Just One Night Stand, Right? SasuNaru Yaoi

Just One Night Stand, Right?

Rate M

Chara Belong To Masashi Kishimoto

Romance, Drama

Warning : TYPO, OOC, BL, YAOI, DLDR! ETC!

Tidak pernah terlintas di pikirannya untuk menjadi seorang escort dalam hidup Naruto. Apalagi menjadi partner dari Uchiha Sasuke, seorang pria beristri dan mempunyai anak. Ia tahu ini sangat gila. Tapi Naruto butuh uang! Ia tergiur dengan uang yang di tawarkan CEO muda itu!

Uchiha Sasuke X Namikaze Naruto

Naruto : 19 tahun

Sasuke : 28 tahun

a/n: Cerita ini adalah cerita asli temen saya. Temen aku yang ngalamin hal ini. Terus setelah dapet izinnya, aku akhirnya di perbolehkan ngangkat kisahnya jadi FF. Walaupun ada yang beda dengan aslinya. Tapi di chap ini semuanya sama. Disini saya akan memperkenalkan bagaimana gelapnya dunia Yaoi yang sebenarnya pada kalian. Thanks for my beloved boti, udah di izinin ^^

so, EnJOY!

Happy Reading ^^

oOo

Tubuh Naruto menegang ketika mendengar penjelasan dari sahabatnya. Memang, Ia butuh uang. Tapi tidak dengan menjual tubuhnya pada seorang pengusaha kaya raya yang sudah beristri dan beranak. Hell! Itu tidak pernah ada di dalam benak pemuda bersurai pirang itu untuk menjadi seorang escort. Naruto memang gay, ya dia penyuka sesama jenis. Sudah satu tahun Naruto terjebak pada dunia itu. Naruto sudah punya banyak sekali pacar. Dia berpengalaman dalam berbagai hal. Mengalami pedih dan senangnya dunia itu. Tapi di setiap hubungannya, dia selalu menjadi yang dominan. Naruto tidak pernah menjadi seseorang yang pasrah dan menikmati perlakuan dari dominan. Naruto itu seme! Bukan uke seperti yang sekarang orang itu pinta. Demi Tuhan, Ia sama sekali tidak pernah di tusuk, yang ada Naruto yang menusuk!

“Tidak, Shikamaru. Aku tidak mau!” Naruto menatap sahabatnya yang berambut nanas itu dengan tatapan tak suka.

“Bukankah kau ingin uang? Toh kau juga tidak rugi. Bukankah kau sudah sering bercinta dengan para pacarmu itu?” Tanpa menatap Naruto, pemuda berambut anas itu malah memainkan smartphone putihnya.

“Tapi tidak dengan menjadi partner dari laki-laki berumur 28 tahun Nara! Itu gila! Apalagi pria bermarga Uchiha itu sudah mempunyai istri dan satu orang anak. Demi Tuhan Shikamaru, aku tidak pernah berpikir akan melakukan hal ini walaupun aku butuh uang.”

“Uang yang di tawarkan Uchiha itu sebesar 50 juta yen. Ku pikir dia gila karena mau membelimu dengan harga setinggi itu. Bahkan pemuda secantik Sasori senpai Ia tolak, dan lebih memilihmu.” Naruto kembali manatap Shikamaru. Pemuda berambut pirang itu mulai berpikir. Toh Ini juga hanya one night stand kan? Ia tidak akan bertemu dengan pria itu lagi. Uang yang di tawarkan memang cukup menggiurkan. Naruto sangat membutuhkan uang kali ini.

“Baiklah. Aku akan menerima tawaran itu.” Naruto menghela nafasnya. Ia benar-benar tidak menyangka jika akan melakukan hal seperti ini. Ini benar-benar gila. Naruto rasa Ia perlu seorang dokter untuk menyembuhkan pikirannya.

“Bagus. Segera hubungi Uchiha itu. Dia pasti menunggu jawaban dari mu.” Shikamaru menyeringai ke arahnya. “Lalu aku akan membawa Kiba agar bisa mengajarimu menjadi seorang uke yang memuaskan.” Shikamaru berdiri dari duduknya, lalu pergi meninggalkan Naruto yang kini siap melempar wajah Shikamaru dengan remote yang sejak tadi Ia pegang.

“Sialan, kau Shikamaru!”

oOo

Pemuda berambut raven ini kini tengah berkutat di laptopnya. Mata onyxnya tak pernah lepas memandangi objek di depannya. Lelaki berusia 28 tahun itu, tengah melihat foto seorang pria berambut blonde yang Ia temui di tempat gym sebulan yang lalu. Pemuda itu selalu ada di dalam pikirannya. Seperti sekarang, Ia tidak lelah untuk mengajak pemuda itu bercinta dengannya. Uang 50 juta yen itu sangat sedikit jika di bandingkan dengan Ia bisa menikmati tubuh pemuda bersurai kuning itu. Ia tahu ini gila, Sasuke itu sudah punya seorang istri yang cantik- Sakura Haruno yang sudah menjadi pendamping hidupnya selama lima tahun. Walaupun Ia sudah berusaha untuk mencintai gadis, tapi nyatanya tidak bisa. Sejak awal Sasuke memang mempunyai orientasi yang menyimpang sehingga Ia tidak tertarik dengan wanita yang sudah memberinya seorang putri.

“Chichi, ayo kita makan.” Seorang gadis berperawakan mungil berumur empat tahun menghampirinya. Gadis kecil itu- Uchiha Sarada yang mempunyai wajah sepertinya mendekat menerjang sang ayah . Sang ayah langsung membawanya ke dalam pelukannya. Lalu menggendong Sarada, dan mengecup pipi gadis itu pelan.

“Nanti Chichi akan menyusulmu.” Sasuke lalu melepaskan gadis kecil itu, dan gadis itu kini terlihat mengerucutkan bibirnya.

“Baiklah Chichi.” Setelah itu, Sarada berbalik pergi menjauhi ruangan kerja ayahnya. Sasuke tersenyum melihat punggung Sarada yang menjauh. Ia memang menyayangi gadis kecil itu. Sasuke bersyukur Ia bisa memberikan Sakura benihnya, walaupun saat itu dalam keadaan mabuk. Sejujurnya, Sasuke takut jika Sarada menyadari penyimpangannya. Gadis itu pintar, seperti dirinya. Sasuke yakin, suatu saat nanti Sarada akan menyadarinya.

Drrtt Drttt

Ponsel berwarna hitamnya itu bergetar. Sasuke meraih ponsel pintarnya, yang berada di meja. Lalu sudut bibirnya tertarik ketika melihat siapa yang menelfonnya. Tanpa berpikir panjang, Sasuke mengangkat panggilan itu.

“Hn, Naruto. Bagaimana jawabanmu?” seringaian terukir di wajah tampan CEO Uchiha itu. Ia sudah memprediksikan apa jawaban dari pemuda bersurai pirang itu.

“A-aku menerimanya Uchiha-san.” Naruto tergugup di sebrang sana. Membuat Sasuke semakin melebarkan seringaian miliknya itu.

“Bagus, dan kau tahu? Jangan pernah memanggilku Uchiha lagi. Panggil aku Sasuke.”

“Baiklah, Sasuke. Kapan kita akan bertemu?”

“Besok malam, di Hotel Taka. Aku akan mengabarimu lagi nanti.”

“Baik. Terimakasih.” Dan Naruto menutup panggilan itu sepihak. Membuat Sasuke semakin tersenyum karena tingkah pemuda itu. Sungguh, Sasuke sangat penasaran dengan pemuda itu. Ia sudah tidak sabar untuk mencicipi tubuh dari pemuda itu.

oOo

Naruto memandang Kiba yang berada di depannya dengan tatapan horor. Kekasih dari Nara Shikamaru nya itu benar-benar gila di matanya. Astaga, kenapa Ia harus melakukan hal seperti ini sekarang?!

“Naruto, kau harus menggerakan pantat mu itu ke atas. Berjinjitlah lebih tinggi, sambil pegang nipple mu itu dan berikan tatapan menggoda.” Kiba menatap Naruto dari depan. Pemuda bertato segitiga itu nampak menahan senyumnya. Ini adalah hal langka menyuruh Naruto melakukan hal seperti ini. Pemuda bersurai pirang itu kini tengah memakai kemeja berwarna putih yang kebesaran di tubuhnya, sehingga memperlihatkan bahu miliknya. Tapi sekarang, kemeja itu terlihat berantakan. Pasalnya, Naruto sudah menarik kemeja itu ke atas, sehingga memperlihatkan paha mulusnya beserta nipplenya yang sedikit menengang karena di sentuh oleh jemarinya. Sialan! Kiba mengerjainya dengan kejam!

“Cepat Naruto, pasang mata sayumu dengan tatapan memohon sambil menggigit bibir bawahmu. Aku yakin, Uchiha itu akan menghajarmu di tempat jika kau melakukannya.” Naruto menatap kesal pada Kiba. Jujur saja, Naruto sudah terangsang sekarang karena menyentuh dirinya sendiri. Ia lalu menatap Kiba dengan tajam.

“Ne, Kiba-kun. Sebaiknya kau segera pergi atau aku akan menyerangmu sekarang.” Dan tubuh pemuda bertato segitiga itu membatu ketika mendengar ucapan dari sahabatnya. Ia tahu, Naruto serius, dan ini salahnya karena membuat pemuda itu terangsang seperti ini. Sial! Kiba tidak ingin menjadi korban dari pemuda liar itu.

“A-aku pergi.” Dan Kiba segera berdiri meninggalkan kursinya. Menjauh dari kamar Naruto, sebelum menutup pintu kamar itu.

“Sialan! Aku harus menyelesaikannya sendiri.” Naruto mengumpat dengan keras. Ia lalu berjalan ke arah kamar mandi yang berada di dalam kamarnya. Tak henti-hentinya Naruto mengumpat ulah Kiba yang menyuruhnya menyentuh dirinya sendiri sambil membayangkan sosok Sasuke. Jujur saja, Naruto itu tertarik ketika pertama kali melihat Sasuke. Pemuda itu sangat tampan di lihat dari sudut mana pun. Nampak mempesona ketika pria itu tidak mengenakan atasannya, untuk menutupi tubuh sixpacknya yang sudah di hiasi oleh keringat. Sehingga membuatnya nampak sexy! Naruto bahkan selalu membayangkan moment pertemuan pertamanya dengan Sasuke.

“Anhh,, Sasukehh,,,” dan Naruto berhasil mengeluarkan erangannya. Memanggil nama Sasuke, sambil memainkan genitalnya yang sudah menengang sejak tadi.

‘Sial, tidak seharusnya aku melakukan ini sambil memanggil namanya!’

oOo

Naruto sudah berada di sebuah tempat gym bernama Akatsuki. Tempat gym yang berada di gedung olahraga milik Uchiha Corp itu memang terkenal di kalangan sepertinya. Untuk mencari seorang mangsa yang bisa di jadikan kekasih. Tapi niat Naruto bukan itu! Ia kesini karena di suruh oleh Shikamaru, yang akan memperkenalkannya pada seorang Uchiha. Sebenarnya, Naruto tidak mengerti dengan jalan pikiran Shikamaru. Kenapa harus di tempat gym? Toh Naruto tidak akan berolahraga untuk membentuk tubuhnya, dan bocah Nara itu tidak datang sekarang. Padahal Ia berjanji untuk datang jam dua. Tapi sekarang sudah lebih dari 30 menit!

“Sial, dimana Shikamaru itu?” Naruto menghela nafas bosan, Ia memainkan ponselnya. Mengetik pesan pada Shikamaru yang sampai sekarang tidak kunjung datang.

“Sendirian?”Suara baritone itu terdengar dengan jelas di telinganya. Sehingga Naruto menoleh kesamping, dimana seorang pria berambut raven yang hanya mengenakan celana olahraganya tanpa menutupi tubuh atasnya yang berotot. Tubuh itu di penuhi oleh keringat, membuat kesan sexy di mata Naruto ketika melihat pria itu. Demi Tuhan! Pria itu benar-benar sangat menggoda. Naruto pikir jika Ia menjadi seorang Seme untuknya akan menjadi sangat menarik. Pemuda bersurai pirang itu lalu tersenyum ke arah pria itu.

“Ya, temanku belum datang.” Pria itu terperangah melihat sosok Naruto di depannya. Lalu Ia duduk di samping Naruto, sambil menyodorkan minuman isotonik miliknya.

“Mau?” dan Naruto menggeleng pelan.

“Hn. Tidak berolahraga?” Pria itu bertanya, sambil menyesap minuman isotonik miliknya.

“Tidak. Sudah aku katakan bukan? Aku menunggu temanku.” Naruto masih memainkan ponselnya, sedetik kemudian Ia tersenyum mendapat pesan dari Shikamaru. Pria berambut nanas itu sudah berada di depan pintu. Naruto pun berdiri dan menatap pintu masuk. Sudah jelas di matanya, seorang Nara Shikamaru tengah berjalan ke arahnya. Melihat Shikamaru yang sangat santai, membuat perempatan di alisnya berkedut.

“Sialan, cepat sedikit rambut nanas!” Naruto berseru kencang. Shikamaru yang mendengarnya mendecih tak suka. Tidak ingin Naruto semakin menjadi, Shikamaru segera mempercepat langkahnya sehingga Ia sudah berada di depan Naruto.

Pletakk

Jitakan itu mendarat di kepalanya. Membuat Shikamaru meringis kesakitan sambil menatap Naruto yang terlihat marah di depannya.

“Sialan kau !” Shikamaru mengelus kepalanya yang sekarang sudah berdenyut sakit.

“Kenapa kau telat hah? Aku sudah setengah jam menunggu mu seperti orang gila!” Shikamaru menolehkan kepalanya. Matanya kini beralih pada sosok pria berambut raven yang berada di samping Naruto.

“Cih, merepotkan. Harusnya kau berterimakasih aku telat, karena aku tidak usah memperkenalkan Uchiha Sasuke lagi padamu.” Naruto mengernyitkan alisnya tidak mengerti. Sementara pria berambut raven itu malah menyeringai ke arahnya.

“Mana Uchiha itu? Sejak tadi aku tidak melihatnya.” Tanpa memperdulikan Naruto, Shikamaru lalu berjalan mendekat ke arah Sasuke. Ia mengulurkan tangannya pada Sasuke yang di sambut oleh pria itu.

“Senang bertemu lagi denganmu Uchiha-san.” Dan manik sapphire Naruto membulat, ketika tahu siapa yang di maksud oleh Shikamaru. Dengan gugup Naruto melirik ke arah Shikamaru dan Sasuke.

“Hn.” Sasuke hanya berdehem, sambil melepaskan genggaman tangannya pada Shikamaru. Shikamaru lalu duduk di kursi sambil menyilangkan tangannya.

Naruto menelan salivanya gugup. Sial! jadi pria yang sempat Naruto kagumi itu adalah Uchiha Sasuke! Dengan gugup, Ia pun berbalik. Mengulurkan tangannya ke arah Sasuke, yang langsung disambut oleh pria itu.

“Salam kenal Uchiha-san. Aku Namikaze Naruto.” Naruto tersenyum kikuk, ketika Sasuke meremas tangannya. Sial! Uchiha itu menggodanya!

“Uchiha Sasuke.” Sasuke menyeringai ke arahnya. Lalu pria itu menarik Naruto ke dalam pelukannya, sambil berbisik pelan. “Selamat datang di duniaku Naruto.”

“Ehm, Jadi bagaimana? Apa tugasku sudah selesai Uchiha-san?” Shikamaru berdehem pelan. Lalu Sasuke melepaskan pelukannya pada Naruto yang sekarang masih mencerna apa yang sedang terjadi. CEO muda itu tersenyum ke arah Shikamaru.

“Ya, kau sudah selesai.” Shikamaru tersenyum mendengarnya. Ia lalu membungkuk pelan dan membalikan badannya. ah, hari ini Ia ada janji dengan Kiba. Ia tidak mau membuat kekasihnya menunggu.

“Sampai jumpa, Naruto.” Dan Naruto hanya bisa mengumpat dalam hati melihat punggung Shikamaru yang semakin menjauh. Sial! di depan Uchiha ini, Naruto memang harus menjaga imagenya agar tidak luntur.

“Aku akan bersiap sebentar. Kau tunggu disini.” Naruto hanya bisa mengangguk, sebelum melihat Uchiha itu ikut pergi menjauh dari pandangannya.

“Sialan!”

oOo

Sasuke membawa Naruto ke sebuah Cafe yang berada di sebrang gedung itu. Pemuda itu memilih untuk duduk di pojok. Tempat yang memang cukup sepi di sana. Sasuke memesan jus tomat, Burger, Jus Jeruk, serta ramen yang Naruto pinta. Makanan yang mereka pesan sudah tersedia di meja itu. Tanpa berpikir panjang, Naruto langsung melahap ramen kuahnya yang terlihat sanngat lezat. Sungguh, ramen ini benar-benar enak. Naruto bahkan sudah tidak memperdulikan Sasuke lagi yang terkikik geli melihatnya.

“Kau bisa tersedak.” Naruto bahkan mengabaikan peringatan dari Uchiha.

Sasuke menyesap jus tomatnya, sambil terus menatap Naruto. Ia menyunggingkan seringaian tipisnya. Naruto benar-benar tipenya!

“Jadi apa kau mau menjadi bottom ku? Kau butuh uang kan?” Mendengar pertanyaan dari Sasuke, membuat Naruto tersedak. Dengan cepat Ia meminum jus jeruknya.

“Uhukk,, A-apa?” Sungguh, apa pendengaran Naruto kini sudah tuli sekarang? Demi Tuhan! Apa Ia memang salah dengar? Jadi bottom katanya? Hell! Naruto itu bukan seorang bottom. Seumur hidupnya, Naruto itu selalu menjadi seorang top!

“Jadi bottom ku, aku akan membayarmu 50 juta yen jika kau mau.”dan manik sapphire itu membulat mendengar ucapan dari Sasuke. Ini konyol! 50 juta yen? Astaga itu lebih dari cukup.

Naruto menelan salivanya gugup, Ia lalu menatap Sasuke.

“A-aku akan memikirnya Uchiha-san.” Dan Sasuke tersenyum mendengar jawaban dari pemuda bersurai pirang itu.

“Aku menunggu jawaban yang tepat Naruto, dan kau harus terbiasa memanggilku Sasuke.” Naruto mengangguk pelan, menyanggupi permintaan dari Uchiha Sasuke. Ia tahu ini gila. Tapi Naruto bisa apa? Ia butuh uang untuk keperluan hidupnya, dan menyembuhkan Naruko.

To Be Continued

Escort : Nama lain dari Gigolo

Top : Seme

Bottom : Uke

Gimana ff nya? Hehe, kalau berkenan di tunggu kritik dan sarannya Minna-san ^^

Mind To Review? ^^

Astia Morichan

Advertisements

One thought on “Just One Night Stand, Right? SasuNaru Yaoi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s