You Must Love Me 8 Chap 8 | SasuHina

You Must Love Me!
Rate M
Romance, School Life, Drama
Disclamair: All Chara belong ‘Masashi Kishomoto’ and over all this fict is mine
Warning: OOC, TYPOS, DLL. DONT LIKE DONT READ YO!! Please be patient with me ^^
Sasuke X Hinata
Nasib Hinata berubah 180 derajat gegara Sasuke yang mengetahui rahasia terbesarnya. Karena tak ingin rahasianya terbongkar, Hinata harus menuruti semua kemauan Uchiha Sasuke!!
Happy Reading!
Enjoy!!
.
.
.
Sasuke benar-benar tak menyangka dengan apa yang di lihatnya sekarang. Demi Hades!! Ia benar-benar tak percaya! Kini seorang Hinata Hyuuga tengah berada di dalam kamarnya! Dengan tatapan sarat akan kekecewaan dan hasrat untuk memiliki terlihat di manik amethysnya. Sasuke hanya bisa terdiam menatap Hinata yang kini sudah duduk di atas perutnya.
“Hikk.. aku merindukanmu Sasuke-kun. Aku menyukaimu. Kenapa kau membuat semuanya terasa sulit? Hikk.. aku membencimu!!” Racau Hinata sambil mendekatkan wajahnya ke arah Sasuke. Hingga Sasuke bisa dengan jelas mencium wangi lavender yang sangat Ia rindukan beberapa hari ini.

“Suki dayo” Ucapan terakhir Hinata kembali membuat onyx itu terperangah tak percaya mendengarnya. Apalagi ketika Ia merasakan sebuah benda bertekstur lembut tengah menempel di bibirnya. Hinata dengan perlahan melumat bibirnya lembut. Di sesapnya pelan bibir Sasuke, sehingga membuat pemuda itu menyeringai dalam ciumannya. Ia dapat merasakan apa yang di rasakan Hinata lewat ciuman itu. Rasa cemburu dan ingin memiliki itu sudah sangat jelas. Hinata kali ini tidak dapat membohongi perasaannya. Hinata benar-benar menyukai Uchiha Sasuke!

“Mmhh,,” Hinata melengguh pelan, ketika Sasuke membalas ciumannya. Sasuke kini menggigit bibir Hinata pelan, hingga membuat Hinata membuka mulutnya dan tanpa menyianyiakan kesempatan Sasuke melesakkan lidahnya untuk menyentuh titik sensitive di rongga hangat milik Hinata. Sehingga membuat Hinata kembali mengerang akibat ulah Sasuke. Gadis itu semakin merapatkan tubuhnya pada Sasuke. Hingga membuat suhu di ruangan ini kembali menjadi panas.

“Nghhh” Hinata mendesah pelan di sela sela ciumannya, ketika tangan Sasuke kini membelai punggungnya. Membuat tubuhnya meremang akibat sentuhan itu. Tangan Hinata kembali meremas surai hitam milik Sasuke untuk melampiasakan rasa nikmat yang di rasakannya ketika ciuman yang di berikan Sasuke semakin dalam.

“hah,,hah” Nafas Hinata tersengggal ketika Ia melepaskan ciumannya dengan Sasuke. Hingga kini hanya benang saliva saja yang menghubungkan mereka.

“Kenapa kau diam saja Sa-sasuke-kun? “ Ucap Hinata sambil menempelkan kembali bibirnya pada bibir Sasuke. Jemari Hinata kini mengelus pipi Sasuke. Ah, Sungguh! Sasuke sangat merindukan Hinata!! Jika saja Hinata tidak mabuk dan dalam keadaan sadar, sudah pasti Sasuke akan menyerangnya sekarang.
“Kau mabuk Hinata. Tidurlah” Sasuke menjauhkan sedikit wajahnya. Sehingga membuat Hinata merenggut kesal.

“A-aku tidak mabuk Sasuke-kun! A-aku benar-benar merindukan mu! Aku mencintaimu. Se-seharusnya kau sadar. Kau hanya milikku saja Sasuke-kun!” Hinata berteriak mengucapkan kata-kata sakral itu. Kembali gadis itu mendekatkan wajahnya pada Sasuke. “Kau milikku Sasuke-kun” Dan Hinata kembali melumat kasar bibir Sasuke. Berharap Sasuke benar-benar merasakan semua perasaannya. Di sesapnya pelan bibir Sasuke yang kini sudah seperti candu baginya. Walaupun bungsu Uchiha itu tidak membalas ciumannya, Hinata tetap melakukan aksinya. Tangannya kini bergerak mengelus perut Sasuke yang tak di tutupi apapun. Hinata menginginkan Sasuke!

“Ahh,,” Hinata mendesah dalam ciumannya, ketika Ia merasakan genital milik Sasuke mengeras menyentuh pahanya.

Brakk

Kini posisi tubuh mereka sudah bertukar, dengan Sasuke yang menindih tubuh mungil Hinata. Ciuman itu terlepas sehingga membuat Hinata kecewa. Onyx dan amethys itu bertemu. Saling menghipnotis satu sama lain.
“Jangan menyesal Hinata. Karena kali ini aku tak akan pernah melepasmu. Ingat itu” Bisik Sasuke pelan, sambil menciumi cuping telinga Hinata. Hingga kembali membuat tubuh gadis itu semakin panas.
“Sasuke-kunhh,, a-aku mencintamu sangat” wajah Hinata kini semakin merona ketika mengucapkannya. Apalagi dengan Sasuke yang kini menatapnya intens.
“Kau tahu Hinata? Aku lebih mencintaimu” Dan Sasuke kembali mencium bibir plum milik Hinata. Hanya saling menempelkan. Tak ada nafsu disana. Sungguh Sasuke tidak ingin momen seperti ini cepat berakhir! Kedua insan ini saling menutup mata mereka. Saling menyampaikan perasaan satu sama lain dalam ciuman tanpa nafsu itu.

“Hinata” Ucap Sasuke penuh damba. Sementara sang gadis hanya menatapnya. Walaupun masih sedikit terpengaruhi alkohol sialan itu. Hinata kini sudah sadar sepenuhnya dengan apa yang Ia lakukan dengan Sasuke. Sungguh, jantungnya kini berdetak tak karuan sekarang!! Wajah Hinata semakin merona ketika Sasuke semakin mendekatkan wajahnya. Sehingga hidung mancung bungsu Uchiha itu menempel pada hidungnya.
“Tidurlah, aku tak ingin menyakitimu Hinata” Sasuke membelai lembut pipi chubby Hinata. Hingga membuat rona merah menjalar menghiasi pipi putri sulung Hyuuga itu.
Sasuke kini berbaring disamping Hinata, dan membawa Hinata ke dalam pelukan hangatnya.
“Sa-sasuke-kun?” Hinata memanggil Sasuke pelan. Wajahnya Ia sembunyikan di dada bidang milik Sasuke.

“Hn?” Sasuke semakin mempererat pelukannya sambil memeluk Hinata. Berharap dengan memeluk Hinata bisa merendam hasratnya yang sudah di timbulkan oleh gadis itu. Sungguh, genitalnya masih mengeras sekarang!
CUP
“O-oyasuminasai” Hinata mencium cepat pipi Sasuke, dan kembali menyembunyikan wajahnya di dada bidang pemuda itu. Sasuke tersenyum melihat tingkah Hinata.
“Hn, Oyasumi Hime” Sasuke mencium puncak kepala Hinata lembut, dan pemuda itu kini mulai menutup matanya.

oOo

Hinata masih terdiam dalam pelukan Sasuke. Gadis itu bergerak gelisah. Ia tak bisa tidur setelah efek dari alkohol itu sudah hilang. Matanya tak bisa menutup dan memasuki alam mimpi. Ia bisa merasakan genital milik Sasuke menyentuh pahanya. Ah, kenapa milik Sasuke bisa sekeras itu? Apakah karna ulahnya barusan? Hinata menggelengkan kepalanya ketika memikirkan hal seperti itu. Sungguh, Hinata ingin sekali tidur. Tapi ketika bagian milik Sasuke yang menyentuhnya benar-benar membuat tubuhnya kembali menjadi panas!
Hinata mengadahkan kepalanya, untuk menatap Sasuke. Pemuda itu kini sedang tertidur. Nafas hangatnya yang teratur menerpa wajah Hinata. Sasuke benar-benar terlihat tampan sekarang! Hinata ingin mencium bibir Sasuke lagi! Perlahan tangan Hinata mulai menyentuh bibir pemuda itu. Tapi belum sampai gadis itu menyentuhnya. Suara baritone yang sangat Ia kenal mengagetkannya.
“Tidurlah Hinata. Jika tidak, aku benar-benar akan menyerangmu” Sasuke berbisik seduktif. Hingga membuat Hinata kembali menundukkan wajahnya, dan mencoba menutup matanya. Berharap Ia bisa tidur dengan cepat.

‘Ah, kenapa aku bisa melakukan hal seperti itu. Sungguh memalukan!!’

oOo

Gadis berambut indigo pendek itu kini tengah duduk termenung di bawah pohon yang cukup rindang sambil menatap ke arah danau. Tubuh gadis kecil itu bergetar pelan. Gadis itu- Hinata kini tengah menyembunyikan wajah cantiknya di antara perpotongan lengannya.

“Hikss,,” isakan tangis itu lolos dari bibir mungilnya. Hinata terus menangis, tanpa menyadari ada seorang anak laki-laki berambut raven yang kini sudah duduk di sampingnya.
“jangan menangis Hinata” Ucap bocah berambut raven itu.

Hinata menghentikan tangisnya ketika mendengar suara anak laki-laki itu tepat di sampingnya. Hingga membuat Hinata mengangkat wajahnya untuk melihat anak itu.

“K-kau-“ Belum sempat Hinata melanjutkan kalimatnya. Bocah berambut raven itu- Sasuke kini menghapus jejak air mata di pipinya dengan sapu tangan yang Ia kenali. Itu sapu tangan miliknya!

“Hn”

Hinata terdiam ketika Sasuke mengelus pipinya dengan lembut. Ia ingat Sasuke adalah bocah laki-laki yang Ia temukan sedang menangis waktu itu di danau ini.
“Kenapa kau menangis Hinata?” Tanya Sasuke, setelah Hinata kini sudah tenang dan tidak menangis lagi.
“A-aku lelah. Tou-san menyuruhku melakukan kegiatan yang melelahkan setiap harinya. Hwehhh,, a-aku benci tou-san,, hikssss” Hinata kembali menangis dengan kencang sambil menyeritakn semuanya pada Sasuke.
“Memangnya apa yang ayahmu suruh Hinata?”
“Hikss,, Di-dia menyuruhku melakukan banyak les setiap harinya. A-aku benar-benar lelah. Ja-jadi aku kabur dari rumah. Hwehhh,, aku tak mau dirumahh!!”

Grepp

Sasuke kini membawa Hinata dalam pelukannya. Hingga membuat gadis kecil itu menghentikan tangisnya. Bocah kecil yang Hinata tidak tau namanya itu kini mengelus punggunya lembut. Pelukan yang di berikan Sasuke benar-benar menenangkan. Hingga tanpa sadar Hinata benar-benar sudah tidak terisak lagi. Pelukan yang di berikan Sasuke, seolah mengangkat semua bebannya.

“Pulanglah ke rumah Hinata. Tou-san mu pasti sangat khawatir” Ucap Sasuke sambil melepas pelukannya pada gadis kecil itu. Hingga kini amethys dan onyx nya saling menatap satu sama lain. Hinata bisa merasakan kepedihan di onyx itu lagi.
“K-kau kenapa?” Hinata mencoba bertanya sambil menundukan wajahnya.

“Hn?” Mendengar Sasuke bergumam tak jelas. Gadis itu kembali menatap Sasuke.

“Kau pasti sedang bersedihkan? Matamu tak bisa berbohong padaku” jujur Hinata tidak menyangka bisa bicara selancar ini dengan seseorang yang sama sekali tidak Ia kenal.
Onyx itu terbelalak tak percaya ketika mendengar pertanyaan Hinata. Tiba-tiba Sasuke tersenyum simpul. Hingga membuat Hinata memiringkan kepalanya tak mengerti.
“kau selalu bisa mengetahui keadaanku Hinata”
“Kau kenapa? “

Grepp

Sasuke kembali membawa Hinata ke dalam pelukannya. Hingga membuat Hinata semakin bingung dengan apa yang dilakukan Sasuke. Hinata hanya terdiam dalam pelukan Sasuke. Tiba-tiba saja tubuh Sasuke bergetar pelan, dan air mata miliknya membasahi baju Hinata. Hinata yang sadar Sasuke tengah menangis, kini mengusap lembut punggung bocah itu.

“I-itachi nii akan meninggalkanku” Ucap Sasuke sambil menahan isakan tangisnya.

“Tenanglah, a-aku tak akan meninggalkan mu. Ma-masih ada aku yang akan menemanimu” Ucap Hinata pelan. Hingga Sasuke kini sudah menatapnya. Memastikan apa gadis kecil di depannya ini berbohong atau tidak.

“Berjanjilah pada ku Hinata”

“Uhm, aku berjanji pada mu” Ucap Hinata sambil tersenyum menatap Sasuke yang juga tersenyum padanya.

oOo

Hinata terbangun dari mimpinya. Amethysnya kini membelalak tak percaya ketika Ia ingat mimpinya barusan. Ia ingat sekarang! Ia ingat tentang janjinya pada Sasuke! Ia ingat bocah laki-laki yang selalu menemaninya ketika Ia sedih. Itu adalah Sasuke Uchiha! Teman pertamanya yang tak pernah ia tahu namanya karena Sasuke tak pernah mengatakan namanya! Hinata benar-benar tak percaya, jika Ia baru mengingat Sasuke!

“Hiksss” Isakan tangis itu lolos dari bibir mungil Hinata. Ia menangis sambil mengeratkan pelukannya pada Sasuke.
“Hiksss,, Sa-sasuke-kun,, Hiksss,, go-gomen ne,, hikssss” Hinata terus menangis sampai tak sadar bahwa airmatanya sudah membasahi dada bidang Sasuke yang tak tertutup apapun. Sehingga membuat pemuda tampan itu mengernyit pelan, lalu mulai membuka onyxnya perlahan. Sasuke yang kini benar-benar sudah tidak berada di alam mimpinya. Membelalakan onyxnya kaget dan tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Hinata menangis!

“Hi-hinata? Kau kenapa??” Tanya Sasuke cemas. Pemuda itu kini sudah terduduk, dan membawa Hinata dalam pelukannya.

“Sa-sasuke-kun,, hiksss” Bukannya menjawab pertanyaan Sasuke, Hinata malah menangis semakin kencang. Hingga membuat Sasuke semakin kebingungan dengan apa yang terjadi pada Hinata.

“Hinata tenanglah. Kau kenapa Hn?” Sasuke tak tahu apa yang harus dilakukannya sekarang. Ia benar-benar tak tahu penyebab Hinata bisa menangis seperti ini.

“Hwehhh Sasukee-kunnnn,,, hiksss”

CUPP

Sasuke menempelkan bibirnya pada bibir Hinata. Dan Bingo! Putri sulung Hyuuga itu berhenti menangis.

Setelah dirasa cukup tenang, Sasuke melepaskan ciumannya dan menatap Hinata dengan intens. Wajah Hinata kini sudah semerah tomat di tatap seperti itu oleh Sasuke.
“Kau kenapa Hm?”

“A-aku-“ Hinata bingung bagaimana menceritakan semuanya pada Sasuke. Kini gadis itu malah menundukan kepalanya. Enggan menatap Sasuke. Membuat Sasuke semakin bingung dengan tingkah Hinata. Kini Sasuke sudah menangkup pipi Hinata. Sehingga amethys itu kembali fokus pada onyxnya.

“Beritahu aku”

“Ah, Ma-maafkan aku sudah melupakanmu Sasuke-kun. A-aku benar-benar menyesal, dan aku tak akan meninggalkanmu lagi”Ucap Hinata sambil menundukan kembali kepalanya. Sungguh Ia benar-benar malu sekarang! Tanpa Hinata sadari kini Sasuke tengah tersenyum menatapnya. Ia benar-benar bahagia sekarang! Hinatanya sudah ingat padanya.

Grepp

Sasuke membawa Hinata pada pelukannya. Mendekapnya erat, seakan enggan jika Hinata terlepas sedetik saja.
“Arigatou, Hinata”

“Uhm,, maafkan aku Sasuke-kun” Hinata mengeratkan pelukannya pada Sasuke.

“Hn”

Ini benar-benar hari yang sangat indah bagi Sasuke. Ia bahagia sekarang. Asalkan Hinata tetap di sampingnya, maka Ia akan baik-baik saja.
Mereka terus berpelukan. Saling memberi kehangat satu sama lain, sampai mereka tak sadar bahwa pintu kamar itu telah terbuka.

Brakk

“Hinata? Kenapa kau berteriak?? Ada a-“ Ucapan wanita berambut blonde itu terhenti ketika melihat adegan mesra di depannya.

“Eh??” Hinata memekik keras, sambil melepaskan pelukannya pada Sasuke ketika Ia sadar bahwa Tsunade sudah masuk ke dalam kamarnya.
“Ehm. Aku kira kau kenapa Hinata. Ternyata ada Sasuke. Kapan kau pulang Sasuke-kun?”Tsunade kini mendekat ke arah Hinata dan Sasuke. Hinata menundukan kepalanya. Sungguh Hinata benar-benar malu. Sementara Sasuke kini mendecih tak suka.
“Sasuke-kun, jawab pertanyaan Tsunade Ba-san” Bisik Hinata pelan. Ia benar-benar ingin Sasuke sadar bahwa Tsunade adalah orang yang baik.

“Hn, tadi malam aku pulang”Ucap Sasuke sekenanya, Bungsu Uchiha itu kini beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi. Meninggalkan Tsunade dan Hinata disana.

Tsunade mendesah pelan. Wanita paruh baya itu, kini sudah duduk di tepi ranjang Sasuke.
“hah, Sasuke selalu saja seperti itu. Ne, Hinata-chan apa kau tidak melalukan apa apa dengan Sasuke? “ tanya Tsunade dengan seringaian andalannya.

“Eh?” Hinata kembali menunduk, menyembunyikan rona merah miliknya. ah, kenapa Tsunade bertanya seperti itu sih?

“Kau melakukannya dengan Sasuke, eoh??”

“T-tentu saja tidak Ba-san. A-aku tidak melakukan apa-apa dengan Sasuke-kun” Ucap Hinata sambil menggelengkan kepalanya.

“Haha, wakatta, wakatta. Sasuke-kun tidak akan menyakiti gadis yang sangat Ia cintai. Jadi kau tenang saja ne Hinata-chan” Ucap Tsunade sambil mengacak-acak surai milik Hinata. Wanita berambut pirang itu pun meninggalkan Hinata yang masih menundukan wajah cantiknya.

oOo

Sasuke baru saja keluar dari kamar mandi. Ia kini hanya mengenakan handuk untuk menutup area pribadinya. Rambutnya yang basah, serta tetesan air yang masih menempel di dadanya yang bidang membuat Bungsu Uchiha itu terlihat semakin sangat sexy. Berani bertaruh semua wanita pasti sangat senang jika di suguhkan pemandangan yang seperti ini.
Seperti Hinata yang kini masih diam membatu di ranjang, menatap Sasuke yang kini mulai berjalan ke arahnya.
“Menikmati pemandangan Hime-sama?” Bisik Sasuke seduktif tepat di telinga Hinata.
Menyadari ternyata Sasuke sudah tepat di depannya. Membuat gadis bersurai indigo itu merona. Wajahnya kini sudah semerah tomat. Hinata hanya bisa diam. Tubuhnya kaku, dan lidahnya terasa kelu hanya untuk menjawab pertanyaan Sasuke. Apalagi ketika aroma citrus bercampur mint milik Sasuke tercium oleh Hinata.
“Kenapa diam hm?” Sasuke kembali bertanya ketika Bungsu Uchiha itu sudah duduk di sampingnya. Lalu menarik tubuh Hinata untuk duduk di pangkuannya. Sehingga kini Hinata bisa dengan jelas menatap Sasuke. Ralat!! Tubuh Sasuke yang masih tak tertutupi apapun!

Sungguh Hinata benar-benar tak kuat jika terlalu dekat dengan Sasuke seperti ini. Demi Kami-sama !! Jantungnya sekarang sudah berdetak tak karuan!! Hinata hanya bisa menelan salivanya ketika Sasuke semakin mendekatkan wajahnya.

“Ada apa denganmu Hinata?” Sasuke berbisik pelan. Di jilatnya pelan telinga Hinata, sehingga membuat tubuh gadis itu meremang dengan apa yang di lakukan Sasuke.

“Ti-tidak apa-apa Sasuke-kun” Hinata menjauhkan sedikit badanya, agar tak terlalu dekat dengan Sasuke yang kini terlihat sangat berbahaya.

“Hinata, berjanjilah satu hal padaku” Hinata kembali berpaling ketika Sasuke memanggilnya. Onyx dan amethys itu bertemu satu sama lain.
“Jangan pernah tinggalkan aku Hinata apapun yang terjadi” Pemuda itu kini kembali menarik tubuh Hinata untuk mendekat ke arahnya.

“Tentu Sasu-kun”

“Menikahlah denganku Hinata”

“Eh?” Hinata mengerjapkan matanya ketika mendengar ucapan Sasuke. Menikah? Astaga, hal itu masih belum Ia pikirkan.

“Ya, menikah denganku setelah lulus nanti Hinata” Sasuke kembali menatap Hinata dengan tatapan penuh harapnya. Sungguh Ia benar-benar ingin menjadikan Hinata istrinya. Wanita dari anak-anaknya kelak. Umur 18 tahun bukan menjadi penghalang baginya. Untuk urusan di perguruan tinggi nanti tidak akan mempermasalahkan bila mahasiswanya sudah menikah bukan?

“Ta-tapi Sasuke-kun A-aku-“ Belum sempat Hinata menjawab, Sasuke memotong ucapannya.

“Kau menolakku Hinata?”

“Tidak. aku tidak menolakmu Sasuke. Ha-hanya saja..”

“Apa?”

“Ki-kita masih muda Sasu-kun, dan a-ayah pasti tak akan mengizinkannya” Hinata menundukkan kepalanya. Enggan menatap Sasuke. Jujur saja, Ia masih bingung dan ragu? Ia memang tak akan menolak Sasuke. Sungguh, Ia benar-benar mencintai pemuda itu. Tapi dengan umur mereka sekarang, sangat tidak mungkin bila menikah bukan?

“Aku bisa mengatasi hal itu Hinata” Sasuke mengangkat dagu Hinata pelan, sehingga Hinata kembali menatap onyx sehitam malam yang selalu menghipnotisnya.

“Jadi apa kau mau menikah denganku Hinata?” Sasuke menagkup pipi Hinata, kembali mendekatkan wajahnya. Sehingga hidung mereka bersentuhan.

“Ya” Hinata tersenyum, dan menganggukan pelan kepalanya. Membuat Sasuke tersenyum penuh kelegaan, karena Hinata tak akan menolaknya lagi. Gadis ini miliknya. hanya milik Uchiha Sasuke seorang!

Cup

Sasuke mencium pelan bibir Hinata yang sudah menjadi candu baginya. Mengecapnya pelan sebelum Sasuke melumatnya dengan lembut. Hinata membalas ciuman Sasuke. Gadis itu menutup matanya perlahan, dan membalas lumatan-lumatan yang Sasuke berikan. Ketika Sasuke menggigit pelan bibir Hinata, gadis itu mulai membuka mulutnya. Membiarkan lidah Sasuke mengeksplorasinya. Mengabsen satu persatu rongga hangat miliknya, dan Hinata membiarkan dirinya kalah. Ketika Ia merasa pasokan udara sudah berkurang, dan Sasuke melepaskan ciuman liar itu dengan perlahan, sampai hanya benang saliva yang menghubungkan mereka.

“Terimakasih Hinata”

OOO

Hari Senin kembali hadir. Membuat Hinata malas untuk beranjak dari tempat tidur kesayangannya. Oh- Sungguh Hinata masih ingin tertidur nyenyak. Setelah kemarin malam Sasuke mengantarnya untuk pulang, dan Hinata dengan cepat tertidur dengan pulasnya. Karena Ia tak sabar ingin bertemu dengan Sasuke esok. Mengingat Sasuke, gadis berambut indigo itu dengan cepat membuka mata amethys indahnya. Amethys Hinata menatap ke arah jam weker yang berada di nakas.

“Ahh, a-aku telat” Hinata menyingkirkan selimutnya. Ia pun segera turun dari kasur dan mulai beranjak ke kamar mandi dan bersiap untuk berangkat sekolah.

30 menit kemudian, Hinata sudah bersiap dengan mengenakan seragamnya. Hinata bergegas turun ke bawah. Ia yakin Sasuke pasti sudah menunggunya. Dan benar saja. Ketika Hinata sudah sampai di bawah, Sasuke sudah ada di sana. Duduk di meja makan, dan menikmati secangkir kopi.

“Kau telat Hime-sama” Sasuke berdiri dari duduknya, dan mulai menghampiri Hinata yang masih saja diam dengan wajah tertunduknya.

“Maafkan aku Sasuke-kun. A-ayo kita pergi, ini sudah jam tujuh” Hinata segera menarik tangan Sasuke untuk keluar. Tapi Sasuke sama sekali tak beranjak dari tempatnya ketika Hinata mencoba menariknya. Hinata pun berbalik menatap Sasuke heran.

“Kau belum sarapan Hinata”

“Nanti saja, Sasu-kun. Ayo kita berangkat”

“Makanlah, aku tak ingin kau sakit “ Dan Sasuke kembali menarik Hinata untuk duduk di meja makan.

“Aku janji akan makan nanti. Ayolah Sasuke-kun hari ini adalah pelajaran Kurenai sensei”

Sasuke menghela nafas pelan. Mau bagaimana lagi? Hinata yang keras kepala seperti ini memang sulit untuk di lawan.

“Baiklah, ayo” dan Sasuke kembali menggenggam tangan Hinata untuk keluar dari mansion Hyuuga. Mereka pun pergi ke sekolah menggunakan mobil buggati berwarna hitam milik Sasuke.

oOo

Ketika Hinata turun dari mobil Sasuke. Teriakan menggema dari para siswi terdengar. Kini Sasuke menggandeng tangan Hinata. Hinata hanya tersenyum. Ah- sungguh Ia sangat bahagia sekarang.

‘Astaga, kenapa bisa Hyuuga itu dengan Sasuke-kun lagi?’

‘Apa Sasuke sudah putus dengan Haruno itu?’

‘Kenapa selalu Hyuuga itu sih? Kenapa Sasuke-kun tidak dengan ku saja?’

Sepanjang perjalanan menuju kelas, ucapan seperti itu selalu terdengar oleh Hinata. Hinata hanya bisa menunduk dan semakin mengeratkan genggaman tangannya pada Sasuke.

“Sasuke-kun!!!” Suara yang Hinata kenal milik Haruno Sakura, membuat Hinata menoleh ke depan. Dimana Sakura Haruno tengah menatapnya tajam, dan penuh kebencian. Sasuke dan Hinata berhenti menatap Sakura yang kini sudah mendekat ke arah mereka.

“Sasuke-kun! Apa kau tidak menjemputku karena gadis Hyuuga itu lagi hah?!!” Sakura berteriak marah. Ia menghentakan tangan Sasuke dan Hinata yang masih berpaut itu hingga terlepas.

“Apa yang kau lakukan?” Sasuke mendengus tak suka. Ia segera menarik Hinata berada di sampingnya, tak ingin jika Sakura menyerang Hinata yang sama sekali tak bersalah.

“Kau bertanya apa yang kulakukan? Sasuke kau berselingkuh dengan gadis lemah itu !! kau milikku !! “ Sakura kembali berteriak. Sehingga mereka menjadi pusat perhatian di sana.

“Sejak awal aku sudah memberitahumu Sakura, aku sama sekali tak serius akan hal itu. Kau hanya menyimpulkannya sendiri”

“Baiklah. Tapi kau lihat saja Sasuke-kun apa yang akan ku lakukan nanti. Dan kau Hyuuga-“ Sakura menunjuk ke arah Hinata. Gadis itu menyeringai pelan. “Tunggu balasanku!!”

TBC

Hehe,maaf yah. Kecewa pasti? Yah, aku sebenernya sih niat awal emang mau buat SasuHina NC. Cuma pas aku pikir ulang, aku ingin buat Sasuke Gentle. Wkwk jadi kayanya adegan itu hanya ada di chap akhir. Paling 3 chap lagi FF ini tamat minna ^^
Arigatou udah mau nunggu ff ga jelas dan abal ini ^^
See ya next chap ^^

Mind To Review?^^
Astia Morichan

Advertisements

48 thoughts on “You Must Love Me 8 Chap 8 | SasuHina

  1. Aduh hinata jadi agresif kek gitu, mana sasukenya kgak nahan lagi 😅
    Penasaran sama lanjutannya. Eh malah diprotect, minta passwordnya chap 9 thorr,

  2. Waduh parah hinata 😵😵😵😅kalo mabok langsung beraksi wkwkwkwk.. Baru baca dari awal tapi yg 9-10 nya do password.. Minta password nya dong thorrr

  3. Waduh parah hinata 😵😵😵😅kalo mabok langsung beraksi wkwkwkwk.. Baru baca dari awal tapi yg 9-10 nya do password.. Minta password nya dong…

  4. Astaga, kalimatnya bisa membuat semua yang membaca meresapi setiap kejadian-kejadian ceritanya. Tottemo sugoi desu ne~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s