Prince Of The Dark | Chap 2| Yaoi | AkaKuro | LovelyPhantom

Pria berbadan kokoh dengan baju zirah yang membalut dada bidangnya itu menggeram marah. Pria itu – Kagami Taiga- yang merupakan penguasa Aerie (1) menatap tajam Hayama Kotaro yang sekarang membungkuk penuh hormat padanya. Semua penduduk Aerie tidak akan membantah apa yang di ucapkan Kagami- selaku penerus tahta sang Lucifer(2)– Malaikat Pembelot yang sejak dulu memimpin Aerie. Aerie berada di perbatasan dunia manusia dan juga dunia para Elf(3). Sehingga para malaikat pengabdi Zeus(4) tidak dapat mendekati Aerie. Karena wilayah Aerie di lindungi oleh pelindung yang di ciptakan kawanan Elf- abdi setia Lucifer.

 

“Bukankah aku menyuruhmu untuk membawa Kuroko secepatnya? Apa kau tuli Hayama?” Desisan marah Kagami terdengar menakutkan bagi Hayama. Pemuda bersurai orange itu bisa merasakan udara di sekitarnya menipis hanya dengan mendengar geraman dari Kagami.

 

“Maafkan hamba, Kagami-sama. Saya tidak bisa mendekat ke arah Kuroko. Ada penghalang di sekelilingnya. Ia belum sepenuhnya mengingat kita. Ingatannya hilang. Wanita tua itu menanamkan pelindung di dalam tubuh Kuroko.” Kagami terdiam mendengar penjelasan dari Hayama. Kagami ingat betul jika Tetsuya- adiknya itu tidak akan ingat padanya. Tetsuya hanya mengingat Ayahnya – Sang Lucifer yang terbunuh oleh Verchiel. Tetsuya juga tidak tahu jika Lucifer adalah ayahnya. Karena Lucifer hanya mengaku sebagai paman jauh dari pemuda bersurai biru itu.

 

“Kuroko harus mengingat Lucifer. Ia harus ingat apa yang Lucifer katakan. Lucifer sudah memberitahu jati dirinya sebagai Nephilim(5) pada Kuroko. Kau harus membuat Kuroko mengingatnya!” Hayama menelan salivanya dalam. Tentu saja ini adalah tugas yang cukup sulit baginya. Ia bahkan tidak tertarik dengan Nephilim campuran itu.

 

“Tapi ada aura Pangeran Kegelapan Hades saat saya mencoba semakin mendekat ke arah Kuroko.” Hayama bisa melihat ekspresi kaget di wajah sangar Kagami. Hayama sangat yakin jika Kagami tidak percaya dengan apa yang ia ucapkan. Terbukti dengan aura dingin mengancam yang tiba-tiba saja memenuhi ruangan megah ini.

 

“Aku tidak ingin kau bercanda tentang hal seperti itu, Hayama. Putra Hades tidak mungkin meninggalkan Dunia Bawah.” Hayama tertunduk. Enggan membantah pernyataan dari Kagami. Mungkin juga ia salah mengira jika aura itu adalah milik Seijuurou- sang Pangeran Dunia Bawah. Tapi Hayama sangat yakin jika itu adalah Seijuurou. Bahkan Mibuchi yang saat itu menemaninya juga merasakan aura gelap Seijuurou.

 

“Bawa Tetsuya secepatnya. Aku tidak ingin Verchiel memburu adikku satu-satunya.” Suara tegas yang terdengar menakutkan itu kembali membuat bulu kuduk Hayama merinding. Sungguh, ia tidak ingin berada di ruangan Kagami lebih lama. Hayama tidak ingin cari mati.

 

“Baik, Kagami-sama.” Membungkuk hormat, sebelum akhirnya mulai berdiri dan berbalik menuju pintu kembar setinggi enam meter di depannya. Meninggalkan Kagami yang sekarang kembali berkutat dengan segala kemungkinan yang akan terjadi nanti. Kagami tidak ingin Tetsuya di ambil oleh Verchiel. Malaikat utusan Tuhan yang sangat ingin memusnahkan seluruh Nephilim, dan juga Malaikat pembelot seperti dirinya.

a

Prince Of The Dark

Kuroko no Basuke © Tadatoshi Fujimaki

 

RM 18!

 

Romance, Fantasy, Drama

 

Warning! Boys Love, Yaoi, BoyXBoy, Typo, EYD Tidak sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar, OOC, DLDR yaw! I warn you, babe!

 

Seijuurou sang Pangeran Kegelapan—Putra Hades memutuskan untuk pergi ke dunia fana. Di sana, ia bertemu dengan Kuroko Tetsuya- manusia dengan paras cantik yang mempunyai aura angelik dalam dirinya. Tetsuya bahkan tidak tahu siapa dirinya jika ia tidak di pertemukan dengan Seijuurou. Apalagi ketika pasukan bersayap menyerang Tetsuya, dan Seijuurou yang menolongnya setiap saat.

 

Akashi Seijuurou X Kuroko Tetsuya

 

a/n: Ini FF kembali saya dedikasikan untuk event #LovelyPhantom dan merayakan ratu harem kita Kuroko Tetsuya yang semakin manis minta di makan/? Eh. FF ini kembali di angkat dan terinspirasi oleh beberapa mitologi yang di gabung bersama imajinasi mesum dan nista saya. Kalau kalian tidak suka dengan apa yang saya tulis silahkan menyingkir dan tekan tombol back. Saya tidak bertanggung jawab jika mata kalian iritasi ketika baca tulisan saya.

 

Kali ini Glousarium sesuai dengan arti sebenernya. Ga saya ubah sama sekali seperti beberapa fict yang dulu. Ada juga glousarium yang sangat tidak masuk akal. Karena beberapa istilah terinspirasi dari novel fallen. Ini juga keinspirasi sama novel fallen sih. Walaupun saya belum tamat baca itu novel. Padahal Aaronnya go hawt loh!

 

Happy Reading!

EnJOY!

.

oOo

.

Seijuurou berjalan pelan menelusuri trotoar yang akan mengantarkannya ke daerah Shibuya- Pusat perbelanjaan yang terkenal di Jepang. Sebenarnya Seijuurou tidak tahu kenapa ia kembali ke daerah itu. Ini adalah wilayah tempat pemuda bersurai biru—Tetsuya- miliknya yang membuat Seijuurou semakin penasaran. Aroma tubuh dari pemilik mata aquamarine itu menarik dirinya. Jujur saja, Seijuurou tidak pernah seperti ini sebelumnya. Ia tidak pernah merasa tertarik oleh suatu hal yang membingungkan. Seperti saat ini. Seijuurou hanya ingin berada di dekat Tetsuya. Pemuda bersurai biru itu bagaikan sebuah magnet. Padahal ia hanyalah seorang Nephilim. Darah dari sang malaikat pembelot mengalir di dalam pembuluh nadi Tetsuya. Seharusnya Seijuurou tidak perlu berurusan dengan kaum malaikat pengikut Tuhan, dan juga beberapa pembelot. Seijuurou tidak ingin dunia bumi yang ia cintai hancur jika ada perang antara para iblis dari dunia bawah, melawan para malaikat pimpinan Zeus.

 

“Seijuurou-sama, ayo kita pulang.” Suara cicitan kecil terdengar di telinga Seijuurou. Itu adalah suara dari nigou- anjing dengan api yang membalut tubuhnya. Tapi itu hanya transformasi jika di dunia bawah. Sekarang nigou hanyalah makhluk sekecil kutu yang menempel di bahu Seijuurou.

 

“Bukankah aku menyuruhmu untuk pulang? Jangan mengikutiku.” Seijuurou berkata pelan. Ia kembali berjalan menelusuri jalanan yang tanpa Seijuurou sadari, dirinya sudah sampai di cafe yang terlihat di padati oleh pengunjung. Cafe dimana Tetsuya bekerja.

 

“Tidak Seijuurou-sama. Saya tidak akan meninggalkan Seijuuro-sama.” Seijuurou menghela napas mendengar penuturan anjing itu. Dulu, ia tidak sengaja menemukan nigou yang berada di hulu sungai plegethon. Kemudian menolong anjing malang yang tertindas oleh pengikut ouranous(6). Sebelum akhirnya, nigou memutuskan untuk menjadi pelayan dari Seijuurou.

 

“Terserah. Tapi aku tidak akan pulang.” Senyum simpul tercetak jelas di wajah Seijuurou, saat manik heterecomenya menangkap jelas sosok Tetsuya yang sekarang sedang melayani pelanggan wanita di depan. Sekarang Tetsuya terlihat sangat menawan saat memakai celana hitam denimnya dan juga kemeja berwarna putih yang membalut tubuh kecilnya. Fokus Seijuurou hanya untuk Tetsuya. Ia terpesona dengan kecantikan Tetsuya. Seijuurou bahkan mengabaikan celotehan dari nigou tentang kaum malaikat pembelot dan hal tidak penting lainnya. Demi Hades! Seijuurou tidak peduli. Ia hanya peduli tentang Tetsuya yang sekarang adalah magnet untuk dirinya.

 

Langkah kaki di percepat. Seijuurou mulai berjalan mendekat ke arah cafe yang sore ini di padati oleh banyak pengunjung. Ia bisa merasakan semua tatapan tertuju ke arahnya. Termasuk Tetsuya yang sekarang membulatkan manik aquamarine miliknya. Mulut pemuda bersurai biru itu membulat. Seakan kaget dan tidak percaya dengan apa yang retinanya tangkap.

 

“Tetsuya.” Suara bariton mengalun dengan merdu. Bagaikan semilir angin musim semi untuk Tetsuya. Tubuh pemuda bersurai biru itu membatu saat jaraknya dengan Seijuurou mulai menipis. Nampan berwarna coklat yang tadi ia pegang terlepas membentur lantai. Membuat seorang pelanggan wanita bersurai pirang memekik kaget karena Tetsuya membanting nampan itu dengan keras.

 

“Apa kau mendengarku, Tetsuya?” Seijuurou berbisik pelan di telinga Tetsuya. Bisikan menggelitik yang membuat darahnya mendesir. Tetsuya seakan lupa dengan apa yang seharusnya ia kerjakan. Tetsuya bahkan tidak peduli dengan gerutuan wanita yang ada di depannya sekarang. Ia hanya terfokus pada Seijuurou saat ini.

 

“A-akashi-kun? Apa yang kau lakukan disini?” Untuk beberapa detik, akhirnya Tetsuya bisa melontarkan pertanyaan yang ada di otaknya. Ia terlalu bingung dengan kehadiran Seijuurou. Kenapa pemuda itu datang lagi? Padahal tadi malam Tetsuya mengatakan hal yang buruk padanya. Tidak seharusnya ia bertemu lagi dengan pemuda aneh yang mengaku berasal dari dunia bawah, dan juga berkata bahwa dirinya adalah seorang malaikat.

 

“Hanya ingin melihatmu.” Tetsuya bisa merasakan pipinya memanas saat mendengar penuturan datar dari Seijuurou. Apalagi saat manik heterecome milik pemuda itu menatapnya dengan intens. Seakan Tetsuya adalah fokus satu-satunya untuk Seijuurou. Pemuda bersurai crimson itu juga tidak peduli dengan bisikan kagum yang ada di sekelilingnya. Seharusnya Seijuurou risih mendengar bisikan kagum dari para pelanggan untuknya. Seperti Tetsuya yang merasa risih saat di tatap seperti itu oleh Seijuurou. Tatapan yang bisa membuatnya gugup tak karuan.

 

“Kuroko-chii? Kenapa kau diam saja? E-eh? Ini temanmu?” Suara Ryouta yang menggema terdengar keras. Membuat Tetsuya segera tersadar kembali dengan apa yang sekarang ia lakukan bersama Seijuurou. Tidak seharusnya Tetsuya mengabaikan pelanggan, hanya karena Seijuurou mendekat ke arahnya.

 

Dengan gerakan gugup, Tetsuya mulai menoleh ke arah suara Ryouta berasal. Pemuda bersurai pirang itu berjalan menghampiri Tetsuya dengan senyum hangat miliknya yang mampu membuat semua pelanggan ikut tersenyum melihat Ryouta. Setelah jaraknya dengan Tetsuya mulai dekat, kini Ryouta mengamati dengan seksama pemuda bersurai crimson yang berdiri di depan Tetsuya. Senyum geli terukir di wajah manis Ryouta saat melihat pemuda bersurai crimson yang menatap Tetsuya dengan pandangan mendamba. Ryouta sangat yakin jika pemuda itu menyukai Tetsuya. Ah. Selera Tetsuya memang sama dengannya. Sama-sama menyukai seme berparas tampan. E-eh. Apakah Aomine termasuk-ssu?

 

 

“Kuroko-chii,kenapa kau tidak memberitahuku jika mempunyai teman setampan ini-ssu??” Ryouta menggerutu ke arah Tetsuya saat jaraknya dengan pemuda bersurai biru itu hanya beberapa senti. Tangannya menarik Tetsuya menjauh dari Seijuurou, dan membuat Tetsuya berada di dekatnya. Lengan Ryouta merangkul mesra pundak Tetsuya. Membuat Seijuurou menggeram tak suka.

 

“Lepaskan tanganmu dari Tetsuya.” Suara sarat akan ancaman itu terdengar menakutkan bagi Ryouta. Tatapan tajam yang di lontarkan oleh Seijuurou membuat tubuhnya bergetar takut. Refleks, ia melepaskan genggaman tangannya pada Tetsuya. Membiarkan Tetsuya di tarik ke dalam pelukan pemuda bersurai crimson yang sekarang masih memandangnya dengan pandangan membunuh.

 

“D-dia menakutkan-ssu.” Ryouta menelan salivanya dalam saat merasakan aura tidak mengenakan di sekitar Seijuurou. Jujur saja, Ryouta masih menginginkan hidup damai tanpa kecaman membunuh seperti itu. Lebih baik ia segera melarikan diri. Ryouta yakin, jika Tetsuya punya cara jitu tersendiri untuk menghadapi Seijuurou.

 

“A-aku pergi saja-ssu.” Kemudian Ryouta berbalik menjauh. Meninggalkan Seijuurou dan juga Tetsuya di belakangnya. Membiarkan Tetsuya kembali bingung dengan apa yang terjadi pada tubuhnya sendiri. Aura panas kembali terasa. Kontraksi otot-otot punggungnya kembali membuat Tetsuya meringis kesakitan. Tubuhnya mulai limbung. Kepala Tetsuya semakin terasa pening. Kemudian ia bisa merasakan tubuhnya melayang disertai bisikan lembut dari Seijuurou, saat matanya mulai tertutup, dan tidak sadarkan diri.

 

“Pelindungmu melemah, Tetsuya.”

.

oOo

.

 

Tetsuya mengerjapkan matanya dengan perlahan. Manik aquamarine yang tadi tertutup, kini mulai terbuka. Memperlihatkan manik sewarna biru langit yang indah. Tetsuya mengerjapkan matanya beberapa kali agar ia bisa menangkap dengan jelas apa yang ada di depannya sekarang. Retinanya menangkap sosok pemuda bersurai crimson yang sangat Tetsuya kenali. Itu adalah sosok Seijuurou. Pemuda itu duduk di sampingnya, dengan tangan yang menggenggam erat tangan Tetsuya. Tatapan penuh khawatir tercetak jelas di manik heterecome pemuda itu.

 

“Kau sudah sadar, Tetsuya?” Suara Seijuurou kembali membuat Tetsuya tersadar. Sekarang neuronnya sudah bekerja kembali. Tetsuya sedang berada di kamar apartemen miliknya. Tapi sejak kapan ia ada di sini? Dan kenapa pula Seijuurou ada di kamarnya?

 

Tetsuya menoleh ke arah jam weker kecil yang ia simpan di nakas sebelah kiri. Matanya membulat saat menangkap angka di jam tersebut. Sekarang sudah jam sembilan. Sudah malam. Itu artinya shift kerjanya sudah berakhir sejak dua jam lalu. Sekarang ia ingat kenapa bisa berada di kamarnya. Seijuurou pasti membawanya pulang ketika ia merasakan sakit di punggungnya, dan mulai tak sadarkan diri.

 

Tetsuya mulai mendudukkan dirinya di atas ranjang. Kemudian ia kembali menoleh ke arah Seijuurou. Manik aquamarine bersibobrok dengan heterecome yang sekarang menatapnya intens. Tatapan Seijuurou selalu membuat Tetsuya tidak dapat mengalihkan fokusnya. Tetsuya seakan di suruh untuk menyelami keindahan manik heterecome Seijuurou saat menatapnya.

 

“Kau membawaku kesini, Akashi-kun?” Tetsuya mencoba mendatarkan suaranya. Ia tidak ingin Seijuurou tahu bahwa dirinya sedang gugup. “Apa kau tidak pernah di ajari sopan santun? Tidak seharusnya kau masuk ke dalam rumah orang, Akashi-kun.” Delikan tajam Tetsuya hadiahkan pada Seijuurou. Tapi sayangnya Seijuurou malah terkekeh melihat Tetsuya yang sedang memarahinya sekarang.

 

“Hey, seharusnya kau berterimakasih padaku Tetsuya. Aku yang membawamu saat kau pingsan, karena pelindungmu melemah.” Tangan Seijuurou terulur. Mengelus surai biru Tetsuya dengan perlahan. Seijuurou bisa melihat ekspresi Tetsuya mulai berubah. Pemuda bersurai biru itu mengerutkan alisnya bingung. Seakan tidak mengerti dengan apa yang Seijuurou ucapkan.

 

“Apa kau tidak tahu jika dirimu adalah Nephilim, Tetsuya? Kau sering mengalami sakit di punggung dan pingsan, itu karena pelindungmu mulai melemah.” Seijuurou mendengus. Tidak habis pikir jika Tetsuya sama sekali tidak tahu jati dirinya. Mungkin Seijuurou memang tidak bisa menyalahkan Tetsuya karena hal ini. Pemuda bersurai biru itu jelas di pasangi oleh pelindung. Membuat dirinya tidak akan mengalami transformasi sebagai Nephilim seutuhnya.

 

“Kau menyebutku Nephilim? Aku sama sekali tidak mengerti dengan semua ucapanmu, Akashi-kun!” Suara Tetsuya mengeras. Menandakan ia benar-benar kesal dengan semua penuturan Seijuurou. Tetsuya sama sekali tidak tahu apa itu Nephilim. Kenapa setiap ia bertemu dengan Seijuurou, pemuda itu selalu mengatakan hal aneh tentang dirinya. Tetsuya itu manusia biasa, bukan seorang Nephilim seperti yang Seijuurou katakan.

 

Manik aquamarine Tetsuya menatap tak suka ke arah Seijuurou yang sekarang membalas tatapan tajamnya. Seakan tidak takut dengan tatapan itu. Mungkin di mata Seijuurou, delikan tajam Tetsuya malah mirip seperti bocah yang sedang merajuk.

 

“Apa kau ingin aku menghilangkan penghalang ini, Tetsuya?” Seringaian licik tercetak di wajah tampan Seijuurou. Tubuh pemuda bersurai crimson itu mulai mendekat ke arah Tetsuya. Membuat Tetsuya memundurkan tubuhnya, hingga bertabrakan dengan kepala ranjang. Tetsuya bisa merasakan aura berbahaya mulai menguar dari tubuh Seijuurou.

 

Tangan Seijuurou bergerak menyentuh pipi Tetsuya dengan gerakan pelan. Mengelusnya dengan gerakan lembut, yang membuat Tetsuya hanyut dalam sentuhan hangat itu. Darahnya kembali berdesir, dengan jantung yang berdetak dua kali lipat saat Seijuurou menarik dagunya hingga ia mengadah ke arah pemuda bersurai crimson itu. Kedua mata saling beradu. Jarak mereka semakin menipis. Seijuurou menghilangkan jaraknya dengan Tetsuya. Bibirnya mulai menyentuh bibir ranum Tetsuya. Mengecupnya berkali-kali. Sebelum melumatnya dengan perlahan. Bagaikan permen manis yang pernah Seijuurou makan di dunia manusia pertama kali. Bibir Tetsuya sangat manis, membuatnya tidak bisa berhenti untuk mengecap rasa manis yang ada di bibir pemuda bersurai biru itu.

 

“Nghh…” Tetsuya mengerang pelan, saat Seijuurou membelit lidahnya dan mengulumnya dengan penuh gairah. Tubuh Tetsuya kembali panas hanya karena sentuhan dari Seijuurou. Ciuman ini membuat Tetsuya hilang akal. Ia bahkan membalas lumatan yang Seijuurou berikan. Tetsuya tidak pernah di cium seperti ini. Ini adalah pertama kali untuk Tetsuya, dan ia menyukai sensasi ciuman yang di berikan oleh Seijuurou.

 

“Mhhh..” Desahan tertahan milik Tetsuya membuat Seijuurou tersenyum senang dalam ciuman mereka. Seijuurou bisa merasakan tangan Tetsuya mengalung indah di lehernya, dan menariknya semakin dekat. Hingga tubuh mereka terjatuh di atas ranjang, dengan Seijuurou yang menindih tubuh mungil pemuda bersurai biru yang masih asik melumat bibirnya.

 

“Anhhh…” Tetsuya memekik keras. Melepaskan ciumannya dengan Seijuurou dengan paksa saat kontraksi di punggungnya kembali hadir. Rasa sakit itu muncul. Beserta pergerakan otot punggung yang seakan bergeser dari persendiannya sendiri.

 

“Apa kau ingin aku menghilangkannya, Tetsuya?” Bisikan seduktif Seijuurou terdengar bagaikan penenang untuk Tetsuya. Ia bisa merasakan herpaan napas panas Seijuurou di lehernya. Lidah tak bertulang Seijuurou terjulur. Menjilat leher jenjang Tetsuya, sebelum akhirnya menghisapnya dengan pelan. Meninggalkan tanda yang sangat kontras di leher pemuda bersurai biru itu. Tetsuya juga dapat meraskan tangan Seijuurou menelesup masuk melalui celah kemejanya, sebelum akhirnya kemeja itu sobek dan dada polos Tetsuya terpampang jelas di hadapan Seijuurou.

 

“S-sakithh…” Ringisan Tetsuya kembali terdengar. Ini terlalu menyakitkan. Tetsuya tidak menyukai rasa sakit yang di timbulkan punggungnya.

 

“Jika kau ingin aku menghilangkan rasa sakit ini sepenuhnya, kau akan terikat selamanya bersamaku Tetsuya.” Dan setelahnya, Seijuurou tersenyum senang karena melihat Tetsuya menganggukkan kepalanya tanda setuju.

 

Kepala Seijuurou bergerak ke arah leher Tetsuya. Mengecup lembut leher jenjang pemuda bersurai biru langit itu, sebelum akhirnya meninggalkan jejak kemerahan di sana. Tetsuya mengerang saat lidah Seijuurou bermain di lehernya. Membuat getaran di dalam tubuhnya semakin menjadi. Juga gerakan aneh di punggungnya yang bergerak liar tak karuan. Bagaikan daging di dalam punggungnya bergerak keluar dari persendian.

 

“Akan ku perlihatkan bagaimana wujud aslimu, Tetsuya.” Bisik Seijuurou pelan di telinga Tetsuya. Pemuda bersurai crimson itu mulai menggerakan tangannya. Mengelus punggung Tetsuya yang polos dengan gerakan lembut. Sebelum akhirnya tangan Seijuurou berhenti di tulang punggung Tetsuya. Menekannya dengan cukup keras. Membuat si surai biru itu berteriak kesakitan.

 

“Arghhhtt…” Jeritan Tetsuya menggema di ruangan itu. Di iringi dengan suara gebrakan otot-otot punggungnya yang mencuat. Membentuk sebuah sayap berwarna putih yang membentang indah di balik punggung Tetsuya.

 

“Ini adalah wujud asli dirimu, Tetsuya.” Seijuurou mengelus pelan sayap yang membentang di belakang punggung Tetsuya dengan pelan. Seijuurou tidak tahu apa yang di pikirkan Tetsuya saat ini. Pemuda itu terdiam di dalam pelukannya. Seakan tidak percaya dengan apa yang sedang dirinya alami. Tatapan aquamarine Tetsuya terlihat kosong. Seijuurou sangat yakin jika Tetsuya mengira ini semua adalah mimpi buruk baginya.

 

“Ini adalah wujud aslimu sebagai Nephilim. Ingat Tetsuya, kau milikku sekarang.” Tubuh bersayap itu di rengkuh dengan pelan oleh Seijuurou. Membuat sayap-sayap di balik punggung Tetsuya menyusut kembali. Sigil-sigil di permukaan kulit Tetsuya mulai menghilang. “Kau akan mengingat semuanya.” Dan setelahnya, Tetsuya memejamkan mata. Sebelum kehilangan kesadaran dirinya.

 

.

oOo

.

 

Tetsuya berjalan perlahan menuju area taman yang ada di area fakultas sastra di kampusnya. Hari ini ia tidak ada jadwal bekerja di cafe. Tetsuya sedang libur. Sekarang ia harus mengerjakan tugasnya di perpustakan untuk mencari referensi. Walaupun hari ini sudah sore, Tetsuya tidak peduli. Ia hanya ingin tugasnya selesai, dan juga melupakan soal Seijuurou. Kejadian dua hari yang lalu bagaikan mimpi untuk Tetsuya. Ia tidak percaya dengan sayap yang tiba-tiba tumbuh di belakang punggunya. Membentang dengan lebar, dan kemudian menyusut kembali akibat sentuhan hangat dari Seijuurou. Sebenarnya Tetsuya ingin tahu tentang Seijuurou. Kenapa pemuda itu mengetahui segala hal tentang dirinya. Siapa pemuda itu sebenarnya? Mereka hanya bertemu beberapa kali. Tapi Seijuurou selalu ada di saat Tetsuya membutuhkan pertolongan.

 

“Hah..” Menghela napas pelan, sebelum memutuskan untuk duduk di salah satu bangku yang ada di taman kecil itu. Entah kenapa niat Tetsuya untuk mengerjakan tugas di perpustakaan yang berada di fakultas sastra tiba-tiba saja lenyap begitu saja akibat mengingat kembali Seijuurou. Sekarang Tetsuya merasa gila karena tidak bisa menemukan kembali sosok Seijuurou yang biasanya selalu berdiri di balkon apartemen. Ia merasa merindukan sosok pemuda bersurai crimson itu. Tidak seharusnya Tetsuya merasakan hal menggelikan seperti ini pada seorang pria. Seijuurou membawa dampak negatif bagi Tetsuya.

 

“Ya Tuhan, ini menyebalkan!” Tetsuya menggerutu dengan keras, sambil menendang sebuah batu kecil. Tidak ada siapapun di area taman fakultas sastra. Jadi Tetsuya tidak perlu takut jika batu kecil yang di tendangnya akan menendang mahasiswa yang lewat di depannya.

Tetsuya mulai mengedarkan pandangannya ke sekeliling taman. Ia tidak pernah tahu jika taman ini akan menjadi sangat sepi saat jam enam sore seperti ini. Mungkin saja semua orang yang ada di kampus sudah tidak ada lagi di sana. Ini menjadi dua kali menyebalkan, karena Tetsuya baru sadar jika hari sudah sesore ini. Tidak mungkin ada penjaga perpustakaan sekarang.

 

Pemuda bersurai biru itu mulai berdiri dari duduknya. Tetsuya memutuskan untuk pulang, dan mengerjakan tugasnya di apartemen saja. Pikirannya malah kacau saat berada di sini, dan itu menyebalkan. Dengan langkah gontai, ia mulai berjalan berbalik meninggalkan fakultas sastra di belakangnya. Angin musim semi bertiup sangat kencang. Menerpa wajah Tetsuya, sehingga ia harus menutup kedua matanya agar debu tidak masuk.

 

Badan Tetsuya bergerak mundur ke belakang akibat angin kencang itu. Dari sipitan matanya, Tetsuya bisa melihat sesosok pria yang di kelilingi oleh pusaran angin akibat kepakan sayap yang membentang di belakang punggungnya. Sayap berwarna hitam itu memukul udara dengan pelan kali ini. Hingga bunyi deru angin semakin memelan, dan tidak lagi membuat pusaran debu di sekeliling taman itu.

 

“Kuroko Tetsuya…” Suara bernada berat itu memanggil Tetsuya dengan penuh kecaman.

 

Tetsuya bisa merasakan waktu berhenti saat ini. Ia tidak tahu kenapa bisa mengetahui jika waktu berhenti. Hanya saja, Tetsuya bisa merasakan dengan jelas jika udara di sekelilingnya menghilang. Tidak ada bunyi lain lagi di tempat ini. Aura kehidupan seolah menghilang, dan Tetsuya hanya bisa merasakan dirinya sendiri di tempat itu. Kemudian pemuda bersurai biru itu mulai membuka matanya dengan pelan. Berharap jika apa yang telah retinanya tadi tangkap adalah kamuflase, dan delusi Tetsuya yang terlalu berlebihan. Tapi sayangnya, apa yang di tangkap oleh fokus Tetsuya itu nyata. Ia bisa melihat sosok pria berbalut kaos orange dengan jubah hitam yang menutupi tubuhnya. Sayap berwarna hitam mengepak dengan sangat indah. Sigil-sigil sayap pria bersurai orange dengan wajah tegas itu terlihat sangat indah di mata Tetsuya.

 

“Si-siapa kau?” Tetsuya bertanya dengan tergagap. Lidahnya terasa sangat kelu saat ini. Ia benar-benar tidak percaya jika apa yang di lihatnya adalah nyata. Jika bisa, Tetsuya ingin meyakinkan dirinya bahwa ini semua adalah mimpi. Tapi sejak Seijuurou memberitahunya, semua keinginan itu seakan menghilang dengan sekejap. Mungkin eksistensi akan malaikat dan makluk lainnya akan Tetsuya percaya. Karena ternyata makluk seperti itu memang ada dan nyata.

 

“Hayama Kotaro. Kau adalah adik dari Kagami-sama, Kuroko-sama.” Hayama mendekat sambil menyusutkan sayap di belakang punggungnya. Membuatnya menjadi manusia normal biasa yang berasal dari dunia manusia.

 

“Ikut bersamaku Tetsuya. Aku akan membuatmu mengingat segalanya, dan menjauhkan dirimu dari Verchiel.” Tangan Hayama terulur ke arah Tetsuya. Membuat pemuda bersurai biru itu memundurkan tubuhnya dengan refleks.

 

Hayama menyunggingkan sebuah senyum tipis di wajahnya. Ia tentu mengerti jika Tetsuya takut padanya. Tetsuya yang seorang Nephilim biasa dan tidak mengetahui jati diri yang sebenernya tentu akan ketakutan melihat sosok Hayama yang merupakan malaikat pembelot. Hayama yakin jika Tetsuya sedang meyakinkan dirinya sendiri bahwa apa yang di lihatnya adalah sebuah kenyataan.

 

“Tidak usah takut padaku. Aku tidak akan menyakitimu, Kuroko-sama. Apa kau tidak ingat dengan Shima?” Manik aquamarine Tetsuya membulat mendengar pertanyaan dari Hayama. Kenapa bisa pria asing itu tahu tentang Shima Oji-san? Paman yang sudah Tetsuya anggap sebagai ayahnya itu menghilang tujuh tahun lalu tanpa ada kabar sedikitpun. Sekarang Tetsuya berharap jika pria bersurai orange ini mengetahui keberadaan pamannya itu.

 

“Apa kau tahu di mana pamanku berada?” Tetsuya bertanya penuh antusias. Tapi Hayama malah tersenyum kecut sekarang, dan memperlihatkan wajah penuh penyesalan.

 

“Jika kau ingin tahu jawabannya, kau harus ikut bersamaku. Bertemu dengan Kagami-sama.” Suara Hayama terdengar sangat meyakinkan di telinga Tetsuya. Tentu saja ia sangat penasaran dengan keberadaan pamannya yang tiba-tiba saja menghilang. Tetsuya ingin bertemu Shima kembali. Sosok Shima sangat berharga bagi Tetsuya. Jika benar Hayama akan membawanya bertemu dengan Shima, maka Tetsuya akan menerjang rasa takut yang sekarang singgah di hatinya.

 

“Bawa aku, Hayama-san.” Pernyataan Tetsuya di hadiahi senyuman tipis dari Hayama. Kemudian pria bersurai orange itu mengeluarkan kembali sayap hitam di balik punggungnya. Sayap hitam yang membentang dengan lebar, sebelum akhirnya memukul udara dan kembali membuat pusaran angin kecil.

 

“Kemarilah, Kuroko-sama.” Tangan Hayama terulur. Membuat Tetsuya meraihnya dengan pelan. Hingga sekarang ia berada dalam kungkungan Hayama yang membawa tubuh kecilnya terbang melayang. Meninggalkan tanah di bawah mereka.

 

TeBeCe

Glousarium :

  1. Aerie : Dunia para malaikat pembelot Tuhan

 

  1. Lucifer : Pemimpin para malaikat pembelot Tuhan

 

  1. Elf : Kaum Fairy

 

  1. Zeus : Tuhan. Dewa Penguasa Langit Dunia Atas manusia

 

 

  1. Nephilim : Manusia setengah malaikat. Mempunyai kekuatan malaikat di dalam dirinya.

 

  1. Ouranous : Raksasa yang ada di Dunia Bawah. Bangsa Titan.

 

Saya tahu ini gaje? Maaf yah. Makin absurd guys! Tapi gapapa yah. Semoga kalian mengerti dengan imajinasi bejat saya. Bedewey, maaf ngaret. Saya baru sembuh dari kegalauan.

Dan juga jika kalian berkenan. Bisa kah kalian berkomentar apakah fict ini terkesan lame, dan apa feel kalian dapet ga pas baca cerita ini? jujur saya agak kurang pede dengan tulisan saya. Semacam mau cari jati diri saya dalam menulis. Apa ini layak di baca, atau tidak sama sekali. Onegaisimasu-ssu!

 

Saya masih selesein FF ini jadi sabar yah. Editing yang lama. Yang jelas saya usahakan deadline lovelyphantom selesai.

Well. Saya selesai dengan Glousarium. Ada beberapa Glousarium yang saya sesuaikan dengan imanjinasi saya.

 

Dan saya mau berterimakasih kepada semua yang sudah review cerita ini kolom review. Tanpa dukungan kalian, saya bukanlah apa-apa guys. Hontou arigatou^^

 

So, Mind To Review?

 

AkaKuro Banzai!!

 

Astia Morichan

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s