Devil Always Beside Me| SasuHina Fanfict

Devil Always Beside Me
Rated T
Romance, Drama
All Chara belong ‘Masashi Kishomoto’ and over all this fict is mine
Warning: OOC, TYPOS, DLL. DONT LIKE DONT READ YO!! Please be patient with me ^^
Sasuke X Hinata

Hyuuga Hinata terpaksa pindah ke Pisa, italia untuk menghindari Uchiha Sasuke yang menghancurkan masa indahnya selama SMA. Kini Sasuke kembali hadir mengganggu hidupnya di italia. Setelah pertemuan tak mengenakan dengannya di Jerman.
Happy Reading!
Enjoy!!
.
.
.
Gadis bersurai indigo itu kini tengah terdiam di sebuah taman di Universitasnya. Walaupun hari sudah sore, tapi Hinata masih betah memandangi pemandangan di depannya. Bangunan megah Universitasnya yang sangat kental akan budaya Romawi. Tak lupa, pemandangan katedral yang berada di sudut taman itu membuat kembali kesan mengagumkan bagi Hinata. Hinata tak pernah lelah untuk mengangumi bangunan itu. Seakan pemandangan indah di depannya akan melupakan penat yang mengisi kepalanya. Ya- Hyuuga Hinata kini menjadi seorang mahasiswi di Universitas Pisa, Italia. Seorang putri sulung dari Hyuuga Hiashi itu nekat pergi melanjutkan studynya ke Italia tahun lalu. Mengambil jurusan kedokteran yang sangat tidak sesuai dengan harapan sang Ayah. Walaupun Hiashi sangat kecewa dengan pilihan Hinata, sebagai ayah yang mencintai anaknya Hiashi mendukung keputusan Hinata.
“Hah,, melelahkan sekali. Untung saja Kakashi sensei tidak datang” Hinata segera berdiri dari duduknya. Ia memutuskan untuk kembali ke apartementnya yang berada di dekat jembatan Rialto. Apartement yang sangat sederhana, dan Hinata suka. Apalagi jika pagi datang, Hinata bisa melihat pemandangan yang sangat indah di kamar apartementnya. Sungguh Hinata benar-benar tidak menyesal untuk melanjutkan kehidupannya di Italia, dan melupakan kehidupan menyedihkannya di Jepang. Kota Pisa lah yang Hinata pilih. Kota kecil itu masih sangat kental dengan zaman Romawi kuno. Lagi pula siapa yang tak kenal Pisa? Jika orang mendengar Pisa, pasti akan teringat dengan menara Pisa yang merupakan keajaiban dunia itu. Pisa adalah Kota indah dengan berbagai macam katedral kuno yang menyimpan banyak sejarah antara Yunani dan Romawi dan Universitas yang di pilih Hinata bukan main. Pisa University adalah universitas terkenal di negaranya. Hinata pun sangat susah untuk masuk ke Universitas itu.
Kini Hinata sudah sampai di apartementnya. Gadis bersurai indigo itu merebahkan tubuh mungilnya di ranjang favoritnya itu. Menghela nafas pelan, lalu menutup matanya perlahan. Mengingat beberapa kejadian yang terjadi sebelum Ia pindah ke Italia.

‘Uchiha Sasuke’

Sial! Nama yang seharusnya Hinata lupakan itu tiba-tiba muncul kembali di kepalanya. Bungsu dari Uchiha Fugaku yang merupakan pengusaha terkenal di Eropa. Uchiha Sasuke yang sangat Ia benci karena sudah menghancurkan masa indahnya di SMA dulu. Padahal Hinata sama sekali tidak tahu kesalahan apa yang tengah Ia perbuat sampai Uchiha itu menganggu ketenangan hidupnya. Sampai Ia harus pindah dari negara kelahirannya ke negri orang lain karena tak ingin di ganggu kembali oleh pemuda penuh pesona itu! Katakanlah Hinata pengecut karena lari dari masalahnya dengan Sasuke. Tak apa, toh Hinata hanya tak ingin Sasuke kembali menghancurkan kembali keindahan hidupnya. Hinata hanya ingin merasa tenang dalam menjalani hidupnya.

Drrrttt

I-Phone putih milik Hinata bergetar. Dengan malas Hinata mengecek hpnya, dan menjawab panggilan itu setelah melihat kontak yang tertera. Neji- saudara yang sudah di anggap Hinata sebagai kakaknya sendiri itu menelfonnya.

“Ada apa Neji-nii?”

“Hina-chan, bisakah kau membantu nii-san?” Suara Neji di seberang sana terdengar memelas. Sepupunya yang tinggal di Jerman untuk mengurus salah satu perusahan Ayahnya itu terdengar seakan putus asa.

“Tentu, apa yang bisa aku lakukan?” Hinata menjawab dengan nada sarat akan kekhawatiran. Hinata takut jika ada sesuatu yang buruk menimpa kakak tercintanya itu.

“Bisakah kau datang ke Jerman sekarang juga? Nii-san benar-benar memerlukan bantuanmu. Besok Nii-san harus pergi ke Swiss, dan di Jerman harus ada yang menyambut klien kita. Hiashi Jii-san sedang ada di Amerika jadi dia tidak bisa datang. Satu-satunya harapanku adalah kau Hina-chan. Ayolah bantu aku”

“Tapi Nii-san, aku tak mengerti soal bisnis yang kau dan Tou-san lakukan”

“Tenang saja, Kau hanya perlu menyambut mereka saja, nanti Yuto-san yang akan menggantikanku. Aku hanya perlu bagian keluarga Hyuuga yang harus hadir untuk acara besok malam”

Hinata kembali menghela nafas. Jujur saja, Hinata ingin menolak. Besok kuliahnya libur dan Hinata ingin memanfaatkan liburannya dengan jalan-jalan ke Venesia. Arggh! Kenapa rencananya harus di ganggu oleh permintaan dari Nii-sannya itu? Mau bagaimana lagi? Hinata sudah tak bisa menolak jika ini menyangkut dengan keluarganya. Jujur Ia ingin Hanabi segera lulus dari SMA nya agar Ia tak perlu melakukan hal seperti ini.

“Baiklah, aku akan memesan tiket pesawat sekarang. Hanya butuh waktu 2 jam untuk sampai di Jerman”

“Ah, kau benar-benar yang terbaik Hina-chan! Aku menunggumu. Segeralah bergegas malam ini”

PIPP

Sambungan itu langsung Hinata tutup. Entah kenapa Hinata merasakan firasat buruk jika harus pergi ke Jerman. Dengan cekatan Hinata mulai mempacking barangnya, dan memasukannya ke dalam ransel. Hanya dua baju saja. Satu baju biasa lalu sebuah gaun kesukaannya yang selalu Hinata pakai untuk pergi ke acara bisnis. Toh Hinata yakin, Neji pasti akan menyiapkan semua keperluannya. Setelah sepuluh menit mempacking, Hinata mulai bergegas keluar lagi dari apartementnya menuju Bandara.

“Semoga baik-baik saja”

oOo

Pukul 3 pagi, Hinata sudah tiba di jerman. Ia di sambut oleh Yuto-san yang merupakan kaki tangan dari Neji. Yuto-san tersenyum ramah padanya, lalu mempersilahkan Hinata untuk naik di mobil BMW keluaran baru milik keluarga Hyuuga itu. Yuto lalu mengantarkan Hinata ke mansion Hyuuga yang berada di Berlin. Sementara Hinata, mulai tertidur nyenyak sambil menunggu dirinya sampai.

Setelah 2 jam, akhirnya Hinata sampai di Berlin. Ia turun dari mobilnya dengan enggan. Jujur saja, Hinata masih sangat mengantuk. Hell, ini masih pukul 4 pagi. Matahari saja masih enggan untuk muncul dari persembunyiannya. Jika seperti ini, Hinata selalu kembali ingin merutuki keputusan Neji. Hinata kini menatap mansion megah di depannya. Jujur saja, sudah lama sekali Hinata tidak kesini. Mansion ini terbilang cukup mewah, seperti istana kuno. Ah, tidak. mansion ini benar-benar seperti istana milik Raja Arthur zaman dulu. Hinata sampai berdecak kagum. Kenapa baru kali ini Ia menyadari keindahan mansion milik ayahnya itu? Jika tahu, Hinata pasti memutuskan untuk kuliah di Jerman saja.

“Hinata! Akhirnya kau sampai juga” Neji yang sudah menyambutnya di depan pintu berteriak senang. Pria berambut panjang itu, sudah mengenakan jas kerjanya dengan rapi. Sehingga Ia nampak sangat elegan dan berkarisma. Hinata jamin, semua wanita di Swiss pasti akan langsung terpesona padanya.
“Nii-san, kau benar-benar mengganggu acara libur ku” Hinata mengerucutkan bibirnya sebal. Sehingga membuat Neji gemas melihatnya. Di acak-acak surai indigo milik Hinata sehingga membuat Hinata semakin menggembungkan pipinya. Oh- ayolah Hinata bukan anak kecil.
“Gomen ne Hina-chan. Urusan ini benar-benar harus di hadiri. Aku janji, sepulang dari Swiss aku akan membawa kan mu oleh-oleh”

“Benarkah?” Hinata bertanya dengan antusias. Melupakan fakta bahwa Ia kesal terhadap Neji.

“Tentu saja. Baiklah, sepertinya aku harus segera pergi sekarang. Kau bisa kembali tidur. Yuto-san akan mengantarmu ke kamar” Neji berjalan ke arah mobil BMW limited edition miliknya.
Hinata menghelas nafas panjang. Setelah itu, Ia mengangguk pelan. Jujur saja, Hinata masih ingin melanjutkan mimpi indahnya.

“Hati-hati Nii-san” Hinata melambaikan tangannya, ketika melihat Neji sudah masuk ke mobil BMW hitamnya, dan menjauh dari pandangannya.

oOo

Tidak terasa matahari kini sudah berada di pertengahan. Membuat cuaca panas di Kota Jerman semakin tak mengenakan. Berbeda dengan Hinata Hyuuga, Putri sulung Hyuuga Hiashi itu malah asik mengelilingi mansionnya. Mengambil beberapa foto bangunan di daerah mansion yang masih kental akan kebudayaan kuno. Setelah puas melihat seberapa luas mansionnya, dan juga mansionnya kini sangat nampak elegan setelah dihias. Oh, tentu saja. Hari ini semua kolega dari beberapa perusahaan yang bekerja sama dengan Hyuuga akan hadir nanti malam. Tentu saja, mansion ini harus nampak sempurna.

Hinata kini tengah berada di sebuah taman belakang mansion. Taman ini cukup luas. Dengan hiasan bunga anggrek, mawar, dan rose yang membuatnya tampak enak untuk di pandang. Tak lupa juga rumput hijau yang enak untuk di pijak itu, ternyata enak juga untuk dipakai tidur. Seperti Hinata yang memilih untuk tertidur di sana. Menutup matanya untuk menikmati semilir angin yang menerpa wajah cantiknya.

Tapp Tap

Suara langkah kaki itu terdengar, sehingga membuat Hinata segera bangun dari acara berbaringnya dan menoleh ke arah langkah itu terdengar. Ternyata Yuto-san berjalan ke arahnya dengan membawa nampan yang berisi teh hijau yang Ia pesan. Yuto lalu membungkukkan badannya. Lalu menaruh nampan itu di samping Hinata. Hinata tersenyum lembut sambil menuangkan teh nya.
“Arigatou Yuto-san”

“Sama-sama Hinata-sama. Sebentar lagi anda harus sudah bersiap untuk acara pesta nanti malam” Yuto kemudian berdiri dari duduknya, dan kembali membungkukan badannya.

“setengah jam lagi aku akan bersiap Yuto-san. Jadi, apa yang harus aku lakukan di pesta?” Hinata bertanya sambil menyesap tehnya pelan. “Oh, ayolah Yuto-san kau bisa duduk di sampingku. Kau bukan pelayanku” Hinata mengerucutkan bibirnya. Semetara pemuda dengan rambut hitam itu tersenyum kaku lalu mulai duduk di samping Hinata.

“Maafkan saya Hinata-sama” Yuto kembali membungkukan sedikit kepalanya. Sementara Hinata kini mulai menuangkan teh untuk Yuto. Lalu menyodorkannya.
“untukmu” Yuto pun mengambil cangkir itu dari Hinata. Sungguh, Hinata benar-benar baik.

“Terimakasih Hinata-sama”

“Uhm, jadi apa yang harus ku lakukan nanti?”

“Anda hanya perlu menyapa para tamu saja Hinata-sama. Lalu tugas anda selesai, karena saya yang akan memimpin rapat nanti setelah acara makan malam”

“Jadi aku hanya harus mengucapkan salam pembukaan sebelum makan malam?”

“Ya Hinata-sama”

“Ah, itu mudah. Baiklah, mohon bantuannya Yuto-san” Hinata tersenyum senang. Setelah itu Ia berdiri dari duduknya. “Baiklah, aku akan bersiap. Jaa ne Yuto-san” Hinata pun berbalik, lalu berlari ke dalam mansion untuk bersiap.

oOo

Tak terasa matahari sudah kembali bersembunyi, sehingga sang bulan lah yang tampak untuk menggantikannya. Jika ingat bulan, maka semua keluarga Hyuuga akan teringat pada Hinata. Kini Hyuuga Hinata nampak sangat cantik. Gadis berambut indigo itu memakai gaun berwarna ungu tanpa lengan. Punggungnya Ia biarkan terbuka, dan leher jenjangnya pun demikian. Karena rambut panjangnya Ia gelung. Sehingga menampakkan kesan elegan, dan sempurna.

Mansion Hyuuga kini sudah penuh, yang berarti semua kolega sudah hadir disana. Dengan gugup Hinata turun, dari atas tangga berkelok yang beralaskan karpet merah itu dengan pelan. Sehingga semua pasang mata memandang Hinata takjub. Apalagi para Pria yang bahkan tak berkedip menatap Hinata yang bagaikan melihat malaikat tanpa sayap. Berbeda dengan pria berambut raven yang tampak sangat tampan dengan jas berwarna hitam. Pria itu kini tengah berdiri di dekat tangga menunggu Hinata untuk turun. Seringaian tajam tak hilang dari wajah tampannya. Sepertinya Dewi Fortuna sedang memihak padanya kali ini.

Hinata kini sudah berada di bawah. Dimana semua orang menatapnya takjub. Berbeda dengan dirinya yang kini nampak kaget ketika melihat sosok yang ada di hadapannya. Amethys itu membelalak tak percaya ketika pria itu menyeringai ke arahnya. Astaga mimpi apa dia semalam? ! Hinata mengerjapkan matanya, berharap Ia kini tengah bermimpi. Tubuhnya kaku ketika pria itu mendekat ke arahnya dengan santai, sambil menarik tangannya. Sehingga Ia kini berhadapan dengan pria itu.

‘Sial! kenapa Uchiha ini ada di sini?’

Dan jantung Hinata seakan berhenti berdetak ketika pria itu mendekat ke arahnya, dan mulai berbisik pelan.

“Kau tak akan bisa lari dariku Hinata”
Uchiha Sasuke kini tersenyum penuh kemenangan, kemudian Ia kembali menatap Hinata. Tangannya kini membelai lembut pipi kemerahan Hinata. Wajahnya semakin mendekat ke arah Hinata. Sehingga membuat Hinata bisa merasakan wangi citrus bercampur mint milik Bungsu Uchiha itu. Sial! ini benar-benar di luar dugaan.

“Selamat datang kembali ke dunia ku Hinata”

Cupp

Dan Sasuke mengecup pelan bibir pulm Hinata. Membuat semua orang yang ada disana terdiam menyaksikan hal yang sangat langka ini. Bungsu Uchiha yang nekat mencium Putri sulung Hiashi. Oh- Uchiha itu cari mati!

To Be Continued ^^

Well, tiba tiba teringat akan keindahan kota Italia. Niatnya sih ingin dibuat fantasy, tapi pasti gak akan nyambung kwkwk. Jadi yah seperti ini adanya.

Mind To Review? Review kalian adalah semangatku untuk menulis fict^^

Sign

Astia Morichan ^^

Advertisements

One thought on “Devil Always Beside Me| SasuHina Fanfict

  1. Hai hai

    E-ettooo ini ada lanjutannya ngga? Mending dipost di fanfiction.net aja, biar lebih gampang didetect ✌😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s