Pretty Papa| ChanBaek FF| Warning RM 18!! Pedo Baekie!!

Pretty Papa!

RM18!

Romance, Drama

Warning inside! OOC, TYPO, ABAL, ALUR CEPET, YAOI, Baekie PEDO /? Please Be Patient With me ^^

Byun Baekhyun adalah seorang penulis novel serta ayah yang sangat mencintai putra laki-lakinya- Ren. Karena tidak ingin Ren mengalami trauma yang pernah ia alami, Baekhyun berusaha menjauhkan semua teman Ren. Tapi hanya Park Chanyeol yang bertahan selama empat tahun dengan tingkah Baekhyun yang selalu mengusirnya. Dan Baekhyun sangat membenci Chanyeol karena selalu membuat jantungnya berdebar.

Maybe Two or Three shoot for this fict.

a/n: FF ini adalah Remake dari OVA KirreiPapa. Disini bisa di bilang Baekhyun yang pedo/? Hehe. Buat NC ga di chap awal tentu aja. Kalau two shoot berarti NC di chap depan. Kalau three shot NC berarti di chap akhir, dan make out scene di chap dua. Wkwk. Karena durasi 10 menit animenya sama dengan satu chap dari FF ini. sementara animenya berdurasi 30 menit kurang. So, stay tune ^^

Park Chanyeol X Byun Baekhyun

Choi Minki aka Ren [From Nuest]

Jadilah Readers yang baik dengan meninggalkan jejak anda walaupun hanya setitik. Sungguh, itu sangat berarti bagi saya ^^

EnJOY^^

.

oOo

.

Pria bersurai pirang bernama- Byun Baekhyun nampak sibuk dengan komputer yang berada di depannya. Wajah cantik nan manisnya terlihat sangat serius saat jemari lentiknya menyentuh keyboard untuk menulis kalimat yang akan ia terbitkan di novel barunya. Walaupun wajah Baekhyun masih terlihat sangat muda, Baekhyun sudah berumur 35 tahun. Ia juga sudah memiliki seorang anak laki-laki yang sangat ia cinta- Byun Minki yang sekarang berumur 17 tahun. Anak laki-laki kesayangan yang selalu ia panggil dengan sebutan Ren itu mempunyai wajah yang sangat mirip dengannya. Sehingga Baekhyun takut jika ada yang berbuat macam-macam pada anak semata wayangnya itu. Karena Ren sangat cantik, dan zaman sekarang banyak laki-laki berorientasi sexual menyimpang mengincar putranya.

 

“Papa, aku pulang.” Suara Ren terdengar menggema dengan jelas dari depan. Baekhyun yang mendengar suara anak kesayangannya segera menghentikan aktivitas menulisnya, dan pergi keluar kamarnya untuk menyambut Ren yang baru saja pulang sekolah.

 

“A-ah, Rennie kau su—“ Ucapan Baekhyun terpotong saat dirinya melihat ketiga sosok pemuda yang yang Ren bawa. Dua sosok bocah baru dan satu lagi bocah tengil yang selalu dekat dengan Ren. Baekhyun yakin mereka semua selalu mengelilingi Ren dan Baekhyun tahu jika itu adalah kedok mereka agar bisa menyentuh tubuh polos anak semata wayangnya. Tidak. Baekhyun tidak akan membiarkan anaknya mengalami pengalaman yang pernah ia alami dulu.

 

“Permisi, maaf mengganggu.” Kedua pemuda bersurai hitam bersorak saat ia melihat sosok Baekhyun. Baekhyun baru melihat sosok mereka. Ini pasti teman baru Ren. Pemuda bersurai hitam keriting yang ada di samping Ren adalah Minhyun, dan pemuda bersurai coklat dengan gaya rambut mencuat itu bernama Sehun.

“Ya. Selamat datang.” Baekhyun memamerkan senyum cantiknya kepada empat anak SMA yang ada di depannya. Ia benar-benar tidak suka keberadaan teman Ren. Padahal jika ada teman Ren yang kesini, Baekhyun selalu mengusirnya dengan cepat. Apapun caranya. Apalagi ia sangat benci dengan bocah jangkung bersurai hitam yang selalu datang ke rumahnya selama empat tahun terakhir ini, dan bermain dengan anaknya. Sungguh Baekhyun sangat takut jika Chanyeol akan menerkam anaknya yang sangat cantik itu.

“Ayo kita bermain game di kamarmu, Rennie.” Minhyun merangkul pundak Ren dengan mesra, dan itu tentu saja membuat Baekhyun menggeram marah. Berani sekali bocah tengil seperti Minhyun menyentuh Ren dengan tangan kotornya di depan matanya sendiri. Lihat saja, Baekhyun akan segera mengusir mereka dari sini.

“Baiklah, ayo ke kamarku.” Suara Ren terdengar sangat ceria. Ia mulai menuntun ketiga temannya ke lantai atas untuk bermain play station miliknya bersama.

 

“Baiklah, Papa akan membuatkan cemilan untuk kalian.” Baekhyun tersenyum masam melihat bocah-bocah itu sudah masuk ke dalam kamar Ren. Dengan cepat, Baekhyun segera pergi ke dapur untuk memberikan ke tiga bocah itu pelajaran karena berani dekat dengan Ren. Tidak ada yang boleh dekat dengan Ren apalagi berani menyentuh anak kesayangannya.

“Ah.. Ketemu.” Baekhyun bersorak senang saat tangannya mengambil sebuah botol kecil bertuliskan ‘obat pencuci perut’.

“Rasakan ini jika kalian mencoba memangsa Ren.” Seringaian menakutkan tercetak jelas di wajah Baekhyun. Aura menyeramkan juga terasa mengelilingi tubuh pria berwajah cantik itu. Tangan Baekhyun bergerak perlahan mengambil sebuah cake stawberry yang berada di lemari es. Kemudian Baekhyun memotong kue itu, dan menaburkan obat pencuci perut di atasnya. Ini pasti akan membuat para bocah tengil itu pergi.

 

“Selesai.” Baekhyun tersenyum melihat hasil kerjanya. Dengan cekatan, Baekhyun memindahkan beberapa potongan kue pada nampan berwarna coklat. Kemudian dengan senyum menawan, Baekhyun segera berjalan menaiki kamar Ren yang ada di atas.

Hanya butuh beberapa menit untuk Baekhyun sampai di kamar Ren. Ia mulai membuka kenop pintu dengan sebelah tangannya. Baekhyun bisa melihat para bocah tengil itu duduk di sisi Ren dengan tangan yang sibuk memainkan joystick.

 

“Papa masuk, ne?” Suara merdu dari Baekhyun membuat semua bocah itu menoleh ke arahnya, dan mempause game yang sedang mereka mainkan.

 

“Ne. Ne. Bagaimana kalau memakan kue?” Senyum manis nan menggoda masih bertengger di wajah Baekhyun. Senyum yang membuat teman-teman Ren merona hanya dengan melihat dirinya. Senyum malaikat milik Baekhyun mampu membuat setiap orang yang melihatnya terpesona dalam sekejap.

 

“Baekhyun-ssi, maaf selalu merepotkanmu.” Suara bariton milik Park Chanyeol terdengar dengan jelas. Baekhyun dapat melihat Chanyeol duduk bersila di sisi ranjang Baekhyun, dengan memamerkan senyum menyebalkan ke arahnya.

 

“Ah.. Chanyeol-ah.. Aku juga berterimakasih karena sudah berteman dengan Ren selama empat tahun ini.” Baekhyun menekan kata-katanya. Ia menatap Chanyeol tidak suka, walaupun senyum tidak tulusnya masih tercetak di wajah manis Baekhyun.

 

“Tidak apa-apa, Baekhyun-ssi. Itu karena aku menyukai Ren.” Baekhyun dapat melihat Chanyeol menyeringai ke arahnya. Sial! Bocah tengil itu benar-benar menyebalkan! Beraninya mengatakan suka pada anaknya segampang itu! Baekhyun tidak akan menyerahkan Ren pada Chanyeol!!

 

“E-ehmm. Baiklah silahkan kalian nikmati.” Baekhyun segera bangkit dari duduknya, dan mulai berjalan menjauh dari kamar Ren. Ia harus segera menyimpan nampan ini, dan kembali mengawasi putranya. Walaupun Baekhyun mempunyai pekerjaan dan harus kembali berkutat dengan scipt novelnya, itu sama sekali tidak penting. Keselamatan Ren adalah nomor satu bagi Baekhyun.

“Hey, Rennie. Itu siapa?” Suara Minhyun memecah keheningan. Sekarang mulut pemuda itu mulai penuh dengan cake strawberry di mulutnya. “Dia benar-benar cantik.”

 

“Ya, dia benar-benar cantik. Apa dia kakak perempuanmu, Ren?” Tanya Sehun setelah ia menelan sepotong kue di dalam mulutnya. “Apa dia sudah mempunyai kekasih?”

 

“Dia sudah mempunyai mantan istri.” Ucap Ren dengan santai. Tangannya kembali bergerak menekan tombol start joysticknya. Mengabaikan kedua teman yang baru datang ke rumahnya itu yang masih terpesona dengan ayahnya. Ini sudah biasa bagi Ren. Teman-temannya pasti akan mengira bahwa Ayahnya itu seorang perempuan. Sama seperti dirinya, yang selalu salah dikira sebagai perempuan. Padahal mereka adalah laki-laki. Terkadang Ren sedih karena mempunyai wajah cantik yang ayahnya turunkan. Karena Ren pernah beberapa kali mengalami pelecahan, tapi tentu saja itu tidak terjadi karena Baekhyun selalu mengawasi dirinya setiap saat. Bahkan sampai sekarang.

 

“Ah, kau tetap menyukai Papa mu walaupun cantik kan Ren?” Sekarang giliran Chanyeol yang mengeluarkan pertanyaannya. Tentu saja Ren sangat menyukai ayahnya. Pertanyaan Chanyeol benar-benar konyol. Ia tidak perlu menjawab pertanyaan dari namja jangkung itu.

 

“E-eh? Dia ayahmu?” Sehun dan Minhyun bertanya dengan wajah tak percaya. Kemudian wajah mereka menjadi pucat, dan mereka segera pergi keluar dari kamar Ren karena perut mereka yang tiba-tiba sakit.

 

“Kenapa dengan mereka?” Tanya Ren bingung pada Chanyeol yang masih asik duduk di tempat. Kemudian Ren bisa melihat Chanyeol menyeringai. Membuat Ren menggaruk pipinya karena melihat tingkah Chanyeol yang semakin aneh jika sudah berada di dalam rumahya.

 

“Aku akan memeriksanya. Kau tunggu saja di sini.” Dan Ren pun hanya mengangguk saat ia melihat punggung Chanyeol menjauh dari kamarnya. Ah, Ren harus segera menyelesaikan game resident evil miliknya. sebentar lagi ia akan melawan salazar, dan mendapatkan check point.

 

.

oOo

.

Sudut bibir Baekhyun tertarik saat melihat kedua teman Ren berlari terbirit-birit untuk keluar dari rumahnya. Sepertinya rencananya benar-benar berhasil karena mereka sudah meninggalkan rumahnya. Well, karena teman Ren sudah pergi, Baekhyun bisa kembali menyelesaikan novel miliknya. Ia tidak perlu mengawasi Ren karena putra kesayangannya itu sudah aman sekarang. Tidak ada laki-laki yang berada di dekat Ren.

 

Drrtt Drrtt

 

I-phone putih miliknya bergetar. Membuat Baekhyun mendecih tak suka saat melihat Caller ID di layar handphonenya. Dengan enggan, Baekhyun menggerakan tangannya untuk mengankat telfon dari Jongin.

 

“Halo, Jongin. Aku sedang mengerjakannya sekarang.” Baekhyun langsung menjawab, tanpa mendengar dulu apa yang di bicarakan managernya. Ia sudah tahu apa yang akan di katakan manager berkulit tan itu. Jongin hanya ingin menagih script novelnya.

 

“Kau bisa kesini untuk mengambilnya, Kai. Script bab empat sudah aku selesaikan.” Baekhyun terdiam sesaat menunggu jawaban dari Jongin. Kemudian Baekhyun bersorak senang saat mendengar jawaban Jongin selanjutnya.

 

“Eh? Benarkah? Kau mempunyai naskah aslinya??” Wajah Baekhyun benar-benar berseri saat mendengarkan penjelasan dari Jongin tentang Chansii Park yang akan ia bawa ke rumahnya hari ini. Ia benar-benar berharap Jongin segera datang ke rumahnya detik ini juga.

 

“Arraseo. Cepatlah kemari, Kai.” Baekhyun segera memutuskan sambungannya dengan Jongin. Kemudian tangannya bergerak untuk menyimpan I-phonenya ke dalam saku celana denimnya. Kemudian manik coklatnya teralih ke arah kamar Ren, dan manik itu membulat saat retinanya menangkap sosok Chanyeol berdiri di atas tangga dengan tangan tersilang di depan dadanya.

 

“Bocah tengil!! Kenapa kau masih disini?!!” Baekhyun berteriak marah saat melihat Chanyeol baik-baik saja. Ia pikir Chanyeol sudah pulang karena sakit perut. Ternyata bocah tengil itu tidak memakan cake yang sudah ia buat.

 

“T-tidak adil!! Kenapa kau tidak memakan kuenya?!!” Tangan Baekhyun terulur menunjuk ke arah Chanyeol. Matanya menatap Chanyeol dengan tajam. Ah. Baekhyun benar-benar membenci Chanyeol. Ia berjanji akan segera memusnahkan namja itu agar tidak bisa masuk ke dalam rumah dan bermain dengan Ren.

 

“Aku takjub, kau bisa mengatakan hal seperti itu Baekhyun-ssi.”

 

“E-eh? Memangnya ada masalah apa dengan kuenya?” Suara Ren membuat tubuh Baekhyun menegan. Ia bisa melihat sosok Ren yang berdiri di belakang punggung Chanyeol dan menatapnya dengan pandangan bingung.

 

“O-oh. B-bukan apa-apa Rennie.” Baekhyun terlihat gugup. Ia meremas sisi celananya. Ah- ia takut jika Ren tahu tentang kue itu, dan juga tentang niat Baekhyun yang meracuni kue itu dengan obat pencuci perut. Selama ini Ren sama sekali tidak tahu tentang dirinya yang selalu mengusir teman-temannya.

 

“Papa, aku rasa kuenya sudah basi. Dua temanku langsung sakit perut saat memakannya.”

 

“B-benarkah? T-tapi—“

 

“Mereka pasti sudah salah makan sebelum datang kemari, Ren.” Suara bariton Chanyeol kembali terdengar. Membuat Ren menoleh ke arah Chanyeol dengan senyum lima jarinya.

 

“Iya juga ya. Papa tidak mungkin memberikan makanan basi pada mereka.”

 

“Y-ya. T-tentu saja. Haha.” Baekhyun tertawa hambar ke arah Ren. Lalu tatapannya teralih ke arah Chanyeol yang berjalan ke arahnya.

 

“Baiklah, kalau begitu aku akan melanjutkan gameku.” Baekhyun dapat melihat Ren kembali ke dalam kamarnya. Meninggalkan dirinya dengan Chanyeol yang berada di tangga.

 

“Jangan pikir aku berhutang padamu karena ini.”

 

“Tentu saja, Baekhyun-ssi. Tapi apa kau tidak memikirkan perasaan Ren? Kau selalu mengusir teman-temanya saat kemari.” Chanyeol bisa melihat Baekhyun mendelik tajam ke arahnya. “Apa kau berusaha menghadang Ren untuk tidak berteman dengan orang baik sepertiku, Baekhyun-ssi?”

 

Baekhyun benar-benar jengah dengan bocah ini. Bocah ini benar-benar tidak peka, Ia juga bertingkah kurang ajar padanya. Padahal umur mereka terpaut jauh, tapi Chanyeol tidak memperlakukannya seperti orangtua.

“Aku memang tidak menginginkan Ren berteman dengan orang sepertimu!!” Baekhyun berbalik ke arah Chanyeol. Tatapan tajamnya masih terlihat intens. Aura tidak suka akan beradaan Chanyeol benar-benar menguar dari tubuh pria mungil itu.

 

“Wah. Kau benar-benar salah mengira jika berpikir aku mempunyai niat jelek pada Ren.”

 

“Aku tidak mungkin salah! Semua teman Ren pernah mencoba menyerangku saat aku menekan mereka soal hal ini.” Baekhyun dapat melihat manik obsidian Chanyeol membulat saat mendengar ucapannya. Rahang Chanyeol mengeras seperti menahan amarah.

Tiba-tiba saja tangan Chanyeol terulur menyentuh kerah kemejanya. Kancing kemeja berwarna biru yang Baekhyun kenakan sampai terlepas karena Chanyeol menariknya. Sehingga jarak wajah mereka hanya terpaut beberapa senti. Baekhyun bisa melihat manik obsidian Chanyeol terlihat marah sekarang. Entahlah. Baekhyun tidak tahu apa yang membuat Chanyeol marah seperti ini.

 

“Lalu apa reaksimu saat itu?” Suara bariton yang keluar dari mulut Chanyeol, membuat tubuh Baekhyun meremang dengan cepat. Baekhyun merasa dirinya terpojok saat ini. Entah kenapa, ia merasa takut jika Chanyeol marah padanya.

 

“C-chanyeol? K-kenapa kau seperti ini?” Suara Baekhyun terdengar gugup saat ia bisa melihat dengan jelas wajah tampan Chanyeol dari jarak sedekat ini.

 

“A-ah..” Chanyeol segera tersadar atas apa yang ia perbuat. Dengan cepat ia melepaskan Baekhyun, dan membalikkan badannya. Ia tidak mau Baekhyun melihat wajahnya yang memerah seperti ini. “Lalu apa reaksimu?”

 

“Menurutmu apa reaksiku, Chanyeol-ah? Tentu saja aku menendang penis mereka dan mengusir bocah tengil itu.” Baekhyun bisa mendengar helaan nafas lega yang keluar dari mulut Chanyeol. Pemuda jangkung itu kembali berbalik ke arahnya, dan menatapnya dengan intens. Tatapan mata Chanyeol membuat Baekhyun tidak berkutik. Ia menyukai tatapan bocah itu. Tatapan mendamba dan ingin melindungi terlihat dengan jelas di manik obsidian Chanyeol.

 

“Walaupun begitu, kau masih belum menyadari tentang dirimu, Baekhyun-ssi.” Tangan Chanyeol terulur ke arah kemeja Baekhyun. Tangannya bergerak mengancingkan kembali kemeja Baekhyun yang membuat Chanyeol harus menahan nafas karena melihat dada mulus Baekhyun terekspos di depan matanya. “Kau masih terlihat sangat muda. Padahal umurmu sudah 35 tahun. Itu namanya penipuan, Baekhyun-ssi.”

 

“E-eh?” Entah kenapa Baekhyun bisa merasakan wajahnya memanas, hanya karena mendengar ucapan dari bocah yang berdiri di hadapannya. Sejak dulu, Park Chanyeol membawa dampak buruk bagi kesehatan jantungnya. Ini benar-benar menyebalkan!

 

Ting Tong

 

Suara bel pintu rumah berbunyi dengan keras. Membuat Chanyeol dan Baekhyun sadar dengan situasi yang mereka alami. Dengan cepat, Chanyeol melepaskan Baekhyun karena ia sudah mengancingkan kemejanya dengan sempurna. Baekhyun terlihat sangat gugup, membuat Chanyeol terkekeh pelan melihat tingkah laku pria manis itu.

 

Brakk

 

Suara pintu kayu jati di buka dengan kasar, memperlihat sosok Kim Jongin dengan setelan jasnya berjalan masuk ke arah Baekhyun yang sekarang menatap Baekhyun dengan pandangan menilai. Alis pria berkulit tan itu berkerut saat memperhatikan penampilan Baekhyun.

 

“Kai!!” Baekhyun bersorak bahagia saat melihat Jongin mendekat ke arahnya. Ia kira Jongin tidak akan datang secepat ini. Ternyata Jongin bisa menjadi sangat cepat jika menyangkut scriptnya.

 

“Ah. Kau terlihat sangat santai, Baek. Apa script novelmu sudah selesai?” Jongin menatap Baekhyun dengan pandangan menilai. Ia curiga jika Baekhyun belum benar-benar menyelesaikannya. Karena deadline mereka sudah dekat. Bukan hal aneh jika Baekhyun selalu di kejar deadline. Itu adalah kebiasan Baekhyun yang sulit di hilangkan sejak dulu.

 

“T-tentu saja sudah. Kau bisa mengambilnya di kamarku. Sekarang berikan barangnya.” Baekhyun bisa melihat Jongin menghela nafasnya perlahan. Kemudian pria berkulit tan itu merogoh tas hitam miliknya, dan memberikan sebuah amplop coklat kepada Baekhyun yang langsung diambil oleh Baekhyun. Wajah Baekhyun benar-benar terlihat bahagia karena mendapatkan barang itu, dan Chanyeol yang sejak tadi mengamati Baekhhyun tidak dapat mengalihkan pandangannya dari Baekhyun.

“Gomawo, Kai! Saa, kau ambil saja naskahnya. Aku sudah menaruhnya di samping laptopku.” Dan Jongin hanya mengangguk, sebelum berbalik dan melangkahkan kakinya menuju kamar Baekhyun yang berada di pojok ruangan.

 

“Akhirnya aku mendapatkannya!! Ah akan ku jaga dengan baik benda ini!!” Baekhyun bersorak bahagia sambil mendekap erat amplop itu. Membuat Chanyeol yang berdiri di sampingnya mengernyit bingung. Baru kali ini ia melihat Baekhyun begitu bahagia seperti sekarang. Sejak ia bertemu dengan Baekhyun empat tahun lalu, pria itu tidak pernah memperlihatkan senyum bahagianya pada Chanyeol. Dan sekarang, Chanyeol benar-benar terpesona pada Baekhyun.

“Apa itu?” Suara bariton Chanyeol berhasil membuat Baekhyun menoleh dan berpikir bahwa namja itu sudah pulang sejak tadi. Ternyata Chanyeol memang keras kepala. Bocah tengil ini selalu susah untuk di usir dari rumahnya.

 

“Cih. Kau tidak perlu tahu. Sekarang pulanglah, dan jangan dekat-dekat dengan Ren lagi.” Suara Baekhyun terdengar sangat menakutkan. Tatapan mengintimidasi miliknya kembali ia hadiahkan untuk Chanyeol.

“Kau benar-benar tidak kapok, Chanyeol. Selama empat tahun ini aku mencoba mengusirmu.” Baekhyun mendelik sebal. Bibirnya mengerucut tanpa ia sadari, dan itu membuat Chanyeol terkekeh karena tingkah pria berusia 35 tahun di depannya. Sial! Baekhyun benar-benar menggoda di depannya.

 

“Itu karena aku sahabatnya Ren.” Chanyeol tersenyum tanpa rasa bersalah. Kemudian pandangannya beralih, menatap amplop yang masih berada di genggaman Baekhyun. “Jadi apa itu?”

 

“Kau tidak perlu tahu. Ini adalah milik orang yang paling berharga untukku.” Mata Baekhyun terlihat sangat berbinar saat mengatakannya. Raut kebahagian itu kembali muncul.

 

“Orang paling berharga? Apa dia seorang wanita?”

 

“Ya, tentu saja seorang wanita. Ini bukanlah urusanmu, sekarang pulanglah.” Baekhyun kembali menatap ke arah Chanyeol. Retinanya kembali menangkap tatapan tidak suka Chanyeol karena ucapannya.

 

“Ini memang bukan urusanku. Karena tak ada yang berhak mencampuri urusan kedua insan yang tengah di mabuk cinta.” Chanyeol berjalan ke arah Baekhyun. Tubuh mereka semakin mendekat, membuat Baekhyun merasakan wangi mint yang menguar dari tubuh Chanyeol.

 

“A-apa maksudmu aku tidak boleh mencampuri urusan cintamu dengan Ren, begitu??” Urat-urat kekesalan muncul di wajah cantik Baekhyun. Sial! Baekhyun benar-benar tidak menyukai Chanyeol, karena sudah berani mengibarkan bendera perang untuknya.

 

“Kalau iya, memangnya kenapa Baekhyun-ssi?” Chanyeol menjauhkan tubuhnya. Sekarang ia bisa melihat dengan jelas bagaiman wajah Baekhyun yang sedang marah. Walaupun Baekhyun sedang marah, tapi wajah marahnya benar-benar membuatnya terlihat sangat cantik di mata Chanyeol.

 

“Tidak akan ku izinkan! Kau belum pernah merasakan bagaimana di khianati oleh seorang sahabat yang sudah kau percaya. Aku tidak ingin Ren mengalami hal seperti itu karenamu!!” Baekhyun berteriak kesal pada Chanyeol. Wajahnya terlihat memerah menahan emosi. Ia harus membuat Chanyeol menjauh dari putranya.

 

“Kau pernah mengalami hal seperti itu?” Raut wajah penuh tanya tergambar jelas di wajah tampan Chanyeol. Tatapan Chanyeol tidak lepas dari wajah Baekhyun yang terlihat sangat serius mendengar apa yang akan pria itu jelaskan. Chanyeol benar-benar ingin mengenal Baekhyun lebih jauh. Ia hanya tahu tentang Baekhyun dari Ren. Chanyeol tidak pernah tahu jika Baekhyun pernah mengalami hal yang membuatnya trauma sampai menjadi Father complex.

 

“Ya, bisa di bilang begitu. Maka dari itu aku tidak akan membiarkan Ren mengalami hal yang sama. Terutama karena kau adalah sosok yang paling di sukai oleh Ren.”

 

“Kalau begitu kau tidak perlu khawatir. Karena aku sama sekali tidak menyukai Ren. Aku jatuh cinta pada orang lain.”

 

“Eh?” Baekhyun membulatkan matanya saat mendengar penuturan malu-malu yang di keluarkan oleh Chanyeol.

“Wah. Aku tidak menyangka bahwa kau bisa menyukai seseorang, Chanyeol-ah!! Bocah tengil sepertimu bisa jatuh cinta. Itu benar-benar menakjubkan!!” Baekhyun tersenyum jahil ke arah Chanyeol. Jika begini, maka Baekhyun tidak usah khawatir tentang Chanyeol yang akan menerkam anak kesayangannya. “jadi siapa wanita itu?”

 

“Apa itu mengganggumu? Atau kau hanya menggodaku saja Baekhyun-ssi?” Ucapan Chanyeol membuat tubuh Baekhyun menegang dengan cepat. Ah, kenapa juga Baekhyun harus tahu tentang siapa yang di sukai oleh bocah itu. Itu kan sama sekali tidak penting untuknya.

“Kalau kau bilang apa isi amplop itu, aku akan mengatakan siapa orang yang ku sukai.” Baekhyun terdiam beberapa saat mendengar tawaran dari Chanyeol. Tapi tidak ada salahnya bukan menyukai siapa yang di sukai oleh Chanyeol? Ia hanya penasaran. Tentu itu tidak akan masalah. Bukannya Baekhyun peduli pada Chanyeol, ia hanya ingin tahu saja.

 

“Baiklah. Amplop ini berisi catatan asli dari penulis misteri terkenal Chanssi Park!! Ah.. dia pasti wanita yang sangat cantik. Aku benar-benar ingin bertemu dengannya! Aku sangat mencintainya, kau tahu? Dia adalah inspirasiku!” Baekhyun kembali tersenyum bahagia, dan memeluk kembali amplop berwarna coklat itu bagaikan orang yang tidak ingin kehilangan benda berharganya.

 

“Jadi hanya itu?” Baekhyun membulatkan matanya saat mendengar nada meremehkan keluar dari mulut Chanyeol. Berani sekali bocah tengil itu berkata tidak sopan tentang wanita yang ia cintai.

 

“Chansii itu adalah inspiratorku! Kau tidak boleh meremehkannya seperti itu!!”

 

“Baekhyun-ssi, kau benar-benar menyukai penulis itu?”

 

“Suka? Aku tidak hanya menyukainya tapi aku sangat mencintai Chansii!” Ucap Baekhyun dengan bersungguh-sungguh. Raut wajah Baekhyun terlihat sangat bahagia saat mengatakannya. Dan Baekhyun bisa melihat wajah Chanyeol sedikit merona karena mendengar ucapannya.

 

“Lalu apa reaksimu jika seandainya di datang dan mengatakan ‘jadilah kekasihku’?” Wajah Baekhyun kembali merona saat mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut Chanyeol. Jujur saja ia tidak pernah berpikir sejauh itu.

 

“Aku tidak berpikir sampai ke sana.” Baekhyun menundukan wajahnya untuk menyembunyikan rona merah yang menghiasi pipinya. “T-tapi aku ingin tahu lebih banyak tentangnya.”

Chanyeol tersenyum saat mendengar jawaban yang keluar dari mulut Baekhyun. Kemudian ia mendekat ke arah Baekhyun dan menarik dagu pria itu agar mendongak ke arahnya.

 

“Kalau begitu, jangan lupakan apa yang kau katakan barusan, Byun Baekhyun.” Manik obsidian milik Chanyeol menatap intens tepat ke dalam mata Baekhyun, dan itu membuat Baekhyun tidak bisa menggerakan tubuhnya. Ia hanya terpaku pada Chanyeol sekarang. Debaran jantungnya bahkan masih bisa Baekhyun dengar walaupun Chanyeol sudah melepaskan tangannya dan mulai berjalan ke pintu keluar dengan seringaian yang tercetak dengan jelas di wajah tampannya. Baekhyun benar-benar tidak tahu apa yang sedang bocah tengil itu katakan. Tapi Baekhyun merasa sesuatu yang baik akan terjadi nantinya.

 

 

To Be Continued^^

Yosh akhirnya beres. Dengan bacotan ini semuanya jadi 3k+. Kalau kalian berminat saya bakal up cepet, karena jujur otak saya lagi dalam Fujo mode on. Wkwk Bacaan manga yaoi. Tontonan juga anime yaoi semua. Jujur lagi stress dan butuh asupan wkwk. Kalau ada yang mau recomend anime yaoi yang hot pm ke aku yah. Lagi butuh asupan. Manga juga boleh wkwk

 

Terus buat FF Chanbaek. Kalau kesampean saya bakal lanjut remake yatamomo yang itu. Karena emang FF pendek itu Cuma satu scene aja makanya tamat. Wkwk. Exatcly aku niat lanjut remake FF Love stage. Dulu pernah publish tapi baru satu chap. Cuma karena udah ada yang remake ff itu jadi ga jadi wkwk.

Ingin juga Remake ulang FF remake sekaiitchi hatsukoi sama Papa To kiss in the dark dalam versi Chanbaek, karena dulu saya buatnya versi KyuMin. Ada yang tahu anime yaoi terhot itu? Silahkan tonton. wkwk

Buat FF just one night stand Chanbaek. Sabar yah.. karena jujur cerita asli dari temen aku ga happy ending. Sedangkan saya suka chanbaek berakhir happyend. Hiks. Jadi sabar lagi putusin alur cerita. Wkwk buat ghost of chanyeol saya lagi males edit. Tapi di usahain cepet.

 

So Mind To Review??’

XOXO

 

AstiaMorichan^^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s