You Must Love Me | Chap 3| SasuHina|

You Must Love Me!

Rate M

Romance, School Life, Drama

Disclamair: All Chara belong ‘Masashi Kishomoto’ and over all this fict is mine

Warning: OOC, TYPOS, DLL. DONT LIKE DONT READ YO!! Please be patient with me ^^

Sasuke X Hinata

Nasib Hinata berubah 180 derajat gegara Sasuke yang mengetahui rahasia terbesarnya. Karena tak ingin rahasianya terbongkar, Hinata harus menuruti semua kemauan Uchiha Sasuke!!

Happy Reading!

Enjoy!!

.

.

.

Brukk

Pemuda tampan itu – Uchiha Sasuke kini tengah menghempaskan tubuh mungil seorang gadis berambut indigo itu ke sebuah ranjang kecil yang bernuansa putih. Yah- kini pasangan adam hawa itu tengah berada di ruang kesehatan.

 

“Ahh,, Ittaii.” Gadis itu- Hinata mencicit pelan, kala Sasuke langsung menindih tubuh mungilnya. Pemuda Uchiha itu kini tengah menatapnya tajam. Seakan mengulitinya hidup-hidup. Onyx nya memancarkan kemarahan di dalamnya. Membuat Hinata kini hanya bisa terdiam dan memalingkan wajahnya. Enggan menatap wajah tampan bungsu Uchiha itu.

 

“Kau membuatku marah Hinata.” Tubuh Hinata menegang, ketika mendengar suara bariton Sasuke.

 

“A-aku t-tak me-melakukan apapun Sa-sasuke-san.” Ucap Hinata gugup. Jujur saja, Hinata sangat takut jika harus berhadapan dengan Sasuke seperti. Sungguh Hinata merasa Ia tak melakukan sesuatu yang salah, sampai membuat Sasuke marah seperti ini.

 

“Hinata, kau harus tahu bahwa kau adalah milikku!” Ucap Sasuke penuh penekanan. Kalimat itu terdengar seperti kalimat perintah di telinga Hinata.

 

“Bi-bisakah kau tak menindihku Sa-sasuke-san,” Ucap Hinata tergagap. Entahlah Ia sungguh tak mengerti dengan ucapan Sasuke. Ia bukan barang yang bisa di miliki begitu saja. Karena Hinata masih sangat nyawanya, lebih baik Ia mengalihkan arah pembicaraan Sasuke.

 

“Kau mengalihkan pembicaraan Hinata!! Dengarkan aku kali ini!” Sasuke menaikan suaranya beberapa oktaf. Yah- Bungsu Uchiha itu sedikit berteriak. Hingga kembali membuat Hinata menutup mulutnya, dan menatap Sasuke penuh tanya.

 

“Kau milikku. Kau hanya boleh melihat ke arah ku. Mengerti?”

 

“M-Maksud mu Sa-Shmmphh,,,” Dan sebelum Hinata menyelesaikan ucapannya, sebuah benda bertekstur lembut tak bertulang itu menyentuh bibir Hinata. Awalannya hanya sebuah kecupan, dan beberapa detik kemudian Sasuke sudah melumat bibir Hinata dengan kasar. Ciuman itu sarat akan kemarahan, keputusasaan, dan rasa ingin memiliki yang menggebu. Seolah mengerti arti ciuman itu, Hinata tanpa sadar menutup matanya dan mulai membalas lumatan-lumatan yang Sasuke berikan padanya.

 

“Nghh,,” Lenguh Hinata dalam ciumannya. Membuat Sasuke menyeringai dalam ciumannya itu. Entahlah, rasa hangat menyebar keseluruh tubuhnya ketika Hinata membalas ciumannya. Bolehkah Ia berharap bahwa Hinata sudah mulai menyukainya?

 

“Hah,, hah,,” Tautan bibir itu terlepas, hingga hanya menyisakan benang saliva yang menyatukan kedua insan ini. Wajah Hinata kini sudah semerah tomat, ketika menyadari apa yang telah Ia lakukan dengan Sasuke. Jantungnya berdebar tak karuan saat ini!

 

“Hari ini kita langsung pulang.” Sasuke bangkit dan mulai duduk di tepi ranjang UKS. Ia merapikan kembali baju seragamnya yang sempat berantakan.

 

“T-tapi ini b-belum waktunya pulang Sa-sasuke-san.” Ucap Hinata yang kini sudah duduk di ranjang UKS dan menatap Sasuke heran.

Sasuke mendekatkan tubuhnya kearah Hinata. Ia dekatkan wajahnya ke arah gadis berambut indigo itu, hingga membuat Hinata merona dan hanya bisa menunduk menyembunyikan wajahnya dan juga debaran jantungnya yang sangat tak terkendali ketika berada di dekat Sasuke.

 

“Mulai hari ini kau harus memanggilku Sasuke-kun. Mengerti?” Bisik Sasuke tepat di telinga Hinata. Nafas panas Sasuke menerpa leher jenjangnya. Membuat Hinata kembali mengangguk patuh.

 

“Bagus, dan sekarang kita pulang ke rumahku.” Ucap Sasuke sambil mulai berjalan dan membuka pintu ruangan UKS. Hinata pun segera berdiri dan menyambar tasnya yang ada di meja. Ia pun mulai mengikuti langkah Sasuke.

 

“T-tapi Sasuke-kun ini belum waktunya pulang,”Hinata menarik baju seragam belakang milik Sasuke. Sehingga membuat Sasuke kembali menoleh.

Sasuke kembali menatap Hinata tajam. Astaga, Hinata benar-benar menggoda kali ini. Apakah Ia tak sadar dua kancing seragam teratasnya sudah terbuka dan menampilkan belahan dadanya? Tanpa pikir panjang Sasuke langsung menyampirkan blazer miliknya. Ia pakaikan blazer itu kepada Hinata.

“Tutupi tubuhmu, dan tak usah banyak tanya. Cukup ikuti perintahku.” Dan bungsu Uchiha itu pun kembali menarik tangan Hinata untuk berjalan bersamanya. Melewati kerumunan siswi yang menatap Hinata iri. Apakah Hinata lupa bahwa saham terbesar Konoha Gakuen adalah milik Uchiha? Tentu saja, Sasuke bebas melakukan apapun yang Ia inginkan. Tak akan ada yang berani melawan Uchiha!

oOo

“S-Sasuke-kun kenapa harus ke rumah mu?” Tanya Hinata ketika Ia sudah duduk manis di mobil ferrari merah milik Sasuke.

 

“Diamlah Hinata. Cukup ikut saja aku.” Tanpa melirik ke arah Hinata, Sasuke langsung melajukan mobilnya menuju mansion Uchiha. Hinata hanya bisa terdiam, dan menundukan kepalanya.

 

‘Uchiha ini benar-benar sangat menyebalkan!!’

 

.

.

Hanya membutuhkan waktu 30 menit untuk sampai ke mansion Uchiha yang super megah ini. Mata Hinata membelalak tak percaya ketika melihat mansion milik Uchiha yang bergaya Eropa namun tetap kental akan tradisionalnya. Mansion Hyuuga saja tak sebesar milik Sasuke. Tanpa Hinata sadari, kini Sasuke sudah membukakan pintu mobilnya.

 

“Turunlah.” Mendengar suara bariton Sasuke yang seakan menyadarkannya, Hinata pun segera turun dari mobil Sasuke. Kini Sasuke langsung menarik tangannya masuk kedalam rumahnya- ah ralat istananya!

 

“Anhh,, Fu-Fugaku-kunhh,” Terdengar suara desahan seorang wanita ketika Hinata dan Sasuke baru saja masuk ke dalam mansion mewah itu. Terlihat seorang wanita berambut pirang dan seorang pria bermata onyx yang mirip dengan Sasuke tengah menciumi leher wanita itu. Tak lupa dengan tangan pria itu yang tengah bergelirya menyentuh tubuh molek wanitanya.

 

Hinata dan Sasuke menghentikan langkahnya ketika mendapati pemandangan seperti itu. Dengan cepat Hinata menundukan kepalanya, dan menggengam erat tangan Sasuke.

“Cih,,” Sasuke mendecih pelan, dan segera menarik tangan Hinata untuk mengikutinya ke kamarnya. Hinata dengan pelan menatap Sasuke. Terlihat Sasuke kini tengah menahan amarahnya melihat kejadian itu. Tatapan Sasuke terlihat sangat terluka. Membuat Hinata terus mengeratkan genggaman tangan Sasuke. Seaakan takut jika nanti Sasuke akan jatuh.

 

Brakk

 

Sasuke membanting pintu kamarnya dengan sangat keras. Hingga membuat Hinata terlonjak kaget. Kini Sasuke sudah melepaskan genggaman tangannya pada Hinata.

 

Krangg

 

Bungsu Uchiha itu kini membantingkan sebuah vas kaca. Terlihat sangat jelas bahwa kini Sasuke sudah sangat marah.

“Sialan, berani-beraninya Ia membawa pelacur itu kemari!!”Geram Sasuke penuh kebencian. Hinata yang melihatnya hanya bisa menatap Sasuke iba. Dengan perlahan Hinata mendekat ke arah Sasuke.

 

Grepp

 

Di peluknya tubuh Sasuke yang kini terlihat sangat rapuh di hadapan Hinata. Diusapnya punggung Sasuke yang masih menegang itu. Tentu saja, Sasuke sangat tidak menyangka bahwa Hinata kini memeluknya dengan penuh kasih sayang seperti itu. Ah, Ia bahkan lupa telah membawa Hinata ke dalam kamarnya, dan memperlihatkan Hinata bagaimana Ia mengamuk seperti tadi.

 

“Menangislah jika itu bisa membuatmu tenang Sasuke-kun.” Ucap Hinata lembut sambil terus mengelus punggung Sasuke yang kini sudah melemas di pelukannya. Rengkuhan Hinata pada tubuhnya membuat Sasuke tak bisa menahan perasaannya. Ia peluk Hinata dengan erat. Sungguh, rasanya Ia ingin menangis di hadapan gadis ini. Meluapkan semua kekesalannya pada sang Ayah. Meluapkan semua kesedihan yang sudah ia derita selama ini. Demi Tuhan Ia sangat ingin melakukannya. Tapi yang Ia lakukan hanya bisa memeluk erat Hinata untuk menenangkannya.

 

Setelah beberapa menit berpelukan akhirnya, Sasuke pun melepaskan pelukannya pada Hinata. Ia menarik Hinata ke arah ranjangnya, dan menyuruh Hinata untuk duduk di pangkuannya. Hinata pun menurut. Dan saat itu juga kini Sasuke tengah memeluknya dari belakang.

 

“Maafkan aku, karena kau harus melihat kejadian menjijikan tadi.” bisik Sasuke pelan. Hinata hanya bisa mengangguk. Ia sangat tahu bahwa Sasuke kini tengah bersedih. Ia sangat menyadari rasa kesepian yang di alami Sasuke. Karena Ia juga selalu di tinggalkan oleh Ayahnya. Jadi ia sangat sadar akan rasa kesepian Sasuke.

 

“K-Kalau kau mau A-Aku bisa mendengarkan ceritamu Sa-Sasuke-kun jika itu bisa membuatmu t-tenang.”

 

“Cukup kau ada disisiku itu sudah membuatku tenang Hinata.” Ucap Sasuke sambil mengeratkan pelukannya pada Hinata. Ia hirup dalam-dalam aroma lavender yang menguar dalam tubuh Hinata. Sungguh aroma itu sangat membuatnya tenang.

 

Tentu saja Sasuke tak ingin Hinata mengetahui tentang keadaannya yang menyedihkan. Walaupun Ia terlihat sangat sempurna tapi Ia sangat kesepian. Sasuke sangat benci berada di rumahnya. Tak ada Itachi. Kakak satu-satunya itu kini tengah melanjutkan studinya di Jerman. Jadi tak ada yang bisa menemani Sasuke 4 tahun terakhir ini. Dan Ia sungguh muak ketika melihat Ayahnya yang berani membawa pelacur itu- Tsunade ke dalam rumahnya. Yah walaupun tahu bahwa Tsunade pada dasarnya bukan seorang pelacur. Tapi Sasuke selalu menganggapnya seperti itu. Karena wanita itu, Fugaku kini sudah tak mencintai mendiang Ibunya lagi- Mikoto. Sungguh, Sasuke sangat membenci Tsunade karena telah menggoda ayahnya. Ayahnya itu tak segan-segan akan membentak Sasuke jika Sasuke sudah mencaci wanita itu. Ah- baginya rumah mewah ini sudah tak sehangat dulu lagi. Rumah ini sudah bagaikan neraka. Karena kini ayahnya sudah menyuruh Tsunade untuk tinggal di rumahnya, dan berencana untuk menikahi wanita itu.

 

“Sa-sasuke-kun,” Panggil Hinata lembut membuat Sasuke sadar akan lamunannya.

 

“Hm??”

 

“A-Aku Ingin pulang Sasuke.”

 

“Menginaplah disini. Temani aku Hinata.” Bisik Sasuke penuh permohonan. Hinata yang mendengar ungkapan permohonan Sasuke hanya bisa terdiam. Jujur saja, Ia ingin menemani Sasuke. Ia sangat kasihan pada pemuda ini. Tapi apa daya ayahnya pasti tak akan mengizinkan untuk menginap di rumah Sasuke.

 

“A-ayahku tak akan mengizinkannya Sasuke-kun”

 

“Aku akan bicara padanya. Aku mohon Hinata temani aku. Rumah ini terasa neraka bagiku.” Sasuke kini mulai mengambil I-phonenya dan mulai mendial nomor milik Hiashi. Well, tentu saja Sasuke sudah mengenal ayah Hinata, tanpa gadis itu ketahui. Dan pada dering kedua, terdengarlah suara berat milik Hyuuga Hiashi disana.

 

“Selamat malam Hiashi-san.”

 

“…….”

 

“Bisakah anda mengizinkan Hinata untuk menginap di mansionku malam ini? Hinata tadi pingsan, dan kini Ia demam. Jadi saya merawatnya di rumah. Apa tak apa Hiashi-san?”

“……….”

 

“Baiklah. Selamat malam Hiashi-san.”

 

PIP

Dan Sambungan telepon itu sudah Sasuke matikan. Kini Ia kembali memeluk Hinata dengan erat. Hinata hanya bisa melongo tak percaya mendengar alasan Sasuke. What the?? Ia tidak sakit sama sekali. Dan kenapa ayahnya itu bisa mudah percaya pada Sasuke? Astaga, dunia sudah sangat tidak beres.

 

“S-sasuke-kun, aku ingin pulang!!” Hinata mulai berontak dalam pelukan Sasuke. Ia mencoba melepaskan pelukannya.

 

“Diamlah Hinata, aku tak akan melakukan hal aneh padamu, dan aku sudah meminta izin pada ayahmu. Aku hanya ingin kau menemaniku malam ini.” Ucap Sasuke penuh penekanan. Sehingga membuat Hinata kembali terdiam, dan menghela nafas berat.

 

“Baiklah.”

 

“Bagus, sekarang lebih baik kau mandi dulu, dan aku akan membawa makan malam untukmu.” Sasuke pun sudah melepaskan pelukannya pada tubuh Hinata. Hinata hanya bisa patuh meneruti perintah Sasuke. Mau bagaimana lagi? Ia sudah tak punya alasan untuk menolak.

oOo

Sasuke tersenyum senang. Baru pertama kali dalam hidupnya setelah Ibunya meninggal Sasuke bisa merasakan kebahagian ini lagi. Ah, rasanya hanya dekat dengan Hinata membuatnya nyaman. Sejak dulu Hinata selalu bisa memenenangkannya ketika sedih, walaupun mungkin gadis itu sama sekali tak akan mengingatnya.

 

Sasuke kini sudah turun kebawah, Ia melangkahkan kakinya menuju dapur. Hari semua maidnya sudah ayahnya liburkan. Jadi mau tidak mau Sasuke harus mengambil makanannya sendiri. Sumpah demi Dewa Kematian Ia semakin membenci Tsunade karena sudah seenaknya meyuruh maidnya berlibur!!

 

“Siapa gadis itu??” Langkah Sasuke otomatis berhenti ketika Ia hendak mengambil ramen instan di lemari pendingin, ketika mendengar suara berat milik Ayahnya.

 

“Temanku.” Ucap Sasuke dingin, tanpa menatap ayahnya Bungsu Uchiha itu tengah sibuk menyiapkan ramen instan, dan membawa kotak jus strawberry dan tomat.

 

“Jika aku bicara padamu, kau harus menatapku Sasuke!!” Teriak Fugaku marah, mendapat perlakuan anaknya yang tak sopan.

 

Tapp Tapp

 

Suara langkah kaki itu terdengar. Wanita bersuari pirang itu mendekati Fugaku. Ia mengelus pungguh pria paruh baya itu.

 

“Sudahlah Fugaku-kun jangan terlalu keras pada Sasuke-kun. Sasuke-kun janganlah kau makan ramen instan, tak baik untukmu. Aku sudah memasak makanan kesukaanmu malam ini. Makan malam lah bersama kami, bersama gadis manis itu.” Ucap Tsunade tulus. Sungguh, Ia sudah menganggap Sasuke sebagai putranya sendiri.

 

“Aku tak butuh makananmu, bitch.” Sasuke pun mengambil ramennya, dan mulai beranjak untuk meninggalkan dapur.

 

“Jaga ucapanmu Sasuke!! Dia adalah calon Ibumu!!” Bentak Fugaku. Sasuke sama sekali tidak mengubris ucapan Ayahnya dan kembali menujuk kemar. Mungkin jika saja Tsunade tak ada disana menahan Fugaku. Sudah di pastikan wajah Sasuke akan babak belur mendapat pukulan dari sang ayah.

 

T.B.C

 

Mind To Review? ^^

 

Hehe, Terimakasih untuk yang review di chap sebelumnya. Mohon maaf sekali lagi karena saya baru update. Di karenakan hari ini liburan. Jadi saya memutuskan untuk kembali melanjutkan fict ini.

Ah iya, Otanjobi omedetou Hyuuga Hinata ^^ Fict ini untuk Hinata ^^ hihi ^^

Semoga tidak mengecewakan. Sampai jumpa di chap selanjutnya ^^

 

Sign

Astia Morichan

27122014

 

Advertisements

10 thoughts on “You Must Love Me | Chap 3| SasuHina|

  1. Kurang panjang thor T.T tp udh makin seru kok di chap ini, sasuke bener2 kesepian dan butuh seseorang disampingnya ^^ makin bagus aja #meluncurkechap4 xD

    • LO TOLOL APA GIMANA DUDE? APA GAK BISA BACA?? COBA ANDA BACA JUDULNYA UDAH JELAS KAN ITU SASUHINA. BUKAN NARUHINA. BELAJAR BACA DULU GIH. BALIK LAGI KE TK ATAU PAUD. APA PERLU GUE YG AJARIN LO BACA? DONT BE RIDICULOUS!! AHH ASSHOLE!! JUST GO AWAY IF DONT LIKE MA STORY. ITS SIMPLE THING. BAKA!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s