Ruin | KyuMin Fanfict| Yaoi|OneShot

0

Cause I’m not tryna ruin your happiness.

Eventhough you dont mean to hurt me. You keep tearing me apart.

~KyuMin~

 

Seperti biasa. Ini adalah khayalan saya. Khayalan sedih saya. Saya sedih kalo ingat kejadian dua tahun lalu.

 

.

.

 

Kata orang, jatuh cinta itu indah. Jatuh cinta juga bisa membuatmu sakit sampai rasanya, nyawamu akan di renggut saat orang yang kau cintai meninggalkanmu.

Dan Kyuhyun merasakannya. Ia tahu apa yang orang-orang katakan tentang cinta bukan bualan semata. Mereka semua benar. Cinta itu indah dan juga menyakitkan. Kyuhyun mengalaminya. Ia berkali-kali jatuh hanya karena terlalu mencintai seorang Lee Sungmin.

Kyuhyun jatuh cinta pada pemuda manis itu sejak pertama kali mereka bertemu. Apalagi saat cinta terlarang ini terbalas oleh Sungmin. Kyuhyun sangat bahagia, sampai rasanya ia tidak bisa menjelaskan semua kebahagian yang Sungmin berikan.

 

“Aku mencintaimu, Hyung.” Wajah pemuda berkulit pucat itu merona. Kyuhyun sangat gugup saat mengatakan hal ini pada Sungmin. Jantungnya berdetak dengan keras. Ini adalah keputusan besar yang Kyuhyun ambil. Kyuhyun akan mengambil semua resiko yang ada. Jika Sungmin akan menjauhinya nanti karena pengakuannya. Kyuhyun tidak tahan memendam perasaan ini lebih lama lagi.

 

“Aku pria. Sama sepertimu, Kyuhyun-ah.” Suara Sungmin sangat pelan. Seperti berbisik. Jika saja mereka tidak berada di kamar, mungkin saja Kyuhyun tidak bisa mendengarnya.

 

“Aku tidak peduli, Hyung. Jika dunia menghujat kita nanti, aku adalah orang yang akan menggenggam tanganmu sampai akhir Lee Sungmin.” Tangannya terulur ke arah dagu Sungmin. Membuat Sungmin mengadah, dan menatap manik obsidian Kyuhyun yang kelam. Manik obsidian yang selalu membuatnya terpesona dan terjerat sekaligus.

 

“Kita tidak tahu apa yang akan terjadi nanti, Kyu. Jika kita memulai ini, mungkin bukan kau saja yang hancur. Tapi aku juga. Ini salah. Ini tidak boleh terjadi.” Sungmin menggeleng dengan keras. Ia tidak mau memulai hal ini. Walau hatinya bersorak bahagia saat mendengar pengakuan Kyuhyun. Kyuhyun mencintainya. Seperti ia yang mencintai Kyuhyun.

 

“Aku akan mengambil semua resikonya, Ming. Kau menyukaiku, dan aku juga sangat menyukaimu. Kita jalani semuanya bersama. Aku tidak akan pernah melepaskan tanganmu.” Kyuhyun menarik tangan Sungmin. Menggenggamnya dengan erat. Seolah meyakinkan Sungmin jika semua akan baik-baik saja.

 

“Percaya padaku, Ming.” Sungmin mengangguk sebagai balasan. Setelahnya, Kyuhyun bisa bernapas dengan lega. Senyum bahagia terukir di wajah tampannya. Sungmin menyetujuinya. Sekarang Lee Sungmin adalah kekasih dari Cho Kyuhyun.

Di tariknya tubuh mungil Sungmin ke dalam dekapan hangatnya. Kyuhyun memeluknya dengan erat. Ia tak henti mengucapkan terimakasih pada Sungmin. Di sertai dengan kecupan singkat di bibir plum pemuda itu. Ciuman pertama mereka yang membuat darah mendesir di sertai rasa bahagia yang membuncah. Sampai Kyuhyun tidak bisa menjabarkan semuanya lagi.

 

“Cih.” Kyuhyun mendecih pelan, saat ia kembali mengingat momen itu. Jika saja Sungmin tidak pernah memberi perhatian saat ia pertama kali menjadi member Super Junior, mungkin saja Kyuhyun tidak akan terpesona. Jika saja Sungmin ikut mengabaikannya, mungkin Kyuhyun tidak akan jatuh cinta pada pemuda itu.

.

oOo

.

 

Saat ini ia tengah berada di sebuah ruangan khusus miliknya yang ada gedung theater. Bersama Lee Sungmin yang datang dengan raut wajah marah beserta amukan marahnya untuk Kyuhyun. Pria itu kembali marah hanya karena hal sepele. Padahal Kyuhyun sudah menjelaskannya berkali-kali. Tapi tetap saja Sungmin selalu seperti ini. Kyuhyun sudah lelah di permainkan oleh kekasihnya.

 

“Kita hentikan semua ini, Hyung.” Manik obsidiannya menatap tajam pria mungil bersurai hitam yang ada di depannya. Kyuhyun bisa melihat Sungmin membulatkan manik foxynya seakan meminta penjelasan.

 

“Kau benar. Mungkin seharusnya kita tidak memulai ini semua. Seharusnya kau menolakku mentah-mentah saat itu!” Kyuhyun berteriak ke arahnya. Ia sudah lelah dengan semua ini. Mereka kembali bertemu secara sembunyi-sembunyi. Seperti saat ini, Lee Sungmin datang menonton acara drama musikal miliknya. Lalu pemuda itu berteriak marah saat Kyuhyun melakukan beberapa adegan panas bersama pemain lainnya di sana.

Sungmin-nya tidak mengerti, jika Kyuhyun sudah lelah. Jika Sungmin memang sangat mencintainya, seharusnya ia meninggalkan wanita itu.

 

“Istrimu mungkin menunggu di rumah. Pulanglah. Aku lelah, Hyung.”

Sungmin masih terdiam. Enggan menjawab. Ia tidak ingin semua ini berakhir.

 

“Apa kau tidak ingin aku berada di sisimu lagi,  Kyu?” Sungmin mendongak. Manik foxynya mulai berair, dan Kyuhyun benci melihat Sungmin menangis seperti itu.

 

“Kali ini, aku bertanya padamu untuk terakhir kalinya. Siapa yang akan kau pilih? Aku atau istri yang kau nikahi itu?” Suara Kyuhyun semakin dingin. Manik obsidiannya kembali menatap Sungmin dengan tajam. Kyuhyun butuh jawaban yang pasti. Ia sudah lelah menunggu.

 

“Kau tahu alasanku menikahinya, Cho!”

 

“Dan aku tidak peduli apapun alasanmu itu, Lee Sungmin. Jika kau memang setakut itu kehilanganku, maka ceraikan dia! Aku tidak ingin di cap sebagai selingkuhan suami orang.” Kyuhyun menekan kata-katanya. Membuat Sungmin memberingsut mudur. Tubuh pemuda itu bergetar hebat. Dan Kyuhyun tahu, jika ia sudah keterlaluan.

“M-m-maafkan.. A-aku.” Sungmin menunduk. Menyembunyikan air mata yang sekarang mulai menghiasi wajahnya.

 

“Kau tahu ? Sudah berapa kali kau membunuhku, Lee Sungmin? Kau sudah berkali-kali membunuhku, lalu menghidupkanku kembali dengan cintamu itu. Kau tahu? Aku bahkan rela di sakiti olehmu, Ming. Apa kau sama sekali tidak mengerti? Aku bukanlah seorang malaikat yang sabar menunggu kekasihku bersama orang lain. Aku lelah bertahan untukmu, Ming. ” Ada rasa tidak rela saat melihat Sungmin menangis seperti ini di hadapannya. Ingin sekali Kyuhyun memeluk Sungmin saat ini. Tapi Kyuhyun tidak bisa bertahan terus seperti ini. Jika Sungmin memang mencintainya, pria itu pasti akan memilihnya lagi.

 

“D-dia hamil, Kyu..” dan Kyuhyun kembali merasakan nyawanya di renggut paksa. Lee Sungmin kembali membunuhnya kali ini. Rasa sakit yang timbul di hatinya lebih terasa menyakitkan. Udara di sekitarnya seakan menipis. Kyuhyun tidak bisa bernapas dengan baik. Rasanya sesak sekali. Sampai ia ingin sekali menangis dan berteriak sekencang-kencangnya, jika ini benar-benar menyakitkan.

 

“Selamat. Kau sudah menjadi seorang ayah.” Kyuhyun mencoba memberikan senyum terbaikknya. Mungkin ini adalah jalan yang paling baik. Ia tidak ingin menghancurkan kebahagian keluarga kecil kekasih tercintanya.

 

“Aku tidak ingin mendengar ucapan selamat darimu, Cho!” Sungmin berteriak. Di sertai isakan lirih yang lolos dari bibirnya.

 

“Lalu kau ingin aku mengucapkan apa?”

 

Sungmin kembali terdiam kaku. Ia bingung. Ia masih sangat mencintai Kyuhyun.

 

“Hentikan ini. Aku akan melupakan semuanya. Aku juga akan mencari gadis untuk aku nikahi nanti. Tenang saja. Kau akan menjadi orang pertama yang akan ku beritahu.” Kyuhyun menarik Sungmin ke dalam pelukannya. Memeluknya erat, dan mencoba menghirup aroma Sungmin untuk terakhir kalinya. Ini akan menjadi pelukan mereka yang terakhir. Dan Kyuhyun akan mengingat semua ini dengan baik.

“Mianhae, Saranghae Cho Kyuhyun. Kau harus bahagia. Sama sepertiku.” Dan Kyuhyun hanya bisa mengangguk di dalam pelukan Sungmin. Tubuhnya ikut bergetar menahan isak tangisnya. Ini menyakitkan. Cinta yang awalnya Kyuhyun pikir akan selalu menjadi indah, kini telah membusuk dan menyakiti dirinya sendiri. Seharusnya Kyuhyun tahu, jika ia tidak boleh memulainya. Jika saja Kyuhyun mempunyai keberanian lebih saat itu. Mungkin semua ini tidak akan terjadi. Sungmin akan menjadi miliknya, dan mereka akan bahagia selamanya.

 

Kyuhyun hanya akan mengingat semua ini dalam memori kelamnya. Ia akan mengubur semuanya, dan mencoba kembali hidup seperti saat dimana Lee Sungmin tidak ada.

“Nado saranghae, Cho Sungmin.”

 

FIN

 

MEWEK GUE NGETIK INI…

Galau gue. Masbuloh?
Ada kah yang miris kaya gue?
Adakah Joyer di sini yang penderitaannya sama kaya gue?
Gue kangen para joyer. Gue kangen author kyumin. Gue kangen. Gue rindu. Sangat.
Gue kangen share kenistaan bareng.
Ada yang same feel sama gue?

GUE CURHAT AH.. SEDIH MASA LIAT AUTHOR KYUMIN PADA GA NULIS FF KYUMIN LAGI. OKE SAYA JUGA TERMASUK. SAYA TAHU ITU KOK. SEDIH TAU.. PAS LIAT SIGMAME EON GA AKAN UP LAGI KM. PAS RAINY EON JUGA. SEDIH SAYA. MEREKA AUTHOR FAV SAYA SEMUA. YANG MASIH STAND STILL HANYA MAMIJU2E EON AJA.

APA SAYA JUGA HARUS BALIK LAGI NULIS KYUMIN SEPERTI EMPAT TAHUN LALU? HARUSKAH? TAPI SAYA SEDIH. SAYA NULIS KYUMIN KALO PAS GALAU MELANDA KAYAK GINI.

SAYA HARUS APA? KYUMIN ITU OTP PERTAMA SAYA. OTP TERBAIK. OTP YANG SAYA ANGGAP REAL, DAN SAYA GA PERNAH MERAGUKAN KEREALAN MEREKA. TAPI SIALNYA, TAKDIR BERKATA LAIN.

CINTA SAYA BUAT KYUMIN MASIH BESAR. BELUM TERHAPUS. BELUM ADA OTP LAIN YANG MENGGANTIKAN SOSOK KYUMIN DI HATI SAYA. AKAKURO AJA BELUM SEPENUHNYA. 😥

MASIH ADA YANG NGEGANJEL. DARI KYUMIN. ADA YANG BELUM BERES, DAN SAYA MASIH HARUS NUNGGU SEMUANYA SELESE. ADA YANG NGERASAAIN HAL SAMA KAYAK SAYA? KAYA GITU TUH.

 

EOTHAE?

 

Bye aja deh. Saya mau curhat di blog aja.

Sayonara

Salam JOYer sejahtera!

Astia Morichan

 

Advertisements

Rendezvous | KyuMin | OS| Yaoi

0

Ini hanyalah khayalan saya mengenai KyuMin. Kalau imajinasi kita tak sama tentag KyuMin tolong menjauh saja :’) sekalian curhat boleh kali yah chingudeul. Para JOYers,, apa kalian merindukan KyuMin sama seperti saya yang merindukan mereka. Jujur, hati saya masih berharap jika KyuMin masih bersama. Ada sesuatu dari KyuMin yang belum selesai sampai saya rela menunggu apa yang akan terjadi ke depan. Ada beberapa alasan KyuHyun juga yang membuat saya tetap teguh jadi Joyers. Jadi inilah khayalan saya. Apa kalian masih menjadi Joy dan berharap seperti saya??

 

enJOY!

Cinta itu konyol. Kyuhyun sangat mengakui hal itu. Karena ia rela menjadi orang idiot dan tersakiti hanya untuk seorang Lee Sungmin- namja yang ia cintai sampai kapanpun.

Begitu pula dengan Sungmin. Sungmin tidak bisa melepaskan sosok Cho Kyuhyun yang sudah menghiasi kehidupannya selama hampir delapan tahun bersama. Ia mencintai Kyuhyun. Sungmin membutuhkan Kyuhyun selayaknya ia membutuhkan oksigen.

 

.

.

.

 

 

Lee Sungmin menatap tajam pria bersurai coklat yang sekarang membuka pintu kamar hotel miliknya- yang beberapa jam lalu ia pesan. Rendezvous again. Well, Sungmin sudah tidak peduli tentang hal itu. Sungmin hanya peduli tentang Cho Kyuhyun yang sekarang mengangkat sebelah alisnya, sambil melepaskan topi yang sejak tadi ia pakai. Kyuhyun hanya mengenakan celana jeans beserta kaos putih polos yang membalut tubuh bidangnya. Sungmin yakin, jika Kyuhyun sengaja memakai kaos putih itu untuk menggoda beberapa gadis. Sial! memikirkannya saja membuat Sungmin kesal setengah mati.

 

“Waeyo, Hyung? Kau menatapku seperti aku ini adalah seorang penjahat.” Kyuhyun tersenyum asimetris sebelum melangkahkan kakinya ke arah Sungmin yang masih berdiri dengan tatapan sangar di depannya. Sungmin bisa melihat Kyuhyun tersenyum tanpa rasa bersalah ke arahnya. Pria itu masih menyunggingkan senyum menggoda dan juga tatapan lembut yang masih mengarah ke arahnya.

 

“Kenapa kau ingin bertemu denganku? Apa kau kabur dalam  pelatihan negara, Hyung? Kau nakal sekali.” Kyuhyun terkekeh pelan. Tangannya terulur untuk menarik Sungmin masuk ke dalam pelukannya. Ah- ia benar-benar merindukan sosok Sungmin. Sudah satu bulan mereka tidak bertemu. Jika bisa, Kyuhyun ingin mengurung Sungmin di dalam kamar pribadinya.

Kyuhyun membenamkan kepalanya pada ceruk leher Sungmin. Menghirup dalam-dalam aroma vanilla yang menguar dari tubuh namja itu. Ah, wangi Sungmin memang memabukkan. Kyuhyun tidak akan bosan dengan wangi tubuh Sungmin. Hanya mencium wangi tubuh Sungmin saja sudah bisa membuat perasaan Kyuhyun tenang dengan sekejap.

 

“Uh… Kau tidak merindukanku, Kyu!” Sungmin mencoba mendorong tubuh Kyuhyun. Tapi sayangnya, usaha miliknya sangat sia-sia. Kyuhyun malah mencengkram pinggang Sungmin dengan erat, sehingga ia sama sekali tidak bisa bergerak beberapa menit. Sebelum akhirnya, Kyuhyun mulai membuka mulutnya.

 

“Kau marah padaku, Hyung?” Kyuhyun melepas pelukan mereka. Ia bisa melihat Sungmin mengerucutkan bibirnya, dan juga manik foxy milik Sungmin mulai berlinang air mata. Tubuh Sungmin bahkan mulai bergetar pelan saat tangannya memukul pelan dada Kyuhyun.

 

“Hiks… K-kau jahat, K-kyu.. Hikss..” Tangis Sungmin yang terisak membuat Kyuhyun mengernyitkan alisnya. Ia bingung. Kyuhyun tidak mengerti apa yang sudah ia perbuat sehingga Sungmin menangis seperti sekarang. Seingat Kyuhyun, ia sama sekali tidak membuat suatu kesalahan yang membuat Sungmin sakit hati.

 

“H-hey, Hyung? Apa yang telah aku lakukan, eoh?” Kyuhyun menangkup kedua pipi Sungmin, dan mulai mengusapnya dengan pelan. Mempertemukan manik obisidan miliknya, dengan manik foxy Sungmin. Obisidian itu menatap Sungmin dengan lembut. Seolah mengatakan bahwa Kyuhyun tidak akan pernah meninggalkannya.

 

“K-kau mencium gadis itu!!” Sungmin berteriak tak suka sambil memukul dada bidang Kyuhyun lagi. Sementara Kyuhyun hanya mengernyitkan alisnya tidak mengerti. Hey! Kyuhyun tidak mencium seorang gadis hari ini. Ia juga tidak mempunyai seorang selingkuhan wanita.

 

“Aku tidak mencium siapapun, Hyung.” Kyuhyun kembali mengelus pipi Sungmin, dan mencoba membuat namja itu tenang. Kyuhyun tahu jika saat ini perasaan Sungmin sedang tidak bagus.

 

“Aku melihat kau mencium gadis yang ada di drama itu! Kau mencium dan memeluknya! Saat aku makan di kedai soju bersama yang lain, drama itu muncul dan memperlihatkan bagaimana kau berakting Cho! Aku membencinya saat kau memperlakukannya dengan lembut seperti itu! Maka dari itu aku mengajakmu bertemu.” Luapan emosi dari Sungmin membuat Kyuhyun terkekeh pelan saat mendengarnya. Drama yah? Kyuhyun baru ingat jika dramanya tayang musim semi tahun ini. Padahal, ia sudah melakukan syuting untuk drama berdurasi dua belas menit itu tahun lalu. Dan sepertinya ia juga sudah memberitahu Sungmin jika ia akan bermain dalam sebuah drama picisan dan melakukan beberapa adegan- yang Kyuhyun yakin membuat Sungmin marah seperti ini. Ah, Sungmin benar-benar egois.

 

“Kau tahu? Saat aku menciumnya seperti ini..” Kyuhyun mendekatkan bibirnya pada Sungmin, dan mulai mengecup singkat bibir plum namja itu dengan lembut.

 

“Aku memikirkanmu, Lee Sungmin. Dan saat aku memeluknya seperti ini..” Kyuhyun membawa Sungmin dalam pelukan hangatnya. Membuat tubuh Sungmin tenang dan tidak kembali bergetar karena isak tangisnya.

 

“Aku hanya memikirkan Lee Sungmin, seorang yang sekarang sudah di miliki oleh orang lain. Bukankah kau egois, Hyung?” Kyuhyun terkekeh sambil mengecup pucuk kepala Sungmin pelan. Ia bisa merasakan Sungmin mengeratkan pelukan mereka.

 

“Kau yang jahat, Hyung. Bukan aku. Apa kau tahu bagaimana sakitnya aku saat melihatmu dua tahun lalu bersanding di pelaminan dengan orang lain? Saat itu, duniaku sudah hancur Hyung. Ah, Andwae. Duniaku hancur saat kau memutuskan untuk memilihnya, dan tetap bersamaku di belakangnya.” Kyuhyun terkekeh lagi. Membuat Sungmin menegang saat mendengar ucapan Kyuhyun. Sungmin akui, ia memang jahat pada Kyuhyun. Kyuhyun terlalu baik padanya sampai ia rela terluka untuk Sungmin. Sungmin merasa seperti orang jahat karena membuat Kyuhyun menderita seperti sekarang. Jika bisa, Sungmin ingin memilih untuk bersama Kyuhyun selamanya.

 

“Maafkan aku, Kyuhyun-ah..”Suara Sungmin bergetar hebat. Tangan Sungmin mencengkram erat kaos yang Kyuhyun kenakan. Bahu namja itu kembali bergetar karena menahan isak tangisnya.

 

“Jika bisa, aku tidak ingin jatuh cinta padamu, Hyung. Tapi sayangnya, kau membuat duniaku berwarna dengan cinta saat kita bersama. Tapi saat kau memutuskan untuk bersama wanita itu, duniaku hancur. Aku masih belum siap untuk jatuh saat kau menghempaskanku dari ketinggian yang tidak mungkin aku gapai.”

 

“Kyuhyun-ah…” Sungmin mengadahkan kepalanya. Menatap manik obsidian Kyuhyun dengan tatapan sayunya. Sungmin benar-benar merasa bersalah pada Kyuhyun. Ia adalah orang yang paling jahat di dunia ini, karena menyakiti Kyuhyun yang sangat mencintainya.

 

“Maafkan aku, Kyuhyun-ah. Aku mencintaimu. Sangat mencintaimu. Sampai rasanya, cinta ini menjadi sangat menyakitkan. Aku tahu, aku adalah orang yang paling egois karena mencintaimu seperti ini. Tapi jika kau ingin kita berhenti, aku siap Kyu. Aku juga ingin kau bahagia.” Sungmin mengelus pipi Kyuhyun dengan perlahan, sebelum mengecup pipi Kyuhyun lama dan meresapinya agar bisa selalu Sungmin ingat sampai kapanpun.

 

“Aku tidak ingin kau meninggalkanku. Aku mencintaimu, Ming. Aku masih bisa menahan rasa sakit ini.” Kyuhyun kembali memeluk Sungmin dengan erat. Ia benar-benar merindukan Sungmin yang menjadi kekasihnya malam ini. bukan Sungmin yang menjadi Hyungnya, atau Sungmin yang menjadi rekan kerjanya, atau juga Sungmin yang menjadi suami dari istri orang. Kyuhyun merindukan Sungmin kekasihnya yang akan selalu menjadi miliknya sampai kapanpun.

 

“Jika kau menemukan seseorang yang lebih baik dari ku, kau harus bersamanya. Arraseo?” Kyuhyun bisa mendengar nada tidak rela yang Sungmin keluarkan. Mereka sudah sepakat tentang hal ini. walaupun pada awalnya Kyuhyun tidak setuju dan menolak mentah-mentah keinginan Sungmin tentang hal ini saat itu. Tapi sekarang, Sungmin harus mencoba merelakan segalanya jika ia tidak ingin Kyuhyun tersakiti.

 

 

“Aku tahu, Ming. Aku mencintaimu sampai kapan pun.”

 

“Aku tahu. Maafkan aku, Kyu. Aku juga sangat mencintaimu, Cho Kyuhyun.” Dan setelahnya, Kyuhyun membawa Sungmin ke dalam ciuman panjangnya. Mungkin akan ada saatnya mereka bisa bersama kembali. Tuhan hanya belum membuat semuanya sempurna bagi Kyuhyun dan Sungmin. Mereka tidak salah. Mereka tidak pantas di hujat. Cinta mereka itu murni. Hanya saja, salahkan Cupid yang salah memanahkan panah pada mereka, karena mereka sesama lelaki. Ini adalah salah Cupid. Bukan kesalahan Kyuhyun dan Sungmin sehingga mereka jatuh cinta.

 

FIN

 

YAH SAYA MEMANG GALAU TENTANG KYUMIN!!
MASBAYU? MASALAH BUAT YU??  WKWK
KYUMIN OH KYUMIN
KENAPA OH KENAPA KALIAN TIDAK BERSATU LAYAKNYA BAOZI DAN HANA?!! WHY? WHY?