Protected: Ghost Of Chanyeol | Chap 6| End Chap| NC| BaekYeol FF| Yaoi


This content is password protected. To view it please enter your password below:

Advertisements

Ghost Of Chanyeol | Chap 5| ChanBaek| Yaoi

7

Ghost of Chanyeol

T/T+/M

Romance, Fantasy, Suspense

Chanyeol yang patah hati karena Ia di tolak yeoja pujaannya. Akhirnya tanpa di sadari, ia tertabrak mobil. Menyebabkan semua orang tak dapat melihatnya. Kecuali Baekhyun yang mempunyai perasaan khusus padanya. Akankah Chanyeol kembali hidup lagi?

Warning: Typos, OOC, abal, dll

a/n: Terinspirasi dari komik bishojou,. Tapi saya lupa judulnya apa. Dan ini adalah repost ulang dari FF sebelumnya, yang sudah di rombak ^^ baca author note saya di bawah buat penjelasan hantunya

Park Chanyeol X Byun Baekhyun

Oh Sehun X Xi Luhan

EnJOY!

Happy Reading ^^

.

oOo

.

Mata obsidian Chanyeol membulat seakan tak percaya dengan apa yang retinanya tangkap. Mata obsidian itu kini terfokus pada sosok Baekhyun yang berdiri di belakang Sehun dengan mata yang mengerjap lucu ke arahnya. Ini benar-benar konyol. Chanyeol harus membuktikan bahwa matanya salah lihat. Iya, tentu saja matanya salah. Dengan perlahan Chanyeol berjalan ke arah Baekhyun yang berada di belakang Sehun. Namja berkulit albino itu nampak mengerti, dan menjauh beberapa langkah sehingga Sehun berada di samping Luhan yang tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi di ruangan ini.

 

“E-eh? Kenapa aku ada dua?” Baekhyun menunjuk tubuhnya yang terbaring di atas ranjang UKS. Ini seperti sebuah mimpi, ah tidak seperti film yang dulu pernah dilihatnya- Insidious!! Baekhyun merasa seperti itu sekarang. Tapi ini tidak mungkin kan? Mana ada kejadian seperti itu, dimana ia bisa melihat tubuhnya sendiri. Ia juga masih bisa melihat Chanyeol, Sehun dan Luhan. Matanya masih bisa melihat dengan jelas sosok Chanyeol yang berada di depannya, lalu mengulurkan tangannya. Ia bisa merasakan sentuhan namja jangkung itu dengan jelas.

 

“Baekie Hyung, sepertinya kau mengalami hal yang sama dengan Chanyeol Hyung. Roh mu keluar dari dalam tubuhmu.” Sehun yang sedari tadi berdiri di samping Luhan mulai menghampiri Baekhyun. Sedangkan Luhan hanya terdiam melihat suasana yang ada di ruang UKS itu. Sesaat hal ini membuat Luhan kesal. Hanya dirinya lah yang tidak dapat melihat hal gaib. Jika seperti ini, Luhan ingin sekali mempunyai indera ke enam seperti Sehun. Tapi Sehun pernah memberitahunya, bahwa memiliki penglihatan yang berbeda dengan orang normal itu menakutkan, dan Luhan benci hal yang menakutkan.

 

“B-benarkah? Lalu bagaimana caraku agar cepat kembali ketubuhku Sehun-ah?” Wajah Baekhyun kini terlihat panik. Namja manis ini kini benar-benar takut jika Ia tidak bisa kembali ke tubuhnya dan harus koma seperti yang pernah Chanyeol alami. Ah, Itu sama sekali tak ada di dalam pikiran Baekhyun jika kejadian seperti Chanyeol akan menimpa dirinya.

 

“Aku tak tahu, Hyung. Mungkin Nuna ku bisa membantu mu.” Ucap Sehun sambil melirik Luhan. Sehun tahu namja manis kesayangannya itu kini tengah kesal karena sama sekali tidak bisa melihat sosok Baekhyun.

 

“Ahh.. Menyebalkan. Kenapa aku tak bisa melihatmu Baekhyun-ah?” Dengus Luhan sambil mengerucutkan bibirnya lucu.

 

“Lebih baik aku pulang saja.” Luhan berbalik dan menghentakan kakinya kesal keluar dari UKS. Jika Luhan terus berada di sana ia hanya seperti orang idiot. Luhan juga tidak bisa membantu banyak karena ia sama sekali tidak bisa melihat hantu.

 

“Sehun, sebaiknya kejar Luhan Hyung. Biar aku bersama dengan Baekhyun.” Chanyeol menepuk bahu Sehun mengisyaratkan agar Sehun segera meninggalkannya dengan Baekhyun, dan mengejar Luhan. Chanyeol tidak ingin jika Luhan dan Sehun bertengkar karena hal ini.

 

“Baiklah.” Sehun pun berbalik dan mulai mengejar Luhan keluar. Ia benar-benar harus menenangkan Luhan. Karena sepertinya sifat childish Luhan sedang dalam level tinggi.

 

Setelah Sehun keluar dari ruang Uks, yang ada disana hanya Chanyeol dan Baekhyun. Baekhyun masih terlihat panik, dan Chanyeol membawa Baekhyun dalam pelukannya. Berusaha menenangkan Baekhyun dengan cara mengelus punggung namja itu. Walaupun mungkin jika ada oraang yang lewat akan ia akan mengira bahwa Chanyeol seperti orang gila yang tengah memeluk dirinya sendiri. Tapi dalam visual Chanyeol dia memang sedang memeluk Baekhyun yang kini mulai terisak pelan dalam pelukannya. Bahu Baekhyun bergetar hebat, dan Chanyeol mengelus kepala Baekhyun dengan lembut. Sehingga membuat namja manis itu mendongak ke arahnya dengan mata berlinang air mata.

“Uljimma, aku ada bersamamu Baekie-ah. Aku akan membuatmu kembali ke tubuhmu.” Chanyeol mengusap pipi Baekhyun dengan lembut. Ia bisa melihat Baekhyun mulai terlihat tenang akibat sentuhannya.

 

“Jinjja?” Baekhyun melepaskan pelukannya dari Chanyeol dan kembali mengerjapkan matanya. Ia benar-benar berharap jika Chanyeol akan menolongnya. Baekhyun tidak ingin menjadi roh. Ia ingin hidup. Banyak hal yang belum Baekhyun capai dalam hidupnya.

 

“Ne Baekie-ah. Aku akan melakukan apapun agar kau bisa kembali.” Sudut bibir Chanyeol tertarik saat melihat wajah Baekhyun di jarak sedekat ini. Jujur saja, kali ini jantungnya berpacu dua kali lipat jika berada di dekat Baekhyun.

 

“Gomawo Chanie-ah.” Baekhyun kembali memeluk Chanyeol erat, dan Chanyeol dengan senang hati membalas pelukan namja manis itu. Mengusap punggung Baekhyun dengan lembut agar Baekhyun tidak bersedih lagi karena peristiwa yang menimpanya.

.

oOo

.

Luhan berjalan dengan sangat cepat, Ia tahu jika Sehun pasti akan mengejarnya. Karena terdengar langkah kaki tergesa-gesa di belakangnya. Dugaan Luhan memang tepat! Terbukti dengan suara berat milik Sehun yang terdengar jelas memanggil namanya.

 

“Luhaniee..” Sehun mengejar Luhan sambil berteriak. Ia tidak menyangka jika Luhan bisa berlari secepat itu. Tapi tetap saja Sehun lebih cepat. Sekarang langkahnya dengan Luhan hanya sedikit lagi. Sehun dengan cepat menangkap lengan Luhan dan menariknya. Membuat Luhan terperangah kaget karena tidak sempat menyadari bahwa Sehun tengah menariknya dan kini memeluknya erat. Sial! Sehun benar-benar lebih cepat dari dugaannya.

 

“Kenapa pergi begitu saja hm??” Sehun berbisik pelan di telinga Luhan. Kini mereka tengah berada di tengah koridor sekolah. Ah, posisi ini membuat Luhan tidak nyaman jika ada yang melihatnya. Ini di tempat umum ! Tapi untung saja para siswa kini tengah belajar di kelas masing-masing sehingga koridor ini sepi. Karena pada dasarnya Luhan, Sehun dan juga Chanyeol membolos dari kelas hanya untuk mengecek keadaan Baekhyun.

 

“Aku kesal.” Luhan mengerucutkan bibirnya lucu. Membuat Sehun yang melihat tingkah Luhan terkekeh pelan. Jika Luhan mengerucutkan bibirnya seperti itu, Sehun jadi ingin melumat bibir poutynya.

 

“Ikut aku.” Tanpa pesetujuan dari Luhan, Sehun langsung menarik Luhan ke ruang aula yang ada di sampingnya. Untung sana aula itu tidak terkunci dan tidak ada yang pakai. Sehingga hanya ada mereka berdua di ruangan ini. ini sangat menguntungkan untuk Sehun.

 

Krittt

 

Sehun mengunci pintu itu cepat, dan menghimpit tubuh Luhan di depan pintu. Luhan merasakan firasat tidak enak melihat Sehun yang seperti ini. nafas hangat Sehun menerpa wajah Luhan. Wangi citrus yang menguar dari tubuh Sehun dapat Luhan rasakan dari jarak sedekat ini.

 

“Kau kesal kenapa hm?” Sehun kembali berbisik di telinga Luhan sambil mencium wangi vanilla yang menguar di tubuh kekasihnya. Sehun menyukai wangi Luhan. Wangi tubuh Luhan sangat memabukkan, dan dapat membuat libidonya naik dengan cepat hanya dengan mencium wanginya.

 

“Karena aku tidak bisa melihat makhluk gaib seperti mu. Bahkan aku tidak bisa melihat Baekhyuniee.” Luhan mulai melingkarkan lengannya ke leher Sehun. Bibirnya masih mengerucut kesal, dan tingkah dari Luhan membuat Sehun gemas melihatnya.

 

“Kau akan takut jika melihat makhluk seperti itu. Aku yakin kau akan ketakutan. Muka mereka hancur, Hannie.” Sehun berbisik seduktif di telinga Luhan. Lidahnya terjulur menyentuh telinga Luhan. Membuat Luhan merasakan sensasi geli akibat Luhan Sehun.

 

“B-benarkah? “ Luhan mengerjap lucu membuat Sehun semakin tidak tahan untuk memakannya. Ah, Luhan benar-benar menggodanya sekarang.

 

“Tentu aku tidak bohong, ayolah jangan mengambek seperti tadi.” Tanpa basa basi Sehun langsung mencium bibir Luhan cepat. Membuat Luhan mengerang tertahan akibat ciuman yang di berikan Sehun. Lumatan bibir Sehun selalu membuat Luhan ketagihan. Dan tentu saja kegiatan panas mereka berlanjut di ruang aula sekolah.

.

oOo

.

Chanyeol memasuki mobil Chevrolet berwarna hitam miliknya. Chanyeol bertekad akan membawa Baekhyun ke rumah Sehun. Malam ini Sehun harus bisa membantunya agar Baekhyun cepat kembali ke tubuhnya. Chanyeol menidurkan tubuh Baekhyun di mobil belakang. Sementara roh Baekhyun beraada di sampingnya.

 

“Gomawo Channie-ah, kau mau membantuku. Aku senang sekali.”Baekhyun tersenyum riang. Baekhyun terlihat sangat bahagia sekarang. Membuat Chanyeol tersenyum karena Baekhyun benar-benar sangat manis sekarang.

 

“Cheonma, aku sangat senang jika kau cepat masuk kembali kedalam tubuhmu Baekie.” Dan Chanyeol langsung mengemudikan mobil miliknya menuju rumah Sehun. Meninggalkan bangunan sekolah di belakangnya.

.

.

.

Setelah sampai di rumah megah bergaya eropa milik keluarga Oh. Chanyeol dan Baekhyun segera turun dan di sambut oleh beberapa maid disana. Jika kalian tahu maid keluarga Oh adalah para ‘Hantu’ Chanyeol yang memang tak mempunyai mata batin hanya berjalan lurus menggandeng tangan Baekhyun yang ketakutan. Tentu saja Baekhyun bisa melihat para maid hantu itu. Yah, Baekhyun sekarang bisa di bilang ‘hampir seperti mereka’

 

Di depan pintu besar itu berdiri sosok Sehun yang tengah memandang mereka berdua. Senyum tipisnya tergambar jelas di wajah Sehun.

 

“Kenapa kau kesini Hyung?” Tanya Sehun penasaran yang melihat Chanyeol dan Baekhyun mampir ke rumahnya. Karena jarang sekali jika Chanyeol berkunjung ke rumah berisi hantunya.

 

“Aku ingin kau segera membuat Baekhyun kembali ke tubuhnya. Nunamu ada kan? Ayolah bantu aku!! “ Ucap Chanyeol dengan tidak sabaran. Manik obsidiannya menatap Sehun serius. Kali ini, Sehun harus membantunya dengan cepat.

 

“Baiklah ayo masuk, Nuna ada di kamarnya.” Sehun pun mengajak mereka masuk ke salah satu kamar yang ada disana. Di samping pintu besar tadi. Rumah Sehun benar-benar megah. Sudah jelas Sehun adalah orang kaya. Satu ruangan kamar saja mempunyai pintu setinggi empat meter.

 

Ceklek

 

Pintu kamar itu terbuka, terdapat yeoja berambut panjang yang hanya mengenakan tanktop hitam dengan hotpants tengah berbaring di ranjang queen size bersprei ungu disana.Dia adalah Oh Hyuna- Kakak Sehun yang pertama.

Hyuna menolehkan kepalanya, saat mendengar pintu kamarnya terbuka. Ia pun tersenyum dengan ramah saat melihat adik dan kedua temannya datang. Sangat jarang Sehun membawa teman ke rumah, dan itu membuat Hyuna sangat senang.

“Ada apa?” Tanya Hyuna penasaran. Yeoja itu kini berdiri menghampiri Sehun, Chanyeol dan Baekhyun. Senyum masih bertengger di wajah cantik Hyuna. Yeoja itu benar-benar mempesona.

 

“Nuna, bantu Baekie Hyung kembali ke tubuhnya. Saat ini Ia adalah roh.” Jelas Sehun yang kemudian duduk di sofa empuk milik Hyuna yang berada di tengah kamar Hyuna.

 

“Ah, aku pernah mengalami kasus yang seperti ini. Baiklah bawa tubuh asli namja cantik ini Hunnie. Ia terjebak di alam sana. Dan ia tak ingin kembali dulu,dan jika ingin menyelamatkannya, salah satu dari kalian harus pergi kesana membujuk Baekhyun agar segera pulang.” Jelas Hyuna dengan serius. Hyuna tentu pernah membantu kasus yang sama dengan yang Baekhyun alami.

 

“Baiklah aku yang akan menyelamatkannya Nuna.” Chanyeol menghampiri Hyuna dengan tatapan serius, dan mengenggam tangan Baekhyun dengan erat. Membuat Baekhyun tersipu malu karena tingkah Chanyeol yang membuat hatinya berdebar.

“Baiklah, Sehun bawakan tubuh Baekhyun dan letakan Ia di ranjang.” ucap Hyuna, dengan nada perintah yang selalu membuat Sehun jengkel. Ah- Sungguh, Sehun tak menyukai sifat Nunanya yang selalu memerintah seperti ini.

 

“Arraseo.” Dan Sehun pun dengan terpaksa bangkit dari kursinya, dan melenggang pergi keluar untuk membawa tubuh asli Baekhyun.

 

“Ehh, Sehun biar aku saja yang membawa Baekhyun. Aku tak ingin kau menyentuhnya sedikitpun.” Suara bariton milik Chanyeol sukses menghentikan langkah Sehun.

 

“Ah, begitu lebih baik.” Sehun pun tersenyum senang, dan kembali duduk di sofa empuk milik Hyuna. Sehun baru tahu jika Chanyeol sangat posesive jika menyukai seseorang.

 

Chanyeol pun segera berlari keluar rumah megah keluarga Oh itu. Ia segera mengambil kunci mobilnya disaku celananya dan membuka mobil Chevrolete hitam favoritnya. Chanyeol dengan perlahan masuk ke dalam mobilnya. Terlihat tubuh Baekhyun yang sedang tidur terduduk di sofa mobil. Mata cantiknya terpejam sempurna. Chanyeol akhirnya masuk kedalam mobilnya dan memandangi wajah cantik Baekhyun.

“Kau benar-benar cantik. Baru kali ini aku mengalami perasaan aneh dengan debaran jantung yang membuatku ingin memilikimu, Baekhyun-ah.” ujar Chanyeol pelan, sambil mengelus pipi Baekhyun. Ia pun mengecup pipi Baekhyun pelan.

 

“Saranghae.” Chanyeol segera menggendong tubuh Baekhyun ala bridal dan segera keluar dari mobilnya. Ia harus cepat mengembalikan Baekhyun ke dalam tubuhnya. Setelah itu, Chanyeol bisa mengatakan perasaan sebenarnya pada Baekhyun.

 

Hanya butuh sepuluh menit untuk Chanyeol kembali ke kamar Hyuna dengan Baekhyun di dalam gendongannya.

 

“Tidurkan Baekhyun di ranjang.” Perintah Hyuna mutlak, dan Chanyeol dengan patuh mematuhinya. Ia menidurkan Baekhyun dengan perlahan di ranjang milik Nuna Sehun itu.

 

“Lalu sekarang bagaimana lagi?” Tanya Chanyeol penasaran apa yang harus ia lakukan untuk menolong Baekhyun.

 

“Baekie chagi, cobalah untuk masuk kedalam tubuhmu. Untuk Chanyeol tidurlah di samping Baekhyun. Ingat kau harus tertidur. Aku disini akan membacakan mantra untuk membuatmu bertemu di alam bawah sadar Baekhyun. Kau harus berhasil membujuk Baekhyun untuk kembali. Dan jika kau berhasil akan ada sebuah gerbang besar yang menghubungkanmu dengan dunia nyata. Kau harus memasuki gerbang itu bersama Baekhyun. Dan Tada~ Kalian hidup kembali” Jelas Hyuna panjang lebar dengan senyuman khasnya.

 

Setelah mendengarkan penjelasan Hyuna, Baekhyun mencoba untuk masuk kedalam tubuhnya. Chanyeol pun melakukan hal yang di perintahkan Hyuna. Ia tidur di samping Baekhyun. Tidur dengan lelap sampai memasuki alam mimpinya.

 

“Lalu apa yang harus ku lakukan?” Tanya Sehun sambil memandang Hyuna yang terlihat sangat serius. Sepertinya Nunanya itu sangat menyukai hal seperti ini.

 

“Diam, dan perhatikan saja Baby.” Dan Hyuna pun memulai aksinya. Yeoja cantik itu berdiri di samping Baekhyun, Ia mulai mengucapkan sebuah mantranya. “Exuize teaxtra.”

 

 

Tebece ^^

Saya warning !! Ending chap depan gaje dengan berakhir nc kimochi. wkwk

Review??

 

XOXO

Astia Morichan^^

Ghost Of Chanyeol | Chap4| Yaoi| Baekyeol FF|

22

Ghost of Chanyeol

T/T+/M

Romance, Fantasy, Suspense

Chanyeol yang patah hati karena Ia di tolak yeoja pujaannya. Akhirnya tanpa di sadari, ia tertabrak mobil. Menyebabkan semua orang tak dapat melihatnya. Kecuali Baekhyun yang mempunyai perasaan khusus padanya. Akankah Chanyeol kembali hidup lagi?

Warning: Typos, OOC, abal, dll

a/n: Terinspirasi dari komik bishojou,. Tapi saya lupa judulnya apa. Dan ini adalah repost ulang dari FF sebelumnya, yang sudah di rombak ^^ baca author note saya di bawah buat penjelasan hantunya

Park Chanyeol X Byun Baekhyun

Oh Sehun X Xi Luhan

EnJOY!

Happy Reading ^^

oOo

 

Baekhyun tercengang saat mendengar ucapan Chanyeol. Manik coklatnya membulat tak percaya. Ah, pendengaran Baekhyun pasti salah kan? Chanyeol tidak mungkin melupakannya secepat itu setelah apa yang telah mereka alami. Ini pasti hanyalah delusi dari alam bawah sadar Baekhyun.

 

“Siapa kau?” Suara bariton milik Chanyeol kembali menyadarkan Baekhyun dari ketidakpercayaannya. Dengan ragu, baekhyun mencoba mencubit lengannya sendiri. Mencoba meyakinkan bahwa semua ini hanyalah mimpi. Tapi sayangnya kenyataan menamparnya. Baekhyun dapat merasakan kulitnya sakit saat dirinya mencubit lengannya sendiri. Chanyeol benar-benar melupakannya. Namja itu kembali tidak mengenal Baekhyun.

‘Kenapa? Kenapa Chanyeol sama sekali tidak ingat padaku?’ Baekhyun tersenyum miris sambil menatap Chanyeol yang berbaring di ranjang pasien itu sambil menatapnya aneh. Curiga? Mungkin iya. Siapa yang tidak akan curiga jika melihat seseorang yang belum Ia kenal ada di tempat ini. Itu lah pikiran Chanyeol. Ia curiga jika namja berperwakan mungil itu hanya sok kenal dengannya.

“K-kenapa kau lupa padaku?” Baekhyun bergumam lirih, tapi suaranya dapat terdengar jelas oleh semua orang yang ada di ruangan Chanyeol. Termasuk Chanyeol yang langsung menatap Baekhyun dengan intens. Seolah mencari sesuatu di manik kecoklatan Baekhyun. Sesuatu yang seolah-olah menghilang. Tapi Chanyeol tidak tahu apa itu. Ia sama sekali tidak mengerti apa yang hilang saat manik kecoklatan Baekhyun menatapnya dengan tatapan sedih bercampur kecewa.

 

“Ehmm..” Alis Chanyeol terangkat saat ia menatap Baekhyun semakin dalam. Chanyeol ingat sekarang. ia tahu siapa namja yang berdiri di hadapannya. Chanyeol memang pernah melihat wajah Baekhyun di sekolah. Tapi ia tidak mengenal Baekhyun, hanya mengetahui nama dan wajah saja.

 

“Aku tahu, kau Baekhyun bukan? Kita satu sekolah.” Chanyeol tersenyum tulus, entah lah. Ada rasa hangat ketika Ia menatap Baekhyun. Tapi juga sakit ketika melihat Baekhyun menatap kecewa kepadanya.

 

“Ya, kita memang satu sekolah Channie.” Chanyeol mengernyit heran saat mendengar panggilan Baekhyun untuknya. Setahu Chanyeol tidak pernah ada seorang pun yang memanggil nama panggilannya seperti itu, kecuali orang yang sudah dekat dengannya bisa dengan bebas memanggil namanya.

‘Apakah Baekhyun sedekat itu denganku? Tapi kenapa aku tak mengenalnya?’ Chanyeol kembali menatap Baekhyun yang masih berdiri di samping sehun dan Luhan. Chanyeol dapat melihat Baekhyun yang menahan tangisnya. Bisa Chanyeol lihat Baekhyun menggigit bibir bawahnya dengan keras. Dan Chanyeol tahu, bahwa Baekhyun menahan perasaannya.

 

“Hm, sebaiknya aku pulang. Permisi.” Baekhyun tidak kuat berada di tempat ini lebih lama. Ia ingin segera pulang, dan menangis di dalam kamarnya. Kemudian Baekhyun pun membungkukkan badannya, dan segera keluar dari kamar rawat Chanyeol.

 

“Baekie-ah tunggu.” Dan Luhan pun langsung berlari keluar menyusul Baekhyun. Meninggalkan Sehun dan Chanyeol disana.

“Kau tak ingat padanya?” Tanya Sehun sambil menarik kursi lalu duduk di dekat Chanyeol. Tatapan Sehun terlihat serius. Baru kali ini Chanyeol melihat namja berkulit albino itu memasang ekspresi seperti ini.

“Tidak, aku hanya tau namanya saja.” Chanyeol menatap Sehun intens, seakan meminta penjelasan dari Sehun. Chanyeol tahu ada yang salah, dan ia membutuhkan penjelasan tentang siapa Baekhyun. Tidak mungkin Baekhyun terlihat sangat kecewa jika dirinya dan Baekhyun hanya sebatas teman biasa. Hubungan dengan Baekhyun pasti lebih dari itu. Mungkinkah Baekhyun sudah menjadi sahabatnya seperti Sehun dan Luhan?

“Oh, aku kira kau ingat. Bahkan aku kira kau menyukainya hyung.” Sehun lalu mengambil apel yang di dekat Chanyeol dan memakannya. Mengabaikan tatapan penuh tanya dari Chanyeol.

“Kenapa kau berpikiran seperti itu? Aku tak mungkin menyukai orang yang tidak aku kenal Sehun. Dan aku hanya menyukai Eunji.” Suara Chanyeol terdengar tidak yakin ketika mengucapkan nama Eunji. Yeoja yang selama ini di kejarnya. Ini aneh. Kenapa sekarang Chanyeol biasa saja saat mendengar nama yeoja itu?

“Oh. Aku kan hanya mengira, dan mungkin sebaiknya kau mengingat masa-masa kau dengan Baekhyun beberapa hari ini hyung.” Sehun pun meninggalkan Chanyeol yang masih berbaring di ranjangnya. Seolah mulai mengingat apa yang dikatakan Sehun. Chanyeol memejamkan matanya perlahan mencoba mengingat tentang namja bernama Baekhyun itu. Ia harus mengingat tentang Baekhyun. Chanyeol harus mengingat Baekhyun jika ia tidak ingin menyesal.

 

.

oOo

.

“Hiks, kenapa aku menangis? Aku tidak seharusnya menangisi Chanyeol. Chanyeol memang menyukai Eunji. Jadi..Jadi dia tidak akan mungkin meyukaiku. Tapi kenapa disini rasanya sakit sekali?” Baekhyun menyentuh dadanya yang terasa sakit. Air matanya tiba-tiba membasahi pipi mulusnya. Ini benar-benar sakit. Rasa sakit yang menyerang dadanya bahkan lebih sakit dari pada luka saat ia jatuh dari sepeda. Baekhyun tidak suka rasa sakit ini.

 

Tapp Tapp

 

Terdengar suara langkah kaki mendekati Baekhyun yang masih menangis. Luhan mendekati Baekhyun dan duduk di samping Baekhyun. Luhan tahu bagaimana perasaan Baekhyun saat ini. Baekhyun pasti sangat terluka karena perilaku Chanyeol barusan. Dengan perlahan, Luhan mengulurkan lengannya dan memeluk Baekhyun dengan erat. Seolah mencoba menghilangkan rasa sedihnya. Tubuh Baekhyun bergetar hebat dalam pelukan Luhan. Air mata Baekhyun bahkan membasahi seragam Luhan.

“Hikss.. L-luhan. Hikss.. E-entah kenapa rasanya sakit sekali.. Hikss…” Baekhyun semakin mengeratkan pelukannya pada Luhan. Air matanya sama sekali tidak berhenti saat Luhan mengelus punggung Baekhyun lembut.

“Sudahlah, kau tak usah memikirkannya, dia mungkin memang lupa padamu. Tapi aku yakin di lubuk hatinya dia akan mengingatmu. Kau tahu sendiri bukan bahwa hanya kau yang bisa melihat sosok Chanyeol saat ia menjadi hantu?”

 

“Hiks, Tapi.. a-aku.. Hikss.. E-entahlah Lu.. R-rasanya sakit sekali.. Hikss..” Baekhyun melepaskan pelukannya, dan mengusap kasar air matanya yang sejak tadi membasahi pipinya. Seharusnya Baekhyun tidak boleh menangis. Karena Baekhyun adalah namja yang kuat. Ibunya selalu bilang jika laki-laki itu tidak boleh menangis.

 

“Sudahlah, masih banyak namja lain yang menyukaimu Baekie. Kau tidak seharusnya terlalu memikirkan Chanyeol. Sebaiknya kita kembali ke tempat Chanyeol, dan membuktikan bahwa kau itu kuat. Kajja.” Luhan menarik tangan Baekhyun supaya berdiri. Menatapnya seolah ingin memberikan semangat pada Baekhyun.

 

“Ehmm, sebaiknya tidak perlu Lu. Aku hanya ingin pulang saja. Aku lelah.” Baekhyun berusaha menolak ajakan Luhan dengan halus. Jujur saja Ia belum siap jika bertemu dengan Chanyeol lagi. Mungkin lebih baik menjauhinya. Baekhyun harus move on dan melupakan perasaannya pada Chanyeol. ia tidak mau merasakan rasa sakit ini.

Luhan hanya mengangguk pelan. Luhan sangat paham jika Baekhyun memerlukan waktu untuk sendiri.

“Gomawo, Luhan” dan Baekhyun berbalik setelah melambaikan tangannya pada Luhan. Berjalan dengan perlahan ke depan, karena jalan raya ada di depan sana. Baekhyun hanya memerlukan taksi untuk mengantarnya pulang ke rumah.

 

.

oOo

.

Baekhyun berbaring di tempat tidurnya yang nyaman. Memejamkan matanya perlahan, walaupun airmatanya terus membasahi wajah cantiknya. Sungguh, Baekhyun berharap bahwa Ia hanya sedang bermimpi buruk. Dan ketika esok Ia terbangun dari mimpi buruk ini. Ia masih bisa melihat Chanyeol yang masih berwujud roh, dan memeluknya. Tapi sepertinya itu mustahil. Karena ini semua bukan mimpi. Ini nyata !! dan Baekhyun harus mencoba menerima kenyataan pahit ini.

“Haruskah aku melupakannya? Mungkin memang sebaiknya aku melupakan Chanie. Kami bisa dekat hanya ketika dia menjadi roh. Tentu saja, Ia tidak akan ingat.” Gumam Baekhyun pelan, dan tanpa sadar Ia telah bernafas dengan teratur. Menandakan bahwa namja manis itu sudah masuk dalam mimpinya. Baekhyun benar-benar sudah bertekad jika ia akan melupakan Chanyeol.

 

Keesokan paginya, Baekhyun terus menjalani hidupnya seperti biasa. Seolah Ia pun ikut lupa dengan Chanyeol. Sudah hampir dua minggu, Baekhyun selalu memaksakan senyum ketika tiba-tiba Chanyeol menyapanya bersama Eunji, dan saat ini pun sama. Di lorong kelas itu, Baekhyun berjalan sendiri. Ia berniat untuk pergi keperpustakaan. Tapi langkahnya terhenti ketika melihat Chanyeol dengan Eunji. Ia berniat akan membalikan badannya. Berbalik arah agar tidak melihat Chanyeol. Tapi sepertinya niatnya kali ini gagal, karena tiba-tiba saja Chanyeol memanggil namanya. Baru kali ini Chanyeol memanggilnya sejak mereka sering berpapasan di koridor.

“Baekhyun-ah, tunggu sebentar.” Chanyeol berlari kecil menghampiri Baekhyun, setelah berbicara pada Eunji, dan Eunji pun meninggalkan mereka berdua di koridor.

“Kau memanggilku?” Baekhyun bertanya dengan nada datarnya. Menatap Chanyeol penuh tanda tanya. Untuk apa Chanyeol memanggilnya? Mereka bukan teman. Hanya sekedar kenalan sekarang.

“Aku hanya ingin bisa lebih dekat denganmu Baekhyun-ah.”

“Eh??” Baekhyun membulatkan matanya tak percaya. Apa kali ini pendengarannya salah lagi? Chanyeol pasti sedang mabuk saat mengatakan ini.

“Ya, a-aku hanya ingin kita bisa berteman.” Ucap Chanyeol yang terdengar gugup. Sungguh jika Ia ingin jujur. Chanyeol selalu memperhatikan Baekhyun setiap saat, sejak saat itu. Sialnya, jantungnya selalu berdegup kencang hanya karena melihat Baekhyun dari jauh. Dan Chanyeol tidak tahan jika hanya menatap namja itu dari kejauhan saja.

 

Baekhyun memiringkan kepalaya, seolah mencerna apa yang dikatakan Chanyeol tadi. Keningnya berkerut, seolah berpikir dengan tawaran Chanyeol.

‘Berteman?’ kata-kata itu terngiang di kepalanya. Ah, mungkin memang lebih baik jika Ia berteman dengan Chanyeol. Ia juga bisa dekat dengan Chanyeol, dan Baekhyun tidak usah berusaha menjauhinya seperti dua minggu terakhir ini. Tawaran ini benar-benar menguntungkan untuknya. Ah- sepertinya Baekhyun harus membatalkan niat move onnya.

 

“Baiklah, kita berteman Chaniie.” Baekhyun mengulurkan tangannya, lalu disambutnya uluran tangan itu oleh Chanyeol dengan senyum yang terpampang jelas di wajah tampannya itu. Chanyeol meremas tangan Baekhyun dengan lembut, membuat Baekhyun merona di buatnya.

“Gomawo Baekie-ah” Baekhyun hanya menganggukan kepalanya dan tersenyum tulus. Dan mereka pun berjalan bersama menuju ke atap sekolah. Baekhyun selalu menghabiskan jam istirahat disana, sambil menghambiskan bekal makan siangnya. Mungkin kali ini Ia akan menghabiskan jam istirahat siangnya bersama dengan Chanyeol berdua.

 

Hanya butuh beberapa menit untuk sampai di atap sekolah. Tempat ini memang selalu sepi. Sangat jarang siswa yang diam di atap. Kecuali Baekhyun dan Luhan tentunya. Tapi sekarang Baekhyun dan Chanyeol yang duduk di atap. Semilir angin sejuk berhembus menerpa wajah Baekhyun dan Chanyeol. membuat Baekhyun memejamkan matanya menikmati angin sejuk yang ada di atap sekolah. Sementara Chanyeol, tentu saja asyik memperhatikan wajah cantik Baekhyun yang sedang menutup matanya itu. Seolah angin yang menerpa wajahnya tadi, bisa mengangkat semua beban yang ada di pikirannya.

Baekhyun membuka matanya perlahan. Mata cantiknya itu menatap Chanyeol yang sedang memperhatikannya. Ah, Baekhyun yakin jika wajahnya pasti sudah memerah karena ini.

“Ehm, A-apa ada yang salah dengan wajahku? Kenapa kau menatapku seperti itu Chanie?”Suara Baekhyun seolah mengembalikan kesadaran Chanyeol. membuat Chanyeol menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak terasa gatal.

“Ah, tidak. Tidak ada yang salah Baekie-ah” Chanyeol berucap dengan gugup. Kemudian Chanyeol memasukan snack kedalam mulutnya. Snack yang Ia beli tadi bersama Baekhyun di kantin.

“Aku kira ada yang salah dengan wajahku.” Baekhyun mempoutkan bibirnya lucu, sambil membuka kotak makannya yang berisi potongan roast meat, dan carpacio. Kemudian Baekhyun memasukan potongan roast meat kedalam mulutnya, dan melumat makan itu dengan cepat.

“Kau mau Chanie?” Baekhyun menyodorkan kotak makannya pada Chanyeol. ah, mungkin besok ia akan membuat dua bekal untuknya dan Chanyeol.

 

“Tidak, kau saja yang makan Baek.” Chanyeol menggelengkan kepalanya pelan, dan kembali memperhatikan pemandangan dihadapannya. Baekhyun terlihat senang kali ini, Ia menghabiskan semua bekal makan siangnya. Mungkin karena Ia bisa dekat kembali dengan Chanyeol, sampai akhirnya Ia terlalu bersemangat seperti ini.

 

“Ahh, kenyangnya.” Gumam Baekhyun pelan, sambil menutup bekal makan siangnya. Perut Baekhyun sudah terasa penuh sekarang.

“Sudah selesai, hm?” Tanya Chanyeol dan mulai berdiri dari duduknya. Baekhyun hanya menganggukan kepalanya. Entah kenapa Ia merasa kembali gugup berada di dekat Chanyeol. padahal saat Chanyeol menjadi roh kegugupan Baekhyun sudah menghilang karena ia dekat dengan Chanyeol. Sekarang mereka bagaikan dua orang yang memulai dari awal.

“kembali ke kelas?” Tanya Chanyeol sambil menarik tangan Baekhyun supaya berdiri.

“Ne, ayo kembali ke kelas.” Baekhyun berjalan mendahului Chanyeol. Keluar dari atap, dan menuruni tangga yang ada disana. Entah karena Baekhyun terlalu senang, atau memang Ia tidak melihat ke arah tangga yang Ia lewati, kaki Baekhyun tiba-tiba tergelincir. Hanya butuh beberapa detik untuk Baekhyun sadar dengan apa yang ia alami.

 

 

Bruukkkk

 

Baekhyun terjatuh dari tangga itu, dan berakhir dengan tidak sadarkan diri di lantai. Chanyeol terperangah. Matanya menatap horor pemandangan Baekhyun di depannya. Sungguh Ia sangat tidak menyangka dengan kecelakaan ini. Perlu beberapa detik sampai Chanyeol harus menyadari apa yang telah terjadi pada Baekhyun. Dengan cepat Chanyeol menuruni tangga laknat yang menghubungkan dengan atap sekolah. Dengan cekatan Chanyeol menggendong Baekhyun yang sudah tidak sadarkan diri. Untung saja Ia tidak terluka dan berdarah sedikit pun.

Chanyeol berlari dengan sangat cepat sambil menggendong Baekhyun. Wajahnya pucat pasi, sungguh Ia tidak menyangka Baekhyun akan seperti ini. Dengan cepat Ia masuk ke ruang UKS dan membaringkan Baekhyun disana. Untung saja saat itu, ada petugas kesehatan sehingga Ia bisa memeriksa keadaan Baekhyun dengan cepat.

“Tenangkan dirimu Chanyeol-shii. Aku akan memeriksanya.” Perawat Cantik itu, mencoba menenangkan Chanyeol. Dan dengan cekatan memeriksa Baekhyun yang tengah berbaring di sana. Bagaimana mungkin Ia bisa tenang, jika orang yang sangat Ia sayangi tengah berbaring lemah tak berdaya. Perawat itu bodoh!!

 

Setelah beberapa menit akhirnya Chanyeol di perbolehkan masuk oleh perawat itu. Perawat itu bilang bahwa Baekhyun tidak apa-apa, dan sekarang tengah tertidur seperti biasa. Tapi sungguh Ia tidak bisa mempercayai ucapan perawat bodoh yang ada di sekolahnya. Kenapa bisa perawat itu ada di sekolah ini? Mungkin Ia harus mengusulkan supaya perawat itu di pecat dari sekolanya. Sekolah besar ini punya keluarga Park. Jadi Chanyeol bisa saja memecat perawat itu.

 

Chanyeol menarik sebuah kursi, kemudian duduk di samping ranjang Baekhyun. Tangannya terulur untuk menggengam tangannya. Mengecup punggung tangan Baekhyun dengan lembut.

“Baekie-ah, sadarlah.” gumam Chanyeol pelan lalu di susul oleh suara debrakan pintu di buka dengan kasar. Membuat Chanyeol mengumpat dan mendelik marah ke arah sosok yang membuka pintu itu. Di sana berdiri Sehun dan Luhan yang menampakkan raut wajah khawatir pada Baekhyun.

 

“Apa yang terjadi dengan Baekhyun, Chanyeol-ah?” Tanya Luhan yang langsung menghampiri Chanyeol. Raut wajah Luhan terlihat pucat saat melihat kondisi Baekhyun yang berbaring lemah.

 

“Dia terjatuh dari tangga, aku terlambat menolongnya.” ucap Chanyeol dengan penuh penyesalan. Chanyeol benar-benar merasa bersalah karena ini. ia tidak bisa menjaga Baekhyun dengan benar.

“Lalu bagaimana keadaannya sekarang?”

“Dia tidak sadarkan diri. Perawat bodoh itu bilang bahwa dia tidak apa-apa. Tapi ada yang aneh dengannya.” Chanyeol mengacak-acak rambutnya frustasi melihat Baekhyun yang masih tak sadarkan diri.

“Sepertinya kau benar Chanyeol hyung, ada yang tak beres. Aku bisa merasakan kehadiran Baekhyun. Dan sepertinya dia mengalami hal yang sama sepertimu waktu itu.” Ucap Sehun dengan senyum misterius.

“Maksudmu Baekhyun menjadi roh seperti Chanyeol waktu itu? Dan sekarang Ia koma?” Tanya luhan menatap Sehun tidak percaya, dan sehun hanya menganggukkan kepalanya. Sementara Chanyeol membelalakan matanya kaget, ketika melihat sosok Baekhyun tengah berdiri di belakang Sehun. Ini benar-benar aneh. Apa matanya salah lihat? Kenapa Baekhyun berdiri di belakang Sehun? Bukankah Baekhyun sedang berbaring di ranjang uks?

 

“Halo Chanie, aku disini. Kenapa kau terlihat kaget?” Tanya sosok itu menatap Chanyeol dengan polos. Sementara Sehun hanya menyunggikan senyumnya. Ah, mereka seperti terikat sesuatu sampai terjadi hal berkebalikan seperti ini.

“K-kau? Baekiee-ah?” ucap Chanyeol dengan mulut terbuka, ketika melihat sosok Baekhyun yang berada di belakang Sehun. Manik obsidiannya kembali menatap ke arah Baekhyun yang berada di ranjang pasien. Ini benar-benar gila. Apa mungkin itu adalah sosok roh? Sejak dulu Chanyeol tidak terlalu mempercayai hal mistis. Walaupun memang Chanyeol akan takut jika ia di bawa ke rumah Sehun. Chanyeol percaya hantu tentu saja, tapi dengan roh seperti Baekhyun? Chanyeol benar-benar harus memeriksakan matanya!

 

Tubercolosis^^

Mind To Review??

XOXO

 

Astia_morichan