You Must Love Me | Chap 4| SasuHina

You Must Love Me!

Rate M

Romance, School Life, Drama

Disclamair: All Chara belong ‘Masashi Kishomoto’ and over all this fict is mine

Warning: OOC, TYPOS, DLL. DONT LIKE DONT READ YO!! Please be patient with me ^^

Sasuke X Hinata

Nasib Hinata berubah 180 derajat gegara Sasuke yang mengetahui rahasia terbesarnya. Karena tak ingin rahasianya terbongkar, Hinata harus menuruti semua kemauan Uchiha Sasuke!!

a/n: adakah yang masih ingat cerita ini. Gomenasai Minna-san baru bisa update ;’( Hontouni Gomenne ^^

Happy Reading!

Enjoy!!

.

.

.

Bungsu Uchiha itu- Uchiha Sasuke melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamarnya, sambil membawa nampan berisi ramen instan. Di letakkannya ramen itu di meja. Pemuda itu kini tengah terduduk. Ia acak-acak surai hitamnya.

“Kusoo!!” Sasuke mengumpat pelan. Ia lalu senderkan tubuhnya dan mulai menutup matanya. Berharap jika Ia menutup matanya, Ia akan melupakan kejadian tadi. Ia semakin sangat membenci Tsunade! Ayahnya bahkan selalu membela wanita itu.

 

Ceklek

 

Suara pintu terbuka itu, membuat Sasuke membuka kembali onyxnya dan menoleh ke arah pintu kamar mandi yang terbuka. Terlihat gadis bersurai indigo itu sudah keluar dari kamar mandi. Ia hanya mengenakan atasan kemeja putih kebesaran milik Sasuke. Panjang kemeja itu hanya 15 cm dari pinggangnya. Tak lupa dengan bahunya yang sedikit terekspos karena kemeja itu melorot. Tentu saja, itu adalah satu-satunya kemeja yang sudah kekecilan di tubuh Sasuke. Karena tak punya pakaian seorang wanita, jadi Sasuke memberikannya kepada Hinata.

 

“Sa-Sasuke-kun?” Panggil Hinata pelan. Hingga membuat Sasuke yang sejak tadi memandangi Hinata akhirnya tersadar.

 

“Hm? Kemarilah, aku tau kau pasti lapar.” Sasuke kembali duduk dengan tegap. Ia mengambil cup ramen yang sudah Ia seduh dan membukanya.

 

Hinata pun melangkahkan kakinya, mendekat ke arah Sasuke. Ia pun duduk di depan Sasuke.

 

“Makanlah, maaf hanya ada ini.” Sasuke menyodorkan ramen itu kepada Hinata. Hinata hanya mengangguk dan mengambil ramen di tangan Sasuke.

 

“Arigatou Sasuke-kun. I-itadakimasu.” Hinata pun mulai mengambil sumpitnya. Jujur saja, Ia sudah sangat lapar. Dengan pelan, Ia pun mulai menyuapkan mie itu ke dalam mulutnya.

 

“Hn,” Sasuke hanya berdehem pelan, dan ikut mengambil ramennya. Ia pun mulai memakan ramennya dengan lahap. Bersama Hinata membuat Sasuke melupakan kejadian tadi. Hinata seaakan bisa menyerap amarahnya dengan cepat.

“Ah, Aku kenyang sekali. Terimakasih untuk ramennya Sasuke-kun.” Hinata kembali tersenyum senang. Entahlah, rasanya Ia sangat bahagia bisa makan bersama dengan Sasuke. Walaupun hanya memakan ramen cup saja, jika bersama Sasuke membuatnya senang.

 

“Hn.” Sasuke kembali bergumam ambigu. Membuat Hinata tanpa sadar mengerucutkan bibirnya.

 

“Mandilah Sasuke-kun, kau harus membersihkan tubuhmu sebelum tidur.” Tanpa Hinata sadari, kini Ia sudah tak tergagap jika berbicara dengan Sasuke. Hinata pun mulai membaringkan dirinya di sofa yang memang panjang dan nyaman untuk di pakai untuk tidur. Ia pun akan menutup matanya, jika saja Sasuke tak mengeluarkan suara baritonnya.

 

“Tidur di ranjangku. Aku tak menerima penolakan.” Dan Sasuke berdiri dari duduknya, lalu melangkahkan kakinya ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri.

 

Hinata pun hanya bisa mengangguk. Tak ingin berpikiran macam-macam, akhirnya Ia melangkahkan kakinya ke ranjang Sasuke dan mulai membaringkan tubuhnya. Sungguh, hari ini terasa sangat melelahkan baginya. Baginya baru kali ini, hidupnya tidak terasa monton setelah Sasuke yang baru beberapa minggu ini masuk kedalam hidupnya. Mata amethysnya pun terpejam perlahan. Hinata pun jatuh tertidur dan mulai masuk ke alam mimpinya.

oOo

Sasuke pun keluar dari kamar mandinya. Badannya terlihat basah. Ia hanya mengenakan sebuah celana, tanpa baju untuk menutupi badannya yang menggoda bagi kaum Hawa. Sudut bibirnya tertarik ketika melihat Hinata yang sudah tidur di ranjangnya. Perlahan, Sasuke pun mulai mendekat ke arah Hinata. Ia duduk di tepi ranjangnya. Onyxnya menatap Hinata lekat-lekat. Sungguh, Hinata terlihat menyerupai malaikat di mata Sasuke. Sasuke menelusurkan jarinya, membelai pipi Hinata dengan lembut. Kemudian jarinya terhenti, untuk menyentuh bibir plum Hinata.

 

“Oyasumi.”

 

Cuup

 

Sasuke mengecup bibir Hinata. Hanya mengecupnya. Tak lebih. Sasuke lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh Hinata yang terlihat sangat menggoda. Ia pun masuk ke dalam selimut itu. Membawa Hinata ke dalam pelukannya, dan mulai memejamkan matanya menuju alam mimpi.

oOo

Sinar matahari itu masuk melalui celah-celah jendela. Membuat gadis bersurai indigo itu merasa silau, dan membuka matanya perlahan.

 

‘Tidurku nyenyak sekali.’

 

Gadis itu pun mulai akan kembali menutup matanya. Rasanya sangat nyaman tidur kali ini. Ia masih sangat ingin bergelung di ranjangnya di hari libur ini. Tapi ketika Ia merasakan sebuah gerakan tangan yang melingkari pinggannya, dan juga nafas teratur yang berada dekat sekali dengan wajahnya. Membuat gadis itu- Hinata kembali mengumpulkan kesadarannya, dan mulai mengingat apa yang telah terjadi. Dan-

 

“Kyaaaaa,” Hinata berteriak dengan sangat keras. Membuat bungsu Uchiha yang masih nyaman dalam tidurnya terusik.

 

“Berisik.” Tanpa menghiraukan Hinata, Sasuke semakin mengeratkan pelukannya pada gadis itu. Hinata yang baru sadar Sasuke yang semakin mengeratkan pelukannya pada tubuhnya, mulai berontak. Melonggarkan pelukan Sasuke. Tapi nihil, Sasuke memeluknya terlalu erat. Sehingga Hinata hanya bisa pasrah dalam pelukan Sasuke.

 

‘Nyaman.’

 

Hinata mencoba melihat ke arah Sasuke yang masih memejamkan matanya. Ia kini asik memperhatikan wajah tampan Sasuke. Hinata baru menyadari bahwa Sasuke ternyata memang sangat TAMPAN!! Pantas saja pemuda ini digilai para gadis di sekolahnya. Bulu mata Sasuke yang lentik, hidung mancungnya, rahangnya yang kokoh, dan jangan lupakan bibirnya yang sangat menggoda itu. Ah- Sasuke benar-benar sempurna!!

Tanpa Hinata sadari, Ia telah menggerakan tangannya menyentuh bibir Sasuke.

Bibir itu sudah menciumku berkali-kali.’

 

Wajah Hinata pun memerah ketika mengingat bahwa Ia dan Sasuke sudah berciuman.

 

‘Astaga, apa yang aku pikirkan? Tidak mungkin kan aku menyukai Sasuke? Aku menyukai Naruto tentu saja.’

 

Dengan cepat Hinata menarik tangannya dari wajah Sasuke, dan mulai menggelengkan kepalanya merutuki kebodohannya karena memandangi Sasuke.

 

“Puas memandangi wajahku, hm?” Suara bariton milik Sasuke, membuat tubuh Hinata menegang seketika. Wajahnya kini sudah semerah tomat ketika menyadari bahwa sejak tadi Sasuke tidak tertidur, dan dirinya tertangkap basah sedang memperhatikan wajah Sasuke.

 

“A-aku t-tak memandangi Sa-sasuke-kun.” Hinata menundukan wajahnya, dan baru Hinata sadari ketika Hinata melihat ke arah tubuh Sasuke yang tak mengenakan apapun. Dengan cepat Ia pun memalingkan wajahnya ke arah lain asalkan tidak menatap Sasuke.

 

“Kau berbohong.” Sasuke menarik dagu Hinata pelan. Membuat tatapan mata Hinata terkunci pada onyx milik Sasuke.

 

“Kau menginginkan ciumanku, hn? Dengan senang hati aku berikan padamu Hinata.” Ucap Sasuke menyeringai, dan mulai mendekatkan wajahnya ke arah Hinata. Hinata dengan cepat menutup matanya.

1 detik

2 detik

3 detik

4 detik

5 detik

6 detik

7 detik

 

Hinata tak merasakan apapun menyentuh bibirnya. Ia pun mulai membuka matanya dan melihat ke arah Sasuke yang menatapnya dengan seringaian tajam yang menghiasi wajah tampannya.

“Apa kau benar-benar mengingkan ciumanku sampai menutup matamu seperti itu, hn?” Ucapan Sasuke sontak membuat Hinata malu setengah mati. Konyol! Tingkahnya benar-benar konyol! Untuk apa Ia menutup matanya? Ia sama sekali tidak mengharap Sasuke menciumnya. Rasanya Hinata ingin menggali kuburannya sendiri karena malu!

 

“T-tidak.” Hinata pun mendorong tubuh Sasuke menjauh, dan mulai berdiri. Belum sempat Hinata berdiri untuk menuju kamar mandi. Sasuke kembali menarik tubuhnya ke atas ranjang, dan mulai menindih tubuh mungilnya.

 

“Sa-Sahmphhhh,,” Dan bibir Sasuke menyentuh bibirnya dengan pelan. Sasuke mulai melumat bibir Hinata dengan lembut. Membuat Hinata terbuai akan perlakukan Sasuke. Sasuke menggerakan bibirnya. Ia gigit pelan bibir Hinata, hingga Hinata membuka mulutnya. Tanpa menyia-nyiakan kesempatan Sasuke langsung melesakan lidahnya ke dalam mulut Hinata. Mengecap seluruh rasa manis di dalam mulut Hinata. Lidahnya menginvasi semuanya, dan ketika lidahnya menyentuh titik sensitive di mulut gadis beriris lavender itu.

 

“Mhhhh” Hinata melengguh karena ciuman Sasuke yang memabukan. Hinata tak menyangkal bahwa Ia benar-benar menyukai ciuman yang Sasuke berikan. Tanpa ragu Hinata mulai membalas permainan lidah Sasuke.

“Nghhh” Hinata kembali mendesah ketika Sasuke semakin merapatkan tubuhnya pada Hinata. Membuat Hinata seperti tersengat listrik ketika tubuhnya sedekat ini dengan Sasuke.

 

“Menyukai ciumanku, hn?” Sasuke melepaskan ciumannya. Kini bibirnya hanya menempel pada bibir Hinata. Hinata yang mendengar hal itu menggeleng pelan. Sungguh Ia sangat malu sekarang!!

 

“Berbohong lagi, kau akan mendapatkan hal lebih Hinata.” Ucapan Sasuke membuat Hinata merinding seketika!! Kini bungsu Uchiha itu sudah menyelusupkan kepalanya ke perpotongan leher Hinata. Di ciumnya leher gadis itu, dan Ia pun mulai menghisap dan menjilati leher jenjang Hinata. Hingga membuat beberapa kissmark tercetak jelak disana.

 

“Ahhh,,” Desahan itu lolos dari mulut mungil Hinata. Gadis itu kembali merutuki tindaknnya. Dengan cepat Ia gigit bibir bawahnya, untuk mencegah desahannya lagi. Sasuke terus mengecupi leher Hinata. Jujur saat ini Hinata menahan nafasnya! Astaga, tubuhnya terasa sangat lemas ketika Sasuke sudah mengecupi lehernya. Tenaganya seolah habis saat itu juga.

Kini lidah Sasuke turun kebawah. Ia mulai membuka kemeja Hinata dengan mulutnya. Hinata yang mendapatkan perlakuan seperti itu sontak membelalakan matanya kaget. Wajahnya sudah sangat memerah sekarang. Apalagi sejak tadi jantungnya berdebar dan berdetak tak karuan!!

 

“Sa-Sasuke-kun, le-lepas, ahhh,,” Hinata mencoba menghentikan tindakan Sasuke, saat Sasuke kini mulai mengecup bagian atas payudaranya. Ucapan Hinata sama sekali tidak Sasuke gubris. Sasuke kembali melancarkan aksinya dengan mulai menjilati dan memberi kiss mark pada dada Hinata.

 

Tokk-Tok

 

“Sasuke kau sedang apa? Keluarlah, sarapan bersama Tou-san. Lalu ajak temanmu itu. Ayah tunggu di bawah.” Suara Fugaku- Ayah Sasuke membuat Sasuke menghentikan aksinya pada Hinata. Membuat Hinata mendesah lega, karena Sasuke menghentikan kegiatannya. Sasuke pun beranjak dari tubuh Hinata.

 

“Turunlah kita sarapan.” Sasuke lalu mengambil sebuah kaos putih dan dengan cepat memakainya. Ia tatap Hinata yang kini sudah terduduk di ranjang.

 

“Kenapa? Kita bisa melanjutkannya nanti Hinata. Tenang saja.”ucapan Sasuke sontak membuat Hinata kembali menatapnya sinis dan rona merah mulai mewarnai wajahnya.

 

“B-bukan itu. Ah, Sa-sasuke-kun apa kau tak punya pakaian lain lagi. I-ini terlalu terbuka.” Hinata mulai berdiri dan menunjukan kemeja kebesaran milik Sasuke yang dipakainya sejak kemarin.

 

“itu terlihat sexy untukmu Hinata.” Dan wajah Hinata semakin memerah mendengar ucapan Sasuke.

 

“Ma-maksudku, i-ini sangat tidak sopan jika harus sarapan bersama ayahmu.”

 

“Kalau begitu, pakai saja kembali seragam mu Hinata.”

 

“Ah, Kau benar. Sekalian aku pulang kalau begitu.” Hinata tersenyum mendengar saran Sasuke. Ia pun mulai melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk ganti baju.

 

“Kau tidak pulang, nanti kita berkencan Hinata. Hanya memakai seragammu lalu nanti aku antar kau kerumah mu dan kita keluar lagi.” Ucapan terakhir Sasuke tidak Hinata dengar, gadis itu malah masuk ke kemar mandi untuk mengganti bajunya.

oOo

Setelah beberapa menit, akhirnya Hinata keluar dengan memakai seragamnya. Ternyata Sasuke sudah mengganti pakaiannya dengan celan jeans, dan kemeja putih yang membuatnya semakin menawan. Ia pun segera menarik tangan Hinata untuk turun kebawah.

 

Setelah dekat dengan ruang makan. Terlihat jelas bahwa kini Tsunade dan Fugaku sudah menunggu kedatang mereka berdua. Sasuke pun segera duduk di ikuti dengan Hinata.

 

“O-Ohayu Gozaimasu Fugaku-san, Tsunade-san.” Hinata membungkukan sedikit kepalanya, menyapa Fugaku dan Tsunade.

“Ohayou, ehm Hyuuga-chan?” Sapa Tsunade dengan senyum lembutnya. Ia belum mengenal siapa Hinata. Karena mata Hinata itu adalah ciri khas Hyuuga, jadi Tsunade hanya bisa memanggilnya seperti itu.

 

“Panggil saya Hinata saja, Tsunade-san.” Hinata tersenyum kembali. Ternyata Tsunade adalah orang yang sangat ramah.

 

“Jadi kau Hyuuga Hinata? Anak dari Hiashi Hyuuga?” Kini Fugaku lah yang bertanya pada Hinata.

 

“H-Ha’i Fugaku-san..”

 

“Kau teman Sasuke?”

 

“I-Iya.”

 

“Apa Hiashi tahu kau disini? Sudah lama sekali aku tak bertemu dengannya. Apa dia ada di Jepang?”

 

“I-Iya. Otou-sama tahu saya bersama Sasuke, dan Ia kebetulan sudah pulang dari Jepang dua hari yang lalu.”

 

“Baiklah aku akan menemuinya nanti. Sekarang kau makanlah.” Hinata pun mengangguk. Ia melirik ke arah Sasuke yang sejak tadi bersuara. Bungsu Uchiha itu makan dalam diam. Terlihat jelas sekali bahwa Sasuke tak menyukai sarapannya. Tanpa banyak tanya, Hinata pun memakan sarapannya.

 

Keluarga ini tidak terasa hangat bagi Hinata. Biasanya jika sarapan seperti ini, Hanabi suka bercanda gurau dengannya, Neji, bahkan Ayahnya. Jadi terasa sangat menyenangkan. Tapi berbeda ketika makan bersama keluarga Uchiha ini, hanya terdengar dentingan piring.

 

“Aku selesai.” Suara bariton Sasuke memecahkan keheningan. Hinata pun mengikuti Sasuke mengakhiri acara sarapannya.

 

“Ayo Hinata.” Sasuke pun mulai berdiri dari duduknya, di ikuti Hinata.

 

“Saya permisi Fugaku-san, Tsunade-san. Terimakasih atas makanannya.” Hinata pun membungkuk sebentar, lalu mengikuti Sasuke yang sudah keluar dari Mansion mewah ini.

 

“Apa Sasuke akan menerimaku sebagai Ibunya, Fugaku-kun?” Tanya Tsunade, sambil menatap sendu punggung Sasuke yang sudah menjauh.

 

“Tentu, bocah itu hanya perlu waktu saja.”

 

“Ya, aku harap begitu.” Tsunade tersenyum miris mengingat kebencian Sasuke padanya. Wanita paruh baya itu berharap Sasuke bisa menganggapnya sebagai ibunya.

 

TBC

Mind To Review?

 

Next:

“Ternyata benar Hinata-chan. Kenapa kau bersama si Teme ini Hinata? Apa kau pacarnya di Teme?”

“Eh? Na-Naruto-kun. Bu-bukan. Sa-Sasuke bukan pacarku”

“Yokatta. Teme kau jangan terlalu dekat dengannya. Karena mulai saat ini aku akan menjaga Hinata. Dia sangat manis yah Teme?”

 

“Harus berapa kali ku bilang, Hinata?!! Kau milikku!!”

 

“Sa-Sasuke-kun. Aku hanya menyukai Naruto”

 

“Baiklah, aku melepasmu Hinata”

 

 

 

 

 

 

See ya in next Chap. Chap 5 aku update minggu depan ^^ karena FF udah 6 chap di draft ^^

 

Sign

Astia Morichan ^^

 

 

Advertisements

4 thoughts on “You Must Love Me | Chap 4| SasuHina

  1. holaa ketemu chap 4 :”v chap nya udh agk panjangan disini juga udh keliatan hinata mulai naksir ama sasuke~~ xD bagus thor!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s