Challenge ! Yaoi Chap 3 End

Gabrielle Cattermole menghembuskan napasnya kasar. Sudah beberapa kali ia nampak tak karuan, hanya karena satu nama. Oliver Evans. Yah. Pemuda bersurai pirang yang sudah menghancurkan kehidupan tenangnya itu, menghilang tanpa kabar. Sudah dua minggu ia tidak melihat Oliver di perpustakaan. Walaupun Gabrielle mencoba menyangkal dengan segala cara, agar otaknya itu tidak memikirkan Oliver. Ia sendiri bingung dengan semua ini. Kenapa Gabrielle harus cemas pada Oliver? Padahal dirinya yang menjadi korban di sini.

“Cih..” Gabrielle mendecih. Sambil terus melangkahkan kakinya menuju perpustakaan. Hati kecilnya kembali berharap jika Oliver ada di sana.

Drrtt

Getaran ponsel miliknya membuat Gabrielle tersentak dari lamunannya. Dengan malas, ia mulai merogoh saku celana denim coklatnya. Mengambil ponsel itu, dan membuka sebuah notifikasi pesan masuk.

Jantung Gabrielle berdebar kencang, karena manik sapphirenya membaca sebuah nama di sana. Oliver!

From : Oliver Evans

Maafkan aku untuk kejadian kemarin. Aku tahu kau marah, Gab. Aku janji tidak akan muncul di hadapanmu lagi.

Rasanya jantung Gabrielle seperti di renggut paksa. Gabrielle tidak tahu kenapa ia bisa merasakan jantungnya di hunus sampai ke ulu hati, karena pesan dari Oliver itu. Sungguh. Gabrielle tidak bohong, ini benar-benar menyakitkan. Lebih menyakitkan dari pada melihat gadis pujaan hatinya jatuh cinta pada sahabatnya sendiri.

.
oOo
.

A/n : Ini tamat. Dan maafkan saya para OliGab shipper jika ini benar- benar tidak memuaskan. Sungguh. Apa daya writer ababil kayak saya ini :” well mari berharap kak Sairein benar-benar membuat lanjutan cerita OliGab yang asli ^^

.
oOo
.

Ini adalah hari ke enam, sejak Gabrielle menerima pesan terakhir dari Oliver. Hari ini juga adalah hari ke dua puluh satu, Gabrielle tidak melihat sosok Oliver di manapun. Ia tidak dapat menemukannya.

Jika boleh jujur, sebenarnya Gabrielle merasa kehilangan sosok menyebalkan pemuda bersurai pirang itu. Aneh bukan? Tidak seharusnya Gabrielle merasakan perasaan ini. Ia sama sekali tidak menyukai Oliver, tapi kenapa ia justru yang merasa kehilangan?

“Kenapa pula, aku harus kembali ke sini?” Gabrielle berujar kesal. Sekarang, ia sudah sampai lagi di pintu perpustakaan Gregory. Dan ini adalah ketiga kalinya Gabrielle mengunjungi perpustakaan hari ini.

Pintu jati perpustaakan itu di buka dengan pelan. Menghasilkan bunyi derit yang cukup keras. Dan Gabrielle mulai melangkah masuk. Matanya menatap ke seluruh penjuru rak-rak yang menjulang tinggi. Dan retinanya terfokus pada sosok pemuda bersurai pirang yang memakai kaos oblong putih, serta kemeja biru yang di gulung seperempat lengan. Lalu celana jeans kasual. Pemuda itu adalah Oliver Evans!

Gabrielle sampai mengerjapkan matanya berkali-kali seperti orang bodoh, saat menatap Oliver. Ia takut, jika ini hanyalah sebuah delusi yang otaknya ciptakan. Karena terlalu memikirkan Oliver hari ini.

“Maaf. Aku akan segera pergi.” Suara bariton milik Oliver mengalun. Memasuki gendang telinga Gabrielle. Membuat Gabrielle bisa merasakan jantungnya yang berpacu dengan cepat, saat melihat Oliver berjalan ke arahnya dengan terburu-buru.

Grepp

Lengan Oliver di tarik. Di cengkram erat, saat Oliver mencoba melewati sosok Gabrielle yang masih diam membatu di dekat pintu.

Napas Gabrielle terdengar memburu. Bahunya tiba-tiba bergetar, dan cengkramannya pada lengan Oliver semakin erat. Membuat Oliver meringis akibatnya.

“Kau tidak apa-apa, Gab?” Suara bariton Oliver terdengar menenangkan untuk Gabrielle. Gabrielle bisa merasakan Oliver berbalik, dan mengelus pucuk kepalanya dengan lembut.

“Hey, Gab?” Sekali lagi, Oliver memanggil. Dan menarik dagu Gabrielle dengan pelan. Hingga pemuda itu mengadah ke arahnya. Gabrielle menatap tajam Oliver. Membuat Oliver menelan salivanya gugup.

“Kemana saja kau selama ini, Evans?! Aku mencarimu seperti orang gila!!” Gabrielle berteriak. Kemudian menepis tangan Oliver dengan kasar. Gabrielle tidak tahu, kenapa emosinya bisa menjadi tidak stabil saat melihat sosok Oliver yang nyata di depannya. Rasanya, Gabrielle benar-benar lega sekarang. Perasaan senang itu membuncah, sampai rasanya menjadi menyesakan untuk Gabrielle sendiri.

“Aku menepati janjiku untuk tidak bertemu lagi denganmu, Gab.” Gabrielle bisa melihat Oliver tersenyum miris ke arahnya. “Kau tahu? Saat ini, aku benar-benar menyerah. Ah. Ya. Aku kalah taruhan. Dan tentu aku tidak akan menggangu kehidupanmu lagi. Maafkan aku.”

Bukan. Bukan itu yang mau Gabrielle dengar dari Oliver. Sungguh. Gabrielle tidak ingin Oliver menyerah secepat ini.

“Cih..” Gabrielle mendecih. Menatap Oliver dengan tajam.

“Selama tiga minggu, aku selalu kemari. Dan ini adalah kali ketiga di hari ini, aku datang ke perpustakaan. Dengan harapan kau ada di sana!!!” Gabrielle berteriak penuh amarah ke arah Oliver. Tangannya bergerak memukul dada bidang Oliver di depannya dengan pelan. Sungguh. Ini bukanlah diri Gabrielle yang sebenarnya.

“KAU MEMBUATKU MENJADI KACAU! KAU MENGHANCURKAN HIDUPKU DENGAN KEHADIRANMU! ” Pukulan tak berarti itu tetap di layangkan Gabrielle pada Oliver. Dan Oliver hanya diam. Mendengar semua kegelisahan pemuda itu.

“KAU MEMBUATKU HANYA BISA MEMIKIRKANMU, EVANS!! APA YANG SUDAH KAU LAKUKAN PADAKU?!!” Dan ucapan terakhir Gabrielle, membuat Oliver menyunggingkan sebuah senyum tipis. Tangannya bergerak pelan. Merengkuh tubuh Gabrielle yang bergetar ke dalam pelukannya.

Oliver memeluk Gabrielle dengan erat. Mengelus punggungnya dengan pelan. Membuat getaran tubuh Gabrielle terhenti akibat sentuhan lembut menenangkan dari Oliver.

“Kau menyukaiku, Gabrielle.” Oliver terkekeh pelan, sambil mengecup pucuk kepala Gabrielle pelan. Dan Gabrielle sama sekali tidak menjawab pernyataan itu. Ia lebih memilih diam.

“Bagaimana jika kau mencoba menjadi sub dalam hubungan kita?” Oliver melerai pelukannya, dan mengangkat dagu Oliver. Ia bisa melihat Gabrielle menatap nyalang ke arahnya.

“Tidak!” Gabrielle menggeleng keras. Tanda tidak setuju.

“Coba kalahkan aku dalam ciuman ini.” Dan belum sempat Gabrielle menjawab, Oliver mencuri ciumannya. Mengecup bibir Gabrielle berkali-kali. Hingga Gabrielle tidak bisa mengelak lagi dalam ciuman itu. Oliver melumat bibirnya begitu lembut. Membuat Gabrielle seakan meleleh karena permainan bibir Oliver. Pemuda itu menggigit bibir bawahnya beberapa kali, hingga membuat Gabrielle mengerang, dan membuka mulutnya. Membiarkan Oliver melesakan lidahnya. Untuk mengecap seluruh rasa manis dari mulut Oliver.

“Enghmm…” Gabrielle mengerang tertahan, saat lidah Oliver membelit lidahnya. Hingga Gabrielle bisa merasakan kupu-kupu mulai bermunculan di dalam perutnya. Sungguh. Rasanya benar-benar menggelitik. Ketika lidah mereka saling bertaut satu sama lain. Untuk menjadi dominan dalam permainan lidah mereka.

“Anhh..” Desahan lirih Gabrielle mengalun, di sertai dengan lengannya yang sudah melingkar indah di leher Oliver. Menarik tengkuk pemuda itu agar semakin memperdalam ciuman mereka.

“Mmnhhh… ” Kecipakan saliva terdengar memenuhi ruangan ini. Oliver tetap memangut bibir Gabrielle dengan penuh sensual. Menarik tubuh Gabrielle semakin merapat, hingga keduanya bisa merasakan aura panas melesak pada seluruh tubuh.

“Hah.. Hah…” Gabrielle melepas ciuman itu dengan paksa. Napasnya naik turun, dengan wajah yang memerah sempurna. Ia bisa melihat Oliver menyeringai penuh kemenangan ke arahnya.

“Kau kalah Gabrielle. Dan kau tidak bisa menolakku lagi.” Oliver kembali membawa Gabrielle ke dalam pelukannya. Membiarkan Gabrielle menyesap wangi mint yang menguar di dalam tubuhnya.

“Aku mencintaimu, Gabrielle Cattermole.” Pernyataan singkat Oliver di sertai kecupan singkat di leher jenjang Gabrielle. Sementara Gabrielle sama sekali tidak menjawabnya. Ia hanya terdiam dan menikmati sentuhan kecil yang Oliver berikan. Satu yang Gabrielle tahu. Ia nyaman dengan hubungan ini.

FIN

Tamat yah. Gaje kan? Maafin. Sumpah maaf kalo gaje. Namanya juga khayalan saya suka ngaco.

Mind to Vomen?

astia morichan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s