You Must Love Me | Chap 5 | SasuHina

You Must Love Me!

Rate M

Romance, School Life, Drama

Disclamair: All Chara belong ‘Masashi Kishomoto’ and over all this fict is mine

Warning: OOC, TYPOS, DLL. DONT LIKE DONT READ YO!! Please be patient with me ^^

Sasuke X Hinata

Nasib Hinata berubah 180 derajat gegara Sasuke yang mengetahui rahasia terbesarnya. Karena tak ingin rahasianya terbongkar, Hinata harus menuruti semua kemauan Uchiha Sasuke!!

a/n : tenang aja Lemonnya pasti ada kok. Antara chap 7/8 ^^

Happy Reading!

Enjoy!!

.

.

.

6 Years ago

 

Terlihat seorang anak kecil, berumur 12 tahun tengah duduk termenung. Anak kecil berambut raven itu tengah menatap air danau dengan tatapan kosong. Anak itu- Uchiha Sasuke mengepalkan tangannya erat, tanpa Ia sadari air mata mengalir membasahi pipinya lagi ketika Ia mengingat semua kejadian yang merenggut nyawa wanita yang paling Ia cintai di dunia ini- Ibunya- Mikoto Uchiha. Nyawa wanita paruh baya itu terenggut karena sebuah kecelakaan. Tragedi itu menewaskan nyawa sang Ibu. Membuat Sasuke benar-benar terpuruk. Seperti hari ini, Ia lebih memilih untuk kabur dari kediaman Uchiha setelah proses pemakaman sang Ibu, dan memilih untuk menangis di tepi danau yang selalu Ia datangi bersama sang Ibu.

 

“Okaa-san” Ucap Sasuke lirih. Sungguh, Ia sangat merindukan Ibunya sekarang. Ia ingin memeluknya.

 

Srakk Srakk

 

Terdengar suara di belakang semak-semak. Tapi Sasuke sama sekali tidak menggubris suara itu, dan kembali memfokuskan pandangannya ke arah air. Ia hanya menatap pantulan dirinya yang terlihat menyedihkan di sana.

 

Brukk

 

“Whaaa,, I-ittaaiii..” Suara anak perempuan terdengar merintih kesakitan. Membuat Sasuke mau tidak mau menoleh ke arah suara tersebut. Kini terlihat seorang anak perempuan berambut indigo pendek, bermata putih sedang jatuh tersungkur di dekatnya. Anak itu terlihat seperti akan menangis. Sasuke hanya mendengus kesal, dan kembali memusatkan perhatiannya pada danau itu.

Anak perempuan itu-Hinata mengerucutkan bibirnya. Ia kira bocah laki-laki itu akan menolongnya. Tapi nyatanya tidak. Hinata pun segera bangkit dari jatuhnya. Ia pun berjalan terseok ke arah Sasuke, dan duduk di sebelahnya.

 

“Hikss,, berdarah,, hwehh sa-sakit” Hinata kini mulai menangis. Ia meraba luka di lututnya, kemudian meringis pelan dan kembali menangis lagi.

 

Sasuke yang mendengar tangisan Hinata, segera menoleh ke arah gadis itu. Sasuke kini memberikan death glare gratisnya pada Hinata. Hingga membuat Hinata diam, dan menghiraukan lukanya.

Hening

 

Itu yang Hinata rasakan ketika Sasuke sudah memberikan tatapan mengerikan itu. Ia menatap Sasuke dengan takut. Tatapan Sasuke yang Hinata lihat saat itu benar-benar menyiratkan kepedihan di matanya. Tak lupa dengan jejak air mata yang menghiasi wajah bocah laki-laki itu. Hinata pun meraba saku jaketnya. Ia kini mengeluarkan sapu tangan berwarna putih miliknya, dan menyodorkannya kepada Sasuke.

 

“Un-untuk mu” Sasuke yang melihat Hinata menyodorkan sapu tangannya, mengernyitkan dahinya.

 

“Aku tak butuh” Ucap Sasuke dingin, dan kembali menatap danau. Di dalam cerminan air itu, sejak tadi Sasuke memperhatikan Hinata. Hinata terlihat seperti ibunya saat itu. Wajah putih porselinnya, dan juga rambut indigo gelapnya mengingatkanya pada Sang Ibu.

 

“Ta-tapi kau menangis. Ini untukmu. Aku tahu kau sangat membutuhkannya” Hinata menarik tangan Sasuke, dan menyelipkan sapu tangan miliknya ke tangan Sasuke. Sasuke kembali menatap Hinata. Di mata Sasuke, Hinata benar-benar terlihat seperti Ibunya. Entah sadar atau tidak, bungsu Uchiha itu menarik Hinata ke dalam pelukannya. Memeluk Hinata dengan sangat erat.

 

“E-eh?”

 

“O-Okaa-san, Aku merindukanmu Oka-san. Hikss,, Jangan per-pergi” Ucap Sasuke sambil menangis. Ia semakin mengeratkan pelukannya pada Hinata yang kini terlihat kaget dengan tingkahnya. Air mata Sasuke mengenai kimono yang di pakai Hinata.

 

“O-Okaa-san,,,”

 

Grep

 

Hinata membalas pelukan Sasuke. Di usapnya punggung Sasuke dengan lembut, hingga membuat Sasuke merasa nyaman.

 

“Okaa-san mu juga pasti merindukanmu” Hinata melepaskan pelukannya pada Sasuke. Ia kini menghapus air mata Sasuke dengan sapu tangannya. Membuat Sasuke sadar bahwa yang di hadapannya ini bukanlah Ibunya.

 

“Maaf” Sasuke mengusap kasar air matanya dan beranjak menjauh dari Hinata.

 

“Jika kau mau, kau bisa cerita padaku. Kenapa kau menangis?”

 

“O-Okaa-san ku meninggal” Ucap Sasuke sambil menundukan kepalanya. Ia kini kembali menangis. Jujur baru kali ini Ia menangis di depan orang lain. Hinata yang mendengar ucapan Sasuke tersentak kaget. Ia juga pernah mengalami hal seperti Sasuke. Ibunya juga meninggal ketika Ia berumur 9 tahun.Bagi Hinata wajar saja jika Sasuke menangis sekarang.

 

“Menangislah. A-aku mengerti perasaanmu. O-okaa-san ku juga sudah meninggal. T-tapi kau harus tersenyum, karena pasti Okaa-san mu di surga sana sedih melihatmu menangis seperti ini. Kau tidak boleh membuat Okaa-san mu menangis. Jadi kau harus tersenyum supaya Okaa-sanmu juga tersenyum melihatmu di surga sana”Sasuke yang mendengar ucapan Hinata terdiam. Benar juga apa yang di katakan Hinata. Ibunya pasti sedih melihatnya sedih seperti ini. Ibu nya bahkan selalu berkata padanya, jika laki-laki itu tidak boleh cengeng dan harus kuat.

 

“Terimakasih” Sasuke mengusap air matanya. Ia tersenyum tipis pada Hinata. Hinata yang melihatnya tersenyum juga. Gadis itu lalu mendekat ke arah Sasuke.

 

Cupp

 

Hinata mencium pipi Sasuke. Membuat Sasuke membatu di tempat.

 

“Oka-san ku bilang jika ciuman bisa membuat orang berhenti menangis” Hinata memamerkan senyum manisnya. Gadis itu mengadah menatap langit. “ Ah, sudah sore. Aku pulang dulu. Jaa nee” Hinata kembali menyelipkan sapu tangan ke arah Sasuke, dan berbalik pergi meninggalkan Sasuke yang masih mematung.

 

“Siapa nama mu?” Suara Sasuke terdengar, membuat Hinata menoleh ke arahnya.

 

“Hyuuga Hinata” Dan Hinata kembali berbalik menjauhi Sasuke.

 

ooOoo

 

Sasuke tersenyum mengingat pertemuan pertamanya dengan Hinata. Sejak saat itu, Sasuke mulai mencari tahu keberadaan Hinata. Ia bahkan rela pindah ke SMP yang sama dengan Hinata, agar bisa mengawasi gadis itu. Walaupun gadis itu, mungkin tidak mengenalnya , dan mengetahui namanya. Bahkan Sasuke pun mengikuti Hinata ke Konoha Gakuen. Seharusnya Sasuke, sekolah di Amerika ketika SMA.

 

“Sa-Sasuke-kun” Panggil Hinata ketika Ia sudah ada di samping Sasuke. Sasuke yang sedari tadi melamun mengingat kenangannya dengan Hinata menolehkan pandangannya ke arah Hinata.

Tentu saja, mereka kini berada di kediaman Hyuuga, dan sejak tadi Sasuke menunggu Hinata berganti pakaian. Karena mereka hari ini akan kencan.

Sasuke mulai berdiri. Ia tatap Hinata yang sangat mempesona dengan baju terusan selutut berwarna ungu yang sangat pas di tubuhnya. Sungguh, Hinata benar-benar sangat cantik!

 

“Ayo kita pergi” Sasuke menggandeng tangan Hinata. Hinata hanya bisa mengangguk dan tersenyum senang.

.

.

Sasuke membukakan pintu mobil ferarri merahnya untuk Hinata. Hinata pun masuk kedalam mobil dan di ikuti oleh Sasuke yang kini sudah duduk di kursi pengemudi.

 

“Ki-kita pergi kemana Sasuke-kun?” Tanya Hinata ketika Sasuke mulai melajukan mobilnya meninggalkan mansion Hyuuga.

 

“Konoha Land. Aku ingin ke sana bersama mu”

 

ooOoo

Akhirnya Hinata danSasuke pun sampai di Konoha Land. Banyak pasangan manata melihat iri Hinata yang kini tengah di gandeng oleh Sasuke. Tetapi Hinata tidak menggubris tatapan itu. Kini Hinata malah tersenyum melihat wahana-wahana yang sangat Ia rindukan. Jujur saja, Hinata sangat menyukai wahana yang sangat extream. Seperti roller coaster yang ketinggiannya 30 meter lalu lekukan yang menyeramkan itu.

 

“Sa-sasuke a-aku ingin naik itu” Hinata menujuk ke arah roller coaster di sana. Membuat Sasuke menatap Hinata tak percaya. Bagaimana mungkin gadis pemalu, lembut seperti Hinata menyukai wahana seperti itu?

 

“Hn” Hinata tersenyum senang. Tanpa Ia sadari, Ia menarik tangan Sasuke ke arah antrian wahana itu.

 

Akhirnya setelah lama mengantri, Hinata dan Sasuke pun mulai menaiki wahana roller coaster itu. Pengaman pun telah mereka pakai.

“Ini pasti menyenangkan”

1.. 2… 3

 

Wushhhhhh

Roller coaster itu melaju dengan kecepatan perlahan, tapi ketika sampai puncak rollercoaster itu bergerak dengan sangat kencang. Membuat Sasuke dan Hinata berteriak. Mereka pun tersenyum senang. Rasanya ketika mereka menaiki wahana itu semua beban terasa lepas.

 

“Itu tadi menyenangkan Sasuke-kun. Ayo kita naik itu” Ucap Hinata setelah mereka turun dari rollercoaster. Gadis itu kini menarik kembali tangan Sasuke dan mulai menaiki wahana-wahana ekstream lainnya.

 

ooOoo

 

“Sasuke ayo kita naik bianglala. Pe-pemandangan malam hari akan terlihat sangat indah di atas sana” Ucap Hinata dengan senyum. Sungguh hari ini benar-benar sangat menyenangkan!

 

“hn” Dan Sasuke menarik Hinata ke arah wahana bianglala itu.

 

Akhirnya mereka pun masuk ke dalamnya. Hinata dan Sasuke duduk bersebelahan. Hinata dengan asyik menikmati pemandangan malam di atas sana. Sasuke ikut tersenyum tipis melihat Hinata yang tersenyum senang. Sejak tadi masuk ke dalam bianglala ini, Sasuke sama sekali tidak melepaskan genggamannya pada Hinata. Di mata Sasuke pemandangan yang indah itu, hanya Hinata yang tengah tersenyum senang. Bukan pemandangan di bawah kota itu.

 

“Hinata” Sasuke memanggil Hinata pelan. Sehingga membuat Hinata menoleh ke arahnya.

Sasuke kini menangkup pipi Hinata. Sehingga Hinata bisa menatap onyx kelamnya. Sasuke mendekatkan wajahnya ke arah Hinata.

 

“Kau milik ku”

 

Cuup

Sasuke mengecup bibir Hinata pelan. Hinata pun mulai memejamkan matanya, menikmati ciuman Sasuke. Entah sejak kapan, Ia benar-benar menyukai sentuhan Sasuke yang bisa menggetarkan hati nya seperti sekarang. Hinata berdebar. Ia menyukai debaran itu ketika bersama Sasuke.

Kecupan itu kini berubah menjadi lumatan-lumatan yang intens. Lumatan Sasuke pada bibirnya benar-benar menyenangkan. Hinata pun tanpa sadar sudah mengalungkan lengannya di leher Sasuke, dan Sasuke semakin merapatkan tubuhnya dengan Hinata untuk memperdalam ciuman mereka.

 

“mmhhh” Hinata melengguh dalam ciumannya ketika Sasuke menarik tengkuknya, dan mulai mengekspolari mulut Hinata dengan lidahnya.

 

Tookk Tokk

 

Suara ketukan di kaca jendela itu terdengar. Membuat Hinata dengan cepat mendorong tubuh Sasuke. Astaga! Mereka benar-benar tidak menyadari bahwa bianglala itu sudah turun ke bawah dan terhenti. Hinata menundukkan kepalanya malu.

 

“Cih, Mengganggu saja” Sasuke mendecih tak suka. Ia pun menarik tangan Hinata untuk turun dari bianglala itu. Tak lupa memberikan death glare gratis pada penjaga bianglala itu. Sehingga membuat sang penjaga menunduk takut mendapat tatapan mematikan Sasuke.

 

Sasuke pun menarik Hinata ke arah taman. Mereka pun duduk di sana.

 

“Ayo kita cari restoran disekitar sini, kau pasti lapar” Ucap Sasuke sambil menarik Hinata untuk berdiri. Hinata hanya menurut. Jujur saja, Ia juga sudah sangat lapar.

 

“Hinata-chaaannnn” Terdengar teriakan yang memekakan telinga Sasuke. Suara yang Sasuke kenal itu membuat Sasuke menolehkan kepalanya, dan kini Ia mendapati sosok pemuda pirang dengan senyum lima jarinya sudah ada di hadapannya dan Hinata.

Hinata yang mendengar teriakan Naruto memanggil namanya, tersenyum senang. Wajahnya kini sudah memerah ketika Naruto sudah ada di hadapannya sekarang. Sasuke mendelik tak suka menatap Naruto.

 

“Oi, Teme jangan memandangku dengan tatapan membunuh seperti itu” Ucap Naruto sambil nyengir menatap Sasuke. Sasuke hanya memalingkan wajahnya.

 

“Ternyata benar Hinata-chan. Kenapa kau bersama si Teme ini Hinata? Apa kau pacarnya si Teme?” Tanya Naruto, sambil menatap Hinata dengan tatapan kecewanya.

“Eh? Na-Naruto-kun. Bu-bukan. Sa-Sasuke bukan pacarku” Dengan cepat Hinata menjawab pertanyaan Naruto, tanpa menatap Sasuke yang ada di sampingnya.

 

“Cih” Sasuke kembali mendecih tak suka. Apa Hinata benar-benar tak menganggapmya ?

 

“Yokatta. Teme kau jangan terlalu dekat dengannya. Karena mulai saat ini aku akan menjaga Hinata. Dia sangat manis yah Teme?” Mendengar jawaban dari Hinata, Naruto kembali tersenyum senang. Ia lalu melirik Sasuke yang sedari tadi terdiam. Hinata yang mendengar pujian Naruto semakin senang. Wajahnya pun sudah sangat memerah seperti tomat kesukaan Sasuke.

 

“Hn” Sasuke hanya bergumam menanggapi Naruto.

 

“Kita pulang. Aku bertanggung jawab atasmu hari ini. Dobe aku duluan” Tanpa menunggu tanggapan dari Hinata Sasuke langsung menarik tangan Hinata dengan kasar, dan menariknya pergi menuju parkiran.

 

“Oii.. Oii Teme, jangan kau apa-apa kan Hime ku”

.

.

Setelah sampai di depan mobilnya, Sasuke dengan cepat membuka pintu mobilnya.

“Masuk” perintah Sasuke dingin. Hinata hanya menurut. Ia sangat menyadari bahwa pemuda di hadapannya itu tengah marah.

 

Sasuke pun duduk di kursi kemudi, dan mulai menjalakan mobilnya dengan kecepatan yang tak terkendali.

 

“Sa-Sasuke-kun, ha-hati-hati. Bi-bisa celaka nanti” cicit Hinata takut. Jujur baru kali ini Hinata melihat Sasuke seperti ini. Bahkan ketika pemuda itu marah pdanya kemarin. Ia tidak sampai seperti ini.

 

Sasuke diam tak menggubris ucapan Hinata. Malah Bungsu Uchiha itu semakin mempercepat laju mobilnya. Hingga membuat Hinata ketakutan setengah mati!!

 

Dengan kecepatan seperti itu, akhirnya hanya butuh waktu 15 menit untuk Sasuke sampai di depan Mansion Hyuuga. Wajah Hinata sedikit pucat ketika ternyata Sasuke sudah memberhentikan mobilnya. Ia menarik nafas lega. Ia pikir tidak akan selamat.

 

Bruk

 

Sasuke memukul setirnya dengan keras. Membuat Hinata menoleh ke arahnya, dan menatap Bungsu Uchiha itu takut.

 

“Harus berapa kali ku bilang, Hinata?!! Kau milikku!!” Sasuke berteriak di depan Hinata. Ia kembali memukul setirnya. Nyali Hinata menciut ketika mendengar teriakan Sasuke.

“Tidakkah kau sadar Hinata? Aku hanya menyukai mu!! Kenapa kau malah memperhatikan Naruto? Apa kekuranganku, hah??” Sasuke kini mencengkaram dagu Hinata. Sehingga gadis itu menatap onyx Sasuke yang memancarkan kemarahan di di dalamnya.

“Sa-Sasuke-kun. Aku hanya menyukai Naruto” Ucap Hinata takut sambil menundukkan wajahnya. Mendengar jawaban Hinata. Tubuh Sasuke menengang. Rasanya hatinya seperti di cabik-cabik oleh katana ketika mendengar ucapan itu langsung dari gadis yang sukses menarik perhatiannya sejak 6 tahun lalu. Sasuke mencintai Hinata! Kenapa gadis itu tak dapat merasakan perasaanya?!!

 

Sasuke pun dengan perlahan melepaskan cengkramannya pada dagu Hinata. Kini Sasuke mengalihkan pandangannya ke arah depan. Ia kembali mencengkram setirnya kuat.

 

“Baiklah. Aku melepasmu Hinata” Ucap Sasuke pelan. Hinata yang mendengar ucapan Sasuke, hanya bisa menundukkan kepalanya. Menyembunyikan tangisnya. Entahlah, Hinata tak suka ketika Sasuke mengucapkan kalimat itu. Rasanya seperti sesuatu yang Ia miliki hilang. Kosong.

 

“Sekarang, turun dari mobilku Hyuuga!!” Ucap Sasuke dingin.

 

Ah- Bahkan sekarang Sasuke tidak mengucapkan namanya. Rasanya terasa sakit. Dengan pelan Hinata pun turun dari mobil Sasuke. Ia menatap mobil Sasuke, yang kini sudah menjauh dari pandangannya.

 

“Oh, Kami-sama, ada apa denganku?” Ucap Hinata sambil mengusap air matanya yang sudah membasahi pipi heirres Hyuuga itu.

 

TBC

 

Mind To Review?

Hontou ni Arigatou yang sudah review ff ini ^^

See ya next chap ^^

 

Next:

 

“Siapa gadis yang bersamanya itu? Mereka cocok sekali. Aku iri”

“Hyuuga. Mulai saat ini kau duduk lagi dengan Tenten”

“Jadi dia Sasuke yang membuatmu kacau?”

“Gomen ne sensei. Aku akan kembali sekarang. Oh iya Hinata-chan nanti makan siang dengan ku yah. Jaa nee”

“Sa-sasuke-kun lepas. I-ittaii”

“Apa kau tak pernah mengingatku Hinata? Kau tak pernah menyadari keberadaanku

“Aku menyukainya Tenten. Aku mencintai Uchiha Sasuke”

 

Sign

Astia Morichan^^

 

 

 

 

 

 

Advertisements

9 thoughts on “You Must Love Me | Chap 5 | SasuHina

  1. Jujur usia ku bukan anak muda lagi,tapi aku suka blog ini dan juga ceritanya,
    kadang aku bosan tapi cerita ini bikin bosan aku hilang,aku tunggu lanjutannya,,,,,,,,,

  2. ternyata sasuhina temen masa kecil
    hinata masak belum sadar” sih kalo dia itu udh mulai suka sama sasuke :3

  3. Ternyata oh ternyata hinata kaya cinta pertama sasuke di masa kecil yg terbawa sampe skrng #apadah-_-‘ sasuke cepet emosi ya klo liat hinata deket ama pria lain barang sesenti pun 😀 nice story thor!^^

  4. Aq suka bngt ma crtanya…
    Tp ko yg chapt k 11 n 12 author pake password c…mnt paswordny donk author yg cantik n baik hati…biar ga mati penasaran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s