Ghost Of Chanyeol | Chap 3| Yaoi|

12

Ghost of Chanyeol

T/T+/M

Romance, Fantasy, Suspense

Chanyeol yang patah hati karena Ia di tolak yeoja pujaannya. Akhirnya tanpa di sadari, ia tertabrak mobil. Menyebabkan semua orang tak dapat melihatnya. Kecuali Baekhyun yang mempunyai perasaan khusus padanya. Akankah Chanyeol kembali hidup lagi?

Warning: Typos, OOC, abal, dll

a/n: Terinspirasi dari komik bishojou,. Tapi saya lupa judulnya apa. Dan ini adalah repost ulang dari FF sebelumnya, yang sudah di rombak ^^ baca author note saya di bawah buat penjelasan hantunya

Park Chanyeol X Byun Baekhyun

Oh Sehun X Xi Luhan

EnJOY!

Happy Reading ^^

oOo

.

Baekhyun menggeliatkan tubuhnya perlahan, ketika cahaya matahari menerpa wajahnya yang terlihat sangat tampan, atau bisa di bilang juga cantik. Baekhyun mengerjapkan matanya lucu saat retinanya mulai menangkap cahaya matahari yang masuk ke sela-sela kelopak matanya, membuat seseorang yang sejak tadi memperhatikannya harus dengan susah payah menelan salivanya ketika melihat pemandangan di hadapannya ini.

“Hoahmm,, aku benar-benar masih ingin tidur.” ucap Baekhyun sambil menguap, dan mengucek matanya pelan. Sungguh Ia sangat terlihat lucu sekali. Bagaikan anak kecil yang baru bangun tidur.

“Bakkie-ah, cepat mandi. Kau harus sekolah sekarang.” Suara seorang wanita paruh baya terdengar dengan sangat jelas. Membuat Baekhyun mendecih pelan ketika suara Eommanya itu terdengar menggema sampai ke kamarnya. Dengan cepat Baekhyun bangun dari tempat tidurnya, dan mulai mengambil handuknya. Tapi langkah terhenti, ketika Ia mulai akan mengambil handuk yang tersampir di gantungan lemari. Seseorang tengah memegang tangannya.

‘Aku lupa jika di sini ada Chanie.’

“Chanyeol-ah, l-lepaskan !! Aku harus sekolah sekarang.” Baekhyun mulai merajuk pada seseorang yang ada di hadapannya ini. Namja tampan itu- Park Chanyeol hanya menampilkan seringaian andalannya. Yah, tentu saja sejak kemarin malam Chanyeol memang menginap di rumah Baekhyun bahkan sempat mencuri ciuman pertama namja itu.

 

“Akan ku lepaskan, asalkan kau izinkan aku melihatmu mandi.”

“Ya ! Kau mesum sekali. Dasar hantu mesum. Cepat lepaskan tangganmu. Aku harus sekolah, Yeol.” Baekhyun mulai menarik tangannya agar terlepas dari genggaman Chanyeol.

“Hah, arraseo.” Chanyeol lalu melepaskan tangan Baekhyun. Membuat Baekhyun tersenyum lega.

“Baiklah, aku mandi dulu. Jangan mengintipku.” ucap Baekhyun sambil melangkahkan kakinya menuju kamar mandi yang tak jauh dari tempat tidurnya. Membuat Chanyeol menyunggikan senyuman tipis, ketika melihat tingkah Baekhyun di pagi hari.

“Aku tidak tertarik untuk melihat tubuh kerempengmu, Baek!” Chanyeol berteriak keras, membuat Baekhyun kembali berbalik ke arahnya dan memakinya dengan lucu.

“Ya! Park Chanyeol!! Kau akan tergoda jika melihat tubuhku!!” dan setelahnya, Baekhyun menutup pintu kamar mandinya dengan kencang. Membuat Chanyeol tertawa penuh kemenangan di belakangnya.

.

oOo

.

 

SM High school

 

“Sehun-ah, kau sedang apa hm??” Seorang namja bersurai blonde memeluk seorang namja berkulit albino itu—Oh Sehun dari belakang. Si surai blonde– Luhan menggesekan hidungnya ke leher Sehun. Membuat sehun harus terpaksa menoleh pada Luhan. Kekehan pelan terdengar dengan jelas, saat Luhan mulai berani mengecup pelan lehernya.

“Apa yang kau inginkan, hm??” Sehun membalikan badannya, menatap Luhan yang kini tengah menatapnya.

“Kau tahu Sehun-ah? Aku merindukan mu.” Luhan kembali memeluk Sehun, membuat Sehun menyunggikan senyuman kecilnya melihat tingkah manja kekasihnya itu. Ah- Sehun benar-benar mencintai Luhan.

“Aku juga, Hyung.”

“Kau bohong, kemarin malam kau tidak menelfonku.” Luhan mempoutkan bibirnya lucu, memmbuat sehun terkekeh geli. Dan sedetik kemudian, Sehun mengecup bibirnya pelan. Sehingga Luhan terdiam, dengan wajah yang memerah sempurna.

“Aku tidak bohong, hyung. Aku merindukanmu. Maaf kemarin malam aku tidak sempat menghubungimu. Kau tahu? Chanyeol hyung sedang koma sekarang.” Luhan langsung melepaskan pelukannya pada Sehun. Matanya membulat tak percaya saat mendengar penjelasan dari Sehun.

 

“Mwo?? Chanyeol koma? Kenapa kau tidak memberitahuku? Lalu apa Baekhyu n sudah tahu?” tanya Luhan dengan raut wajah khawatirnya. Tentu saja, Chanyeol juga merupakan sahabat terdekat Luhan. Mereka bertiga adalah sahabat dekat. Beda dengan Baekhyun yang hanya dekat dengan Sehun dan Luhan.

 

“Ne, dia koma sekarang. Tapi–” Ucapan Sehun terhenti ketika suara langkah kaki terdengar sangat jelas mendekat ke arah mereka.

 

Tapp Tapp Tapp

 

Langkah kaki itu semakin mendekat, dan —

 

Brrakkkk

 

Pintu atap terbuka, sehingga terlihat sosok Byun Baekhyun yang sedang mencoba menstabilkan nafasnya. Nafas pemuda itu memburu, seperti di kejar oleh murid satu sekolah.

“Baekie hyung, kau kenapa??” Sehun berdiri dan mulai mendekati Baekhyun yang masih terengah itu, diikuti oleh Luhan yang menatapnya khawatir.

 

“Sehun-ah.. hah.. ha.. Ch-chanyeol tiba-tiba menghilang. Dia tidak mengikutiku lagi.” Ucap Baekhyun terengah, masih sambil menstabilkan nafasnya yang memburu. Tubuhnya sudah tidak membungkuk sambil memegang lututnya lagi seperti tadi. Kini Baekhyun sudah berdiri sambil menatap Sehun dan Luhan bergantian.

 

“Sehun-ah, bukankah kau bilang Chanyeol hyung koma? Jadi tidak mungkin dia menghilang.” Luhan ikut berbicara dan mulai menenangkan Baekhyun. Memeluk Baekhyun dengan erat, agar namja manis itu tenang.

 

“Hm.. Aku belum bilang padamu, Hyung, Jiwa Chanyeol itu ada. Hanya Baekhyun, dan orang sepertiku yang bisa melihatnya.” Sehun mencoba menjelaskan kepada kekasihnya itu. Tentu saja, Ia lupa menceritakan semuanya. Baru siang ini ia bertemu dengan Luhan dan berbicara dengan kekasihnya.

 

“La-lalu Chanyeol kemana? Kenapa tiba-tiba menghilang begitu saja? Padahal tadi pagi, dia bersama ku.” Baekhyun kembali berbicara dengan tatapan bingungnya. Kepalanya sejak tadi terus berpikir dimana Chanyeol sekarang.

 

“Mungkin Chanyeol hyung ada di rumah sakit, meratapi tubuhnya yang tidak bisa bergerak.”

 

“Kalau begitu ayo kita ke rumah sakit, aku ingin melihatnya.” Luhan dengan cepat mengusulkan idenya. Ah, Ia sungguh penasaran dengan keadaan Chanyeol saat ini.

 

“Ne, kita ke sana.”

 

.

.

.

Seoul International Hospital

 

Di ruangan putih ini, kini terlihat seorang Park Chanyeol sedang tertidur pulas. Namja itu terlihat tenang dalam tidurnya. Sudah dua hari namja tampan bernama- Park Chanyeol ini tertidur. Terlihat juga seorang wanita paruh baya yang sangat cantik tengah menggenggam tangannya erat. Berharap anak satu-satunya itu segera sadar dari tidurnya. Dan juga seorang yeoja yang sangat cantik sedang duduk di sampingnya. Menatap wajah tampan Chanyeol yang sedang tertidur.

 

“Yeolie oppa, Bangunlah. Kau tahu? Aku merindukanmu Oppa. Sadarlah.” Yeoja itu- Eunji, menggenggam tangan kiri Chanyeol. Matanya menyiratkan perasaan khawatir pada seseorang yang sudah di anggapnya sebagai Kakaknya sejak lama.

 

“Cepatlah sembuh, Oppa. Aku akan menunggumu bermain football lagi.” Eunji lalu melepaskan genggamannya. Tanpa ia sadari Baekhyun tengah mengintip moment itu. Membuat Baekhyun tersenyum miris. Jantungnya bagai di tikam detik itu juga saat melihat bagaimana dekatnya Eunji dan Chanyeol.

 

“Baekie-ah, lebih baik kita juga masuk. Kau jangan hiraukan Eunji.” Luhan berbisik pelan, membuat Baekhyun mengangguk pelan. Memang sedari tadi Baekhyun, Luhan, dan Sehun tengah mengintip Eunji yang sedang menjenguk Chanyeol. Ralat. Bukan mengintip. Tapi mereka memang menunggu di depan pintu kamar Chanyeol di rawat. Enggan mengganggu momen antara Eunji dan Chanyeol.

 

“Iya, lebih baik kita masuk saja. Kan tidak enak jika mengintip terus, seperti penguntit.” Sehun lalu berjalan di depan, dan mulai membuka pintu berwarna putih di depannya. Sedetik kemudian pintu itu berderit pelan. Membuat kedua wanita itu menatap ke arah mereka.

 

Nyonya Park tersenyum ketika melihat Sehun yang merupakan sahabat Chanyeol itu datang. Tentu saja Nyonya Park sudah menganggap Sehun itu seperti anaknya juga.

 

“Sehun-ah, Luhan-ah kemarilah, kalian pasti ingin menjenguk Yeolie.” Nyonya Park tersenyum ramah pada Sehun dan Luhan. Tangannya terangkat sedikit. Mengisyaratkan agar Sehun dan Luhan mendekat. Sehun dan Luhan membalas senyum Nyonya Park. Diikuti oleh Baekhyun.

“Dan apakah dia juga teman Chanyeol??” Nyonya Park menoleh ke arah Baekhyun. Manik kecoklatannya memandang Luhan dan Baekhyun dengan pandangan menilai. Sedetik kemudian wanita bersurai coklat itu tersenyum ramah.

 

“Ne Ahjumma, aku adalah teman Chanyeol.” Baekhyun membungkuk hormat.

 

“Byun Baekhyun imnida.”

 

“Ne, kalau begitu kalian duduklah juga. Chanyeol sampai sekarang belum juga sadar.” Senyum yang tadi mengembang di wajah cantiknya kini berganti dengan raut kesedihan. Matanya meredup saat melihat kembali anak semata wayangnya terbaring di ranjang rumah sakit. Dengan infus yang terhubung pada tangannya.

“Ehm,, Ahjumma. Sebaiknya aku pulang ne. Ini sudah sore.” Eunji yang sedari tadi terdiam, akhirnya berdiri dan pamit untuk pulang.

 

“Baiklah, hati-hati di jalan Eunji-ah.”

 

“Ne, ahjumma. Sampaikan salamku untuk Chanyeol.” Eunji membungkukan badannya, dan mulai keluar dari ruangan itu. Tanpa di sadari kini, Chanyeol tengah menggerakan tangan kirinya. Dan wajah tampannya itu tampak mengeluarkan air mata.

 

“Ehh,, Channie. Kenapa dia menangis?” Baekhyun langsung mendekat ke arah Chanyeol, dan menghapus airmatanya.

 

‘Pasti kau sedih kan, jika Eunji pergi.’

 

“Eh? Mungkinkah sebentar lagi dia akan sadar? Sebaiknya kita panggil dokter saja.” Nyonya Park langsung keluar dari kamar rawat, dan memanggil dokter.

 

“Hikss… Yeol… Jangan menangis… dan cepatlah sadar.” Baekhyun mengeratkan genggamannya pada tangan Chanyeol. Sementara Sehun dan Luhan hanya memandangi Baekhyun dengan khawatir.

 

“Baek, jangan menangis. Aku disini.” kini terdengar suara jelas Chanyeol menggema di ruangan ini.

 

“Eh? Kenapa ada suara Chanyeol disini, Sehun-ah? Dia kan belum sadar.” Luhan nampak bingung ketika mendengar suara Chanyeol. Pasalnya Chanyeol masih tertidur pulas, jadi tidak mungkin untuk berteriak sekencang itu.

 

“Hah, sepertinya Chanyeol hyung ada disini. Hey, Yeolie hyung kau dimana??” Sehun menajamkan pendengarannya dan mencoba menemukan Chanyeol dengan kekuatannya.

 

“Aku ada di bawah ranjang bodoh!!” Baekhyun pun segera melihat ke arah bawah ranjang, dan ternyata memang benar. Chanyeol ada di sana.

“Yeol!! Kau kemana saja? Kau tahu aku mencarimu kemana-mana?” Baekhyun langsung bertanya tanpa jeda pada Chanyeol. Dan ketika Chanyeol sudah berdiri di hadapannya. Dengan cepat Baekhyun memeluknya erat. Yah, walaupun jika di lihat oleh orang normal seperti Luhan mungkin Baekhyun akan di sebut orang gila.

 

“Aku tidak melihat Chanyeol.” Luhan mempoutkan bibirnya lucu, ketika Ia menyadari bahwa dirinya nampak seperti orang bodoh yang tidak bisa melihat Chanyeol. Sehun hanya terkekeh geli dan mengecup pelan bibir Luhan.

 

Cupp

 

“Yahh! Kalian tidak boleh melakukan hal mesum di rumah sakit!” Chanyeol berteriak ketika melihat adegan Hunhan itu.

 

“Ya !!Yeol!! Kau jawab saja pertanyaanku !!” Baekhyun kembali merenggut kesal. Membuat Chanyeol kembali menoleh ke arahnya.

 

“Arraseo, aku dari tadi pagi diam di rumah sakit. Maaf aku tidak memberitahumu.” Chanyeol mengeratkan pelukannya pada Baekhyun.

 

“Lain kali, kau harus memberitahuku ne?” Baekhyun melepaskan pelukannya, dan mulai terlihat tersipu malu. Ketika Ia menyadari tindakannya tadi.

 

“Ya sudahlah, kita sudah menemukan Chanyeol. Sebaiknya kita pulang saja.” Sehun mulai membalikan badannya, dan menarik tangan Luhan.

 

“Tapi aku ingin segera masuk ke dalam tubuhku Sehun. Bantulah aku!”

 

“Lalu tadi kenapa kau menangis, eoh?” Tanya Sehun yang kini sudah membalikan badannya menatap Chanyeol intens.

“Mungkin karena Eunji. A-aku–” Dan belum sempat Chanyeol menyelesaikan kalimatnya. Tiba-tiba saja Ia menghilang, bersamaan dengan datangnya seorang dokter.

 

Braakk

 

Dokter itu dengan cepat masuk, dan mulai memeriksa keadaan tubuh Chanyeol. Nyonya Park kini terlihat lebih cemas dari tadi, sementara Baekhyun, Luhan, dan Sehun hanya menatap dokter itu, dan berharap yang terbaik untuk Chanyeol.

 

Dokter itu memasangkan stetoskopnya dan mulai mendengarkan detak jantung Chanyeol. Dan mulai mengambil senter kecil dan membuka mata Chanyeol perlahan. Sampai mata obsidian itu mengerjap pelan, dan mulai menyesuaikan dengan cahaya yang sudah masuk pada retinanya.

 

Dokter itu tersenyum, dan segera meletakan kembali alat-alatnya.

 

“Dia sadar, selamat Nyonya.” Dokter itu lalu segera pergi meninggalkan ruangan Chanyeol.

 

“E-eomma.” Suara serak Chanyeol terdengar dengan jelas memenuhi seluruh ruangan. Sehingga semua orang yang berada di sana harus mengerjap beberapa kali, dan berharap bahwa ini bukanlah mimpi.

 

“Yeoliiee-ah, kau sadar nak. Eomma merindukan mu.” Nyonya Park dengan cepat memeluk anaknya, dan menangis tersendu. Mengusap punggung Chanyeol dengan lembut, dan mengecup pipi anaknya itu beberapa kali.

 

‘Akhirnya Chanyeol sudah kembali.’

 

“Sehun, Luhan kau disini??” tanya Chanyeol ketika menyadari bahwa sahabatnya ada bersamanya, dan seorang namja berperawakan mungil yang tengah menangis terisak menatapnya. Chanyeol hanya menatapnya heran. Ia memiringkan kepalanya bingung. Berusaha mengingat siapa namja itu.

“Dan siapa dia??” Chanyeol menunjuk ke arah Baekhyun yang masih menangis. Maniknya membulat tak percaya saat mendengar apa yang Chanyeol ucapkan. Park Chanyeol sama sekali tidak mengenalnya. Jadi apa semua yang terjadi hanyalah sebuah delusi untuk seorang Byun Baekhyun?

To be Continued ^^

 

Yo maaf lama. Real life saya sibuk L karena proses editing lebih ribet dari pada nulis dari awal L maafkan kalau lama chingu 😥 apa daya 😥

See ya next chap ^^

Mind To Review? ^^