Open PO Light Novel IWTBAS, Fanbook Meanie, etc

0

Halo. Saya mau Open PO Fanbook Light Novel No Senses aka IWTBAS Meanie Couple. Sekalian Open Po Fanbook Fudanshi Janai, [Fated Pairs sama Nephilim (Repeat PO)]

Karena ini FF pertama saya, saya bakal bukuin dan mau nawarin ke reader yang ada di sini. Siapa tau ada yang mau pegang versi bukunya.

Tenang aja, buat reader wattpad, No Senses bakal di publish sampai tamat kok. Cuman ya kecepatan update tetap disesuaikan sama respon readernya juga.

Bedanya No Senses versi buku sama Wattpad apa sih?

1. No Senses versi buku itu uncut. Unconsensored. Semuanya dijabarkan. Beda sama versi wattpad yang banyak dicut pas bagian rated.

2. No Senses versi buku ada visualisasi gambar yang khusus aku commis dari seseorang. Walau art dalam bukunya gak banyak. Karena memang Light novel artnya paling banyak empat gambar. Jadi di versi No senses, cuma ada 2 art yang di selip.

3. No Senses versi buku ada dua special chapter. Jadi total ada 22 chapter. Karena di wattpad cuman di publish sampai chap 20. Tanpa epilog.

4. No Senses versi buku itu adalah editing paling terupdate. Karena yang di versi wattpad, tulisannya masih acak-acakan.

5. Pastinya ga akan kepo soal lanjutan cerita. Soalnya di wattpad mungkin lama update karena siders

Open PO dari tanggal 11 December 2017 – 13 Januari 2018

Pembayaran paling lambat tanggal 16 Januari 2018

Estimasi Buku Selesai sekitar 2 minggu. Jadi buku dikirim tanggal 31 Januari 2018

Pengiriman dari Bandung

Spesifikasi buku :

Judul : No Senses

Kertas : Book paper 72 gram

Jumlah halaman : 550+

Ukuran buku : 14 x 20 cm

Harga : 129.500 (Belum ongkir)

Sekalian sama Fudanshi Janai

Sekalian sama Fudanshi Janai

Spesifikasi buku :

Judul : Fudanshi Janai

Kertas : Book paper 72 gram

Jumlah halaman : 162 halaman

Ukuran buku : 14 x 20 cm

Harga : Rp. 74.500(Belum ongkir)

Summary : Bagaimana jadinya jika Jeon Wonwoo – si Otaku yang mengoleksi puluhan wifu NTR, tanpa sengaja menemukan puluhan komik dan doujinshi Yaoi Rated di kamar Kim Mingyu yang notabene sahabat nista perotakuannya selama ini? Bisakah ia menerima Mingyu si Fudanshi? Atau terjerat pada lubang yang sama?

Summary : Bagaimana jadinya jika Jeon Wonwoo - si Otaku yang mengoleksi puluhan wifu NTR, tanpa sengaja menemukan puluhan komik dan doujinshi Yaoi Rated di kamar Kim Mingyu yang notabene sahabat nista perotakuannya selama ini? Bisakah ia menerima ...

Kalau kalian beli dua buku [Fudanshi Janai sama No Senses] bakal dapat potongan harga loh. Potongan harga 24.000. Dari harga Rp. 204.000 kalian cuma perlu bayar
Rp. 180.000. (24 rb uang loh say. Wkwk)

Sekalian juga ini sama repeat PO [Fated Pairs sama Nephilim] Yang kemarin ketinggalan ikut PO bisa pesan sekalian.

Spesifikasi Nephilim sama Fated Pairs ada di work nya. Untuk paket [Nephilim + Fated Pairs] Harganya Rp. 120.000

Kirim format pemesanan :

Nama :
Alamat:
No Hp:
buku yang di pesan:

Ke Line : babymingie
IG : astia_morichan
Email: astiamorichan@gmail.com

Advertisements

The Man Who Cant Be Moved [ Sequel Of Running Low] AkaKuro | Yaoi

0

 

 

 

Tetsuya mengalihkan fokus retinanya pada pemandangan yang ada di depan mata. Ia bisa melihat dengan jelas salju mulai turun satu persatu. Butiran putih yang kini menggenang di setiap pohon yang ada di depan kamarnya. Jika seperti ini, Tetsuya akan mengingat lagi kenangan lama. Ya. Kenangan bersama dengan Akashi Seijuurou- Pria yang pernah menjadi sahabat dekatnya. Pria yang menyatakan perasaannya. Pria yang selalu Tetsuya sakiti berkali-kali.

Jujur. Tetsuya sangat merindukannya sekarang. Dulu, jika Seijuurou ada, Tetsuya akan memeluk pria itu dengan erat. Agar ia tidak perlu menggigil karena kedinginan yang tubuhnya rasakan. Ia rindu kehangatan tubuh Seijuurou yang selalu memeluknya dengan erat. Tetsuya juga rindu kecupan singkat yang selalu Seijuurou lakukan saat ia pura-pura terlelap. Tetsuya bukanlah orang bodoh yang tidak tahu perasaan Seijuurou. Tatapan cinta Seijuurou selalu terpancar untuknya, dan Tetsuya tidak pernah mengelak, karena ia juga mencintai Seijuurou. Walaupun ia tahu semua ini salah. Maka hanya jalan inilah yang Tetsuya harus pilih.

 

“Ne.. Tetsu-kun..” Suara merdu dari wanita bersurai pink itu menggema di ruangan ini. Membuat Tetsuya menoleh saat melihat sosok Momoi Satsuki. Ah ralat. Kuroko Satsuki yang berjalan mendekat ke arahnya. Ya. Satsuki adalah istri sah Tetsuya. Sebenarnya, ia merasa kasihan pada Satsuki. Tetsuya harusnya tidak bertindak egois seperti ini, jika ia hanya menyakiti perasaan Satsuki. Sejak mereka menikah hampir dua tahun lalu, Tetsuya sama sekali tidak pernah menyentuh istri cantiknya itu. Karena Satsuki sadar, sebenarnya Tetsuya tidak mencintai dirinya lagi. Ah. Bukan. Tetsuya memang tidak pernah mencintainya selama ini.

 

Tetsuya mengerutkan alis saat melihat Satsuki menatapnya dengan pandangan sendu. Apalagi saat wanita itu menarik tangannya, agar Tetsuya bisa melihat dirinya dengan jelas.

Hening beberapa saat. Satsuki hanya menatap wajah Tetsuya lama, sebelum akhirnya ia berucap.

 

“Bagaimana jika kita berpisah saja, Tetsu-kun? Kau tahu? Kau tidak boleh seperti ini terus. Kau harus mencari lagi Akashi-kun. Aku tidak apa-apa. Sungguh.” Manik aquamarine Tetsuya membulat saat mendengar ucapan yang keluar dari mulut Satsuki. Ia bahkan tidak pernah membayangkan jika Satsuki akan mengatakan hal itu. Istrinya meminta cerai. Istrinya meninggalkan Tetsuya. Sama dengan Seijuurou yang meninggalkannya.

 

“K-kau ingin bercerai denganku?” Dan pertanyaan itu di sambut dengan anggukan pelan Satsuki. Tetsuya tahu, Satsuki sudah menderita selama ini. Terkadang, Tetsuya merasa menjadi orang yang sangat bodoh karena tidak tertarik dengan gadis secantik Satsuki.

 

“Ya. Tetsu-kun harus bahagia. Kau akan terlihat hidup jika ada Akashi-kun di sampingmu.” Suara Satsuki bergetar pelan, dan Tetsuya tahu, jika wanita itu tengah menahan isak tangisnya. Tetsuya juga tidak ingin menyakiti Satsuki. Wanita yang sudah ia kenal sejak lama itu terlalu baik untuknya. Satsuki pantas mendapatkan pria yang lebih baik darinya.

 

“Maafkan aku, Satsuki-chan.” Dan Tetsuya hanya bisa tersenyum getir saat melihat gelengan yang di berikan Satsuki. Jika bisa Tetsuya memohon, ia ingin mengulang waktu. Waktu dimana ia tidak memutuskan untuk berpacaran dengan Satsuki, karena ego bodohnya. Benar kata orang. Penyesalan itu selalu datang terakhir. Tetsuya menyesal. Kenapa ia tidak jujur tentang perasaannya pada Seijuurou saat itu.

 

The Man Who Cant Be Moved

Sequel of Running Low

Kuroko no Basuke c Tadatoshi Fujimaki

T

Romance, Hurt/Comfort/ Angst/ Maso kaya gue

WARNING KERAS! YAOI! MASO! TYPO’S, NGENES, OOC. DLL. GA SUKA? BACK OFF!

Akashi Seijuurou X Kuroko Tetsuya

 

Song : The Man Who Cant Be Moved – The Script

 

a/n: Gue lagi jadi masosis. Serius gue lagi pengen di masoin/? Ga tau kenapa tiba-tiba demen cerita nyesek. Ah gue ga yakin sih ini nyesek apa ngga. Tapi yang jelas. Di part ini, gue mau masoin cuya. Kalo di running low gue masoin juyo. Disini cuya yang gue sakitin.

Padahal seharusnya gue belajar buat uts bulan ini. tapi entah malah ngetik begini. Yah doain aja uts gue lancar guys. Wkwk

Happy Reading

EnJOY!

.

.

Dulu, aku berpikir cinta yang aku punya untukmu adalah sebuah dosa.

Tapi ketika aku kehilangan dirimu, maka aku tidak takut masuk neraka sekalipun.

Jika cinta ini adalah dosa, aku akan melakukan dosa ini untukmu.

Dan aku pikir, aku begitu membencimu saat itu.

Tapi, sepertinya aku salah.

Tahukah kau apa yang lebih dalam dari perasaan benci?

Aku pikir itu adalah cinta.

Ya. Aku mencintaimu, Sei-kun.

(Quotes of ARTTL)

.

.

.

Tetsuya berjalan dengan terburu-buru. Menerobos kerumunan mahasiswa yang mengahalangi jalannya. Ya. Tetsuya sekarang sedang berada di University of California, Kampus terkenal yang ada di Amerika Serikat. Tetsuya pergi ke negara nan jauh itu, dengan tujuan untuk bertemu dengan Seijuurou. Konyol bukan? Ia niat melanjutkan gelar Doktornya hanya untuk Seijuurou. Pria yang bahkan belum tentu sudi bertemu dengannya lagi, saat pria itu justru sudah memutuskan akan menghilang dari kehidupannya.

 

Tapi ini adalah jalan terakhir yang Tetsuya punya. Ia merindukan Seijuurou sampai segila dan senekat ini. Tetsuya bahkan memaksa Aomine Daiki agar memberinya informasi tentang Seijuurou satu bulan lalu. Dan begini lah Tetsuya berakhir sekarang. Setelah mengurus segalanya, ia pindah ke San Fransisco, California, Kota tempat ia akan melanjutkan studi, juga tempat Seijuurou berada.

 

Jadi, ini yang akan Tetsuya lakukan sekarang. Mencari Seijuurou, setelah urusan di kampusnya selesai. Menurut Daiki, Seijuurou sekarang menjadi mahasiswa kedokteran di universitas yang sama dengannya. Dan Seijuurou sedang melakukan magang di salah satu rumah sakit paling besar di kota itu. Rumah Sakit California yang sangat terkenal seantreo itu. Tetsuya pikir, Seijuurou sudah menjadi orang yang sangat hebat. Yah. Tetsuya memang akui jika Seijuurou itu sangat jenius. Tapi Tetsuya tidak pernah tahu jika Seijuurou akan mengambil beasiswa di Univesitas ternama itu, dan kini menjadi salah satu dokter magang di Rumah Sakit ternama. Hanya dalam waktu singkat, Seijuurou sudah bisa seperti ini. Mungkin jika saja Seijuurou berniat untuk terus melanjutkan studinya seperti Tetsuya, ia yakin, Seijuurou sudah menjadi seorang Profesor saat ini.

 

Ah. Sudahlah. Tetsuya lelah berspekulasi tentang Seijuurou di masa depan. Tetsuya percaya jika Seijuurou akan menjadi orang sukses di masa depan. Dan sekarang sudah terbukti. Kali ini, Seijuurou berhasil menggapai mimpinya. Menjadi seorang dokter. Jika Tetsuya bertemu dengan Seijuurou nanti, ia akan mengucapkan selamat karena impian sejak kecil pria itu tercapai.

 

“A-ah.. M-maaf.” Tetsuya berujar lirih saat tanpa sengaja dirinya menabrak seseorang, dan membuat pria bersurai abu itu mengaduh pelan saat bahunya tertabrak oleh Tetsuya.

 

“Seharusnya kau tidak berlari seperti itu.” Pria bersurai abu itu mendengus kesal ke arah Tetsuya, sambil memegangi bahunya yang masih berdenyut sakit. Ia tidak habis pikir jika tubuh mungil pria bersurai biru itu sangat kuat.

 

“Maafkan aku. Apa kau ingin aku antar ke rumah sakit sekarang? Aku akan mengantarmu.” Tetsuya berseru panik, dengan logat bahasa inggrisnya yang tidak terlalu lancar. Membuat pria bersurai abu itu terkikik saat mendengarnya. Ternyata pria bersurai biru itu sangat lucu.

 

“Hahaha. Tidak usah.” Pria bersurai abu itu tertawa pelan, sambil mengulurkan tangannya ke arah Tetsuya. “Mayuzumi Chihiro.” Ia memperkenalkan dirinya pada Tetsuya yang masih terlihat kebingungan di depannya.

 

“K-kuroko Tetsuya.” Tetsuya membalas uluran tangan Mayuzumi dengan hangat, tanpa tahu tubuh Mayuzumi menegang saat mendengar namanya. Seolah teringat akan satu hal yang ia lupakan.

 

“Kau berasal dari Jepang?” Pertanyaan yang di lontarkan Mayuzumi membuat Tetsuya kembali mengernyitkan alisnya bingung. Bagaimana bisa Mayuzumi tahu dirinya berasal dari Jepang? Apa Mayuzumi itu seorang cenayang? Ah. Sepertinya Tetsuya terlalu suka menonton drama jika berspekulasi bahwa pria tampan yang ada di depannya adalah cenanyang. Well, nanti Tetsuya akan berusaha agar tidak menonton drama lagi.

 

“Saat aku ke Jepang satu tahun lalu,” Mayuzumi terdiam sebentar. Seakan berpikir, sebelum akhirnya ia kembali membuka suara.

“ Aku pernah melihat orang yang mirip denganmu di foto.” Mayuzumi menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal.

“Ah.. Tapi tidak menutup kemungkinan jika orang yang aku lihat di foto adalah kau. Mungkin aku salah orang.” Dan Mayuzumi kembali tertawa kecil, sebelum matanya berbinar saat melihat sosok yang kini berdiri lima meter di belakang Tetsuya.

 

“Yo.. Sei-chan!!” Mayuzumi berseru sambil melambaikan tangannya. Membuat Tetsuya ikut menoleh. Dan alangkah terkejutnya Tetsuya, saat manik aquamarine itu menangkap sosok yang selama ini ia cari. Ia rindukan. Di depannya, berdiri sosok pria bersurai crimson yang memakai jas putih di sertai stetoskop yang menggantung di lehernya. Dia- Seijuurou- menatapnya dengan tatapan yang sulit untuk Tetsuya artikan. Manik heterochromia itu mengerjap kaget, seakan tidak percaya dengan apa yang retinanya tangkap.

 

“Tetsuya..” Dan suara bariton milik Seijuurou yang selalu Tetsuya rindukan itu menggema di telinganya. Membuat jantungnya melompat kegirangan saat suara itu seolah menghilangkan rasa rindunya selama satu tahun ini. Ia rindu suara Seijuurou. Sangat. Sampai rasanya Tetsuya tidak tahu bagaimana caranya untuk bernafas.

 

“S-sei-kun..” Suara Tetsuya bergetar saat memanggil nama Seijuurou dengan nada sarat akan kerinduan. Ia rindu. Hanya itu yang Tetsuya tahu. Ingin rasanya Tetsuya menerjang tubuh Seijuurou, dan memeluknya dengan erat.

 

Mereka hanya terdiam. Saling tatap beberapa detik, saat manik aquamarine Tetsuya menatap sosok Seijuurou dengan sendu. Di ikut dengan manik heterochromia Seijuurou yang menatapnya dengan intens. Dari tatapan itu, Tetsuya tahu satu hal. Seijuurou tidak merasakan hal yang sama untuknya.

 

“Ah.. Ternyata benar. Tetsuya ini yang ada di fotomu kan, Sei?” Mayuzumi memecah keheningan. Membuat alis Tetsuya mengernyit, dan di ikuti Seijuurou yang sekarang tersenyum tipis padanya dan Mayuzumi. Sepertinya Seijuurou cukup baik mengendalikan dirinya saat ini.

 

“Ya. Tetsuya adalah temanku. Dia yang aku ceritakan menikah hampir dua tahun lalu.” Ucap Seijuurou sarkatik. Tanpa tahu jika Tetsuya merasa tersinggung karena ucapannya. Teman katanya? Apa ia tidak salah dengar? Seijuurou hanya menganggapnya sebagai teman saja.

“Jadi dimana istrimu, Tetsuya?”

 

“Aku sudah bercerai dengannya setengah tahun yang lalu.” Ucap Tetsuya dengan tatapan datarnya. Dan ucapan itu membuat Seijuurou cukup kaget saat mendengar penuturan yang keluar dari mulut si surai biru. Entahlah. Tetsuya tidak bisa menebak raut wajah datar Seijuurou saat ini.

 

“Jadi, apa yang kau lakukan di sini Tetsuya?” Pertanyaan Seijuurou terdengar to the point. Seperti ingin segera menjauh dari Tetsuya secepatnya.

 

Ingin rasanya Tetsuya menjawab jika ia merindukan pria itu. Ia ingin bertemu dengan Seijuurou dan meminta maaf atas segalanya yang pernah ia lakukan. Juga berkata jujur, jika ia sangat mencintai Seijuurou, sampai Tetsuya tidak akan peduli jika dunia menghujatnya sekali pun.

 

“Melanjutkan pendidikkanku di universitas ini, Akashi-kun.” Kali ini Tetsuya bisa melihat Seijuurou tersenyum getir. Ia tidak tahu apa arti senyuman yang Seijuurou berikan untuknya.

 

“Kalau begitu selamat datang di kampus ini.” Seijuurou menunjukkan senyum simpulnya. Tapi Tetsuya tahu, senyuman itu palsu. Senyuman itu sama sekali tidak tulus Seijuurou berikan untuknya.

 

“Ayo, Mayuzumi. Aku akan mengajarimu tentang anatomi lagi.” Seijuurou berbalik, sambil menarik tangan Mayuzumi. Menggenggamnya dengan erat. Hingga membuat Tetsuya mencelos melihat pemandangan yang ada di depannya itu. Seijuurou mengabaikannya saat mereka pertama kali bertemu sejak dua tahun terakhir. Seijuurou menjauhinya. Ekspektasi yang selama ini Tetsuya impikan sama sekali tidak terwujud. Berbeda. Benar-benar berbeda 180 derajat.

 

“E-eh? Bukankah kau akan ke rumah sakit lagi?”

 

“Nanti. Setelah kau mengerti tentang apa yang aku ajarkan.”

 

Ingin rasanya Tetsuya berteriak kesakitan saat melihat pemandangan yang ada di depannya. Seharusnya, Seijuurou hanya tersenyum seperti itu padanya. Senyum Seijuurou itu hanya untuk Tetsuya. Candaan Seijuurou itu hanya untuknya. Seharusnya dirinya yang ada di posisi itu, bukan Mayuzumi.

Ternyata perasaan ini lebih menyakitkan. Kali ini, Tetsuya mengerti bagaimana perasaan Seijuurou saat dirinya memilih bersama Satsuki. Rasanya hati Tetsuya serasa kosong dan tidak berarti apapun. Hampa. Seakan Tetsuya tidak punya hati lagi untuk merasakan apa yang namanya kesedihan. Menangis pun Tetsuya sudah tidak sanggup. Ia sudah lelah menangisi penyesalannya untuk Seijuurou dua tahun lalu. Tapi kali ini, rasa sakit bagaikan di rajam tombak panas pada ulu hatinya itu benar-benar terasa menyakitkan. Sampai rasanya Tetsuya tidak sanggup mengatur napasnya yang kini memburu.

 

“Maaf.” Hanya gumamam lirih itu yang bisa Tetsuya sampaikan saat melihat punggung mereka menjauh dari pandangannya. Jika bisa, Tetsuya ingin mengulang waktu. Dimana ia tidak menjadi orang idiot yang mengikuti egonya. Tetsuya janji. Ia tidak akan menyerah sampai sini. Ia akan membuat Seijuurou mencintainya lagi, walau itu membutuhkan waktu cukup lama. Jika dulu Seijuurou bisa jatuh cinta pada Tetsuya, bukan hal tidak mungkin jika Seijuurou akan mencintainya lagi. Sekarang, Tetsuya memutuskan untuk terus menggapai Seijuurou. Membuat rasa penyesalannya berganti menjadi sebuah kebahagian yang selama ini Tetsuya harapkan. Ia harap, keinginannya terkabul. Tuhan mengizinkannya bersatu dengan Seijuurou suatu hari nanti.

 

FIN..

 

Oke. Geblek emang gue. Ini Cuma side story dari pandangan cuya aja kok. Jadi kalo kemarin itu gue buat sudut pandangan perasaan juyo. Di sini gue buat sudut pandangan dari cuya.

Tamat? Boleh tamat aja. wkwk

Next? Boleh. Tapi liat mood. Kalo emang lagi pengen ngelanjut gue pasti bakal buat happy ending. Gimana kalian aja wkwkwk.

Respon dong ini maso ga? Feelnya dapet ga? Biar gue ga kapok bikin ff maso lain kali. wkwk.

Btw mau buka lapak. Gue jual softcase sama hardcase hp yang bisa req gambar. Mau gambar akakuro juga bisa. All type insya allah ada. Kalo minat hub gue aja di twitter/fb/ line : astia_morichan

Sankyuu ^^

 

So, Mind To Review?

Astia Morichan

 

 

 

 

 

Ruin | KyuMin Fanfict| Yaoi|OneShot

0

Cause I’m not tryna ruin your happiness.

Eventhough you dont mean to hurt me. You keep tearing me apart.

~KyuMin~

 

Seperti biasa. Ini adalah khayalan saya. Khayalan sedih saya. Saya sedih kalo ingat kejadian dua tahun lalu.

 

.

.

 

Kata orang, jatuh cinta itu indah. Jatuh cinta juga bisa membuatmu sakit sampai rasanya, nyawamu akan di renggut saat orang yang kau cintai meninggalkanmu.

Dan Kyuhyun merasakannya. Ia tahu apa yang orang-orang katakan tentang cinta bukan bualan semata. Mereka semua benar. Cinta itu indah dan juga menyakitkan. Kyuhyun mengalaminya. Ia berkali-kali jatuh hanya karena terlalu mencintai seorang Lee Sungmin.

Kyuhyun jatuh cinta pada pemuda manis itu sejak pertama kali mereka bertemu. Apalagi saat cinta terlarang ini terbalas oleh Sungmin. Kyuhyun sangat bahagia, sampai rasanya ia tidak bisa menjelaskan semua kebahagian yang Sungmin berikan.

 

“Aku mencintaimu, Hyung.” Wajah pemuda berkulit pucat itu merona. Kyuhyun sangat gugup saat mengatakan hal ini pada Sungmin. Jantungnya berdetak dengan keras. Ini adalah keputusan besar yang Kyuhyun ambil. Kyuhyun akan mengambil semua resiko yang ada. Jika Sungmin akan menjauhinya nanti karena pengakuannya. Kyuhyun tidak tahan memendam perasaan ini lebih lama lagi.

 

“Aku pria. Sama sepertimu, Kyuhyun-ah.” Suara Sungmin sangat pelan. Seperti berbisik. Jika saja mereka tidak berada di kamar, mungkin saja Kyuhyun tidak bisa mendengarnya.

 

“Aku tidak peduli, Hyung. Jika dunia menghujat kita nanti, aku adalah orang yang akan menggenggam tanganmu sampai akhir Lee Sungmin.” Tangannya terulur ke arah dagu Sungmin. Membuat Sungmin mengadah, dan menatap manik obsidian Kyuhyun yang kelam. Manik obsidian yang selalu membuatnya terpesona dan terjerat sekaligus.

 

“Kita tidak tahu apa yang akan terjadi nanti, Kyu. Jika kita memulai ini, mungkin bukan kau saja yang hancur. Tapi aku juga. Ini salah. Ini tidak boleh terjadi.” Sungmin menggeleng dengan keras. Ia tidak mau memulai hal ini. Walau hatinya bersorak bahagia saat mendengar pengakuan Kyuhyun. Kyuhyun mencintainya. Seperti ia yang mencintai Kyuhyun.

 

“Aku akan mengambil semua resikonya, Ming. Kau menyukaiku, dan aku juga sangat menyukaimu. Kita jalani semuanya bersama. Aku tidak akan pernah melepaskan tanganmu.” Kyuhyun menarik tangan Sungmin. Menggenggamnya dengan erat. Seolah meyakinkan Sungmin jika semua akan baik-baik saja.

 

“Percaya padaku, Ming.” Sungmin mengangguk sebagai balasan. Setelahnya, Kyuhyun bisa bernapas dengan lega. Senyum bahagia terukir di wajah tampannya. Sungmin menyetujuinya. Sekarang Lee Sungmin adalah kekasih dari Cho Kyuhyun.

Di tariknya tubuh mungil Sungmin ke dalam dekapan hangatnya. Kyuhyun memeluknya dengan erat. Ia tak henti mengucapkan terimakasih pada Sungmin. Di sertai dengan kecupan singkat di bibir plum pemuda itu. Ciuman pertama mereka yang membuat darah mendesir di sertai rasa bahagia yang membuncah. Sampai Kyuhyun tidak bisa menjabarkan semuanya lagi.

 

“Cih.” Kyuhyun mendecih pelan, saat ia kembali mengingat momen itu. Jika saja Sungmin tidak pernah memberi perhatian saat ia pertama kali menjadi member Super Junior, mungkin saja Kyuhyun tidak akan terpesona. Jika saja Sungmin ikut mengabaikannya, mungkin Kyuhyun tidak akan jatuh cinta pada pemuda itu.

.

oOo

.

 

Saat ini ia tengah berada di sebuah ruangan khusus miliknya yang ada gedung theater. Bersama Lee Sungmin yang datang dengan raut wajah marah beserta amukan marahnya untuk Kyuhyun. Pria itu kembali marah hanya karena hal sepele. Padahal Kyuhyun sudah menjelaskannya berkali-kali. Tapi tetap saja Sungmin selalu seperti ini. Kyuhyun sudah lelah di permainkan oleh kekasihnya.

 

“Kita hentikan semua ini, Hyung.” Manik obsidiannya menatap tajam pria mungil bersurai hitam yang ada di depannya. Kyuhyun bisa melihat Sungmin membulatkan manik foxynya seakan meminta penjelasan.

 

“Kau benar. Mungkin seharusnya kita tidak memulai ini semua. Seharusnya kau menolakku mentah-mentah saat itu!” Kyuhyun berteriak ke arahnya. Ia sudah lelah dengan semua ini. Mereka kembali bertemu secara sembunyi-sembunyi. Seperti saat ini, Lee Sungmin datang menonton acara drama musikal miliknya. Lalu pemuda itu berteriak marah saat Kyuhyun melakukan beberapa adegan panas bersama pemain lainnya di sana.

Sungmin-nya tidak mengerti, jika Kyuhyun sudah lelah. Jika Sungmin memang sangat mencintainya, seharusnya ia meninggalkan wanita itu.

 

“Istrimu mungkin menunggu di rumah. Pulanglah. Aku lelah, Hyung.”

Sungmin masih terdiam. Enggan menjawab. Ia tidak ingin semua ini berakhir.

 

“Apa kau tidak ingin aku berada di sisimu lagi,  Kyu?” Sungmin mendongak. Manik foxynya mulai berair, dan Kyuhyun benci melihat Sungmin menangis seperti itu.

 

“Kali ini, aku bertanya padamu untuk terakhir kalinya. Siapa yang akan kau pilih? Aku atau istri yang kau nikahi itu?” Suara Kyuhyun semakin dingin. Manik obsidiannya kembali menatap Sungmin dengan tajam. Kyuhyun butuh jawaban yang pasti. Ia sudah lelah menunggu.

 

“Kau tahu alasanku menikahinya, Cho!”

 

“Dan aku tidak peduli apapun alasanmu itu, Lee Sungmin. Jika kau memang setakut itu kehilanganku, maka ceraikan dia! Aku tidak ingin di cap sebagai selingkuhan suami orang.” Kyuhyun menekan kata-katanya. Membuat Sungmin memberingsut mudur. Tubuh pemuda itu bergetar hebat. Dan Kyuhyun tahu, jika ia sudah keterlaluan.

“M-m-maafkan.. A-aku.” Sungmin menunduk. Menyembunyikan air mata yang sekarang mulai menghiasi wajahnya.

 

“Kau tahu ? Sudah berapa kali kau membunuhku, Lee Sungmin? Kau sudah berkali-kali membunuhku, lalu menghidupkanku kembali dengan cintamu itu. Kau tahu? Aku bahkan rela di sakiti olehmu, Ming. Apa kau sama sekali tidak mengerti? Aku bukanlah seorang malaikat yang sabar menunggu kekasihku bersama orang lain. Aku lelah bertahan untukmu, Ming. ” Ada rasa tidak rela saat melihat Sungmin menangis seperti ini di hadapannya. Ingin sekali Kyuhyun memeluk Sungmin saat ini. Tapi Kyuhyun tidak bisa bertahan terus seperti ini. Jika Sungmin memang mencintainya, pria itu pasti akan memilihnya lagi.

 

“D-dia hamil, Kyu..” dan Kyuhyun kembali merasakan nyawanya di renggut paksa. Lee Sungmin kembali membunuhnya kali ini. Rasa sakit yang timbul di hatinya lebih terasa menyakitkan. Udara di sekitarnya seakan menipis. Kyuhyun tidak bisa bernapas dengan baik. Rasanya sesak sekali. Sampai ia ingin sekali menangis dan berteriak sekencang-kencangnya, jika ini benar-benar menyakitkan.

 

“Selamat. Kau sudah menjadi seorang ayah.” Kyuhyun mencoba memberikan senyum terbaikknya. Mungkin ini adalah jalan yang paling baik. Ia tidak ingin menghancurkan kebahagian keluarga kecil kekasih tercintanya.

 

“Aku tidak ingin mendengar ucapan selamat darimu, Cho!” Sungmin berteriak. Di sertai isakan lirih yang lolos dari bibirnya.

 

“Lalu kau ingin aku mengucapkan apa?”

 

Sungmin kembali terdiam kaku. Ia bingung. Ia masih sangat mencintai Kyuhyun.

 

“Hentikan ini. Aku akan melupakan semuanya. Aku juga akan mencari gadis untuk aku nikahi nanti. Tenang saja. Kau akan menjadi orang pertama yang akan ku beritahu.” Kyuhyun menarik Sungmin ke dalam pelukannya. Memeluknya erat, dan mencoba menghirup aroma Sungmin untuk terakhir kalinya. Ini akan menjadi pelukan mereka yang terakhir. Dan Kyuhyun akan mengingat semua ini dengan baik.

“Mianhae, Saranghae Cho Kyuhyun. Kau harus bahagia. Sama sepertiku.” Dan Kyuhyun hanya bisa mengangguk di dalam pelukan Sungmin. Tubuhnya ikut bergetar menahan isak tangisnya. Ini menyakitkan. Cinta yang awalnya Kyuhyun pikir akan selalu menjadi indah, kini telah membusuk dan menyakiti dirinya sendiri. Seharusnya Kyuhyun tahu, jika ia tidak boleh memulainya. Jika saja Kyuhyun mempunyai keberanian lebih saat itu. Mungkin semua ini tidak akan terjadi. Sungmin akan menjadi miliknya, dan mereka akan bahagia selamanya.

 

Kyuhyun hanya akan mengingat semua ini dalam memori kelamnya. Ia akan mengubur semuanya, dan mencoba kembali hidup seperti saat dimana Lee Sungmin tidak ada.

“Nado saranghae, Cho Sungmin.”

 

FIN

 

MEWEK GUE NGETIK INI…

Galau gue. Masbuloh?
Ada kah yang miris kaya gue?
Adakah Joyer di sini yang penderitaannya sama kaya gue?
Gue kangen para joyer. Gue kangen author kyumin. Gue kangen. Gue rindu. Sangat.
Gue kangen share kenistaan bareng.
Ada yang same feel sama gue?

GUE CURHAT AH.. SEDIH MASA LIAT AUTHOR KYUMIN PADA GA NULIS FF KYUMIN LAGI. OKE SAYA JUGA TERMASUK. SAYA TAHU ITU KOK. SEDIH TAU.. PAS LIAT SIGMAME EON GA AKAN UP LAGI KM. PAS RAINY EON JUGA. SEDIH SAYA. MEREKA AUTHOR FAV SAYA SEMUA. YANG MASIH STAND STILL HANYA MAMIJU2E EON AJA.

APA SAYA JUGA HARUS BALIK LAGI NULIS KYUMIN SEPERTI EMPAT TAHUN LALU? HARUSKAH? TAPI SAYA SEDIH. SAYA NULIS KYUMIN KALO PAS GALAU MELANDA KAYAK GINI.

SAYA HARUS APA? KYUMIN ITU OTP PERTAMA SAYA. OTP TERBAIK. OTP YANG SAYA ANGGAP REAL, DAN SAYA GA PERNAH MERAGUKAN KEREALAN MEREKA. TAPI SIALNYA, TAKDIR BERKATA LAIN.

CINTA SAYA BUAT KYUMIN MASIH BESAR. BELUM TERHAPUS. BELUM ADA OTP LAIN YANG MENGGANTIKAN SOSOK KYUMIN DI HATI SAYA. AKAKURO AJA BELUM SEPENUHNYA. 😥

MASIH ADA YANG NGEGANJEL. DARI KYUMIN. ADA YANG BELUM BERES, DAN SAYA MASIH HARUS NUNGGU SEMUANYA SELESE. ADA YANG NGERASAAIN HAL SAMA KAYAK SAYA? KAYA GITU TUH.

 

EOTHAE?

 

Bye aja deh. Saya mau curhat di blog aja.

Sayonara

Salam JOYer sejahtera!

Astia Morichan