Fudanshi Janai | Meanie | Chap 4| Meanie Couple | Yaoi

Jeon Wonwoo menggigit bibir kuat-kuat. Matanya mencoba terpejam dengan dengan erat. Di tutup dengan rapat. Berharap bisa segera mencapai alam mimpi. Tapi sayang, semua keinginannya harus terkubur rapat-rapat. Pasalnya, Kim Mingyu masih tetap mengganggunya di saat ingin terlelap. Si surai pirang asik menarik pinggangnya. Hingga Wonwoo terjembab dalam sebuah pelukan erat. Dimana Mingyu menerpakan napas hangat teratur di hadapan wajah si surai coklat.

Sungguh. Posisi mereka benar-benar tidak dapat dikatakan benar. Ini salah. Mereka salah posisi. Seharusnya Wonwoo memang menyuruh Mingyu untuk tidur di ruang rahasia miliknya itu. Tapi mereka harus terjebak di kamar biasa milik si surai pirang. Hanya karena kekeras kepalaan Mingyu yang ingin tidur bersama. Dan hal ini yang harus Wonwoo sesali. Jujur, ia benar-benar menyesal.

Kini di depannya. Tepat berjarak lima senti di depan wajahnya, wajah tampan Mingyu terpampang jelas. Wonwoo dapat melihat pahatan indah yang sudah Tuhan ciptakan. Ia tidak memungkiri ketampanan sahabatnya itu. Mingyu memang tampan. Penuh karismatik. Hidungnya yang mancung, bibirnya yang menggoda itu terlihat sangat sempurna. Tidak heran jika di sekolah, Mingyu mempunyai banyak penggemar, dan Jeon Wonwoo baru menyadarinya sekarang.

Dirinya seolah terhipnotis saat memandangi wajah Mingyu. Ada debaran aneh menggelitik hati, dan sengatan kecil di perut saat tubuh mereka semakin merapat. Sekarang, hidung Wonwoo dan si surai pirang saling bersentuhan. Bibir merah nan basah milik Mingyu hanya terpaut beberapa senti, dan Wonwoo seakan tergoda untuk mengecupnya. Jujur. Ia masih ingat bagaimana lembutnya bibir Mingyu saat mengecupnya beberapa jam lalu.

Sial! kenapa pula Wonwoo harus memikirkan hal itu? tidak. Tidak boleh. Wonwoo harus melupakan semua hal yang terjadi. Ia juga harus membuat sahabatnya ini kembali normal. Tolong ingatkan Wonwoo untuk setia pada wifu beroppai bombastis. Jangan sampai ia terjerumus dengan pria berbatang. Jangan biarkan seorang Jeon Wonwoo khilaf hanya karena terpesona dengan sang sahabat yang mempunyai otong seperti dirinya.

“Ingat Jeon! Kau masih mencintai Satsuki. Ingat juga bagaimana bentuk tubuh aduhai milik Akane-san.” Wonwoo bergumam kecil, sambil menutup mata rapat-rapat agar tidak dapat melihat wajah Mingyu. Pikirannya mencoba melayang. Membayangkan sosok telanjang Akane yang ada di anime Kuzu no Hentai. Walau wanita itu jalang, tapi Wonwoo menyukai badannya yang aduhai. Ia harus tetap mendelusikan para wifu jika tidak ingin berbelok pada hasutan Mingyu.

.

.

Fudanshi |Janai!

a/n: Happy Bday Kim Mingyu. Otame. Dan yah ini emang FF yang di dedikasi buat ultahnya Mingyu. Sumpah. Pas ngetik ini emang mentok. Sementok-mentoknya karena saya ga punya plot apa-apa untuk cerita ini. plot di dapat ketika mendapat pencerahan atas statistik -_-

dan Well, Happy Bday Kim Mingyu! Jangan selingkuh mulu tem. Wkwkwk. Oh iya dan ini FF terakhir saya sebelum hiatus. Mau hiatus aku tuh. Sibuk. Haha.

Ps: Ini ga ada editing. Maaf kalau bobrok. Haha. Gaje pula. Sudahlah. Yang penting update.

enJOY!

.

.

Brakk

“Aku pulan- KYAAAAAA!” Suara gebrakan pintu yang keras, serta sebuah teriakan mengalun dengan kencang. Teriakan penuh histeris dari sosok Kim Minseo yang masuk tiba-tiba ke dalam kamar sang kakak. Matanya membelalak kaget. Seolah tidak percaya dengan pemandangan di depannya. Fokusnya dapat menangkap jelas sosok Mingyu bersama Wonwoo. Berpelukan. Bersama. Dalam satu selimut. Berbagi kehangatan.

“KYAAAAA! MIMPI APA AKU SEMALAM YA TUHAN?!” Teriakan gadis itu semakin menggema dengan keras. Dengan cepat ia menarik ponsel di dalam saku celana. Beberapa detik setelahnya, terdengar suara jepretan kamera. Beberapa kali. Karena Minseo sampai harus mengelilingi ranjang dan menahan teriakan hanya untuk mengabadikan momen langka itu.

“Nghh… Berisik…” Lenguhan Wonwoo terdengar. Membuat Minseo menghentikan aksinya. Tubuh gadis itu diam membatu seketika, saat melihat dengan jelas jika Wonwoo malah merapatkan tubuhnya pada Mingyu. Mengeluskan hidung bangirnya pada dada bidang sang kakak. Hingga membuat Mingyu semakin mengeratkan pelukan pada pinggang si surai coklat. Tak lupa, sebelah tangan sang kakak bergerak membelai lekukan punggung Wonwoo. Hingga si surai coklat tanpa sadar melengguh lagi dalam tidurnya.

Entah harus berapa kali Minseo menelan saliva dalam-dalam. Ia sudah mencoba meredam teriakan agar tidak membangungkan kedua sosok sepasang adam itu. Dalam imaji, Minseo selalu membayangkan hal ini menjadi sebuah ekspektasi nyata. Sekarang, imajinasinya menjadi kenyataan. Tidak sia-sia Minseo menggambar sebuah doujinshi dengan karakter Mingyu dan Wonwoo tanpa sepengetahuan mereka. Sungguh. Hari ini, Minseo sangat bahagia karena dapat melihat secara langsung bagaimana Kerealan hubungan kakaknya dengan Wonwoo. Dalam hati, ia bersorak penuh gembira merestui hubungan mereka.

Sejak pertama kali bertemu dengan Wonwoo, Minseo sudah yakin jika si surai coklat itu akan menjadi pasangan dari kakaknya. Mengingat sang kakak adalah seorang fudanshi kelas kakap seperti dirinya, yang tidak menutupi kemungkinan jika ia adalah seorang gay. Karena ingat. Fudanshi itu hanya sebuah mitos belaka. Tidak akan ada laki-laki normal yang menyukai cerita picisan para pelaku penyimpangan homosexual.

“Euhhmmm…” Wonwoo bergumam kecil, di sertai dengan matanya yang mulai terbuka pelan. Memperlihatkan manik foxynya yang mengerjap beberapa kali untuk memfokuskan retina. Si surai coklat terdiam sekejap hanya untuk mengumpulkan nyawa, dan membiarkan sel neuron di otak bekerja untuk menghantarkan informasi yang sudah mata dan indera perasanya rasakan.

“Whwahhhh…” Wonwoo berteriak kaget, di sertai dengan gerak refleks tangan untuk mendorong tubuh Mingyu. Hingga si surai pirang yang tadi masih asik di alam mimpi, terjatuh dari lantai. Terjembab ke lantai marmer dingin. Membuat Mingyu meringis sakit di bagian pantat.

“Aww.. Apa yang kau lakukan Won?!” Mingyu meringis sakit. Kesadarannya kembali dengan cepat karena Minseo terjatuh. Sekarang ia bisa melihat sosok Wonwoo yang menatapnya tajam, di sertai dengan pipi yang memerah. Sejak awal ia bangun, si surai coklat sudah menyadari keberadaan sosok yang berdiri di samping ranjang sebelah Mingyu. Sungguh. Ia benar-benar malu. Apa Minseo memikirkan hal yang aneh tentang dirinya dan Mingyu? Adik polos kesayangannya itu tidak boleh berpikiran yang tidak-tidak tentang mereka.

“Hahaha…” Suara tawa yang sangat Mingyu kenali terdengar jelas dari arah belakang. Si surai pirang segera berbalik, dan di sana, ia dapat melihat sosok Minseo yang tertawa keras. Sial! adiknya itu sudah berada di kamar sejak tadi, dan kini menertawakannya.

“Ya! Sejak kapan kau pulang?” Mingyu mulai berdiri dari acara terjatuhnya. Kini ia berdiri di hadapan Minseo yang mulai tersenyum penuh arti. Senyuman mengerikan yang bisa Mingyu artikan. ‘Apa kau sudah membuat Wonwoo Onii-san menjadi gay?’

“Hehe.. sejak dua puluh menit lalu aku sudah pulang dan melihat kalian tertidur sambil berpelukan.” Minseo tersenyum menggoda. Gadis itu berjalan melewati Mingyu dan duduk di samping Wonwoo yang masih diam di ranjang. Pemuda itu terlihat berpikir keras. Mungkin ingin menghindari topik ketahuan berpelukan di hadapan sang adik kesayangan.

“Tidak apa-apa Wonwoo Onii-san,” Minseo menggantungkan kalimat. Alisnya bergerak naik turun di sertai dengan senyum godaan ke arah Wonwoo. Membuat si surai coklat mengernyit heran. Tidak mengerti maksud dari adik kecilnya itu.

“apa kau menyukai Mingyu oppa?” Minseo berbisik pelan, dan pertanyaan itu mampu membuat Wonwoo melototkan mata. Ia menggeleng keras sebagai jawaban, dan hal itu malah membuat Minseo terkekeh penuh kemenangan.

“Hehe. Ya sudahlah Nii-san. Aku mendukungmu seratus persen jika bersama Gyu Oppa.” Dan setelahnya, gadis itu mulai berdiri. Berjalan keluar kamar.

“Ah. Iya. Oppa. Aku sudah membawakan doujin AoKise yang kau minta. Kau bisa mengambilnya di kamarku.” Kemudian Minseo meninggalkan Wonwoo dan Mingyu lagi di ruangan ini.

“Apa yang Minseo katakan?” Mingyu menilik menatap Wonwoo yang mulai melempar selimut. Si surai coklat berdiri dan berjalan ke arah toilet. Mengabaikan Mingyu yang masih terlihat keheranan.

“Aku akan pulang sekarang, Gyu.” Setelahnya Wonwoo menutup pintu toilet dengan keras. Mengabaikan Mingyu yang masih bingung dengan apa yang sudah adiknya katakan pada Wonwoo.

.

oOO

.

Jeon Wonwoo mendengus kesal saat menatap sosok pemuda bersurai coklat sebahu sudah duduk di ranjang milknya. Yoon Jeonghan tersenyum lima jari ke arahnya. Seolah tidak menyadari raut wajah penuh kebencian yang menguar dari Wonwoo. Pasalnya Wonwoo tidak selalu mengizinkan orang lain masuk ke dalam kamarnya yang penuh dengan poster-poster wifu. Hanya Mingyu saja yang ia izinkan masuk, karena mereka adalah sahabat satu perjuangan. Baekhyun saja yang selaku sang Ibu tidak pernah ia izinkan. Dan ini. Jeonghan yang merupakan sepupu jauhnya, selalu seenaknya masuk ke dalam kamar. Seolah kamar miliknya.

“Apa yang kau inginkan?” Wonwoo memutar bola mata kesal. Ia membuang asal tas selempangnya. Kemudian berjalan ke arah ranjang, dan membaringkan diri. Mengabaikan sosok Jeonghan yang masih tersenyum tidak jelas.

Jujur, Wonwoo sedang tidak mood meladeni tingkah Jeonghan. Dirinya sudah lelah, karena baru saja pulang dari rumah Mingyu secara tiba-tiba. Wonwoo ingin menghindar dari Minseo agar tidak menanyakan hal itu.

“Hanya mengunjungimu. Aku bosan berada di apartemen.” Jeonghan ikut membaringkan tubuhnya di samping Wonwoo.

“Kau masih saja menyukai gadis dua dimensi, Won..” Komentar Jeonghan di hadiahi delikan tidak suka.

“Berisik..”

“Aku jadi bertanya-tanya, apa kau menyukai gadis nyata? Jangan-jangan kau hanya bisa turn on jika membayangkan gadis khayalan dua dimensi? Bukan gadis yang menjadi teman nyatamu? Haha..” Jeonghan tertawa menyindir, dan hasil tawanya di hadiahi dengan timpukan guling pada tubuh sang sepupu. Membuat Jeonghan dengan refleks menangkisnya dengan cepat.

“Tentu saja aku bisa membayangkan manusia nyata yang bisa menjadi bahan delusiku!” Wonwoo mulai terduduk, dan kembali memberikan tatapan mematikan pada Jeonghan. Tapi sayang, tatapan itu sama sekali tidak mempengaruhi sang sepupu. Jeonghan malah semakin tertawa bahagia melihatnya.

“Buktikan, Jeon. Haha..” Suara tawa Jeonghan malah semakin terdengar memuakan di telinga Wonwoo.

“Baik. Aku akan membuktikannya, dan mengirimu video onaniku!”

“Hwahh… kau sungguh berani Wonu-ya,,” Jeonghan bertepuk tangan cukup keras. Tepukan tangan yang terasa meremehkan jika Wonwoo memang benar-benar bisa melakukan apa yang sudah ia ucapkan. Jujur saja, Jeonghan tidak yakin Wonwoo akan berani mengirimkan video onani dirinya sendiri. “siapa yang akan kau delusikan? Sahabatmu itu? Mingyu?”

“YA!” Kali ini, sebuah bantal kembali mendarat, tapi dengan mudah tertangkis dengan mudah oleh Jeonghan. Karena sang sepupu sudah berpindah tempat dan duduk di kursi meja belajar miliknya.

“Aku benar kan? Kau sama sekali tidak mempunyai bahan delusi gadis nyata. Teman wanita saja tidak punya. Haha..”

“A-aku punya..” Wonwoo menggigit bibir bawah dengan gugup. Kepalanya di paksa berpikir dengan keras. Ia mencoba mencari alasan yang cukup logis. Jika di pikir, ucapan Jeonghan memang ada benarnya. Selama ini, Wonwoo tidak pernah tertarik dengan seorang gadis nyata. Ia hanya tertarik pada gadis dua dimensi. Beronani pun hanya berdelusi dengan chara anime. Bukan dengan gadis nyata. Di sentuh pun tidak pernah. Berciuman? Pernah. Tapi itu pun dengan Mingyu. Tidak ada yang spesial, dan ia tidak mungkin mengakunya pada Jeonghan.

“Siapa?” Jeonghan memicingkan mata penuh selidik. Seolah menggali kebohongan yang Wonwoo ciptakan.

“Ada. Aku punya.”

“Mingyu?” Jeonghan menyeringai penuh godaan, dan hal itu malah membuat wajah Wonwoo memerah sempurna. Di lihat dari ekspresi si surai coklat, sepertinya Wonwoo memang sudah berubah haluan karena sahabatnya itu.

“Hwahh… kau sudah menjadi gay seperti ku?!” Jeonghan berteriak histeris. Menyatakan pernyataan sepihak yang ada di dalam benak dirinya. Jeonghan yakin jika Wonwoo memang sudah berbelok.

“TIDAK! AKU BUKAN GAY SEPERTIMU! DAN AKU AKAN BUKTIKAN JIKA BISA BERDELUSI DENGAN GADIS NYATA. SEPERTI YEWON !” Wonwoo berteriak marah. Wajahnya sudah memerah sempurna. Menahan amarah yang bersarang dalam hati akibat ucapan Jeonghan. Bagaimana mungkin jika sepupunya itu berpikir nista seperti itu? Ia tidak akan mungkin menjadi seorang gay. Apalagi jika pasangan gay nya adalah Mingyu. Fudanshi akut yang sama sekali tidak mempunyai faedah dalam kehidupannya.

“Buktikan saja padaku, Wonu-ya…” Dan setelahnya, Jeonghan melambaikan tangan. Berbalik menjauh dari kamar Wonwoo. Meninggalkan sang sepupu yang sekarang mengumpat kesal karena tidak terima dengan semua yang sudah ia ucapkan.

.

oOO

.

Wonwoo menggeram kesal. Sungguh ia sangat tidak menyukai sifat Jeonghan yang sok tahu. Maka dari itu Wonwoo akan membuktikan semuanya pada sang sepupu. Ia akan memberikan video onani dirinya sendiri, kemudian memperlihatkannya pada Jeonghan, lalu menghapusnya kembali. Simpel bukan? Lagi pula hanya video berdelusi. Wonwoo bisa membayangkan Yewon. Gadis paling cantik di kelasnya. Walaupun ia sama sekali tidak terlalu tertarik pada gadis itu, tapi Wonwoo yakin jika dirinya bisa melakukan onani dengan membayangkan Yewon. Lagi pula, tubuh Yewon benar-benar sempurna. Sexy seperti Momoi Satsuki.

Sekarang, dirinya sudah berada di dalam kamar mandi miliknya. Si surai coklat juga sudah menyetel video ponsel yang di pasang di dekat wastafel yang menghadap pada dirinya. Wonwoo sudah melorotkan celana sampai selutut. Ia duduk di atas kloset dengan perasaan ragu. Ia hanya tinggal membuka celana dalam saja. Setelah itu, semua akan selesai dan berakhir sebagaimana mestinya.

“Ahh.. sudahlah. Tidak ada gunanya menyesal.” Wonwoo kembali menggerutu. Tangan mulai bergerak melorotkan celana dalam berwarna putih miliknya. Hingga tubuh bagian Wonwoo sudah telanjang sepenuhnya.

Menelan saliva dalam, sebelum mulai menyentuh genitalnya secara pelan. Sentuhan pelan. Tapi mampu membuat tubuh si surai coklat bagaikan tersengat aliran listrik yang langsung mengalir ke seluruh tubuh. Wonwoo memejamkan matanya erat. Bibir bawah di gigit keras agar tidak mengeluarkan desahan sedikitpun, saat tangannya mulai bergerak naik turun menyentuh batang genitalnya sendiri. Meraba, mengelus, dan mengocoknya dengan pelan.

“Anhh…” Desahan kecil lolos begitu saja. Dalam imajinasinya saat ini, tidak ada sosok Yewon. Reseptor otak Wonwoo hanya bisa membayangkan satu sosok. Satu sosok yang sama sekali tidak ingin ia ucapkan. Tapi dalam benaknya, Wonwoo benar-benar menginginkan sentuhan itu.

Jujur. Wonwoo masih mengingat dengan jelas bagaimana sentuhan hangat Mingyu. Pelukan pemuda itu, dan juga ciumannya. Entah kenapa, saat ini, Wonwoo malah membayangkan jika bibir Mingyu tengah bergelirya ke seluruh tubuhnya. Katakan ia memang gila saat ini. Tapi si surai coklat tidak peduli. Asalkan fantasi liarnya membuat tubuh melayang, maka semua tidak akan menjadi masalah. Sekali pun Jeonghan kembali mengejeknya.

“G-gyunhhh…” Desahan yang mengalun mengumandangkan nama sang sahabat terdengar begitu saja. Di ikuti dengan gerakan tangan yang semakin bergerak dengan cepat namun teratur. Membuat seluruh darah dari dalam tubuhnya mengalir pada satu titik genital dan bertumpu di sana.

“Akhhh… Gyuuhhh…

“W-w-wonwoo.. a-apa yang kau lakukan?” Suara bariton tiba-tiba mengalun merasuki gendang telinga si surai coklat. Reseptor telinga dengan refleks mengantarkan impuls ke otak dalam beberapa detik. Hingga tubuh Wonwoo tiba-tiba saja menengang. Membatu. Gerakan tangannya pun terhenti seketika. Di ikuti dengan matanya yang membulat horor saat melihat sosok yang terpaku di hadapannya.

Entahlah. Sepertinya mengumpat beberapa kali pun tidak akan pernah cukup. Kesialan memang sedang menimpa dirinya hari ini. Pertama adalah di tantang oleh Jeonghan, dan yang kedua adalah dirinya yang lupa mengunci pintu saat akan melakukan hal nista di dalam kamar mandi.

“M-ming-gyu…”

TeBeCe

Wkwkwk. Asli ini emang mentok, dan saya ga tau kenapa ini malah jadi kayak gini. Gaje? Memang. Saya memang ratu ga jelas kalau buat FF. Plot ini aja seolah dapet pencerahan setelah baca tips dari Kak Kii.

Ternyata gue berfaedah.. dari pada cerita ini di dis. Mending di bobrokin aja sekalian. Wkwk

Bye. Dan Happy Bday Mingyu.. Happy Bday too Mori-chan..

Duh tebaran momen bareng pas ultah, serasa dunia milik berdua ae lu gyu. Wkwk

Tadi mau di jadiin 5 k. Tapi ga cukup waktunya dan tugas gue jg ngejar buat di kerjain. Hahah. Jadi pendek. Wkwkwk

Bye mau hiatus. Mwahh :*

Review?

Morichan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s