Forbidden Love Chap 2| SasuHina| End

Forbidden Love
Rate T
Drama, Family
Chara Belong To Masashi Kishimoto
Sasuke Uchiha adalah adik tiri Hinata yang kini tinggal di rumahnya. Adik barunya itu menyebalkan karena membuat jantungnya berdebar. Apalagi ketika adiknya memberinya tawaran. ‘Jadilah pacarku Nee-san selama tiga hari. Maka aku tak akan mengganggumu’
Warning : OOC, TYPO, Don’t Like Don’t Read Please!
Sasuke Uchiha X Hinata Hyuuga
EnJOY!
Happy Reading!

oOo

Hinata kini tengah terduduk di bangkunya. Padahal semua orang di kelasnya sudah keluar untuk menikmati jam istirahat yang hanya sebentar. Sakura dan Ino pun sudah mengajaknya, tapi sungguh Hinata benar-benar malas jika harus pergi ke kantin. Gadis bersurai indigo itu pun menghela nafas pelan, sebelum mengambil kotak bento yang ada di bawah meja nya. Itu adalah bento yang Sasuke berikan padanya tadi pagi. Entahlah ketika mengingat Sasuke, perasaan hangat tiba-tiba menjalar ke seluruh tubuhnya. Adiknya itu benar-benar membuat Hinata bingung. Baru kali ini Ia berdebar pada seorang pria. Padahal dengan Naruto saja, orang yang Hinata sukai tidak pernah merasakan debaran yang hangat pada jantungnya. Berbeda dengan Sasuke yang membuatnya berdebar tak karuan, dan menghantarkan perasaan hangat yang menyenangkan. Membuat Hinata selalu ingin merasakannya.

“Kau melamun Nee-san” Suara baritone yang Hinata dengar membuat gadis sulung Hyuuga itu terperanjat kaget. Amethysnya membulat ketika menangkap sosok Uchiha Sasuke yang tadi ada di pikirannya kini muncul di depannya.

“Se-sejak kapan kau disini?” Hinata bertanya dengan gugup ketika Sasuke terus menatapnya dengan intens.

“10 menit yang lalu. Sejak tadi aku melihatmu menatap kotak bento itu”

‘Selama itu kah? Dan Aku sama sekali tak menyadari keberadaan Sasuke?’

“Apa yang kau pikirkan Nee-san? Apa kau memikirkanku?” Pertanyaan Sasuke kembali membuat Hinata menatapnya tak percaya. Adiknya ini benar-benar sangat percaya diri. Walaupun pada kenyataannya, pertanyaan dari adiknya memang tepat sasaran.

“Ti-tidak ada. Apa yang kau lakukan disini Sasuke?”

“Makan siang bersamamu” Sasuke lalu menunjuk kotak bekal milik Hinata.

“Mana bekalmu?” Hinata kembali di buat bingung setelah Sasuke menunjuk kotak bekalnya.

“Aku tak bawa. Aku ingin bento itu” seolah tak peduli, Sasuke segera mengambil kotak bekal Hinata dan membukanya. Beberapa potong karage, onigiri, dan potongan tuna menghiasi kotak bento Hinata. Sasuke dengan cepat mengambil sendok lalu memakannya.

Hinata hanya bisa terdiam melihat Sasuke yang seenaknya memakan bekalnya itu.

“Hey! Itu punyaku!”

“Kita makan berdua saja Nee-san” dan Sasuke menyodorkan sendok berisi potongan tuna ke arah mulutnya. Membuat Hinata mendesah pasrah, dan segera membuka mulutnya lalu menelan habis suapan yang di berikan Sasuke.

‘Jika seperti ini, aku yang terlihat seperti adiknya’

Dan mereka akhirnya makan bento berdua, dengan diiringi debatan Hinata dan rajukan dari sang Nee-san.

OoO
Gadis sulung Hyuuga itu membulatkan matanya. Tak percaya dengan apa yang sudah tertangkap oleh retinanya. Uchiha Sasuke yang akan menjadi adiknya itu sudah berdiri di samping kelasnya. Adiknya itu kini menjadi pusat perhatian di depan kelasnya. Para gadis yang berteriak histeris dan juga mengajaknya untuk berkenalan. Tapi si bungsu Uchiha itu hanya diam tak mengubris para gadis itu. Lalu mata onyxnya tiba-tiba menoleh ke arahnya. Lalu menyunggingkan senyum tampannya sehingga membuat para gadis di depannya menjerit histeris melihat ketampanan Uchiha Sasuke. Lalu Sasuke melangkahkan kaki panjangnya, sehingga kini Ia sudah ada di depan Hinata yang menatapnya.

“Nee-san, ayo kita pulang” Tanpa menunggu jawaban dari Hinata, Sasuke langsung menariknya menjauh dari kerumunan. Meninggalkan para gadis yang mendesah kecewa.

“Sasuke, Lepaskan aku” Hinata mencoba melepaskan genggaman tangan Sasuke padanya. Tapi sayang, pemuda itu menggenggam tangannya dengan erat.

“Diamlah Nee-san” Sasuke masih terus menggandeng Hinata ke daerah parkiran sepeda. Hinata menghela nafas pasrah. Mau bagaimana lagi? Sepertinya Sasuke sudah tak bisa di bantah.
Tiba-tiba saja Sasuke menghentikan langkahnya. Kini Ia berbalik menatap Hinata tajam. Tak lupa dengan seringaian yang menghiasi wajah tampannya itu. Membuat Hinata menatapnya heran.

“Apa?”

“Penurut sekali. Harusnya kau seperti ini terus Nee-san” Sasuke berbisik tepat di telinganya dengan cepat. Membuat Hinata memekik kaget ketika tiba-tiba saja Sasuke meniup area lehernya. Sial! adiknya benar-benar kurang ajar. Bahkan wajah Hinata kini sudah memerah sempurna.

“Kau!! Menyebalkan!!” Hinata berteriak keras, lalu menginjak kaki Sasuke. Sehingga Sasuke bisa melepaskan genggamannya.

“Shitt!” Sasuke mengumpat pelan, sambil meringis kesakitan. Sungguh, injakan Hinata pada kakinya membuatnya mati rasa.

“Aku tak akan pulang denganmu”Hinata berjalan cepat, menjauhi Sasuke yang masih meringis kesakitan.
“Hey! Nee-san! Kau harus pulang denganku!” Sasuke berteriak keras. Membuat semua siswa yang ada di tempat parkiran sepeda menatapnya. Tanpa memperdulikan tatapan mereka dan juga sakit di kakinya, Sasuke dengan cepat mengambil sepedanya. Sasuke menaiki sepedanya, sehingga Ia bisa mengejar Hinata yang kini sudah ada di depan gerbang sekolah. Ah, jika seperti ini Hinata pasti akan pulang naik kereta. Lalu perjuangannya dengan membawa sepeda ini akan menjadi sia-sia karena Ia tak jadi pulang bersama Hinata.

“Hey! Nee-san naiklah. Kita pulang bersama” Sasuke mencoba membujuk Hinata. Sementara Hinata hanya memutar bola matanya malas, dan tak menggubris Sasuke yang kini sudah menggiring sepedanya.

“Kau marah padaku hanya karena itu?” Hinata memutar badannya dengan cepat setelah mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut Sasuke.

“Kau menyebalkan Sasuke!!” Bukannya menjawab, Hinata malah kembali berteriak dan menunjuk wajah tampan Sasuke. “Jangan ikuti aku!!” dan Hinata mencoba untuk pergi menjauh. Tapi sayang, dewi Fortuna tak berpihak padanya. Sasuke kini sudah menggenggam tangannya dengan erat. Lalu menariknya.

‘Apa mereka pacaran?’

‘Bukankah itu Sasuke dan Hinata senpai? Tidak kah kau berpikir mereka cocok?’

‘Mereka seperti pasangan kekasih yang bertengkar. Seandainya aku yang menjadi Hinata senpai’

Dan kalimat seperti itu membuat Hinata semakin kesal. Hey! Sasuke itu adiknya bukan pacarnya! Rasanya Hinata ingin menjelaskan semua itu kepada mereka yang menyimpulkan seenaknya.

“Lepaskan aku Sasuke!!”

“Naiklah” Nada suara Sasuke berubah menjadi dingin. Membuat Hinata terdiam ketika Sasuke mengusap lembut pipinya, dan merendahkan kepalnya tepat di depannya. “Kau tahu Nee-san? Aku tak pernah menerima penolakan. Sekarang naiklah” Sasuke lalu menaiki sepedanya. Menunggu Hinata untuk naik.
Hinata menghela nafas kecewa. Hey! Seharusnya Sasuke yang menurut padanya bukan? Ini benar-benar menyebalkan, dan Hinata tahu penderitaannya tak akan berhenti. Dengan enggan, Hinata naik di belakang Sasuke. “Pegangan” Setelah kalimat itu selesai, Sasuke langsung melajukan sepedanya dengan kencang. Membuat Hinata memeluk erat pinggangnya, sehingga kehangatan itu mulai menjalar ke seluruh tubuhnya.

“Sasuke, pe-pelankan sepedanya” Hinata berteriak sambil memeluk Sasuke dengan takut. Membuat Sasuke yang melihat Hinata lewat ekor matanya tertawa melihat Hinata yang ketakukan.

“Hahaha” Tawa Sasuke lepas seketika. Ia semakin menambahkan kecepatan sepedanya, sehingga membuat Hinata kembali kesal dan memukul pelan punggung Sasuke.

“Sasuke hentikan!!”

“Panggil aku Sasuke-kun baru aku akan memelankan kecepatannya Nee-san” Hinata membulatkan matanya mendengar permintaan dari Sasuke. Apa-apaan itu Sasuke-kun?

“Sasuke!! Cepat hentikan!!” Hinata malah berteriak sambil memukul pelan punggung Sasuke. Sungguh sebenarnya Hinata sudah kesal sejak tadi. Ingin rasanya Hinata menjambak rambut raven milik Sasuke agar adiknya itu menghentikan laju sepedanya.

“Baiklah, jika itu keinginanmu Nee-san” Dan Sasuke semakin kencang mengayuh sepedanya sehingga Hinata semakin mengeratkan pelukannya pada Sasuke. Adiknya itu gila! Sasuke benar-benar ingin membuatnya mati bersama dengan turun dari tanjakan yang tinggi dengan kecepatan sepedanya.

“Sasuke! Hentikan!!”

“Aku berubah pikiran Nee-san. Bagaimana jika kau menerima tawaranku. Jadilah pacarku maka semuanya selesai. Aku akan memelankan sepedanya” dan Hinata semakin tak percaya dengan apa yang di dengarnya. Apa kepala adiknya tertimpa batu besar sehingga semakin aneh?

“Apa kau gila Sasuke? “

“Ya, karena mu aku gila Nee-san” dan Sasuke semakin menggila dengan mempercepat laju sepedanya. Ah- sungguh Hinata takut mati sekarang. Sial! Sasuke menjebaknya untuk menjawab Ya!

“Ba-baiklah. A-aku setuju. Tapi hanya 3 hari lalu semua berakhirkan?” Lalu Sasuke menghentikan sepedanya setelah mendengar jawaban dari Hinata. Sungguh, Ia bahagia sekali.

“Benarkah?” Sasuke memastikan jawaban dari Hinata. Tapi yang Ia dapat adalah suara nafas Hinata yang memburu. Apa mungkin Ia keterlaluan karena mengayuh sepeda dengan kecepatan seperti itu apalagi dengan menuruni tanjakan yang tak terlalu curam baginya.

“Hah, Ya” Hinata memukul punggung Sasuke dengan kesal. “Kau benar-benar menyebalkan Sasuke!! Kau benar-benar berniat membunuhku!” Hinata memalingkan wajahnya, enggan menatap Sasuke yang masih memperhatikannya lewat ekor matanya. Wajahnya pasti sudah semerah tomat kesukaan Sasuke. Sungguh Ia tak mau Sasuke melihat wajahnya. Walaupun sepertinya usahanya sia-sia.

“haha, terimakasih Nee-san” dan Sasuke melajukan kembali sepedanya dengan kecepatan normal, dengan Hinata yang masih memeluknya dari belakang.

Fin/ tebece? ._.

Yeay, tamatt !! mau tamat apa gimana? Hehe saya tau ini pendek, dan juga gaje banget. Silahkan timpuk saya. Karena pada dasarnya FF ini hanya drabble singkat dan project iseng banget ;’(
Terimakasih kepada yang sudah review di chap sebelumnya. Hontou ni arigatou ^^
Special thanks: hiru nesaan, enischan, Mell Hinaga Kuran, yana kim, yolandameiyu.da, Hanao Himeka Naseeb Khan, Asuka, rose, anita.Indah.77, Hee-chan, triwik97, Ha ha
Arigatou, tanpa dukungan kalian saya bukan apa-apa ^^

Astia Morichan

Advertisements

2 thoughts on “Forbidden Love Chap 2| SasuHina| End

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s