Love Me Like You Do Chap 2 | SasuHina |

Love Me Like You Do

M

Chara Belong To Masashi Kishimoto

Uchiha Sasuke X Hyuuga Hinata

OOC, TYPO, DLL. DONT LIKE DONT READ!

Terinspirasi dari Novel sekaligus Film Fifty Shades Of Grey. Karya E.L James. Mungkin ada beberapa bagian yang aku ubah juga. Tapi sepertinya di sini gak akan ada BDSM nya. I have been tell you. This story is remake from novel!

 

Hinata terpaksa memewancarai Uchiha Sasuke sebagai pemegang donatur terbesar di kampusnya. Tanpa Ia sadari pertemuannya dengan Sasuke akan membuat Hidup berubah. Berawal dari ketertarikan dan gairah. Membuat mereka sama-sama membuat kontrak untuk permainan yang mereka buat.

 

Happy Reading!

EnJOY!

 

oOo

Untuk pertama kalinya Hinata merasakan debaran yang sangat mendebarkan seperti sekarang. Ah, Uchiha Sasuke membawa pengaruh yang sangat besar. Seperti magnet yang seakan menariknya untuk mendekat. Bungsu Uchiha itu benar-benar menarik.

“Hmh” Hinata mendesah lega ketika, Ia baru saja keluar dari gedung Uchiha Corp. Gadis bersurai indigo itu tersenyum sambil menutup matanya. Menikmati perasaan yang baru saja Ia rasakan.

Drrttt

Ponsel di tangan Hinata bergetar. Dengan cekatan Hinata segera mengecek pesan masuk dari I-phone putihnya.

 

From : Tenten

 

Hina-chan, maaf hari ini aku tak bisa bertemu dengan. Ada urusan mendakak. Gomen ne 😥

 

“Hah, baiklah. Mungkin lebih baik aku pulang ke apartement, dan segera memberikan hasil wawancara ini pada Sakura-chan” Gumam Hinata pelan. Ia pun segera masuk ke dalam mobil Hyundai mungil keluaran lamanya. Mengendarainya dengan hati-hati menuju apartementnya.

 

oOo

 

Sakura memekik kegirangan ketika Ia, mendapat hasil laporan wawancara tentang Uchiha Sasuke dari Hinata. Sungguh, Ia sudah menantikan sangat lama moment yang satu ini!!

“Arigatou Hina-chan!! Kau memang yang terbaik. Astaga! Uchiha ini benar-benar menarik! Aku benar-benar berhutang pada mu” Sakura kini tengah sibuk membaca tulisan hasil wawancara Hinata dengan wajah bahagianya.

 

“Hm, dan aku sangat beruntung karna tak usah bertemu dengannya lagi. Dia sangat menakutkan Sakura-chan” Hinata mempoutkan bibirnya kesal. Gadis itu kini tengah duduk didepan Sakura sambil mengaduk-aduk coklat panasnya.

 

“Kenapa? Ceritakan padaku apa yang terjadi antara kau dan bungsu Uchiha itu”

 

“Jangan bilang kau tidak tahu Sakura-chan? Kenapa kau tidak memberitahuku biografi singkat tentang Uchiha itu? Dia membuatku seperti orang bodoh karena tidak mencari tahu seluk beluk tentang kehidupannya”

 

“Ah, maafkan aku Hina-chan. Aku benar-benar lupa” Ucap Sakura dengan wajah penuh penyesalannya. Sungguh, Sakura sangat lupa tentang akan hal itu. Salahkan demamnya yang membuatnya bingung dengan siapa Ia harus mencari pengganti untuk mewawancarai Sasuke selain Hinata.

 

“Tak apa Sakura-chan. Menurutku dia sangat sopan, sedikit kaku, dan dia selalu menatapku dengan intens. Memang berapa umur Uchiha itu?”

 

“24 tahun Hinata. Dia masih sangat muda dan menarik. Benar kan? Ah, aku benar-benar ingin bertemu dengannya”

 

“Sungguh? Aku tak menyangka Ia masih semuda itu. Ah, ya Sakura-chan,. Sepertinya aku harus segera ke perpustakaan untuk menyelesaikan esaiku. Tadi Tenten-chan bilang dia tak bisa mengerjakannya bersamaku. Jadi aku harus mengerjakannya segera. Apalagi besok aku harus bekerja lagi” Hinata kini tengah merapikan kembali peralatan yang akan Ia butuhkan untuk tugas nya lusa.

 

“Apa kau tak lelah Hina-chan? Sebaiknya kau istirahat dulu”

 

“Tak apa Sakura-chan. Aku harus pergi, dan jangan lupa makan sup mu” Hinata pun kini tengah berlari kecil sambil memegang kunci mobilnya.

 

“Baiklah, hati-hati di jalan Hina-chan” Ucap Sakura sambil melambaikan tangannya, melihat Hinata yang kini mulai melaju menjauh dengan mobil kesayangannya itu.

 

Ooo

Hinata kini tengah berkeliling daerah Shibuya. Matanya bergerak pelan mencari perpustakaan umum yang masih buka pukul 7 malam ini. Sungguh Ia benar-benar harus segera menyelesaikan esainya sekarang. Sudah 30 menit Hinata berkeliling dan Ia masih saja tidak menemukan perpustakaan yang masih buka. Hinata kini memberhentikan mobilnya di sudut taman. Ia kini menutup matanya perlahan. Mencoba menghilangkan beberapa kejadian yang sejak tadi selalu saja muncul di kepalanya.

‘Uchiha Sasuke’

 

Nama itu! Ya, Uchiha Sasuke benar-benar membuatnya penasaran. Sungguh, jantungnya selalu berdebar kencang ketika mengingat Bungsu Uchiha itu. Apalagi ketika Sasuke menggenggam tangannya. Genggaman tangan Sasuke benar-benar pas di tangannya. Apalagi jika tangan itu menyentuh tubuhnya dengan perlahan.

 

“Astaga. Apa yang aku pikirkan?” Hinata denga cepat menggelengkan kepalanya. Ia pun kembali menyalakan mobilnya, dan memutuskan untuk pergi ke Konoha Independen Shop yang ada di persimpangan Shibuya. Toko ini merupakan toko perabot independen terbesar di daerah Shibuya. Hinata sudah bekerja selama 4 tahun di sana. Pemilik toko disana, Paman Shikaku sangat baik padanya.

 

Hinata kini sudah sampai di Konoha Independen Shop. Ia pun segera masuk kedalamnya, dan di sambut cepat oleh paman Shikaku yang tersenyum ramah padanya.

“Hei, Hinata-chan. Kenapa kau datang malam-malam begini?” Tanya Paman Shikaku yang kini menyuruh Hinata untuk duduk di depannya. “Aku kira kau tidak akan datang hari ini. Padahal toko benar-benar sibuk pada musim panas ini”

 

“Maafkan aku Paman, tadi aku harus melakukan wawancara. Untung saja, wawancara itu tidak makan waktu lama, dan sekarang aku sedang mencari beberapa sumber informasi untuk esaiku” Ucap Hinata yang kini tengah menunduk lesu. Ah, sungguh jika boleh Hinata ingin tidur.

 

“Kau terlihat sudah lelah Hinata. Sebaiknya kau istirahat saja disini. Shikamaru sedang tidak ada di rumah. Kau boleh memakai kamarnya untuk tidur”

 

“Bolehkah paman?”

 

“Tentu saja Hinata, kau masuklah. Bibi sudah tidur di kamarnya. Aku pun akan menutup toko sekarang” Paman Shikaku berdiri dari duduknya, Ia pun mulai bergegas merapikan beberapa barang.

 

“Baik, terimakasih banyak Paman” Hinata membungkukkan badannya hormat. Setelah itu, Ia pun bergegas pergi ke lantai atas. Toko ini memang cukup besar. Ada 2 lantai di jadikan toko, dan lantai ke 3 di jadikan rumah bagi keluarga Nara.

 

OoO

 

Hinata pulang dari toko pada pagi harinya. Ketika Ia masuk kedalam apartementnya Ia sudah di kagetkan dengan teriakan Sakura.

 

“Hinata-chan!!” Teriak Sakura, yang kini tengah menatap Hinata dengan mata berbinarnya. Hinata kini sudah menghempaskan tubuhnya di sofa, menatap Sakura dengan tatapan penuh tanya.

 

“Apa?” Ujar Hinata sambil menutup matanya perlahan. Ia kini tengah berusaha memikirkan bagaimana nasib esainya yang harus segera Ia kumpulkan. Mengabaikan Sakura yang masih mengetik sesuatu di laptopnya.

 

“Kau benar-benar hebat Hinata! Aku benar-benar tak percaya kau menolak bekerja dengannya. Dia jelas tertarik denganmu. Uchiha itu menyukaimu!” Mendengar nama Uchiha, Hinata kembali membuka amethysnya. Wajahnya kini sudah memerah dan jantunganya kembali berdebar tak karuan. Benarkah Sasuke menyukainya?

 

‘Tidak mungkin’

 

Hinata menggelengkan kepalanya pelan sambil menggigit bibir bawahnya pelan, ketika menyadari apa yang tengah Ia pikirkan.

 

Melihat Hinata yang masih diam tak bersuara, Sakura kembali bertanya.

“Jadi apa pendapatmu tentang Uchiha Sasuke?” Suara Sakura jelas terdengar seperti menggodanya.

 

“Dia benar-benar menakutkan, tapi sangat berkarismatik dan tampan. Well , aku mengakui akan hal itu” Hinata kini tengah berdiri dari duduknya dan mulai berjalan ke arah dapur.

 

“Astaga, Apa ini pertama kalinya aku mendengar seorang Hyuuga Hinata terpesona pada seorang Pria? “ Sakura terkikik pelan mendengar pertanyaannya sendiri.

 

Hinata kini membalikan badannya, Ia tak mau Sakura melihat wajahnya yang sudah memerah. Hinata pun mulai mengumpulan bahan untuk membuat sandwich.

 

“Kenapa kau sangat ingin tahu bahwa dia adalah gay? Pertanyaan yang kau tulis. Itu benar-benar membuatku malu. Apa kah kau gay Uchiha-san?. Err,, Sungguh aku tak ingin bertemu dengannya lagi Sakura-chan. Kau tahu? Ia terlihat sangat marah ketika aku mengajukan pertanyaan itu!”

“Haha, sungguh aku ingin sekali melihat wajah Uchiha itu ketika kau bertanya seperti itu. Apa dia benar-benar gay? Menurut gosip yang beredar Uchiha Sasuke itu adalah gay. Karena Ia tak pernah menggandeng satu pun wanita untuk menjadi teman kencannya. Well, jadi tidak ada salahnya bukan aku menanyakan gosip itu langsung padanya?” Ucap Sakura sambil terkikik pelan. “Jadi, apa dia memang Gay?”

 

“Tentu saja tidak, sepertinya dia normal. Hal itu benar-benar memalukan. Aku senang, karena aku tak akan bertemu dengannya lagi”

 

“Ayolah Hinata, Kau tahu Sasuke terlihat menyukaimu. Ia juga sangat tampan, sayangnya kita tidak bisa mendapatkan fotonya secara langsung untuk majalah nanti” Ucap Sakura kecewa. Ia kini menutup laptopnya dan mulai duduk di sofa.

 

“Kau bisa mencarinya lewat internet” Hinata kini telah selesai membuat sandwich, Ia pun segera menghampiri Sakura, dan duduk di sampingnya. “Mau?” Hinata menyodorkan piring pada Sakura. Di ambilnya piring berisi sandwich itu dengan cepat oleh Sakura.

“Tentu saja. Sandwich mu memang yang terbaik”

 

Tett

 

Suara bel berbunyi, menandakan ada tamu yang datang di pagi ke apartement milik Hinata dan Sakura. Hinata menghela nafas pelan. Siapa yang berani datang di pagi hari begini?

“Biar aku yang buka” Hinata pun segera berjalan ke arah pintu. Ia mengecek interkorm terlebih dahulu. Jika itu adalah tetangga sebelah mereka- Lee yang selalu menggoda Sakura dan Hinata maka Ia tak akan membukakan pintu.

Terlihat seorang pemuda berambut merah maroon tengah berdiri di depan pintu, dengan sebuah kamera yang ada di genggamannya.

“Ini aku, bukalah Hinata” Pemuda itu- Sabaku Gaara menatap malas pada interkom yang ada di depannya. Ia tahu bahwa Hinata pasti melihatnya. Melihat Gaara- pemuda yang sudah ia kenal selama 4 tahun pindah ke Shibuya. Hinata segera membuka pintu, dan langsung memeluk tubuh tegap Gaara dengan erat.

“Hei, Hinata. Apa kau benar-benar merindukanku?” Gaara terkekeh pelan, sambil membalas pelukan   Hinata.

 

“Ya, aku sangat merindukan. Sudah satu bulan tidak bertemu denganmu tuan Sabaku. Bagaimana pekerjaanmu? Apa foto mu di terima untuk pameran nanti?” Hinata bertanya antusias ketika Ia sudah melepas pelukannya pada Gaara, dan menarik pemuda tampan itu ke ruang tamu. Gaara memang sangat baik terhadapnya. Ia juga pemuda yang sangat tampan yang di gilai para wanita di kampus. Hinata sudah menganggap Gaara sebagai kakaknya sediri. Beda dengan Gaara yang menginginkan hal lebih. Hinata tahu bagaimana perasaan Gaara padanya. Pemuda itu menyukainya! Bahkan Sakura selalu menggodanya. Kenapa Hinata tidak menerima Gaara saja? Well terkadang pertanyaan itu selalu berputar di benaknya.

“Tentu saja di terima. Foto ku akan di pajang di pameran minggu nanti kau harus datang Hinata. Aku menunggumu” Gaara tersenyum bangga. Gaara memang seorang fotografer yang sangat handal. Wajar saja jika fotonya di pajang di pameran nanti.

 

“Ehm” Sakura berdehem kesal. Ia menatap kesal pada Gaara.

 

“Jadi, hanya Hinata saja yang kau ajak Tuan Sabaku?” Tanya Sakura sarkatis, membuat Gaara segera menoleh pada gadis bersurai pink itu. Ia pun tersenyum tanpa rasa bersalah.

“Tentu saja Sakura. Maksudku kalian harus datang” Ucap Gaara sambil menyunggingkan sedikit senyumnya. Ah, tidak Gaara menyeringai kepadanya. Membuat Sakura semakin kesal di buatnya.

 

Brakk

 

Sakura melemparkan bantal di sampingnya ke wajah tampan milik Gaara. Membuat Gaara mendelik kesal.

“Kau menyebalkan Gaara!!” Teriak Sakura yang kini sudah berdiri dari duduknya, dan bersiap kabur dari terkaman Gaara yang mulai mengejarnya.

Hinata hanya tertawa pelan menyaksikan tingkah sahabatnya itu. Ia memutuskan untuk segera menyelesaikan sarapannya, dan segera pergi lagi ke toko lalu melanjutkan tugas esainya nanti sore. Ia harus datang lebih awal. Toko pasti akan sangat ramai siang nanti.

 

Ooo

Hinata sudah berada di Toko siang ini. Sabtu ini sejak pagi Toko Konoha sangat ramai di serbu pelanggan. Hinata, Choji dan Ino yang merupakan pegawai paruh waktu seperti Hinata di toko milik Paman Shikaku benar-benar sibuk. Mereka bergegas mengerjakan beberapa pekerjaan dengan cepat. Mulai dari membereskan barang, melayani pelanggan dan juga menjaga kasir. Ketika Istirahat untuk makan siang. Hinata memutuskan untuk menolak ajakan Choji dan Ino. Hinata harus menyelesaikan pekerjaannya sebelum Ia istirahat untuk makan. Gadis berambut indigo itu kini tengah mengecek beberapa nomor katalog barang yang sudah di pesan oleh Paman Shikaku. Sesekali mata amethys indahnya bergerak melihat ke arah komputer di depannya, dan mulai mengentri nomor katalog pada deretan exel.

“Hah” Hinata menghela nafas bosan. Ia pun mengalihkan pandangannya ke arah depan. Seketika saja amethysnya terkunci pada onyx sehitam malam yang menatapnya intens.

 

Uchiha Sasuke

 

Pandangan Hinata tak bisa lepas dari Uchiha Sasuke. Pemuda itu kini hanya mengenakan celana jeans yang di padu dengan sweater berwarna coklatnya. Tubuh Hinata semakin membeku di tempat ketika Sasuke berjalan ke arahnya dengan senyum yang bertengger di wajah tampannya.

 

“Hyuuga-san. Kejutan yang menyenangkan bisa bertemu denganmu lagi disini’

 

“U-uchiha-san” Hinata berbisik lirih. Sungguh lidahnya terasa sangat kelu sekarang. Kepalanya seaakan kosong, dan semua fokusnya hanya tertuju pada satu orang- Uchiha Sasuke!!

 

“Aku berada di daerah sini, dan aku memerlukan persediaan barang-barangku” Ucapnya menjelaskan kedatangnnya ada di daerah Shibuya.

“Senang bertemu dengan mu lagi Hyuuga-san” Suara baritone nya terdengar sangat menggoda di telinga Hinata.

Hinata masih saja diam terpaku di tempat. Jantungnya sudah berdebar tak karuan. Wajah Hinata kini sudah merona ketika menyadari bahwa sejak tadi Uchiha Sasuke menatapnya intens. Pikiran Hinata kabur, Ia bingung apa yang harus Ia katakan ketika bertemu lagi dengan Sasuke.

 

“Hi-hinata. Panggil aku Hinata saja Uchiha-san. A-apa ada yang bisa ku bantu?” Hinata bertanya dengan sedikit tergagap.

Sasuke tersenyum geli melihat kegugupan Hinata di depannya. Hal itu sedikit membuat Hinata malu. Sungguh Ia tak akan berbuat hal konyol lagi di hadapan Sasuke seperti wawancara kemarin. Ia akan menunjukan keprofesionalannya dalam pekerjaannya ini.

 

“Ya, ada beberapa item yang aku butuhkan. Pertama aku butuh pengikat kabel” Sasuke berbicara datar seperti biasa. Tapi onyxnya terus menatap Hinata dengan intens. Membuat gadis itu kembali gugup di hadapannya.

 

‘Pengikat kabel? Untuk apa ?’

 

“Kami mempunyai beberapa jenis menurut panjangnya. Mau ku tunjukan?” suara lembut Hinata mengalun indah.

 

“Silahkan. Tunjukan jalannya Hinata”

 

Hinata mencoba acuh dan tidak melirik lagi ke arah Sasuke saat gadis itu keluar dari meja kasirnya. Mendahului Sasuke untuk menunjukkan tempat pengikat kabel. Sehingga membuat Sasuke berjalan di sampingnya.

 

“Barangnya ada di bagian dalam bagian listrik, gang delapan” Hinata melirik sekilas ke arah Sasuke yang masih menatapnya. Sial! wajah Sasuke benar-benar tampan! Dan Hinata sangat malu ketika ketahuan melirik pelanggannya itu.

 

‘Kenapa Sasuke ada di Shibuya?’

Pertanyaan itu terus mengusik di kepala Hinata ketika gadis itu menunjukan jalan ke arah gang bagian listrik berada.

 

“Apa kau berada disini karna bisnis Uchiha-san?” Tanya Hinata pelan. Jujur saja, Ia tak mau mati penasaran karena hal konyol seperti ini.

 

“Aku mengunjungi divisi pertambangan yang ada di Shibuya. Aku mendanai semua itu” Hinata mengangguk pelan, mendengar jawaban daari Sasuke. Lihat? Pemuda itu ke Shibuya bukan untuk bertemu dengan dirinya. Hell! Kenapa Ia harus kecewa dengan semua ini?

 

Setelah sampai di gang delapan, Sasuke manatap berbagai macam ikatan kabel di hadapannya. Jari-jarinya yang panjang menelusuri berbagai barang pajangan yang ada di sana. Sasuke berpaling ketika Ia memilih sebuah paket. “Ini akan cocok” Gumam Sasuke pelan.

 

“Apakah ada lagi?” Hinata kembali bertanya ketika Sasuke sudah membawa barang yang Ia butuhkan di tangannya.

 

“Aku ingin selotip”

 

‘Selotip? Untuk apa?’

 

“Apa kau akan mendekor ulang ruangan mu?” Hinata kembali bertanya. Sungguh Ia sangat penasaran dengan Sasuke. Untuk apa Pengikat kabel dan juga selotip?

 

“Tidak, aku tidak mendekor ulang” Ucap Sasuke sambil tersenyum. Ah, tidak Sasuke menyeringai padanya.

 

“Lewat sini” Gumam Hinata malu. “Selotip berada di lorong dekorasi” Hinata kembali melirik ke arah Sasuke yang masih mengekorinya dari belakang.

 

“Apa kau sudah lama bekerja disini Hinata?” Sasuke yang kini bertanya. Pemuda itu kini sudah ada di samping Hinata.

 

“empat tahun” Hinata kembali bergumam pelan untuk menjawab pertanyaan dari Sasuke. Mereka kini sudah sampai di bagian lorong dekorasi.

“Aku pilih yang itu” Sasuke menunjuk ke arah selotip yang lebih lebar. Hinata pun segera mengambil selotip itu. Lalu di berikannya pada Sasuke.

 

Jari-jari mereka bersentuhan singkat, dan aliran listrik statis itu kembali Hinata rasakan saat menyentuh tangan Sasuke.

 

“A-ada lagi?” Hinata kembali tergugup ketika Ia sudah menarik tangannya menjauh dari Sasuke.

 

“Mungkin beberapa tali”

 

“Le-lewat sini” Hinata menundukan kepalanya untuk menyembunyikan wajahnya yang kini sudah semerah tomat. Mereka kini menuju ke arah gang tempat tali berada.

 

“Jenis apa yang kau cari Uchiha-san? Kami memiliki tali filamen sintetis dan alami, benang-“ Ucapan Hinata terputus ketika Sasuke menyelanya

 

“tali kabel”

 

“Ba-baiklah. Aku akan mengambil lima meter dari tali filamen alami” dengan cepat dan juga dengan jari gemetarnya. Hinata mengukur tali kabel. Mengabaikan tatapan intens Sasuke yang selalu mengarahnya sejak tadi. Hinata mdngambil pisau stanley dari saku belakangnya dan memotong tali itu. Kemudian menggulungnya dengan rapi sebelum mengikatnya.

 

“Apa kau seorang pramuka dulu Hinata?” Sasuke bertanya, bibir sensualnya menekuk geli. Sungguh bibir itu benar-benar menggoda iman Hinata!!

“Kegiatan kelompok terorganisir bukanlah kesukaanku, Uchiha-san” Sasuke melengkungkan alisnya, mendengar ucapan dari Hinata.

 

“Lalu apa yang kau suka Hinata?” Suara Sasuke menggema lembut di telinga Hinata.

 

“Bu-buku” Bisik Hinata lirih.

 

‘Tidak, kau adalah kesukaanku Sasuke!!’

 

“Buku seperti apa?” Sasuke memiringkan sedikit kepalanya, agar Ia bisa menatap Hinata dengan jelas.

 

“Buku Klasik, terutama sastra Inggris dan Jepang. Apa ada lagi yang kau butuhkan?”

 

“aku tak tahu. Apa ada yang bisa kau rekomendasikan untukku?”

 

“Untuk sesuatu yang akan kau lakukan sendiri?” Sasuke mengangguk, mata onyxnya masih menatapnya.

 

“Entahlah aku tak tahu Uchiha-san”

 

“Bagaimana dengan artikel itu?” Sasuke mengalihkan pembicaraan mereka.

 

“Aku tidak menulis artikelnya. Haruno-san yang menulisnya. Sakura adalah editor majalah, dan Ia sangat terpukul karena tidak bisa melakukan wawancara secara pribadi. Satu-satunya kekhawatirannya adalah bahwa Ia tidak memilik foto aslimu”

Sasuke mengangkat sebelah aslisnya.

 

“Aku masih ada di Shibuya besok, mungkin..” Ia berhenti melanjutkan ucapannya.

 

“Kau bersedia datang untuk sesi pemotretan?” Hinata bertanya dengan wajah berserinya. Pasti Sakura akan sangat senang jika bisa bertemu Sasuke, dan juga Ia bisa kembali bertemu dengan Sasuke.

 

“Ya, kabari aku tentang sesi pemotretan besok” Sasuke merogoh sakunya, Ia mengeluarkan dompetnya dan memberikan kartu namanya pada Hinata. “Disana ada nomorku. Kau harus menelfon sebelum pukul 10 pagi”

 

“Ba-baiklah, terimakasih Uchiha-san” Hinata tersenyum ke arah Sasuke. Sungguh Ia benar-benar bahagia.

 

“HINATA!!” Suara yang sangat Hinata kenal itu membuat Hinata menoleh cepat. Nara Shikamaru kini tengah berada di depan nya.

 

“Permisi sebentar Uchiha-san” Sasuke mengerutkan keningnya ketika Hinata menjauh darinya dan menghampiri pemuda berambut nanas di depannya.

 

“Hinata! Senang bertemu denganmu!” Kata Shikamaru dengan senyum yang masih menghiasi wajahnya ketika Hinata semakin mendekat. Pemuda berambut nanas itu kini memeluknya dengan erat.

 

“Apa kabarmu Hina-chan? Sudah lama sekali aku tak bertemu dengan mu”

 

“Aku baik, Shikamaru-kun. Bagaimana dengan kuliahmu? Sudah dua minggu aku tak melihatmu di toko?” Hinata melepaskan pelukan Shikamaru. Pandangan amethysnya kini mengarah pada Sasuke. Bungsu Uchiha itu kini menatapnya dengan sangat intens. Rahang Sasuke mengeras melihat pemandangan di depannya.

 

“Ya, aku baru selesai tadi. Jadi aku segera pulang kesini”

 

“Oh, ya Shikamaru-kun. Aku sedang melayani pelanggan sekarang” Hinata mencoba mengajak Shikamaru untuk berhenti mengajaknya mengobrol.

 

“Baiklah, lanjutkan pekerjaanmu Hina-chan” Hinata hanya mengangguk pelan. Setelah itu Shikamaru meninggalkannya bersama Sasuke.

 

“Maaf membuatmu menunggu”

 

“Hn, tak apa” Ucap Sasuke dingin. Mendengar nada bicara dari Sasuke, membuat Hinata kembali mengernyitkan dahinya. Apa Ia telah menyinggung perasaannya? Sungguh Bungsu Uchiha yang satu ini selalu membuatnya penasaran.

 

“Adalagi Uchiha-san yang kau perlukan?”

 

“Hanya ini saja”

 

Hinata hanya bisa menghela nafas pelan. Ia pun berbalik menuju kasir. Sesampainya di kasir, Hinata menghitung tali, selotip dan pengikat kabel.

 

“Semuanya tiga puluh lima ribu yen” Hinata melirik ke arah Sasuke. Sasuke kini mengeluarkan dompetnya dan memberikan kartu kreditnya pada Hinata.

 

“Kau bisa menentukan jadwalnya untuk pemotretan besok Hinata” Ucap Sasuke berbisik pelan di telinga gadis itu. Hinata hanya bisa diam membatu dan mengangguk kaku. Sungguh jantung kembali tak bisa di ajak kerja sama ketika berurusan dengan Uchiha Sasuke! Dengan gugup Hinata menyerahkan kembali kartu kredit milik Sasuke.

 

“Baiklah, sampai besok Hinata” Sasuke berbalik untuk pergi, kemudian Ia berhenti. “Oh ya Hinata. Aku senang Haruno-san tidak bisa melakukan wawancara” Sasuke mengeluarkan seringaiannya dan melangkah keluar dari toko. Menggantung kantung plastik berisi belanjaannya di bahu. Meninggalkan Hinata sendiri yang masih menatap kepergiannya dengan jantungnya yang berusaha keluar dari tempatnya.

 

“Sepertinya aku memang menyukai Uchiha-Sasuke. Oh- Kami-sama” Senyum bahagia menghiasi wajah cantiknya. “Aku harus segera menghubungi Sakura untuk sesi pemotretan nanti”

 

TBC

Hollaa bertemu lagi. Hehe, maaf baru Update lagi minna-san. UN nya baru beres nih ^^ Doain aku yah biar hasilnya memuaskan. Hehehe

Gimana chap ini. Semoga tidak mengecewakan. Oh iya aku udah bilang ini itu remake dari NOVEL FIFTHY SHADE OF GREY. Dan mungkin banyak juga author yang remake novel ini. Jadi kalau ngga suka mending jangan baca deh yah ^^

Terimakasih untuk para readers yang selalu menunggu FF ini. Sekali lagi maaf karena harus menunggu satu bulan lamanya ^^

 

So Mind To Review? ^^

 

Astia Morichan

Advertisements

13 thoughts on “Love Me Like You Do Chap 2 | SasuHina |

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s