Prince Of The Dark Chap 3| AkaKuro| Yaoi| LovelyPhantom

0

Bocah bersurai biru menampilkan sebuah senyumanlebar saat melihat sosok wanita tua yang membawa nampan berisi cookies. Ia baru saja mengangkat cookies itu dari oven. Manik aquamarine si surai biru – Kuroko Tetsuya menatap penuh binar ke arah kue yang sedang neneknya hidangkan di atas meja. Tetsuya selalu suka momen seperti ini. Ah. Lebih tepatnya ia sangat menyukai cookies yang neneknya buat. Apalagi nenek Tetsuya- Haruka selalu membuat kue favoritnya ketika ia pulang sekolah. Seperti sekarang. Aroma kue menyebar di sekeliling dapur, dan membuat perut Tetsuya bersorak senang karena lapar.

 

“Ne.. Tet-chan.. kenapa tidak ganti baju dulu, hm?” Haruka menatap Tetsuya dengan lembut, saat melihat Tetsuya berlari ke arahnya dan duduk di meja makan dengan seragam yang masih melekat di tubuhnya. Bocah itu menatapnya dengan tatapan berbinar yang selalu membuat Haruka luluh. Kemudian ia mulai melepaskan sarung tangan beserta celemek yang membalut tubuh rampingnya. Di simpan celemek dan sarung tangan di samping nakas yang berada di belakang. Lalu ia mulai berjalan ke arah Tetsuya, dan menyodorkan piring berisi kue kesukaan si biru, beserta susu vanilla favoritnya.

 

“Aku ingin memakan kuenya sekarang Baa-san.” Tetsya mempoutkan bibirnya. Ia mulai merajuk dan memberikan tatapan memohon pada sang nenek. Membuat wanita tua bersurai hitam itu terkekeh dan mengelus surai biru Tetsuya.

 

“Baik. Tet-chan bisa memakannya jika menuruti permintaan Baa-san kali ini. Bagaimana?” Haruka berjongkok di samping bocah smp itu. Membuat Tetsuya menatap bingung Haruka dengan alis bertaut tidak mengerti. Jarang sekali Haruka seperti ini.

 

“Memangnya Obaa-san mau meminta apa dari Tetsuya?” Tetsuya memiringkan kepalanya. Manik aquamarine menatap bingung sang nenek yang sekarang malah mencubit pipi Tetsuya dengan gemas.

 

“Tet-chan tidak boleh bertemu lagi dengan Shima Oji-san.” Manik aquamarine bocah itu membulat tanda tidak setuju. Haruka sangat yakin jika Tetsuya tidak mau menuruti permintaannya kali ini. Apalagi dengan Shima- sang Lucifer keras kepala yang ingin membawa pergi Tetsuya. Haruka tidak ingin kehilangan cucu kesayangannya. Apalagi membiarkan seorang malaikat pembelot mengurus Tetsuya.

 

“E-eh? Kenapa tidak boleh? Shima Oji-san sangat baik pada Tetsuya. Aku tidak ingin menuruti permintaan Baa-san.” Tetsuya melipat kedua tangan di depan dada. Bibirnya mengerucut di sertai delikan tak suka yang ia berikan pada Haruka.

 

“Shima Oji-san itu sangat berbahaya. Apa Tetsuya ingin tahu siapa sebenarnya Shima Oji-san?” Penawaran sang nenek terdengar menggiurkan bagi Tetsuya. Haruka bisa melihat Tetsuya kembali menoleh ke arahnya dengan tatapan penuh keingintahuan tercetak jelas di manik aquamarine bocah itu.

 

“Memangnya kenapa dengan Shima Oji-san?” Haruka menatap Tetsuya dengan sendu. Tangannya kembali terulur untuk mengelus pipi Tetsuya dengan lembut. Haruka tentu sangat mengerti jika Tetsuya merindukan sosok ayah. Shima datang dan mengaku sebagai paman jauh Tetsuya. Lalu ia sering mengajaknya bermain setiap hari. Tentu saja Haruka sangat khawatir jika Shima membocorkan identitas sebenernya pada Tetsuya, jika ia adalah ayah dari si surai biru. Haruka sangat tidak ingin hal seperti itu terjadi. Ia hanya ingin Tetsuya menjadi manusia normal seperti temannya yang lain. Kehadiran Shima hanya akan menjadi pengaruh buruk untuk Tetsuya. Kekuatan Tetsuya akan semakin berkembang jika Shima selalu berada di dekatnya. Haruka tidak ingin Tetsuya mempunyai kekuatan para malaikat.

 

“Baa-san akan menceritakan semuanya pada Tetsuya. Tapi setelah itu, Tet-chan tidak akan ingat apapun lagi. Bagaimana?” Kembali, aquamarine sejernih biru langit itu membelalak, dan memberenggut tidak setuju. Tetsuya kembali menunjukan aksi tidak setuju atas apa yang Haruka ucapkan.

 

“Jika Tetsuya tidak menurut, Baa-san tidak akan memberikan Tet-chan cemilan lagi.” Piring berisi cookies di ambil kembali dari hadapan Tetsuya. Membuat bocah itu kembali mengerucutkan bibirnya, sebelum akhirnya mulai mengangguk tanda setuju. Lagi pula, Tetsuya bisa bertemu secara sembunyi dengan Shima Oji-san nanti. Lalu ia tidak akan mungkin melupakan semua yang di ceritakan neneknya. Tetsuya itu pintar. Ia akan ingat dalam sekejap ucapan Haruka nanti.

 

“Wakatta. Tetsuya mengerti. Sekarang ceritakan tentang Shima Oji-san, dan juga berikan cake itu padaku.” Tetsuya bisa melihat Haruka tersenyum dengan lebar kali ini. Ia yakin, jika Haruka sangat senang karena keputusannya itu. Kemudian Haruka mulai menarik kursi di samping Tetsuya, dan duduk di sana. Membuat Tetsuya menoleh pada wanita tua itu yang sekarang menghela napasnya pelan, sebelum memulai ceritanya.

 

“Ne.. Apa Tet-chan percaya dengan malaikat? Lalu dengan Iblis, dan juga Tuhan?” Haruka menatap ke arah Tetsuya dengan tajam. Membuat bocah itu gugup, karena ini adalah kali pertama Haruka menjadi serius seperti ini. Biasanya, neneknya itu akan selalu tersenyum dan memberikan guyonan yang membuat Tetsuya tertawa lepas. Bukannya bertanya hal aneh seperti ini.

 

Dahi Tetsuya mengernyit pelan. Mencoba untuk memikirkan jawaban atas pertanyaan yang di berikan dari Haruka. Bocah bersurai biru itu mengetukkan jari pada ujung meja dengan mata tertutup. Berharap akan menemukan jawabannya. Tetsuya tentu sangat percaya jika Tuhan itu ada. Lalu tentang iblis dan juga malaikat tentu ada. Tetsuya belajar semua itu setiap hari minggu di Gereja. Ia bukanlah seorang atheis. Jadi tentu saja Tetsuya percaya. Walaupun ia sama sekali belum pernah bertemu malaikat dan iblis dengan matanya sendiri.

 

“Ya. Pastor Michael bilang padaku jika malaikat dan iblis juga nyata. Aku juga belajar banyak tentang para malaikat dan Iblis yang mengganggu manusia.” Dahi Tetsuya mengernyit. Berusaha untuk kembali mengingat sesuatu yang mengganjal pikirannya.

 

“Tapi Baa-san.. Shima Oji-san pernah berkata jika aku adalah seorang Nephilim, dan aku harus menyembunyikan kekuatanku agar Verchiel (1) tidak menemukan keberadaanku.” Badan wanita tua itu menegang. Matanya membulat, menatap Tetsuya kaget. “Ne.. Baa-san.. Apa kau tahu maksud dari Shima Oji-san? Nephilim itu apa?” Tetsuya memiringkan kepalanya. Manik aquamarine itu menatap Haruka penuh tanya. Berharap Haruka bisa menghilangkan rasa penasarannya selama beberapa hari terakhir. Karena Tetsuya memang tidak mengerti tentang peringatan dari Shima. Ketika ia ingin bertanya lagi tentang hal itu, Shima malah pergi meninggalkannya. Bahkan sampai sekarang Tetsuya belum bertemu dengan pria itu lagi.

 

Haruka menelan salivanya dalam. Ia mencoba kembali menetralkan emosi yang tercetak di wajahnya. Kali ini, Haruka harus menjelaskan semuanya pada Tetsuya. Lalu membuat bocah itu melupakan segala hal tentang Lucifer brengsek itu, dan juga memberikan Tetsuya pelindung agar ia tidak akan bisa melihat lagi sosok Lucifer selamanya, juga pengikut Lucifer yang mengincar Tetsuya. Haruka juga tidak ingin jika Tetsuya di incar oleh Verchiel, atau Gabrielle. Cucunya itu sama sekali tidak bersalah jika terlahir menjadi seorang Nephilim.

 

Tangan Haruka terulur untuk menyentuh surai biru Tetsuya. Membuat bocah itu mengerjapkan matanya bingung.

 

“Tetsuya adalah seorang Nephilim. Setengah malaikat, dan ayah Tetsuya adalah Lucifer yang merupakan malaikat pembelot. Ia adalah Shima.” Haruka bisa melihat Tetsuya membelalakan matanya kaget. Tentu Haruka sangat yakin jika Tetsuya masih mencoba mencerna semua yang ia jelaskan secara singkat. Tapi sebelum Tetsuya mengerti segalanya, Haruka akan membuat bocah itu kembali lupa. Tetsuya tidak boleh mengingat apa yang ia ucapkan.

 

Tangan Haruka bergerak ke samping leher Tetsuya, dan menekan keras selangka leher Tetsuya. Membuat bocah itu menjerit kaget saat merasakan sebuah cahaya berkumpul di lekukkan lehernya. Pelindung cahaya mulai mengelilingi tubuh Tetsuya. Pelindung yang Haruka buat, akan membuat Lucifer, Verchiel, dan segala makhluk lainnya tidak dapat menyadari keberedaaan Tetsuya. Pelindung itu juga yang membuat Tetsuya kehilangan kesadaran dirinya, dan juga kehilangan beberapa kilasan ingatannya tentang Shima.

 

“Maafkan aku, Tet-chan.” Tubuh kecil itu terjatuh dalam pangkuan Haruka. Semua yang ia lakukan adalah untuk kebaikan Tetsuya. Ini adalah cara yang terbaik agar Tetsuya selamat.

 

 

Prince Of The Dark

 

Kuroko no Basuke © Tadatoshi Fujimaki

 

RM 18!

 

Romance, Fantasy, Drama

 

Warning! Boys Love, Yaoi, BoyXBoy, Typo, EYD Tidak sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar, OOC, DLDR yaw! I warn you, babe!

 

Akashi Seijuurou X Kuroko Tetsuya

 

 

a/n: Ini FF kembali saya dedikasikan untuk event #LovelyPhantom dan merayakan ratu harem kita Kuroko Tetsuya yang semakin manis minta di makan/? Eh. FF ini kembali di angkat dan terinspirasi oleh beberapa mitologi yang di gabung bersama imajinasi mesum dan nista saya. Kalau kalian tidak suka dengan apa yang saya tulis silahkan menyingkir dan tekan tombol back. Saya tidak bertanggung jawab jika mata kalian iritasi ketika baca tulisan saya.

 

Ada beberapa Glousarium yang saya sesuaikan dengan imajinasi saya. Semoga kalian paham dengan semua istilah absurd yang ada di cerita saya ini. Jika ada masukan, saya akan sangat senang mengedit kembali FF ini.

 

~LovelyPhantom~

 

Happy Reading!

EnJOY!

.

oOo

.

Tubuh pemuda bersurai biru itu menegang dengan mata membulat kaget saat mendengar semua penjelasan dari pria berbadan kokoh dengan baju zirah yang melekat di tubuhnya. Pria itu bernama Kagami Taiga yang mengaku sebagai kakak kandung dari Tetsuya. Kemudian pria yang sekarang mengenakan pakaian layaknya seorang raja di zaman Arthur yang pernah Tetsuya tonton itu menunjukkan suatu hal yang tidak dapat Tetsuya percaya.

Saat tangan Kagami terulur untuk menyentuh bahu Tetsuya. Ia mulai merasakan kilasan ingatan di dalam otaknya. Ingatan itu meluap dengan cepat bagaikan kilasan film yang membuat kepalaTetsuya pening. Tetsuya ingat semuanya. Ia ingat bagaimana neneknya selalu mengelak jika bertanya dimana Shima Oji-san, dan kenapa neneknya membenci Shima. Lalu dengan hadirnya Seijuurou yang memberitahu jati dirinya sebagai Nephilim. Sekarang semuanya menjadi terhubung, dan Tetsuya tahu siapa dirinya. Ia adalah Nephilim- makhluk setengah malaikat yang berasal dari Lucifer– Sang malaikat pembelot pertama. Jujur saja, ini semua masih seperti mimpi buruk untuk Tetsuya. Ia sulit untuk mempercayai semua hal yang tidak masuk logika. Semua kejadian yang menimpa Tetsuya tidak masuk di akal.

 

“A-aku tidak mengerti.” Tetsuya tergugup. Ia memundurkan badannya perlahan menjauh dari Kagami. Kepalanya menggeleng tanda tidak setuju dengan semua kilasan memori yang Kagami berikan padanya.

 

“Kau adalah adikku. Putra dari Lucifer, walaupun kau hanyalah setengah malaikat Kuroko.” Suara Kagami terdengar menakutkan bagi Tetsuya. Ia sangat berbeda dengan Seijuurou. Walaupun pemuda bersurai crimson itu selalu seenaknya, tapi Tetsuya selalu merasa nyaman jika Seijuurou ada di sampingnya. Saat ini, Tetsuya berharap Seijuurou datang menolongnya.

 

“Aku hanyalah manusia biasa.” Tetsuya mengangkat kepalanya. Memberikan Kagami tatapan tajam, dan hal itu malah membuat Kagami tertawa lepas.

 

“Hey, Kuroko.. harus berapa kali aku bilang bahwa kau itu Nephilim?” Kagami mendekat ke arah Tetsuya. Membuat pemuda bersurai biru itu memundurkan tubuhnya dengan refleks. Aura Kagami benar-benar berbahaya. Tetsuya tidak menyukai aura yang menguar dari tubuh Kagami. Aura itu mencekam. Seolah membuat Tetsuya tenggelam dalam kegelapan.

 

“Aku akan pergi dari sini. Tolong lepaskan aku.”

 

“Dan kau melupakan niat awalmu ketika bertemu denganku, Kuroko?” Manik aquamarine kembali membulat. Tentu saja Tetsuya ingat kenapa ia menerima ajakan dari Hayama. Ia ingin bertemu dengan Shima. Walaupun Tetsuya harus mengakui jika Shima itu adalah seorang malaikat pembelot. Lucifer– Sang pemberontak Tuhan.

 

“Di-dimana Shima Oji-san?” Tetsuya kembali bertanya. Ia mencoba melupakan rasa takutnya demi hal ini. Tetsuya tidak boleh ragu. Semua yang ia lakukan adalah untuk Shima. Apapun yang terjadi, ia harus bertemu dengan Shima.

 

“Maksudmu Lucifer? Ayah kita?”

 

“Y-ya. Aku ingin bertemu dengannya.” Tetsuya bisa melihat tatapan tajam dari Kagami meredup. Ada kesedihan yang terpancar di mata itu. Tetsuya bisa merasakannya dengan jelas.

 

“Ayah sudah di bunuh oleh Verchiel.” Suara Kagami terdengar dingin dan penuh akan dendam. Tangan pria bersurai merah itu terkepal dengan erat, seolah menahan amarahnya agar tidak meledak. Aura kebencian menguar di seluruh tubuhnya.

 

“Apa maksudmu, Kagami-kun? Aku sama sekali tidak bercanda dengan hal seperti ini!” Suara Tetsuya mengeras. Ia mulai mendekat ke arah Kagami, dan mencengkram erat baju zirah berbalut besi yang melekat di tubuh pria itu. Kesabaran Tetsuya sudah habis. Ia tidak ingin di permainkan lagi oleh Kagami.

 

“Apa aku terlihat bercanda, Kuroko?” Tatapan dingin menusuk dari Kagami membuat Tetsuya terdiam. Tangan yang semula berada di lengan Kagami, kini terkulai lemas. Tetsuya kembali di jatuhkan oleh berita mengejutkan dari Kagami. Ia belum siap mendengar kabar bahwa Shima- paman yang selama ini Tetsuya harap bisa bertemu lagi, sudah tidak ada. Ia terbunuh, dan Tetsuya tidak dapat melihatnya lagi. Sekarang Tetsuya merasakan hatinya remuk. Air mata tiba-tiba membasahi pipi Tetsuya. Jujur saja, Tetsuya tidak tahu kenapa ia menangis. Padahal ia dan Shima hanya dekat selama satu tahun saja. Setelah itu Pamannya menghilang, dan Tetsuya seakan lupa dengan keberadaannya.

 

Tubuh mungil Tetsuya bergetar. Pemuda bersurai biru itu masih menangis dalam diam. Mengabaikan Kagami yang sekarang bingung harus berbuat apa. Kagami tidak terlalu pintar menghibur seseorang. Ia bahkan lupa kali terakhir ada seseorang yang mau menemaninya.

 

“Berhentilah menangis. Kau harus tinggal di sini jika tidak ingin di bunuh oleh Verchiel.” Tetsuya mendongak ke arah Kagami yang sekarang berdiri di hadapannya. Ia mulai mengusap pipi untuk menghilangkan jejak air matanya. Manik aquamarine itu kembali menatap Kagami dengan pandangan penuh tanya. Berharap jika Kagami menjawab siapa itu Verchiel.

 

Verchiel adalah malaikat utusan Tuhan yang selalu memburu malaikat sepertiku, dan juga para Nephilim. Kau berada di Aerie sekarang, Tetsuya. Di tempat ini, semua malaikat pembelot dan juga Nephilim sepertimu tinggal.” Kagami mulai menjelaskan dengan detail bagaimana Aerie terbentuk, dan siapa saja pasukan Verchiel yang selalu membunuh kaum Nephilim. Bagaimana Lucifer terbunuh, dan kenapa para utusan Tuhan memburu semua kaumnya.

 

“Jika kau keluar dari istana ini, kau akan menemukan sebuah pemukiman di mana para Nephilim sepertimu tinggal. Di Aerie, para Nephilim akan merasa aman. Kau tidak perlu takut lagi jika Verchiel akan datang memburumu, Kuroko. Para Elf, melindungi wilayah Aerie.”

 

Kuroko mengangguk pelan. Ia mulai mengerti semua penjelasan yang Kagami jabarkan tadi. Tapi Tetsuya tidak ingin berada di sini. Ia ingin pulang, dan bertemu dengan Seijuurou. Tetsuya belum siap jika harus berada di Aerie. Lagi pula, ia harus memastikan semua yang sudah Kagami jelaskan.

 

“Beri aku waktu untuk berpikir Kagami-kun. Tolong antarkan aku pulang.”

 

“Baik. Tapi Hayama akan mengikuti dan menjagamu, Kuroko.” Tetsuya menggeleng dengan cepat mendengar penuturan Kagami. Ia tidak ingin di ikuti oleh Hayama. Tetsuya butuh waktu untuk sendiri dan mencoba mencari tahu kebenaran dari semua ini. Ia harus bertemu dengan Seijuurou. Satu-satunya penolong Tetsuya adalah pemuda bersurai crimson itu.

 

“Tidak. tolong biarkan aku memikirkan semuanya sendiri.” Tetsuya bisa melihat Kagami menghela napasnya. Kemudian pria itu mendengus tak suka, dan melirikkan matanya ke arah Hayama yang sejak tadi berdiri di depan pintu masuk. Tatapan isyarat agar pemuda bersurai orange itu mendekat.

 

“Antar Kuroko pulang. Setelah itu kau kembali lagi ke Aerie, Hayama.” Kagami membalikkan badannya. Berjalan menjauhi Tetsuya. Jubah merahnya berkibar, dan setelah itu sosok Kagami menghilang bagaikan hembusan angin.

 

“Kau ingin kembali ke cafe atau apartemenmu, Kuroko-sama?” Hayama membentangkan sayap-sayap hitamnya. Sebelum akhirnya mulai mengibaskannya dengan pelan, hingga tubuhnya melayang. Ia mulai mengulurkan tangannya ke arah Tetsuya.

 

“Apartemenku.” Tetsuya menggapai uluran tangan Hayama, sehingga ia berada di pelukan pemuda bersurai orange itu. Kemudian mereka terbang ke atas, meninggalkan ruang singgasana Kagami. Tetsuya berharap keputusannya kali ini sama sekali tidak salah. Ia membutuhkan Seijuurou untuk menjelaskan semua keraguan yang ada di hatinya.

 

.

oOo

.

 

Tetsuya berjalan dengan gontai menuju koridor apartemen yang akan mengantarkan tubuh mungilnya menuju kamar apartemen yang berada di pojok lantai tujuh ini. Tadi Hayama sudah mengantarnya sampai ke depan gedung apartemen. Setelah itu Hayama kembali memukul udara dengan sayap hitamnya, dan terbang meninggalkan Tetsuya. Jadi disini Tetsuya berada. Ia sudah kembali ke dunia asalnya. Bukan di Aerie– tempat para Nephilim berada.

Tetsuya mulai membuka kenop pintu kamarnya dengan pelan. Sebenarnya Tetsuya berharap akan bertemu dengan Seijuurou. Ini sudah hampir pukul sebelas malam. Biasanya Seijuurou sudah berdiri di samping lift, sambil menatap pemandangan kota. Tapi nyatanya, pemuda itu tidak terlihat sama sekali. Entah kenapa Tetsuya merasa kecewa saat tidak dapat menemukan sosok Seijuurou.

 

“Hah..” Tetsuya menghela napas pelan. Ia mulai masuk ke dalam apartemen. Tangannya meraba dinding untuk menekan saklar lampu agar lampu di ruang tengah menyala. Kemudian cahaya lampu mulai menyinari ruangan itu. Membuat mata Tetsuya menyipit perlahan karena ia melihat sesosok bayangan yang sedang duduk di sofa kecil miliknya. Sosok itu mulai berbalik ke arahnya, dan menatap Tetsuya.

 

“Tetsuya.. Apa yang kau lakukan selama dua hari ini?!” Suara bariton yang sangat Tetsuya kenal itu menggema memenuhi ruangan. Kali ini, Tetsuya bisa melihat dengan jelas sosok Akashi Seijuurou yang berdiri di dekat sofa sambil menatapnya dengan tajam. Tetsuya bisa merasakan kekhawatiran di dalam manik heterecomenya.

 

Langkah Seijuurou semakin dekat dengan Tetsuya. Membuat Tetsuya memundurkan tubuhnya. Menyentuh pintu yang ada di belakangnya sehingga tertutup dengan sempurna. Tetsuya tahu jika Seijuurou marah padanya. Seijuurou tidak pernah menatapnya sedingin itu.

 

“Apa yang kau lakukan selama dua hari, Tetsuya? Kau tahu? Aku kebingungan mencarimu kemana-mana!” Dahi Tetsuya mengernyit saat mendengar pertanyaan beruntun dari Seijuurou. Dua hari? Tetsuya berada di Aerie dua hari?

 

“A-apa maksudmu Akashi-kun?” Tetsuya mendongak. Menatap manik heterecome Seijuurou yang menatapnya tajam. Ini kembali membingungkan untuk Tetsuya. Ia pikir hanya beberapa jam saja berada di Aerie.

 

“Kau menghilang selama dua hari.” Seijuurou menghela napasnya lelah. Kali ini tangannya terulur untuk menarik Tetsuya ke dalam pelukannya. Memeluk tubuh mungil itu dengan erat. Sungguh, Seijuurou merindukan sosok Tetsuya. Ia sudah kebingungan mencari Tetsuya selama dua hari ini. Ia bahkan tidak dapat mengendus keberadaan Tetsuya di manapun. Seijuurou takut jika pasukan Verchiel menyerang Tetsuya. Ia tidak ingin itu semua terjadi. Seijuurou akan melindungi Tetsuya sampai kapanpun.

 

“Syukurlah, Tetsuya. Aku pikir terjadi sesuatu yang buruk padamu.” Seijuurou menelusupkan wajahnya ke dalam ceruk leher Tetsuya. Menghirup dalam aroma vanilla dari tubuh Tetsuya. Aroma tubuhnya yang sudah menjadi obat penenang tersendiri untuk Seijuurou. Rasa khawatir dan ketakutan dalam dirinya menghilang hanya dengan mencium aroma tubuh Tetsuya.

 

“M-maaf, Akashi-kun.” Tetsuya bergumam pelan. Tangannya bergerak untuk membalas pelukan Seijuurou sama eratnya. Jujur saja, Tetsuya butuh pegangan. Ia membutuhkan sosok Seijuurou untuk membuatnya mengerti tentang hal tidak masuk akal yang menimpa kehidupannya selama beberapa terakhir ini.

 

“Aku takut, Akashi-kun..” Suara Tetsuya bergetar. Seijuurou tahu ada yang tidak beres selama Tetsuya pergi. Ia bisa merasakan pelukan Tetsuya semakin mengerat, dan juga tubuh pemuda bersurai biru itu mulai bergetar ketakutan, di sertai isakan lirih yang lolos dari mulut Tetsuya.

 

“Akashi-kun… A-aku takut.. T-tolong…” Suara lirih Tetsuya terdengar menyesakkan bagi Seijuurou. Ia tidak ingin melihat Tetsuya ketakutan seperti sekarang. Tangan Seijuurou bergerak untuk menggendong tubuh Tetsuya ala bridal. Tetsuya diam. Tidak menolak dengan perlakuan Seijuurou. Ia malah membenamkan wajahnya pada leher Seijuurou dan menangis di sana. Seijuurou membawanya ke kamar. Kemudian pemuda bersurai crimson itu membaringkan tubuh mungilnya di ranjang. Tetsuya bisa melihat dengan jelas Seijuurou duduk di sampingnya dengan tatapan khawatir.

 

“Ceritakan semuanya padaku.” Perintah Seijuurou yang penuh ke absolutan, membuat Tetsuya mengangguk dengan cepat, dan mulai mendudukkan dirinya di ranjang. Lalu ia mulai menceritakan segalanya. Tentang Aerie, Kagami, Hayama, Shima, dan juga Verchiel. Tetsuya bisa melihat raut wajah Seijuurou berubah. Rahang pemuda bersurai crimson itu mulai mengeras. Tangan Seijuurou terkepal dengan erat.

 

“Kau tidak boleh bertemu dengan Kagami lagi. Dengarkan aku Tetsuya.” Manik heterecome menatapnya tajam. Seakan tidak ingin di bantah. “Aku akan melindungimu sampai kapanpun. Aku tidak akan membiarkan makhluk jahanam itu menyentuhmu. Apalagi Verchiel sialan itu!” Seijuurou kembali kembali memeluk tubuh Tetsuya dengan erat. Ia tidak akan membuat Tetsuya menderita. Apapun yang terjadi. Karena Tetsuya adalah miliknya.

 

“Terimakasih, Akashi-kun.” Tetsuya kembali memeluk tubuh kokoh Seijuurou. Mereka berbagi pelukan dan beberapa ciuman Seijuurou hadiahkan di bibir Tetsuya. Bagi Seijuurou, pemuda bersurai biru itu adalah candu. Jika Tetsuya tidak ada, mungkin Seijuurou akan menjadi gila seperti dua hari kemarin saat ia tidak dapat menemukan sosok Nephilim itu.

.

oOo

.

 

Seijuurou menatap dalam Tetsuya yang sekarang tertidur dengan lelap. Wajah Tetsuya terlihat sangat damai. Sebuah senyum kecil tersungging menghiasi wajah cantik pemuda bersurai biru itu. Seijuurou yakin, jika Tetsuya sedang bermimpi indah. Karena semua kegelisahan di dalam hati Tetsuya sudah meluap. Pemuda bersurai biru itu menangis dan tak hentinya mengatakan terimakasih di sela-sela ciuman hangat mereka. Kemudian Tetsuya jatuh tertidur dalam pelukannya.

 

Seijuurou menampilkan senyum asimetris di wajahnya. Ia bersyukur datang kembali ke dunia manusia, dan di pertemukan dengan Tetsuya. Seijuurou yang awalnya tidak tertarik dengan apapun, kini tertarik oleh sosok Tetsuya. Mungkin manusia menyebut hal ini sebagai jatuh cinta. Ya. Seijuurou jatuh cinta pada Tetsuya. Ia selalu ingin berada di dekat pemuda itu, dan melindunginya dari para makhluk kotor yang mencoba melukai Tetsuya.

 

“Aku tidak menyangka akan melakukan hal konyol seperti ini.” Tangan Seijuurou terulur untuk mengelus surai biru Tetsuya dengan pelan. Kemudian ia mulai menunduk dan mencium kening Tetsuya. “Hades akan marah padaku jika tahu aku berurusan dengan para malaikat.” Seijuurou terkekeh pelan, saat mengingat kembali sosok Ayahnya. Ia sangat yakin jika Masaomi akan murka. Jujur saja, Seijuurou sangat suka melihat Ayahnya itu marah. Walaupun Persephone selalu bisa menenangkan ayahnya dengan cepat.

 

“Seijuurou-sama. Apa anda merasakan keberadaan Thanatos-sama?” Suara Nigou yang kecil memecah keheningan. Membuat Seijuurou sadar jika sejak tadi Nigou masih mengikutinya. Ia pikir anjing itu sudah menuruti perintahnya untuk kembali ke Gerha Hades(2).

 

“T-thanatos-sama ada di sini.” Suara Nigou mencicit. Membuat Seijuurou tersenyum meremehkan ke arah pintu kamar. Di sana ia sudah melihat sosok Thanatos. Seijuurou bukanlah orang bodoh yang sama sekali tidak menyadari keberadaan Thanatos yang menguarkan aura mematikan di sekelilingnya.

 

“Saya tidak menyangka jika anda berurusan dengan Nephilim itu.” Suara Nijimura terdengar meremehkan. Membuat Seijuurou menggeram tak suka ke arahnya. Ini yang Seijuurou tidak suka dari abdi ayahnya itu. Nijimura selalu mencampuri segala urusannya.

 

“Dan aku tidak menyangka jika kau kembali mencampuri urusanku. Apa Hades mengutusmu?” Suara sarkatik Seijuurou hadiahkan untuk Nijimura. Kemudian pemuda bersurai crimson itu mulai berjalan ke arah Seijuurou. Manik heterecome menatap tak suka ke arah Nijimura yang tidak pernah tunduk oleh tatapannya.

 

“Ya. Masaomi-sama sudah tahu jika anda berurusan dengan Nephilim. Beliau ingin anda pulang ke Gerha Hades.”

 

“Tidak. Aku tidak akan pulang. Sampaikan pesanku untuk Ayah dan Ibu. Aku akan bersama Tetsuya di sini.” Seijuurou berbalik. Berjalan ke arah Tetsuya, dan mengabaikan sosok Nijimura yang menggeram marah.

 

“Masaomi-sama akan marah dan membunuh Nephilim itu jika anda tidak pulang, Seijuurou-sama.” Ada nada memaksa di dalam ucapan Nijimura yang membuat Seijuurou kembali mendengus, sebelum melirik Nijimura lewat ekor matanya.

 

“Aku akan melindunginya dari apapun. Pergilah, Nijimura. Aku tidak ingin menyakitimu.” Aura kematian menyebar di sekeliling tubuh Seijuurou. Membuat Nijimura memundurkan tubuhnya. Nijimura masih ingin hidup. Ia tidak ingin hidupnya sia-sia karena hal ini. Lebih baik ia membiarkan Seijuurou, dan kembali melapor pada Masaomi.

 

“Saya sudah memperingatkan anda. Nephilim itu berbahaya bagi makhluk dunia bawah seperti kita, Seijuurou-sama.” Dan setelahnya, sosok Nijimura menghilang di gantikan oleh gumpalan cahaya hitam yang mengecil, kemudian hilang bagai di terpa oleh angin.

 

“Aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti Tetsuya.” Geraman Seijuurou terdengar menakutkan. Seijuurou belum pernah seserius ini sebelumnya. Jika ada yang menyakiti Tetsuya, itu artinya mereka akan berurusan dengan Seijuurou. Sekalipun itu adalah malaikat utusan Tuhan, Seijuurou tidak akan pernah takut.

 

.

oOo

.

 

 

Pemuda bersurai hitam dengan hakama berwarna putih itu menatap tajam bawahannya. Izuki atau yang lebih di kenal sebagai Verchiel menggeram. Ia tidak habis pikir jika ada keturunan dari Lucifer yang masih berada di dunia manusia. Izuki pikir semua Nephilim dan para malaikat pembelot bersembunyi di Aerie. Ini adalah kesempatan langka. Ia tidak akan membiarkan buronannya lepas lagi. Kali ini, Izuki bertekad untuk membunuh Nephilim bernama Kuroko Tetsuya.

 

“Tapi Izuki-sama, sosok Seijuurou-sama selalu terlihat di samping Nephilim itu.” Dahi Izuki mengerut mendengar penuturan dari Izuna- sang bawahan yang sudah ia tugaskan memantau Tetsuya. Seijuurou yah? Jika memang benar Seijuurou ikut campur dalam urusan ini, itu berarti Seijuurou menantang Zeus- Penguasa Langit.

 

“Menarik. Putra Hades terlibat dengan Nephilim.” Seringaian licik terukir jelas di wajah Izuki. Ini adalah hal yang paling menarik. Jika Seijuurou terlibat, mungkin saja perang langit akan kembali terjadi. Murka Zeus dan Hades selalu menggemparkan bumi.

 

“Tangkap Kuroko secepatnya, dan bawa padaku. Walaupun Seijuurou ada di samping Nephilim itu.” Wajah Izuna memucat saat mendengar perintah dari Izuki. Ah. Ia masih ingin hidup. Kekuatannya sama sekali belum cukup kuat untuk menentang putra Hades. Ini namanya cari mati.

 

“Jika kau tidak bisa membawa Kuroko, aku akan mematahkan sayapmu.” Izuna menelan salivanya dalam. Sepertinya tidak ada pilihan lain selain menuruti Izuki. Semua pilihan yang di berikan Izuki tidak ada yang bagus. Sama-sama jalan kematian.

 

“Baik, Izuki-sama.” Izuna menundukkan kepalanya penuh hormat. Sebelum ia mulai mengepakkan sayap putihnya, dan melayang menjauh dari kastil Verchiel. Izuna harus melaksanakan tugasnya. Ia tidak ingin jika sayapnya di patahkan. Itu sama saja artinya dengan menjadi malaikat pembelot. Izuna akan membawa Tetsuya apapun yang terjadi.

 

Tebece

 

Glousarium :

  1. Verchiel : Malaikat Utusan Tuhan. Abdi Zeus yang bertugas untuk memburu para kaum pembelot.

 

  1. Gerha Hades : Kerajaan Dunia Bawah. Tempat Hades tinggal.

 

 

Akhirnya selesai. Saya ngebut kerjain ini fict karena deadline semakin dekat. Semoga saya bisa ngerjain deadline di sela-sela kehidupan real life saya yang sibuknya sangat go to hell sekali 😥 semoga tanggal 31 semuanya selesai yah.

Sayonara! Jangan lupa tinggalkan jejak, karena review kalian sangatlah berarti untuk saya.

Silahkan tinggalkan masukan dan kritikan juga. Saya sangat berharap jika kalian bisa ngerasain feelnya pas baca FF ini. karena sejujurnya, saya takut kalo imajinasi saya ga sampai sama reader. Karena kesulitan dalam FF fantasy itu adalah menggambarkan. Dan saya takut penggambaran semua cerita di ff ini ga sampai. Jadi silahkan berkomentar!

 

AkaKuro Banzai!

Mind To Review?

Astia Morichan ^^

 

 

Prince Of The Dark | Chap 2| Yaoi | AkaKuro | LovelyPhantom

0

Pria berbadan kokoh dengan baju zirah yang membalut dada bidangnya itu menggeram marah. Pria itu – Kagami Taiga- yang merupakan penguasa Aerie (1) menatap tajam Hayama Kotaro yang sekarang membungkuk penuh hormat padanya. Semua penduduk Aerie tidak akan membantah apa yang di ucapkan Kagami- selaku penerus tahta sang Lucifer(2)– Malaikat Pembelot yang sejak dulu memimpin Aerie. Aerie berada di perbatasan dunia manusia dan juga dunia para Elf(3). Sehingga para malaikat pengabdi Zeus(4) tidak dapat mendekati Aerie. Karena wilayah Aerie di lindungi oleh pelindung yang di ciptakan kawanan Elf- abdi setia Lucifer.

 

“Bukankah aku menyuruhmu untuk membawa Kuroko secepatnya? Apa kau tuli Hayama?” Desisan marah Kagami terdengar menakutkan bagi Hayama. Pemuda bersurai orange itu bisa merasakan udara di sekitarnya menipis hanya dengan mendengar geraman dari Kagami.

 

“Maafkan hamba, Kagami-sama. Saya tidak bisa mendekat ke arah Kuroko. Ada penghalang di sekelilingnya. Ia belum sepenuhnya mengingat kita. Ingatannya hilang. Wanita tua itu menanamkan pelindung di dalam tubuh Kuroko.” Kagami terdiam mendengar penjelasan dari Hayama. Kagami ingat betul jika Tetsuya- adiknya itu tidak akan ingat padanya. Tetsuya hanya mengingat Ayahnya – Sang Lucifer yang terbunuh oleh Verchiel. Tetsuya juga tidak tahu jika Lucifer adalah ayahnya. Karena Lucifer hanya mengaku sebagai paman jauh dari pemuda bersurai biru itu.

 

“Kuroko harus mengingat Lucifer. Ia harus ingat apa yang Lucifer katakan. Lucifer sudah memberitahu jati dirinya sebagai Nephilim(5) pada Kuroko. Kau harus membuat Kuroko mengingatnya!” Hayama menelan salivanya dalam. Tentu saja ini adalah tugas yang cukup sulit baginya. Ia bahkan tidak tertarik dengan Nephilim campuran itu.

 

“Tapi ada aura Pangeran Kegelapan Hades saat saya mencoba semakin mendekat ke arah Kuroko.” Hayama bisa melihat ekspresi kaget di wajah sangar Kagami. Hayama sangat yakin jika Kagami tidak percaya dengan apa yang ia ucapkan. Terbukti dengan aura dingin mengancam yang tiba-tiba saja memenuhi ruangan megah ini.

 

“Aku tidak ingin kau bercanda tentang hal seperti itu, Hayama. Putra Hades tidak mungkin meninggalkan Dunia Bawah.” Hayama tertunduk. Enggan membantah pernyataan dari Kagami. Mungkin juga ia salah mengira jika aura itu adalah milik Seijuurou- sang Pangeran Dunia Bawah. Tapi Hayama sangat yakin jika itu adalah Seijuurou. Bahkan Mibuchi yang saat itu menemaninya juga merasakan aura gelap Seijuurou.

 

“Bawa Tetsuya secepatnya. Aku tidak ingin Verchiel memburu adikku satu-satunya.” Suara tegas yang terdengar menakutkan itu kembali membuat bulu kuduk Hayama merinding. Sungguh, ia tidak ingin berada di ruangan Kagami lebih lama. Hayama tidak ingin cari mati.

 

“Baik, Kagami-sama.” Membungkuk hormat, sebelum akhirnya mulai berdiri dan berbalik menuju pintu kembar setinggi enam meter di depannya. Meninggalkan Kagami yang sekarang kembali berkutat dengan segala kemungkinan yang akan terjadi nanti. Kagami tidak ingin Tetsuya di ambil oleh Verchiel. Malaikat utusan Tuhan yang sangat ingin memusnahkan seluruh Nephilim, dan juga Malaikat pembelot seperti dirinya.

a

Prince Of The Dark

Kuroko no Basuke © Tadatoshi Fujimaki

 

RM 18!

 

Romance, Fantasy, Drama

 

Warning! Boys Love, Yaoi, BoyXBoy, Typo, EYD Tidak sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar, OOC, DLDR yaw! I warn you, babe!

 

Seijuurou sang Pangeran Kegelapan—Putra Hades memutuskan untuk pergi ke dunia fana. Di sana, ia bertemu dengan Kuroko Tetsuya- manusia dengan paras cantik yang mempunyai aura angelik dalam dirinya. Tetsuya bahkan tidak tahu siapa dirinya jika ia tidak di pertemukan dengan Seijuurou. Apalagi ketika pasukan bersayap menyerang Tetsuya, dan Seijuurou yang menolongnya setiap saat.

 

Akashi Seijuurou X Kuroko Tetsuya

 

a/n: Ini FF kembali saya dedikasikan untuk event #LovelyPhantom dan merayakan ratu harem kita Kuroko Tetsuya yang semakin manis minta di makan/? Eh. FF ini kembali di angkat dan terinspirasi oleh beberapa mitologi yang di gabung bersama imajinasi mesum dan nista saya. Kalau kalian tidak suka dengan apa yang saya tulis silahkan menyingkir dan tekan tombol back. Saya tidak bertanggung jawab jika mata kalian iritasi ketika baca tulisan saya.

 

Kali ini Glousarium sesuai dengan arti sebenernya. Ga saya ubah sama sekali seperti beberapa fict yang dulu. Ada juga glousarium yang sangat tidak masuk akal. Karena beberapa istilah terinspirasi dari novel fallen. Ini juga keinspirasi sama novel fallen sih. Walaupun saya belum tamat baca itu novel. Padahal Aaronnya go hawt loh!

 

Happy Reading!

EnJOY!

.

oOo

.

Seijuurou berjalan pelan menelusuri trotoar yang akan mengantarkannya ke daerah Shibuya- Pusat perbelanjaan yang terkenal di Jepang. Sebenarnya Seijuurou tidak tahu kenapa ia kembali ke daerah itu. Ini adalah wilayah tempat pemuda bersurai biru—Tetsuya- miliknya yang membuat Seijuurou semakin penasaran. Aroma tubuh dari pemilik mata aquamarine itu menarik dirinya. Jujur saja, Seijuurou tidak pernah seperti ini sebelumnya. Ia tidak pernah merasa tertarik oleh suatu hal yang membingungkan. Seperti saat ini. Seijuurou hanya ingin berada di dekat Tetsuya. Pemuda bersurai biru itu bagaikan sebuah magnet. Padahal ia hanyalah seorang Nephilim. Darah dari sang malaikat pembelot mengalir di dalam pembuluh nadi Tetsuya. Seharusnya Seijuurou tidak perlu berurusan dengan kaum malaikat pengikut Tuhan, dan juga beberapa pembelot. Seijuurou tidak ingin dunia bumi yang ia cintai hancur jika ada perang antara para iblis dari dunia bawah, melawan para malaikat pimpinan Zeus.

 

“Seijuurou-sama, ayo kita pulang.” Suara cicitan kecil terdengar di telinga Seijuurou. Itu adalah suara dari nigou- anjing dengan api yang membalut tubuhnya. Tapi itu hanya transformasi jika di dunia bawah. Sekarang nigou hanyalah makhluk sekecil kutu yang menempel di bahu Seijuurou.

 

“Bukankah aku menyuruhmu untuk pulang? Jangan mengikutiku.” Seijuurou berkata pelan. Ia kembali berjalan menelusuri jalanan yang tanpa Seijuurou sadari, dirinya sudah sampai di cafe yang terlihat di padati oleh pengunjung. Cafe dimana Tetsuya bekerja.

 

“Tidak Seijuurou-sama. Saya tidak akan meninggalkan Seijuuro-sama.” Seijuurou menghela napas mendengar penuturan anjing itu. Dulu, ia tidak sengaja menemukan nigou yang berada di hulu sungai plegethon. Kemudian menolong anjing malang yang tertindas oleh pengikut ouranous(6). Sebelum akhirnya, nigou memutuskan untuk menjadi pelayan dari Seijuurou.

 

“Terserah. Tapi aku tidak akan pulang.” Senyum simpul tercetak jelas di wajah Seijuurou, saat manik heterecomenya menangkap jelas sosok Tetsuya yang sekarang sedang melayani pelanggan wanita di depan. Sekarang Tetsuya terlihat sangat menawan saat memakai celana hitam denimnya dan juga kemeja berwarna putih yang membalut tubuh kecilnya. Fokus Seijuurou hanya untuk Tetsuya. Ia terpesona dengan kecantikan Tetsuya. Seijuurou bahkan mengabaikan celotehan dari nigou tentang kaum malaikat pembelot dan hal tidak penting lainnya. Demi Hades! Seijuurou tidak peduli. Ia hanya peduli tentang Tetsuya yang sekarang adalah magnet untuk dirinya.

 

Langkah kaki di percepat. Seijuurou mulai berjalan mendekat ke arah cafe yang sore ini di padati oleh banyak pengunjung. Ia bisa merasakan semua tatapan tertuju ke arahnya. Termasuk Tetsuya yang sekarang membulatkan manik aquamarine miliknya. Mulut pemuda bersurai biru itu membulat. Seakan kaget dan tidak percaya dengan apa yang retinanya tangkap.

 

“Tetsuya.” Suara bariton mengalun dengan merdu. Bagaikan semilir angin musim semi untuk Tetsuya. Tubuh pemuda bersurai biru itu membatu saat jaraknya dengan Seijuurou mulai menipis. Nampan berwarna coklat yang tadi ia pegang terlepas membentur lantai. Membuat seorang pelanggan wanita bersurai pirang memekik kaget karena Tetsuya membanting nampan itu dengan keras.

 

“Apa kau mendengarku, Tetsuya?” Seijuurou berbisik pelan di telinga Tetsuya. Bisikan menggelitik yang membuat darahnya mendesir. Tetsuya seakan lupa dengan apa yang seharusnya ia kerjakan. Tetsuya bahkan tidak peduli dengan gerutuan wanita yang ada di depannya sekarang. Ia hanya terfokus pada Seijuurou saat ini.

 

“A-akashi-kun? Apa yang kau lakukan disini?” Untuk beberapa detik, akhirnya Tetsuya bisa melontarkan pertanyaan yang ada di otaknya. Ia terlalu bingung dengan kehadiran Seijuurou. Kenapa pemuda itu datang lagi? Padahal tadi malam Tetsuya mengatakan hal yang buruk padanya. Tidak seharusnya ia bertemu lagi dengan pemuda aneh yang mengaku berasal dari dunia bawah, dan juga berkata bahwa dirinya adalah seorang malaikat.

 

“Hanya ingin melihatmu.” Tetsuya bisa merasakan pipinya memanas saat mendengar penuturan datar dari Seijuurou. Apalagi saat manik heterecome milik pemuda itu menatapnya dengan intens. Seakan Tetsuya adalah fokus satu-satunya untuk Seijuurou. Pemuda bersurai crimson itu juga tidak peduli dengan bisikan kagum yang ada di sekelilingnya. Seharusnya Seijuurou risih mendengar bisikan kagum dari para pelanggan untuknya. Seperti Tetsuya yang merasa risih saat di tatap seperti itu oleh Seijuurou. Tatapan yang bisa membuatnya gugup tak karuan.

 

“Kuroko-chii? Kenapa kau diam saja? E-eh? Ini temanmu?” Suara Ryouta yang menggema terdengar keras. Membuat Tetsuya segera tersadar kembali dengan apa yang sekarang ia lakukan bersama Seijuurou. Tidak seharusnya Tetsuya mengabaikan pelanggan, hanya karena Seijuurou mendekat ke arahnya.

 

Dengan gerakan gugup, Tetsuya mulai menoleh ke arah suara Ryouta berasal. Pemuda bersurai pirang itu berjalan menghampiri Tetsuya dengan senyum hangat miliknya yang mampu membuat semua pelanggan ikut tersenyum melihat Ryouta. Setelah jaraknya dengan Tetsuya mulai dekat, kini Ryouta mengamati dengan seksama pemuda bersurai crimson yang berdiri di depan Tetsuya. Senyum geli terukir di wajah manis Ryouta saat melihat pemuda bersurai crimson yang menatap Tetsuya dengan pandangan mendamba. Ryouta sangat yakin jika pemuda itu menyukai Tetsuya. Ah. Selera Tetsuya memang sama dengannya. Sama-sama menyukai seme berparas tampan. E-eh. Apakah Aomine termasuk-ssu?

 

 

“Kuroko-chii,kenapa kau tidak memberitahuku jika mempunyai teman setampan ini-ssu??” Ryouta menggerutu ke arah Tetsuya saat jaraknya dengan pemuda bersurai biru itu hanya beberapa senti. Tangannya menarik Tetsuya menjauh dari Seijuurou, dan membuat Tetsuya berada di dekatnya. Lengan Ryouta merangkul mesra pundak Tetsuya. Membuat Seijuurou menggeram tak suka.

 

“Lepaskan tanganmu dari Tetsuya.” Suara sarat akan ancaman itu terdengar menakutkan bagi Ryouta. Tatapan tajam yang di lontarkan oleh Seijuurou membuat tubuhnya bergetar takut. Refleks, ia melepaskan genggaman tangannya pada Tetsuya. Membiarkan Tetsuya di tarik ke dalam pelukan pemuda bersurai crimson yang sekarang masih memandangnya dengan pandangan membunuh.

 

“D-dia menakutkan-ssu.” Ryouta menelan salivanya dalam saat merasakan aura tidak mengenakan di sekitar Seijuurou. Jujur saja, Ryouta masih menginginkan hidup damai tanpa kecaman membunuh seperti itu. Lebih baik ia segera melarikan diri. Ryouta yakin, jika Tetsuya punya cara jitu tersendiri untuk menghadapi Seijuurou.

 

“A-aku pergi saja-ssu.” Kemudian Ryouta berbalik menjauh. Meninggalkan Seijuurou dan juga Tetsuya di belakangnya. Membiarkan Tetsuya kembali bingung dengan apa yang terjadi pada tubuhnya sendiri. Aura panas kembali terasa. Kontraksi otot-otot punggungnya kembali membuat Tetsuya meringis kesakitan. Tubuhnya mulai limbung. Kepala Tetsuya semakin terasa pening. Kemudian ia bisa merasakan tubuhnya melayang disertai bisikan lembut dari Seijuurou, saat matanya mulai tertutup, dan tidak sadarkan diri.

 

“Pelindungmu melemah, Tetsuya.”

.

oOo

.

 

Tetsuya mengerjapkan matanya dengan perlahan. Manik aquamarine yang tadi tertutup, kini mulai terbuka. Memperlihatkan manik sewarna biru langit yang indah. Tetsuya mengerjapkan matanya beberapa kali agar ia bisa menangkap dengan jelas apa yang ada di depannya sekarang. Retinanya menangkap sosok pemuda bersurai crimson yang sangat Tetsuya kenali. Itu adalah sosok Seijuurou. Pemuda itu duduk di sampingnya, dengan tangan yang menggenggam erat tangan Tetsuya. Tatapan penuh khawatir tercetak jelas di manik heterecome pemuda itu.

 

“Kau sudah sadar, Tetsuya?” Suara Seijuurou kembali membuat Tetsuya tersadar. Sekarang neuronnya sudah bekerja kembali. Tetsuya sedang berada di kamar apartemen miliknya. Tapi sejak kapan ia ada di sini? Dan kenapa pula Seijuurou ada di kamarnya?

 

Tetsuya menoleh ke arah jam weker kecil yang ia simpan di nakas sebelah kiri. Matanya membulat saat menangkap angka di jam tersebut. Sekarang sudah jam sembilan. Sudah malam. Itu artinya shift kerjanya sudah berakhir sejak dua jam lalu. Sekarang ia ingat kenapa bisa berada di kamarnya. Seijuurou pasti membawanya pulang ketika ia merasakan sakit di punggungnya, dan mulai tak sadarkan diri.

 

Tetsuya mulai mendudukkan dirinya di atas ranjang. Kemudian ia kembali menoleh ke arah Seijuurou. Manik aquamarine bersibobrok dengan heterecome yang sekarang menatapnya intens. Tatapan Seijuurou selalu membuat Tetsuya tidak dapat mengalihkan fokusnya. Tetsuya seakan di suruh untuk menyelami keindahan manik heterecome Seijuurou saat menatapnya.

 

“Kau membawaku kesini, Akashi-kun?” Tetsuya mencoba mendatarkan suaranya. Ia tidak ingin Seijuurou tahu bahwa dirinya sedang gugup. “Apa kau tidak pernah di ajari sopan santun? Tidak seharusnya kau masuk ke dalam rumah orang, Akashi-kun.” Delikan tajam Tetsuya hadiahkan pada Seijuurou. Tapi sayangnya Seijuurou malah terkekeh melihat Tetsuya yang sedang memarahinya sekarang.

 

“Hey, seharusnya kau berterimakasih padaku Tetsuya. Aku yang membawamu saat kau pingsan, karena pelindungmu melemah.” Tangan Seijuurou terulur. Mengelus surai biru Tetsuya dengan perlahan. Seijuurou bisa melihat ekspresi Tetsuya mulai berubah. Pemuda bersurai biru itu mengerutkan alisnya bingung. Seakan tidak mengerti dengan apa yang Seijuurou ucapkan.

 

“Apa kau tidak tahu jika dirimu adalah Nephilim, Tetsuya? Kau sering mengalami sakit di punggung dan pingsan, itu karena pelindungmu mulai melemah.” Seijuurou mendengus. Tidak habis pikir jika Tetsuya sama sekali tidak tahu jati dirinya. Mungkin Seijuurou memang tidak bisa menyalahkan Tetsuya karena hal ini. Pemuda bersurai biru itu jelas di pasangi oleh pelindung. Membuat dirinya tidak akan mengalami transformasi sebagai Nephilim seutuhnya.

 

“Kau menyebutku Nephilim? Aku sama sekali tidak mengerti dengan semua ucapanmu, Akashi-kun!” Suara Tetsuya mengeras. Menandakan ia benar-benar kesal dengan semua penuturan Seijuurou. Tetsuya sama sekali tidak tahu apa itu Nephilim. Kenapa setiap ia bertemu dengan Seijuurou, pemuda itu selalu mengatakan hal aneh tentang dirinya. Tetsuya itu manusia biasa, bukan seorang Nephilim seperti yang Seijuurou katakan.

 

Manik aquamarine Tetsuya menatap tak suka ke arah Seijuurou yang sekarang membalas tatapan tajamnya. Seakan tidak takut dengan tatapan itu. Mungkin di mata Seijuurou, delikan tajam Tetsuya malah mirip seperti bocah yang sedang merajuk.

 

“Apa kau ingin aku menghilangkan penghalang ini, Tetsuya?” Seringaian licik tercetak di wajah tampan Seijuurou. Tubuh pemuda bersurai crimson itu mulai mendekat ke arah Tetsuya. Membuat Tetsuya memundurkan tubuhnya, hingga bertabrakan dengan kepala ranjang. Tetsuya bisa merasakan aura berbahaya mulai menguar dari tubuh Seijuurou.

 

Tangan Seijuurou bergerak menyentuh pipi Tetsuya dengan gerakan pelan. Mengelusnya dengan gerakan lembut, yang membuat Tetsuya hanyut dalam sentuhan hangat itu. Darahnya kembali berdesir, dengan jantung yang berdetak dua kali lipat saat Seijuurou menarik dagunya hingga ia mengadah ke arah pemuda bersurai crimson itu. Kedua mata saling beradu. Jarak mereka semakin menipis. Seijuurou menghilangkan jaraknya dengan Tetsuya. Bibirnya mulai menyentuh bibir ranum Tetsuya. Mengecupnya berkali-kali. Sebelum melumatnya dengan perlahan. Bagaikan permen manis yang pernah Seijuurou makan di dunia manusia pertama kali. Bibir Tetsuya sangat manis, membuatnya tidak bisa berhenti untuk mengecap rasa manis yang ada di bibir pemuda bersurai biru itu.

 

“Nghh…” Tetsuya mengerang pelan, saat Seijuurou membelit lidahnya dan mengulumnya dengan penuh gairah. Tubuh Tetsuya kembali panas hanya karena sentuhan dari Seijuurou. Ciuman ini membuat Tetsuya hilang akal. Ia bahkan membalas lumatan yang Seijuurou berikan. Tetsuya tidak pernah di cium seperti ini. Ini adalah pertama kali untuk Tetsuya, dan ia menyukai sensasi ciuman yang di berikan oleh Seijuurou.

 

“Mhhh..” Desahan tertahan milik Tetsuya membuat Seijuurou tersenyum senang dalam ciuman mereka. Seijuurou bisa merasakan tangan Tetsuya mengalung indah di lehernya, dan menariknya semakin dekat. Hingga tubuh mereka terjatuh di atas ranjang, dengan Seijuurou yang menindih tubuh mungil pemuda bersurai biru yang masih asik melumat bibirnya.

 

“Anhhh…” Tetsuya memekik keras. Melepaskan ciumannya dengan Seijuurou dengan paksa saat kontraksi di punggungnya kembali hadir. Rasa sakit itu muncul. Beserta pergerakan otot punggung yang seakan bergeser dari persendiannya sendiri.

 

“Apa kau ingin aku menghilangkannya, Tetsuya?” Bisikan seduktif Seijuurou terdengar bagaikan penenang untuk Tetsuya. Ia bisa merasakan herpaan napas panas Seijuurou di lehernya. Lidah tak bertulang Seijuurou terjulur. Menjilat leher jenjang Tetsuya, sebelum akhirnya menghisapnya dengan pelan. Meninggalkan tanda yang sangat kontras di leher pemuda bersurai biru itu. Tetsuya juga dapat meraskan tangan Seijuurou menelesup masuk melalui celah kemejanya, sebelum akhirnya kemeja itu sobek dan dada polos Tetsuya terpampang jelas di hadapan Seijuurou.

 

“S-sakithh…” Ringisan Tetsuya kembali terdengar. Ini terlalu menyakitkan. Tetsuya tidak menyukai rasa sakit yang di timbulkan punggungnya.

 

“Jika kau ingin aku menghilangkan rasa sakit ini sepenuhnya, kau akan terikat selamanya bersamaku Tetsuya.” Dan setelahnya, Seijuurou tersenyum senang karena melihat Tetsuya menganggukkan kepalanya tanda setuju.

 

Kepala Seijuurou bergerak ke arah leher Tetsuya. Mengecup lembut leher jenjang pemuda bersurai biru langit itu, sebelum akhirnya meninggalkan jejak kemerahan di sana. Tetsuya mengerang saat lidah Seijuurou bermain di lehernya. Membuat getaran di dalam tubuhnya semakin menjadi. Juga gerakan aneh di punggungnya yang bergerak liar tak karuan. Bagaikan daging di dalam punggungnya bergerak keluar dari persendian.

 

“Akan ku perlihatkan bagaimana wujud aslimu, Tetsuya.” Bisik Seijuurou pelan di telinga Tetsuya. Pemuda bersurai crimson itu mulai menggerakan tangannya. Mengelus punggung Tetsuya yang polos dengan gerakan lembut. Sebelum akhirnya tangan Seijuurou berhenti di tulang punggung Tetsuya. Menekannya dengan cukup keras. Membuat si surai biru itu berteriak kesakitan.

 

“Arghhhtt…” Jeritan Tetsuya menggema di ruangan itu. Di iringi dengan suara gebrakan otot-otot punggungnya yang mencuat. Membentuk sebuah sayap berwarna putih yang membentang indah di balik punggung Tetsuya.

 

“Ini adalah wujud asli dirimu, Tetsuya.” Seijuurou mengelus pelan sayap yang membentang di belakang punggung Tetsuya dengan pelan. Seijuurou tidak tahu apa yang di pikirkan Tetsuya saat ini. Pemuda itu terdiam di dalam pelukannya. Seakan tidak percaya dengan apa yang sedang dirinya alami. Tatapan aquamarine Tetsuya terlihat kosong. Seijuurou sangat yakin jika Tetsuya mengira ini semua adalah mimpi buruk baginya.

 

“Ini adalah wujud aslimu sebagai Nephilim. Ingat Tetsuya, kau milikku sekarang.” Tubuh bersayap itu di rengkuh dengan pelan oleh Seijuurou. Membuat sayap-sayap di balik punggung Tetsuya menyusut kembali. Sigil-sigil di permukaan kulit Tetsuya mulai menghilang. “Kau akan mengingat semuanya.” Dan setelahnya, Tetsuya memejamkan mata. Sebelum kehilangan kesadaran dirinya.

 

.

oOo

.

 

Tetsuya berjalan perlahan menuju area taman yang ada di area fakultas sastra di kampusnya. Hari ini ia tidak ada jadwal bekerja di cafe. Tetsuya sedang libur. Sekarang ia harus mengerjakan tugasnya di perpustakan untuk mencari referensi. Walaupun hari ini sudah sore, Tetsuya tidak peduli. Ia hanya ingin tugasnya selesai, dan juga melupakan soal Seijuurou. Kejadian dua hari yang lalu bagaikan mimpi untuk Tetsuya. Ia tidak percaya dengan sayap yang tiba-tiba tumbuh di belakang punggunya. Membentang dengan lebar, dan kemudian menyusut kembali akibat sentuhan hangat dari Seijuurou. Sebenarnya Tetsuya ingin tahu tentang Seijuurou. Kenapa pemuda itu mengetahui segala hal tentang dirinya. Siapa pemuda itu sebenarnya? Mereka hanya bertemu beberapa kali. Tapi Seijuurou selalu ada di saat Tetsuya membutuhkan pertolongan.

 

“Hah..” Menghela napas pelan, sebelum memutuskan untuk duduk di salah satu bangku yang ada di taman kecil itu. Entah kenapa niat Tetsuya untuk mengerjakan tugas di perpustakaan yang berada di fakultas sastra tiba-tiba saja lenyap begitu saja akibat mengingat kembali Seijuurou. Sekarang Tetsuya merasa gila karena tidak bisa menemukan kembali sosok Seijuurou yang biasanya selalu berdiri di balkon apartemen. Ia merasa merindukan sosok pemuda bersurai crimson itu. Tidak seharusnya Tetsuya merasakan hal menggelikan seperti ini pada seorang pria. Seijuurou membawa dampak negatif bagi Tetsuya.

 

“Ya Tuhan, ini menyebalkan!” Tetsuya menggerutu dengan keras, sambil menendang sebuah batu kecil. Tidak ada siapapun di area taman fakultas sastra. Jadi Tetsuya tidak perlu takut jika batu kecil yang di tendangnya akan menendang mahasiswa yang lewat di depannya.

Tetsuya mulai mengedarkan pandangannya ke sekeliling taman. Ia tidak pernah tahu jika taman ini akan menjadi sangat sepi saat jam enam sore seperti ini. Mungkin saja semua orang yang ada di kampus sudah tidak ada lagi di sana. Ini menjadi dua kali menyebalkan, karena Tetsuya baru sadar jika hari sudah sesore ini. Tidak mungkin ada penjaga perpustakaan sekarang.

 

Pemuda bersurai biru itu mulai berdiri dari duduknya. Tetsuya memutuskan untuk pulang, dan mengerjakan tugasnya di apartemen saja. Pikirannya malah kacau saat berada di sini, dan itu menyebalkan. Dengan langkah gontai, ia mulai berjalan berbalik meninggalkan fakultas sastra di belakangnya. Angin musim semi bertiup sangat kencang. Menerpa wajah Tetsuya, sehingga ia harus menutup kedua matanya agar debu tidak masuk.

 

Badan Tetsuya bergerak mundur ke belakang akibat angin kencang itu. Dari sipitan matanya, Tetsuya bisa melihat sesosok pria yang di kelilingi oleh pusaran angin akibat kepakan sayap yang membentang di belakang punggungnya. Sayap berwarna hitam itu memukul udara dengan pelan kali ini. Hingga bunyi deru angin semakin memelan, dan tidak lagi membuat pusaran debu di sekeliling taman itu.

 

“Kuroko Tetsuya…” Suara bernada berat itu memanggil Tetsuya dengan penuh kecaman.

 

Tetsuya bisa merasakan waktu berhenti saat ini. Ia tidak tahu kenapa bisa mengetahui jika waktu berhenti. Hanya saja, Tetsuya bisa merasakan dengan jelas jika udara di sekelilingnya menghilang. Tidak ada bunyi lain lagi di tempat ini. Aura kehidupan seolah menghilang, dan Tetsuya hanya bisa merasakan dirinya sendiri di tempat itu. Kemudian pemuda bersurai biru itu mulai membuka matanya dengan pelan. Berharap jika apa yang telah retinanya tadi tangkap adalah kamuflase, dan delusi Tetsuya yang terlalu berlebihan. Tapi sayangnya, apa yang di tangkap oleh fokus Tetsuya itu nyata. Ia bisa melihat sosok pria berbalut kaos orange dengan jubah hitam yang menutupi tubuhnya. Sayap berwarna hitam mengepak dengan sangat indah. Sigil-sigil sayap pria bersurai orange dengan wajah tegas itu terlihat sangat indah di mata Tetsuya.

 

“Si-siapa kau?” Tetsuya bertanya dengan tergagap. Lidahnya terasa sangat kelu saat ini. Ia benar-benar tidak percaya jika apa yang di lihatnya adalah nyata. Jika bisa, Tetsuya ingin meyakinkan dirinya bahwa ini semua adalah mimpi. Tapi sejak Seijuurou memberitahunya, semua keinginan itu seakan menghilang dengan sekejap. Mungkin eksistensi akan malaikat dan makluk lainnya akan Tetsuya percaya. Karena ternyata makluk seperti itu memang ada dan nyata.

 

“Hayama Kotaro. Kau adalah adik dari Kagami-sama, Kuroko-sama.” Hayama mendekat sambil menyusutkan sayap di belakang punggungnya. Membuatnya menjadi manusia normal biasa yang berasal dari dunia manusia.

 

“Ikut bersamaku Tetsuya. Aku akan membuatmu mengingat segalanya, dan menjauhkan dirimu dari Verchiel.” Tangan Hayama terulur ke arah Tetsuya. Membuat pemuda bersurai biru itu memundurkan tubuhnya dengan refleks.

 

Hayama menyunggingkan sebuah senyum tipis di wajahnya. Ia tentu mengerti jika Tetsuya takut padanya. Tetsuya yang seorang Nephilim biasa dan tidak mengetahui jati diri yang sebenernya tentu akan ketakutan melihat sosok Hayama yang merupakan malaikat pembelot. Hayama yakin jika Tetsuya sedang meyakinkan dirinya sendiri bahwa apa yang di lihatnya adalah sebuah kenyataan.

 

“Tidak usah takut padaku. Aku tidak akan menyakitimu, Kuroko-sama. Apa kau tidak ingat dengan Shima?” Manik aquamarine Tetsuya membulat mendengar pertanyaan dari Hayama. Kenapa bisa pria asing itu tahu tentang Shima Oji-san? Paman yang sudah Tetsuya anggap sebagai ayahnya itu menghilang tujuh tahun lalu tanpa ada kabar sedikitpun. Sekarang Tetsuya berharap jika pria bersurai orange ini mengetahui keberadaan pamannya itu.

 

“Apa kau tahu di mana pamanku berada?” Tetsuya bertanya penuh antusias. Tapi Hayama malah tersenyum kecut sekarang, dan memperlihatkan wajah penuh penyesalan.

 

“Jika kau ingin tahu jawabannya, kau harus ikut bersamaku. Bertemu dengan Kagami-sama.” Suara Hayama terdengar sangat meyakinkan di telinga Tetsuya. Tentu saja ia sangat penasaran dengan keberadaan pamannya yang tiba-tiba saja menghilang. Tetsuya ingin bertemu Shima kembali. Sosok Shima sangat berharga bagi Tetsuya. Jika benar Hayama akan membawanya bertemu dengan Shima, maka Tetsuya akan menerjang rasa takut yang sekarang singgah di hatinya.

 

“Bawa aku, Hayama-san.” Pernyataan Tetsuya di hadiahi senyuman tipis dari Hayama. Kemudian pria bersurai orange itu mengeluarkan kembali sayap hitam di balik punggungnya. Sayap hitam yang membentang dengan lebar, sebelum akhirnya memukul udara dan kembali membuat pusaran angin kecil.

 

“Kemarilah, Kuroko-sama.” Tangan Hayama terulur. Membuat Tetsuya meraihnya dengan pelan. Hingga sekarang ia berada dalam kungkungan Hayama yang membawa tubuh kecilnya terbang melayang. Meninggalkan tanah di bawah mereka.

 

TeBeCe

Glousarium :

  1. Aerie : Dunia para malaikat pembelot Tuhan

 

  1. Lucifer : Pemimpin para malaikat pembelot Tuhan

 

  1. Elf : Kaum Fairy

 

  1. Zeus : Tuhan. Dewa Penguasa Langit Dunia Atas manusia

 

 

  1. Nephilim : Manusia setengah malaikat. Mempunyai kekuatan malaikat di dalam dirinya.

 

  1. Ouranous : Raksasa yang ada di Dunia Bawah. Bangsa Titan.

 

Saya tahu ini gaje? Maaf yah. Makin absurd guys! Tapi gapapa yah. Semoga kalian mengerti dengan imajinasi bejat saya. Bedewey, maaf ngaret. Saya baru sembuh dari kegalauan.

Dan juga jika kalian berkenan. Bisa kah kalian berkomentar apakah fict ini terkesan lame, dan apa feel kalian dapet ga pas baca cerita ini? jujur saya agak kurang pede dengan tulisan saya. Semacam mau cari jati diri saya dalam menulis. Apa ini layak di baca, atau tidak sama sekali. Onegaisimasu-ssu!

 

Saya masih selesein FF ini jadi sabar yah. Editing yang lama. Yang jelas saya usahakan deadline lovelyphantom selesai.

Well. Saya selesai dengan Glousarium. Ada beberapa Glousarium yang saya sesuaikan dengan imanjinasi saya.

 

Dan saya mau berterimakasih kepada semua yang sudah review cerita ini kolom review. Tanpa dukungan kalian, saya bukanlah apa-apa guys. Hontou arigatou^^

 

So, Mind To Review?

 

AkaKuro Banzai!!

 

Astia Morichan