. Kau adalah teman terbaikku, aku tak ingin merusak persahabatan kita dengan adanya cinta. Aku minta maaf Siwon-ah, sungguh” Sungmin menundukkan kepalanya, berharap Siwon benar-benar mengerti tentang persaan dan kesulitan yang Ia alami.

 

Selama beberapa detik Sungmin menunduk, Siwon kini menggenggam tangan Sungmin. Membuat namja manis itu mendongkakkan kepalanya dan menatap Siwon yang tengah tersenyum penuh sayang padanya.

 

“Aku tahu Sungmin-ah. Kau hanya menyayangiku sebagai teman. Well, walaupun aku berharap lenih dari itu” Siwon terkekeh pelan sebelum melanjutkan ucapannya. “karna kau adalah teman terbaikku, maka aku akan membantumu Min”

 

Sungmin ternganga mendengar ucapan Siwon. Sungguh Ia benar-benar bahagia mendengarnya.

 

“Gomawo Siwon-ah. Kau memang sahabat terbaikku” Sungmin menggenggam erat jemari besar Siwon sambil tersenyum bahagia, tanpa menyadari tatapan menyakitkan seseorang yang tengah menatap mereka daari kejauhan.

 

“Cheonma Min. Jadi berapa lama aku harus berpura-pura menjadi namjamu, hm?”

 

“Satu minggu, hanya satu minggu saja. Bisakah?”

 

“Tentu saja Min” Dan Siwon kembali mengacak-acak rambut Sungmin dan kembali tertawa ketika Sungmin merengut kesal padanya.

 

Mereka melanjutkan acara makannya dengan diselingi tawa canda yang membuat Sungmin tertawa senang mendengar gurauan yang di lontarkan Siwon. Tak terasa sudah dua jam mereka makan disini, dan juga hari sudah menunjukan sore hari. Akhirnya Siwon dan Sungmin memutuskan untuk pulang, tentu saja Siwon harus mengatarkan Sungmin karna namja manis itu tidak membawa mobilnya.

Selama perjalanan pulang, mereka kembali tertawa tanpa menyadari sebuah mobil sport merah mengikuti mereka dari belakang. Akhirnya dengan enggan Siwon memberhentikan mobilnya ketika Ia sudah sampai di apartement Sungmin. Namja tampan itu turun dari mobilnya dan membukakan pintu untuk Sungmin. Sungmin hanya bisa tersenyum di perlakukan seperti itu oleh Siwon. Ah- ini mengingatkannya kepada Kyuhyun.

 

“Terimakasih” Sungmin keluar dari mobil Siwon dengan senyum yang masih bertengger di wajah manisnya.

 

“Sama-sama Min. Masuklah udara malam tak baik untukmu”Sungmin menggangguk sambil tersenyum.

 

“Ya, kalau begitu kau pulanglah. Sampai ketemu nanti di kampus” Sungmin mendorong tubuh besar Siwon agar masuk mobilnya. Siwon hanya terkekeh pelan, ketika Ia menyadari sudah di dalam mobilnya. Namja tampan itu mendesah pasrah dan mulai menyalakan mesin mobilnya.

 

“Baiklah, sampai jumpa Min” Siwon mulai menyalakan mobilnya dan tersenyum melihat Sungmin melambaikan tanggannya.

 

Sungmin tersenyum senang, ketika mobil honda hitam Siwon menghilang dari pandangannya. Ia bahkan tak menyadari seseorang yang kini tengah berada di belakangnya.

 

“Hari ini benar-benar melelahkan” Sungmin bergumam pelan. Namja manis ini memutuskan untuk segera masuk apartementnya. Tapi sebelum sempat itu terjadi, sebuah jemari kekar mencengkram menggengam pergelangan tangannya. Membuat Sungmin terlonjak kaget, dan segera berbalik menatap orang yang berani menyentuhnya.

 

“Aku ingin bicara denganmu Sungmin-ah” Suara bariton yang sangat Sungmin kenal membuat Sungmin membantu. Ah- Ia benar-benar merindukan pemilik suara ini. Tapi setelah sadar siapa yang tengah berbicara padanya, Sungmin segera menatap tak suka Kyuhyun dan mencoba melepaskan cengkraman namja itu.

“Lepaskan tanganmu” ucap Sungmin geram

 

“Tidak” Ucap Kyuhyun dingin dan dengan seenaknya Ia menyeret Sungmin masuk kedalam apartement milik Sungmin. Ah- Sungmin lupa mengganti password apartementnya sehingga Kyuhyun bisa menyeretnya masuk dan mendudukannya di sofa empuk miliknya.

 

“Apa yang mau kau bicarakan? Sudah sana pergi dari apartementku Kyu!!” Sungmin berteriak marah pada Kyuhyun. Sementara Kyuhyun masih dengan ekspresi datarnya, namja tampan itu kembali menggenggam pergelangan tangan Sungmin. Kini Kyuhyun berlutut di hadapan Sungmin. Membuat namja manis itu heran apa sebenarnya yang ada di pikiran Kyuhyun.

 

“Lepaskan aku, dan berdirilah Kyu” Sungmin mencoba melepaskan cengkraman tangan Kyuhyun.

 

“Ming, aku minta maaf. Aku gila tanpamu Ming. Aku tak bisa tanpamu Ming. Jangan tinggalkan aku. Aku mohon” Kini Kyuhyun memohon pada Sungmin. Ia mengecup punggung tangan Sungmin berkali-kali. Namja tampan itu kini menangis di hadapan Sungmin sambil terus melontarkan kata maafnya. Membuat Sungmin tersentuh akan apa yang Kyuhyun lakukan kali ini.

 

“Kyu jangan seperti ini” Sungmin menghapus air mata Kyuhyun. Sungguh baru kali ini, Sungmin melihat Kyuhyun menangis untuknya. Sungmin mengangkat tubuh Kyuhyun dan membuatnya duduk bersamanya. Kyuhyun masih terus menggengam tangan Sungmin, seaakan takut jika Sungmin akan meninggalkannya.

 

“Jangan tinggalkan aku dan kembali lah padaku” Ucapan Kyuhyun kini sarat akan kepedihan ketika namja itu mengucapkannya. Kini Kyuhyun merengkuh tubuh Sungmin dalam pelukannya.

 

“Kembalilah pada ku, Ming. Aku mohon. Aku bisa mati tanpamu” Kyuhyun semakin mengeratkan pelukannya pada Sungmin sambil mecium puncuk kepala Sungmin penuh sayang.

 

Sementara Sungmin hanya terdiam dalam pelukan Kyuhyun. Sungguh Ia bingung sekarang. Sungmin masih sangat mencintai Kyuhyun sampai saat ini, tidak tega melihat Kyuhyun seperti ini. Tapi ini kan bukan salahnya. Ini salah Kyuhyun yang melepaskannya begitu saja tanpa sebuah alasan yang kuat untuk melepasnya.

 

“Beritahu aku alasan kenapa kau memutuskanku waktu itu” Nada suara Sungmin dingin. Ia enggan membalas pelukan yang Kyuhyun berikan padanya.

 

“Maafkan aku Ming. Aku tak bisa memberitahumu alasan itu”

 

Deg

 

Dan ucapan Kyuhyun membuat Sungmin melepaskan pelukan Kyuhyun dengan cepat.

 

“Pergilah jika kau tak bisa memberitahuku apa alasanmu” Sungmin pergi meninggalkan Kyuhyun di ruang tamu dan masuk kedalam kamarnya. Meninggalkan Kyuhyun yang kini merasa sakit ketika Sungmin mencampakannya seperti ini.

 

T.B.C

 

Mind To Review? ^^

 

 

Gomawo untuk yang sabar nunggu kelanjutan cerita FF ini. Mungkin saya bakal hiatus nulis selama 8 bulan ke depan ;’( tapi tenang aja nanti setelah urusan real life saya udah selese, saya langsung upload semua ff saya. Well tahun ini saya harus fokus UN 😥