Bokuwa Vampire | Chapter 3| SasuHina

Boku Wa Vampire

Rated T

Romance, Fantasy

Song : Boku Wa Vampire – Hey! Say! JUMP

All Chara belong ‘Masashi Kishomoto’ and over all this fict is mine

Warning: OOC, TYPOS, DLL. DONT LIKE DONT READ YO!! Please be patient with me ^^

Sasuke X Hinata

Uchiha Sasuke yang merupakan bungsu dari Uchiha Fugaku – Sang Raja Vampire dunia kegelapan memberinya misi untuk membawa Hyuuga Hinata untuk membawanya kembali ke dunia vampire sesuai dengan perjanjian yang sudah Hiashi buat. Bisakah Sasuke membawanya? Dan menjadikan Hinata makhluk kegelapan seperti dirinya?

Happy Reading!

Enjoy!!

Boku wa vampire koi wa dangerous
Kamitsuki souna kissu ga tomaranai
Boku wa vampire ai no shoudou ga
So burn! Burn! Haretsushi sounanda

Boku wa vampire kimi wa taagetto
Torokeru youna kissu shite ii kai?

oOo

 

Gadis bersurai indigo itu masih terisak pelan. Menyembunyikan wajah cantiknya, pada bantal.

“Hikss, O-oka-san tega sekali, hikss,,” Isakan lirih itu keluar dari mulut Hinata. Sungguh, Hinata masih berpikir bahwa yang Ia alami ini adalah mimpi belaka. Semua ini hanya sebuah delusi tak berguna. Jadi ketika Ia bangun nanti, hidupnya akan kembali seperti semula. Bukan seperti sekarang. Di incar oleh pangeran kegelapan yang orang sebut vampire ketika abad 19. Ini bukanlah era victoria! Sekarang, hal seperti itu tabu. Dan Hinata masih sulit untuk menerima kenyataan. Apalagi sang Ibu yang jelas menyerahkan secara sukarela. Hidupnya benar-benar tidak adil!

“Hikss, pa-padahal aku hanya ingin menikah dengan seorang manusia. Hikss, ke-kenapa harus Sa-sasuke?” Hinata menjambak surai indigonya frustasi. Ia benar-benar bingung dengan keluarga. Kenapa keluarga Hyuuga yang seorang manusia harus terikat perjanjian dengan seorang iblis seperti vampire?

“Aku harap ini semua mimpi, dan besok aku bisa terbangun dari mimpi buruk ini. Yosh, Hinata. Sekarang kau harus tidur dengan cepat. Agar mimpi buruk ini berakhir.” Hinata mulai menutup kedua matanya. Gadis itu hanya menutup matanya saja. Sehingga Ia bisa merasakan kamarnya menjadi sangat sunyi. Bagaikan Ia satu-satu makhluk hidup yang ada di rumah ini.

 

“Ini bukan mimpi, bodoh.” Suara bariton yang Hinata dengar itu menggema. Dengan refleks, Hinata membuka kedua matanya. Dan amethys itu membulat ketika melihat sosok Uchiha Sasuke yang sekarang duduk di sudut ranjangnya.

“Astaga, bahkan sekarang aku beriilusi bahwa Uchiha itu ada di kamarku. Kami-sama, bangunkan aku dari mimpi buruk ini.” masih berharap apa yang dilihatnya itu hanya sebuah ilusi, Hinata kembali menutup matanya lagi. Menarik selimut tebalnya, sampai menutupi puncak kepalanya..

“Lucu sekali. Seorang Hyuuga mencoba untuk tidak menerima kenyataan.” Ucap Sasuke sarkatik, sambil menarik selimut tebal Hinata, dan membuangnya sembarang arah. Hinata memekik kaget, sebelum berteriak ke arah Sasuke.

“Kenapa dalam mimpi pun kau mengangguku, Uchiha?!” Berteriak marah, sambil mengacak surai indigonya. Jika dilihat seperti ini, Hinata benar-benar terlihat sangat kacau.

“Dengar Hinata. Kau sama sekali tidak bermimpi,” Sasuke menarik tubuh gadis itu mendekat. Hinata terduduk beralaskan paha Uchiha Sasuke. Tubuh mereka berhimpit. Sehingga hidung mereka saling bersentuhan. Hinata bahkan bisa merasakan nafas hangat Sasuke yang terasa menggoda untuk Ia hirup detik itu juga.

“Aku akan menjelaskan sesuatu padamu.” Dan otak Hinata seakan di paksa untuk berhenti, saat amethysnya terkunci pada onyx sehitam malam milik Sasuke. Sial! ini bukanlah sebuah ilusi! Sasuke yang ada di depannya ini nyata. Jika Ia memang bermimpi, tentu saja Hinata tidak akan merasakan hangat tubuh Sasuke yang terasa begitu nyata baginya.

“K-kau, k-kenapa bisa ma-masuk kamarku? A-aku sudah menguncinya.” Hinata tergagap. Keberaniannya seolah sirna saat menyadari bagaimana Sasuke bisa masuk ke dalam kamarnya, yang sudah jelas Ia kunci dengan rapat. Sekarang Hinata hanya bisa menunduk, takut menatap Sasuke yang sangat mengintimidasinya.

“Apa kau lupa dengan siapa kau berhadapan Hinata? Aku adalah makluk kegelapan yang bisa melakukan apapun semauku. Masuk ke dalam kamarmu yang terkunci, itu adalah hal yang mudah. Tinggal menjentikan jariku, dan aku bisa berada di sini tanpa membuka pintu itu.” Sasuke menjelaskan, sambil mengusap pipi Hinata pelan.

“K-kau makhluk jahat. Pe-pergi dari sini Uchiha. A-atau aku akan mengeluarkan kalungku agar membakarmu.” Sekarang Hinata benar-benar takut setengah mati. Ia sudah tidak bisa melawan Sasuke lagi. Ia bahkan sudah tidak yakin jimat pemberian dari neneknya akan berfungsi saat ini.

“Kalung mu itu tidak akan berguna Hyuuga,” Sasuke tersenyum meremehkan. Ia lalu menarik kalung berbentuk salib yang terpasang di leher jenjang gadis itu. Sehingga kalung itu sudah berada dalam genggamannya.

“Kau lihat? Ini sama sekali tidak melukaiku. Kalung mu hanya berguna saat ada sinar matahari.” Dan Hinata hanya bisa pasrah. Menunduk takut. Satu-satunya harapannya telah sirna. Kalung itu tidak berfungsi. Hinata memejamkan matanya. Pasrah. Ia sudah rela jika Sasuke menggigitnya saat ini. Hidup Hinata benar-benar terasa tidak adil. Ia hanya bisa menunggu untuk segera di bunuh.

“Kau takut padaku, Hinata?” Suara Sasuke melembut. Hinata yang mendengarnya membuka matanya dan menatap Sasuke. Dan pertanyaan itu di sambut oleh anggukan kecil.

“Tentu saja, K-kau akan mengigitku.”

“Apa kau benar-benar berpikir seperti itu?”

“T-tentu saja. Kau adalah vampire penghisap darah manusia. Asal kau tahu saja. Darahku ini pahit Uchiha, tidak manis. J-jadi lebih baik kau mencari mangsa yang lebih enak dariku saja.” Dan ucapan dari Hinata membuat Sasuke tertawa lepas. Gadis ini benar-benar polos sekali.

“Hahaha,,” Tawa Sasuke menggema di kamarnya. Hinata yang melihat Sasuke tertawa seperti itu hanya bisa terpaku beberapa saat. Saat tertawa, Bungsu Uchiha itu terlihat bagaikan malaikat dimatanya. Senyumnya benar-benar menawan. Hinata bahkan tidak berkedip memandangi wajah Sasuke yang masih tertawa itu.

“Konyol, Hyuuga,” Masih tersenyum sebelum Sasuke kembali menatap Hinata dan berbisik pelan di telinganya.

“Asal kau tahu saja, Hinata. Bau darahmu itu benar-benar menggodaku. Darahmu itu manis, berbeda dengan makhluk lainnya. Aku benar-benar menginginkanmu.” Sial! Hinata yakin, wajahnya pasti sudah memerah seperti tomat sekarang. Jantung sudah berdetak tak karuan saat mendengar bisikan dari Sasuke. Ini benar-benar aneh!

“A-aku membencimu U-uchiha,”

“Dan akan ku pastikan kau menyukaiku Hyuuga.” Dan ucapan dari Sasuke di tutup, oleh ciuman lembut yang pemuda itu berikan di pipinya. Membuat wajah Hinata semakin memanas saat ini.

“I-itu tidak akan terjadi.” Hinata menundukan wajahnya. Ia sungguh malu sekarang. Hinata tidak ingin Sasuke menyadari bahwa Ia merona karena perlakuan lembut Sasuke.

“Terserah. Lebih baik kau ikut denganku. Aku akan menceritakan semua yang ingin kau tahu.” Manik amethys itu membulat penuh antusias. Inilah yang Hinata tunggu. Ia benar-benar penasaran kenapa Ia harus di incar oleh Sasuke.

“Bisakah kita berbicara disini saja? A-aku takut. Jika kau membawaku keluar, kau akan memangsaku. Dan mayatku tidak akan bisa di temukan. T-tapi jika kau memangsaku disini, setidaknya Oka-san akan menemukanku.” Dan Uchiha Sasuke kembali tertawa mendengar pernyataan konyol dari Hinata. Gadis itu benar-benar berfikiran negatif terhadap dirinya. Ini benar-benar menarik.

“Jadi kau ingin aku memakanmu sekarang?” dan pertanyaan itu di sambut oleh gelengan cepat Hinata. Sasuke benar-benar gemas pada gadis ini. Sasuke mengacak surai indigo Hinata, sehingga membuat gadis itu merenggut kesal, sambil merapikan kembali rambutnya.

“Tenanglah, Hinata. Aku tidak akan memakanmu. Jadi apa yang ingin kau ketahui?” dan manik amethys itu kembali menatap Sasuke antusias. Tersenyum senang, karena Sasuke mau menjelaskan pertanyaan yang selama ini ada di benaknya.

“Kenapa kau mengincarku, Uchiha?”

“Lebih baik kau memanggilku Sasuke,” dan permintaan dari Sasuke membuat gadis itu kembali merona, sebelum mengangguk pelan.

“Uhm, Sasuke-kun?” dan Sasuke kembali menunjukan senyum tulusnya pada Hinata. Hinata bahkan terpaku beberapa saat. Sial! senyum Sasuke membawa dampak buruk bagi kesehatan jantungnya.

“Itu misi yang di berikan ayahku. Membawamu kembali sesuai perjanjian.” Hinata tidak ingin menyela. Ia hanya ingin semua yang Ia tanyakan dapat terjawab.

“Lalu kenapa Ibuku mengenalmu?”

“Karena Ibumu ada saat ayahmu menjual jiwamu padanya.” Dan Hinata hanya bisa menunduk sedih. Apakah Ibunya setega itu sehingga membiarkannya di bawa oleh Iblis?

“Ibumu menyayangimu Hinata. Begitu pula ayahmu, sehingga Ia rela menukar semuanya.”

“J-jadi aku adalah seorang vampire selama ini? jadi kau akan membawaku keduniaku yang semestinya?”

“Bukan. Kau adalah manusia Hinata. Hanya saja, dua minggu lagi. Tepat saat ulang tahunmu yang ke 18. Kau akan ku ubah menjadi pendamping hidupku.” Dan nyawa Hinata seakan di renggut paksa saat itu juga. Tubuhnya bergetar hebat, bahkan air matanya sudah terlihat di sudut matanya.

“A-aku a-akan menjadi v-vampire sepertimu?” dan pertanyaan itu, hanya Sasuke jawab dengan anggukan pelan.

“T-tidak. a-aku tidak mau menjadi penghisap darah sepertimu Sasuke. A-aku tidak mau,” Hinata berteriak, sambil beringsut menjauh dari Sasuke yang sejak tadi memeluknya.

“Itu takdirmu Hyuuga Hinata. Kau tidak bisa menolaknya.” Sasuke kembali menarik tubuh Hinata yang bergetar itu ke dalam pelukannya. Gadis itu menangis.

“Hiks,, O-oba-san bilang, a-aku bisa m-memilih,” Isakan lirih itu terdengar menyakitkan bagi Sasuke. Yang dapat Sasuke lakukan hanyalah memeluk Hinata agar gadis itu bisa menerima takdirnya.

“Terima takdirmu, menjadi pendampingku Hinata.” Sasuke mengelus lembut rambut Hinata. Ia semakin mengeratkan pelukannya. Kepalanya bahkan sudah berada di ceruk leher Hinata. Wangi lavender yang menguar dari tubuh Hinata benar-benar menggiurkan. Tanpa Sasuke sadari, matanya sudah berubah menjadi berwarna merah. Taring yang berada di sudut bibirnya bahkan sudah terlihat memanjang, dan siap menancapkan taring itu pada leher sang Hyuuga. Sasuke benar-benar sudah menjadi pemangsa saat ini. sial! tubuhnya sulit di kendalikan.

“Terimakasih Sasuke-kun, kau sudah menjelaskannya.” Hinata menyembunyikan wajahnya pada dada bidang Sasuke. Ia tidak menyadari perubahan dari pria yang sedang memeluknya ini.

“Sa-sasuke?” dan panggilan lembut dari Hinata kembali menyadarkannya. Dengan cepat Sasuke mendorong tubuh Hinata menjauh. Perubahannya masih terlihat jelas. Matanya merah semerah darah, dan juga taringnya semakin memanjang. Hinata yang melihat perubahan dari Sasuke terdiam kaku. Tubuhnya tidak bisa di gerakan. Ia ingin lari, tapi tubuhnya sama sekali tidak menuruti perintah dari otaknya. Ia terlalu takut melihat Sasuke yang seperti ini. Sasuke akan membunuhnya sekarang. Ia belum siap. Hinata masih ingin hidup!

“PERGI HINATA! AKU TIDAK BISA MENAHANNYA LEBIH LAMA. CEPAT KELUAR SEBELUM AKU MENYERANGMU!!” Sasuke berteriak dengan keras. Hinata yang mendengarnya bahkan tersentak dan mengangguk tanda setuju dengan permintaan dari Sasuke.

“S-semoga kau baik-baik saja Sasuke-kun.” Dan Hinata dengan ajaibnya bisa menggerakan tubuhnya. Ia berjalan ke arah pintu keluar kamarnya. Meninggalkan Sasuke, yang sekarang mengerang kesakitan.

oOo

 

Hinata berlari ketakutan. Ia berlari tak karuan saat ini. Ia benar-benar tidak mengenali ruangan gelap ini. Disini, sama sekali tidak ada pencahayaan. Hinata takut. Apalagi saat sosok Uchiha Sasuke yang mengejarnya. Mata merahnya yang terlihat kelaparan, dan juga taring di sudut bibirnya membuat Sasuke tampak menyeramkan. Sasuke berniat untuk membunuh Hinata sekarang. Hinata lelah terus berlari dari Sasuke sejak tadi. Kakinya sudah lemas.

Brukk

Hinata tersungkur. Gadis itu terjatuh. Ia meringis kesakitan. Dapat Hinata lihat lututnya terlukan, dan darah segar keluar dari luka itu. Sasuke yang mencium aroma darah dari Hinata segera mendekat dengan cepat. Sehingga Bungsu Uchiha itu sudah berada di depannya. Memeluknya dengan sangat erat. Ia menyelusupkan kepalanya pada leher Hinata. Hinata memejamkan matanya. Ia sudah tidak bisa berkutik lagi saat ini.

“Kau milikku, Hyuuga Hinata.” Sasuke berbisik pelan di telinganya, sebelum menancapkan taringnya yang tajam pada leher Hinata. Hinata berteriak kesakitan saat itu juga. Penderitaan saat Sasuke menggigitnya benar-benar menyakitkan. Hinata sudah bisa merasakan jika nyawanya akan segera di tarik oleh malaikat pencabut nyawa.

.

.

Hinata terbangun dari mimpi buruknya. Peluh sudah membasahi pelipisnya saat ini. Gadis itu berkeringat dingin dalam tidurnya. Baru kali ini, Hinata merasakan mimpi buruk. Mimpi itu benar-benar terasa sangat nyata sekali. Ia pikir, dirinya sudah mati sekarang. Untung saja, yang tadi itu adalah mimpi.

“Hah,, hah,,” Nafas Hinata terputus. Ia pun mengambil gelas berisi air putih yang selalu Hinata simpan di atas nakas. Meminumnya dengan terburu-buru sampai tandas. Air segar itu mengalir ke dalam kerongkongannya. Hinata merasa tenang sekarang. Walaupun bayangan dari mimpi buruk itu masih terngiang di kepalanya.

Hinata menoleh kearah jam weker berbentuk Hello Kitty yang berada di sampingnya. Menghela nafas pelan, sebelum menghembuskannya kembali.

“Masih pukul tiga. Sebaiknya aku segera tidur. Besok akan menjadi hari yang melelahkan. Aku akan menghindari Sasuke.” Dan Hinata kembali menarik selimut tebalnya sampai menutupi wajahnya. Segera memejamkan matanya, berharap Ia segera kembali memasuki alam bawah sadarnya.

To Be Continued ^^

Terimakasih karena sudah mereview fanfict gaje ini. Tanpa dukungan dari kalian, mungkin ff ini tak pernah ada ^^

Maaf yah, lama ^^

So Mind To Review? ^^

Astia Morichan

Advertisements

One thought on “Bokuwa Vampire | Chapter 3| SasuHina

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s