Caste Heaven Chap 3| Meanie Couple| MinWon| Warning Rape!

1

 

 

Well, gue bakal jelasin sistem caste heaven dulu yah. Kalo kalian buka di wattpad sama blog gue. Gue kasih liat piramida tingkatan caste game. Cari aja astia morichan ntar juga keluar. Wkwk.

Class caste

  1. King and Queen [High class]
  2. Jack (King’s close friend][High class
  3. Messeger [Middle]
  4. Perps [Middle]
  5. Slacker Idiot [Middle]
  6. Geek [Lower class]
  7. Goth [Lower class]
  8. Nerd[Lower class]
  9. Target jokers [Bullying]

 

Caste game itu di gunain buat nentuin status mereka di kelas. Sesuai tingkatannya. High class bisa ngelakuin apa aja dan middle sama lower terutama target harus patuh sama apa yang di perintahin. Ga boleh ngelawan tingkat tertinggi.

 

Well, then lets read opening for chap 2, dude!

.

oOo

.

 

Jeon Wonwoo menggeram penuh amarah saat melihat kartu joker yang di layangkan Kim Mingyu di depannya. Tatapannya mendadak kosong. Apalagi saat manik obsidian Kim Mingyu brengsek itu menatapnya rendah. Seakan Wonwoo adalah seonggok sampah yang sama sekali tidak berguna.

 

“Mingyu….” Wonwoo menggeram marah memanggil nama pemuda itu. Tangannya terkepal erat menahan amarah yang sejak tadi ia tahan. Bagaimana bisa Mingyu bersikap tenang setelah memperlakukannya seperti itu? Memperkosanya dan membuatnya hancur seperti ini. Wonwoo berjanji, akan membuat pria itu menyesal karena membuatnya melakukan hal seperti ini.

 

“APA YANG KAU INGINKAN DARIKU BRENGSEK?!!! KENAPA KAU MENGKHIANATIKU SIALAN!!” Wonwoo berteriak penuh amarah. Ia bisa melihat Mingyu menyunggingkan seringaiannya. Terlihat senang dengan reaksi yang Wonwoo perlihatkan.

 

“Kenapa?” Mingyu berbalik bertanya. Kemudian terdiam beberapa saat. Seakan berpikir sejenak jawaban apa yang cocok ia berikan untuk Wonwoo.

 

“Aku pikir ini akan menyenangkan, Wonwoo-ya.” Suara sarat penuh kesenangan terdengar jelas di telinga Wonwoo. “Jika dulu aku mematuhimu, maka sekarang aku yang akan menghancurkanmu. Ini hanyalah untuk kesenanganku saja, Jeon Wonwoo. Menyenangkan bukan?”

 

“KAU BERCANDA KAN?!! SIALAN!!” Wonwoo mengepalkan tangannya. Siap untuk memberikan bogeman mentah pada kaki Mingyu agar pemuda itu terjatuh. Tapi sayangnya, Mingyu cukup cepat untuk melihat pergerakan yang ia lakukan. Pemuda bersurai hitam itu dengan cepat berjongkok di depannya, dan mencengkram erat lengan Wonwoo. Dari jarak sedekat ini, ia bisa melihat raut kebahagian yang terpancar dari wajah Mingyu.

 

“Wonwoo-ya, apa kau ingin aku menolongmu?” Suara Mingyu terdengar licik, dan Wonwoo benar-benar benci mendengar pemuda itu berbicara dengan jarak sedekat ini dengannya.

 

Then, be my girl Wonwoo-ya.” Manik obsidian Mingyu menatap lekat wajah Wonwoo yang sekarang menatapnya dengan pandangan horor. Mingyu benar-benar gila! Psikopat gila! Apa dia lupa jika Wonwoo adalah seorang pria?!

 

“Jadilah seseorang yang selalu membuka lebar kakinya untukku, kapanpun aku menginginkannya.” Mingyu semakin mempersempit jarak pada Wonwoo. Hingga ia bisa merasakan helaan nafas pemuda itu. “Seseorang yang bisa membuatku basah, and someone who will beg me to fuck him.

 

“Hmph..” Wonwoo tertawa kecil mendengar tawaran yang di berikan Mingyu. He want to fuck me? Oke. Wonwoo tahu, Mingyu memang gay idiot yang baru ia kenal. Sudah berapa lama memang Mingyu mengenalnya? Seharusnya pemuda itu sadar diri jika Wonwoo sama sekali tidak akan pernah memenuhi permintaan konyol pria itu.

 

“Kau ingin aku melakukan hal itu? Cih..” Wonwoo meludah. Tepat di depan wajah Mingyu. Hingga membuat pemuda itu menjauh dan mengusap jejak saliva Wonwoo di wajahnya. “ ITS SO FUCKING DISGUSTING, KIM MINGYU! YOU DAMN VIRGIN!”

 

“AKU TIDAK AKAN PERNAH TUNDUK PADA SIAPAPUN. INGAT ITU!” Wonwoo berteriak lantang saat Mingyu kembali berdiri dan menatapnya rendah.

 

“Aku yang selalu berada di puncak. Hanya aku yang bisa berada di sana. Tidak peduli dengan peraturan game sialan itu! Ingat ucapanku!”

 

“Menarik.” Sudut-sudut bibir Mingyu tertarik. Ia menyeringai kecil saat mendengar ucapan Wonwoo. “Aku akan senang melihat bagaimana kau menelan ucapanmu sendiri, Wonwoo-ya.”

 

Caste Heaven

RM 18

Romance, Drama, Gore, sadistic, RAPE etc

Warning! Yaoi! OOC, Typo yang akan membuat mata iritasi. Mature Content yang mungkin akan cukup Hard Core. BANYAK ADEGAN RAPE, IKEH IKEH. Sehingga di sarankan untuk yang belum cukup umur, harap menyingkir dengan cepat.

Dosa di tanggung oleh reader sendiri. Wkwk

 

Caste Game adalah Game yang menentukan segalanya di sekolah ini. Siapa Raja, dan juga Target Bully selama satu tahun. Raja lah yang memegang kendali, dan Jeon Wonwoo adalah Raja di Game ini. Ia bebas melakukan apapun, dan Wonwoo juga tahu jika semua orang ingin merebut tahtanya. Termasuk orang yang sudah ia percaya.

 

a/n : Ini adalah Remake Caste Heaven yang di tulis oleh Chise Ogawa. Saya Warning sekali lagi ini adalah Remake.

Saya juga akan mewarning kalian jika SEME DI FF INI NANTI BAKALAN BRENGSEK SEMUA. JADI BUAT YANG GA KUAT TOLONG MENYINGKIR. WKWK

BAGIAN CHEOLHAN NTAR AJA AKU CERITAINNYA. SPECIAL STORY LAH MEREKA MAH. WKWK

 

ANJIR JUJUR SEBENERNYA GUE GA TEGA BUAT WONU BE SLUTY BITCHIES DI SINI. BUT GUE SUKA GITU KALO WONU YANG TSUNDERE GITU DI MASOIN AMA GYU. OKE KAMPRET MEMANG GUE. MAAFKAN ISTRIMU YANG KHILAF INI WONU-YA!

 

KIM MINGYU X JEON WONWOO

OTHER PAIR FIND YOURSELF

 

ENJOY!

 

Jeon Wonwoo melangkahkan kakinya dengan guntai menuju kelas. Bel tanda masuk ke dua sudah berbunyi, dan itu membuat Wonwoo langsung bergegas. Jujur ia benar-benar membenci keadaannya sekarang. Wonwoo benar-benar kesal jika harus mengingat kejadian tadi pagi. Berani sekali babi sialan itu membully nya. Saat Wonwoo baru masuk ke dalam kelas, mejanya penuh dengan coretan yang sangat tidak manusiawi. Baru saja satu hari Wonwoo turun jabatan, tapi mereka sudah berani melakukan hal seperti itu padanya.

 

Byurr

 

Siraman air tiba-tiba saja muncul, dan mengguyur tubuh Wonwoo yang sama sekali tidak bersalah, saat ia melangkahkan kaki masuk ke dalam kelas. Hingga Wonwoo menjadi basah kuyup, dan pakaiannya menjadi kotor karena air laknat itu. Sial! Sial ! Mereka berani sekali padanya!

 

“Haahaha. Ini adalah air kotor untuk membersihkan lantai tadi. Kau cocok sekali kotor seperti itu!” Suara tawa penuh kebahagian itu membuat Wonwoo menggeram. Itu adalah suara Seungkwan. Si Nerd sialan yang selalu membuat Wonwoo muak dulu.

 

“Aku sudah menunggu hal ini untuk membayar apa yang kau lakukan dulu padaku! Haha. Menangislah Wonwoo-ya! Haha.” Seungkwan dan salah satu temannya – Jun sialan itu tertawa bahagia melihat penampilan Wonwoo yang basah kuyup. Membuat Wonwoo menggeram penuh amarah. Ingin rasanya Wonwoo membunuh mereka detik ini ini juga.

 

“Hmph..” Wonwoo menahan tawanya. Tubuhnya mulai membungkuk untuk mengambil lap kotor yang ada di lantai. Lap yang tadi berada di ember yang para manusia laknat itu siram padanya.

 

Slap!

 

Lap itu Wonwoo lemparkan ke belakang. Dan tepat mengenai wajah Seungkwan. Membuat manusia sialan itu memberingsut mundur, dan menatap Wonwoo tidak percaya. Seakan ‘Bagaimana bisa target melawanku?’ Cih. Pikiran mereka benar-benar sempit. Mereka benar-benar tidak tahu jika Wonwoo sama sekali tidak akan tunduk pada siapapun.

 

“Sialan!” Seungkwan menggeram marah. Tapi ia tidak berani untuk membalas perlakuan Wonwoo, dan menatap Wonwoo dengan takut.

 

“Jangan berani melakukan hal seperti ini padaku, sialan! Tanpa kekuatan yang di berikan oleh si brengsek Mingyu itu, kau bukan apa-apa!” Wonwoo menyeka air kotor yang membasahi wajahnya. Matanya kembali menatap Seungkwan yang sekarang duduk di bawah lantai.

 

“Sialan! Apa yang kau lakukan?!!” Jun berteriak tidak terima atas perlakuan Wonwoo pada sahabatnya.

 

“ Mingyu-ssi katakan sesuatu pada si sialan itu?!!” Jun berteriak dan mengadu pada sosok Mingyu yang sekarang duduk dengan gaya kasualnya, sambil menatap pemandangan rendah itu seolah tontonan yang sangat menarik baginya.

 

“Biarkan saja.” Mingyu berujar santai. Manik obsidiannya kembali menatap Wonwoo dengan tatapan merendahkan yang membuat Wonwoo menggeram marah. Wonwoo benar-benar benci melihat wajah Mingyu yang sangat menyebalkan di matanya.

 

“Kenapa ada air di sini?!” Suara Park Seongsaengnim memecahkan keributan. Membuat mereka semua terdiam saat Park Seongsaeng menyuruh Wonwoo untuk membereskan kekacauan. Ah. Kenapa pula harus Wonwoo yang di salahkan? Apa karena ia sendiri yang basah kuyup maka ia yang harus membereskan kekacauan ini? Wonwoo adalah korban disini!

 

“Karma benar-benar ada. Benarkan Jeonghanie?” Seungcheol tersenyum ke arah Jeonghan yang sekarang menatap Wonwoo dengan tatapan iba. Penuh kasihan. Tapi tatapan itu di hadiahi oleh delikan tajam Wonwoo sebelum pemuda itu pergi meninggalkan kelas.

 

“Jangan melihatku seperti itu! Atau aku akan membunuhmu!” Ucapan itu di arahkan pada Jeonghan. Hingga membuat pemuda bersurai coklat itu menunduk, dan enggan menatap punggung Wonwoo yang mulai menjauh dari pandangannya.

.

oOo

.

 

Wonwoo berjalan cepat menuju loker miliknya. Ia harus segera mengganti seragam kotornya. Kalau tidak salah, Wonwoo menyimpan satu seragam cadangan di loker. Wonwoo tidak mungkin belajar dengan keadaan basah kuyup seperti sekarang. Park Seongsaeng sudah menyeramahi dirinya tadi, dan Wonwoo hanya bisa mengangguk patuh untuk segera mengganti pakaiannya, agar ia tidak bolos pelajaran pria tua itu.

 

Hanya perlu waktu lima menit untuk Wonwoo sampai di loker miliknya. Koridor penyimpan sudah terlihat sangat sepi. Tentu saja, mereka sudah masuk ke kelas masing-masing. Hanya ada Wonwoo yang basah kuyup disini.

 

“Hah..” Menghela napas pelan, sebelum menggerakan tangan untuk membuka loker milkinya. Dan mata Wonwoo membulat saat melihat seragam satu-satunya yang di simpan di loker terlihat hancur tak berbentuk.

 

“Sial!!” Wonwoo mengumpat keras saat membawa seragam miliknya, dan melihatnya dengan jelas. Seragamnya sobek di bagian dada. Sobekan yang membentang dengan lebar. Jika Wonwoo memakainya, ia akan terlihat seperti gelandangan nanti. Ah. Hari ini Wonwoo benar-benar sial. Dan kesialannya bermula dari Mingyu sialan itu!

 

I feel sorry for ya, Wonwoo-ya.” Suara bariton itu tiba-tiba berbisik di belakangnya. Membuat tubuh Wonwoo menengang dengan cepat, saat sebuah lengan melingkar di bahu kecilnya. Dari aroma mint yang menguar di belakang tubuhnya, Wonwoo kenal siapa pemuda sialan yang berani menyentuhnya seperti itu. Itu adalah Kim Mingyu!

 

“Kau mempunyai banyak musuh, Wonwoo-ya.” Mingyu berbisik di telinganya dengan penuh sensual. Membuat Wonwoo mendecih. Seakan jijik dengan perlakuan Mingyu.

 

“Jangan berdiri di belakangku seperti itu, Mingyu.” Suara Wonwoo datar. Seakan tidak takut dengan tekanan yang menguar dari tubuh Mingyu yang menekan punggungnya. “Aku tidak tahu apa yang akan aku lakukan sekarang padamu. Bisa saja aku membunuhmu detik ini saja bukan?”

 

“Apa kau yang melakukan ini, Mingyu?”

 

“Aku bukan anak kecil yang melakukan hal konyol seperti itu.” Suara Mingyu menggelitik leher Wonwoo. Membuat tubuh Wonwoo menegang, saat tangan Mingyu bergerak menyentuh dagunya.

 

“Bagaimana rasanya di khianati oleh orang-orang yang dulu tunduk padamu? Sekarang tidak ada yang percaya dan menolong dirimu yang malang ini, Jeon Wonwoo.”

 

“So What? Aku tidak peduli.” Wonwoo mendorong tubuh Mingyu menjauh. Wonwoo memang tidak peduli jika semua orang mengkhianatinya. Ia sudah tumbuh menjadi pribadi yang tegar sejak kecil.

 

“Kau benar-benar menarik.”Manik obsidian Mingyu menatapnya dengan intens. Menilik wajah Wonwoo dengan penuh seksama. Sebelum akhirnya berjalan menjauh. Meninggalkan Wonwoo yang sekarang menghela napasnya lega saat Mingyu mulai hilang dari pandangannya. Pemuda itu benar-benar menganggu ketenangan Wonwoo.

 

“Aku akan membalas ini nanti.” Wonwoo menggeram penuh dendam, saat ia sudah memakai seragam sobeknya itu. Seragam itu sobek di bagian dadanya. Hingga menampilkan kulit Wonwoo yang seputih porselen melalui celah sobekan yang panjang itu. Sekarang, Wonwoo benar-benar terlihat eksotis dan menggoda, walau pakaian yang ia pakai sobek.

 

Kemudian Wonwoo mulai merapikan kembali lokernya. Mengunci, sebelum akhirnya berjalan kembali menuju kelas. Ia yakin, si Mingyu sialan itu sudah sampai di kelas. Dan nanti, dirinya yang akan menjadi pusat perhatian karena pakaiannya yang sobek. Wonwoo benar-benar terlihat seperti gelandangan saat ini. Sudahlah. Wonwoo lelah karena sejak tadi mengumpati kesialan yang ia alami. Lebih baik Wonwoo belajar dengan benar saja.

 

Hanya perlu beberapa menit untuk Wonwoo sampai di kelas itu. Ia mulai menggeser pintu, hingga membuat semua fokus yang ada di kelas beralih menatapnya. Dan Wonwoo bisa merasakan tatapan jelalatan dari para pria mengarah ke arahnya. Sial! Itu benar-benar menjijikan. Apa semua pria di kelasnya adalah homosexual seperti Kim Mingyu?

 

“Wonwoo-ssi, apa yang terjadi dengan seragammu?” Suara Park Seongsaeng memecah keheningan. Dan Wonwoo hanya membalasnya dengan sebuah gelengan pelan, sebelum akhirnya masuk ke dalam kelas dan mengikuti pelajaran kalkulus yang sedang di terangkan pria tua itu.

 

.

oOo

.

Tangan Wonwoo bergerak untuk menyentuh kran air yang ada di wastafel. Sebelum akhirnya, ia membasuh kedua tangannya. Saat ini, kelas sedang kosong. Semua guru sedang mengadakan rapat, dan kelas selanjutnya adalah tiga jam lagi. Entah mengapa Wonwoo merasa sangat lelah sekali hari ini.

 

“Wonwoo-ya..” Suara bass tiba-tiba memenuhi toilet pria itu membuat Wonwoo menoleh ke arah pemilik suara jelek itu. Retinanya bisa melihat sosok Dongwoo. Namja berperawakan gendut yang sangat jelek itu membawa sebuah seragam di tangannya.

 

“Aku meminjam seragam ini di ruang kesehatan untukmu.” Dongwoo mengulurkan seragam itu padanya. Dan tanpa berpikir dua kali, Wonwoo segera mengambil seragam itu. Tentu ia tidak ingin memakai seragam sobek seharian bukan? Wonwoo tidak ingin tubuhnya menjadi bahan tontonan lagi.

 

“Hm..” Wonwoo berdehem, sambil membuka seragamnya. Menampilkan tubuh mulus seputih porselen itu pada Dongwoo yang sekarang menatapnya dengan kilatan penuh nafsu. Sungguh, Wonwoo benar-benar jijik melihat tatapan Dongwoo yang mengarah padanya.

 

“Mingyu benar-benar jahat. Padahal kemarin dia sangat tunduk padamu, Wonwoo-ya.” Dongwoo tersenyum seperti orang idiot di depan Wonwoo yang masih sibuk mengancingkan seragamnya.

 

“Walaupun aku golongan preps, aku tidak akan membullymu seperti yang lain. Jika kau membutuhkanku, aku bersedia menjadi temanmu Wonwoo-ya.”

 

“Cih..” Wonwoo mendecih pelan. Teman katanya? Babi jelek itu ingin berteman dengan Wonwoo? Apa ia salah dengar?

 

“Hey, Gendut..” Dengan gaya arogan, Wonwoo mulai berkaca pada cermin. Merapikan rambut dan seragamnya agar rapi. Tidak memperdulikan Dongwoo yang sekarang menatapnya penuh tanya.

 

“Jangan berdekatan denganku. Kau membuat mataku iritasi.” Selanjutnya, Wonwoo mulai membalikan tubuhnya. Meninggalkan Dongwoo yang sekarang menggeram marah. “Terimakasih untuk seragamnya.”

 

Press

 

Tubuh Wonwoo tiba-tiba saja terdorong. Hingga ia tersungkur, dengan Dongwoo yang menekan punggung belakangnya. Dongwoo menduduki punggungnya dengan tubuh gendut itu. Sial! Babi jelek ini berani sekali. Tidak kah ia sadar jika berat badannya dapat meremukan tubuh kecil Wonwoo?

 

“KAU ADALAH TARGET JEON! BERANI SEKALI KAU BERKATA SEPERTI ITU PADAKU!!” Dongwoo berteriak dengan lantang. Kemudian ia mulai tertawa saat melihat Wonwoo yang tidak berkutik di bawah kungkungannya. “Kau seharusnya berterimakasih karena aku sudah berempati padamu!”

 

“MENJAUH DARIKU BABI SIALAN!!” Wonwoo berteriak. Mencoba bergerak. Tapi nihil. Tubuh Dongwoo terlalu berat, hingga ia tidak bisa bergerak sedikitpun.

 

“KAU BUKAN LAGI RAJA! BIARKAN AKU MENYENTUHMU.” Dongwoo mulai tertawa keras. Kemudian tangannya bergerak menyentuh dada Wonwoo, hingga kaitan seragamnya kembali terbuka. Tangan gemuk itu bergerak menyentuh putingnya, dan memilinnya dengan kasar.

 

“Ughh..” Wonwoo mengigit bibirnya dengan keras. Sial! Sial! Berani sekali babi itu menyentuhnya seperti ini. Sungguh, Wonwoo ingin menangis detik ini juga. Ia seakan menjadi tidak berdaya saat ini. Wonwoo bisa kembali mengingat kejadian saat Mingyu memperkosanya kemarin. Ia tidak ingin di perkosa lagi. Apalagi oleh babi biadab seperti Dongwoo.

 

Get Lost!” Suara bariton tiba-tiba membuat Wonwoo mengadah. Ia sudah tidak merasakan tubuh Dongwoo lagi menekan punggungnya. Dongwoo sudah menjauh saat melihat sosok Mingyu berdiri di depan Wonwoo sekarang, beserta pengikutnya.

 

“Mi-mingyu…” suara Wonwoo terbata saat memanggil nama pemuda itu. Entah mengapa Wonwoo mengehela napasnya lega. Ia lega karena Mingyu datang di waktu yang tepat.

 

“M-maafkan aku.” Dan Dongwoo segera berlari menjauh dari Mingyu dan Wonwoo. Si gendut ini ikut berdiri di jajaran pengikut Mingyu yang berdiri di belakang punggung kokoh pria itu.

 

“Bangunlah. Jangan berbaring seperti itu. Pantat mulusmu terlihat Wonwoo-ya. Semua orang bisa melihatnya.” Mingyu mengangkat tubuh Wonwoo dengan lembut. Membiarkan pemuda itu berdiri dengan tertatih.

 

“Aku tidak butuh bantuanmu.” Wonwoo menepis tangan Mingyu dengan kasar. Membuat Mingyu kembali menyeringai kecil karena tindakan Wonwoo yang benar-benar keras kepala. “Aku bisa mengurusnya sendiri.”

 

“Setidaknya, ucapkan terimakasih padaku karena menolongmu.” Nada penuh kearoganan itu terdengar menjijikan di telinga Wonwoo. Tidak ada yang meminta Mingyu datang untuk menolongnya.

 

“Ah. Apa kau jalang yang selalu melakukannya dengan orang lain? Seharusnya aku tidak menolongmu, Slut.”

 

Mata Wonwoo melebar penuh amarah. Kini ia kembali berbalik dan menatap Mingyu dengan tatapan penuh benci. Jalang katanya? Mingyu mengatainya jalang?

 

“APA YANG KAU KATAKAN BRENGSEK??!!” Wonwoo berteriak penuh amarah. Tangannya bergerak mencengkram seragam Mingyu. Hingga jarak mereka semakin menipis. Ia bisa melihat Mingyu tetap terlihat tenang di bawah tatapan tajamnya.

 

I said slut. You slutty bitch.”

 

“SAY IT AGAIN BASTARD!!” Cengkraman pada seragam Mingyu semakin erat. Tatapan penuh amarah itu terlihat karena wajah Wonwoo sudah memerah menahan amarahnya agar tidak membunuh Mingyu di tempat.

 

“Kau memang jalang, Wonwoo-ya. Kau benar-benar terlihat menikmatinya saat kita bercinta kemarin.”

 

“SHUT UP!” Cengkraman Wonwoo mulai mengendur. Tapi tatapannya masih menatap Mingyu dengan tajam.

 

“Itu hanya akting. Kau tahu? Aku hanya berakting menikmatinya agar kau menyelesaikannya dengan cepat homo sialan!” Wonwoo mulai melepas cengkramannya. Ia mulai menatap Mingyu dengan tatapan menantang. Seakan meremehkan pemuda itu.

 

“Tidak ada seorangpun yang merasakan kenikmatan denganmu. Because you are virgin, Mingyu-ya.” Wonwoo menyeringai kecil saat melihat rahang Mingyu mulai mengeras. Pemuda itu terlihat sangat marah, dan Wonwoo menyukai ekspresi Mingyu saat ini. “You are no different with those skuns over there!”

 

“Hemm..” Mingyu kembali mengembalikan ekspresinya dengan cepat. Pemuda itu tersenyum licik ke arah Wonwoo.

 

“Kau ingin mencobanya?” Jantung Wonwoo kali ini berdetak dengan keras saat mendengar ucapan Mingyu. Mencoba katanya? Apa yang Mingyu pikirkan? Apa Mingyu memang sebajingan ini?

 

“Hey kalian!” Mingyu berbalik dan menatap para pengikutnya yang masih setia berdiri di belakang tubuhnya.

 

“Apa kalian mendengarnya? Jika kalian horny saat ini, kalian bisa mencoba memakai Jeon Wonwoo. Membuktikan jika Wonwoo benar-benar jalang. Aku memberikan izin untuk kalian menyentuhnya.” Ucapan terakhir dari Mingyu membuat semua mata yang ada di sana menatap Wonwoo dengan lapar. Sial! Mingyu sialan! Wonwoo benar-benar tahu tatapan lapar mereka. Mereka benar-benar serius ingin menyentuhnya. Tidak ada pilihan. Wonwoo harus lari.

 

“Fuck!” Mengumpat kecil sebelum akhirnya berlari sekencang mungkin. Menerobos kerumunan orang yang sekarang berteriak seperti orang gila karena Wonwoo mulai berlari menjauh.

 

“TANGKAP DIA!!” Itu adalah suara Dongwoo, yang mengomando agar semua orang berlari menangkapnya. Dan tentu saja semua menjadi mengejar Wonwoo seperti orang kesetanan.

 

Baru kali ini Wonwoo berlari dengan penuh ketakutan dan tak tentu arah. Ia sudah melawan para pria yang mencoba menyentuh tubuhnya. Menendang hingga tersungkur, dan kemudian ia kembali berlari seperti orang gila. Sekarang, ia bagaikan tikus yang di kejar oleh mangsanya. Miris. Hidup Wonwoo benar-benar menyedihkan.

 

“Sial! Sial!” Mengumpat rasanya memang tidak akan membuat mereka berhenti. Wonwoo perlu bersembunyi. Ia harus bersembunyi sampai mereka menyerah untuk mendapatkannya. Wonwoo sudah berlari mengelilingi sekolah dengan di kejar oleh beberapa orang di belakangnya selama tiga puluh menit. Wonwoo benar-benar lelah. Napasnya sudah tersenggal. Seragamnya sudah nampak kacau dan berantakan. Tidak ada pilihan lain. Hanya ada satu ruangan yang bisa Wonwoo jadikan tempat bersembunyi. Dimana tidak ada seorang pun selain high class yang dapat memasukinya. Dan saat ini, Wonwoo sudah berada di depan ruangan itu.

 

“Semoga saja Mingyu tidak ada.” Wonwoo bergumam pelan saat ia sudah sampai di sebuah pintu jati yang ada di ujung koridor. Wonwoo harus segera masuk ke ruangan ini, jika tidak ingin di tangkap oleh orang-orang laknat itu. Dengan mantap, Wonwoo meraih kenop pintu di depannya. Ia masuk dengan cara mengendap, sebelum akhirnya menutup dan mengunci pintu di belakangnya.

 

“Lihat dirimu, Wonwoo-ya. Kau tidak punya kekuatan untuk melawanku.” Suara bariton itu terdengar memenuhi ruangan. Membuat tubuh Wonwoo menegang dengan cepat. Ia kenal suara itu. Itu adalah suara Kim Mingyu.

 

Menelan salivanya dalam, sebelum akhirnya mengadahkan kepalanya pelan. Ia bisa melihat sosok Mingyu yang sekarang menyeringai ke arahnya.

 

“Menjauh dariku!” Wonwoo berteriak lantang saat melihat Mingyu semakin mempersempit jarak. Hingga membuat tubuh Wonwoo terpojok, dan punggungnya menyentuh pintu di belakang.

 

“Hanya raja yang bisa masuk ruangan ini.” Mingyu memperingatkan. Lengannya bergerak untuk memenjarakan tubuh Wonwoo dalam kungkungannya.

 

“Tanpa aku, kau tidak bisa menjaga tubuhmu sendiri.”

 

“AKU BILANG DIAM! JUST SHUT UP, BASTARD!”

 

“Ini adalah peringatan terakhir.” Tangan Mingyu bergerak menyentuh dagu Wonwoo. Hingga membuat Wonwoo mengadah, dan menatap ke arahnya.

 

Do you want to get fucked by me?” Mingyu terdiam sejenak untuk melihat Wonwoo yang sekarang mengempalkan tangannya dengan erat. “Or do you want get fucked by everyone? I’ll let you choose, Wonwoo-ya.”

 

Wonwoo terdiam mendengar pilihan yang di tawarkan Mingyu. Apa ini benar-benar dirinya? Apa Wonwoo yang berkuasa bisa di ancam dengan mudah seperti ini? Kenapa? Kenapa Wonwoo harus menjadi seperti ini?

 

“Jika kau tidak menjawabnya dengan cepat, mereka akan segera menemukanmu. Kau memilihku atau mereka, Wonwoo-ya?”

 

“A-aku memilihmu.” Wonwoo berujar pelan. Dan ucapannya di hadiahi oleh senyuman menawan dari Mingyu. Pemuda itu tersenyum bahagia, sebelum akhirnya menarik kembali dagu Wonwoo hingga membuat pemuda itu mengadah. Wonwoo bisa merasakan nafas hangat Mingyu menerpa wajahnya.

 

Good boy.” Dan ucapan Mingyu di akhiri dengan sebuah kecupan singkat di bibir Wonwoo. Wonwoo hanya bisa terdiam saat bibir itu menyentuh dan melumat bibirnya dengan kasar. Wonwoo benar-benar tidak mempunyai pilihan lain bukan? Tapi ia tidak akan menyerah begitu saja. Wonwoo akan memastikan jika Mingyu akan menerima balasannya nanti.

 

TeBeCe

Udah ah. Wkwk. Demi apa gue ga tega sumpah bikin Wonwoo menderita kayak gini. Tapi gue juga demen kalo wonu di masoin. Wkwk. Muka wonu keknya pantes gitu kalo di masoin, hawt-hawt gimana gitu.

Eh anjir gue ga ququ liat wonu sekarang maza. Demi apa bias gue makin hawt dengan rambut barunya. Wonu beneran hawt sama warna rambutnya sekarang wkwk. Ga ququ gue mazz..

Udah ah. Yuk Review? Gimana chap rape hari ini? wkwk

Chap depan gue warning ah kakak-kakak. Gue mau buat adegan rapenya sehalus mungkin. But gue tetap warning. Gue ingetin yang cukup umur jangan baca. Ini semua dosa sayang. Nanti kamu ga suci lagi. Wkwkwk

 

So Mind To Review biar daku semangat?

Ps: gue ga yakin bulan depan bakal up. Wkwk. Tapi di usahain yah kalo mood dan rl ga sibuk. Yuk buat daku semangat ngehardcore sama wonu. wkwk

 

Salam Hangat!

Astia morichan

 

 

 

 

 

 

Advertisements

6 thoughts on “Caste Heaven Chap 3| Meanie Couple| MinWon| Warning Rape!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s