You Must Love Me| Chap 6| SasuHina Fanfict|

You Must Love Me!

Rate M

Romance, School Life, Drama

Disclamair: All Chara belong ‘Masashi Kishomoto’ and over all this fict is mine

Warning: OOC, TYPOS, DLL. DONT LIKE DONT READ YO!! Please be patient with me ^^

Sasuke X Hinata

Nasib Hinata berubah 180 derajat gegara Sasuke yang mengetahui rahasia terbesarnya. Karena tak ingin rahasianya terbongkar, Hinata harus menuruti semua kemauan Uchiha Sasuke!!

Happy Reading!

Enjoy!!

.

.

.

 

Brak

 

Sasuke membanting pintu utama masion Uchiha. Membuat seorang wanita berambut pirang itu terkaget ketika melihat Sasuke yang terlihat sangat kacau. Sasuke dengan cepat melangkahkan kakinya menjauhi Tsunade yang masih menatapnya khawatir.

 

“Sasuke kau kenapa?” Tanya Tsunade cemas, yang sudah berdiri mendekati bungsu Uchiha itu.

 

“Menjauh dari ku!!” Bentak Sasuke, sambil berlalu pergi menuju kamarnya. Meninggalkan Tsunade yang menatap khawatir padanya.

 

Brakk

 

Kembali bungsu Uchiha itu membanting pintu kamarnya yang tak berdosa. Kini pemuda tampan itu sudah berbaring di ranjangnya. Menutup matanya perlahan. Rasanya pemuda ini ingin menangis karena sakit di hatinya ketika gadis yang Ia cintai berkata bahwa gadis itu menyukai sahabatnya. Miris sekali bukan?

Dreett Dreett

 

Tiba-tiba ponsel Sasuke bergetar. Menandakan panggilan masuk. Dengan malas, Sasuke mengangkat panggilan itu.

 

“Hn?”

 

“…..”

 

“Kapan kau kembali Sakura?”

 

“Hm. Besok aku akan menjemputmu”

 

PIP

 

Panggilan itu Sasuke matikan. Setelah tau siapa yang menelponnya. Seringaian tipis kembali terukir di wajah tampan pemuda itu. Haruno Sakura. Gadis itu sudah kembali ke Jepang.

 

.

.

Gadis bersurai indigo itu kini berbaring di ranjangnya. Ia kini tengah memikirkan kata-kata Sasuke yang sejak tadi terngiang-ngiang di dalam kepalanya.

‘Tidakkah kau sadar Hinata? Aku hanya menyukai mu!! Kenapa kau malah memperhatikan Naruto? Apa kekuranganku, hah??’

 

Wajah Hinata tiba-tiba memerah ketika mengingat bahwa Sasuke menyukainya. Tapi sedetik kemudian wajah cantik itu terlihat sedih ketika mengingat bahwa Ia sudah mengabaikan perasaan Sasuke, hingga membuat Sasuke mungkin membencinya sekarang. Hatinya kembali terasa sakit jika mengingatnya.

 

Bukankah harusnya Ia senang sekarang? Sasuke sudah melepasnya. Itu artinya dia bisa berdekatan bebas dengan Naruto. Tidak perlu mengikuti perintah dari Sasuke lagi. Tapi kenapa hatinya merasa sedih akan kehilangan Sasuke?

 

Hinata menggelengkan kepalanya.

 

“Tidak. Tidak. Aku hanya menyukai Naruto-kun. Ya, Naruto-kun yang aku sukai. Bu-bukan Sa-sasuke” gumam Hinata pelan.

 

“Kau harus senang Hinata. Karena Sasuke sudah melepasmu. Jadi sebaiknya aku tidur. Karena besok sudah sekolah. Yah- besok Uchiha Sasuke itu tidak akan mengganggumu lagi” Ucap Hinata lemas ketika mengucapkannya. Gadis itu pun mulai menutup matanya. Berharap, segera masuk ke alam mimpi.

 

oOo

Hinata berlari dengan tergesa-gesa menuju gerbang sekolah. Ia lupa bahwa hari ini Ia harus datang lebih awal karena hari ini adalah jadwal piketnya. Karena kemarin semua teman Hinata sepakat untuk mengganti piket ketika pulang sekolah menjadi pagi ini. Hinata semakin mempercepat larinya menuju ke arah kelasnya.

Setelah sampai di depan kelasnya. Gadis itu langsung membuka pintu kelasnya. Di sana sudah ada Ino, Tenten, Shino, dan Kiba yang sudah mulai merapikan kelas mereka.

Nafas Hinata terengah. Ia pun masuk ke dalam kelasnya. Lalu membungkukkan badannya.

“Go-gomen-ne minna. A-aku terlambat” ucap Hinata penuh penyesalan.

Ino lalu berjalan ke arah Hinata. Gadis berambut pirang itu, menyentuh bahu Hinata sambil tersenyum.

 

“Tak apa Hinata. Lebih baik, kita mulai lagi bersih-bersih” Hinata pun tersenyum senang. Ternyata teman-temannya sama sekali tidak marah padanya. Ia pun menyimpan tasnya lalu mulai membantu membersihkan ruang kelasnya.

 

Setelah 15 menit. Akhirnya mereka semua selesai membersihkan ruang kelas.

 

“Hah.. Akhirnya selesai” Gumam Ino dan Tenten bersamaan. Kini mereka bertiga termasuk Hinata sudah duduk di bangku masing-masing. Kecuali Kiba dan Shino yang langsung pergi ke luar kelas untuk mengambil beberapa buku di perpustakaan. Karena tinggal 20 menit lagi bel masuk.

 

“Kenapa kau telat Hinata?” Tanya Tenten sambil menyesap susu kotak strawberrynya.

 

“A-aku tidur terlalu malam Tenten” Ucap Hinata sambil menunduk malu.

 

“Ah, Souka. Oh iya Hina, apa kau sudah menyelesaikan pr dari Asuma sensei?” Tanya Ino yang kini sudah mulai mengeluarkan buku catatannya.

Hinata hanya mengangguk menjawab pertanyaan Ino.

 

“Bolehkan aku melihatnya?” Tanya Ino dengan puppy eyes nya. Membuat Hinata tersenyum, lalu mengeluarkan buku matematikanya.

 

“Uhm” Hinata pun memberikan buku matematikanya pada Ino. Mata Ino berbinar senang. Dengan cepat di ambilnya buku itu, lalu mulai berkutat dengan pr nya.

 

“Ne, Hinata-chan. Kenapa kau tidak bersama Sasuke?” Tanya Tenten penasaran. Karena biasanya Sasuke selalu bersama. Berangkat dan pulang sekolah berdua.

 

“Eh? I-Itu-” Belum sempat Hinata menjawab. Sebuah teriakan terdengar dari luar.

 

“Kyaaaa. Sasuke-sama!!! “

 

“Siapa gadis yang bersamanya itu? Mereka cocok sekali. Aku iri”

 

“Uchiha Sasuke sudah bosan dengan Hyuuga itu. Syukurlah”

 

“Kyaa- Sasuke-kun kau tampan sekali hari ini”

 

Jantung Hinata serasa berhenti berdetak ketika mendengar teriakan dari luar. Tenten dan Ino saling bertatap dengan wajah penasarannya, lalu mereka segera menarik tangan Hinata keluar dan melihatnya.

 

Terlihat Uchiha Sasuke sedang di gandeng oleh seorang gadis berambut pink yang sangat cantik. Mereka terlihat sangat akrab di mata Hinata. Bahkan Sasuke menyunggingkan senyuman tipis ketika gadis itu melontarkan leluconnya pada Sasuke. Nyawa Hinata seakan di renggut paksa ketika melihat itu. Rasa sakit itu kembali Ia rasakan. Sesungguhnya, ada apa dengan jantungnya ini? Kenapa? Kenapa sangat menyakitkan melihat Sasuke bersama gadis itu seharusnya Ia senangkan karena hari ini Sasuke tak akan mengganggunya lagi.

 

Pasangan itu kini sudah ada di hadapan Hinata. Sasuke tersenyum sinis ketika melihat Hinata yang menatapnya kaget. Ia segera menarik gadis bersurai pink itu untuk masuk ke kelas. Melewati Hinata begitu saja.

 

“Hinata-chan. Kau baik-baik saja kan?” Tanya Ino khawatir. Hinata hanya mengangguk dan tersenyum lemah pada Ino dan Tenten.

 

“Ayo kembali ke kelas sebentar lagi bel masuk” Tenten pun kembali menarik Ino dan Hinata untuk masuk kelas. Mencoba menghilangkan rasa penasaran antara Sasuke dan Hinata yang terlihat sangat berbeda.

 

Hinata melangkahkan kakinya ke arah mejanya. Langkah kakinya terasa sangat berat ketika Ia melihat Sasuke dan gadis itu duduk di mejanya. Mejanya dengan Sasuke. Rasa tidak rela kembali menghampirinya.

 

“Hyuuga. Mulai saat ini kau duduk lagi dengan Tenten” Ucap Sasuke dingin tanpa menatap Hinata. Hinata dengan cepat mengambil tas dan beberapa bukunya dengan cepat. Meninggalkan Sasuke dan gadis itu.

 

“Jadi dia Sasuke yang membuatmu kacau?” Tanya gadis itu- Haruno Sakura yang masih melingkarkan tangannya ke lengan Sasuke. Sasuke tidak menjawab pertanyaan Sakura. Kini tatapan onyx nya menatap ke arah Hinata.

“Sasuke-kun. Jawab aku!” Sakura mengerucutkan bibirnya kesal, ketika Sasuke mengabaikannya seperti ini. Tadi pagi ketika Sasuke menjemputnya, Sasuke langsung menceritakan tentang seorang gadis yang sudah menarik perhatiannya pada Sakura. Jujur saja, saat itu hati Sakura sangat panas. Sudah 3 tahun Sakura mengejar-ngejar Sasuke. Tapi pemuda itu sama sekali tak meliriknya. Melainkan menceritakan gadis Hyuuga itu. Tapi Sakura sangat bersyukur gadis itu menolak Sasuke. Dengan itu, Sakura tak usah repot-repot menyingkirkannya.

 

Brakk

 

Suara pintu di buka dengan sangat keras membuat semua pandangan yang ada di dalam kelas itu menoleh pada pemuda berkulit tan yang kini tengah tersenyum tanpa rasa bersalah.

 

“Sakura-channn!! Aku merindukan mu!!” Teriak pemuda pirang itu- Naruto yang kini sudah mendekat ke arah Sakura dan Sasuke.

 

“Teme kenapa kau tidak memberitahuku kalau Sakura sudah pulang ? kau benar-benar menyebalkan” Naruto menggerutu dan kini menatap Sakura senang. Ah- Ia sangat merindukan sahabatnya itu.

 

“Naruto-kun kau selalu berisik” Sakura menutup telinganya. Membuat Naruto kembali tersenyum tanpa rasa bersalah.

“Masuk ke kelasmu Naruto. Sebentar lagi bel masuk” Ucap Sakura lalu kembali memeluk lengan Sasuke.

“Selalu saja kau seperti itu dengan si Teme. Tapi tak apa, dengan itu aku bisa dekat dengan Hinata-chan. Kkk” Kekeh Naruto pelan, tanpa menyadari kini rahang Sasuke sudah mengeras.

 

“Kau menyukai Hinata? Gadis berambut indigo itu, Naruto? “ Tanya Sakura dengan kaget. Karena baru kali ini Naruto terlihat sangat menyukai seseorang. Biasanya pemuda berkulit tan itu selalu mengejarnya.

 

“Tentu. Kau tahu Sakura-chan? Aku sudah bosan di tolak olehmu. Jadi ketika pertama kalinya aku bertemu Hinata-chan waktu itu, aku langsung menyukainya” Ucap Naruto berbisik pada Sakura, tapi memang pada dasarnya suara Naruto tidak pelan. Tentu saja Sasuke yang mendengarnya semakin menahan amarahnya yang sebentar lagi akan meledak.

“Oh, Souka. Baguslah, kau tidak akan menggangguku lagi jika begitu”Sakura hanya mengangguk paham, tanpa menyadari aura gelap Sasuke.

“Oh ya mana Hinata-chan ?” Naruto kini mulai mencari sosok Hinata di kelas itu. Bingo! Dengan hitungan detik, Naruto menemukan Hinata yang ternyata duduk di depan. Ia pun meninggalkan Sasuke dan Sakura, lalu mendekat ke arah gadis berambut indigo itu.

 

“Hinata-chaann!!! Aku merindukan mu ” setelah jaraknya dengan Hinata dekat. Pemuda berkulit tan itu memeluk Hinata erat. Membuat Hinata membelalak kaget dengan wajahnya yang merah padam.

 

Tettt

 

Bel masuk sudah berbunyi, tapi Naruto tetap memeluk Hinata. Tanpa menghiraukan pekikan kaget fans girlnya dan juga tatapan membunuh Uchiha Sasuke. Hinata hanya bisa diam dalam pelukan Naruto. Jujur saja, Ia masih mencerna apa yang sedang terjadi.

 

Sreett

 

Terdengar pintu terbuka, dan muncullah sosok Asuma sensei yang menatap Naruto garang.

 

“Uzumaki Naruto!! Masuk ke kelas mu!” Teriak Asuma, membuat Naruto dengan refleks melepaskan pelukannya pada Hinata.

‘Kenapa tidak berdebar lagi jika dekat dengan Naruto?’

 

Pemuda itu kini menggaruk rambutnya yang tak gatal sambil mengeluarkan cengirannya.

 

“Gomen ne sensei. Aku akan kembali sekarang. Oh iya Hinata-chan nanti makan siang dengan ku yah. Jaa nee” Tanpa rasa bersalah Naruto lalu meninggalkan kelas itu. Membuat Asuma menghela nafas berat menghadapi murid seperti Naruto yang polos itu.

 

“Baiklah kita mulai pelajaran. Ah ya, dan kau murid baru silahkan perkenalkan diri dulu” Ucap Asuma sensei, sambil menunjuk ke arah Sakura. Sakura pun maju ke depan kelas. Ia tersenyum dan mulai memperkenalkan dirinya.

“Haruno Sakura desu. Kalian bisa memanggilku Sakura. Aku pindahan dari Jerman. Jadi mohon bantuannya”

 

oOo

Sasuke POV

Sialan Naruto!! Berani-beraninya Ia memeluk Hinata seperti itu, dan Hinata sama sekali tidak menolaknya. Menyebalkan!!

Aku mengeratkan peganganku pada pensil yang aku pegang. Tanpa aku sadari, aku sudah meremukan pensil itu. Kulihat Sakura sudah berjalan ke arah ku. Ia menatapku kaget karena aku sudah meremukan pensil itu. Sakura pun kini duduk di sampingku. Niatnya hari ini aku ingin melihat reaksi Hinata jika aku bersama Sakura. Tapi apa? Gadis itu sama sekali tidak merespon. Ah-ya aku bodoh sekali. Tentu saja Hinata tak akan merespon dan cemburu melihat kedekatanku dengan Sakura. Karena Hinata sama sekali tidak menyukaiku.

Aku kembali tersenyum miris, mengingat penolakan Hinata kemarin.

 

“Sasuke-kun, kau kenapa?” Tanya Sakura cemas.

 

“Tidak. Kali ini jangan mengikutiku Sakura” Aku kini sudah berdiri dari bangku ku. Kini semua orang menatapku. Termasuk Hinata! Sungguh, aku merindukan gadis itu! Perlahan aku melangkahkan kakiku ke arah Hinata.

 

“Uchiha-san sebaiknya kembali ke meja mu! Jangan ganggu pelajaran ku!!” Bentak Asuma padaku. Tapi aku sama sekali tidak menggubrisnya. Kini aku sudah menarik tangan Hinata. Gadis itu memekik kaget. Padangan mata onyx ku dengan mata lavendernya bertemu. Tatapan mata Hinata, kini terlihat sangat sedih ketika menatapku.

 

Tanpa basa-basi Aku menarik tangan Hinata keluar kelas. Mengabaikan semua orang. Termasuk Sakura yang sudah berteriak agar aku tidak pergi bersama Hinata.

 

Sementara gadis yang aku tarik ini, mencoba melepaskan genggaman tanganku padanya. Aku tak menghiraukannya. Kini aku menarik Hinata ke arah atap sekolah, dan mengunci pintu atap itu.

 

Normal POV

“Sa-sasuke-kun lepas. I-ittaii” Hinata mencoba menarik tangannya. Sasuke pun melepaskan tangannya, karena kini pintu atap sudah di kunci. Jadi Hinata tidak bisa kabur darinya.

 

“Kau menyebalkan Hyuuga!!” Sasuke kini mencengkram dagu Hinata. Hingga amethys dan onyx itu saling bertatapan.

 

Hinata terdiam. Tubuhnya menegang. Kenapa Ia tidak bisa mengalihkan pandangannya dari tatapan intens Sasuke? Kenapa Ia tidak berontak? Kenapa tubuhya tak merespon apa yang di katakan otaknya?

 

“Ucapkan sesuatu!” ancam Sasuke sambil terus mengeratkan cengkramannya pada dagu Hinata.

 

“K-kau bi-bilang a-akan melepaskanku Sa-sasuke-kun?” Tanya Hinata takut. Kenapa kata itu yang keluar dari mulutnya? Hinata kembali merutuki kesalahannya. Jika seperti ini, Sasuke akan kembali menjauh darinya.

 

Sasuke lalu melepaskan cengkramannya pada dagu Hinata. Kini tatapan Sasuke mulai meredup.

 

“Apa kau tak pernah mengingatku Hinata? Kau tak pernah menyadari keberadaanku” Sasuke tersenyum miris ketika mengingat Hinata yang sejak dulu tidak pernah menatap ke arahnya. Padahal Sasuke selalu melindungi gadis itu, tanpa Hinata sadari.

 

Hinata kini terlihat bingung dengan ucapan Sasuke. Gadis itu terlihat berpikir, dan mulai mengingat sesuatu. Apa Ia pernah bertemu Sasuke? Ya mungkin pernah. Hinata tahu Sasuke. Tentu saja siapa yang tidak tahu Sasuke? Pria itu selalu menjadi idola kaum hawa di sekolahnya sejak SMP. Tapi Hinata tak pernah berinteraksi dengannya. Kecuali sejak Sasuke mempergokinya memfoto Naruto. Yah- Hanya itu.

 

“Sudahlah, kau pasti tak akan mengingatku. Apa kau senang karena aku sudah melepasmu?” Hinata tidak menjawab. Bibirnya terkatup rapat. Jujur jika saja Ia punya keberanian. Ingin sekali Ia mengatakan bahwa Ia benci jika jauh-jauh dari Sasuke. Ia benci ketika Sasuke di peluk oleh gadis lain. Hinata sadar sekarang dengan siapa Ia jatuh cinta. Bukan Uzumaki Naruto. Melainkan Uchiha Sasuke yang sudah masuk ke dalam hidupnya dan memberi warna pada hidupnya yang monoton dalam beberapa minggu terakhir ini.

“Tentu saja kau senang. Aku hanya mengganggumu kan Hinata?” Sasuke lalu mulai menjauh dari Hinata. Pemuda itu kini membuka pintu dan keluar. Meninggalkan Hinata yang sudah jatuh terduduk. Gadis itu kini menangis. Menyesali apa yang sudah Ia lakukan pada Sasuke. Menyesali keterlambatannya menyadari perasaannya pada Sasuke. Hinata menyesal. Sangat menyesal! Seandainya Ia punya mesin waktu, Hinata akan mengungkapkan segalanya pada Sasuke.

 

oOo

Sasuke kini sudah masuk kembali ke dalam. Terlihat Asuma yang kini menatapnya tajam. Tanpa menghiraukan tatapannya, Sasuke dengan santai duduk di bangkunya.

 

“Sasuke, kemana kau bawa pergi Hinata?” Tanya Asuma.

 

“Entahlah” Jawab Sasuke sesantai mungkin. Membuat rahang Asuma mengeras ketika harus berhadapan dengan Sasuke. Ia sungguh khawatir pada siswinya itu.

 

“Aku akan melaporkanmu kepada kepala sekolah karena kau menghilangkan Hyuuga Hinata”

 

“Silahkan Asuma sensei “

 

“Sensei. Aku akan mencari Hinata” Ucap Ino dan Tenten bersamaan. Tanpa menunggu jawaban Asuma, dua gadis itu langsung melesat pergi keluar kelas mencari Hinata.

 

“hah, sudahlah lebih baik kita lanjutkan, dan kau Uchiha! Aku memberimu hukuman. Kerjakan 10 soal kalkulus tingkat tiga yang ada di papan itu sekarang!!”

 

“Hm”

 

“Sasuke kau harus menjelaskan semuanya padaku nanti!”Ucap Sakura, sebelum Sasuke keluar dari bangkunya untuk mengerjakan soal dari Asuma.

 

 

oOo

Ino dan Tenten kini mulai mencari Hinata. Mereka mencari Hinata ke taman, perpustakaan dan tempat yang biasa Hinata datangi jika ingin sendirian. Lalu ini tempat terakhir. Atap sekolah. Ino dan Tenten pun membuka pintu atap itu.

 

Ceklek

 

Terlihat Hinata dengan mata sembab terduduk disana. Gadis bersurai indigo itu kini tengah menangis. Dengan perlahan Ino dan Tenten mendekat ke arah Hinata. Mereka kini duduk di samping Hinata. Membuat Hinata menoleh ke arah sahabatnya itu. Hinata lalu mengusap kasar air matanya.

 

“Hinata kau kenapa? Apa Uchiha itu menyakitimu? Bilang padaku, aku akan menghajarnya!”Ucap Ino penuh semangat. Hinata hanya tertawa mendengarnya. Ah- Ino tidak mungkin akan bisa menghajar Sasuke. Mungkin gadis berambut pirang itu akan ‘menghajar ‘ bungsu Uchiha itu dalam arti lain.

 

“Aku tak apa” Ucap Hinata sambil mencoba tersenyum.

 

“Kau tak bisa berbohong pada kami Hinata. Ceritakanlah” ucap Tenten sambil mengelus punggung Hinata. Gadis beriris lavender itu masih sedikit terisak. Bahunya kembali bergetar.

 

“Aku menyukainya Tenten. Aku mencintai Uchiha Sasuke” Ucap Hinata sambil menundukan kepalanya menyembunyikan tangisnya. Gadis itu kembali terisak. Ino dan Tenten menatap Hinata prihatin. Mereka pun kini memeluk Hinata. Berharap Hinata tidak bersedih lagi. Tentu saja Ino dan Tenten sangat tahu mengenai perjanjian yang dibuat Hinata dan Sasuke. Hinata selalu berkata bahwa Sasuke itu menyebalkan, dan membencinya. Tapi sekarang, Ino dan Tenten sama sekali tidak menyangka bahwa Hinata mulai menyukai Sasuke. Yah Tentu saja, tidak ada yang bisa menolak pesona bungsu Uchiha itu. Termasuk Hinata yang selalu berpegang teguh bahwa Ia menyukai Naruto.

 

“Bukankah itu bagus Hina-chan? Kulihat Sasuke juga menyukaimu”

 

“Ti-tidak Ino. Se-sekarang dia membenciku. Dia benci pada ku. Ia akan menjauhiku Ino!! Apa yang harus ku lakukan?!!”

 

“Tenanglah Hinata. Kau cukup memberitahunya tentang perasaanmu saja”

 

“Aku tidak bisa Tenten. Hikss” Hinata kembali terisak. Ia menutup wajahnya. Menenggelamkan wajahnya di perpotongan lengannya.

 

“Kau pasti bisa. Ganbatte Hina-chan!!” Ucap Ino menyemangati Hinata. Hinata mengangkat wajahnya. Lalu kembali tersenyum. Mungkin ini adalah awal yang baik kan? Yah- Hinata akan mencoba nya. Ia akan berkata bahwa Ia menyukai Sasuke, dan menolak Naruto secara halus.

 

“Uhm, A-aku akan mengatakannya pada Sasuke-kun” Ucap Hinata sambil menghapus air matanya.

Tenten dan Ino tersenyum senang. Mereka kini menarik Hinata untuk kembali masuk kelas. Sebentar lagi pelajaran Kakashi sensei akan segera di mulai.

 

TBC

Mind To Review?

 

Makasih untuk yang udah Review di Chap sebelumnya. Chap ini udah agak panjang kan yah? ^^ Lama nunggu kah? Maaf yah soalnya aku baru pegang lep hari ini itu pun karena ada tugas 😥

Aku bingung kenapa jalan ceritanya berasa makin ribet padahal FF ini niatnya gak akan banyak chap nya. Mungkin jg nanti update nya agak lama, soalnya sibuk RL. Yah paling aku usahain untuk cepet update sebulan sekali.

 

See ya next chap ^^

 

Sign

Astia Morichan ^^

Advertisements

10 thoughts on “You Must Love Me| Chap 6| SasuHina Fanfict|

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s