Caste Heaven | Chap 2| Meanie FF| Remake | Svt| Yaoi Hardcore! Warn !

0

 

Caste Heaven

RM 18

Romance, Drama, Gore, sadistic, etc

Warning! Yaoi! OOC, Typo yang akan membuat mata iritasi. Mature Content yang mungkin akan cukup Hard Core. Sehingga di sarankan untuk yang belum cukup umur, harap menyingkir dengan cepat.

Dosa di tanggung oleh reader sendiri. Wkwk

 

Caste Game adalah Game yang menentukan segalanya di sekolah ini. Siapa Raja, dan juga Target Bully selama satu tahun. Raja lah yang memegang kendali, dan Jeon Wonwoo adalah Raja di Game ini. Ia bebas melakukan apapun, dan Wonwoo juga tahu jika semua orang ingin merebut tahtanya. Termasuk orang yang sudah ia percaya.

 

a/n : Ini adalah Remake Caste Heaven yang di tulis oleh Chise Ogawa. Saya Warning sekali lagi ini adalah Remake. Demi apa gue suka banget manga ini sampai tercipta lah FF Remake ini. Jadi sepertinya FF Meanie Remake yang gue buat bakalan Caste Heaven aja. Wkwk . Santai bro, sama-sama Hawt kok.

Saya juga akan mewarning kalian jika SEME DI FF INI NANTI BAKALAN BRENGSEK SEMUA. JADI BUAT YANG GA KUAT TOLONG MENYINGKIR. WKWK

 

KIM MINGYU X JEON WONWOO

OTHER PAIR FIND YOURSELF

 

ENJOY!

.

 

Jeon Wonwoo berjalan dengan gaya arogan miliknya seperti biasa. Melewati tangga yang akan mengantarnya ke lantai dua. Pemuda ini nampak santai. Tidak terburu-buru layaknya semua siswa yang ada di kelas saat ini. Padahal Caste Game telah di mulai. Tapi bagi Wonwoo ini bukanlah apa-apa. Untuk periode satu tahun ke depan nanti, hanya ia yang akan menjadi raja seterusnya. Tidak akan ada yang berani mengkhianati Wonwoo. Semua orang takluk padanya.

 

“Cih. Semua orang terlihat sangat frustasi saat ini.” Wonwoo mendengus. Mengabaikan deru langkah seseorang dari belakang yang mengejarnya.

 

“Tentu saja. Aku akan mencoba menjadi ranking pertama.” Suara bariton milik Mingyu menggema. Membuat Wonwoo menoleh ke arah pemuda bersurai hitam yang sekarang berjalan mendekatinya. Sebuah senyum simpul tercetak jelas di wajah tampan Mingyu.

 

“Aku ingin kau mengakuiku, Wonwoo-ya.” Mingyu berbisik di telinga Wonwoo. Dan Wonwoo hanya bisa menyeringai kecil saat ia bisa menatap jelas wajah Mingyu yang ada di depannya. Tangannya terulur ke leher pemuda itu. Senyum menggoda Wonwoo berikan pada Mingyu. Membuat pemuda itu kaget karena tingkahnya. Manik obsidiannya menatap intens ke arah Wonwoo. Tatapan yang sama sekali tidak membuat Wonwoo takut.

 

“Mingyu-ya, apa kau benar-benar menyukaiku sedalam itu?” Wonwoo menipiskan jarak. Dari jarak sedekat itu, Mingyu bisa mencium jelas aroma citrus yang menguar dari tubuh Wonwoo. Apalagi saat Wonwoo menarik dasi seragamnya, hingga jarak antara mereka semakin menipis.

 

“And then, bring the ‘King’ Card from me.” Wonwoo berbisik seduktif di telinga Mingyu. Membuat wajah Mingyu memerah sempurna karena bisikan kecil Wonwoo di telinganya.

 

“Tentu. Tapi b-bagaimana?” Wajah Mingyu terlihat panik sekarang. Seakan bingung bagaimana untuk mencari kartu itu, dan Wonwoo benar-benar menikmati ekspresi yang Mingyu perlihatkan untuknya.

 

“Bukankah banyak cara yang bisa kau gunakan? Mengancam atau mengalahkan mereka, Mingyu-ya.”

 

“T-tapi—“ Belum selesai Mingyu membantah, ia terdiam saat melihat Wonwoo menggerakan telunjuknya dengan sensual. Lidahnya terjulur menyentuh telunjuknya sendiri.

 

“Bukankah ada pepatah yang mengatakan jika kau mencintai seseorang, maka kau akan mengorbankan apapun?” Wonwoo kembali mendekatkan wajahnya. Hingga bibirnya hampir saja menyentuh bibir Mingyu. “ Itu benar-benar keren kan? Dan jika aku adalah orang yang di cintainya, I would get wet for him.”

 

Wonwoo terdiam saat melihat seringaian kecil di bibir Mingyu. Tangan pemuda itu bergerak untuk menarik tangannya. Mencengkram dengan erat, hingga membuat Wonwoo meringis kecil akibat cengkraman itu. Wonwoo bisa merasakan manik obsidian Mingyu menatap tajam dirinya. Tatapan yang seakan membuat dirinya tak bisa berkutik sedikitpun. Bahkan saat ia mengadah untuk menatap obsidian Mingyu, Wonwoo sama sekali tidak bisa membalas tatapan tajamnya. Wonwoo seolah takut melihat tatapan yang Mingyu berikan untuknya.

 

“Aku akan membawanya untukmu.” Suara bariton itu penuh tekanan dan keseriusan yang membuat Wonwoo tetap diam. Tubuh Wonwoo seakan menjadi kaku saat melihat Mingyu menyeringai kecil. Seringaian yang bisa membuat tubuh Wonwoo meremang karena takut.

 

“Hmph. Aku menunggu berita bagus darimu, Mingyu-ya.” Dan setelahnya, Mingyu mengangguk. Kemudian melepaskan cengkramannya pada Wonwoo. Ia mulai berbalik, dan berjalan menjauh dari Wonwoo. Menaiki tangga ke lantai atas, dan meninggalkan Wonwoo sendiri yang sekarang nampak puas karena Mingyu menuruti ucapannya.

 

“Oh. Menarik.” Senyuman licik kembali tercetak di wajah Wonwoo. Well, semuanya akan menjadi sangat mudah bagi dirinya. Mingyu saja bertekuk lutut di hadapannya. Ah. Ini benar-benar menyenangkan. Wonwoo harap kesenangan ini tidak akan pernah berakhir. Ia akan selamanya menjadi raja selama bersekolah disini.

 

“Baiklah. Aku akan bersantai sejenak. Ini benar-benar melelahkan.” Wonwoo menggedikan bahunya. Sebelum ia mulai melangkah. Belum sempat ia melangkah, Wonwoo bisa merasakan sebuah tangan menyentuh pergelangan kakinya. Dari sudut matanya, ia bisa melihat sosok yang sekarang berjongkok di belakangnya. Mencoba mengambil sebuah kartu yang hampir saja ia injak.

 

“Ambil.” Wonwoo mengucapkannya dengan nada penuh perintah. Tatapannya masih memandang rendah pemuda bersurai coklat yang ada di depannya. Jeonghan diam tak berkutik saat melihat Wonwoo sekarang. Pemuda itu terlihat sangat ragu untuk mengambilnya.

 

I dont need ‘Jack’” Wonwoo membungkukkan tubuhnya ke arah Jeonghan yang masih terdiam di tempatnya.

 

Well done Jeonghanie. Mulai saat ini, kau tidak akan menjadi target lagi. Ambilah.” Wonwoo menyodorkan kartu itu dengan kakinya ke arah Jeonghan. Ia bisa melihat Jeonghan mengangguk patuh. Tangan Jeonghan terulur untuk mengambil kartu yang berada di bawah sepatu Wonwoo.

 

Wonwoo kemudian menyingkir, dan membiarkan Jeonghan berdiri dari jongkoknya. Ia memberi jalan pada pemuda itu. “Gomawo Jeonghanie, karena telah memberikan kartu raja untukku saat itu.” Wonwoo menepuk bahu Jeonghan yang bergetar. Kemudian ia mulai mendengus kasar, dan berjalan menuruni tangga selanjutnya. Meninggalkan Jeonghan yang sekarang bisa menghela napasnya lega.

 

Wonwoo kembali melangkahkan kakinya untuk menuruni anak tangga yang akan mengantarnya ke lantai dasar. Senyum asimetris tersungging di wajahnya saat mengingat bagaimana wajah memelas Jeonghan. Well, sepertinya pendapat itu memang benar. Hanya akan ada dua tipe manusia di dunia ini. Yang menghancurkan, atau di hancurkan. Dan Wonwoo akan selalu menjadi orang yang menghancurkan. Ia tidak akan mungkin di hancurkan dengan mudahnya oleh orang lain. Tentu saja, karena semua orang akan segan pada seorang Jeon Wonwoo.

 

“E-eh..” Wonwoo memekik kaget saat ia bisa merasakan punggungnya di dorong dari belakang. Hingga ia terjatuh sampai beberapa anak tangga, dan semuanya menjadi gelap bagi Wonwoo.

 

Ia tidak dapat melihat apapun saat mencoba untuk membuka matanya sekarang. Ada kain yang menutup penglihatannya hingga Wonwoo tidak dapat melihat apapun. Wonwoo hanya bisa mendengar dan merasakan. Seseorang mencengkram tangannya kebelakang, dan mengikat kedua tangannya ke atas. Hingga Wonwoo tidak dapat bergerak untuk membuka kaitan yang menutup matanya. Wonwoo tidak bisa berkutik sedikitpun. Ia bagaikan mangsa yang terpojok.

 

Jantung Wonwoo berdebar dengan kencang saat sebuah tangan bergerak untuk melepas celana yang ia pakai. Hingga rasa dingin lantai marmer di bawahnya terasa menyentuh permukaan tubuh bagian bawah Wonwoo. Ia juga bisa merasakan underwear yang di pakainya di lepas dengan paksa. Tak lupa kaitan seragam Wonwoo terbuka hingga menampilkan dada seputih porselen milik pemuda itu. Wonwoo tidak sepenuhnya telanjang. Ia masih bisa merasakan seragamnya masih tetap menempel di tubuhnya walau terbuka. Hanya saja tubuh bagian bawah Wonwoo telanjang sempurna.

 

Kali ini, Wonwoo mengerti apa arti ketakutan dan tidak berdaya. Ia ingin berteriak dengan kencang saat sebuah jari bergerak melumuri lubang analnya dengan sebuah cairan yang Wonwoo tidak tahu itu apa, dan kemudian jari itu bergerak masuk ke dalam lubang analnya. Menimbulkan sensasi nyeri yang amat sangat saat jari itu bergerak tidak konstan untuk melebarkan lubangnya. Ingin sekali Wonwoo berteriak dan meronta atau mencakar apapun, saat rasa sakit itu semakin menjadi mengerjai bagian tubuh bawahnya. Tapi teriakan Wonwoo terendam karena sebuah tangan menyumpal mulutnya. Sebelah tangan orang itu menyentuh bagian-bagian tubuhnya. Meremas genital Wonwoo dengan kasar, dan tak lupa memberikan sebuah hisapan pada puting Wonwoo. Wonwoo bisa merasakan bagaimana lidah panas itu bergerak menjilat bagian tubuh atasnya. Rasanya Wonwoo benar-benar menjadi orang paling hina sekarang.

 

“Arghhhttt…” Wonwoo mengerang kesakitan saat merasakan tubuhnya di belah paksa oleh genital yang masuk ke dalam lubang analnya. Tubuhnya seakan di sobek, saat genital itu menghujam tubuhnya dalam sekali hentak. Mengantarkan rasa panas dan dentuman kesakitan di bagian bawahnya terasa. Wonwoo dapat merasakan cairan amis merembes keluar di sertai cairan precum yang bersatu.

 

“Unghh…” Wonwoo menggeram saat teriakannya masih tidak bisa di dengar. Tubuhnya terus di hujam dengan hentakan kasar. Membuat bagian bawah tubuh Wonwoo terasa kebas. Genital itu terus menyodoknya dengan kencang. Menabrak titik prostat dirinya dengan keras. Membuat erangan Wonwoo semakin jelas saat titik kenikmatannya di hujam seperti itu.

 

“Anhhh..” Wonwoo menghela napasnya lega saat cairan sperma itu tumpah merembes keluar dari lubang analnya. Ia juga bisa mendengar bunyi klop saat genital itu di cabut dari lubangnya. Membuat analnya kembali kosong.

 

“Hah.. Hah..” Wonwoo mengatur napasnya dengan terburu-buru. Tubuhnya kini terkulai lemas di lantai. Ia terlihat sangat kacau sekarang. Seragam atasnya terbuka dan hanya menutupi tubuhnya sampai setengah paha. Cairan sperma masih keluar dari lubang anal Wonwoo. Membuat tubuh pemuda itu nampak kotor sekarang. Wonwoo tidak mempunyai tenaga lebih untuk memperhatikan penampilannya. Ia hanya ingin melihat siapa orang yang berani memperkosanya seperti ini. Demi Tuhan yang menguasai langit dan alam semesta! Wonwoo bersumpah akan membunuh orang itu!

 

“Apa kau menikmati istirahat yang menyenangkan ini bersamaku? Sampai kau tidak bisa bergerak seperti ini.” Suara bariton menggema. Kali ini, suara itu membuat Wonwoo takut untuk menggerakan tubuhnya. Ia kenal dengan suara itu.

 

“Aku menyukai ekspresimu yang seperti ini.” Tangan itu bergerak untuk melepaskan kaitan yang menutup mata Wonwoo. Membuat Wonwoo bisa melihat dengan jelas sosok yang sekarang berdiri di hadapannya. Mata Wonwoo menatap nyalang sosok itu. Dia Kim Mingyu. Mingyu yang ia percaya mengkhianatinya!

 

“Apa?” Mingyu terkekeh pelan sambil mengancingkan seragamnya. Senyum meremehkan kini Mingyu layangkan pada Wonwoo. “ Kau ingin melawanku ketika tidak mempunyai tenaga sedikitpun?”

 

“Mingyu!” Tatapan nyalang penuh kebencian Wonwoo layangkan pada Mingyu. Ia mulai bangkit dari acara berbaringnya. Hingga Wonwoo terduduk sambil mengadah ke arah Mingyu. Sial! Wonwoo benar-benar tidak bisa menggerakan tubuhnya sekarang.

 

“ Aku akan membunuhmu! Kupastikan itu ! Aku akan membunuhmu Kim Mingyu!!” Wonwoo berteriak nyaring. Suaranya terdengar penuh dendam. Siapapun yang mendengarnya pasti akan ketakutan melihat tatapan dan teriakan Wonwoo sekarang.

 

“Aku akan membuatmu menyesal karena membuatku seperti ini. Kau tahu? Aku adalah raja!”

 

“Cihh.” Mingyu mendecih. Kemudian ia mulai berjongkok di depan Wonwoo. Tangannya bergerak untuk menarik rambut hitam Wonwoo. Hingga Wonwoo mengadah ke arahnya.

 

“Apa kau tahu pada siapa kau bicara, Little Wonu?” Mingyu mendekatkan wajah ke arah Wonwoo. Hingga jarak mereka semakin menipis. Dari jarak sedekat ini, Wonwoo dapat mencium aroma mint yang menguardari tubuh Mingyu. “Sepertinya kau masih belum mengerti.”

 

Suara bel berbunyi. Membuat Mingyu melepaskan cengkramannya pada rambut Wonwoo. Bel itu adalah sebuah tanda, dan juga pengumuman.

 

‘Ini adalah komite eksekutif Caste Game. Hanya ada satu kartu yang tersisa. Itu artinya pencarian kartu untuk grade dua sudah selesai. Semua siswa yang masih berada di sekolah di harapkan untuk meninggalkan sekolah. Raja baru di grade dua grup satu adalah Kim Mingyu. Pengumuman lebih lanjut akan kami umumkan besok. Terimakasih.’

 

MINGYU ! YOU BETRAYED ME!” Wonwoo berteriak marah. Tangannya berusah menggapai tubuh Mingyu yang sekarang masih berdiri di depannya dengan senyum angkuh.

 

“Hey, Wonwoo-ya. Aku menepati janjiku. Aku membawakan kartu yang cocok untukmu. Seharusnya kau memberiku reward atas itu.” Mingyu kembali menyeringai licik. Kemudian ia mulai menjatuhkan sebuah kartu joker di hadapan Wonwoo.

 

“Well.. Well..” Manik obsidian Mingyu menatap puas sosok Wonwoo yang kini terduduk dengan tatapan kosong yang mengarah ke arahnya. “Aku selalu ingin melihatmu menderita seperti ini, Jeon Wonwoo.”

 

TeBeCe

Pendek lagi? Maafin wkwk. Soalnya ini sebenernya harusnya nyatu sama chap kemaren. Jadi satu chap. Cuman di cut. Gapapa kan? Wkwk. Nah kalo chap depan saya jamin bakal panjang. Percaya deh. Asal kalian review aja. Wkkwk. Jangan jadi siders mulu dong qaqa. Wkwk

 

Btw I want to be straight ch 5 juga udah beres. Tinggal publish. Cuman karena responnya kurang greget gue belom publish lagi. Wkwk. Sidernya banyak gewla. Jadi gue nunggu aja sampe reviewnya lebih banyak dari chap kemaren.

 

Wkwk, gimana chap ini? Adegan rapenya kerasa ga? Wkwk tbh susah buat scene iini -_- ini kan adegan pemerkosaan tanpa tahu siapa yang rape/? wkwk

 

Udah ah. Mind To Review?

Astia Morichan

 

Advertisements

OPEN PO CASE HP BISA REQ GAMBAR SENDIRI. ALL TYPE HP

0

13767498_178101642604828_393685571_n ctacgwgxyaepoig ctawkpxviaevjzo

 

permisi. saya mau promosi. siapa tahu kalian lagi pengen buat case hp akakuro atau yg lainnya ^^ gambar sesuai keinginan kalian soalnya.

PO CASE HP sampai 15 oktober 2016. pembuatan 10 hari.

bisa costum gambar sendiri. Request gambar sesuai keinginan. bisa juga kayak di contoh. gambar foto di ubah jadi kartun.
all type hp.
samsung
xiamoi
oppo
asus
apple
evercross
lenovo.
etc

softcase : 100 rb

hardcase : 120 rb

format pemesanan bisa lewat fb astia morichan
line : astia_morichan
bbm : 581329AA
twitter : morichanshop

sankyuu ^^ k

Do You Wanna Try? AkaKuro | Yaoi| FID_8

0

 

 

Do You Wanna Try?

M for safe

Romance, Fluff, One Shot

Warning! Yaoi ! Typo’s, OOC, dll. Jika tidak suka silahkan Minggat, men!

Akashi Seijuurou X Kuroko Tetsuya

 

a/n: Yo mamen ! Happy FujoDanShi Independence Day Minna-san !! FF Singkat ini untuk merayakan kemerdekaan kita sebagai Fujodanshi. Saya selaku morichan merayakan hari ini dengan AkaKuro!!

Pendek banget sih ini pokoknya.

Happy Reading!

enJOY!

.

oOo

.

Tetsuya terdiam kaku, dengan manik aquamarine yang membulat sempurna saat tablet yang di pegang oleh Ryouta menampilkan video tak senonoh. Itu adalah video porno gay. Tetsuya tidak menyangka jika Ryouta mengajaknya menonton film seperti itu. Padahal awalnya film ini biasa saja. Hanya menampilkan adegan seorang polisi yang menangkap seorang pria pencuri di minimarket. Kemudian membawanya ke kantor polisi. Lalu adegan selanjutnya yang Tetsuya lihat adalah seperti ini. Ia bisa mendengar desahan panjang mengalun dari pria berbadan kecil yang berada di atas badan sang polisi berbadan kekar.

 

“Astaga aku suka sekali dengan pria ini.” Ryouta menatap penuh gairah pada pemain pria yang ada di video itu. Ryouta memang suka mendownload video porno, tapi hanya jika pria ini saja yang main. Ryouta pernah bilang pada Tetsuya, jika ia ingin mempunyai pasangan dengan badan yang sama seperti pria itu. Dan well, keinginan Ryouta terwujud. Karena sekarang Ryouta sudah mempunyai Daiki.

 

“Ki-kise-kun. Aku tidak ingin menonton ini.” Tetsuya menutup matanya dengan kedua tangan. Enggan melihat video itu. Dari sela-sela jarinya, ia bisa melihat Ryouta tersenyum jahil.

 

“Ne,, Kuroko-chii.. Apa kau belum mencobanya dengan Akashi-chii?” Wajah Tetsuya memerah sempurna mendengar pertanyaan yang di lontarkan Ryouta. Tetsuya tentu tidak pernah melakukan hal seperti yang ada di video itu. Dengan mantap, ia menggeleng pelan. Dan gelengan kepalanya malah membuat Ryouta melotot tidak percaya.

 

“E-ehh?? Akashi-chii belum memakan Kuroko-chii? Ya ampun, aku benar-benar tidak percaya.” Ryouta berujar kagum, dan itu malah membuat Tetsuya mengerutkan keningnya. Tidak mengerti dengan ucapan ambigu yang si surai kuning itu ucapkan.

 

“Itu enak loh, Kuroko-chii. Kau harus mencobanya. Lihat ini.” Ryouta menarik tangan Tetsuya, dan membuat pemuda bersurai biru itu kembali melihat tayangan di depannya. Ia bisa melihat jika kedua pemain porno itu masih melakukan aksinya. Dan suara desahan yang di keluarkan mereka benar-benar membuat Tetsuya kesal.

 

“Ahh sudah lah .. aku tidak kuat!!” Ryouta berteriak keras. Sebelum akhirnya keluar dari kelas kosong itu. Meninggalkan Tetsuya sendiri di ruangan kelas kosong beserta tablet yang masih memainkan video itu.

Manik aquamarine Tetsuya menatap lekat video yang ada di depannya. Jika tadi ia kaget, maka sekarang Tetsuya penasaran. Bagaimana bisa genital sebesar itu masuk ke dalam lubang anal yang sempit? Bukankah itu akan menjadi sangat sakit? Tapi kenapa pria yang di tusuk itu malah terlihat menikmatinya? Tetsuya benar-benar tidak mengerti. Karena sama sekali belum sejauh itu bersama kekasihnya. Padahal mereka sudah berpacaran selama satu tahun lebih. Selama ini, Seijuurou hanya menggenggam tangannya, lalu mencium kening, pipi dan bibirnya saja. Ciuman yang Seijuurou beri juga sangat lembut dan manis. Tetsuya benar-benar menyukai sentuhan kecil dari kekasihnya itu.

 

“Tetsuya?” Suara bariton itu mengalun memenuhi ruangan kelas ini. Tetsuya terperanjat kaget saat mendengarnya. Ia hampir saja membanting tablet itu jika saja Seijuurou tidak dengan sigap menangkapnya. Seijuurou seakan memprediksikan segalanya. Pemuda bersurai crimson itu kini berada di belakang tubuhnya, sambil memegang tangan Tetsuya yang menahan tablet berisi tayangan porno di layar.

 

“Aku tidak menyangka Tetsuya suka menonton video seperti ini.” Seijuuro berbisik seduktif. Tetsuya yang mendengarnya terperanjat kaget. Seakan sadar jika sejak tadi ia sama sekali tidak bereaksi.

Kali ini wajah Tetsuya memerah dengan sempurna. Ia hanya bisa menundukkan wajahnya. Astaga ia benar-benar malu sekarang!

 

“K-kise-kun meninggalkan t-tabletnya.” Tetsuya berujar gugup. Ia enggan menatap Seijuurou yang sekarang mulai membalikkan tubuhnya. Tetsuya bisa merasakan tubuhnya seakan terbakar saat Seijuurou terus menatapnya seperti itu. Demi Tuhan! Ia benar – benar malu saat ini. Kekasihnya memergoki dirinya sedang menonton film porno. Rasanya Tetsuya ingin mengubur diri hidup-hidup.

Seijuurou menarik dagu Tetsuya. Hingga pemuda bersurai biru itu mengadah dengan wajah yang semerah tomat. Apalagi saat video yang ada di genggamannya ini masih berjalan dan mengeluarkan suara desahan yang berpacu satu.

“Apa Tetsuya tidak penasaran kenapa mereka terlihat menikmatinya?” Tetsuya mengerjapkan matanya. Dahinya mulai mengerut. Tanda tidak mengerti pertanyaan kekasihnya itu. Tetsuya rasa, itu akan menyakitkan. Bagaimana bisa genital sebesar itu masuk ke dalam lubang anal yang kecil? Tolong beritahu Tetsuya, karena ia sama sekali tidak mengerti hal itu.

 

“M-mereka tidak menikmatinya.” Tetsuya memalingkan wajahnya ke samping. Ia masih malu dan tidak ingin menatap Seijuurou yang masih menyeringai tipis ke arahnya.

 

“Bukankah itu akan terasa sakit?” Tetsuya bisa mendegar Seijuurou terkekeh. Pemuda bersurai crimson itu menarik tablet di tangan Tetsuya. Kemudian menyimpannya di meja samping, sebelum akhirnya tangan Tetsuya terulur. Menarik tubuh Tetsuya dalam pelukannya. Hingga membuat Tetsuya memekik pelan karenanya.

 

“Itu tidak sakit. Apa Tetsuya mau mencobanya bersamaku?” Dan Tetsuya tidak bisa memberikan jawabannya. Karena bibirnya sudah di lumat oleh Seijuurou. Seijuurou kembali memberikan ciuman yang selalu membuat Tetsuya hilang akal. Memberi sensasi menggelitik saat lidah saling berpautan yang di sertai desahan lirih yang berpadu menjadi satu.

 

“Ya. Akashi-kun.” Tetsuya berucap lirih dalam ciumannya. Tangannya terulur. Mengalung indah di leher Seijuurou. Menarik surai crimson itu dengan gerakan sensual, yang selalu membuat Seijuurou kembali terbakar oleh gairah. Tetsuya selalu bisa membuat dirinya hilang akal seperti ini. Selama ini Seijuurou selalu menahannya. Tapi hari ini, Seijuurou bahagia karena Tetsuya sudah mengizinkannya. Ia tidak akan membuat Tetsuya kecewa.

 

“I’ll treat you gentle, Tetsuya.” Dan Tetsuya hanya bisa mendesah lirih, ketika tangan Seijuurou yang nakal mulai menyentuh bagian-bagian tubuhnya. Ini akan menjadi pengalaman pertama Tetsuya yang tidak akan pernah ia lupakan. Karena Seijuurou selamanya milik Tetsuya, begitupun sebaliknya.

 

FIN!

Apaan banget ini? wkwk gapapalah yang penting buat merayakan kemerdekaan! wkwk

Ps: sebenernya vid porn yang itu beneran ada. Waktu itu temen uke gue donlot itu masa,terus kita tonton barengan karena durasinya sejam. Macem film. Gue ga nyangka ternyata film begituan itu kek drama/? Wkwk, dan you know what? Itu adalah vid real pertama yang gue liat waktu itu. Dan gue masih ga berani nonton lagi yang real. Saya cinta anime hawt macem pico/? Gue demennya finder. Cinta Asami. Wkwk. Eventhough semenya hawt.. wkwk Gue tonton juga karena polisinya ganteng men. Wkwk

 

So, Mind To Review?

 

Astia Morichan

Caste Heaven | Meanie| Yaoi| Remake | Warning !

0

Jeon Wonwoo tersenyum penuh kemenangan saat melihat pemuda bersurai coklat yang kini nampak tak berdaya saat Hong Jisoo melemparkan bola basket ke wajahnya. Hingga hidung Jeonghan mengeluarkan darah, dan wajahnya nampak sedikit memar akibat pukulan bola itu. Tubuh Jeonghan bergetar hebat saat rasa nyeri yang di timbulkan di wajahnya membuat ia ingin menangis.

 

“Haha. Kalian lihat wajah Jeonghan? Lucu sekali. Haha.” Jisoo tertawa dengan lebar saat melihat Jeonghan kesakitan. Pemuda bersurai coklat itu mulai berdiri walau sedikit limbung. Ia berjalan menjauh dari gymnasium. Mungkin Jeonghan akan menghabiskan pelajaran olahraganya di ruang kesehatan. Ia harap tidak akan ada yang mengganggunya, dan melihatnya dengan penuh tatapan kasihan. Jeonghan memang tahu peraturan dalam game ini. Raja yang dapat mengatur kelas, dan target yang mempunyai ranking terendah yang akan di bully seperti dirinya selama satu tahun. Itu adalah hukum dunia caste.

 

Wonwoo terkekeh pelan saat melihat pemandangan itu. ia suka saat melihat semua orang bertekuk lutut di hadapannya. Semua orang akan menghormatinya, dan ia bisa mendapatkan apapun karena game ini. Jeon Wonwoo adalah Raja di dalam Caste Game yang seluruh siswa mainkan. Dan targetnya selama satu tahun ini adalah Jeonghan. Pemuda lugu yang dulu rela menukar kartu dengannya, hingga ia menjadi target untuk di bully. Di sekolah ini, segalanya hanya di tentukan oleh game. Jika kau menjadi rajanya, maka kau bebas melakukan apapun.

 

.

oOo

.

Caste Heaven

RM 18

Romance, Drama, Gore, sadistic, etc

Warning! Yaoi! OOC, Typo yang akan membuat mata iritasi. Mature Content yang mungkin akan cukup Hard Core. Sehingga di sarankan untuk yang belum cukup umur, harap menyingkir dengan cepat.

Dosa di tanggung oleh reader sendiri. Wkwk

 

Caste Game adalah Game yang menentukan segalanya di sekolah ini. Siapa Raja, dan juga Target Bully selama satu tahun. Raja lah yang memegang kendali, dan Jeon Wonwoo adalah Raja di Game ini. Ia bebas melakukan apapun, dan Wonwoo juga tahu jika semua orang ingin merebut tahtanya. Termasuk orang yang sudah ia percaya.

 

a/n : Ini adalah Remake Caste Heaven yang di tulis oleh Chise Ogawa. Saya Warning sekali lagi ini adalah Remake. Demi apa gue suka banget manga ini sampai tercipta lah FF Remake ini. Jadi sepertinya FF Meanie Remake yang gue buat bakalan Caste Heaven aja. Wkwk . Santai bro, sama-sama Hawt kok.

Saya juga akan mewarning kalian jika SEME DI FF INI NANTI BAKALAN BRENGSEK SEMUA. JADI BUAT YANG GA KUAT TOLONG MENYINGKIR. WKWK

 

KIM MINGYU X JEON WONWOO

OTHER PAIR FIND YOURSELF

 

ENJOY!

.

 

“Anhh..” Suara desahan gadis bersurai kemerahan yang berada di atas tubuh Wonwoo terdengar dengan keras. Padahal Wonwoo hanya memainkan puting payudara gadis itu dengan pelan, dan gadis bernama Yunji malah mendesah keenakan di atas tubuhnya. Sungguh. Wonwoo tidak suka mendengar desahan yang di keluarkan Yunji. Bukannya bergairah, gadis itu malah membuat genitalnya kembali tertidur akibat desahan menjijikannya.

 

“Keluar.” Wonwoo berujar dengan dingin. Ia mulai menghempaskan tubuh Yunji sampai terjatuh, dan menarik gadis itu untuk keluar dari ruangan osis yang menjadi hak miliknya sebagai raja.

 

“Hey! A-apa yang—“ Belum sempat Yunji protes, Wonwoo sudah mendorongnya hingga Yunji keluar sepenuhnya. Wajah Yunji nampak merah padam saat melihat sosok pemuda bersurai hitam yang berdiri di samping pintu. Ia segera pergi menjauh dan merapikan seragamnya yang nampak berantakan. Ah, ia malu di lihat seperti itu oleh Kim Mingyu.

 

“Mingyu?” Wonwoo menoleh ke arah Mingyu yang sekarang menatapnya dengan manik obsidian yang memicing,

 

“Kau membawa gadis dengan payudara besar seperti biasa.” Wonwoo hanya membalas pernyataan itu dengan menggedikan bahunya. Kemudian ia mulai mengacak pelan surai kecoklatannya dengan asal.

 

“Tapi bukankah dia pacarmu?”

 

Not again. Suaranya membuatku turn off dengan cepat.” Wonwoo mulai membuka kancing seragamnya satu persatu. Hingga dada polosnya terlihat. Kulit Wonwoo yang terlihat seperti porselen, membuat Mingyu menelan salivanya dalam saat melihat pemandangan tubuh Wonwoo yang terlihat sangat menggiurkan. Wajah Mingyu memerah sempurna saat melihat Wonwoo menatapnya bingung. Sial! Tubuh Wonwoo memang sangat menggoda.

 

“A-aku akan ke kelas.” Mingyu memalingkan wajahnya yang memerah. Kemudian segera menjauh dari Wonwoo yang masih tidak mengerti dengan perubahan wajah Mingyu saat melihat tubuhnya.

 

He’s such a loyal dog.” Wonwoo menggedikkan bahunya. Sebelum mulai berbalik dan melihat sosok Seungcheol yang tersenyum ke arahnya. Kemudian Seungcheol masuk ke dalam ruangan osis, dan di ikuti oleh Wonwoo dari belakang.

 

“Bukankah kau keterlaluan memperlihatkan tubuh polosmu pada pemuda yang masih perjaka?” Wonwoo mulai duduk di sofa panjang berwarna coklat yang ada di depannya. Matanya memicing ke arah Seungcheol yang kini duduk di atas meja.

 

“Dia masih perjaka? Are you kidding me?”

 

“Yap. He’s still virgin.”

 

“Aku tidak tahu tentang hal itu.”

 

“Tentu saja. Karena kau tidak pernah peduli tentang apapun.” Seungcheol bisa melihat Wonwoo mendengus tak suka ke arahnya.

“Oh, ya. Aku punya hal yang menarik untuk kau dengar.” Alis Wonwoo tertaut saat melihat Seungcheol menyunggingkan senyum tipis di wajah tampanya. Sepertinya Wonwoo mulai tertarik dengan arah pembicaraan mereka.

 

“Apa?” Seungcheol mulai berjalan ke arah Wonwoo sambil mengambil beberapa kertas kecil yang ada di saku seragamnya.

 

This is for ya.” Seungcheol meletakan kertas itu di dalam genggaman tangan Wonwoo. Kali ini Wonwoo tahu kertas apa yang Seungcheol katakan menarik. Itu adalah foto dirinya dengan berbagai macam foto menggoda. Banyak sekali foto dirinya yang tidak mengenakan baju atasan. Hingga tubuh bagian atasnya terlihat.

 

“Seseorang memotretku secara rahasia?” Wonwoo mulai melihat lembaran foto dirinya. Mengamati berbagai macam foto yang bahkan Wonwoo sendiri tidak sadar pernah melakukan pose seperti itu.

 

“Kau sepertinya populer, Won. Aku dengar beberapa orang bahkan membeli fotomu hanya untuk mastubrasi saja.” Seungcheol terkekeh pelan. Kemudian tangannya bergerak dengan jarinya yang membentuk sebuah kotak di depan matanya. “Kalau begitu pose untukku.” Seungcheol bergerak mendekat ke arah Wonwoo. Berlagak seperti fotografer handal.

 

“Cih.” Wonwoo ikut terkekeh dan menunjukan seringaiannya. Ia mulai membuka seragammnya sampai puting kemerahannya terlihat. Kakinya mengangkang lebar. Tak lupa tangannya di tempelkan ke dagu dengan tatapan tajamnya yang khas.

 

“100.000 won for sexy shots.” Tatapan tajamnya mengarah pada Seungcheol yang sekarang tepat berada di depannya. Kemudian tangannya bergerak mengambil sebuah cutter dan mengarahkannya pada Seungcheol. Pemuda itu nampak menelan salivanya karena takut.

 

“Terlalu banyak bersenang-senang akan membawa penderitaan untukmu, The Jack.”

 

“Kau tahu? Aku hanya bercanda.” Seungcheol mulai berjalan mundur dan berjalan menjauh dari Wonwoo. Ia tidak ingin berurusan dengan Wonwoo lebih lama. Kemudian ia mulai berbalik dan keluar dari ruangan itu. Meninggalkan Wonwoo yang kembali berbaring di sofa dengan mata terpejam.

 

He’s never learn.” Wonwoo bergumam pelan. Sebelum akhirnya memejamkan mata dan mulai tertidur. Sebenarnya Wonwoo sudah lelah dengan semua ini. Semua orang di tempat ini memakai topeng mereka dengan sangat baik.

 

“Lakukan apapun selagi kau bisa, Wonwoo. Aku akan mengambil kursi rajamu. Membuatmu jatuh, dan telanjang hanya di depanku saja.” Bisikan itu terdengar pelan, dan Wonwoo tidak pernah tahu jika itu adalah bisikan maut yang akan mengantarkannya pada gerbang neraka nanti.

 

.

oOo

.

 

“Wonwoo!” Mingyu berteriak dengan keras saat membuka pintu ruangan osis itu. Membuat bunyi derit yang sangat keras, hingga Wonwoo mengerang karena tidurnya terganggu.

 

“Huh?” Matanya terbuka pelan saat retinanya melihat sosok Mingyu yang kini tersenyum lebar di hadapannya. Ia mulai mengerjapkan matanya dengan pelan, agar penglihatnnya kembali terfokus.

 

“Ke kelas sekarang juga. Caste Game akan di mulai.” Dan Mingyu mulai menariknya untuk bangun. Pemuda itu bahkan mengabaikan decakan sebalnya karena menarik dirinya seenak jidat keluar ruangan. Wonwoo bahkan harus merapikan seragamnya di tengah-tengah koridor dengan semua orang yang menatapnya dengan lapar. Sial! Ia akan memberi pelajaran untuk Mingyu nanti.

 

Hanya perlu lima menit saja untuk mereka sampai di kelas. Semua murid sudah berada di tempat duduknya masing-masing. Mereka tersenyum lega saat melihat Wonwoo dan Mingyu sudah sampai. Itu artinya, Game akan segera di mulai. Game yang akan menentukan siapa target bully selanjutnya untuk satu tahun terakhir mereka sebelum kelulusan.

 

Game Start!” Wonwoo berteriak dengan lantang, dan semua siswa mulai bersorak sambil bergegas untuk keluar dari kelas. Mencari kartu yang akan menentukan nasib mereka masing-masing selama satu tahun nanti.

TeBeCe

ADEGAN SELANJUTNYA AKAN SANGAT HARD. JADI SIAPKAN DIRI KALIAN NANTI. WKWK. ANGGAP INI ADALAH PROLOG.

JADI MIND TO REVIEW?

 

Astia Morichan