Ghost Of Chanyeol | Chap4| Yaoi| Baekyeol FF|

Ghost of Chanyeol

T/T+/M

Romance, Fantasy, Suspense

Chanyeol yang patah hati karena Ia di tolak yeoja pujaannya. Akhirnya tanpa di sadari, ia tertabrak mobil. Menyebabkan semua orang tak dapat melihatnya. Kecuali Baekhyun yang mempunyai perasaan khusus padanya. Akankah Chanyeol kembali hidup lagi?

Warning: Typos, OOC, abal, dll

a/n: Terinspirasi dari komik bishojou,. Tapi saya lupa judulnya apa. Dan ini adalah repost ulang dari FF sebelumnya, yang sudah di rombak ^^ baca author note saya di bawah buat penjelasan hantunya

Park Chanyeol X Byun Baekhyun

Oh Sehun X Xi Luhan

EnJOY!

Happy Reading ^^

oOo

 

Baekhyun tercengang saat mendengar ucapan Chanyeol. Manik coklatnya membulat tak percaya. Ah, pendengaran Baekhyun pasti salah kan? Chanyeol tidak mungkin melupakannya secepat itu setelah apa yang telah mereka alami. Ini pasti hanyalah delusi dari alam bawah sadar Baekhyun.

 

“Siapa kau?” Suara bariton milik Chanyeol kembali menyadarkan Baekhyun dari ketidakpercayaannya. Dengan ragu, baekhyun mencoba mencubit lengannya sendiri. Mencoba meyakinkan bahwa semua ini hanyalah mimpi. Tapi sayangnya kenyataan menamparnya. Baekhyun dapat merasakan kulitnya sakit saat dirinya mencubit lengannya sendiri. Chanyeol benar-benar melupakannya. Namja itu kembali tidak mengenal Baekhyun.

‘Kenapa? Kenapa Chanyeol sama sekali tidak ingat padaku?’ Baekhyun tersenyum miris sambil menatap Chanyeol yang berbaring di ranjang pasien itu sambil menatapnya aneh. Curiga? Mungkin iya. Siapa yang tidak akan curiga jika melihat seseorang yang belum Ia kenal ada di tempat ini. Itu lah pikiran Chanyeol. Ia curiga jika namja berperwakan mungil itu hanya sok kenal dengannya.

“K-kenapa kau lupa padaku?” Baekhyun bergumam lirih, tapi suaranya dapat terdengar jelas oleh semua orang yang ada di ruangan Chanyeol. Termasuk Chanyeol yang langsung menatap Baekhyun dengan intens. Seolah mencari sesuatu di manik kecoklatan Baekhyun. Sesuatu yang seolah-olah menghilang. Tapi Chanyeol tidak tahu apa itu. Ia sama sekali tidak mengerti apa yang hilang saat manik kecoklatan Baekhyun menatapnya dengan tatapan sedih bercampur kecewa.

 

“Ehmm..” Alis Chanyeol terangkat saat ia menatap Baekhyun semakin dalam. Chanyeol ingat sekarang. ia tahu siapa namja yang berdiri di hadapannya. Chanyeol memang pernah melihat wajah Baekhyun di sekolah. Tapi ia tidak mengenal Baekhyun, hanya mengetahui nama dan wajah saja.

 

“Aku tahu, kau Baekhyun bukan? Kita satu sekolah.” Chanyeol tersenyum tulus, entah lah. Ada rasa hangat ketika Ia menatap Baekhyun. Tapi juga sakit ketika melihat Baekhyun menatap kecewa kepadanya.

 

“Ya, kita memang satu sekolah Channie.” Chanyeol mengernyit heran saat mendengar panggilan Baekhyun untuknya. Setahu Chanyeol tidak pernah ada seorang pun yang memanggil nama panggilannya seperti itu, kecuali orang yang sudah dekat dengannya bisa dengan bebas memanggil namanya.

‘Apakah Baekhyun sedekat itu denganku? Tapi kenapa aku tak mengenalnya?’ Chanyeol kembali menatap Baekhyun yang masih berdiri di samping sehun dan Luhan. Chanyeol dapat melihat Baekhyun yang menahan tangisnya. Bisa Chanyeol lihat Baekhyun menggigit bibir bawahnya dengan keras. Dan Chanyeol tahu, bahwa Baekhyun menahan perasaannya.

 

“Hm, sebaiknya aku pulang. Permisi.” Baekhyun tidak kuat berada di tempat ini lebih lama. Ia ingin segera pulang, dan menangis di dalam kamarnya. Kemudian Baekhyun pun membungkukkan badannya, dan segera keluar dari kamar rawat Chanyeol.

 

“Baekie-ah tunggu.” Dan Luhan pun langsung berlari keluar menyusul Baekhyun. Meninggalkan Sehun dan Chanyeol disana.

“Kau tak ingat padanya?” Tanya Sehun sambil menarik kursi lalu duduk di dekat Chanyeol. Tatapan Sehun terlihat serius. Baru kali ini Chanyeol melihat namja berkulit albino itu memasang ekspresi seperti ini.

“Tidak, aku hanya tau namanya saja.” Chanyeol menatap Sehun intens, seakan meminta penjelasan dari Sehun. Chanyeol tahu ada yang salah, dan ia membutuhkan penjelasan tentang siapa Baekhyun. Tidak mungkin Baekhyun terlihat sangat kecewa jika dirinya dan Baekhyun hanya sebatas teman biasa. Hubungan dengan Baekhyun pasti lebih dari itu. Mungkinkah Baekhyun sudah menjadi sahabatnya seperti Sehun dan Luhan?

“Oh, aku kira kau ingat. Bahkan aku kira kau menyukainya hyung.” Sehun lalu mengambil apel yang di dekat Chanyeol dan memakannya. Mengabaikan tatapan penuh tanya dari Chanyeol.

“Kenapa kau berpikiran seperti itu? Aku tak mungkin menyukai orang yang tidak aku kenal Sehun. Dan aku hanya menyukai Eunji.” Suara Chanyeol terdengar tidak yakin ketika mengucapkan nama Eunji. Yeoja yang selama ini di kejarnya. Ini aneh. Kenapa sekarang Chanyeol biasa saja saat mendengar nama yeoja itu?

“Oh. Aku kan hanya mengira, dan mungkin sebaiknya kau mengingat masa-masa kau dengan Baekhyun beberapa hari ini hyung.” Sehun pun meninggalkan Chanyeol yang masih berbaring di ranjangnya. Seolah mulai mengingat apa yang dikatakan Sehun. Chanyeol memejamkan matanya perlahan mencoba mengingat tentang namja bernama Baekhyun itu. Ia harus mengingat tentang Baekhyun. Chanyeol harus mengingat Baekhyun jika ia tidak ingin menyesal.

 

.

oOo

.

“Hiks, kenapa aku menangis? Aku tidak seharusnya menangisi Chanyeol. Chanyeol memang menyukai Eunji. Jadi..Jadi dia tidak akan mungkin meyukaiku. Tapi kenapa disini rasanya sakit sekali?” Baekhyun menyentuh dadanya yang terasa sakit. Air matanya tiba-tiba membasahi pipi mulusnya. Ini benar-benar sakit. Rasa sakit yang menyerang dadanya bahkan lebih sakit dari pada luka saat ia jatuh dari sepeda. Baekhyun tidak suka rasa sakit ini.

 

Tapp Tapp

 

Terdengar suara langkah kaki mendekati Baekhyun yang masih menangis. Luhan mendekati Baekhyun dan duduk di samping Baekhyun. Luhan tahu bagaimana perasaan Baekhyun saat ini. Baekhyun pasti sangat terluka karena perilaku Chanyeol barusan. Dengan perlahan, Luhan mengulurkan lengannya dan memeluk Baekhyun dengan erat. Seolah mencoba menghilangkan rasa sedihnya. Tubuh Baekhyun bergetar hebat dalam pelukan Luhan. Air mata Baekhyun bahkan membasahi seragam Luhan.

“Hikss.. L-luhan. Hikss.. E-entah kenapa rasanya sakit sekali.. Hikss…” Baekhyun semakin mengeratkan pelukannya pada Luhan. Air matanya sama sekali tidak berhenti saat Luhan mengelus punggung Baekhyun lembut.

“Sudahlah, kau tak usah memikirkannya, dia mungkin memang lupa padamu. Tapi aku yakin di lubuk hatinya dia akan mengingatmu. Kau tahu sendiri bukan bahwa hanya kau yang bisa melihat sosok Chanyeol saat ia menjadi hantu?”

 

“Hiks, Tapi.. a-aku.. Hikss.. E-entahlah Lu.. R-rasanya sakit sekali.. Hikss..” Baekhyun melepaskan pelukannya, dan mengusap kasar air matanya yang sejak tadi membasahi pipinya. Seharusnya Baekhyun tidak boleh menangis. Karena Baekhyun adalah namja yang kuat. Ibunya selalu bilang jika laki-laki itu tidak boleh menangis.

 

“Sudahlah, masih banyak namja lain yang menyukaimu Baekie. Kau tidak seharusnya terlalu memikirkan Chanyeol. Sebaiknya kita kembali ke tempat Chanyeol, dan membuktikan bahwa kau itu kuat. Kajja.” Luhan menarik tangan Baekhyun supaya berdiri. Menatapnya seolah ingin memberikan semangat pada Baekhyun.

 

“Ehmm, sebaiknya tidak perlu Lu. Aku hanya ingin pulang saja. Aku lelah.” Baekhyun berusaha menolak ajakan Luhan dengan halus. Jujur saja Ia belum siap jika bertemu dengan Chanyeol lagi. Mungkin lebih baik menjauhinya. Baekhyun harus move on dan melupakan perasaannya pada Chanyeol. ia tidak mau merasakan rasa sakit ini.

Luhan hanya mengangguk pelan. Luhan sangat paham jika Baekhyun memerlukan waktu untuk sendiri.

“Gomawo, Luhan” dan Baekhyun berbalik setelah melambaikan tangannya pada Luhan. Berjalan dengan perlahan ke depan, karena jalan raya ada di depan sana. Baekhyun hanya memerlukan taksi untuk mengantarnya pulang ke rumah.

 

.

oOo

.

Baekhyun berbaring di tempat tidurnya yang nyaman. Memejamkan matanya perlahan, walaupun airmatanya terus membasahi wajah cantiknya. Sungguh, Baekhyun berharap bahwa Ia hanya sedang bermimpi buruk. Dan ketika esok Ia terbangun dari mimpi buruk ini. Ia masih bisa melihat Chanyeol yang masih berwujud roh, dan memeluknya. Tapi sepertinya itu mustahil. Karena ini semua bukan mimpi. Ini nyata !! dan Baekhyun harus mencoba menerima kenyataan pahit ini.

“Haruskah aku melupakannya? Mungkin memang sebaiknya aku melupakan Chanie. Kami bisa dekat hanya ketika dia menjadi roh. Tentu saja, Ia tidak akan ingat.” Gumam Baekhyun pelan, dan tanpa sadar Ia telah bernafas dengan teratur. Menandakan bahwa namja manis itu sudah masuk dalam mimpinya. Baekhyun benar-benar sudah bertekad jika ia akan melupakan Chanyeol.

 

Keesokan paginya, Baekhyun terus menjalani hidupnya seperti biasa. Seolah Ia pun ikut lupa dengan Chanyeol. Sudah hampir dua minggu, Baekhyun selalu memaksakan senyum ketika tiba-tiba Chanyeol menyapanya bersama Eunji, dan saat ini pun sama. Di lorong kelas itu, Baekhyun berjalan sendiri. Ia berniat untuk pergi keperpustakaan. Tapi langkahnya terhenti ketika melihat Chanyeol dengan Eunji. Ia berniat akan membalikan badannya. Berbalik arah agar tidak melihat Chanyeol. Tapi sepertinya niatnya kali ini gagal, karena tiba-tiba saja Chanyeol memanggil namanya. Baru kali ini Chanyeol memanggilnya sejak mereka sering berpapasan di koridor.

“Baekhyun-ah, tunggu sebentar.” Chanyeol berlari kecil menghampiri Baekhyun, setelah berbicara pada Eunji, dan Eunji pun meninggalkan mereka berdua di koridor.

“Kau memanggilku?” Baekhyun bertanya dengan nada datarnya. Menatap Chanyeol penuh tanda tanya. Untuk apa Chanyeol memanggilnya? Mereka bukan teman. Hanya sekedar kenalan sekarang.

“Aku hanya ingin bisa lebih dekat denganmu Baekhyun-ah.”

“Eh??” Baekhyun membulatkan matanya tak percaya. Apa kali ini pendengarannya salah lagi? Chanyeol pasti sedang mabuk saat mengatakan ini.

“Ya, a-aku hanya ingin kita bisa berteman.” Ucap Chanyeol yang terdengar gugup. Sungguh jika Ia ingin jujur. Chanyeol selalu memperhatikan Baekhyun setiap saat, sejak saat itu. Sialnya, jantungnya selalu berdegup kencang hanya karena melihat Baekhyun dari jauh. Dan Chanyeol tidak tahan jika hanya menatap namja itu dari kejauhan saja.

 

Baekhyun memiringkan kepalaya, seolah mencerna apa yang dikatakan Chanyeol tadi. Keningnya berkerut, seolah berpikir dengan tawaran Chanyeol.

‘Berteman?’ kata-kata itu terngiang di kepalanya. Ah, mungkin memang lebih baik jika Ia berteman dengan Chanyeol. Ia juga bisa dekat dengan Chanyeol, dan Baekhyun tidak usah berusaha menjauhinya seperti dua minggu terakhir ini. Tawaran ini benar-benar menguntungkan untuknya. Ah- sepertinya Baekhyun harus membatalkan niat move onnya.

 

“Baiklah, kita berteman Chaniie.” Baekhyun mengulurkan tangannya, lalu disambutnya uluran tangan itu oleh Chanyeol dengan senyum yang terpampang jelas di wajah tampannya itu. Chanyeol meremas tangan Baekhyun dengan lembut, membuat Baekhyun merona di buatnya.

“Gomawo Baekie-ah” Baekhyun hanya menganggukan kepalanya dan tersenyum tulus. Dan mereka pun berjalan bersama menuju ke atap sekolah. Baekhyun selalu menghabiskan jam istirahat disana, sambil menghambiskan bekal makan siangnya. Mungkin kali ini Ia akan menghabiskan jam istirahat siangnya bersama dengan Chanyeol berdua.

 

Hanya butuh beberapa menit untuk sampai di atap sekolah. Tempat ini memang selalu sepi. Sangat jarang siswa yang diam di atap. Kecuali Baekhyun dan Luhan tentunya. Tapi sekarang Baekhyun dan Chanyeol yang duduk di atap. Semilir angin sejuk berhembus menerpa wajah Baekhyun dan Chanyeol. membuat Baekhyun memejamkan matanya menikmati angin sejuk yang ada di atap sekolah. Sementara Chanyeol, tentu saja asyik memperhatikan wajah cantik Baekhyun yang sedang menutup matanya itu. Seolah angin yang menerpa wajahnya tadi, bisa mengangkat semua beban yang ada di pikirannya.

Baekhyun membuka matanya perlahan. Mata cantiknya itu menatap Chanyeol yang sedang memperhatikannya. Ah, Baekhyun yakin jika wajahnya pasti sudah memerah karena ini.

“Ehm, A-apa ada yang salah dengan wajahku? Kenapa kau menatapku seperti itu Chanie?”Suara Baekhyun seolah mengembalikan kesadaran Chanyeol. membuat Chanyeol menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak terasa gatal.

“Ah, tidak. Tidak ada yang salah Baekie-ah” Chanyeol berucap dengan gugup. Kemudian Chanyeol memasukan snack kedalam mulutnya. Snack yang Ia beli tadi bersama Baekhyun di kantin.

“Aku kira ada yang salah dengan wajahku.” Baekhyun mempoutkan bibirnya lucu, sambil membuka kotak makannya yang berisi potongan roast meat, dan carpacio. Kemudian Baekhyun memasukan potongan roast meat kedalam mulutnya, dan melumat makan itu dengan cepat.

“Kau mau Chanie?” Baekhyun menyodorkan kotak makannya pada Chanyeol. ah, mungkin besok ia akan membuat dua bekal untuknya dan Chanyeol.

 

“Tidak, kau saja yang makan Baek.” Chanyeol menggelengkan kepalanya pelan, dan kembali memperhatikan pemandangan dihadapannya. Baekhyun terlihat senang kali ini, Ia menghabiskan semua bekal makan siangnya. Mungkin karena Ia bisa dekat kembali dengan Chanyeol, sampai akhirnya Ia terlalu bersemangat seperti ini.

 

“Ahh, kenyangnya.” Gumam Baekhyun pelan, sambil menutup bekal makan siangnya. Perut Baekhyun sudah terasa penuh sekarang.

“Sudah selesai, hm?” Tanya Chanyeol dan mulai berdiri dari duduknya. Baekhyun hanya menganggukan kepalanya. Entah kenapa Ia merasa kembali gugup berada di dekat Chanyeol. padahal saat Chanyeol menjadi roh kegugupan Baekhyun sudah menghilang karena ia dekat dengan Chanyeol. Sekarang mereka bagaikan dua orang yang memulai dari awal.

“kembali ke kelas?” Tanya Chanyeol sambil menarik tangan Baekhyun supaya berdiri.

“Ne, ayo kembali ke kelas.” Baekhyun berjalan mendahului Chanyeol. Keluar dari atap, dan menuruni tangga yang ada disana. Entah karena Baekhyun terlalu senang, atau memang Ia tidak melihat ke arah tangga yang Ia lewati, kaki Baekhyun tiba-tiba tergelincir. Hanya butuh beberapa detik untuk Baekhyun sadar dengan apa yang ia alami.

 

 

Bruukkkk

 

Baekhyun terjatuh dari tangga itu, dan berakhir dengan tidak sadarkan diri di lantai. Chanyeol terperangah. Matanya menatap horor pemandangan Baekhyun di depannya. Sungguh Ia sangat tidak menyangka dengan kecelakaan ini. Perlu beberapa detik sampai Chanyeol harus menyadari apa yang telah terjadi pada Baekhyun. Dengan cepat Chanyeol menuruni tangga laknat yang menghubungkan dengan atap sekolah. Dengan cekatan Chanyeol menggendong Baekhyun yang sudah tidak sadarkan diri. Untung saja Ia tidak terluka dan berdarah sedikit pun.

Chanyeol berlari dengan sangat cepat sambil menggendong Baekhyun. Wajahnya pucat pasi, sungguh Ia tidak menyangka Baekhyun akan seperti ini. Dengan cepat Ia masuk ke ruang UKS dan membaringkan Baekhyun disana. Untung saja saat itu, ada petugas kesehatan sehingga Ia bisa memeriksa keadaan Baekhyun dengan cepat.

“Tenangkan dirimu Chanyeol-shii. Aku akan memeriksanya.” Perawat Cantik itu, mencoba menenangkan Chanyeol. Dan dengan cekatan memeriksa Baekhyun yang tengah berbaring di sana. Bagaimana mungkin Ia bisa tenang, jika orang yang sangat Ia sayangi tengah berbaring lemah tak berdaya. Perawat itu bodoh!!

 

Setelah beberapa menit akhirnya Chanyeol di perbolehkan masuk oleh perawat itu. Perawat itu bilang bahwa Baekhyun tidak apa-apa, dan sekarang tengah tertidur seperti biasa. Tapi sungguh Ia tidak bisa mempercayai ucapan perawat bodoh yang ada di sekolahnya. Kenapa bisa perawat itu ada di sekolah ini? Mungkin Ia harus mengusulkan supaya perawat itu di pecat dari sekolanya. Sekolah besar ini punya keluarga Park. Jadi Chanyeol bisa saja memecat perawat itu.

 

Chanyeol menarik sebuah kursi, kemudian duduk di samping ranjang Baekhyun. Tangannya terulur untuk menggengam tangannya. Mengecup punggung tangan Baekhyun dengan lembut.

“Baekie-ah, sadarlah.” gumam Chanyeol pelan lalu di susul oleh suara debrakan pintu di buka dengan kasar. Membuat Chanyeol mengumpat dan mendelik marah ke arah sosok yang membuka pintu itu. Di sana berdiri Sehun dan Luhan yang menampakkan raut wajah khawatir pada Baekhyun.

 

“Apa yang terjadi dengan Baekhyun, Chanyeol-ah?” Tanya Luhan yang langsung menghampiri Chanyeol. Raut wajah Luhan terlihat pucat saat melihat kondisi Baekhyun yang berbaring lemah.

 

“Dia terjatuh dari tangga, aku terlambat menolongnya.” ucap Chanyeol dengan penuh penyesalan. Chanyeol benar-benar merasa bersalah karena ini. ia tidak bisa menjaga Baekhyun dengan benar.

“Lalu bagaimana keadaannya sekarang?”

“Dia tidak sadarkan diri. Perawat bodoh itu bilang bahwa dia tidak apa-apa. Tapi ada yang aneh dengannya.” Chanyeol mengacak-acak rambutnya frustasi melihat Baekhyun yang masih tak sadarkan diri.

“Sepertinya kau benar Chanyeol hyung, ada yang tak beres. Aku bisa merasakan kehadiran Baekhyun. Dan sepertinya dia mengalami hal yang sama sepertimu waktu itu.” Ucap Sehun dengan senyum misterius.

“Maksudmu Baekhyun menjadi roh seperti Chanyeol waktu itu? Dan sekarang Ia koma?” Tanya luhan menatap Sehun tidak percaya, dan sehun hanya menganggukkan kepalanya. Sementara Chanyeol membelalakan matanya kaget, ketika melihat sosok Baekhyun tengah berdiri di belakang Sehun. Ini benar-benar aneh. Apa matanya salah lihat? Kenapa Baekhyun berdiri di belakang Sehun? Bukankah Baekhyun sedang berbaring di ranjang uks?

 

“Halo Chanie, aku disini. Kenapa kau terlihat kaget?” Tanya sosok itu menatap Chanyeol dengan polos. Sementara Sehun hanya menyunggikan senyumnya. Ah, mereka seperti terikat sesuatu sampai terjadi hal berkebalikan seperti ini.

“K-kau? Baekiee-ah?” ucap Chanyeol dengan mulut terbuka, ketika melihat sosok Baekhyun yang berada di belakang Sehun. Manik obsidiannya kembali menatap ke arah Baekhyun yang berada di ranjang pasien. Ini benar-benar gila. Apa mungkin itu adalah sosok roh? Sejak dulu Chanyeol tidak terlalu mempercayai hal mistis. Walaupun memang Chanyeol akan takut jika ia di bawa ke rumah Sehun. Chanyeol percaya hantu tentu saja, tapi dengan roh seperti Baekhyun? Chanyeol benar-benar harus memeriksakan matanya!

 

Tubercolosis^^

Mind To Review??

XOXO

 

Astia_morichan

Advertisements

22 thoughts on “Ghost Of Chanyeol | Chap4| Yaoi| Baekyeol FF|

  1. >_<

    maaf..

    aku gak bisa ripiu di FFN..

    aku ripiu disini aja yaa??

    ehehehehe

    uwahh??

    nanti klau Baekkie sadar …

    apa dia bakal lupa sama chanyeol? ?

    lanjutann nya jngn lma2 eaapp

    ihihhihi..

    klau boleh sarann..

    nanti adain yongguk Baekhyun couple .. tp dkittt
    .

    buat chanchan cemburuuuu gt …

  2. chanyeol sadar gantian baekhyun yg coma.. 😐

    ini ff pokok’a hrus ampe slesai !!
    Nd klo bisa d’panjangin dikit,,
    dri smua chapter aku rasa pnjang’a sama smua..
    Ff mu bagus tapi itu d’panjangin dikit psti lebih seru 🙂

    yosh,,
    lanjuuttt nd keep writing !! 🙂

  3. Please… Lanjut aku mohon dengan sangat #aseekbahasague XD
    tp serius… Ini bagussssssssssss pake banget ._.
    Sumpah
    please lanjut thor aku suka 😀

  4. Keren thor, thor jujur aku belum baca part 2 sma 3 nya, soalnya cuma nemu di screenplay, aku buka lewat hp,gabisa tebuka thor– jdi aku baca nya dri 1 lngsung ke 4,hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s