Fated Pairs | Meanie | Chap 2| Meanie Couple

Hati-hati dengan makhluk bersayap. Berbahaya. Kau akan merasakan kepedihan, serta kehilangan lebih menyakitkan dari yang pernah kau alami. Kekuatan yang selama ini menjadi milikmu akan hilang sebagian bersama dengan perginya sang jiwa.” Sang Oracle- Putra Apollo yang bernama Lee Jihoon itu membuka mata. Menampilkan sepasang mata tajam dan penuh keprihatinan yang terarah pada Kim Mingyu- sang elder; yang rela datang mengunjungi pondok harpy . Tepat berada di ujung hutan bagian selatan, jauh dari wilayah Red Moon sendiri.

Jihoon telah memaparkan semua visualisasi yang ia lihat di masa depan saat memegang tangan Mingyu pertama kali. Apollo memberinya sebuah ilham yang akan menjadi kenyataan di masa akan datang. Semua ramalan dari Jihoon tidak akan pernah meleset. Termasuk mengenai nasib yang akan menimpa si surai pirang.

Apa maksudmu?” Suara bariton Mingyu terdengar dingin. Mencekam. Seolah mengatakan jika Jihoon harus menjelaskan semua ramalan yang ia dapat. Mingyu masih belum mengerti dengan jelas apa yang sang Oracle katakan. Kenapa sang mate harus pergi dari hidupnya? Lalu siapa sang makluk bersayap yang tadi di sebut itu?

Maaf,” Jihoon menggeleng pelan. “aku tidak punya wewenang untuk memaparkan semua ramalan ini dengan jelas. Tapi aku hanya bisa memberitahumu satu hal.” Sang Oracle menghela napas, sebelum meneruskan ucapannya. Hingga sang elder kembali memberikan tatapan intens lewat manik obsidian kelamnya.

Jika kau bertemu dengan mate-mu, jaga dia. Jangan pernah melepaskan pandanganmu darinya, atau kau akan menyesal seumur hidupmu.” Jihoon melepaskan tangan Mingyu. Ia bisa melihat jika sang elder masih terlihat kebingungan dengan semua ini. Pasalnya, Jihoon juga tidak bisa memberitahu semua hal yang sudah sang Apollo perlihatkan. Ia tidak mungkin mengatakan kebenaran yang bisa membuat elder kuat ini terpuruk.

Apa kau tidak mengatakan omong kosong?”

Tidak. Aku sama sekali tidak berbohong soal ini. Jika kau tidak percaya, itu terserah padamu. Aku hanya ingin mengingatkan, jika takdir bisa saja berubah asal kau mampu mencegah hal itu.” Jihoon berdiri dari duduknya. Ia pergi ke belakang pondok. Meninggalkan Mingyu yang masih terdiam dan berfikir keras tentang ramalan yang akan terjadi. Setelah ini, Mingyu akan menanyakan semuanya kepada Hansol. Pemuda itu mampu menjelaskan teka-teki yang jabarkan sang Oracle.

Jika apa yang di katakan oleh Jihoon adalah sebuah kebenaran, maka Mingyu tidak dapat menganggap remeh ramalan itu. Walaupun sebenarnya, ia tidak percaya dengan ramalan. Datang ke tempat Jihoon pun hanya karena paksaan dari para tetua. Jika tidak terpaksa, Mingyu tidak usah repot-repot datang hanya untuk mendengarkan omong kosong belaka seperti sekarang.

.

ΩΩΩ

.

Fated Pairs

Elder X Omega

Kim Mingyu X Jeon Wonwoo

Song : Glourious – Hey! Say! JUMP

a/n: Lama yah? Hahaha. Maaf. Saya ga ada semangat. Tiba-tiba dapet WB, dan saya masih dalam tahap males editing. Ini aja editingnya sekenanya. Saya juga sibuk karena ini mau UAS. Di tambah saya juga sibuk kerjain Commissioned Fanfict. Hehe.

So, EnJOY!

.

ΩΩΩ

.

Wonwoo dengan balutan serigala abu-abu bergradasi putih besar itu berlari cepat. Menerobos jalanan yang untungnya sepi. Legang. Tanpa adanya kendaraan manusia yang lewat di sana. Langkah semakin cepat untuk memasuki hutan yang tinggal satu kilo meter di depan. Serigala itu berlari tanpa menoleh pada sosok serigala berbulu coklat yang lebih besar di belakangnya. Ya. Kim Mingyu ikut mengejarnya setelah tahu jika mereka adalah mate. Dan yang lebih parah lagi, Wonwoo sedang mengalami heat. Ia tidak bisa berlari cepat seperti biasanya. Wonwoo harus segera sampai ke rumah dan meminum pill surppressants(1) ; pengontrol hormon feromon. Jika tidak segera menelannya, feromon dalam tubuhnya mampu menarik kawanan serigala untuk memperkosa Wonwoo di tempat. Begitu pula dengan dirinya yang akan kesakitan karena ingin di sentuh.

Jujur. Wonwoo sama sekali tidak percaya jika semua ini adalah kenyataan. Sejak tadi, Will terus berteriak dalam innernya. Memberontak keras untuk mengambil alih tubuh, karena ingin segera berada di samping mate-nya sendiri, dan melakukan mating bound. Tapi sayang, keinginan sang serigala tidak dapat Wonwoo patuhi. Ia tidak akan pernah menerima Mingyu menjadi mate-nya. Tidak akan pernah. Sampai kapanpun juga.

Srakkk

Wonwoo menghentikan langkah seketika. Tubuhnya tiba-tiba saja berhenti dalam tarikan gerak refleks. Will meringik cukup keras tanda bahaya, saat sebuah pelindung berwarna biru membulat di sekeliling mereka. Hingga sang serigala tidak bisa keluar melewatinya.

Wonwoo mengernyit heran. Jantungnya semakin berpacu dengan keras tak karuan akibat sebuah pelindung biru yang tiba-tiba mengurung dirinya. Kali ini, ketakutannya bertambah dua kali lipat. Sumpah. Wonwoo ingin mengutuk Moon Goddess yang tega memberikan heat padanya dengan penuh cobaan.

“Tenanglah. Aku tidak akan menyakitimu. Pelindung ini akan menutupi tubuhmu dari mate yang sedang mengejar. Diam di sana sampai mate-mu menghilang dan kembali pada kawanan.” Suara bass yang terdengar merdu tiba-tiba saja masuk ke dalam kepala Wonwoo. Seolah betelepati secara langsung. Tanpa menunjukan wujud yang sebenarnya. Bahkan karena suara itu, feromon heat yang sejak tadi menguar, tiba-tiba saja hilang. Wonwoo tidak membutuhkan pill lagi untuk meredam birahi sesaatnya yang membuat tubuh gelisah.

“S-siapa kau?” Suara geraman Will kali ini mendominasi. Sosok serigalanya mengambil ancang-ancang. Siap tempur, jika saja sosok misterius itu tiba-tiba muncul, kemudian menyerang. Sejak dulu, Wonwoo di ajarkan untuk selalu hati-hati dan tidak mudah percaya pada siapapun. Karena setahu yang ia ingat, setiap makluk selalu dengan mudah merubah pikiran dalam sekejap.

“Tenanglah. Aku hanya membantumu Omega.” Suara itu kembali mengalun, dan tanpa sadar membuat Wonwoo terdiam. Dirinya seolah percaya dengan apa yang sosok itu ucapkan. Wonwoo pikir, ia mengenali suara itu. Tapi sang omega lupa siapa pemilik suara bass yang sekarang membuatkannya pelindung. Ia hanya bisa diam dan mengangguk mengiyakan.

Di dalam pelindung, Wonwoo dapat melihat dengan jelas sosok serigala Mingyu mulai muncul. Mingyu berjalan mendekat ke arahnya. Kepala serigala berbulu coklat itu bergerak ke segala penjuru. Sesekali Mingyu menggeram kesal, karena tidak dapat menemukan apa yang ia cari, yaitu dirinya. Sekarang, Wonwoo percaya jika pelindung ini benar-benar membutakan penglihatan sang mate. Terbukti dengan serigala coklat itu yang kembali berlari. Melewati dirinya begitu saja. Seolah ia memang tidak melihat Wonwoo berdiri sama sekali di sana.

Tanpa sadar, Wonwoo menghela napas lega ketika jarak Mingyu memang sudah terbilang jauh dari tempatnya. Beberapa detik setelahnya, transformasi wujud serigala Will berubah sepenuhnya. Menjadi sosok manusia Wonwoo seperti biasa. Seragam si surai coklat terlihat kotor akibat tanah. Tapi Wonwooo tidak peduli lagi soal pakaiannya yang kacau. Wonwoo hanya peduli pada sosok yang membuatkannya pelindung ini. Pelindung biru itu masih membulat. Mengitari tubuh Wonwoo. Hingga Wonwoo masih tidak bisa keluar dari sana.

Sungguh. Wonwoo benar-benar penasaran dengan sosok itu. Kenapa pula sang penolong harus repot-repot membantunya saat di kejar oleh Mingyu yang notabene adalah mate Wonwoo sendiri? Jika memang sang penolong tahu, seharusnya ia membiarkan Wonwoo di terkam oleh Mingyu saja.

“L-lepaskan aku.” Wonwoo berteriak cukup keras. Sebenarnya, ia takut dengan sosok sang penolong. Sudah dapat di pastikan jika yang menolong Wonwoo bukanlah seorang serigala. Kemungkinan besar yang mempunyai kemampuan seperti itu adalah para demon (2), incubus(3), dan pangeran kegelapan(4). Walau Wonwoo sendiri belum pernah menemui makluk yang tadi ia asumsikan. Tapi Wonwoo yakin jika yang menolong adalah salah satu dari mereka. Apalagi dengan aura mencekam yang tiba-tiba saja Wonwoo rasakan. Ia semakin yakin jika sang penolong bukan golongan makluk baik hati.

“Kau mengenalku.” Suara bass kembali terdengar. Sesekali tertawa renyah, saat pelindung yang ia ciptakan menghilang dari sekitar tubuh Wonwoo.

Srakk

Suara denting pohon yang di tendang, beserta semak-semak yang terinjak, mampu membuat Wonwoo menoleh ke belakang. Tepat pada pohon oak yang berdiri paling kokoh di sana. Manik foxy menyipit sempurna, saat menemukan sosok pemuda yang tiba-tiba saja berjalan ke arahnya.

Dalam benaknya, Wonwoo merasa kenal dengan pemuda itu. Cahaya bulan tidak membantu Wonwoo untuk melihat dengan jelas sosok itu. Wonwoo harus mengerutkan dahi untuk berpikir tentang sosok tinggi itu. Ia merasa kenal, tapi sang omega tidak tahu siapa sosok itu.

“E-eh? A-aron hyung?” Si surai coklat memekik cukup keras, saat sosok pemuda yang memakai seragam seperti dirinya muncul. Sosok itu adalah Kwak Aron. Kakak kelas tingkat tiga di sekolahnya. Jujur saja, ia tidak menyangka jika Aron yang menolongnya. Jika pelindung itu berasal dari Aron, besar kemungkinan jika sang kakak kelas bukanlah seorang werewolf.

“Kau baik-baik saja?” Aron kembali bertanya saat jaraknya dengan Wonwoo semakin menipis. Sementara Wonwoo memundurkan tubuh secara refleks. Sungguh. Ia takut dengan Aron sekarang. Jika dulu Wonwoo nyaman bersama kakak kelas, maka sekarang, presepsi itu berubah secepat kilat akibat siapa sesungguhnya sosok Aron. Kekuatan Aron cukup berbahaya, dan ia yakin jika kekuatan sang penolong mampu membakar tubuhnya dalam sekejap.

“Kau takut padaku?” Aron bertanya, dan si surai coklat hanya mampu terdiam. Wonwoo hanya bisa menundukan kepala. Enggan menjawab, atau pun menggerakan tubuhnya lagi.

“Tenanglah. Aku tidak akan menyakitimu. Kau tahu tentang Archangel (5) ? Orang-orang dunia atas memanggilku dengan Uriel (6).” Sang malaikat tersenyum menawan. Membuat Wonwoo yang melihat lewat ekor mata, tiba-tiba mendongakan kepala. Ia terhipnotis dengan senyuman itu. Apalagi dengan aura yang Aron pancarkan berubah menjadi aura penuh kedamaian. Hingga membuat semua ketakutan yang tadi bersarang dalam hati tiba-tiba lenyap dalam sekejap karena melihat sebuah senyuman sang malaikat.

Ini adalah kali pertama bagi Wonwoo melihat seorang malaikat. Jujur, ia masih tidak percaya dengan apa yang Aron ucapkan. Karena sesosok Archangel tidak akan mungkin berada dalam dunia manusia dalam waktu yang cukup lama.

“K-kenapa bisa ada seorang malaikat di sini? Ini bukan wilayahmu.” Wonwoo mencoba bertanya dengan terbata. Jujur, ia memang penasaran, dan butuh penjelasan lebih. Sang Omega tidak akan mungkin percaya begitu saja.

“Tidak boleh?” Aron menggerlingkan mata penuh godaan, dan hal itu malah membuat Wonwoo salah tingkah karena malu. Sial! Malaikat itu menggodanya dengan tiba-tiba.

“Bukan. Hanya saja, ini bukan wilayahmu. Ini kawasan para serigala.”

“Aku hanya kebetulan lewat saja, dan melihatmu ketakutan saat di kejar oleh mate ketika kau sedang heat. Apa kau takut dengan mating bound?” Pertanyaan yang di lontarkan Aron semakin membuat Wonwoo merasa malu. Entahlah, jika di tanya tentang mating bound, Wonwoo selalu kikuk. Ia memang tidak pernah mengalaminya, dan jika pun Wonwoo akan mengalami mating, ia tidak ingin melakukan hal itu dengan Mingyu. Sekali pun Mingyu memang mate-nya.

“Bukan urusanmu, Hyung.” Wonwoo menundukan kepala. Enggan menatap sang malaikat yang bisa saja kembali membuat Wonwoo terhipnotis dalam sekejap dengan kekuatannya itu.

“Apa kau menolak mate-mu?” Aron kembali bertanya, dan hal itu malah membuat Wonwoo menggeram kesal. Sungguh, ia tidak dalam kondisi yang tepat untuk di tanya tentang hal seperti ini. Apalagi jika menyangkut Mingyu- sang mate yang sudah menjadi takdirnya.

“Sekali lagi, ini bukan urusanmu,” Wonwoo menatap tajam Aron. Jika tadi ia malu, sekarang Wonwoo sudah kembali menunjukan keberanian seperti biasa. “terimakasih karena menolongku, dan sampai jumpa lagi, hyung.”

Wonwoo mengangguk kecil, sebagai tandai hormat pada sang malaikat. Kemudian berjalan melewati Aron yang masih terkekeh kecil. Seolah tidak peduli dengan ucapan sarkas yang di lontarkan sang omega.

“Won, aku tertarik padamu.” Aron berteriak cukup keras, saat jarak Wonwoo mulai menjauh dari pandangannya. Meninggalkan dirinya yang masih tersenyum penuh arti. Menatap sosok sang omega yang mulai tak terlihat di telan oleh kegelapan malam.

.

oOo

.

Mingyu berlari kencang menuju wilayah Red Moon. Saat jaraknya dengan pondok utama terlihat, transformasi serigalanya menghilang. Di gantikan dengan sosok manusia miliknya. Si surai pirang mulai mengumpat keras, saat melihat sekeliling kawasan Red Moon. Kawanannya nampak tidak ada di sana. Sepertinya mereka semua sedang menghadiri pertemuan semua kawanan di tengah hutan bagian utara, dan setelahnya akan melakukan mating bond dengan mate masing-masing.

Langkah kaki panjang si surai pirang mengantarkannya ke arah pondok milik keluarga Kim. Dengan gontai, Mingyu memutuskan untuk duduk di teras. Kepalanya mengadah untuk menatap bagaimana indahnya bulan dan bintang di antara gelapnya langit malam. Jujur saja, saat ini, birahi Mingyu masih berada di puncak tertinggi ketika melihat Wonwoo pertama kali. Beruntung, Mingyu mampu menahan semua birahi sang serigala karena dirinya tidak mudah untuk di kalahkan oleh sang inner. Mungkin jika serigala lain, saat bulan purnama datang, serta tidak dapat bertemu dengan mate akan berteriak gila, saking sakitnya membutuhkan pelampiasan.

“Sial!” Umpatan keras kembali Mingyu lontarkan. Jujur saja, dirinya masih tidak tenang. Sejak tadi, Mingyu memikirkan kemana sosok Wonwoo menghilang. Mate-nya itu tidak akan mudah menghilang dengan cepat dalam keadaan menahan birahi seperti itu. Apalagi dengan feromon miliknya yang menyebar di kala bulan purnama seperti ini.

“Arghhhttt… Aku harus ke Blue Circle sekalipun kepalaku di penggal karena menerobos kawasan itu!” Mingyu mengacak surai pirangnya frustasi. Ia sudah tidak punya pilihan lain. Satu-satunya yang dapat Mingyu pikirkan adalah jika Wonwoo pergi ke pondok rumahnya di Blue Circle. Pemuda itu tidak akan mungkin berkeliaran lebih jauh saat mengalami heat seperti ini.

Mingyu berdiri dari duduknya. Kemudian tubuhnya kembali bergetar, dan setelah itu bertransformasi menjadi sosok serigala berbulu coklat. Sang elder mengibaskan ekor besarnya, sebelum memutuskan untuk berlari secepat kilat. Meninggalkan kawasan Red Moon yang sepi di belakangnya.

.

ΩΩΩ

.

Wonwoo berjalan dengan lunglai. Kakinya serasa lemas dalam sekejap, dan tubuhnya tiba-tiba saja kembali memanas. Heatnya kembali hadir saat Aron sudah tidak berada di samping Wonwoo lagi. Beruntung, saat heat itu kembali hadir, Wonwoo sudah sampai di depan gerbang pintu masuk ke wilayah Blue Circle. Double Lucky, tidak ada para kawanan. Itu artinya, tidak akan ada yang menyerang Wonwoo dalam kondisi heat seperti sekarang.

Brakk

Kaki sang omega tersandung kerikil. Tubuh si surai coklat terjatuh. Membentur tanah dengan keadaan tengkurap. Sepertinya, mengumpat tidak akan cukup untuk menghilangkan emosi karena kesialan yang ia dapat hari ini.

Kaki Wonwoo bergerak gelisah, hingga ia mulai meringkuk dengan tanah sebagai alasnya. Jujur saja, tubuh Wonwoo sudah tidak kuat. Ia ingin menyentuh dirinya sendiri di sini. Rasa panas yang menyerang tubuh, serta peluh-peluh yang menghiasi setiap inci kemolekan tubuhnya, membuat sang omega ingin melepaskan diri dari pakian yang melekat.

“S-sial…” Umpatan lirih Wonwoo terdengar tak berarti. Bibir bawah di gigit cukup keras, agar meredam desahan yang hampir keluar dari mulut. Sungguh. Wonwoo kesal. Pasalnya, ia hanya berjarak beberapa meter lagi dari rumah. Tapi kenapa tubuhnya sudah tidak kuat? Jika dulu ia mendambakan akan datangnya heat, maka sekarang berbeda. Si surai coklat membencinya. Apalagi jika ingat jika semua ini bermula dari Mingyu- sang musuh bebuyutan.

“Aghhtthh..” Geraman lirih lolos dari mulut Wonwoo. Tubuhnya mulai bergerak. Mencoba untuk merangkak maju, dengan menggerakan tangan. Meraih setapak batu kecil di depan agar ia bisa memajukan tubuh. Tapi sial, justru gesekan tubuhnya dengan tanah di bawah, makin membuat tubuhnya semakin panas. Wonwoo semakin menggeliat tak karuan, akibat sensasi gesekan itu.

Sudahlah. Wonwoo sudah tidak peduli lagi dengan semuanya. Ia mulai membalikan tubuh, hingga dirinya telentang. Manik foxy tertutup dengan perlahan. Seolah tidak ingin peduli dengan apa yang akan terjadi nanti. Tangan si surai coklat mulai bergerak membuka kaitan seragam dengan gerakan cukup cepat. Hingga kaitan seragam itu sudah terbuka sempurna. Memperlihatkan bagaimana mulusnya kulit seputih porselen sang Omega. Bau feromon milik Wonwoo menguar cukup pekat memenuhi kawasan Blue Circle. Berbaur dengan udara setara dengan kecepatan kilat.

“Anhhh..” Sang Omega mendesah kecil, saat jemarinya bergerak menyentuh dada. Kemudian beralih menyentuh puting kemerahan yang terlihat menegang. Menantang untuk di permainkan atau di lumat oleh benda lunak tak bertulang. Tangan Wonwoo kembali mengambil alih. Ia memilin putingnya sendiri, sesekali mencubit dengan gerakan memutar, yang membuat kepalanya seakan penuh dengan euforia kesenangan di saat festifal musim panas.

“Uhhh…” Wonwoo melengguh, sambil menggigit lagi bibir bawahnya. Sepasang kaki bergerak menyilang, agar menekan selangkangan yang sudah menegang sempurna di balik celana.

“Ggrrrhhh…” Suara geraman tiba-tiba terdengar memenuhi gendang telinga. Geraman yang mampu membuat neuron saraf berfungsi semakin liar. Kepalanya bergerak gelisah, dan retina sang omega menatap lirih sang serigala berbulu coklat yang menatapnya dengan penuh amarah bercampur gairah di balik manik kemerahan itu.

Sosok serigala mulai berubah menjadi sosok manusia miliknya sendiri. Kim Mingyu berdiri di hadapan Jeon Wonwoo yang masih berbaring di bawah tanah. Obsidiannya mengkilat penuh nafsu saat melihat kondisi tubuh sang mate. Tubuh Wonwoo menggodanya untuk di kecup, di jilat dan di tandai. Apalagi dengan aroma feromon Wonwoo yang menusuk indra penciuman.

Sel neuron di kepala sang elder mulai memerintahkan semua keinginan sang serigala. Inner serigala berteriak penuh gebu agar segera menerkam sang omega yang sudah terlihat tidak berdaya. Mingyu tahu hanya dengan melihat kondisi Wonwoo yang seperti itu. Jika di biarkan, maka Wonwoo akan semakin kesakitan. Begitu pula dengan dirinya sendiri. Karena tubuh Mingyu kembali memanas dalam sekejap, akibat mencium bau feromon sang omega. Birahi yang awalnya menyusut perlahan, naik dengan drastis akibat sang mate.

“Wonwoo…” Mingyu menggeram kecil. Ia mulai berjongkok di hadapan sang omega. Tangannya terulur. Mengelus pipi Wonwoo dengan gerakan pelan. Tapi mampu membuat sang omega menggeram karena menginginkan lebih.

“Kau tidak bisa menolakku.” Ucapan penuh nada keabsolutan terdengar, di sertai dengan satu tarikan tangan, hingga tubuh Wonwoo terangkat. Mingyu menggendong tubuh Wonwoo ala bridal, dan sang omega sama sekali tidak bisa menolak. Dirinya sudah lelah, dan ia membutuhkan pertolongan. Apapun itu. Asal rasa sakit akibat heatnya ini menghilang.

“J-janganhh.. m-menandaikuh…” Wonwoo berbisik di antara perpotongan leher Mingyu. Membuat sang elder mendengus dengan nada meremehkan. Bagaimana mungkin Wonwoo meminta hal yang mustahil ia kabulkan seperti itu?

“Kita lihat nanti, Jeon. Siapa yang lebih dominan mencapai tujuannya. Aku atau kau.” Ucapan Mingyu berakhir bersamaan dengan suara derit pintu yang terdengar terbuka. Sebuah deritan yang akan mengantarkan Jeon Wonwoo pada lubang penuh kebencian untuk sang mate.

Tebece

Glousarium :

1. Pill surppressants : pill yang di minum oleh para omega untuk mengontrol feromon heat berlebih. Di gunakan saat tidak ada pelampiasan. Karena biasanya heat terjadi satu bulan itu satu nor dua kali. setiap omega terbiasa membawa pill ini.

2. Demon : iblis.

3. Incubus : Spesies iblis yang melakukan sex untuk menyerap sari-sari kehidupan

4. Pangeran kegelapan: Son Of Hades.

5. Archangel : Pasukan malaikat Tuhan. Malaikat tertinggi. Kedudukannya lebih tinggi di antara para malaikat lainnya. Ada 10 malaikat yang termasuk ke dalam Archangel dalam Al-Qur’an. Tapi dalam kitab injil dan Yahudi hanya ada 7 yang termasuk ke dalam Archangel.

6. Uriel : Fire Of God. Malaikat Tuhan yang bertugas menjaga pintu gerbang Tartarus aka Gerbang menuju Neraka.

Ps : Jika ada glousarium yang salah. kalian bisa koreksi.

Well. Jujur. Gue ga tau chap depan tamat atau belum. Wkwk. Masih ngambang. Yang penting saya jelaskan disini, jangan berharap lebih dengan ending yang akan saya buat. Sejak awal, ff ini maso. Semaso perasaan dan kokoro. Mehh -_-

Oke. Sampai jumpa lagi. Wkwk. Entah apa yang bakal di update setelah gue uts. Mau edit iwtbas, tapi gue males. Entah kenapa -_- mau ngetik caste heaven, gue lagi ga ada mood. -_- motivasi gue tolong wkwk

Ps : Gue masih terima Commisioned Fanfict. Kalau mau silahkan inbox saya ^^ Kalian bebas request genre, rated, dan saya bakal buat sesuai keinginan. Silahkan cek di work saya yang judulnya Commissioned FF ^^ Saya hanya terima 3 Comm. Berarti hanya sisa 2 lagi.

Jadi setelah UTS saya berakhir, hanya FF Comm yang saya upload ^^

Jaa ne.. sampai jumpa di updatean selanjutnya.

REVIEW?

Astia Morichan

Advertisements

2 thoughts on “Fated Pairs | Meanie | Chap 2| Meanie Couple

  1. Hai hai

    Astagaaa kenapa pas bagian hampir naena malah ditebece..?!! 😭😭😭
    Btw ini fandom apa yaa? Aku kurang tau perkpopan jaman sekarang 😅

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s