Forbidden Love |SasuHina|

Forbidden Love
Rate T
Drama, Family
Chara Belong To Masashi Kishimoto
Sasuke Uchiha adalah adik tiri Hinata yang kini tinggal di rumahnya. Adik barunya itu menyebalkan karena membuat jantungnya berdebar. Apalagi ketika adiknya memberinya tawaran. ‘Jadilah pacarku Nee-san selama tiga hari. Maka aku tak akan mengganggumu’
Warning : OOC, TYPO, Don’t Like Don’t Read Please!
Sasuke Uchiha X Hinata Hyuuga
EnJOY!
Happy Reading!

oOo
Gadis berambut indigo itu berlari secepat yang Ia bisa. Salahkan Ibunya yang tak membangunkannya sehingga Ia harus telat, dan berlari seperti ini. Sebentar lagi kereta shinkansen yang akan membawanya ke sekolah itu akan menutup.

Brukk

Gadis itu- Hyuuga Hinata, akhirnya bisa masuk ke dalam kereta sebelum akhirnya kereta menutup. Tapi sialnya, Ia kini menabrak seseorang yang kini memeluk pinggangnya erat agar tidak terjatuh.

“Hah, syukurlah aku tak terlambat” Hinata mendesah lega. Ia kini mengadahkan kepalnya, dan amethys itu bertemu dengan onyx sehitam malam yang menatapnya tajam. Wajah pemuda itu tampan. Rambut ravennya yang terlihat acak-acakan tidak membuatnya terlihat jelek, bahkan Ia semakin tampan. Hidungnya mancung, rahang yang tegas, dan jangan lupakan bibirnya yang sangat menggoda untuk di cium! Hinata bahkan terpaku beberapa saat menikmati pemandangan indah di depannya.
“Puas memandangi wajahku?” Suara baritone itu terdengar jelas berbisik di telinganya. Membuat Hinata sadar dengan apa yang Ia lakukan. Sial! ia tertangkap basah memandangi wajah tampan pemuda yang baru Ia temui beberapa saat lalu.

“G-gomenasai “ Hinata dengan cepat mendorong dada bidang pemuda itu. Amethysnya menangkap sebuah name tag yang tertera di seragam pemuda itu yang sama sepertinya. Sial! mereka satu sekolah!

‘Uchiha Sasuke’

“Te-terimakasih sudah menolongku” Hinata membungkukan badannya, sebagai rasa terimakasih pada Sasuke. Ia pun berbalik, mencoba untuk mencari kursi yang kosong di kereta. Tapi langkahnya terhenti saat Sasuke menariknya, sehingga Ia menabrak dada bidang Sasuke.
“Selamat datang di duniaku, Hinata nee-san” Sasuke berbisik seduktif di telinga Hinata, sebelum Ia pergi meninggalkan Hinata yang kini menatapnya heran dengan jantung yang berdegup kencang.

“Apa-apan itu Hinata nee-san?” Hinata mencibir tak suka mendengar panggilan Sasuke untuknya.

oOo

Setelah pertemuannya dengan Sasuke. Hinata terus merutuk pemuda itu. Ternyata Sasuke adalah adik kelasnya! Dia adalah murid baru di Konoha Gakuen. Well, kesialannya semakin bertambah ketika Ia sudah sampai di rumah dan bertemu dengan Ibunya yang kini tengah berbincang dengan calon suaminya yang akan tinggal dengannya mulai hari ini. Double Shit! Hinata lupa! Nama calon ayahnya itu bermarga Uchiha! Dan Hinata tak hentinya memaki di dalam hati ketika amethysnya bertemu dengan onyx milik Uchiha Sasuke. Pemuda itu duduk tenang di samping ayahnya sambil menyeringai ke arahnya.

“Hinata, kau sudah pulang. Kemarilah” Hyuuga Hikari tersenyum lembut ke arah Hinata. Mau tidak mau, Hinata membungkuk memberi salam ke arah Uchiha Fugaku yang kini menatapnya lembut.
Hinata kini duduk di samping Sang Ibu, yang masih tersenyum bahagia karena sebentar lagi akan menikah.
“Hinata, ini adalah anakku yang kedua. Uchiha Sasuke. Dia adalah adikmu sekarang” Fugaku memperkenalkan Sasuke padanya. Kini Sasuke kembali mengeluarkan seringainya. Lalu mengulurkan tangannya. Dengan enggan, Hinata menjabat tangan Sasuke. “Senang bertemu denganmu Nee-san” Dan Hinata mempunyai firasat buruk setelah ini. Uchiha Sasuke berbahaya untuknya!

“Nah Hinata, kau antar Sasuke ke kamarnya. Kamarnya di sebelah kamarmu. Ibu sudah menyiapkannya” Dan Hinata mengangguk menyanggupi permintaan Sang Ibu. Oh,Kami-sama. Hinata bisa apa sekarang? Gadis itu hanya bisa pasrah mengikuti alur kehidupannya.

Hinata pun berdiri di ikuti Sasuke yang kini membawa barang bawaannya. Hinata menggerutu sepanjang perjalanan menuju kamar. Kini langkahnya berhenti di sebuah kamar. Ia pun membuka kamar itu. Ternyata Ibunya benar. Kamar itu sudah sangat rapi!

“Ini kamarmu” Hinata masuk ke dalam kamar yang kini milik Sasuke. Ia pun duduk di kursi, sambil menatap Sasuke penuh selidik.

“Terimakasih Hinata nee-san” Pemuda itu kembali menyeringai ke arahnya. Membuat Hinata kembali mengumpat dalam hati ketika melihat Sasuke berjalan ke arahnya. Jantungnya kini berdetak tak karuan! Sial! Adik barunya itu membawa efek buruk bagi jantungnya.
Kini Sasuke sudah berlutut di hadapannya. Sehingga wajahnya sejajar dengan wajah Hinata. Wajah Hinata sudah semerah tomat ketika Sasuke menatapnya tajam sambil mengelus pipinya lembut.
“Kau manis sekali Nee-san. Aku ingin memakanmu”Sasuke berbisik di telinga Hinata. Nafas hangatnya menggelitik leher Hinata. Hingga membuat Hinata merasakan sensasi aneh yang belum pernah Ia alami. Ah, Ini salah!!
“Menjauh dariku Sasuke”Hinata mendorong tubuh Sasuke menjauh. Tapi sayang, Sasuke sama sekali tak bergeming dari tempatnya. “Jadilah pacarku Nee-san selama tiga hari. Maka aku tak akan mengganggumu” Dan Hinata membulatkan matanya tak percaya mendengar ucapan dari Sasuke. Apa? Pacar? Adiknya itu gila! Dia kakaknya!

“Kau gila Sasuke” Hinata kembali mendorong Sasuke dengan keras. Well, Usahanya berhasil. Pemuda berambut raven itu menjauh darinya. Hinata segera berdiri dari duduknya, dan melesat pergi keluar dari kamar Sasuke.

“Lihat saja nanti apa yang kulakukan Nee-san!”

oOo

Hinata menutup pintu kamarnya dengan keras. Sehingga menghasilkan bunyi yang cukup nyaring. Gadis bersurai indigo itu segera berbaring di ranjangnya dan menutup wajah cantiknya dengan bantal. Hinata mencoba menetralkan jantungnya yang kini berpacu dengan keras. Ah, ini salah! Tak seharusnya Ia berdebar ! Sasuke itu adiknya. Ya, Ia tak boleh berdebar karena perilaku adiknya. Sasuke hanya menjahilinya karena Ia adalah kakak perempunannya. Ya, hanya itu saja.

“Menyebalkan!” Hinata tak berhenti mengumpat, ketika pemikiran tentang Sasuke berseliweran di kepalanya. Dan Hyuuga Hinata jatuh tertidur ketika Ia sudah lelah dengan pikiran yang ada di otaknya tentang Uchiha Sasuke!

oOo
Pagi datang begitu cepat. Bulan dengan cepatnya berganti dengan Sang Surya. Hyuuga Hinata kini tengah bersiap untuk ke sekolah. Hinata sudah memakai seragamnya. Ia terlihat sangat cantik kali ini. Ia pun bergegas turun ke bawah. Ibunya sedang menyiapkan sarapan pagi, dan Fugaku kini tengah terduduk menyesap kopi hitamnya.

“Hinata-chan, bisakah kau bangunkan Sasuke? Ia bisa telat nanti” Hinata kembali bergumam. Ia hanya ingin meringankan beban Ibunya. Ia pun dengan langkah ragu menuju ke arah kamar Sasuke.
Setelah sampai. Hinata membuka kamar Sasuke yang kini gelap gulita. Hinata berdecak sebal. Ia pun melangkahkan kakinya menuju jendela. Berniat membuka tirai agar sinar matahari masuk dan bisa dengan cepat membangunkan Sasuke. Tapi belum sempat niatnya berjalan dengan lancar. Sebuah tarikan di lengannya membuat Hinata memekik kaget.
Brukk

Hinata kini terjatuh di atas tubuh Sasuke. Pemuda itu kini memeluk tubuhnya dengan erat. Wajah Hinata sudah memerah ketika menyadari posisinya dengan Sasuke, dan jantungnya kembali tak bisa di ajak bekerja sama. Sial! Hinata takut jika Sasuke mendengar debaran jantungnya.
“Tetaplah seperti ini Hinata” Sasuke semakin mengeratkan pelukannya, ketika Hinata mencoba melepasnya. Bahkan pemuda itu berani mengecup lehernya pelan, dan Hinata hanya bisa diam membeku di tempat. Jujur Ia ingin sekali berteriak sekarang!
“Le-lepaskan aku Sa-sasuke. Kita harus sekolah” Hinata mencoba mendorong Sasuke, dan berhasil Sasuke melepasnya. Membiarkan Hinata melesat pergi.

“O-okaa-san, aku pergi duluan. I-ittekimasu” Tanpa sadar Hinata berteriak sambil mengambil tasnya, sebelum pergi melesat keluar rumah.

“Menarik”Sasuke kembali tersenyum penuh kemenangan, sebelum akhirnya Ia bersiap untuk pergi ke sekolah.

Setelah beberapa menit, akhirnya Sasuke turun. Ia sudah siap untuk berangkat. Kini pemuda itu tengah menikmati sarapannya dengan tenang.

“Sasuke-kun. Bisakah kau mengantarkan bekal ini untuk Hinata? Ia belum sarapan tadi” Suara lembut Hikari membuat Sasuke menoleh. Ia pun mengangguk pelan. “Baiklah, Okaa-san”

oOo

Hinata kini sudah duduk di bangkunya. Pandangannya kini beralih ke arah lapangannya. Pikirannya kembali mengarah pada satu nama.
‘Uchiha Sasuke’
Adik tirinya yang sangat menyebalkan. Ah, Hinata benci mengakuinya bahwa Ia menyukai debaran yang di sebabkan oleh Sasuke. Sialnya kenapa Sasuke harus menjadi adiknya? Kenapa Ibunya harus menikah dengan ayah Sasuke? Jika saja Sasuke bukan adiknya, sudah pasti Hinata tak akan segan untuk mengungkapkan bahwa Ia menyukai pemuda itu.

“Hah, Ini membingungkan” Hinata menghela nafas pelan, sambil menggelengkan kepalanya. Mencoba menghilangkan pikiran yang ada di otaknya tentang Sasuke. Tanpa Ia sadari kini Sakura dan Ino sudah ada di sampingnya.

“Apa yang membuatmu bingung Hina-chan?” Sakura bertanya ke arah Hinata. Kini Ia pun ikut melihat ke arah lapangan. Dimana para siswa masuk ke dalam sekolah.

“Semuanya membuatku bingung”

“Ne, ne Hina-chan. Aku dengar sekarang kau punya adik laki-laki. Aku dengan Ia sekolah disini, dan dia sangat tampan. Benarkah itu?” Kini Ino yang bertanya dengan mata berbinarnya.

“Hm”

“Benarkah? ayo kenalkan pada kami. Ah, adikmu langsung populer di hari pertama masuk sekolah. Itu mengangumkan!”

Dan Hinata tak mendengar lagi ocehan Sakura dan Ino. Kini amethysnya tengah menangkap sosok Sasuke yang memandangnya tajam. Sasuke melangkah ke arahnya dengan mengenggam sebuah bento. Hinata meneguk salivanya gugup ketika Sasuke sudah ada di depannya. Uchiha Sasuke berdiri di balik jendela menghalangi pemandangan Hinata yang tadi mengarah ke lapangan. Sehingga Ia hanya bisa menatap Sasuke. Sasuke kini menyimpan kotak bento itu di meja Hinata. Kemudian Sasuke berbisik pelan di telinganya. “Bekalmu tertinggal Nee-san. Jangan lupakan sarapan pagimu” dan Kemudian Sasuke pergi menjauh, meninggalkan Hinata yang masih mencerna apa yang tengah terjadi.

“Astaga, itu adikmu Hinata? Ya ampun dia benar-benar tampan!”

“Kau benar Sakura, dia sangat tampan!!

Ino dan Sakura pun tak berhenti mengoceh tentang ketampanan Sasuke di depan Hinata. Sehingga membuat kepala Hinata seakan pecah mendengarnya.

‘Kami-sama ! Aku tak mungkin menyukai adikku kan?!!’

TBC

Hehe, Cuma iseng buat ini.
Mind To Review? ^^
Sign
Astia Morichan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s