Boku Wa Vampire | SasuHina Fanfict

Boku Wa Vampire
Rated T
Romance, Fantasy
Song : Boku Wa Vampire – Hey! Say! JUMP
All Chara belong ‘Masashi Kishomoto’ and over all this fict is mine
Warning: OOC, TYPOS, DLL. DONT LIKE DONT READ YO!! Please be patient with me ^^
Sasuke X Hinata
Uchiha Sasuke yang merupakan bungsu dari Uchiha Fugaku – Sang Raja Vampire dunia kegelapan memberinya misi untuk membawa Hyuuga Hinata untuk membawanya kembali ke dunia vampire sesuai dengan perjanjian yang sudah Hiashi buat. Bisakah Sasuke membawanya? Dan menjadikan Hinata makhluk kegelapan seperti dirinya?
Happy Reading!
Enjoy!!
Boku wa vampire koi wa dangerous
Kamitsuki souna kissu ga tomaranai
Boku wa vampire ai no shoudou ga
So burn! Burn! Haretsushi sounanda
Boku wa vampire kimi wa taagetto
Torokeru youna kissu shite ii kai?
oOo
Seorang Pria paruh baya, kini tengah duduk di singgasananya. Menatap putra bungsunya yang tengah duduk bersimpuh dihadapannya.
“Ingatlah Misi mu untuk memasuki dunia manusia. Kau harus membuatnya jadi milik mu, dan membawanya ke kastil ini” Uchiha Fugaku- Sang Penguasa Dunia kegelapan. Satu-satunya orang yang di takuti oleh semua Vampire di dunianya. Pria itu menatap tajam sang bungsu- Uchiha Sasuke.

“Hm. Aku akan membawa nya kembali ke dunia vampire sesuai perjanjian yang sudah kau buat” Sasuke kemudian berdiri lalu membungkukkan badannya sebagai rasa hormat pada Raja Vampire itu. Sungguh, Sasuke lebih memilih diam di dunia kegelapan miliknya, dari pada harus berbaur dengan manusia.

“Baiklah. Selesaikan misi mu dan turun secepatnya ke dunia manusia” Perintah mutlak dari Fugaku membuat Sasuke segera berdiri dari duduknya untuk bersiap kedunia manusia yang belum pernah Ia kunjungi- ralat. Sasuke sering ke dunia manusia tapi Ia tidak pernah sekali pun berbaur dengan manusia.

“Hn, aku pergi” Sasuke melirik ke arah sang Ibu – Mikoto Uchiha yang menatapnya sendu. Seolah berkata bahwa ‘Kau akan baik-baik saja Sasuke-kun’

oOo

Kini Sasuke sudah sampai di tujuan awalnya. Ia sudah tahu seluk beluk dunia ini secara detail. Karena para vampire harus memangsa buruannya di dunia ini. Termasuk Sasuke. Sasuke hanya perlu mengajak putri sulung dari Hyuuga untuk kembali ke dunia yang semestinya Ia huni. Sasuke benar-benar tidak ingin berada disini. Salahkan Itachi yang tidak mau mengemban tugas yang seharusnya miliknya. Dengan senaknya baka aniki-nya itu malah menghilang entah kemana. Jadi terpaksa Sasuke yang harus menggantikannya.
Sasuke kini berada di gedung sekolah yang sangat besar. Sekolah ini adalah sekolah favorit di Jepang. Konoha Gakuen, kini menjadi tujuannya. Ia kini harus berbaur dengan manusia. Sasuke harus menjadi siswa di sekolah ini. Tujuannya hanya satu. Menemukan sang putri sulung Hyuuga- Hyuuga Hinata yang kini bersekolah di tempat ini.

“Kenapa harus sekolah lagi?? Sial! Aku sudah menjalani hidup 100 tahun, dan harus terpaksa menjadi siswa SMA? Jika aku menemukan Baka aniki, aku pasti akan membunuhnya dalam sekejap” Sasuke bergumam pelan. Jujur saja, Ia masih kesal dengan kelakuan Itachi. Tanpa terasa kini, Ia sudah masuk ke dalam gedung Konoha Gakuen. Sasuke kini berjalan di lorong yang cukup ramai. Semua mata tertuju padanya. Apalagi para wanita yang tidak berkedip ketika melihatnya. Oh, tentu saja! Siapa yang tidak akan terpesona pada sosok Uchiha Sasuke? Walaupun Sasuke berpakaian aneh, dengan jaket tebal yang menutupi badannya. Tapi rambut raven yang terlihat acak-acakannya menambahkan kesan sexy, tak lupa dengan wajahnya yang tampan. Hidung yang mancung, bibirnya yang kissable, dan rahangnya yang kokoh. Oh- Sasuke bagaikan Dewa Yunani yang tengah berkunjung ke sekolah.

Bruukk

Tanpa sadar, kini Sasuke jatuh dengan tidak elitnya. Buku yang di bawa gadis itu jatuh bertebaran. Sehingga Sasuke harus menimpa tubuh mungil seorang gadis berambut indigo. Gadis itu meringis kesakitan karena tertimpa oleh tubuh Sasuke. Mata amethysnya kini mengadah, sehingga Ia dapat melihat dengan jelas siapa yang menindih tubuhnya. Amethys itu kini bertemu dengan onyx yang saling menyelami satu sama lain. Sasuke bahkan tak berkedip menatap gadis itu. Sungguh, gadis itu benar-benar terlihat sempurna untuknya. Dia sangat cantik. Baru kali ini Sasuke terpesona oleh manusia.

“A-ano, bi-bisakah kau menyingkir dari tubuhku?” Gadis itu bersuara dengan gagap. Wajahnya kini sudah memerah sempurna ketika menyadari pemuda berambut raven itu masih menatapnya intens.

“Hn” Sasuke bergumam pelan. Ia pun segera menyingkir dari tubuh gadis itu. Di ikuti oleh sang gadis yang kini sedang berjongkok untuk membereskan bukunya yang berjatuhan. Sasuke kini ikut berjongkok dan membantunya. Sehingga gadis itu tersenyum melihat tingkah pemuda yang baru Ia temui.

“Siapa namamu?” Sasuke bertanya dengan datar. Membuat gadis itu menoleh ke arahnya.

“Ti-tidak sopan jika kau bertanya nama orang lain kalau kau belum memperkenalkan dirimu sendiri” Hinata menundukkan wajahnya, jujur saja Ia takut jika pemuda itu menatapnya.

“Uchiha Sasuke. Kau?”

“H-hyuuga Hinata”

Sasuke membulatkan onyxnya tak percaya setelah mendengar nama itu. Apa-apaan ini? Ternyata gadis itu adalah putri sulung Hiashi yang sedang di carinya.

“Kau putri dari Hyuuga Hiashi?” Hinata kembali menoleh ke arah Sasuke. Bagaimana bisa Sasuke tahu ayahnya?

“Ya, ke-kenapa kau bisa tahu?”

“Hn, Bisakah kau mengantarku? Aku murid baru disini” Sasuke mengalihkan pembicaraannya. Ia tidak ingin Hinata langsung tahu tujuan awalnya. Walaupun sebenarnya Ia sangat ingin menyelesaikan misi ini dengan cepat.
“E-eh? Baiklah. Aku akan mengantarmu ke ruang kepala sekolah” Akhirnya Hinata mengalah, walaupun sebenarnya Ia masih bingung kenapa Sasuke bisa mengetahui ayahnya.

“Hn”

Setelah mendengar deheman pemuda itu, Hinata mulai berjalan lebih awal dengan membawa bukunya. Sementara Sasuke mengikuti langkah Hinata ke ruang Tsunade yang berada di sudut lorong.

Tokk Tokk

Hinata mengetuk pintu itu dengan susah payah. Well, Hinata masih memegang bukunya, dan Uchiha ini sama sekali tidak berniat untuk membantunya. Sejujurnya Hinata merutuki niatnya untuk mengantar Sasuke.

“Masuklah” Suara Tsunade terdengar. Dengan gerakan pelan Hinata pun masuk, diikuti oleh Sasuke.

“Saya mengantarkan Uchiha Sasuke. Dia adalah murid baru Tsunade-sama” Hinata membungkuk hormat, setelah memperkenalkan Sasuke. Sementara Tsunade masih menatap Sasuke dengan mata berbinarnya. Ternyata murid pindahan dari Kanagawa itu setampan ini. Beda dengan berkas yang Ia terima tadi pagi.

“Aku sudah menunggumu Uchiha-san. Duduklah aku akan menyiapkan beberapa berkas dan peraturan yang harus kau patuhi” Tsunade kembali sibuk dengan menyiapkan data yang harus Sasuke ketahui. “Oh-Ya. Hyuuga-san kau boleh pergi. Terimakasih sudah mengantarnya”

“Ha’i Tsunade-sama. Saya permisi” Hinata membungkukan badannya, dan mulai berbalik. Tapi tubuhnya terhenti ketika Sasuke menarik tangannya. Sehingga Ia kini berhadapan dengan Sasuke yang tengah menyeringai padanya.
Cupp
“Terimakasih Hyuuga-san” Sasuke berbisik pelan di telinga Hinata, setelah pemuda itu mengecup pelan pipinya. Sehingga membuat wajah Hinata merah seperti kepiting rebus karena kesal pada pemuda yang seenaknya ini. Sial! Hinata tak pernah bermimpi untuk bertemu dengan pria tampan bak pangeran yang menciumnya seenaknya. Hinata lalu mendorong tubuh Sasuke. “Kau menyebalkan!!” Hinata berteriak lantang, sebelum Ia keluar dari ruangan Tsunade.

‘Semoga Ia tak masuk kelasku’
oOo
Kelas 3-2 benar-benar ribut. Gadis berambut indigo itu tengah duduk di mejanya sambil menatap ke arah jendela. Kemudian Ia menghela nafas pelan, ketika mengingat pemuda bermarga Uchiha yang baru Ia temui tadi. Hinata bahkan tidak menyadari ketika kelasnya kini sudah sepi saat guru berambut perak dan bermasker itu- Hatake Kakashi masuk. Lalu diikuti oleh pemuda berambut raven- Uchiha Sasuke yang membuat kelas menjadi kembali bising dengan teriakan para siswi. Bahkan Tenten dan Ino yang merupakan sahabat Hinata berteriak mengangumi ketampanan Sasuke.

“Kyaa,, dia tampan sekali”

“Sakura-chan! Dia milikku. Aku akan membuatnya menjadi pacarku”

“Astaga, dia bagaikan malaikat ah tidak. dia jelmaan Dewa Apollo”

“Ehmm, Baiklah. Sasuke perkenalkan dirimu” Kakashi berdehem. Kemudian kelas menjadi sepi ketika Sasuke akan memperkenalkan diri.

“Uchiha Sasuke”

Degg

‘Kyaaa, Sasuke-kun !!’

‘’Sasukee !!!’

Pendengaran Hinata seaakan disengat listrik ketika mendengar suara baritone yang mengganggu pendengarannya beserta nama yang tadi membuatnya jengkel. Dengan enggan gadis bermata amethys itu melirik ke arah Sasuke yang kini tersenyum- ah tidak pemuda itu menyeringai ke arahnya. Membuat Hinata menelan salivanya ketika menyadari Sasuke satu kelas dengannya.

“Sasuke, kau bisa duduk di belakang Hinata” Ucap Kakashi, sebelum Ia menuliskan berbagai rumus fisika di papan tak benoda itu. Sementara Sasuke hanya menangguk, dan berjalan ke arah Hinata yang duduk di belakang jendela. Jujur, Sasuke senang Ia bisa dekat dengan Hinata. Tapi tidak dengan dekat jendela. Itu mengharuskannya terkena sinar matahari yang nanti akan membakar kulitnya! Justru Sasuke memakai jaket tebalnya untuk menutupi sinar matahari yang akan membakar tubuhnya sampai menjadi abu. Sial! ini di luar prediksi. Ia pikir masih bisa memakai jaket tebalnya ketika jam pelajaran. Ternyata tidak sama sekali. Jika seperti ini, Ia harus segera memberitahu Hinata tentang dirinya. Ia tak akan kuat diam di dunia manusia pada siang hari.

Setelah sampai di tempat duduknya, Sasuke langsung menutup gorden agar cahaya matahari tak masuk ke arahnya. Membuat semua kelas menoleh ke arahnya dengan pandangan bingung.

“Maaf sensei. Aku tak kuat dengan sinar matahari” sementara Kakashi hanya mengangguk, dan mulai kembali menulis rumus di depannya.

“Hinata, kita bertemu lagi” Sasuke berbisik pelan di belakang Hinata. Membuat gadis itu diam membatu ketika nafas Sasuke menerpa lehernya.

“K-kau, ja-jangan menggangguku”

“Setelah jam istirahat, ada yang ingin aku bicarakan dengan mu Hinata” Ucap Sasuke dengan nada tak terbantahka. Sementara Hinata hanya bisa menghela nafas pelan, kemudian memilih untuk memperhatikan Kakashi yang mulai menerangkan rumus yang Ia tulis.
oOo

Setelah dua jam pelajaran mengerikan dari Kakashi. Akhirnya bel istirahat berbunyi. Membuat semua siswa berteriak girang. Sementara para siswi berjalan ke arah belakang untuk mengerumungi Sasuke. Hinata harus mengucapkan terimakasih untuk hal ini. Ia pun berdiri dan mulai melangkahkan kakinya untuk keluar.

“Hinata, berhenti disitu. Jangan mencoba kabur dariku” Suara baritone milik Sasuke membuat Hinata menghentikan langkahnya kaget. Bagaimana bisa Sasuke mengetahui jika Ia akan kabur. Sementara para siswi menatap Hinata heran. Apa hubungan Hinata dengan Sasuke?

Sasuke mulai berdiri, dan berjalan ke arah Hinata. Kemudian pemuda itu menarik tangan Hinata untuk keluar dari kelas. Membuat semua siswi mendesah kecewa. Sepertinya pangeran barunya sudah memiliki pasangan.

oOo

Kini Sasuke dan Hinata sudah berada di sebuah taman belakang yang jarang di kunjungi siswa. Tentu saja, menurut info yang beredar taman itu angker. Hantu-hantu banyak yang berkeliaran di sana. Membuat Hinata memekik kaget ketika menyadari kemana Sasuke membawanya.

“U-uchiha-san lepaskan aku” Hinata mencoba melepaskan genggaman tangan Sasuke. Tapi nihil, cengkraman Sasuke di tangannya benar-benar keras.

‘Kenapa Uchiha ini membawaku kesini?’

“Baiklah. Aku membawamu kesini karena akan menjelaskan hal penting padamu” Sasuke melepaskan cengkaraman tangannya pada Hinata. Hinata mendesah lega, kemudian Ia mengusap pelan pergelangan tangannya. Jujur saja, cengkraman Sasuke yang kuat itu cukup sakit.

‘Ini sakit’

“Apa itu sakit? Maafkan aku” Sasuke kembali mengenggam tangan Hinata, kemudian mengelusnya pelan.

“K-kenapa kau membawaku kesini?” Hinata bertanya dengan penasaran. Rasanya Sasuke bisa membaca pikirannya dengan langsung. Ia seakan langsung menjawab apa yang Ia ucapkan dalam hati.

“Hn, aku akan memberitahumu”

“T-tapi Uchiha-san. Bisakah kita ganti tempat? A-aku takut disini” Sasuke tersenyum geli, mendengar ucapan Hinata.

“Tidak, kau harus mendengarnya disini” Sasuke kembali menatap Hinata dengan intens. Sehingga membuat Hinata menunduk takut.

“Aku datang ke dunia manusia untuk mencarimu. Hyuuga Hinata kau harus menjadi milikku dan ikut denganku”

Degg

Hinata kembali membelalakan matanya ketika mendengar ucapan Sasuke. Apa? Dunia manusia? Jadi dia bukan manusia begitu?

Hinata melangkah mundur kebelakang menjauh ke arah Sasuke. Kepalanya seakan pusing ketika Ia mencoba mengingat sesuatu.

‘Benar, ucapan dari Oba-san’

“Jangan mendekat!!” Hinata kembali mundur ketika Sasuke mulai mencoba berjalan ke arahnya. Hinata ingat sekarang apa maksud dari ucapan neneknya 14 tahun lalu.

“jangan mendekat kataku!!” Hinata berteriak dengan keras, kemudian Ia mulai mengeluarkan kalung salib yang dipakainya dan menunjukannya kepada Sasuke.

“Kalau kau mendekat aku akan membakarmu dengan salib ini”

“Cih” Sasuke mendecih pelan. Sial! kenapa Hinata membawa salib segala?

“Menjauh dariku!!!”

“Baiklah, tapi akan ku pastikan kau menjadi milikku Uchiha Hinata” Akhirnya Sasuke menyerah, kemudian Ia menghilang dihadapan Hinata bagaikan tertiup angin. Sementara Hinata masih tak percaya dengan apa yang di alaminya hari ini. Ia baru ingat dengan apa yang dikatakan neneknya. Peringatan itu bukan main! Seorang vampire mengincarnya untuk membawanya ke dunia kegelapan.

To Be Continued ^^

Sebenarnya ini adalah FF pertama aku. Cuma aku edit ulang dengan cast SasuHina. Ini adalah FF tiga tahun lalu yang di rombak abis-abisan. FF genre fantasy pertama yang terinspirasi dari lagu Jump dan juga dorama milik Yuma.
Semoga suka ^^
Mind To Review?

Sign
Astia Morichan ^^

Advertisements

2 thoughts on “Boku Wa Vampire | SasuHina Fanfict

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s