Boku Wa Vampire | Chap 4| SasuHina FF| Vamfict

Boku Wa Vampire

Rated T

Romance, Fantasy

Song : Boku Wa Vampire – Hey! Say! JUMP

All Chara belong ‘Masashi Kishomoto’ and over all this fict is mine

Warning: OOC, TYPOS, DLL. DONT LIKE DONT READ YO!! Please be patient with me ^^

Sasuke X Hinata

Uchiha Sasuke yang merupakan bungsu dari Uchiha Fugaku – Sang Raja Vampire dunia kegelapan memberinya misi untuk membawa Hyuuga Hinata untuk membawanya kembali ke dunia vampire sesuai dengan perjanjian yang sudah Hiashi buat. Bisakah Sasuke membawanya? Dan menjadikan Hinata makhluk kegelapan seperti dirinya?

a/n: oke saya akan menjelaskan Chapter kemarin. chapter kemarin yang Sasuke memunculkan taringnya itu bukanlah mimpi. Itu nyata. Yang mimpi itu Cuma bagian akhirnya. Disini saya mencampur mitologi dunia bawah. Semoga semakin suka FFnya. Glorasium ada di bawah kalau gak ngerti ^^ Italic itu flashback.

Happy Reading!

Enjoy!!

Boku wa vampire koi wa dangerous
Kamitsuki souna kissu ga tomaranai
Boku wa vampire ai no shoudou ga
So burn! Burn! Haretsushi sounanda

Boku wa vampire kimi wa taagetto
Torokeru youna kissu shite ii kai?

oOo

 

Kastil megah itu terbentang dengan kokoh di daerah pegunungan berwarna hitam yang di kelilingi awan mendung. Kastil itu terlihat tua, dengan dinding putih beratap merah marun yang berdiri dengan gagah di atas bukit pada ketinggian 200 kaki. Aura kelam, nampak terasa jika berada di daerah itu. Bahkan para troll tidak ingin mendekat. Tentu saja, karena kastil megah ini adalah milik kerajaan Uchiha- yang merupakan Raja Vampire yang menguasi wilayah Barat.

Di bagian kastil itu, tepat di sebuah ruangan dengan dinding bercat semerah darah, dan juga beberapa patung menghiasi ruang singgsana itu. Ruangan itu hanya di penuhi oleh cahaya lilin yang menghiasi setiap sudut ruangan. Kursi tahta terlihat sangat megah, karena sang Raja tengah duduk tenang disana. Di kursi singgasana terlihat jelas sosok Uchiha Fugaku yang memakai baju zirah kebanggaannya menatap Uchiha Itachi dengan tajam.

“Tinggal lima hari lagi, sebelum Sasuke membawa kembali gadis Hyuuga itu,” Suara Fugaku menggema ke seluruh kastil kerajaan. Semua pengawal yang berada di sampingnya menunduk takut. Begitu pula, Uchiha Itachi- selaku pewaris tahta yang sekarang duduk bersimpuh. “Seharusnya, kau yang datang ke dunia manusia Itachi.” Fugaku bergeram marah, mengingat kelakuan Putra Sulungnya yang seenaknya pergi begitu saja.

Itachi hanya terdiam mendengar murka sang Ayah. Enggan membela dirinya sendiri. Lagi pula, ini semua adalah kesalahannya. Itachi kabur dari kerajaan, sehingga tugas yang seharusnya di berikan padanya di bebankan pada adiknya.

Astaroth akan mengincar Hinata. Ia akan mengirim bangsa Dracula untuk membawa Hinata ke Gerha Hades. Aku akan mengirimmu ke dunia manusia saat Hinata genap berusia 18 tahun. Tiga hari lagi kau harus turun ke sana. Dan membantu Sasuke. Adikmu tidak mungkin bisa melawan pasukan Dracula seorang diri,” Fugaku menghela nafas pelan. Ia sama sekali tidak menyangka jika harus melawan Astaroth. “Aku akan membicarakan kelakuan Astaroth pada Hades nanti.”

“Baiklah, Otou-sama.” Itachi mengangguk patuh. Ia sama sekali tidak menyangka akan berurusan dengan bangsa Dracula yang menjijikan itu. Itachi lebih baik berurusan dengan werewolf, atau manticore. Lagi pula, kenapa Astaroth sang Pangeran bermahkota Iblis itu menginginkan Hinata yang merupakan manusia? Itachi benar-benar tidak mengerti.

“Kau boleh pergi, Itachi. Kau akan membawa Sasori beserta Deidara nanti.” Itachi mengangguk, dan membungkuk hormat. Sebelum berbalik, menjauh dari singgasana sang Ayah. Ia ingin beristirahat di kastilnya sekarang. Sungguh, Itachi sangat lelah karena acara kaburnya dari kerajaan. Salahkan Konan- yang merupakan kekasihnya itu karena kabur seenaknya. Sehingga Itachi harus mencarinya ke wilayah Utara.

 

oOo

Bel tanda pulang berbunyi. Semua siswa bersorak senang karena hari ini adalah chrismas eve.Tapi yang lebih membuat mereka senang karea mereka tidak usah mendengarkan celotehan Kakashi Sensei yang menerangkan tentang Teori Relavitas. Sungguh, celotehan dari guru bersurai perak itu hanya membuat sakit kepala.

“Baiklah, pelajaran hari ini selesai. Selamat Natal.” Tanpa menunggu jawaban dari semua siswanya. Hatake Kakashi melenggang pergi. Meninggalkan kelas yang gaduh itu.

Gadis bersurai indigo itu terlihat sibuk saat Kakashi meninggalkan kelasnya. Hyuuga Hinata sibuk membereskan semua peralatan sekolahnya ke dalam tas. Ia tidak ingin terlalu lama di kelas. Ia harus segera keluar kelas untuk menghindari Sasuke.

Hinata tersenyum lega, saat menyadari semua alat tulis beserta buku sudah masuk ke dalam tasnya. Saking terlalu fokus pada tasnya, Hinata bahkan tidak menyadari kehadiran sosok Uchiha Sasuke yang sekarang berdiri tepat di hadapannya.

“Hinata. Kita perlu bicara.” Suara bariton milik Sasuke membuat Hinata terkesiap. Gadis itu terlihat kaget, saat amethysnya menangkap sosok Uchiha Sasuke yang menatapnya tajam. Onyx itu terlihat sangat mengintimidasi dirinya. Apalagi Uchiha itu sudah berada di depannya, sambil mengetuk ujung meja dengan jarinya

“A-aku t-tidak mau.” Hinata menunduk takut.

“Ada yang perlu kau ketahui Hinata.” Sasuke menarik tubuh gadis itu agar berdiri dari duduknya. Menggenggam tangan Hinata dan menariknya pergi keluar dari kerumunan orang yang berada di kelas itu. Hinata terdiam saat dirinya di tarik begitu saja. Ia tidak melawan. Dirinya terlalu takut dengan Sasuke. Walaupun sebenarnya, Hinata merindukan sosok Sasuke yang perhatian padanya.

Sudah lebih dari seminggu Hinata menjauh dari Sasuke. Memang, Sasuke selalu mengantarnya . Tapi pemuda bersurai raven itu selalu di abaikan olehnya. Sejak kejadian di kamar Hinata saat dirinya berubah menjadi sosok vampire yang menakutkan, Hinata selalu menjauh. Gadis itu akan selalu merasa ketakutan saat bersamanya. Seperti sekarang. Hinata memilih untuk diam sambil menundukan kepalanya , dari pada menatap Sasuke yang sudah menariknya pergi.

Mereka sudah berada di taman belakang. Tempat pertama kali Sasuke mengajaknya untuk berbicara. Angin dingin berhembus dengan kencang. Menerpa dedaunan. Bahkan rambut Hinata pun tertiup oleh angin, sehingga aroma lavender yang menguar dari tubuh Hinata bisa tercium dengan jelas oleh Sasuke. Sial! Sasuke merindukan tubuh gadis itu. Sudah terlalu lama Hinata mengabaikannya seperti ini. Dan itu adalah siksaan bagi Sasuke.

“Hinata, lihat aku.” Sasuke mengangkat dagu Hinata. Sehingga gadis itu mengadah, dan menatapnya. Membiarkan onyx sehitam malam itu mengunci amethysnya. Sasuke menangkup pipi Hinata dengan jemari kokohnya. Telunjuknya bermain dengan pipi Hinata. Hinata menutup matanya perlahan. Ia menyukai sentuhan Sasuke. Kehangatan yang Sasuke berikan membuatnya nyaman. Jujur saja, Hinata tidak ingin menjauh. Tapi jika mengingat kejadian di kamarnya dengan Sasuke membuat gadis itu kembali ketakutan.

“Waktuku dua hari lagi. Dan saat bulan purnama nanti, aku akan membawamu. Walaupun dengan paksaan.” Sasuke berucap lirih. Ia mendekatkan wajahnya. Mempersempit jarak antara dirinya dengan Hinata. Kening mereka bersentuhan. Nafas mereka saling berbaur satu sama lain.

Hinata membuka amethysnya. Ia menatap Sasuke perlahan.

“Ba-bagaimana jika aku kabur dari mu Sasuke-kun?”

 

“Mustahil. Kau tidak akan pernah lari dariku Hinata.”

 

“Tapi aku tak ingin menjadi makhluk penghisap darah Sasuke-kun!”

 

“Hinata terima takdirmu,” Sasuke kembali mengusap pipi Hinata pelan. “Jiwamu itu milik Uchiha. Kau akan menjadi sepertiku. Aku akan mengubahmu.”

Hinata terdiam. Masih enggan untuk membantah Ucapan dari Sasuke.

“Itachi, kakakku datang menemuiku kemarin. Kau di incar oleh Astaroth,” Hinata mengenyitkan alisnya heran. Tak mengerti dengan ucapan yang keluar dari vampire di hadapannya. “Bangsa Dracula akan mengincarmu juga nanti.” Dan tubuh Hinata seakan lemas saat mendengar peringatan dari Sasuke. Kenapa tidak ada yang benar? Semua ini tidak masuk akal. Kenapa Hinata harus di incar oleh Dracula? Bukankah Vampire dan Dracula itu sama? Lalu siapa pula Astaroth?

“Vampire dan Dracula itu berbeda Hinata,” Sasuke menjelaskan saat mendengar pikiran Hinata. Tersenyum pelan, saat Hinata menatapnya penuh tanya. Seakan mengatakan ‘Kau harus menjelaskan semuanya padaku, Sasuke-kun!’

“Astaroth adalah iblis. Putra mahkota Hades dari Tartarus. Apa kau tahu Tartarus?” Hinata mengangguk pelan. Tentu saja, Siapa pula yang tidak mengenal tempat mengerikan itu?

“Underworld. “

“Hn. Astaroth tertarik padamu. Entah apa yang sudah kau perbuat sehingga Iblis itu tertarik denganmu untuk membawamu ke Tartarus.” Amethys itu membulat. Tak percaya dengan cerita konyol yang di ceritakan Sasuke. Kenapa sekarang ada Iblis yang mengincarnya? Semua ini semakin tidak masuk akal! Hinata tidak mau di bawa ke Tartarus. Dalam pelajaran mitologi yang Ia pelajari di sekolahnya, Tartarus adalah tempat Kerajaan Dewa Hades. Neraka. Tempat yang sama sekali tidak ingin Hinata datangi.

“Berhenti berbicara omong kosong, Sasuke-kun!” Hinata mendorong tubuh Sasuke. Sehingga Tubuh mereka saling menjauh.

“Aku akan menjagamu sampai saat itu tiba, dan membawamu ke Kerajaanku Hinata. Aku tidak akan membiarkan Naruto membawamu ke Gerha Hades.” Hinata kembali menatap Sasuke tajam. Ia jengah mendengar omong kosong yang tidak masuk akal ini.

“Sasuke-kun, Hentikan omong kosongmu ini. A-aku tidak akan ikut denganmu, ataupun dengan Dracula yang kau ceritakan.” Hinata berbalik. Ia mulai melangkahkan kakinya menjauh dari Sasuke. Mengabaikan Sasuke yang sekarang bergeram marah sambil menatap punggungnya menjauh.

“Aku akan tetap membawamu. Ingat itu, Hinata!”

 

oOo

 

“Sedikit lagi nyonya. Ayo berusahalah.” Perawat bersurai hitam itu, menggenggam tangan Hyuuga Hikari yang sekarang tengah berjuang untuk melahirkan putri pertamanya di rumah sakit ternama yang ada di Tokyo. Peluh nampak membasahi kening wanita itu. Nafasnya berburu, berusaha untuk menarik nafas dengan dalam dan menghembuskannya pelan. Mengikuti saran dari Dokter Biwako.

 

“Kepalanya sudah terlihat. Sedikit lagi Hikari-san.” Biwako berseru saat melihat kepala sang bayi.

 

“Berjuanglah, Anata.” Hiashi menggenggam erat tangan Hikari. Pria paruh baya itu, terlihat cemas saat ini. Tangan gemetaran, saat melihat Hikari kesakitan. Baru kali ini, Ia melihat istrinya sakit seperti itu.

 

“Ahh,,, hah,, hah,,” Pegangan Hiashi mengerat saat sang istri berhasil mengeluarkan bayinya.

 

“Berhasil bayinya keluar,”Biwako berseru senang saat bayi permpuan bersurai indigo itu sudah berada di gendongannya.

“Shizune, bersihkan bayinya.” Biwako menyerahkan bayi itu pada tangan Shizune. Shizune menggendongnya dengan pelan, sebelum membersihkan darah yang menyelimuti bayi itu. Sementara Biwako kembali mengecek keadaan Hikari yang sekarang tersenyum bahagia karena putri pertamanya lahir. Hari ini Ia menjadi seorang Ibu.

 

“Sensei, bayi ini tidak menangis. Aku sudah menepuk punggungnya. Bahkan memberinya nafas buatan. Tapi bayi ini tidak menangis, dan terdiam. Wajahnya mulai memucat, Sensei!” Shizune berseru panik saat menyadari keadaan dari sang bayi dalam gendongannya. Sementara Hiashi dan Hikari terdiam kaku. Tubuh pasangan suami istri itu menengang. Tidak! Hiashi tidak ingin Putri satu-satunya itu meninggal. Dengan cepat, Hiashi mengambil bayi Hinata itu dari tangan Shizune. Shizune menatap kaget Hiashi.

“Berikan padaku. Aku yang akan mengurusnya. Keluar kalian semua!!” Hiashi berteriak lantang. Membuat semua perawat serta Dokter Biwako mengangguk patuh, dan keluar dari kamar rawat Hyuuga Hikari. Enggan melawan kekuasaan Hyuuga.

 

“Hikss, Ti-tidak. H-hinata ku akan baik-baik saja!!” Hikari menangis histeris. Wanita itu bahkan mengabaikan rasa sakit, akibat persalinan yang Ia jalani.

 

“27 Desember. Tepat saat bulan merah akan muncul. Uchiha akan membantu kita. Aku akan membuat ritual untuk memanggilnya disini.” Hiashi membuka tirai jendela yang memperlihatkan bulan yang di hiasi warna merah. Walaupun ini adalah musim salju. Bulan itu terbentang dengan indah, berhiaskan warna semerah darah.

“Kau akan hidup, anakku.” Hiashi mengecup kening bayi mungilnya dengan lembut. Sebelum meletakan Hinata pada gendongan Hikari.

 

“Aku akan mempersiapkan ritual. Kau tunggu, dan jaga Hinata.” Hikari mengangguk patuh, sambil memeluk erat Hinata. Membiarkan suaminya untuk pergi, dan mempersiapkan ritual terlarang.

 

oOo

Hiashi sudah menyiapkan sebuah ritual yang akan Ia jalankan di kamar bernuansa putih itu. Sebuah altar kecil, dan juga tempat tidur mungil berwarna merah terletak di ruangan itu. Lilin-lilin kecil mengelilingi altar itu. Hiashi menempatkan Hinata di altar itu. Bayi itu terlihat tidak bergeming sedikit pun. Hiashi dan Hikari menatap nanar putri pertamanya. Ini benar-benar menyakitkan. Jujur saja, Hiashi tidak tega untuk menjual putrinya pada makhluk kegelapan. Tapi Hiashi hanya ingin putrinya hidup. Apapun akan Ia lakukan asalkan putrinya hidup. Walaupun taruhannya adalah jiwanya sendiri. Itu tidak masalah.

 

“Tenanglah. Hinata akan hidup.” Hikari mengangguk. Menatap Hiashi dan Hinata dari ranjang pasien. Hikari hanya bisa berdoa dalam hati semoga pilihan suaminya tidaklah salah.

 

Setelah itu, Hiashi berlutut di depan altar. Ia mengucapkan beberapa mantra. Mulutnya bergumam pelan.

“Eala leofu sweoster, paem gastum befaeste ic pe. Alys pa poester pe inne onwunap. Ongunne Vampire!!”

 

Pyaarrr

 

Cahaya gelap tiba-tiba muncul menyelubungi altar itu. Puluhan kelelawar hitam bermunculan dan menyelumuti altar. Kelelawar hitam itu tiba-tiba berubah menjadi sosok pria paruh baya yang memakai jubah hitam beserta mahkota berkilauan yang terpasang di kepalanya. Pria itu terlihat sangat menawan dan gagah karena baju zirah yang di kenakannya tampak sangat cocok. Bagaikan seorang Raja zaman dahulu yang sekarang berkunjung ke zaman modern. Pria itu berdiri di samping altar. Menatap Hyuuga Hiashi, yang sekarang menunduk takut.

“Ada apa kau memanggilku Hyuuga?” Suara itu menggema di seluruh ruangan yang sekarang hanya di penuhi oleh cahaya lilin.

Hiashi mendongkak, menatap takut sosok Raja Vampire di hadapannya. Baru kali ini Hiashi bertemu seorang vampire. Keluarga Hyuuga sejak dulu memang pernah terikat dengan Vampire. Kakaknya- Hyuuga Hizashi bahkan menjual jiwanya sendiri hanya untuk kekayaan abadi.

“Tolong saya, Uchiha-sama.”

 

“Apa kau tahu imbalannya jika memohon pada iblis Hiashi?”

 

“Tentu, Uchiha-sama. Saya akan memberikan jiwa saya pada anda.” Tawa Fugaku terdengar meremehkan. Ia menatap rendah Hiashi yang masih tertunduk takut.

 

“Aku tidak menginginkan jiwa kotormu itu, Hyuuga.”

 

“Saya akan melakukan apapun untuk anda Uchiha-sama. Asalkan anda bisa menghidupkan anak saya.” Ucap Hiashi lirih. Ia benar-benar berharap jika vampire yang ada di depannya ini dapat menolongnya. Hiashi tahu, iblis berjenis vampire akan mengabulkan keinginannya.

“Aku menginginkan jiwa putrimu.” Hiashi membelalak, sebelum berseru takut.

“S-saya mohon, jangan sakiti putri saya Uchiha-sama.”

 

“Tidak. aku tidak akan menyakiti putrimu. Aku hanya menginginkan putrimu untuk menjadi pendamping hidup putraku kelak. Saat putrimu berumur 18 tahun. Aku akan membawanya ke kerajaanku.”

“Baiklah, saya setuju Uchiha-sama.” Tanpa pikir panjang, Hiashi menyetujui perjanjian itu. Hikari yang sejak tadi melihat, kini berseru keras. Memohon pada Raja vampire yang berada di hadapannya dengan tatapan memelas.

“Berjanjilah pada kami, jika anda tak akan menyakiti putri kami saat anda membawanya ke dunia anda.”

 

“Tentu saja, aku tak akan mengingkarinya.” Fugaku berbalik. Menatap bayi yang sudah tergeletak tak berdaya di hadapannya. Fugaku menggendong Hinata. Ia memandang bayi mungil itu dengan pandangan menilai. Setelahnya, Fugaku tersenyum. Ia menelusuri jari panjangnya, pada wajah Hinata. Jari-jarinya menari, menyentuh setiap tubuh bayi mungil itu. Kemudian, kuku panjangnya menyentuh lengan Hinata. Dan darah segar berwarna merah pekat itu keluar dari lengan Hinata. Setelah itu, Ia memunculkan kedua taringnya. Fugaku menancapkan taringnya pada lengan Hinata. Ia menghisap darah bayi itu, sebelum kembali menggigitnya dan membiarkan darahnya masuk ke dalam pembuluh darah Hinata. Fugaku sudah menandai bayi mungil itu. Sehingga Hiashi, tidak dapat mengingkari janjinya.

 

“Oeeee,, Oeeee,,” Dan tangisan bayi itu menggema di seluruh ruangan. Hikari dan Hiashi tersenyum lega mendapat putri pertama mereka menangis dengan sangat kencang dalam pelukan Fugaku.

 

“Terimakasih, Uchiha-sama. Terimakasih.” Hiashi berseru haru. Kemudian Ia mengambil Hinata dalam gendongan Fugaku. Hiashi mengecup sayang pipi bayi mungilnya itu. Ia benar-benar bahagia.

“Putraku akan menjemputnya 18 tahun lagi, Hiashi. Ingatlah janjimu.” Dan Fugaku kembali menjadi sosok kelelawar hitam yang mulai berpudar menjadi kegelapan absolut bersamaan dengan cahaya lilin yang tertiup angin.

oOo

 

Pemuda bersurai pirang itu tengah menatap pemandangan padang asphodel yang berada di depannya. Manik birunya itu menatap puas, saat mendengar suara siksaan yang menggema disana. Teriakan meminta tolong itu terdengar seperti nyanyian merdu di telinganya. Walaupun teriakan di padang asphodel tidak seindah teriakan kesakitan di padang Hukuman. Tapi Naruto menyukainya. Di tempat ini, seluruh jiwa kotor akan di bersihkan.

“Fugaku-sama, memerintahkan Itachi untuk turun ke dunia manusia. Membantu Sasuke untuk menjaga gadis Hyuuga itu dari anda, Naruto-sama.” Empousa bersurai pink berlutut di hadapan Naruto-sang Astaroth. Ia adalah putra mahkota yang akan menguasai seluruh makhluk kegelapan. Termasuk Vampire dan juga Dracula.

 

“Menarik. Aku semakin menginginkan Hinata untuk menjadi milikku saat ini.” Naruto menyeringai saat membayangkan Ia dapat membawa Hinata ke dalam kegelapan absolut miliknya. Naruto benar-benar tertarik pada Hinata, saat pertama kali bertemu dengan gadis polos itu.

 

“Dua hari lagi, Naruto-sama. Anda harus bergegas untuk menjemput Hyuuga Hinata.” Sang Empousa itu mengingatkan.

 

“Tentu saja, Sakura. Aku sudah bersiap untuk hal ini sejak lama. Kau lihatlah permainanku ini. Dan jangan sampai Otou-san mengetahui perbuatanku ini, atau aku akan membunuhmu.” Naruto menatap tajam Sakura. Sehingga empousa penghianat itu mengangguk patuh.

 

“Bagus, kau bisa kembali memata-matai kerajaan Vampire.”

 

“Baiklah, Naruto-sama.” Dan Sakura membungkuk hormat. Sebelum meninggalkan Naruto yang masih menyeringai menatap padang asphodel di depannya. Jujur saja, Sakura membenci padang asphodel itu. Sakura tidak menyukai suara teriakan kesakitan yang selalu menggema di sepanjang padang asphodel.

 

To Be Continued

To Be Continued

 

Astaroth: Iblis bermahkota dari Neraka. Aku buat Astaroth itu anak Hades. Dan dia adalah Naruto.

Manticore: makluk berkepala manusia, bertubuh singa, dan berekor kalajenking.

Gerha Hades: Kerajaan Hades di dunia bawah.

Tartarus: Dunia Bawah aka Neraka aka Underworld

Padang Asphodel: bagian Dunia Bawah tempat tinggal orang-orang mati yang semasa hidupnya amal baik dan buruk seimbang.

Empousa: vampire wanita bertaring, bercakar, dan berkulit seputih tulang. Vampire ini bisa berubah bentuk jadi apapun. Manusia, atau vampire lain.

 

Sekian penjelasaannya. Pokoknya FF ini akan menyangkut seluruh bagian makhluk kegelapan. Maupun itu iblis, vampire, makluk mitologi, dan juga dewa penguasa tartarus.

Sign

Astia Morichan ^^

 

Advertisements

7 thoughts on “Boku Wa Vampire | Chap 4| SasuHina FF| Vamfict

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s