Boys Living | AkaKuro Fanfic| Yaoi

Boys Living

All Chara Kuroko no Basuke Belong to Tadatoshi Fujimaki

M tapi di sini masih T

Romance, Drama

Waning: Typo, OOC, Yao, Dont Like Dont Read, dll

a.n: Biar aman saya simpen di M. Karena saya udah memikirkan pemikiran nista tentang FF ini. karena AkaKuro selalu membuat pikiran saya berimajinasi terlalu tinggi. Ini adalah Remake dari Komik Boys Live karya Maki Nishikata. Tapi bakal saya ubah sesuai imajinasi saya.^^

Kuroko Tetsuya memutuskan untuk tinggal sendiri, sejak masuk SMA. Ia menyewa sebuah apartemen sederhana. Tapi karena sebuah kesalahan agen apartemen. Selama dua minggu Kuroko harus tinggal berdua dengan Akashi Seijuurou yang merupakan teman sekelasnya.

Akashi Seijuurou X Kuroko Tetsuya

EnJOY!

Happy Reading

 

oOo

Hari Minggu yang cerah ini, adalah hari yang sangat di tunggu oleh pemuda berumur 16 tahun. Tahun ini, Kuroko masuk ke SMA yang berada di Tokyo. SMA Teiko yang sangat favorit. Kuroko Tetsuya sudah menantikan hari bersejarah dalam hidupnya. Hari dimana Ia akan menyewa sebuah apartemen untuk dirinya sendiri. Kuroko bahkan sudah menabung sejak lama, agar impiannya tercapai. Ia tidak ingin tinggal dengan kedua orang tuanya lagi. Dua bulan lalu, Kuroko menemukan apartement yang Ia sukai. Tipe satu kamar, dengan sewa yang cukup murah. Hanya dengan 40 ribu yen, Kuroko bisa mendapat tempat yang bagus. Kuroko juga tidak ingin menyusahkan orang tuanya. Karenanya, Ia berniat untuk melakukan kerja sampingan agar dapat membayar sewa apartemennya. Sebenarnya Kuroko meninggalkan rumah agar kedua orang tuanya bisa mandiri dan tidak bergantung padanya dalam hal kebersihan.

“Jika tidak ada Tetsu-chan, tidak ada yang bersih-bersih lagi.” Itu adalah perkataan dari Ibunya sebelum Kuroko pergi dari rumahnya, dengan membawa ransel besar berisi pakaiannya. Ibunya memang tidak dapat bersih-bersih. Ah- ralat, semua keluarganya tidak menyukai kebersihan. Mereka semua selalu berantakan. Jika tidak ada Kuroko, rumahnya selalu menjadi kapal pecah. Kuroko itu cinta kebersihan, Ia sangat risih jika lingkungannya berantakan.

Dan disinilah Kuroko sekarang. di sebuah apartemen yang sederhana. Dengan perlahan Kuroko masuk ke dalam apartemen itu. Masuk ke dalam lift yang akan mengantarnya ke lantai lima. Hanya butuh waktu satu menit, lift itu berdenting dan terbuka. Kuroko segera keluar. Dengan senyum yang masih mengembang di wajahnya, Ia melangkah menuju pintu bernomor 201. Ia mengambil kunci yang sudah diberikan petugas apartement padanya. Memasukan kunci itu pada lubang pint, dan viola!

Kuroko Tetsuya mematung di tempat saat pintu itu sukses terbuka dengan lebar. Manik aquamarine miliknya membulat, tak percaya dengan apa yang Ia lihat saat ini. Seorang pemuda berambut merah, yang setengah telanjang berada di kamar apartemen yang baru Ia sewa. Pemuda itu hanya memakai celana boxernya, sambil memainkan joystick di tangannya. Yang paling membuat Kuroko kaget adalah, kamar ini sangat kotor. Sampah bekas makanan ringan, pakaian, dan juga buku tersebar dimana-mana. Ia seperti kembali ke dalam rumah orangtuanya.

“Si-siapa kau? Kenapa ada di kamar ini?” Kuroko mendekat ke arah pemuda itu. Mendengar suara orang yang memanggilnya. Sang pemilik surai crimson itu menoleh ke arah Kuroko yang menatapnya tajam.

“Aku Akashi Seijuurou, dan kau?” dengan santainya, pemuda bernama Akashi Seijuurou itu kembali fokus pada layar LCD dan juga joystick di tangannya.

“Aku Kuroko Tetsuya. Mulai hari ini, apartemen ini tempat tinggalku. Kenapa kau ada disini?” dan Akashi kembali menoleh ke arah Kuroko.

“Apa kontrak mu tidak salah, Tetsuya? Aku baru tinggal di sini sejak kemarin.”

 

‘Baru satu hari, tapi kamar ini sudah seperti kapal pecah.’

 

“Aku akan mengecek dulu. Tunggulah sebentar Akashi-kun,” Kuroko hanya mendapat deheman pelan dari Akashi. Karena pemuda bersurai merah itu, kembali sibuk dengan gamenya.

Menghela nafas pelan, sebelum Ia mengambil ponselnya dan menekan nomor pemilik Apartemen. Di dering kedua, sambungan itu terhubung. Kuroko bisa mendengar suara laki-laki paruh baya di sebrang sana.

“Apa? Kontraknya Double?” Kuroko berteriak keras, ketika sang pemilik Apartemen itu mengatakan hal yang tidak masuk di akal. Hey! Kuroko itu hanya menginginkan apartemen dimana Ia bisa tinggali sendiri.

“Ah, maaf. Ini adalah kesalahan kami. Waktu anda kesini, kamar itu memang kosong.”

“Kalau begitu, tolong segera proses kepindahannya.”

“Tapi semua kamarnya sudah terisi penuh sejak kemarin.”

“Ti-tidak bisa pak!”

“Anda berdua sebaya kan? Bagaimana kalau tinggal bersama dulu untuk sementara waktu?” Kuroko hanya bisa menghela nafas pasrah. Mau bagaimana lagi kan? Ini semua sudah terlanjur.

“Baiklah, kutunggu kamarnya dua minggu lagi.” Dan Kuroko langsung menutup panggilan itu. Ia kembali berjalan ke arah Akashi.

“Kontraknya double. Dalam waktu dua minggu, aku akan mencarikan kamar yang mirip. Tolong kerja samanya selama dua minggu ini. Setelah kamarnya ada, kau bisa pindah dari sini.”

“Merepotkan. Tinggal berdua juga tidak masalahkan? Lagi pula kita sesama pria. Sewanya juga bisa lebih murah.” Akashi berdiri, menatap Kuroko yang masih terlihat kesal akibat kejadian ini.

“Tidak bisa! Lihat sampah yang berada di kamar ini. aku tidak bisa tinggal seperti ini. bukannya sombong, tapi aku menyukai kebersihan Akashi-kun.” Kuroko berjalan ke arah sampah. Ia memungutnya, dan membersihkannya dengan cepat. Sementara Akashi hanya memperhatikan Kuroko dalam diam.

Setelah 15 menit, akhirnya kamar itu terlihat bersih. Barang-barang Akashi di simpan di sebelah kiri. Ruangan yang cukup luas itu kini terbagi. Sebelah kanannya, menjadi kosong. Kuroko mengambil sebuah selotip berwarna merah yang ada di tasnya. Ia kembali berjalan, ke ujung.

“Ini untuk sementara Akashi-kun.” Kuroko menempelkan selotip itu. Sehingga kamar itu sudah benar-benar terbagi menjadi dua.

“Ini adalah wilayahku, dan itu adalah wilayahmu. Akashi-kun tidak bisa masuk satu mili pun ke dalam wilayahku. Aturannya sederhana. Jangan ikut campur, dan menyentuh barang orang lain. Mengerti?” dan ucapan panjang lebar Kuroko, hanya di sambut deheman Akashi. Karena pemuda itu kembali melanjutkan gamenya yang tertunda.

“D-dengarkan aku!” Kuroko berteriak frustasi. Demi Tuhan! Ia tidak bisa tinggal dengan Akashi seperti ini!

“Hn, Aku mendengarmu Tetsuya.” Lelah kembali berdebat dengan Akashi. Kuroko memilih untuk keluar dari kamarnya. Ia akan membereskan tempat tinggal barunya. Barang-barangnya masih berada di bawah. Nekoya* membantu Kuroko untuk mengangkat semua barangnya ke dalam apartemen barunya itu.

oOo

Langit malam kota Tokyo terlihat sangat indah sekarang. bulan dan bintang menghiasi langit. Sudah di pastikan, jika semua orang akan bahagia jika menikmati malam ini. Berbeda dengan pemuda bersurai biru yang terlihat kesal sekarang. Kuroko Tetsuya, menatap makan malamnya dengan kecewa. Bagaimana tidak? Ia memasak ikan salmon, dan ternyata ikan itu gosong karena terlalu lama di biarkan. Kuroko memang tidak bisa memasak. Memasakan bukanlah keahliannya.

“Hah,,” Menghela nafas pelan, sebelum mengambil sumpitnya. Dengan terpaksa memasukan ikan gosong itu ke dalam mulutnya.

‘Tidak enak.’

Manik aquamarinenya menatap ke arah Akashi yang masih setengah telanjang itu. Pemuda berambut crimson itu asyik memakan cup ramen yang terlihat menggiurkan di matanya. Merasa di perhatikan, Akashi menoleh ke arah Kuroko yang masih menatapnya.

“Mau?” Jujur saja, jika Kuroko ingin sekali mengangguk da mengatakan ya. Tapi harga dirinya terlalu tinggi untuk itu.

“T-tidak.” Menunduk lesu, dan kembali memakan masakan gosongnya itu. Sementara Akashi? Pemuda bersurai crimson itu tersenyum ke arahnya. Ah, Kuroko Tetsuya benar-benar menarik.

oOo

Suara berisik itu terdengar. Membuat Kuroko melengguh dalam tidurnya, dan mencoba membuka matanya karena mendengar kegaduhan yang di dengarnya. Hanya butuh beberapa detik, akhirnya manik aquamarine itu terbuka. Retinanya, menangkap sosok Akashi Seijuurou yang sudah memakai seragam sekolah. Pemuda bersurai crimson itu, memakai blazernya. Hingga nampak sangat menawan. Bahkan Kuroko harus terpaku beberapa saat, ketika memandangi tubuh Akashi.

“Tetsuya? Kau sudah bangun?” Akashi menoleh ke arah Kuroko yang masih memandanginya. Sial! Ia tertangkap basah memandangi Akashi.

“Hm, k-kenapa pagi sekali sudah bangun?” Kuroko memutuskan untuk bangun. Sekarang Ia duduk di ranjangnya, dan kembali memandang Akashi yang sudah membawa tasnya.

“Aku harus latihan pagi.”

“Eh? Bu-bukannya hari ini upacara masuk sekolahkan?”

“Ya, tapi aku harus tetap latihan pagi. Setelah itu, aku akan ikut upacara. Aku duluan Tetsuya. Tolong kunci pintunya,” Dan Kuroko hanya bisa terdiam ketika Akashi mengacak surai birunya sebelum melangkah pergi keluar dari pintu apartemennya. Sial! sentuhan Akashi membuatnya mati kutu. Jantungnya bahkan berdebar ketika merasakan sentuhan itu.

Setelah itu, Kuroko memutuskan untuk segera bersiap. Hari ini adalah hari penerimaan murid baru. Kuroko tidak boleh terlambat di hari pertamanya masuk sekolah.

Hanya butuh waktu 30 menit, Kuroko selesai untuk bersiap. Ia melirik ke arah jam weker yang berada di nakas. Manik aquamarinenya membulat menatap jam itu. Pukul tujuh! Kuroko bisa telat jika tidak segera pergi.

“Ah, Aku bisa telat!” dan dengan kecepatan kilat, Kuroko keluar dari apartementnya. Mengunci pintu apartemennya dengan tergesa-gesa. Dan segera melesat pergi. Ia harus berlari kencang untuk sampai stasiun.

oOo

Kuroko Tetsuya duduk di ujung dekat jendela di kelas barunya. Dan Ia harus kembali mengalami kesialan, karena yang duduk di sampingnya adalah Akashi Seijuurou. Ia harus satu kelas dengan Akashi sekarang. Cobaan apa lagi yang Tuhan berikan padanya. Tidak cukupkah setelah membuat Akashi satu apartemen dengannya?

Pemuda bersurai crimson itu kini tertidur dengan lelap di bangkunya. Mungkin Ia kelelahan akibat latihan paginya. Akashi memang seorang pemain basket. Ia masuk ke SMA Teiko karena prestasi basketnya. Kuroko dapat melihat pemuda itu terlelap dengan nyenyak. Jika seperti ini Akashi terlihat seperti anak kecil. Benar-benar lucu. Kuroko bahkan tidak bosan menopang pipinya, untuk menatap Akashi yang terlelap itu.

“Kuroko Tetsuya?” Suara pria paruh baya itu menyentak lamunan Kuroko yang asyik memandang Akashi. Dengan refleks Ia berdiri dan menatap pria paruh baya yang berada di depan kelas dengan bingung.

“Aku memintamu untuk melakukan pidato sebagai wakil murid baru. Apa kau bersedia?”

“Baiklah sensei.” Dan Kuroko tersenyum menyanggupi permintaan Sensei barunya itu.

“Baiklah, semuanya kita ke aula untuk penyambutan murid baru.” Dan perintah dari sang Sensei itu segera di turuti oleh semua siswa yang mulai keluar dari kelas, menuju aula penyambutan.

“Akashi-kun, bangun.” Kuroko mengguncangkan pelan bahu pria itu. Sehingga Akashi mengkerutkan keningnya, dan terlihatlah manik dwi warna yang sejak tadi tertutup. “Kita harus ke aula.”

“Baiklah, ayo Tetsuya.” Dan tanpa menunggu, Akashi berdiri dari duduknya dengan menarik tangan Kuroko menuju aula. Kuroko hanya bisa terdiam, ketika Akashi menariknya. Di luar dugaan, Kuroko bahkan tidak menolak sama sekali ketika Akashi menggandeng tangannya.

oOo

Aula itu sudah di penuhi oleh seluruh siswa yang merupakan murid baru. Sekarang Kuroko berdiri di sebuah podium. Menghadap ke arah seluruh siswa yang mulai memperhatikan Kuroko yang masih terdiam. Manik aquamarinenya menatap Akashi Seijuurou yang duduk tenang di depan, sambil memperhatikannya. Entahlah, Ia merasa sangat senang jika Akashi memperhatikannya seperti itu. Menghela nafas pelan, sebelum memulai pidatonya.

Hanya perlu waktu 10 menit, untuk Kuroko mengutarakan pidatonya. Sebelum pemuda bersurai biru itu menutupnya.

“Karena itu, untuk menjalani kehidupan SMA yang baru. Mari kita berusaha untuk melangkah maju setiap hari.” Dan penutupan dari Kuroko di sambut oleh tepukan yang merah. Membungkuk hormat, sebelum meninggalkan podium, dan kembali ke tempat duduknya berada. Di samping Akashi Seijuurou.

“Pidatomu bagus, Tetsuya.” Akashi tersenyum tipis ke arahnya.

“Terimakasih Akashi-kun.” Dan Kuroko harus menahan kembali debaran jantungnya saat Akashi tersenyum lembut ke arahnya.

 

To Be Continued ^^

*Nekoya: tukang angkat barang

Entahlah, akhir-akhir banyak banget ide yang masuk tentang AkaKuro. Mungkin karena asupan doujinshi AkaKuro yang membuat khayalan saya makin meningkat. 😥

Lanjut apa ngga nih Minna-san? ‘-‘

Mind To Review?

Astia Morichan^^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s