You’re Mine Tetsuya !! chap 2| AkaKuro Yaoi

You’re Mine Tetsuya !!

All Chara Kuroko no Basuke Belong to Tadatoshi Fujimaki

Romance, Drama

Waning: Typo, OOC, Yaoi dll

a/n: Mungkin rating akan berubah-ubah sesuai dengan imajinasi tingkat tinggi saya

Kuroko tahu Ucapan Akashi itu mutlak. Tapi Ia tak mengerti dengan perintah Akashi yang menyuruhnya untuk pindah ke SMA Rakuzan dan meninggalkan Seirin. Lalu keadaan dimana Akashi menciumnya sepihak. Hey! Kuroko itu normal kan? Dan hal itu menjadi pertanyaan di benaknya.

Akashi Seijuurou X Kuroko Tetsuya

EnJOY!

Happy Reading

 

oOo

 

Saat ini Kuroko Tetsuya masih berdiri dengan tubuh kakunya, setelah Akashi Seijuurou meninggalkannya sendiri. Perasaan bingung itu menghantarkannya. Ia tak mengerti! Sungguh! Kuroko masih bingung dengan permintaan Akashi.

‘Mungkinkah Akashi berniat balas dendam karena kekalahannya dengan Seirin tiga bulan lalu? ‘

 

Kuroko menggelengkan kepalanya. Menepis segala pemikirin negatif tentang Akashi. Lalu tangannya bergerak menuju bibirnya. Menyentuhnya perlahan, sambil mengingat kejadian yang menimpa bibirnya. Oh- bibir Tetsuya sudah tidak suci lagi !!

 

‘Akashi sialan! Seenaknya menciumku!’ dan Kuroko hanya bisa mengumpat dalam hati, karena Ia harus merelakan ciuman pertamanya di curi oleh Akashi. Demi dewa Janshin yang menguasi langit. Kuroko itu pria! Dan Akashi pun pria. Mereka sama-sama pria! Hell! Kuroko itu normal! Masih menyukai perempuan! Mungkinkah?

 

“Arghttt,, tentu saja aku normal.” Kuroko menjambak surai birunya. Ia merasa kesal dengan dirinya. Ia bingung dengan orientasi seksualnya. Benarkah Ia normal? Jika Ia memang normal, seharusnya Ia bisa menolak dan mendorong tubuh Akashi. Lalu menendangnya sampai ke negri antah berantah karena berani menodai kesucian bibirnya! Bukannya terdiam kaku, sambil menikmati sentuhan bibir dari sang emperor eyes!!

 

“Kuroko?” Suara baritone milik Kagami, membuyarkan pikirannya. Kuroko pun menoleh ke arah Kagami yang kini menghampirinya.

 

“Kenapa lama sekali? Apa yang di lakukan Akashi padamu?” Pertanyaan Kagami, kembali membuat manik aquamarine milik Kuroko membulat. Tak lupa rona merah juga menghiasi wajahnya.

 

“T-tidak ada Kagami-kun. Kami hanya mengobrol.” Kuroko berucap sambil memalingkan wajahnya. Berusaha mengatur emosi pada wajahnya agar tetap terlihat datar seperti biasa.

 

“Benarkah?” Kagami bertanya penuh selidik. Ia merasa ragu akan jawaban dari Kuroko.

 

“Ya, jadi apa pertandingannya sudah selesai?” Kuroko bertanya setelah jaraknya dan Kagami sudah dekat.

 

“Baru selesai. Mereka menyuruhku menjemputmu untuk segera pulang.”

 

“Baiklah, ayo Kagami-kun.” Kuroko pun berjalan mendahului Kagami yang mengekor di belakangnya. Kepalanya masih berat untuk mengingat semua kejadiannya dengan Akashi. Tapi sialnya, bayangan Akashi tak pernah hilang dari benaknya!

 

oOo

 

Akhirnya Kuroko dan Kagami sudah keluar dari stadium. Semua anggota dari Seirin menunggu mereka dengan wajah bosan. Bahkan Furihata memperlihatkan wajah bosannya.

 

“Kenapa lama sekali?” Hyuuga Junpei memperlihatkan raut kesalnya. Sudah jelas, kapten Seirin itu tidak suka menunggu.

 

“Gomen Senpai. Ini salahku.” Kuroko menundukkan wajahnya. Ini memang salahnya. Seharusnya, setelah Akashi meninggalkannya. Kuroko harusnya ikut pergi juga menghampiri teman-temannya. Bukannya merenungkan masalah orientasi sexnya.

 

“Sudahlah, kita pulang saja. Besok kita harus berlatih lagi.” Kiyoshi tersenyum ke arah Kuroko. Lalu Ia mengacak surai biru Kuroko, kemudian melangkahkan kakinya menjauh dari stadium. Diikuti oleh yang lain. Sementara Kuroko masih terdiam di tempat. Manik aquamarinenya terpaku pada sosok yang sedang berjalan ke arahnya. Akashi Seijuurou berjalan dengan wajah arogannya, melewati para anggota Seirin. Bahkan Hyuuga sampai mengumpat, karena ketidaksopanan Akashi. Riko pun kini sudah di tahan oleh Furihata agar tidak memukul sang Kapten Rakuzan itu.

 

Tubuh Kuroko menegang, nafasnya memburu tak karuan ketika Akashi semakin mendekat padanya. Jantungnya berdebar keras. Ia bingung dengan apa yang terjadi pada dirinya saat ini. Sungguh, Ia sama sekali tidak mengerti!

 

Tapp

 

Langkah Akashi semakin mendekat ke arahnya. Bahkan Kuroko bisa merasakan wangi mint milik Akashi, dan juga nafas hangat nan teratur milik Akashi menerpa wajahnya.

 

“Tetsuya aku menunggu jawabanmu besok. Aku harap kau tidak menolakku.” Akashi berbisik pelan di telinganya. Membuat Kuroko tersentak dari pikirannya, dan mencoba mendorong tubuh Akashi menjauh.

 

“Menjauh dari Kuroko, Akashi.” Kagami mendekat ke arah Kuroko. Menarik tangan pemuda bersurai biru itu, mencoba menjauhkannya dengan Akashi.

 

“Hm, besok aku akan menjemputmu Tetsuya.” Dengan nada arogannya, Akashi pergi menjauh meninggalkan Kuroko yang masih terdiam mencoba mencerna semuanya.

 

“Kuroko apa hubunganmu dengan si Akashi itu?” Suara Aida Riko membuat Kuroko menoleh kepada sang pelatih, yang di balas dengan gelengan pelan darinya. Entahlah, Kuroko juga masih tidak mengerti hubungannya dengan Akashi. Mereka hanya sebatas rekan satu tim dulu.

 

“Sudahlah, mungkin mereka sedang melakukan reuni.” Kiyoshi kembali bersuara, membuat Riko memutar bola matanya. Ayolah! Tak ada reuni semacam itu!

“Hah, baiklah. Mungkin lebih baik kita segera pulang.” Riko hanya tak ingin membuatnya semakin rumit.

 

“Ha’i.” Semua bersorak senang. Sementara Kuroko hanya mengangguk lesu. Ia hanya ingin segera pulang, dan mencoba berpikir dengan semua kejadian yang menimpanya.

 

“Ayo pulang Kuroko.” Kagami menarik Kuroko, sehingga pemuda bersurai biru itu sudah sejajar dengannya. Lengan Kagami pun melingkari bahunya. Membuat Kuroko hanya bisa terdiam, dan mengikuti langkah Kagami.

 

“Ya, Kagami-kun.”

 

oOo

 

Kuroko Tetsuya merebahkan tubuh mungilnya di ranjang favoritnya. Setelah sampai di rumah, Kuroko segera ke kamar tanpa mendengarkan ajakan Ibunya untuk makan malam. Sungguh, Kuroko sangat lelah. Apalagi jika Ia harus memikirkan kejadian dimana Akashi menciumnya. Ia masih memikirkan tentang orientasi sex nya. Apakah Ia benar-benar menyimpang? Demi Kami-sama ! Kuroko masih ingin menjadi pria yang normal! Mungkin memang benar jika Ia tidak tertarik dengan wanita. Ketika Momoi-san memeluknya saja, Kuroko tidak merasakan hal apapun! Tapi berbeda dengan Akashi. Sangat berbeda! Dia berdebar. Perasaan hangat mengalir di seluruh tubuhnya ketika Akashi dekat dengannya. Ia masih ingat tentang pertemuan awalnya dengan Akashi. Pemuda itu yang mengetahui bakatnya. Akashi yang memberikan pencerahan padanya. Tapi semua itu seakan pudar ketika Akashi berubah. Akashi seakan berjalan menuju kegelapan.

 

“Akashi-kun.” Kuroko menggumamkan nama Akashi. Entahlah, Ia merindukan sosok Akashi yang hangat seperti dulu. Sosok Akashi yang sangat berbeda dengan sekarang. Kuroko menyukai Akashi. Kuroko tertarik padanya. Tapi itu dulu. Tentu saja, Kuroko itu kan normal! Ia tidak mungkin menjadi seorang Gay hanya karena Akashi menciumnya seperti itu.

 

“Aku normal. Tentu saja.” dan Kuroko segera mengambil bantal, lalu menutup wajahnya. Berharap Ia akan segera tertidur. Melupakan Akashi, dan semua masalah yang akan menunggunya di hari esok.

 

oOo

Cahanya matahari sudah mulai terlihat menembus sela-sela jendela di kamar bernuansa biru milik Kuroko Tetsuya. Semua orang sudah bangun, berbeda dengan pemuda bersurai biru itu yang masih asyik menggelung tubuhnya di kasur dan menjelajahi alam bawah sadarnya. Bahkan silaunya cahaya sang mentari nampak tidak menganggu ketenangan tidurnya.

“Tetsu-kun, kau tak akan sekolah? Ini sudah jam enam! Cepat bangun!!” Teriakan dari Sang Ibu, membuat Kuroko Tetsuya yang masih nyaman berada di alam mimpi membuatnya tersentak. Dengan refleks Ia menutup telinganya dengan bantal. Mencoba merendam teriakan sang Ibu yang mengganggu pendengaran di pagi hari.

 

“Tetsuya!! Cepat bangun!!” Sang Ibu menarik selimut yang menutupi tubuh mungil Kuroko. Sehingga hawa dingin di pagi hari, menyentuh kulit pemuda berambut biru itu.

 

“Kau akan telat Tetsu-kun! Mandilah!” Sang Ibu menarik tangannya, sehingga membuat Kuroko yang masih menutup matanya terduduk dengan mata terpejam. Sungguh, Ia masih ingin bergelung di ranjangnya.

“Wakkatta, Okaa-san. Aku bangun.” Kuroko mengucek matanya pelan, sambil mencoba mengumpulkan nyawanya.

 

“Bagus, bergegaslah, okaa-san sudah menyiapkan sarapan. Oh-ya, temanmu menunggumu di bawah.” Suara dari Sang Ibu, membuat Kuroko sadar seratus persen dari alam bawah sadarnya. Teman? Siapa? Setahu Kuroko temannya di SMA Seirin tidak tahu rumahnya. Kecuali temannya di SMP Teiko. Kiseki no Sedai, hanya mereka yang tahu. Lalu siapa yang datang? Apakah Kise-kun? Atau Aomine-kun?

 

“Si-siapa Okaa-san?”

 

“Sudahlah, kau harus mandi dengan cepat. Kau tak mau kan temanmu menunggu dengan lama? Nanti juga kau akan tahu sendiri Tetsu-kun.” Sang Ibu melangkah pergi keluar dari kamar Kuroko. Sementara Kuroko hanya menghela nafas pasrah, lelah untuk berspekulasi siapa yang datang ke rumah di pagi hari. Dengan malas, Kuroko melangkahkan kakinya menuju kamar mandi yang ada di luar kamarnya. Bersiap untuk segera berangkat ke sekolah.

 

Setelah 30 menit, akhirnya Kuroko sudah selesai bersiap. Ia sudah mengenakan seragam Seirin dengan rapi. Membuat pemuda itu terlihat sangat imut. Ia lalu mengambil tasnya, dan bergegas turun ke bawah.

 

“Okaa-san, Siapa yang datang?” Kuroko bertanya setelah turun ke ruang makan, di mana sang Okaa-san tengah sibuk menyiapkan sarapan.

 

“Tetsuya.” Suara baritone dingin yang Ia kenal, membuat tubuh Kuroko menegang seketika. Matanya membulat, sebelum menolehkan kepalanya ke arah sumber suara. Sosok Akashi Seijuurou duduk dengan tenang, sambil menikmati teh buatan Ibunya. Akashi meletakan gelasnya, lalu menatap Kuroko dengan tatapan mengintimidasi miliknya. seakan mengatakan.

‘Jadi apa jawabanmu Tetsuya?’

 

Glek

 

Kuroko menelan salivanya dalam. Suaranya seakan tercekat, hanya untuk menyapa Akashi saja.

 

“O-ohayou Akashi-kun.” Akhirnya suara Kuroko lepas. Berhasil menyapa Akashi, yang tengah tersenyum-ah bukan. Akashi menyeringai padanya. Kuroko bukan takut pada Akashi. Sungguh, Ia sama sekali tidak takut. Hanya saja, Ia belum siap. Ia takut untuk menerima kenyataan saja.

 

“Ne, Tetsu-kun. Kau lama sekali. Sei-kun mungkin sudah lelah menunggumu dari tadi.” Sang Ibu kini berjalan ke arahnya, sambil membawa semangkok pancake kesukaannya.

Dengan gugup, Kuroko mencoba duduk di sebrang Akashi yang masih menatapnya dengan lekat. Sungguh, paginya sangat tidak mengenakan jika di pandang seperti itu! Pandangan Akashi seakan mengajaknya untuk bertengkar. Jujur saja Kuroko kesal! Kenapa Ia malah terlihat gugup dan salah tingkah di depan Akashi? Hell, Itu sama sekali bukan dirinya!

“Maaf membuatmu menunggu Akashi-kun.” Mencoba berbicara dengan nada datar, dan bersikap seperti biasa. Kuroko mulai mengambil sendok, dan melahap pancake kesukaannya.

 

“Tak apa Tetsuya. Lagi pula, aku akan mengantarmu hari ini.”

 

“Eh?” Manik aquamarine itu melotot menatap Akashi horor. Seakan meminta penjelasan. Untuk apa Akashi mengantarnya? Bukankah Akashi juga harus sekolah? Ke Rakuzan? Bukannya membuang waktu berharganya untuk mengantarnya ke Seirin.

 

“Hn, aku akan mengantarmu Tetsuya.”

 

“Sei-kun, baik sekali. Hora, kalian makanlah dengan cepat. Nanti bisa telat jika terlalu lama.” Suara lembut Ibu Kuroko, membuat Kuroko tidak bisa kembali mengeluarkan segala pertanyaan yang ada di benaknya untuk bertanya pada Akashi. Jadi Ia lebih memilih makan, menghabiskan sarapannya bersama Akashi yang duduk di sebrangnya. Pemuda berambut merah itu terlihat tenang. Sangat tenang. Kuroko yakin, Akashi pasti telah merencanakan sesuatu yang jauh dari pemikirannya. Pemuda itu jenius, terlampau jenius sampai Kuroko tak bisa menebak apa yang sedang Akashi pikirkan.

 

Setelah sepuluh menit, akhirnya Kuroko selesai dengan sarapannya. Ia lalu berdiri, diikuti dengan Akashi yang berdiri dari duduknya. Lalu berjalan mendekati Ibunya.

 

“Okaa-san, aku pergi. Ittekimasu.”

 

“Hn, Obaa-san. Terimakasih atas sarapannya. Maaf merepotkanmu. Kami pergi.” Akashi tersenyum tulus, sebelum Ia membungkukan badannya ke arah wanita paruh baya itu.

 

“Itterasai. Jangan ngebut yah Sei-kun.” Ibu Kuroko mengantarkan kepergian mereka sampai depan.

 

Akashi naik ke mobil BMW berwarna hitam miliknya. sementara Kuroko mengernyitkan alisnya heran. Sejak kapan Akashi mengendarai mobil? Bukankah selalu ada supirnya yang selalu mengantarnya setiap saat?

 

“Cepatlah Tetsuya.” Suara Akashi membuat Kuroko dengan cepat naik di samping kemudi. Ia duduk di samping Akashi yang mulai menstater mobilnya. Mobil BMW keluaran limited edition itu melesat cepat. Meninggalkan mansion Kuroko hanya dalam hitungan detik.

Akashi mengemudikan mobilnya dengan santai. Tak ada percakapan. Hening. Kuroko bahkan terdiam. Ia hanya mengikuti alur yang sudah Akashi buat. Tapi sungguh Ia sangat penasaran, dengan apa yang Akashi lakukan.

 

“Akashi-kun, kenapa ke rumahku?” Kuroko bertanya, sambil melirikkan sedikit matanya. Hanya melihat Akashi lewat ekor matanya saja.

 

“Hanya menjemputmu.”

 

“Bukankah Akashi-kun juga harus sekolah? Jarak Seirin dan Rakuzan kan cukup jauh.”

 

“Kau akan tahu nanti Tetsuya, dan bisakah kau diam? Aku sedang mengemudi.” suara dingin Akashi seakaan membanting Kuroko. Ayolah, Kenapa Akashi harus berbicara kejam seperti itu? Padahal Kuroko hanya bertanya.

 

“Baiklah, aku tak akan bicara lagi.” Kuroko memutuskan untuk diam sampai di tujuan.

 

Hanya butuh waktu 20 menit, untuk sampai ke SMA Seirin. Semua murid di Seirin menatap Akashi yang turun dari mobil mewah itu dengan diikuti oleh Kuroko, mereka menatap Akashi dengan pandangan memuja. Terutama para gadis yang menatap Akashi penuh damba. Akashi bagaikan Dewa Zeus yang turun dari langit di mata par gadis itu.

 

“Tetsuya.” Akashi membalikkan badannya, sehingga Ia kini berhadapan dengan Kuroko yang masih terdiam sambil mengadahkan kepalanya. Menatap Akashi bingung. Bukankah seharusnya Akashi langsung pergi setelah mengantarnya?

 

“jadi apa jawabanmu Tetsuya.” Akashi berbisik di telinganya. Membuat bulu kuduk Kuroko sedikit merinding ketika nafas hangat Akashi menerpa lehernya.

 

“Apa?” Mencoba untuk menghilangkan kegugupannya, dengan wajah poker face alami miliknya.

 

“Pindah ke Rakuzan. Apa jawabanmu?” Akashi semakin mendekatkan wajahnya ke sisi leher Kuroko. Sehingga pemuda bersurai merah itu dapat mencium wangi vanilla yang menerpa penciumannya. Wangi Kuroko sungguh menggoda imannya!

 

Kuroko terdiam, dan tubuhnya semakin sulit di gerakan. Sungguh, ia ingin mendorong tubuh Akashi menjauh darinya. Tapi nihil! Tubuhnya tidak bisa bergerak. Ia bagaikan terkena jurus emperor eyes milik Akashi! Kuroko tahu Ia dan Akashi sudah menjadi pusat perhatian. Bahkan para gadis kini sudah berteriak histeris, beberapa diantaranya mungkin ada yang mimisan melihat adegan yang sudah mereka tunggu.

 

“Aku tidak mau.” Dengan segenap kekuatannya, Kuroko mencoba mendorong tubuh Akashi. Tapi tetap saja nihil! Tubuh itu tak bergerak. Jika seperti ini, Kuroko benar-benar merutuki tubuhnya sendiri yang mungil sehingga tak bisa melawan Akashi.

 

“Aku sudah tahu jawabanmu.” Tangan Akashi kini menyentuh permukaan pipinya. Mengelusnya dengan perlahan, sehingga membuat Kuroko terpaksa menahan nafasnya, ketika Akashi semakin membelai pipinya dengan lembut.

 

“A-akashi-kun menyingkirlah.”

 

“Kau tahu Kuroko? Perintahku itu absolut, dan jika memang kau tak mau pindah ke Rakuzan. Maka aku akan pindah ke Seirin hari ini.” dan Ucapan dari Akashi Seijuurou- sang kapten dari Rakuzan membuat aquamarine sapphire milik Kuroko membulat tak percaya. Bayangkan saja! Kapten dari Rakuzan, anak dari pengusaha kaya di Jepang, makhluk paling tersempurna pindah ke SMA Seirin, yang merupakan SMA baru!

 

“Kau pasti bercanda Akashi-kun.”

 

“Apa aku terlihat seperti bercanda Tetsuya.” Akashi semakin memadang Kuroko dengan intens. Kuroko yang menyadari tatapan dari Akashi, meneguk salivanya gugup. Akashi tidak bohong padanya! Ia serius pindah ke Seirin! Dan sepertinya masalah ini terus menimpa Kuroko Tetsuya mulai sekarang!

 

To Be Continued ^^

 

 

So Mind To Review Again ? ^^

Astia Morichan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s