Fated Pairs | Chap 1| Meanie Couple | Yaoi

Jeon Wonwoo mendengus tak suka, saat manik foxynya menatap sosok Kim Mingyu. Pria bersurai pirang itu berjalan dengan gaya arogan seperti biasa. Ketika Mingyu melewati koridor di saat jam istirahat seperti ini, semua gadis dan pria yang merupakan omega (1) atau warrior (2) akan berteriak histeris. Berharap pria itu melirik ke arah mereka, dan mau bercinta satu malam. Benar-benar murah bukan? Seharusnya, mereka bercinta dan menjaga keperawanan untuk mate-nya (3) nanti. Bukan menjajakan tubuh pada pria yang bahkan bukan seorang alpha (4).

Pathetic..” Wonwoo menggelengkan kepala. Ia beruntung tidak terpesona pada sosok Kim Mingyu. Hanya karena di takdirkan menjadi seorang elder (5) saja, pria itu sudah berkepala besar. Well, memang menjadi seorang elder adalah sebuah kebanggaan tersendiri. Apalagi Mingyu dari kawanan Red Moonpack (6) terkenal di antara semua kawanan serigala.

“Kau mengucapkan sesuatu, Jeon?” Suara bariton itu terdengar tepat di depan wajah Wonwoo. Membuat si surai coklat mendongak, sambil mengerjapkan mata. Retinanya menangkap sosok Mingyu yang menatapnya dengan tatapan merendahkan. Kemudian dari ekor matanya, Wonwoo bisa melihat jika semua orang yang sedang berada di koridor menatap mereka. Seolah ingin tahu apa lagi yang akan Wonwoo lakukan pada seorang elder.

“Kau menyedihkan, Kim..” Manik foxynya menatap Mingyu dengan pandangan meremehkan. Tatapan tidak suka benar-benar tersirat jelas di sana. Tapi sayang, tatapan itu sama sekali tidak membuat si surai pirang takut. Mingyu hanya tertawa dengan nada meremehkan. Seolah Wonwoo itu tidak sadar diri sedang berbicara dengan siapa. Dan Wonwoo benci itu.

“Bukankah yang menyedihkan itu kau, Wonwoo-ya?” Seringaian tercetak jelas di wajah tampan Mingyu. Tangan pria itu bergerak. Menarik dagu Wonwoo dengan jari telunjuknya. Agar fokus si surai coklat terarah ke arahnya.

“Umurmu sudah hampir delapan belas tahun, Jeon. Dan kau tidak pernah merasakan ‘Heat’ (7) . Mungkin Moon Goddes (8) mengutukmu agar tidak bisa mendapatkan mate.” Dan kali ini, ucapan Mingyu benar-benar tidak dapat ia toleransi. Pria itu merendahkannya sekali lagi. Di depan orang banyak. Bahkan sekarang Wonwoo bisa merasakan bisikan penuh hinaan terarah padanya.

Bughh

Bogeman mentah di layangkan oleh Wonwoo di pipi si surai pirang. Membuat Mingyu tersungkur beberapa senti. Terjatuh dengan tidak elit. Jangan heran, walaupun Wonwoo adalah seorang omega- strata terendah, tapi ia sudah di ajarkan berlatih keras bersama Jun yang merupakan warrior paling terkenal di kawanan Blue Circle.

“Sial! apa yang kau lakukan?!” Mingyu berteriak penuh amarah. Matanya memerah, dengan tubuh yang bergetar. Siap untuk berubah wujud, dan menghajar sosok Wonwoo di tempat.

“Memberimu sebuah pelajaran, Kim!” Dan setelahnya Wonwoo berbalik. Menghentakan kaki. Meninggalkan Mingyu yang mulai mengumpat tak tentu arah padanya. Well, sepertinya Mingyu memang sedang mengingat peraturan. Saat di sekolah, di larang untuk berubah ke dalam wujud serigala.

.

ΩΩΩΩ

.

Fated Pairs

M

Werewolf, Romance, Drama, Angst

Two / Three Shot

Kim Mingyu X Jeon Wonwoo

Elder X Omega

Warning! Yaoi! Gaje. Tidak sesuai kaidah KBII. Eyd absurd, dll

Mingyu dan Wonwoo itu tidak akan pernah akur sampai kapan pun. Tapi saat Wonwoo mengalami masa ‘heat’, inner serigalanya memekik kegirangan. Menginginkan sosok Mingyu- sang elder dari pack Red Moon yang sangat ia benci.

a/n: Terinspirasi saat baca sayonara alpha. Wkwk. Jadi aja iseng.

enJOY!

.

ΩΩΩ

.

Wonwoo menghentakan kaki dengan kesal, saat ia memasuki ruangan kelas. Membuat beberapa fokus yang ada di sana menoleh ke arah Wonwoo, dan menatapnya tidak suka. Tapi Wonwoo tidak peduli. Itu bukan urusannya jika orang-orang yang ada di ruangan ini tidak suka pada Wonwoo karena selalu berurusan dengan Mingyu. Semua itu sama sekali bukan keinginannya!

“Sial!” Wonwoo mengumpat cukup keras, sambil menarik kursi. Kemudian mendudukan diri di sana. Dari ekor matanya, Ia bisa melihat Jeonghan membalikan badan, dan menghampiri Wonwoo dengan tatapan khawatir yang menghiasi wajah cantik pria itu.

“Kenapa lagi, Won?” Jeonghan bertanya, kemudian duduk di kursi yang ada di depan Wonwoo. Hingga mereka saling berhadapan. Sebenarnya Jeonghan tahu kenapa alasan Wonwoo bisa semarah ini. Tidak lain dan tidak bukan adalah karena Kim Mingyu. Bukan hal aneh jika Wonwoo dan Mingyu akan selalu bertengkar setiap kali bertemu. Ia saja heran, kenapa mereka bisa seperti itu. Saat Jeonghan bertanya awal pertemuan mereka sampai berakhir menjadi musuh bebuyutan saja, Wonwoo tidak tahu kenapa sampai berujung pertengkaran tanpa akhir dengan Mingyu.

“Kim Mingyu. Dia kembali mengejekku! Kau tahu apa yang dia bilang? Mingyu sialan itu bilang jika aku di kutuk tidak akan mempunyai mate seumur hidup, hanya karena aku belum pernah mengalami heat!” Wonwoo mulai menggerutu. Ia bercerita dengan mata penuh dendam kesumat yang tersirat di foxynya. Membuat Jeonghan menggelengkan kepala. Semoga Tuhan bisa membuat mereka berdua akur. Jujur saja, kepala Jeonghan akan langsung pening jika setiap hari mendengarkan umpatkan Wonwoo untuk Mingyu.

“Malam ini bulan purnama. Buktikan saja jika kau bisa bertemu mate-mu malam ini, atau setidaknya jika tidak bertemu dengan mate abadi, kau bisa merasakan heat saat melihat para alpha.” Jeonghan mengingatkan. Malam ini memang bulan purnama. Waktu dimana para serigala bertemu dengan mate abadi yang sudah di takdirkan.

Kali ini, Wonwoo menyeringai kecil. Ia merasa di ingatkan. Kalau begitu, malam ini Wonwoo akan serius mengelilingi hutan di area pertemuan yang sudah di adakan beberapa pack. Ia tidak akan berdiam diri lagi di rumah. Wonwoo akan membuktikan jika ia bisa menemukan matenya dan membawanya pada Mingyu yang arogan itu.

“Kau benar. Kali ini, aku harus berhasil menemukan mate-ku!” Wonwoo menyeringai kecil. Membuat Jeonghan terkekeh saat melihat ekspresi sahabatnya itu.

“Kau akan berkeliling di hutan dan bercinta di bawah pohon lagi bersama Seungcheol Hyung malam ini?” Pertanyaan polos Wonwoo sukses membuat wajah Jeonghan memerah sempurna. Seperti tomat.

“Ya! Jangan menanyakan hal privasi seperti itu!” Jeonghan mengerucutkan bibir kesal, dan itu malah membuat Wonwoo tertawa puas.

“Doakan aku agar mempunyai mate, sama seperti mu.” Jeonghan mengangguk kecil sebagai jawaban. Ia selalu berdoa yang terbaik untuk Wonwoo. Tapi doa yang selalu Jeonghan panjatkan hanya satu; Mingyu dan Wonwoo selalu akur sampai tua.

.

ΩΩΩΩ

.

Mingyu mendengus keras, saat ia memasuki kelas. Raut wajahnya tidak terlihat bersahabat. Membuat semua orang yang ada di sana menjaga jarak. Tidak ingin cari masalah. Jika seperti itu, biasanya Mingyu akan mengeluarkan aura mematikan. Kekuatan Mingyu memang menganggumkan. Dia adalah sang elder yang di perlakukan spesial oleh alpha. Apalagi Mingyu masuk ke dalam kawanan Red Mood. Pack terkuat di antara yang lain.

“Apa yang terjadi padamu? Bertengkar dengan Wonwoo lagi?” Hansol berseru cukup keras. Membuat Mingyu menggeram tak suka pada pria berwajah westren itu. Tapi geramannya tidak membuat Hansol takut. Justru pria itu malah berjalan mendekat, dan saat jarak mereka menipis, Hansol merangkul bahu Mingyu.

Hey, Dude! Jangan seperti itu. Kau bisa kena karma nanti jika mengejek Wonwoo.” Mingyu mendengus kasar. Ia mulai menepis tangan Hansol, dan menarik kursi yang ada di depan. Kemudian duduk dengan gaya arogan yang mampu membuat Hansol menggelengkan kepala.

“Bagaimana jika Moon Goddes malah memasangkanmu dengan Wonwoo? Kau juga belum menemukan matemu, Gyu.” Mingyu kembali mendelik. Tidak suka dengan ucapan yang di keluarkan sahabatnya itu. Mana mungkin Wonwoo mate-nya? Jangan bercanda! Sekali pun Wonwoo adalah mate-nya, Mingyu pasti akan menolak pria itu.

“Aku lebih baik mati membusuk di saat umurku dua puluh dua, dari pada harus bersama Wonwoo.” Tawa Hansol pecah mendengar ucapan yang di lontarkan Mingyu. Sebegitu tidak sukanya kah Mingyu pada Wonwoo? Padahal Wonwoo adalah omega terpandang, dan banyak sekali alpha yang tertarik pada pria itu.

“Ingat, Gyu. Kau itu berumur panjang. Bisa jadi kau berumur empat ratus tahun, karena kau adalah seorang elder. Kemudian kau bisa menjadi tetua nanti. Tapi kau harus ingat, mate bisa menambah kekuatanmu itu. Saat bertemu dengan mate-mu, kau tidak akan bisa menolaknya. Sekali pun itu bisa jadi Wonwoo.” Hansol mengingatkan, dan itu malah membuat Mingyu semakin menatapnya tidak suka. Ia tahu jelas jika Mingyu tidak suka di ingatkan tentang posisi eldernya itu, apalagi dengan membawa topik Wonwoo.

“Tapi Wonwoo tidak mungkin menjadi mate-ku.”

“Kita tidak tahu apa yang di pikirkan, Moon Goddes. Siapa tahu Wonwoo memang mate-mu.”

“Kau mengada-ada.”

“Apa kau tidak ingat ucapan Oracle(9) yang kita temui tiga bulan lalu tentang nasibmu itu?” Kali ini, Mingyu terdiam. Tidak menjawab. Ia tentu tidak akan lupa tentang pertemuan mereka dengan oracle. Mingyu juga tidak lupa dengan ramalan mengenai nasibnya.

“Aku tidak ingin membahas itu. Lagi pula, orang itu tidak mungkin Wonwoo.” Mingyu mulai berdiri dari duduknya. Menatap tajam Hansol yang terkekeh, kemudian melangkah menjauh dari pria itu. Berbicara dengan Hansol malah membuat mood Mingyu semakin tidak bagus.

“Mau kemana? Kelas akan dimulai?” Hansol berteriak. Kembali mengingatkan agar Mingyu segera kembali.

“Bukan urusanmu!” Dan setelahnya, Mingyu keluar dari pintu kelas. Punggungnya sudah tidak dapat di lihat lagi oleh Hansol. Membuat Hansol menggelengkan kepala melihat tingkah Mingyu. Ia hanya bisa berharap yang terbaik untuk Mingyu, dan ramalan itu tidak akan pernah terjadi.

.

ΩΩΩΩ

.

Wonwoo menghela napas kasar. Ini sudah pukul jam delapan malam, dan ia masih berada di sekolah. Seharusnya Wonwoo sudah ada di hutan. Berbaur dengan para kawanan. Menunggu mate-nya datang, dan setelah bertemu dengan mate seumur hidup, ia bisa mengalami masa heat yang selalu di idamkan. Tapi sayang, harapan itu harus sirna dalam sekejap. Ia tertidur di perpustakaan, dan baru terbangun karena mendengar suara lolongan. Beruntung, perpustakaan itu tidak di kunci. Jadi Wonwoo bisa keluar dari sana dengan mudah.

“Sial! Sial!” Wonwoo mengumpat dengan keras. Ia mulai berlari. Suara hentakan kaki menggema. Menghentak lantai di bawahnya. Koridor ini sudah nampak sepi. Legang. Tidak ada siapapun. Kecuali Wonwoo yang masih mencoba keluar dari gedung sekolah ini.

“Ehh…” Si surai coklat menghentikan langkah. Ia terdiam, saat mencium bau yang berbeda. Hidungnya mulai mengendus udara. Bau itu seakan menariknya dalam sekejap, dan Wonwoo bisa merasakan tubuhnya mulai bergetar. Darahnya berdesir, karena bau itu semakin tercium jelas. Bahkan Wonwoo bisa merasakan jika serigalanya mulai memekik kegirangan.

Ikuti, Won..’ Inner serigalanya mulai memasuki pikiran. Tapi sulit untuk Wonwoo menurutinya. Karena bau itu justru membuat tubuhnya serasa lemas dalam sekejap. Tubuhnya semakin memanas. Wonwoo yakin jika seluruh wajahnya sudah memerah sempurna.

“Ahh…” Erangan kecil lolos, saat jemari si surai coklat bergerak menyentuh pahanya sendiri. Mencoba berdiri dengan tegak dengan cara mencengkram celana denim yang di kenakan, malah membuat tubuh Wonwoo semakin tidak karuan.

“A-apa y-yang terjadi padaku?” Lirihan itu terdengar parau. Wonwoo kembali melangkah menuju bau yang menuntunnya.

Heat. Kau mengalaminya, bodoh! Sekarang ikuti bau itu. Siapa tahu, dia adalah mate-mu.’ Inner serigala kembali meraung merasuki pikiran. Mencoba mengambil alih tubuh Wonwoo. Ia tahu jika Will- serigalanya bahagia akibat heat pertama mereka. Sekarang Wonwoo tahu, bagaimana proses heat yang selalu para omega lakukan dengan cara mengeluarkan feromon berlebih. Mungkin bau feromon Wonwoo juga sedang menguar. Ia bersyukur tidak ada orang di sekolah. Jika sampai feromon berlebihnya keluar, mungkin saja Wonwoo bisa di lecehkan di tempat.

“Diam, Will! A-aku sedang mencoba..” Hidung kembali mengendus. Bergerak membau segala penjuru. Langkah Wonwoo bergerak tak menentu. Bergerak menjauh dari koridor, sampai ia berada tepat di luar gedung. Manik foxy menilik. Mengamati suasana luar. Angin dingin berhembus. Menerpa tubuh si surai coklat, membuat bau itu semakin tercium. Kepala mulai mengadah. Wonwoo bisa melihat bagaimana pancaran bulan purnama sekarang. terlihat indah, tapi sayang ia sendiri di sini. Tidak ada yang menemaninya menikmati keindahan malam.

“Seharusnya aku sudah berada di hutan. Bukan di sini. Kita tidak akan menemukan mate di sini, Will..” Wonwoo kembali berujar lirih. Ia kecewa. Bau itu memang terhenti di sini, dan Wonwoo tidak dapat menemukan siapa pun di sana. Di luar gedung sekolah tepat Wonwoo bediri, hanya ada taman kecil yang sering ramai jika sedang istirahat. Di tambah pepohonan tinggi yang menjulang. Tidak ada yang aneh. Atau paling tepatnya tidak ada siapa pun di tempat ini.

Srakkk

Tubuh Wonwoo kembali menegang saat mendengar suara kecil yang mampu mengalihkan fokus. Manik foxy kembali menilik. Mengamati arah semak belukar. Serta pohon plum di sekitar taman. Dan retinanya sukses membulat, saat mengamati satu sosok yang sedang terduduk di salah satu pohon. Wonwoo kembali merasakan tubuhnya memanas tak karuan. Seolah ada sesuatu yang melesak ingin keluar dari tubuh, dan ia tidak tahu apa itu.

Si surai coklat kembali melangkah. Mendekati sosok itu. Bibir bawah di gigit dengan kuat. Takut mengeluarkan suara. Wonwoo hanya perlu mendengar suara debaran jantungnya sendiri yang menggema. Bertalu dengan kencang, ketika jaraknya dengan sosok itu hanya tinggal lima meter.

Dahi mengerut. Matanya membulat sempurna, saat sadar sosok yang fokusnya tangkap. Udara di sekeliling sudah di penuhi oleh bau itu. Bau memabukan yang kini berbaur dengan bau feromon miliknya. Inner serigalanya memberontak. Ingin menguasai tubuh Wonwoo, saat tubuh si surai coklat itu terdiam membatu di tempat.

Mate! Itu mate kita, Won!’

Wonwoo menelan saliva dalam, ketika sosok bersurai pirang itu membuka mata. Obsidian kelamnya mulai terlihat, dan alahkan terkejutnya Wonwoo, saat sosok itu mulai berdiri. Menggeram ke arahnya.

“T-tidak mungkin.. i-itu M-mingyu…” Wonwoo menggelengkan kepala. Mencoba menyadarkan diri jika semua ini mungkin adalah delusi tak masuk akal. Kim Mingyu tidak mungkin menjadi mate-nya. Sampai kapanpun, itu tidak mungkin terjadi.

“Kau…” Suara bariton yang mengalun dari mulut Mingyu malah membuat tubuh Wonwoo memanas dengan cepat. Manik foxynya bisa melihat jika Mingyu mulai mendekat. Manik obsidian yang awalnya hitam kelam, berubah menjadi merah darah.

“Jangan mendekat, Kim!” Wonwoo berseru panik. Tubuhnya tidak bisa di gerakan sekarang. Tapi ia harus lari. Mingyu tidak boleh mendekatinya di saat ia mengalami heat. Apalagi jika Mingyu memang berniat untuk melakukan mating bound (10). Itu tidak boleh sampai terjadi.

“Bau feromon milikmu menyengat, Wonwoo-ya..” Suara Mingyu kembali mengalun. Hentakan kaki kembali terdengar. Mendekat ke arah Wonwoo. Jantung Wonwoo semakin berdebar tak tentu arah, karena Mingyu semakin menipiskan jarak.

“Jangan biarkan para alpha tertarik dengan bau milikmu itu, Won..” Mingyu mendesis penuh posesif. Tidak suka, saat bau feromon yang Wonwoo keluarkan semakin menyengat ketika ia mendekat.

“Tidak mungkin! Ini tidak masuk akal!” Wonwoo kembali berteriak, dan ia mulai bisa membalikan badan. Tubuhnya kembali bergetar hebat. Serigalanya mencoba menolak permintaan Wonwoo. Tidak rela jika harus berpisah dengan mate-nya itu.

Tubuh si surai coklat mulai bertransformasi. Membesar secepat kilat, dan berubah menjadi sosok serigala berbulu abu-abu yang bergradasi dengan warna putih setinggi tiga meter. Serigala Wonwoo mengibaskan ekor, dan mulai berlari menjauh. Meninggalkan sosok Mingyu yang menggeram marah, dan mulai mengejar sosok Wonwoo dalam balutan transformasi sosok serigala berbulu coklat lebat setinggi empat meter. Matanya memerah sempurna, saat sosok abadinya itu berlari tak menentu. Dan Mingyu mulai mengejar. Ia tidak akan membiarkan Wonwoo lari malam ini. Setelah tahu, jika pria itu memang mate yang Moon Goddes takdirkan untuknya. Jika Wonwoo adalah mate-nya, maka Mingyu harus menjaga pria itu agar ramalan oracle tidak akan pernah terjadi.

TeBeCe

Glousarium :

Omega : Serigala yang bisa hamil. Biasanya pasangan mereka adalah para alpha. Dan kawanan omega itu strata paling rendah,juga paling sedikit.

Warrior : Serigala petarung.

Mate : Pasangan abadi. Takdir. Sehidup semati

Alpha : Pemimpin para kawanan serigala.

Elder : Serigala dengan kemampuan spesial yang dapat menguasai beberapa elemen kehidupan. Hanya ada satu atau dua elder di setiap kawanan. Dan umur elder biasanya itu panjang. Hingga elder bisa jadi tetua.

Pack : kawanan

Heat : Proses yang hanya di miliki omega. Biasanya suka pengen di sentuh. Apalagi sama mate-nya. Saat masa heat, biasanya ngeluarin bau feromon yang mampu narik serigala lain. Sekali pun itu bukan matenya.

Moon Goddes : Dewa Dewi yang ngejodohin para serigala

Oracle : Cenayang. Putra Apollo

Mating bound : Proses mating. Penandaan. Naena.

Wkwkk gaje yah sebenernya. Ya udah sih, ini Cuman iseng doang kok. Ga lebih wkwk. Kalau ada istilah yang salah, silahkan kasih tau. Biar di revisi.

Ini tuh emang tumben aja pengen buat ABO yang matenya bener-bener sama-sama serigala. Biasanya aku tuh kalo buat ff fantasy mate-nya suka ngawur. Wkwk

Kayak serigala X vampire

Incubus x omega

Demon x fallen angel

Nah yang ini baru ngga terlalu ngawur. Ngawur sih sebenernya. Wkwk. Biasanya kan alpha x omega. Cuman aku maunya anti mainstream. Ga mau samaan kayak ff abo lain yang pernah Aku baca. Jadi deh elder x omega. Wkwk

Bye. Mind to Review?

Astia morichan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s