I Love You Senpai ! SasuHina

Boku Wa Vampire

Rated T

Romance, Fantasy

Song : Boku Wa Vampire – Hey! Say! JUMP

All Chara belong ‘Masashi Kishomoto’ and over all this fict is mine

Warning: OOC, TYPOS, DLL. DONT LIKE DONT READ YO! Please be patient with me ^^

Sasuke X Hinata

Uchiha Sasuke yang merupakan bungsu dari Uchiha Fugaku – Sang Raja Vampire dunia kegelapan memberinya misi untuk membawa Hyuuga Hinata untuk membawanya kembali ke dunia vampire sesuai dengan perjanjian yang sudah Hiashi buat. Bisakah Sasuke membawanya? Dan menjadikan Hinata makhluk kegelapan seperti dirinya?

Happy Reading!

Enjoy!

Boku wa vampire koi wa dangerous
Kamitsuki souna kissu ga tomaranai
Boku wa vampire ai no shoudou ga
So burn! Burn! Haretsushi sounanda

Boku wa vampire kimi wa taagetto
Torokeru youna kissu shite ii kai?

oOo

Gadis manis bersurai indigo pendek itu tengah asik bermain boneka beruang miliknya. sementara wanita tua yang memakai kimono itu menatap cucunya dengan tatapan sedih. Mereka kini berada di taman belakang rumah. Duduk di teras bersama, sambil menikmati teh. Sang nenek tiba-tiba mengelus surai pendek milik Hinata. Membuat Hinata menoleh ke arahnya, sambil tersenyum manis.

“Doshita?” Hinata memiringkan kepalanya. Terlihat bingung, ketika melihat sang nenek hanya tersenyum sambil mengelus helaian rambutnya.

“Hinata, mungkin kau tidak akan percaya dengan apa yang nenek katakan nanti.” Sang nenek menatap Hinata. Berharap, gadis kecil berusia enam tahun itu akan mengerti dengan apa yang Ia katakan.

“Ne, Hina-chan. Dengarkan nenek sekarang ne?” Hinata hanya bisa mengangguk ketika mendengar pertanyaan sang nenek yang menurutnya aneh. Jarang sekali neneknya bersikap seperti ini.

“Hinata, kau harus menikmati masa hidup mu nanti. Bersenang-senang lah dengan semua temanmu. Karena mungkin ketika kau berusia 18 tahun, akan ada seseorang yang mencarimu. Mengincarmu. Makhluk kegelapan yang akan mengincarmu Hinata. Kau harus berhati-hati ketika bertemu dengannya. Mungkin orang tua mu akan mengizinkannya, tapi nenek tidak.” Sang nenek tiba-tiba terisak pelan. Air matanya membasahi kedua pipinya. Membuat Hinata tersentak kaget karena melihat neneknya yang tiba-tiba menangis sambil memeluknya erat. “Demi Tuhan Hinata, aku sama sekali tidak akan mengizinkan mereka untuk menyentuhmu sedikit pun!”

Kepala Hinata terasa pening, ketika mendengar ucapan dari neneknya. Ia sama sekali tidak mengerti. Mahkhluk kegelapan apa? Kenapa harus mengincarnya?

“Ma-maksudnya nek? Hi-hinata tidak mengerti.” Hinata bertanya dengan ragu, ketika sang nenek sama sekali tidak melepaskan pelukannya.

“Vampire. Makhluk kegelapan, penghisap darah itu akan mengincarmu suatu hari nanti Hinata. Pangeran kegelapan itu akan membawamu kedunia mereka.” Sang nenek melepaskan pelukannya pada Hinata. Lalu Ia membuka kaitan kalung berbentuk salib yang melingkar di lehernya.

“Ke-kenapa harus Hinata? La-lalu apa Hinata harus ikut bersama mereka?” suara Hinata tampak ketakutan sekarang. Setahu Hinata, vampire itu jahat dan selalu membunuh manusia. Itulah yang Ia lihat di tv. Seperti dracula si penghisap darah.

“Tidak, jika kau tidak mau ikut dengan mereka Hinata. Sebenarnya, sudah ada kesepakatan sejak kau lahir Hinata. Mungkin, kau juga tidak akan bisa kabur dari mereka. Tapi, kau bisa menggunakan salib ini. Walaupun nenek tidak yakin, tapi ini bisa berfungsi untuk mengusir mereka.” Sang nenek, memberikan kalung berbentuk salib itu pada Hinata. Ia lalu memasang kalung itu ke leher Hinata. Sementara gadis kecil itu tersenyum senang, mendapatkan kalung yang sudah di sematkan di lehernya.

“Ini cantik, terimakasih nek.” Hinata tersenyum senang, sementara sang nenek masih menatapnya sedih.

“Ne, Hina-chan berhati-hatilah nanti.” Dan Hinata hanya bisa mengangguk ketika mendengar peringatan dari neneknya.

oOo

Hinata masih terduduk di tanah, setelah kepergian Sasuke. Gadis itu sekarang ingat tentang peringatan yang disampaikan neneknya. Mahluk kegelapan, penghisap darah- Uchiha Sasuke. Jujur saja, Hinata sama sekali tidak mengerti. Ini benar-benar mustahil. Tidak mungkin ini nyata kan? Ayolah, cerita tentang vampire itu hanya ada dalam novel dan film! Tapi setelah melihat Sasuke yang menghilang bagaikan di tiup angin di depannya. Ia seperti harus mempercayai apa yang neneknya ucapkan. Karena Hinata sudah melihatnya nyata! Tubuh Hinata masih bergetar takut sampai saat ini. Ia tidak mau bertemu dengan Sasuke lagi. Ia ingin segera pulang ke rumah!

“hah,” Menghela nafasnya pelan, akhirnya Hinata mencoba berdiri dari duduknya. Ia mulai membersihkan roknya yang sedikit kotor akibat terduduk di tanah. “Lebih baik aku meminta izin untuk segera pulang.” Hinata lalu melangkahkan kakinya pelan menuju ruangan Orochimaru Sensei, untuk mengurus absen serta meminta tolong untuk membawakan tasnya. Ia benar-benar tidak ingin bertemu dengan Sasuke disana!

oOo

Setelah mengurus semua izinnya pada Orochimaru, Hinata segera bergegas pulang. Ia sekarang sudah berada di mobil bugatti putih miliknya. untung saja, hari ini Ayahnya mengizinkan Hinata membawa mobil. Karena Izuna juga sedang cuti, dan sang Ayah yang tidak bisa mengantarnya, jadi Hinata di perbolehkan membawa mobil miliknya sendirian. Dengan begini Hinata tidak usah repot menyuruh maid untuk menjemputnya ke sekolah. Gadis berambut indigo itu, mulai melajukan mobilnya, dan memecah keheningan di jalan raya menuju mansion Hyuuga.

Hanya butuh waktu 45 menit, akhirnya Hinata sampai di depan mansion megah miliknya. Takeru dengan cepat membuka gerbang, dan mempersilahkan Hinata untuk masuk. Walaupun Ia kaget karena Hinata sudah pulang. Ini bukan waktunya pulang sekolah kan?

‘Mungkinkah Hinata-sama ingin segera menemui pemuda yang baru datang tadi?’ pikir Takeru, sebelum tersenyum ke arah Hinata yang sudah turun dari mobilnya.

“Teman anda sudah menunggu Hinata-sama.” Gadis itu mengernyit heran.

“Siapa?” Hinata memiringkan kepalanya bingung. Setahu Hinata, semua temannya itu masih di sekolah kan? Tapi sebelum Takeru menjawab, suara dari sang adik- Hanabi terdengar.

“Hinata Nee-san!” Hinata menolehkan kepalanya ke arah Hanabi. Lalu gadis itu tersenyum ke arah adiknya, yang sudah menggenggam tangannya erat. Menyeretnya untuk segera masuk.

“Cepatlah masuk Nee-san.” Hanabi terus menyeret Hinata sampai ke pintu masuk rumahnya. Sementara Hinata terlihat bingung dengan sikap adiknya. Kenapa Ia tidak menanyakan soal Hinata yang pulang cepat dari sekolah? Takeru juga sama. Pria berambut coklat itu sama sekali tidak menanyakannya.

“Kenapa tidak tanya Nee-san kalau Nee-san pulang lebih awal?” Hinata menghentikan langkahnya. Otomatis, Hanabi juga berhenti, dan menatap Hinata sambil tersenyum jahil.

“Kau kan sudah izin pada Orochimaru sensei karena sakit. Aku tahu Nee-san. Karena tadi dia sudah menjelaskannya.” Hinata semakin bingung mendengar ucapan dari Hanabi. Dia? Maksud Hanabi siapa? Kenapa Hanabi bisa tahu alasan sakitnya? Dan juga kenapa orang yang di sebutkan Hanabi bisa tahu? Hinata sama sekali tidak berbicara tentang izinnya untuk pulang lebih awal pada siapapun.

“Siapa ?”

“Kau akan tahu nanti, yang jelas ayo kita masuk. Okaa-san juga sudah menunggumu.” Hanabi kembali menyeret Hinata. Sehingga Hinata sudah berada di dalam rumahnya. Dan mata amethys gadis itu membulat sempurna ketika menyadari satu sosok yang tengah menyeringai ke arahnya. Jantungnya terasa berhenti berdetak sekarang. Tubuhnya sudah menengang, dan tidak bisa bergerak, walaupun Hanabi sudah menariknya untuk semakin mendekati sosok pria berambut raven yang sudah duduk manis di sofa, sambil menyeringai ke arahnya.

Hinata mengerjapkan matanya, berharap penglihatannya salah.

“Hinata.” Dan suara baritone itu terdengar jelas di telinganya. Ini bukan hanya delusi miliknya. sosok itu nyata. Uchiha Sasuke ada di dalam rumahnya. Tapi kenapa Ia ada di sini? Kenapa Sasuke tahu rumahnya ? kenapa Hanabi dan Ibunya malah menyambut Sasuke dengan hangat? Kenapa harus seperti ini?

“Hinata-chan, kenapa hanya berdiri di situ. Ayo duduk.” Hyuuga Hikari yang sedari tadi tengah berhadapan dengan Sasuke menyapanya. Wanita paruh baya itu melambaikan tangannya ke arah Hinata untuk segera menyuruhnya duduk. Bahkan sekarang Hanabi sudah duduk di samping Sasuke.

“Cepatlah Nee-san!” Suara Hanabi membuyarkan lamunannya. Hinata menelan salivanya gugup. Ia melangkahkan kakinya menuju tempat dimana Sasuke masih menatapnya tajam. Hinata bisa melihatnya! Sasuke bahkan menunjukan taring runcingnya di sudut bibirnya! Ini menakutkan! Hinata tidak mau di gigit!

Akhirnya Hinata memutuskan untuk duduk di samping Ibunya. Ia menatap Sasuke was was. Dengan nada takutnya, gadis itu bertanya. “Ke-kenapa kau disini?” Bukannya menjawab, Sasuke malah tersenyum geli melihat tingkah Hinata.

“Aku hanya berkunjung. Apa itu salah?”

“Ini masih jam sekolah.”

“Lalu kenapa kau pulang sekarang?”

“A-aku tidak enak badan.” Ia menundukkan kepalanya, enggan menatap sang Ibu yang kini tersenyum ke arahhnya.

“Kau sakit Hina-chan?” Hikari mengusap lembut surai indigo Hinata. Membuat Hinata nyaman. Ia benar-benar suka sentuhan dari Ibunya. Lalu Ia mengangguk pelan.

“Ne, kalau begitu setelah ini kau istirahat. Okaa-san, akan memberitahumu sesuatu Hinata.” Hikari tersenyum ke arah Sasuke. Sekarang perasaannya sudah tidak enak. Sesuatu yang buruk pasti akan terjadi kala Ibunya mengucapkan sesuatu yang ingin Ia ucapkan.

“Selama ini, aku dan ayahmu sudah menyembunyikan kebenaran Hinata. Kami sangat menyayangimu, hingga tak ingin kau pergi, dan sekarang Sasuke meminta janji kami. Keluarga Uchiha sudah menolongmu, dan kami berjanji satu hal.” Hikari kini memeluknya, dan Hinata dan merasakan tubuh wanita paruh baya itu bergetar. “Hinata, Kau akan menjadi pendamping Sasuke.” Dan Ucapan final dari Ibunya membuat raganya seakan di renggut paksa. Apa? Pendamping Sasuke? Ayolah itu tidak mungkin! Hinata tahu jika Ia akan di incar oleh Sasuke! Tapi kenapa Ibunya mengizinkannya dengan mudah seperti ini? Hinata sama sekali tidak mengerti. Sebenarnya apa yang sudah di sembunyikan keluarganya? Apa hubungan Hyuuga dengan keluarga Uchiha yang merupakan bangsa vampire?

“O-okaa-san, ja-jangan bercanda.” Hinata melepaskan pelukan Ibunya. Gadis itu menggigit bibir bawahnya, menahan isakannya agar tidak keluar. Ia tidak ingin Sasuke tahu bahwa Hinata menangis karena hal seperti ini.

“Okaa-san, berkata jujur Hinata. Aku akan menjelaskan semuanya padamu.” Suara baritone milik Sasuke terdengar. Hinata segera menoleh ke arahnya, dan menatap Sasuke dengan tatapan penuh kebencian.

“Pergi dari sini, dan menjauh dariku Uchiha!” Hinata menarik tangan Sasuke dengan kasar. Sehingga pemuda itu berdiri dari duduknya, dan menatap Hinata datar. “Pergi dari rumahku. Sekarang!” Hinata berteriak keras. Tidak peduli pada Ibunya yang masih menangis itu menatapnya karena kelakuan Hinata yang tidak sopan pada Sasuke, atau Hanabi yang tidak mengerti dengan semua yang di bicarakan orang dewasa di sekelilingnya.

“Tidak. Aku akan menjelaskannya padamu sekarang Hinata.” Hinata kembali menatap Sasuke tajam. Ia lalu melepaskan cengkraman tangannya pada Sasuke, dan segera berbalik. Gadis itu menghentakan kakinya menuju kamar miliknya yang ada di atas.

Braakk

Dan Pintu kamar itu di tutup dengan sangat keras, sebelum di kunci dari dalam. Hinata merebahkan tubuhnya ke atas kasur miliknya. menutup wajahnya, dengan tangannya. Gadis bersurai indigo itu menangis pelan.

oOo

“Ne, Okaa-san, sebenarnya ada apa?” Hanabi menatap sang Ibu yang masih terisak, tidak menjawab pertanyaannya. Lalu gadis itu berbalik menatap Sasuke yang masih diam menatap kamar Hinata.

“Sasuke Nii-san, apa yang terjadi?” Sasuke menoleh ke arah Hanabi. Lalu pemuda berambut raven itu tersenyum, sambil mengacak surai milik Hanabi.

“Nanti akan ku jelaskan. Sekarang Nii-san akan menghibur Nee-san mu dulu.” Hanabi lalu tersenyum ke arah Sasuke, sambil mengangguk pelan. Gadis kecil itu menatap tubuh jangkung Sasuke yang sekarang pergi ke arah kamar kakaknya.

To Be Continued ^^

Haloo, ketemu lagi sama saya ^^ Chap dua semoga tidak mengecewakan. Terimakasih udah nunggu fanfcit abal, gaje dan absurd ini.

Makasih banyak buat yang udah review. Tanpa kalian, mungkin FF ini terbengkalai ^^

Saya akan bales review kalian minna-san ^^

Siti583 : Iya Hinata kan takut ama Sasu 😥

Ucihaii , Hnisa Sahina, Angel821, n, Name Nnm, , Guest : Udah lanjut, semoga suka ^^

Arcan’sGirl: Makasih masukannya, aku udah coba biar alurnya gak begitu cepat ^^

Yana Kim : Iya ini new fict. Nanti di ceritain awal perjanjian Hyuuga dengan Uchiha kok ^^ Makasih udah suka ^^

Enischan :Iya nih, Sasu-chan maksa Hina/?

Indigo Pie: Hinata bukan vampire ._.

Nurul851: Iya vampic Nurul-san. Ini udah lanjut, semoga suka yah ^^ disini udah dikasih tentang flashback sama neneknya Hinata ^^

So Minna-san, Mind To Review?^^

Astia Morichan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s